Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

AKIDAH AKHLAK
Tentang
AKHLAK TERPUJI
(Ikhlas, Jujur, dan Berbuat Baik Kepada Orang Tua)

Diajukan Untuk Dipresentasikan


Pada Mata Kuliah Materi PAI

Disusun Oleh:
1. Nurmayanti
2. Susilowati

Dosen Pembimbing
Rahmi, MA

PROGRAM STUDI PENDIDDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
YAYASAN KEBANGKITAN ISLAM (STAI-YKI)
SUMATERA BARAT
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami selaku penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah materi PAI dengan tema Akhlak Terpuji ini
dengan tepat waktu.
Dalam makalah ini, kami mengkaji atau mengulas beberapa hal yaitu
tentang akhlak terpuji dan macam-macamnya.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah
mendukung dalam penyelesaian makalh ini:
1. Bapak Drs. NURASA D, MA selaku ketua STAI YKI Padang.
2. Bapak Rahmi, MA selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah ini.
3. Semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini.
4. Orang tua kami yang telah memberikan dukungan baik moril maupun
materil sehingga makalah ini dapa terselesaikan dengan baik dan tepat
waktu.
5. Serta teman-teman kami dan semua pihak yang telah memberikan
dukungan dan semangat dalam pembuatan makalah ini.
Kami selaku penulis menyadari bahwa masih perlu adanya
penyempurnaan dalam makalah ini. Untuk itu, kami mengharapkan saran, kritik,
dan masukan yang bersifat konstruktif dan membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Semoga makalah akidah akhlak ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca serta khususnya bagi penulis sebagai penerapan dalam kehidupan sehari-
hari serta penambah wawasan dan pengetahuan.

Padang, 24 Maret 2017

Penulis

DAFTAR ISI

2
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Tujuan................................................................................................... 1
C. Manfaat Penulisan................................................................................ 1
D. Rumusan Masalah................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................. 3
A. Pengertian Akhlak Terpuji.................................................................... 3
B. Ikhlas..................................................................................................... 3
C. Jujur...................................................................................................... 5
D. Berbuat Kepada orang tua.................................................................... 9
BAB III PENUTUP......................................................................................... 12
A. Kesimpulan........................................................................................... 12
B. Saran..................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13

3
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Segala puji bagi Allah yang maha megetahui dan maha bijaksana yang
telah member petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya dan hanya kepada-
Nya. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang
membimbing umat nya degan suri tauladan-Nya yang baik.
Syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan anugrah,kesempatan
dan pemikiran kepada kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini . makanlah
ini merupakan pengetahuan tentang RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
AQIDAH , semua ini di rangkup dalam makalah ini , agar pemahaman terhadap
permasalahan lebih mudah di pahami dan lebih singkat dan akurat.
Sistematika makalah ini dimulai dari pengantar yang merupakan apersepsi
atas materi yang telah dan akan dibahas dalam bab tersebut .Selanjutnya,
membaca akan masuk pada inti pembahasaan dan di akhiri dengan kesimpulan,
saran dan makalah ini. Diharapkan pembaca dapat mengkaji berbagai
permasalahan tentang AKHLAK TERPUJI (Ikhlas, Jujur dan Berbuat Baik
Kepada Orang Tua).
Akhirnya, penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaaat
bagi anda semua.

Padang, 24 Maret 2017

Penulis

4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Zaman dewasa ini banyak dari kita seperti lupa terhadap kewajiban
kita terhadap orang tua sebagai muslim yang baik, yaitu adalah kita harus
memiliki akhlak yang sempurna terhadap orang tua kita. Makalah ini
mengandung poin-poin penting bagaimana menjadi seorang anak yang
berbakti terhadap orang tuanya. Maka selain sebagai upaya untuk
mengerjakan tugas akhlak, saya berharap bahwa tugas makalah ini juga dapat
dijadikan sebagai pengingat bagi setiap orang muslim yang membacanya
akan pentingnya akhlak terhadap orang tua. Dalam pergaulan sehari hari
antara kita sesama Manusia, agar hubungan ini berjala dengan baik tentu ada
aturan yang harus kita jalankan, bagi kita umat Islam tata cara bergaul tersebut
telah diatur dalam Alquan dan sunnah Rasulllah SAW yang sering kita sebut
dengan Sifat terpuji atau akhlak terpuji.
Dalam pembahasan yang akan kami terangkan pada makalah ini,
bahwa kami akan mengemukakan diatara bentuk bentuk dari akhlak terpuji
tersebut mulai dari pengertian, macam macam sampai kepada bentuk
bentuk atau contoh dari akhlak terpuji tersebut.
B. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Akhlak Terpuji
2. Mengetahui Pembagian Akhlak terpuji
3. Mengetahui Pengertian Ikhlas
4. Mengetahui Pengertian Jujur
5. Mengetahui Pengertian berbuat kepada orang tua
C. Manfaat Penulisan
Manfaat yang bisa kita ambil dari penulisan makalah yang berjudul akhlak ini
yaitu pembaca diharapkan bisa mengetahui dan mempelajari tentang akhlak
yang baik itu seperti apa, pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari serta
bagaimana akhlak dalam bertindak dan bertingkah laku dalam jeluarga dan
masyarakat.
D. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian akhlak terpuji?
2. Apa pengertian ikhlas?
3. Apa pengertian Jujur?

1
4. Apa pengertian Akhlak kepada orang tua?

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak Terpuji
Akhlak berasal dari bahasa arab akhlaqun yang merupakan bentuk
jamak dari khuluqun atau akhlak yang berarti budi pekerti, tabiat atau
tingkah laku, watak dan perangai. Sedangkan menurut istilah akhlak
didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut:1
1. Menurut Al-Ghazali yaitu segala sifat yang tertanam dalam hati yang
menimbulkan kegiatan-kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa
memerlukan pemikiran tanpa pertimbangan.
2. Menurut Abdul Karim Zaidin yaitu nilai dan sifat yang tertanam dalam
jiwa sehingga seseorang dapat menilai perbuatan baik atau buruk
,kemudian memilih melakukan atau meninggalkan perbuatan tersebut.
Ilmu akhlak adalah ilmu yang berusaha untuk mengenal tingkah laku
manusia kemudian memeberi hukum atau nilai kpada perbuatan itu bahwa ia
baik atau buruk sesuai dengan norma-norma akhlak dan tata susila.
Jadi Akhlak Terpuji adalah sifat atau perilaku baik yang dimiliki
seseorang. Memiliki akhlak terpuji dapat menjadikan dirinya disukai dan
menjadi teladan orang lain. Akhak terpuji juga disebut Akhlaqul Karimah atau
Akhlaqul Mahmudah.
Firman Allah SWT dalam Q.S Al Qalam : 4


Artinya : dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
(Q.S Al Qalam : 4)
B. Ikhlas
Ikhlas merupakan amalan hati yang paling utama dan paling tinggi dan
paling pokok, Ikhlas merupakan hakikat dan kunci dakwah para rasul sejak
dahulu kala. Ikhlas merupakan istilah tauhid , orang- orang yang ikhlas adalah
mereka yang mengesankan Allah dan merupakan hamba Nya yang terpilih.

1Amin, Ahmad, Etika (Ilmu Akhlak), (Terj), Farid Maruf, dari judul asli al-
Akhlak, (Jakarta: Bulang Bintang, 1983). h. 56

3
Fungsi Ikhlas dalam amal perbuatan sama dengan kedudukan ruh pada jasad
kasarnya, oleh karena itu mustahil suatu amal dan ibadah dapat diterima yang
dilakukan tanpa keikhlasan sebab kedudukannya sama dengan orang yang
melakukan amal dan ibadah tersebut bagai tubuh yang tidak bernyawa.
Lafaz ikhlas menunjukkan pengertian jernih, bersih dan suci dari
campuran dan pencemaran. Sesuatu yang murni artinya bersihtanpa ada
campuran, baik yang bersifat materi maupun nonmateri. Adapun pengertian
ikhlas menurut syara adalah seperti yang diungkapkan oleh ibnu qayyim
berikut: Mengesankan Allah dalam berniat bafi yang melakukan ketaatan,
bertujuan hanya kepada Nya tanpa mempersekutukan Nya dengan sesuatupun.
Dan menurut Al- Fairuzabi : Ikhlas karena Allah , artinya meninggalkan riya
dan tidak pamer.
Orang yang ikhlas adalah seseorang yang tidak peduli meskipun semua
penghargaan atas dirinya hilang demi meraih kebaikan hubungan kalbunya
dengan Allah, dan orang tersebut tidak ingin apa yang ia lakukan dipamerkan
walaupun sebesar bizi zarahpun. Sebagaimana Firman Allah SWT:


Artinya: Katakanlah: "Hanya Allah saja yang Aku sembah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)
agamaku". (QS. Az-Zumar: 14)

Dikisahkan oleh Umamah ra, ada seorang laki-laki yang datang


menemui Rasulullah SAW dan bertanya, Wahai Rasulullah, apakah pendapat
Engkau tentang seseorang yang berperang dengan tujuan mencari pahala dan
popularitas diri. Kelak, apa yang akan ia dapat di akherat? Rasulullah SAW
menjawab, Dia tidak mendapatkan apa-apa. Orang itu mengulangi lagi
pertanyaannya sampai tiga kali. Tetapi Rasulullah SAW tetap
menjawabnya, Ia tidak menerima apa-apa! Kemudian Beliau SAW
bersabda,Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan, kecuali
yang murni dan yang mengharapkan ridha-Nya. (HR. Abu Daud dan Nasai).
Keterangan itu menjelaskan kepada kita agar meluruskan niat dalam
beramal. Amal perbuatan sangat tergantung pada niat. Niat yang baik akan

4
mendapatkan pahala, walaupun amalan itu sangat kecil. Tetapi niat yang buruk
akan mendapatkan dosa walaupun amalan itu sangat besar menurut syariat.
Berjihad merupakan amalan yang sangat besar dan memerlukan pengorbanan
yang sangat besar pula, baik harta maupun tenaga, bahkan bisa
mempertaruhkan nyawa. Pahalanya pun luar bisa. Mati syahid merupakan
mati yang paling mulia. Tetapi, jika niatnya buruk, umpamanya karena niat
ingin disebut sebagai pejuang yang hebat, maka hasil yang didapatkan adalah
kehinaan dan kesengsaraan di akherat nanti.2
Demikian pula ikhlas merupakan dasar dari amalan hati, sedangkan
pekerjaan anggota tubuh lainnya mengikut padanya dan menjadi pelengkap
baginya. Ikhlas dapat membesarkan amal yang kecil hingga menjadi seperti
gunung.
C. Jujur
1. Pengertian
Jujur adalah salah satu akhlaq terpuji. Jujur berarti bersikap apa
adanya Tidak dicampuri dengan kebohongan-kebohongan. Orang yang
berbuat jujur berartiorang yang perkataannya benar. Orang yang berbuat
jujur perbuatannya selalu lurus. Dia tidak mau berbicara bohong. Dia
selalu berkata benar. Apa yang salah dikatakan salah. Dan apa yang benar
dikatakan benar Tidak ditambah dan tidak dikurangi. Lawan jujur adalah
dusta.
Dusta yaitu memberitahukan sesuatu berlainan dengan yang
sebenarnya. Jujur juga diartikan sebagi sifat terbuka. Tidak ada sesuatu
yang dirahasiakan atau ditutup-tutupi. Jujur juga berarti menempatkan
sesuatu pada tempatnya. Induk dari sifat-sifat terpuji adalah jujur.
Apabila seseorang tidak berlaku jujur maka sifat terpuji lainnya
sulit dilakukan.

Seperti sabda Rasulullah saw. :

2 Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), h. 76

5



:



.

Artinya : Dari Ibnu Masud ra.: Nabi saw. bersabda : sesungguhnya
kejujuran itu membawa kepada kebaikan. dan kebaikan itu
membawa kesurga. seseorang tiada henti-hentinya berkata,
berlaku jujur dan mengusahakan sungguh-sungguh akan
kebenaran, sehingga dia dicatat disisi Allah sebagai orang yang
jujur. (HR. Bukhari Muslim)

Orang islam wajib membiasakan diri bersikap jujur. Karena agama Islam
mengajarkan untuk berakhlaq terpuji.3
Nabi Muhammad bersabda :


( )



Artinya : Manusia yang paling baik ialah orang yang baik budi
pekertinya (HR. Thabrani)

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi Muhammad saw. :










Artinya : Tanda-tanda orang munafik itu ada 3, yaitu apabila dia bicara
berbohong, bila berjanji dia mengingkari, apabila dipercaya dia
berkhianat (HR. Bukhari Muslim)

Hikmah memiliki sifat jujur adalah :


a. Selalu dipercaya orang lain
b. Disayang oleh Allah
c. Disayang orang tua
d. Mempunyai banyak teman
e. Jujur membawa kita untuk berbuat kebaikan.
f. Berbuat kebaikan akan mendatangkan pahala dari Allah.
Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan
menjadi pembicaraan.Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya
mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari
makna jujur itu sendiri.Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang

3 Abuddin Nata.Akhlak Tasawuf. (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 56

6
berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak
ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang,
seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.
Jujur merupakan sifat yang terpuji.Allah menyanjung orang-orang
yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah
untuk mereka.Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur
dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. Sebagaimana yang terdapat
dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,4
Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu
membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada
surga.Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur,
akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur.Dan
jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan,
dan kemaksiatan membawa ke neraka.Seseorang yang senantiasa berdusta
dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang
pendusta.
2. Macam-macam Kejujuran
a. Jujur dalam niat dan kehendak. Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau
suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan
merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai
pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada
Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari, dan seorang dermawan.
Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka
tetapi pada niat dan maksud mereka.
b. Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya,
tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan
merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara
macam-macam kejujuran.
c. Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Contohnya seperti ucapan
seseorang, Jikalau Allah memberikan kepadaku harta, aku akan

4Nawawi, Muhammad. Nasehat Bagi Hamba Allah dalam Berakhlak. (Surabaya :


Al-Hidayah. 1996), h. 90

7
membelanjakan semuanya di jalan Allah. Maka yang seperti ini
adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau
dusta. Hal ini sebagaimana firman Allah:
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati
apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka
ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-
nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (QS. al-
Ahzab: 23)
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,
Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada
Allah, Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya
kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami
termasuk orang-orang yang saleh.Maka, setelah Allah memberikan
kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan
karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang
selalu membelakangi (kebenaran). (QS. at-Taubah: 75-76)
d. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin,
hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin,
sebagaimana dikatakan oleh Mutharrif, Jika sama antara batin seorang
hamba dengan lahiriahnya, maka Allah akan berfirman, Inilah
hambaku yang benar/jujur.
e. Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling
tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam
rasa cinta dan tawakkal. Perkara-perkara ini mempunyai landasan yang
kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau
seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan
dikatakan orang ini adalah benar dan jujur, sebagaimana firman Allah,
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang
yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-
ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah,
mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. al-Hujurat: 15)

8
Realisasi perkara-perkara ini membutuhkan kerja keras.Tidak
mungkin seseorang manggapai kedudukan ini hingga dia memahami
hakikatnya secara sempurna.Setiap kedudukan (kondisi) mempunyai
keadaannya sendiri-sendiri.Ada kalanya lemah, ada kalanya pula menjadi
kuat. Pada waktu kuat, maka dikatakan sebagai seorang yang jujur.Dan
jujur pada setiap kedudukan (kondisi) sangatlah berat.Terkadang pada
kondisi tertentu dia jujur, tetapi di tempat lainnya sebaliknya.Salah satu
tanda kejujuran adalah menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, dan
tidak senang orang lain mengetahuinya.5
D. Berbuat Kepada orang tua
1. Pengertian
Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Al-khulq, Al-khuluq yang
mempunyai arti watak, tabiat. Secara Istilah Akhlak menurut Ibnu
MaskawiAkhlak adalah sesuatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia
melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan
pertimbangan.6
Sedangkan yang dimaksud kedua orang tua adalah Bapak Ibu baik
itu dari keturunan (Nasab) atau susuan, baik keduanya orang muslim
ataupun kafir, termasuk juga kedua orang tua adalah nenek dan kakek dari
kedua belah pihak.
Menurut Ad-Durjani Birul Walidain adalah mengormati dan
berbakti kepada kedua orang tua.
Menurut Imam As-Syafii Birul Walidain adalah berbakti kepada
orang tua baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal dunia.
Menurut Muhammad Abduh Birul Walidain adalah taat melaksanakan apa-
apa yang diperintahkan oleh kedua orang tua dalam kebaikan.
Menurut Ibnu Qoyim Birul Walidain adalah Berbakti kepada kedua
orang tua semata-mata karena Allah SWT. Jadi bisa disimpulkan bahwa
Akhlak kepada Orang Tua adalah Menghormati dan menyayangi mereka
5 Nasution, Lahmudin. Akhlak Mahmudah Kepada Orang Tua. (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya. Cet. 1. 2001) h. 28
6 Muhammad Nawawi, . Nasehat Bagi Hamba Allah dalam Berakhlak. (Surabaya
: Al-Hidayah. 1996), h. 25

9
berdua dengan sopan santun dan berbakti kepada keduanya dalam keadaan
hidup dan dalam keadaan sudah meninggal dunia.
2. Cara Berbuat Baik Kepada Orang Tua

a. Cara Berbuat baik kepada Orang Tua yang masih Hidup


Kita sebagai Muslim yang baik tentunya memiliki kewajiban
untuk berbakti kepada orang tua kita, baik ibu maupun ayah.Agama
Islam mengajarkan dan mewajibkan kita sebagai anak untuk berbakti
dan taat kepada ibu-bapak. Taat dan berbakti kepada kedua orang tua
adalah sikap dan perbuatan yang terpuji, ada banyak cara untuk
berbakti dan bersikap sopan santun kepada orang tua, diantaranya
adalah:7
1) Mentaatinya dalam hal yang ma'ruf
2) Mengikuti kemauan keduanya selama tidak bermaksiat kepada
Allah
3) Berinfak kepada keduanya jika keduanya membutuhkannya
4) Tidak menghina keduanya
5) Meminta kerelaan orang tua ketika akan berbuat sesuatu
6) Berkata Halus Dan Mulia Kepada Ibu dan Ayah
Tetapi bagaimana jikalau kita ingin berbuat baik kepada ibu
dan ayah serta patuh terhadapnya, terkadang perintah yang di
berikan oleh orang tua tidak sesuai dengan ketentuan Syariat Islam?
Adapun cara menghadapi perintah kedua orang tua yang
bertentangan dengan ajaran Islam yaitu sebagai berikut:
1) Jika suatu saat Kita disuruh berbohong oleh ibu atau ayah,
sebaiknya katakan kepada keduanya bahwasanya Allah melihat
Kita.
2) Jangan sekali-kali membantah perintah orang tua dengan nada
kesal dan ngotot, sebab tidak akan mambuahkan hasil. Akan tetapi
hadapi dengan tenang dan penuh keyakinan dan percaya diri.
3) Ayah dan ibu itu manusia biasa yang tak luput dari kesalaha dan
kekurangan. Jangan posisikan kedua orang tua seperti Nabi yang

7Nasution, Lahmudin. Akhlak Mahmudah Kepada Orang Tua. (Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya. Cet. 1. 2001), h. 87

10
tak pernah berbuat salah. Maafkan mereka, bila kita anggap cara
dan perintah orang tua bertentangan dengan hati nurani atau nilai-
nilai yang kamu yakini kebenarannya.
b. Cara Berbakti Kepada Orang tua yang Telah Meninggal8
Berbakti kepada orangtua tidak hanya kita lakukan ketika orang
tua masih hidup, berbakti kepada orang tua juga dapat kita lakukan
meski orang tua telah meninggal.
Rosulullah SAW Bersabda:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah: wahai Rasulullah, apakah
ada sisa kebajikan setelah keduanya meninggal dunia yang aku untuk
berbuat sesuatu kebaikan kepada kedua orang tuaku. ?Rasulullah
bersabda: ya, mendoakan dan memintakan ampun untuk keduanya,
melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman-teman kedua orang
tua, dan bersilaturrahim yang engkau tiada mendapatkan kasih
sayang kecuali karena kedua orang tua.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk berbakti kepada


orang tua yang telah meninggal adalah sebagai berikut:
1) Merawat Jenazahnya dengan memandikan, menshalatkan dan
menguburkanya.
2) Melaksanakan wasiat dan menyelesaikan hak Adam yang
ditinggalkannya.
3) Menyambung tali silaturahmi kepada kerabat dan teman teman
dekatnya atau Memuliakan teman-teman kedua orang tua.
4) Melanjutkan cita-cita luhur yang dirintisnya atau menepati janji
kedua ibu bapak.
5) Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan meminta ampun
kepada Allah dari segala dosa orang tua kita.

8Ritonga, A. Rahman. Berbuat baik kepada Orang Tua. (Surabaya:


Amalia. 2005), h. 60

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dari penjabaran yang telah kita uraikan dalam materi diatas, dapat
kita berikan kesimpulan akhlak tersebut merupakan sutu bentuk atau cerminan
yang tertatanam dalam diri seseorang dan hal tersebut terealisasi dalam
kehidupannya sehari hari. Sehingga ada yang dinamakan dengan akhlak
terpuji, dan ada juga yang dinamakan dengan akhlak tercelah.
Adapun bentuk dari akhlak terpuji tersebut ada beberapa bagian,
diantaranya sebagai berikut Ikhlas, Taat, Khauf, Taubat, Tawakal,Ikhtiar,
Sabar, Syukur, Dan Qanaah.
Semuanya ini memiliki sisi positif dari pergaulan yang kita lakukan,
baik dalam melakukan hubungan yang bersifat horizontal atau dalam
melakukan hubungan dengan AllahSWT atau dalam melakukan hubunga
secara vertikal yaitu dalam melakukan hubungan atau bergaul antar sesama
Manusia.
B. Saran
Dari pembahasan yag telah kami sajikan diatas, kami berharap mudah
mudahan setelah kita mempelajari pelajaran mengenai akhak terpuji ini, agar
bisa kita jadikan sebagai rujukan dalam melakukan pergaulan dalam
kehidupan baik bergaul dengan Allah atau bergaul antar sesama manusia,
kemudian juga kami selaku pemakalah berharap kepada segenap pembaca
makalah ini, agar jangan mengambil rujukan hanya terfokus kepada materi
yang telah kami sajikan dalam makalah ini saja, akan tetapi mari kita sama
sama aktif dalam mencari buku buku dan sumber lainnya yang membahas
masalah akhlak terpuji ini secara mendalam, sehingga lebih memantapkan
pengetahuan kita mengenai pembahasan akhlak terpuji tersebut.

12
DAFTAR PUSTAKA

Sholihah, Tutut. Strategi Pembelajaran yang Efektif. Jakarta:UIN Jakarta Press.


Cet.I. 2008

Nasution, Lahmudin. Akhlak Mahmudah Kepada Orang Tua. Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya. Cet. 1. 2001

Ritonga, A. Rahman. Berbuat baik kepada Orang Tua. Surabaya: Amalia. 2005

Nawawi, Muhammad. Nasehat Bagi Hamba Allah dalam Berakhlak. Surabaya :


Al-Hidayah. 1996.

Nata, Abuddin, 1996. Akhlak Tasawuf, Jakarta: Raja Grafindo Persada,.

Nata, Abuddin. 2010 .Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Pers

Amin, Ahmad, Etika (Ilmu Akhlak), (Terj), Farid Maruf, dari judul asli al-
Akhlak, Jakarta: Bulang Bintang, 1983

Jalhum, Ibrahim. 2003. Pelita As-Sunnah Petunjuk Jalan Bagi Kaum


Muslimin. Bandung. Pustaka Setia

Mustofa. 1997. Filsafat Islam. Bandung: Pustaka Setia

13