Anda di halaman 1dari 16

2014

Pencapaian Kinerja 2014

RESOLUSI
2015
KINERJA 2015
PROGRAM UNGGULAN 2015

profil : Asman Coal & Ash Handling

WISATA ISTANO PAGARUYUNG

Baja, Aluminium, atau....


DARI REDAKSI
Assalamualaikum wr wb

Ucapan selamat tahun baru mungkin terlambat


bagi kami untuk menyampaikannya. Tetapi tentunya
semangat tahun baru tentunya tak akan pudar walau
kini telah berjalan hampir satu bulan.
Di Edisi Limpapeh keempat kali ini, kami akan meny-
ajikan berita mengenai pencapaian kinerja kita di 2014
dan target di tahun 2015. Kemudian ada berita menarik
lain mengenai pengelolaan lingkungan dan batubara
yang tentunya memiliki pengalaman suka maupun
duka. Selain itu akan ada paparan dari PLTG Pauh Limo
Unit 3 mengenai gangguan yang terjadi pada bearing
3 dan 4.
Tak lupa juga, kami akan melampirkan cerita menarik
mengenai tempat wisata yang ada di di sekitar kantor
kita, yaitu Istana Pagaruyung. Jangan pernah lupakan
rekreasi dari rutinitas kita agar pikiran kita menjadi leb-
ih fresh.
Semoga sajian artikel untuk edisi ini dapat mening- daftar isi
katkan semangat kita untuk berkarya di tahun 2015
ini. Dan tak lupa juga, kami menerima artikel dari
pembaca demi semakin beragamnya artikel Program Unggulan 2015 3
di Limpapeh ini. Semangat! Kinerja Sektor 4
Selamat Membaca!
Ikat Sepatu 5
Wassalamualaikum wr wb

Vibrasi PLTG Unit 3 6


Penanganan abu 8
Profil Asman C&A 9
REDAKSI
Penanggung Jawab : Parulian N.P
Asset Aging 10
Tim Redaksi: Firza Z.R Metalurgi 11
FXA Alfa F
Juliand S. Istano Pagaruyung 13
Indira B.
Info Limpapeh 16
Unun A.
Romi S.
Z. Harisman

Desain & Layout : Firza Z.R


Z.Harisman

2- - januari 2015
program unggulan sektor ombilin
2015

tujuan

1. ABK (Analisis Beban Kerja) Melakukan pemetaan pegawai agar sesuai dengan
kebutuhan organisasi dan bobot kerja tiap pegawai

2. Team Building Management Meningkatkan kompetensi pegawai agar dapat


menyesuaikan dengan tujuan organisasi

3. Integritas 100% Mencegah terjadinya tindakan suap dan gratifikasi

4. Monitoring Pengadaan Mengetahui progress dan tahapan pada tiap proses


pengadaan

5. Perang Unburned Carbon Meningkatkan efisiensi pembangkit

6. Recycle Limbah Abu Memanfaatkan limbah abu PLTU

Foto: kondisi stockpile PLTU Ombilin tanggal 23 Januari 2015

januari 2015 - -3
selamat tinggal 2014...
selamat datang 2015...

pencapaian kinerja Sektor


Ombilin 2014 Pemakaian Bahan Bakar. Hal ini disebabkan kare-
perspektif untuk kinerja tahun 2015
na dampak dari terlambatnya penyelesaian Se-
rious Inspection pada PLTU Ombilin Unit 1 dan
Maintenance Outage pada PLTU Ombilin Unit 2.
by: firza Z.R
Kategori yang tidak tercapai secara penuh
kedua adalah pada Perspektif Keuangan. Penca-
paian yang hanya sebesar 64% disebabkan karena
Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan
tidak tercapainya target Biaya Pokok Penyediaan
Januari 2015. Tahun 2014 telah berlalu dengan
(BPP), Perputaran Material dan OPEX Non-Fuel.
penuh perjuangan. Perjuangan yang cukup besar
bagi kita semua untuk mencapai target kinerja di
Kabar cukup baik terdapat pada Kategori Im-
2014.
plementasi Manajemen Aset Pembangkit yang
memiliki tingkat pencapaian cukup
baik, yaitu sebesar 97%. Kita
Target Kinerja SOMB terb- hanya perlu meningkat-
agi menjadi enam kat- kan performa kita di
egori, yaitu Perspektif stream Efficien-
Pelanggan, Perspektif cy Management
Efektifitas Produk & dan Outage
Proses, Perspektif Management.
SDM, Perspektif
Keuangan dan Pas-
ar, Kepemimpinan
serta Implemen-
tasi Management
Asset Pembangkit.
Perspektif Efektifitas
Produk & Proses atau
yang biasa kita sebut Dari tabel yang
dengan Kinerja Teknis telah ada, ditunjuk-
memiliki prosentase tert- kan bahwa Nilai Kin-
inggi yang menunjang kinerja erja Organisasi (NKO) kita
kita. Sayangnya pada kategori ini adalah 82.03 atau dapat dikat-
pulalah di tahun 2014 kita banyak mengalami egorikan PLN K2 (dengan catatan data
penurunan kinerja. belum difinalisasi dan diambil dari data Kinerja
update per 17 Januari 2015). Tentunya nilai ini
Besarnya gap pencapaian pada kategori Kiner- menurun dari pencapaian kita di semester per-
ja Teknis secara umum disebabkan karena ti- tama tahun 2014. Nilai tersebut masih belum di-
dak tercapainya target Scheduled Outage Factor kurangi dengan nilai Kepatuhan sebesar 1.25.
(SOF), Equivalent Avaliability Factor (EAF) dan

4- - januari 2015
Ikat tali sepatu untuk

goweser

Jika dilihat dari pemeringkatan pencapaian, SOMB terinspirasi dari acara going deep with
menempati peringkat 7 dari 9 sektor. Tentunya ini david rees, episode: how to tie your
pencapaian tidak bagus bagi sektor kita. Tetapi shoes di saluran national geographic.
hasil yang ada sekarang merupakan hasil kerja Unik, hmmm...., dan rasanya perlu juga
keras kita bersama tanpa terkecuali. dicoba..
OK, bagi rekan - rekan penggemar
gowes dan menggunakan sepatu
bertali, agar tali sepatu tidak terlilit ke
rantai saat asyik bergowes, bisa men-
coba cara simpul tali sepatu seperti
gambar berikut ini:

simpul sepatu kanan simpul sepatu kiri

contoh jadi
Walaupun pencapaian 2014 kurang memuaskan
bagi kita, kita tetap harus menatap ke depan den-
gan penuh semangat. Berikut ini adalah beberapa
target kinerja teknis yang akan kita capai di 2015.
Semoga dengan kerja keras kita, target tersebut
dapat kita capai dengan baik.

selamat mencoba..

bersambung ke hal.15...

januari 2015 - -5
vibrasi Turbin - Generator PLTG unit 3

Vibrasi, yah untuk orang awam mungkin vibrasi


sering dianggap sebagai sebuah getaran seperti
getaran yang berasal dari smartphone kita mau-
pun yang lain. Getaran bagi orang awam juga di-
anggap sebagai hal yang biasa saja, namun tahu-
kah kita sebagai orang teknik, Vibrasi merupakan
momok bagi sebuah system pembangkit.

V ibrasi merupakan suatu gerakan bolak


balik dimana nantinya akan memberi
suatu grafik oscilasi. Suatu benda memiliki se-
buah frekuensi pribadi dimana besarnya frekuen-
si tersebut dipengaruhi oleh besar dari massa (a)
equivalent, dan stiffness dari benda tersebut. Jika
benda tersebut mendapat frekuensi dari luar yang
besarnya sama dengan besar dari frekuensi prib-
adi tersebut, maka akan terjadi sebuah resonan-
si dan resonansi tersebut menyebabkan terben-
tuknya amplitude dan terjadinya vibrasi.

Akhir akhir ini PLTG Pauh Limo Unit 3 menjadi


korban dari vibrasi tersebut pada bearing 3 dan 4.
Besarnya vibrasi pada bearing 3 sangatlah tinggi
yaitu sekitar 20 mm/s untuk sisi aksial. Peningka-
tan signifikan terjadi pada bulan oktober dimana
pada bulan September, besarnya vibrasi sekitar 10
mm/s namun setelah diadakan pengujian PPO, vi-
brasi pada bearing 3 meningkat secara signifikan
hingga 20 mm/s. Menindak lanjuti akan keadaan (b)
seperti ini, maka diadakan investigasi penyebab
Gambar 1 (a) Upper bearing 3 yang mengalami crack
tingginya vibrasi pada PLTG Pauh Limo Unit 3 yang (b) upper bearing 5 yang mengalami crack akibat vibrasi
di handle oleh regu pemeliharaan dan dibantu oleh
beberapa orang dari regu operasi.
Perkembangan Sejauh ini, bearing 3 dan 5 akan
Dampak yang dihasilkan tidaklah main main,
direpair, namun untuk penyebab pasti terjadin-
menyebabkan PLTG unit 3 harus keluar system
ya vibrasi masih belum diketahui. Masih banyak
selama kurang lebih 44 hari. Dari segi komponen,
kemungkinan penyebab tingginya vibrasi pada
dampak yang dihasilkan dari vibrasi adalah tim-
unit 3. Untuk dugaan sementara karena adanya
bulnya crack pada bearing 3 dan kerusakan yang
overclearance pada bearing 3. karena untuk data
cukup parah pada bearing 5.
alignment, dan run-out rotor generator menunjuk-
kan nilai yang masih ditolerir.

6- - januari 2015
DATA VIBRASI PTLG UNIT 3
(Juli - Desember 2014)

PLTG UNIT 3 BEARING 1


7.000
6.000

Velocity (mm/s)
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
0.000
JUL AGU SEP OKT NOP DES
H 2.933 2.900 3.086 3.214 2.244 2.880
V 6.640 6.287 5.850 6.266 5.359 6.363
A 1.001 0.947 1.013 0.895 1.397 1.153

PLTG UNIT 3 BEARING 2


5.000
4.000

Velocity (mm/s)
3.000
2.000
1.000
0.000
JUL AGU SEP OKT NOP DES
H 2.543 2.358 2.326 2.432 1.906 2.251
Gambar 2. Pengambilan data air gap generator V 4.140 4.569 3.417 3.715 3.606 2.364
A 2.242 2.206 1.830 1.791 1.903 2.461

Investigasi tingginya vibrasi pada unit 3 PLTG


Pauh Limo masih berlanjut. Untuk selanjutnya PLTG UNIT 3 BEARING 3
akan dilakukan re-alignment untuk sisi Load gear 25.000
Velocity (mm/s)

20.000
generator dan generator exciter ketika bearing 15.000
yang sudah direpair tiba di PLTG. Dengan upaya 10.000
5.000
dan kerja keras tentunya akan membawa hasil 0.000
yang memuaskan pula, semoga dengan adanya H
JUL
12.104
AGU
13.881
SEP
13.889
OKT
13.921
NOP
11.856
DES
13.015
kerja keras kita, masalah vibrasi pada PLTG Unit 3 V 4.090 4.679 4.295 4.047 3.397 3.784
akan cepat terselesaikan dan dapat meningkatkan A 9.355 10.794 10.049 20.560 19.056 19.437

produktifitas sector pembangkitan ombilin.

PLTG UNIT 3 BEARING 4


--(FXA Alfa F)-&-
20.000
--(Nizar R.S)-- 15.000
Axis Title

10.000
5.000
0.000
JUL AGU SEP OKT NOP DES
H 5.041 6.141 5.195 8.614 8.607 7.837
V 1.863 2.123 1.614 3.789 3.401 3.424
A 8.277 10.018 8.911 18.000 15.403 15.311

PLTG UNIT 3 BEARING 5


16.000
14.000
Velocity (mm/s)

12.000
10.000
8.000
6.000
4.000
2.000
0.000
JUL AGU SEP OKT NOP DES
H 3.996 5.187 4.318 5.201 4.654 2.905
V 4.458 4.629 5.179 13.496 12.986 9.599
A 2.388 2.035 2.652 5.401 4.624 3.352

januari 2015 - -7
upaya penanganan fly ash & bottom ash
PLTU Ombilin
by: Indira B.

Fly Ash & Bottom Ash dikategorikan sebagai limbah B3 sesuai dengan Peraturan Pemer-
intah Republik Indonesia Nomor 101 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun. Fly Ash & bottom ash sendiri masuk dalam kategori Limbah B3 dari
sumber spesifik khusus dengan kode Limbah B409 dan B410.
Belum dikelolanya Fly ash & Bottom ash merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Repub-
lik Indonesia No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal
59 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3). Hal ini dapat merugikan PT
PLN (Persero) Sektor Pembangkitan & Pengendalian Pembangkitan Ombilin dikarenakan pelanggaran
dapat dikenakan sanksi administratif berupa: teguran tertulis, pembekuan izin lingkungan dan atau
pencabutan izin lingkungan.
Dalam kondisi operasional berjalan normal PLTU Ombilin menghasilkan 400 ton Fly ash & Bottom
Ash. Untuk mengelolanya PLTU ombilin melakukan beberapa upaya diantaranya:

1. Bekerjasama dengan PT Semen Padang,


Fly ash & bottom ash menjadi bahan
pencampur dalam produksi semen. Pros-
es kerjasama ini sudah dilakukan sejak
September 2012.
2. Bekerjasama dengan Politeknik Negeri
Padang untuk Penelitian Pemanfaatan
Flyash. Penelitian ini sendiri bertujuan
untuk mencari formulasi terbaik untuk
pemanfaatan fly ash dalam pembuatan
batako, rancangan pencampur mortart
instant, pembuatan hollow brick dan cam-
puran beton K-175, K-225, K250. Dihara-
pkan dengan adanya hasil penelitian ini
dapat menarik minat Usaha untuk me-
manfaatkan flyash tanpa perlu melakukan
penelitian terlebih dahulu.
3. Pengurusan Izin Pemanfaatan Fly ash &
bottom ash. Pemanfaatan fly ash & bot-
tom ash ini untuk digunakan di area PLTU
Ombilin.
4. Landfill, dikarenakan flyash & bottom
ash yang dihasilkan belum dapat diman-
faatkan sepenuhnya oleh PLTU Ombilin
maupun PT Semen Padang maka PLTU
Ombilin berencana membangun landfill.
Pembuatan landfill PLTU Ombilin masih
dalam proses.

8- - januari 2015
Asman Coal & Ash Handling
DWI SUPRIANTO

Pada edisi 2 lalu, Limpapeh membahas mengenai perjalanan karir Bapak Danu Wasi-
to yang pindah tugas dari Sektor Ombilin ke kantor Induk Pembangkitan Sumatra Ba-
gian Selatan. Edisi kali ini, kita akan mengulas perjalanan karir Bapak Dwi Suprianto
di PLN, pengganti Bapak Danu.

A
wal karir Pak Dwi di PLN, dimulai ketika beliau ditempatkan di PLN Sektor Bukit Asam
pada tahun 2007 sebagai Operator Ground Floor hingga tahun 2012. Kemudian se-
lama dua tahun beliau bertugas pada bagian Enjiniring sebelum akhirnya di pindah
tugaskan ke Sektor Ombilin tahun 2014 lalu dengan jabatan sebagai Asman Coal dan Ash
Handling. Jadi ini adalah pengalaman pertama beliau sebagai Asisten Manajer
Jabatan barunya ini jelas berbeda dari jabatan sebelumnya di Bukit Asam baik dari sisi
prosedur, wewenang maupun tanggung jawab kerjanya. Dan ini ilmu baru bagi beliau di
bagian Coal dan Ash Handling. Namun demikian, lantas beliau tidak pantang menyerah.
Ketika menerima SK (Surat Keputusan) untuk pindah ke Ombilin, seketika beliau mencari
tahu apa saja hal-hal terkait bagian Coal dan Ash Handling. Dalam jabatan barunya ini, be-
liau harus banyak bekerja dan berhubungan dengan pihak eksternal, padahal sebelumnya
beliau jarang melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pihak luar perusahaan.
Lulusan Teknik Mesin Undip ini bercerita pengalaman-pengalaman berkesan selama di
Sektor Bukit Asam. Pada sisi teknis, tantangan yang beliau hadapi saat itu terkait masalah
Vibrasi diperalatan IDF (Induced Draft Fan) dan beliau melakukan penyelesaian menggu-
nakan beberapa peralatan dan metode. Sedangkan pengalaman atau tantangan yang lebih
menarik lainnya adalah tantangan pada sisi non teknis yaitu merubah Mindset Capabilities
SDM. Sebagai contoh sulitnya pegawai untuk menerima dan mencerna program baru bagi
pekerjaan mereka karena menganggap program yang ada sudah benar dan biasa diterap-
kan tanpa ada kendala.
Masuk pada bagian Coal Ash, hal pertama yang akan beliau lakukan adalah meng-improve
sistem prosedur administrasi karena itu akan berguna saat ada auditor dan akan berguna
pula pada keberlangsungan organisasi. Menurut beliau, kinerja organisasi tidak
akan bergantung pada personal jika prosedur administrasinya sudah
benar dan sudah baku.
Bapak asal Jakarta ini juga bercerita mengenai kesan pertama ketika
masuk di Ombilin. Ombilin memiliki lingkungan perkantoran yang
bersih, tuturnya. Beliau berharap agar semua stakeholder menjaga
bahkan meningkatkan kebersihan agar tercipta suasana kerja yang
kondusif.
Terakhir dia mengemukakan harapan kedepan untuk Ombilin. Menurut-
nya peran PLTU masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dan bagi
PLN sendiri PLTU merupakan sumber energi listrik yang murah
dibanding dengan PLTD Sewa, untuk itu hal yang bisa dilakukan
adalah menjaga hubungan baik dengan semua stakeholder
yang ada.
Paling pokok, beliau mengharapkan khusus kepada Sektor
Ombilin bahwa jangan sampai kinerja PLTU menurun jika ada
pergantian SDM.
--Unun A--
januari 2015 - -9
Asset Aging Management
(AAM)

A sset aging mangement disini bukan hanya berarti mencatat umur peralatan dan
mengganti peralatan berdasarkan umur desainnya, tetapi bermakna lebih luas,
karena umur pakai peralatan belum tentu sama dengan umur desain. Asset aging
Jargon management dapat diartikan sebagai pengelolaan peralatan dengan mempertim-
bangkan kondisi saat ini terhadap kondisi jangka panjang dari peralatan tersebut.
EAM : enterprise asset man- Dari pemahaman tersebut, Aging dapat didefinisikan adalah penurunan performa
agement yang sangat signifikan dari peralatan baik itu fungsi (functionality), ketersediaan
(availability), keandalan (reliability), dan keselamatan (safety).
SERP: System Equipment
Reliability Prioritization;
Lingkup dari asset aging management ini dapat digambarkan pada gambar berikut:
metode pendataan untuk
mendapatkan gambaran in-
deks prioritas pemeliharaan scope AAM
dari seluruh peralatan yang
terdaftar

FMEA: Failure Mode And


Effect Analysis; aktivitas
pendataan mode (bentuk)
kerusakan dari komponen
peralatan, akibat dari mode
kerusakan tersebut, berikut
dengan tindakan pencegah-
annya (failure defense task).

Asset Wellness: peta keseha-


tan / kondisi pembangkit.

RJP: Rencana Jangka Pan-


jang

Obsolete: usang, tidak pro-


duksi lagi
Lanjut ke tahap selanjutnya yaitu akurasi perencanaaan dan biaya. Ketidakpastian
SKI: Surat Keputusan In- dalam perencanaan asset aging sedapat mungkin harus ditekan. Sebagai ilustrasi,
vestasi sebuah unit tidak beroperasi akibat kerusakan struktur dari turbin. Agar bisa berop-
erasi kembali, harus dilakukan pengadaan turbin baru. Nah, pengadaan ini tentu
membutuhkan waktu. Setelah dilakukan investigasi, ternyata unit tersebut tidak
pernah melakukan kegiatan RLA dan data pemeliharaannya tidak lengkap.

Untuk mengurangi ketidakpastian dalam penyusunan asset aging, data data uta-
ma input penyusunan AAM kita kumpulkan dari kegiatan manajemen asset (EAM)
yang telah dilakukan seperti SERP, FMEA, MS, asset wellness, dan lainnya. Input
juga dapat diperoleh dari unit sejenis untuk melihat gambaran usia kerja peralatan
peralatannya. Informasi tentang keusangan (obsolete) peralatan juga penting se-
bagai input penyusunan, terutama untuk peralatan peralatan kontrol.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, AAM berhubungan dengan biaya yaitu
perencanaan jangka panjang sektor (RJP sektor/kantor unduk dan SKI) maka tahap
selanjutnya proses AAM ini perlu diintegrasikan dalam sistem manajemen terpadu
yang sudah ada, standar referensi yang digunakan adalah PAS 55:2008 atau ISO
55001:2014. --(Z.Harisman)--

10 - - januari 2015
Baja, Aluminium, atau

Anggap aja namanya Budi, seorang perekayasa (atau nama


kerennya enjiner) di sebuah pembangkit, dapat order kerjaan
untuk mengindentifikasi sebuah logam. Kebetulan di pemban-
gkit tersebut belum ada alat uji material. Bagaimana cara si
Budi bisa mengindentifikasi logam tersebut tanpa menggu-
nakan peralatan uji material khusus (spektrografi atau PMI)? Jargon

K
ejadian di atas mungkin saja dapat terjadi dalam pekerjaan kita, RCFA : root cause failure analy-
contoh praktisnya seperti ada kerusakan suatu peralatan yang sis ; aktivitas untuk menganal-
disebabkan oleh adanya pecahan logam, lalu kita mendapat tu- isa lebih mendalam penyebab
kejadian kerusakan dari suatu
gas membuat RCFA-nya. Hal pertama yang dapat kita lakukan untuk
peralatan.
mengindentifikasi logam tersebut adalah melihat warna dari logam
tersebut. Jika berwarna ke arah merah atau kekuningan, bisa kita Monel: logam campuran an-
kelompokkan logam tersebut adalah tembaga, kuningan, atau pe- tara nikel dan tembaga.
runggu. Jika berwarna cenderung berwarna perak atau putih, bisa
jadi itu adalah stainless steel, aluminium, atau yang lain. Indentifikasi Hastelloy: logam campuran
berbasis nikel
selanjutnya bisa dilihat di bagan berikut:
inconel: logam campuran ber-
basis nikel, chromium, dan besi

Bagan di atas hanya untuk indentifikasi kelompok logamnya saja, tidak


sampai detail ke nomor logamnya. Indentifikasi lebih detail memang
kita harus menggunakan alat khusus. Jika ada metode lain, silahkan
rekan - rekan sekalian berbagi di newsletter kita ini. --(Z.Harisman)--

(Referensi: machinery failure analysis and troubleshooting , Heinz. P. Bloch )

januari 2015 - - 11
JALAN - JALAN KE
ISTANO PAGARUYUNG

Istano Rajo Basa Pagaruyung yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung,
adalah objek wisata yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar,
kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

12 - - januari 2015
Saat tahun baru lalu, kami mengunjungi Istana Pa-
garuyung yang terletak di Kota Batusangkar Ka-
bupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Istana yang
merupakan replika dari Istana Raja Alam Kerajaan Pa-
garuyung ini merupakan primadona wisata budaya
di Sumatera Barat.

Objek wisata ini mudah dijangkau oleh sarana trans-


portasi darat baik roda 2 maupun roda 4. Jadi tidak
mengherankan jika terlihat cukup ramai dikunjungi
oleh wisatawan terutama saat musim liburan. Apala-
gi dengan biaya masuk yang relatif murah yaitu han-
ya Rp 5.000 per orang saja.

Bangunan Istana Pagaruyung berbentuk rumah adat


minang atau biasa dikenal dengan istilah rumah
gadang dengan ukuran yang sangat besar dengan
tinggi 60 meter dan atapnya berbentuk tanduk ker-
bau yang melengkung dan meruncing ke atas. Ban-
gunan ini terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak dan 3
lantai. Fisik bangunan dilengkapi dengan beragam
ukiran yang tiap bentuk dan warna ukiran memiliki
falsafah, sejarah dan budaya Minangkabau.

Sebelum jadi megah seperti sekarang, bangunan


Istana Pagaruyung sempat terbakar di tahun 2007
yang kemudian dibangun kembali hingga berdiri ba-
ngunan yang apik ini dengan pelestarian nilai-nilai
adat, seni dan budaya Minangkabau.

Ketika memasuki lantai pertama, kita akan melihat


singgasana yang terpajang photo Raja Pagaruyung.
Singgasana ini dilingkari dengan tirai yang terjuntai
di sisi kanan, kiri dan depan. Di lantai dasar ini kita
juga bisa melihat bilik-bilik yang konon dahulu di-
huni oleh putri-putri raja yang sudah menikah. Pada
Insert: bagian tengah kita juga bisa melihat berbagai benda
bersejarah seperti keramik peninggalan Kerajaan Pa-
garuyung dan berbagai benda kerajinan tangan dari
Minang.

Di lantai dua, kita bisa melihat Anjungan Paranginan


yang berfungsi sebagai tempat putri raja yang belum
menikah (pingitan) dan perlengkapannya. Sedang-
kan di lantai tiga, terdapat Mahligai yang berfungsi
sebagai tempat penyimpanan alat-alat kebesaran
Raja Istana. Dari jendela lantai dua dan tigalah kita
dapat melihat pemandangan luar istana.
lantai 1

januari 2015 - - 13
Selain menikmati kemegahan Istana, wisatawan
juga bisa menikmati aktivitas liburan alam di seki-
tar lingkungan Istana seperti aktivitas menunggang
kuda, aktivitas naik kereta keliling area istana atau
sekedar berfoto ria dengan latar belakang Istana Pa-
garuyung dengan mengenakan satu set baju adat
Minangkabau yang disewakan oleh pengelola tanpa
batasan jam.

Halaman belakang Istana ini berhadapan langsung


dengan Gunung Bungsu dan terdapat areal persawa-
han yang cukup luas. Sehingga menambah daya tar-
ik bagi wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata
ini.

--Unun A & Indira B--

Pemandangan dari jendela lantai 3 istana

14 - - januari 2015
Nilai Kinerja Organisasi
Sektor Ombilin
2014

januari 2015 - - 15
join us....
Tim redaksi
mengajak rekan - rekan
untuk mengisi artikel
limpapeh untuk
edisi - edisi selanjutnya

atau memberikan komentar


artikel yang telah
kami terbitkan
pada edisi sebelumnya

tunggu apalagi...
kirimkan karya tulis terbaik anda
ke redaksi Limpapeh

P.R Limpapeh SOMB


Firza Z.R (firzazr@pln.co.id)
atau datang langsung ke ruang enjiniring
PLN Sektor Ombilin

16 - - januari 2015