Anda di halaman 1dari 8

Substantive Testing, Computer-Assisted Audit

Techniques And Audit Program

Agus Suhendra (1506798895)


Imastuti Masitoh (1506799374)
Gianda Nadyastika (1506799310)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Indonesia

2016
Substantive Testing, Computer-Assisted Audit
Techniques And Audit Program

A Substantive Testing of Transaction, account Balance and


Disclosure.
Substantive Procedure merupakan prosedur audit yang didesain untuk
mendeteksi adanya salah saji material pada tingkat asersi. Terdiri dari Test
of detail (pada kelas transaksi, saldo akun & pengungkapan) dan
Substantive analitical procedures.
Test of controls merupakan prosedur audit yang didesain untuk
mengevaluasi efektivitas operasi dari internal control dalam mencegah,
mendeteksi, dan mengoreksi material misstatement pada tingkat asersi.
Test of detail merupakan pengujian detail atas transaksi dan saldo,
contoh : good despatch notes (GDN) & sales invoice, GDN & sales order,
trade receivable & customer confirmations.
Substantive analytical procedure merupakan pengujian yang tidak
terlalu fokus pada detail namun lebih melihat pada tren maupun
pergerakan nilai yang ada di laporan keuangan, contoh : gross profit :
mengecek trade receivable dan sales turnover, number of day sales.
Biasanya diaplikasikan pada transaksi yang volumnenya tinggi yang
trennya dapat diprediksi.
Auditor membatasi pengujian substantive hanya dengan substantive test
to analytical procedure jika diyakinkan bahwa internal control perusahaan
bagus (ISA 330)
Mengapa pengujian substantive selalu dilakukan oleh auditor ? Karena
penilaian risiko oleh auditor (judgemental) dan tidak cukup akurat untuk
mengidentifikasi semua risiko atas salah saji material, alasan yang kedua
adalah terdapat keterbatasan yang melekar pada internal control
termasuk manajemen override.
Audit Stage - Dalam buku IGSM dijelaskan tahapan audit antara lain :
Preliminary Stages, Planning Feedback, System Work, dan Transaction
Testing.
Planning Feedback - Penilaian risiko audit bisa berubah seiring
berjalannya audit sehingga hal tersebut mempengaruhi scope of
examination dalam prosedur audit yg direncanakan (ISA 315).
Setting Objective before Designing a Programme of Substantive
Test - Substantive test harus didesain untuk membuktikan validitas asersi
dalam laporan keuangan atas kelas transaksi dan saldo akun yg material
(ISA 330) naksudnya harus jelas apa tujuan yg harus dicapai sebelum
mendesain program untuk substantive test.

B The Use of Audit Software


Terdapat beberapa macam software yang dikembangkan oleh auditor
untuk membantu proses audit, diantaranya :
Generalize audit software
Software yang dikembangkan untuk industri tertentu
Statistical analysisi sofware
Expert system software
Audit Software akan sangat membantu jika data yang digunakan banyak,
sedangkan kekuranganannya antara lain biaya yang cukup besar,
generalize audit software hanya dapat digunakan after the event, adanya
system breakdown.

C Directional Testing
Jenis lain dari prosedur substantif adalah dari 'pengujian directional'. kita
akan ingat dari diskusi kita tentang pandangan yang benar dan adil dalam
Bab 1 bahwa auditor ingin membuktikan bahwa tidak ada overstatemen
atau understatements dalam laporan keuangan. Ini berarti bahwa
prosedur substantif harus dirancang untuk melihat understatement atau
overstatement. Banyak auditor menyarankan bahwa cara terbaik untuk
mencapai tujuan lebih baik adalah tes langsung item debit (seperti biaya,
penerimaan kas dan aset) untuk mendeteksi overstatement dan
mengarahkan tes untuk kredit (seperti pendapatan, pembayaran tunai
dan kewajiban) untuk mendeteksi understatement. mengadopsi tes
directional akan menghasilkan tes dalam dua arah (untuk mendeteksi
overstatement dan understatement).
Sebagai contoh auditor akan memasukan program mereka diantaranya :
Test sales order untuk kelengkapan dengan mengecek secara urutan
dan bertanya kenapa terdapat pesanan yang hilang
Pilih sampel dari pesanan dan vouching catatan pengiriman
Uji catatan pengiriman penjualan untuk kelengapan dengan menguji
secara urutan dan tanya terhadap catatan yang hilang
Pilih sampel dari catatan pengiriman penjualan, cek apakah mereka
mengabaikan tanda tangan dari customer dan test ke sales invoice
dan peubahan inventory
Lakukan rangkaian tes sales invoice
Cek catatan pergerakan persediaan ke catatan pengiriman dan
sales invoice.
Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan sales invoice dari semua
barang telah dikirimkan. Auditor juga melakukan tes harga dan kalkulasi.
Poin pentingnya idalah dengan melakukan uji coba debit yang
overstatement kita dapat mengkonfirmasi penjualan yang tidak
overstated. Tujuan dari uji coba credit ialah untuk mengetahui apakah
terdapat liabilities yang understatement. Mungkin sulit dan sepertinya
merupakan probelmatik menguji untuk sesuatu yang tidak disana
dibanding yang telah tercatat di akuntansi. Tes detail diantaranya adalah:
Periksa catatan pembelian, kas, dan utang usaha akhir tahun
untuk mencari sesuatu yang muncul terkait periode sebelumnya
yang tidak tercatat sebagai utang.
Tulis beberapa supplier dan minta mereka untuk memberitahu
auditor berapa jumlah piutang yang dimiliki oleh mereka di
perusahaan pada akhir periode dan invoice 15 hari sebelum dan
sesudah akhir periode.
Tujuan dari uji debit (Pembelian) ialah untuk mengetahui bahwa tidak ada
material yang overstatement dalam pembelian. Tes of detail diantaranya
ialah:
Uji catatan pembelian apakah sudah didukung oleh purchase order
dan GNR dalam rangkaian yang sesuai
Uji apakah cut off pembelian atau persediaan sudah dilakukan
secara benar.
Terlepas dari tes of detail, prosedur analitis juga dibutuhkan, seperti
menguji apakah penjualan dan biaya penjualan benar-benar masuk akal
dalam hubunganya dengan yang lainya (cek sales margin lagi) untuk
sales dan total. Menguji level persediaan untuk alasan yang masuk akal
yang berkaitan dengan biaya penjualan juga menjadi prosedur yang
berguna. Laba rugi seharusnya diberikan perhatian lebih di balance sheet.
Maksudnya ialah directional testing harus diimplementasikan oleh
berbagai macam tes lainya.

D Substantive Audit
Substantive Audit Programmes For Wages
tes directional yang harus dimasukkan ke dalam program audit pokok
ialah sebagai berikut:
Tes untuk memastikan tidak ada overstatement dari upah kotor
Tes untuk memastikan tidak ada understatement dari pengurangan
dari beban gaji
Auditor mengecek kedua perhitungan dari gaji kotor dan pengurangan
untuk memastikan biaya gaji kotor telah benar dihitung dan
didistribusikan ke pekerja, kantor pajak, dll.
Substantive audit programmes for cash and bank balances
Tujuan audit ialah untuk menguji kas sebagai asset telah benar-benar
dijaga. Langkah audit diklasifikasikan dalam dua judul yang luas:
Pencatatan lengkap dan akurat
Pendapatan akomodasi akan dikumpulkan pada kas secara langsung atau
dibebankan ke pelanggan untuk collection selanjutnya. Kontrol prosedur
untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan pencatatan merupakan
elemen yang penting dalam kontrol kas. Cara yang paling mudah untuk
menyalahgunakan ialah tidak mencatat kas langsung.
Pengamanan yang tepat dari kas
Pencatatan yang tepat dari pembentukan transaksi merupakan basis dari
pembayaran dan penerimaan kas yang merupakan syarat kontrol kas.
Auditor melakukan pengujian untuk menentukaan pembayaran telah
dibuat secara benar dan piutangnya benar-benar diterima.

E Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata


Kelola
Ada banyak sekali hal mengapa auditor berkomunikasi dengan
pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam berbagai tahap
proses audit, termasuk ancaman terhadap independensi, cakupan
pengujian, komentar terhadap kebijakan akuntansi entitas, risiko material
dan ketidakpastian, hal-hal signifikan yang timbul dari audit dan
modifikasi yang diharapkan terhadap laporan audit. Dalam paragraf 9 ISA
260 - Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bertujuan untuk:
a Untuk mengomunikasikan secara jelas kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan
dengan audit atas laporan keuangan, dan gambaran umum
perencanaan lingkup dan saat audit;
b Untuk memeroleh informasi yang relevan dengan audit dari pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola;
c Untuk menyediakan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola secara tepat waktu, hasil observasi audit yang signifikan dan
relevan terhadap tanggung jawab mereka untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan; dan
d Untuk mendukung komunikasi dua-arah yang efektif antara auditor
dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
Satu jenis komunikasi tertentu yang sering terjadi saat tahapan
interim audit dan menjadi perhatian para auditor adalah surat yang
menyoroti defisiensi dalam pengendalian internal. Sekarang, auditor
mengenal entitas audit dengan sangat baik ketika mereka terlibat dalam
diskusi dengan manajemen dan melakukan tests of control dan pengujian
subtantive. Mereka akan gagal dalam tugas mereka jika mereka tidak
memberitahu direksi dan pihak-pihak yang berhubungan dengan tata
kelola (termasuk komite audit) tentang defisiensi pada kontrol internal
yang mungkin berpengaruh pada pencatatan transaksi dan neraca.
Management Letter setidaknya harus mencakup :
a Menuliskan judul dan pihak penerima yang dimaksud dengan jelas
b Pendahuluan mengungkapkan kepada penerima mengenai keadaan
yang menjadikan alasan surat tersebut ditulis. Juga menegaskan tujuan
audit bukan untuk menemukan semua kelemahan dan hal efisiensi
yang mungkin terdapat pada sistem dan perusahaan pada umumnya.
c Memasukan pandangan pihak ofisial yang bertanggung jawab dengan
siapa memorandum didiskusikan, yang menyatakan pandangannya
tidak setuju dengan auditor. Hal-hal pengendalian internal didiskusikan
dengan manajemen, dengan kewenangan untuk mengambil tindakan
perbaikan sebelum masalah ini dipastikan tidak ada kesalahpahaman
dan untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan telah sesuai.
d Jika auditor tidak mempunyai alasan meragukan klien ofisialnya,
komentar terhadap efek tersebut.
e Bagian yang menyatakan kesimpulan utama. Ini dilakukan karena
pernyataan jelas dari poin utama akan membuat kesimpulan lebih
dapat dimengerti.
f Kesimpulan utama diikuti dengan komentar secara detail, masing-
masing terdiri dari penjelasan singkat sistem yang digunakan,
kemungkinan konsekuensi dan rekomendasinya.
g Hal-hal kecil yang telah diselesaikan dengan manajemen seharusnya
tidak diperbolehkan untuk mengacaukan laporan, meskipun
penyebutan singkat hal tersebut dalam surat akan menjadikannya
sesuai.
h Dalam paragraf penutup, auditor mengidentifikasi keinginannya untuk
mendiskusikan hal-hal dengan panjang lebar dengan pihak pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dan meminta respon atas
rekomendasi mereka.
Masalah lebih lanjut dari kaitan penting dengan management
letter
1 Keadaan dimana mungkin akan semakin menimbulkan masalah jika
membahas temuan langsung dengan manajemen, saat intergritas
dipertanyakan.
2 Dalam entitas yang lebih kecil dengan cukup staf untuk masing-masing
tugas, management letter mungkin menekankan pentingnya
pengawasan yg dilakukan sendiri oleh management.
3 Auditor melaporkan pengendalian internal yang telah mengakibatkan
salah saji dalam laporan keuangan, dan potensi salah saji yang
signifikan.
4 Jika tidak ada tindakan perbaikan mengenai kelemahan dalam
pengendalian internal yang dijelaskan dalam management letter
sebelumnnya, auditor harus bertanya kenapa tindakan perbaikan tidak
diambi.
5 Auditor entitas sektor publik dapat memiliki tanggung jawab khusus
untuk melaporkan hal-hal mengenai pengendalian internal, seperti
kepatuhan terhadap peraturan otoritas legislatif.

F. Manajemen Audit dengan Komputer


Komputer telah berdampak pada kegiatan auditor, semuanya dirancang
untuk meningkatkan efisiensi audit dan efektivitasnya pada saat ada
banyak tekanan biaya audit. Penggunaan komputer dalam manajemen,
perencanaan, kinerja dan penyelesaian audit untuk menghilangkan atau
mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas komputasi atau
administrasi, untuk meningkatkan kualitas penilaian audit, dan untuk
memastikan kualitas audit yang konsisten.
Penilaian risiko, perencanaan dan alokasi staf dan sumber daya
lain untuk tugas audit
Analisis risiko audit dalam tahap perencanaan audit yang membutuhkan
analisis mendetail misalnya seperti analisis rasio perusahaan akan lebih
mudah dilakukan jika menggunakkan bantuan IT misalnya dengan IT
Spreadsheet. Komputer juga digunakan untuk merekam waktu yang
dihabiskan oleh setiap staf pada berbagai bagian dari audit dan secara
total. Perbandingan dengan waktu direncanakan juga dapat dibuat. Selain
menjadi berguna untuk tujuan perencanaan di tahun-tahun mendatang,
memungkinkan auditor untuk menentukan overruns anggaran.
Memorandum perencanaan audit sekarang juga sering disiapkan oleh staf
audit menggunakan perangkat lunak pengolah kata.
Pencarian informasi dan analisis
Perusahaan audit semakin banyak melakukan transfer data dan informasi
dari klien menggunakan komputer, yang kemudian dianalisis. Penggunaan
umum dari teknik ini adalah untuk membaca buku piutang usaha
komputerisasi dan untuk memilih sampel saldo
Interpretasi dan dokumentasi hasil
Kertas kerja sedang semakin otomatis dan dicatat pada file komputer. Jadi
pilihan item untuk pengujian rinci dan hasilnya dapat terekam dalam
spreadsheet. Pengolah kata juga dapat digunakan dalam berbagai cara,
termasuk kertas kerja. Biasanya hasil-hasil tersebut tercatat pada server,
sehingga staf audit bisa mendownloadnya kapanpun dibutuhkan
Ulasan dan pelaporan kegiatan
laporan audit, seperti management letter dan laporan kepada mitra dan
manajer mengenai hal-hal penting yang timbul dari audit, dll, dengan
mudah dapat dibuat menggunakan perangkat lunak pengolah kata.
Spreadsheet juga dapat digunakan untuk menganalisis rekening akhir
sebelum laporan audit akhirnya dikeluarkan.
Manual dan daftar periksa pada file komputer
Tatacara dan guidance audit perusahaan, termasuk solusi untuk masalah
umum akuntansi/audit, dan daftar periksa dapat dibuat dalam file
komputer. Hal ini membuat barang-barang yang dibawa saat melakukan
pemeriksaan menjadi lebih ringkas. Namun, kontrol yang kuat terhadap
file/data harus dilakukan agar tidak terjadi fraud seperti penyalah gunaan
data. backup data perlu dilakukan agar data yang ada tidak rawan hilang.
Pengunaan rumus-rumus tertentu untuk pengujian data juga harus
diamankan dan selalu dikaji ulang untuk menghindari kesalahan
pengujian.