Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KELOMPOK

STRATEGIC MANAGEMENT

PEPSI CO DIVERSIFICATION STRATEGY


IN 2014

Disusun Oleh:

KELOMPOK 7
INESYAHANA ASRIFA
NAUSA CARNAVIAN
TESSA SIMANJUNTAK

EKSEKUTIF A ANGKATAN 39

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JAKARTA
2017
PROFIL PERUSAHAAN
Tahun 1898 seorang Apoteker bernama Caleb Bradham dari New Bern, North Carolina
menciptakan minuman Pepsi-Cola. Bahan dasar Pepsi-Cola berasal dari Pepsin dan Kacang
Cola yang menjadi asal nama dagang produk tersebut. Pepsi Co didirikan pada tahun 1961
dimana awalnya merupakan perusahaan hasil merger antara Pepsi-Cola dan Frito-Lay
(perusahaan yang didirikan oleh Donald M. kendall dan Herman W Lay). Pepsi Co berfokus
pada bidang produksi makanan ringan dan minuman kemasan.

VISI
Visi dari Pepsi Co adalah to deliver top-tier financial performance over the long term by
integrating sustainability into our business strategy, leaving a positive imprint on society and
the environment.
Visi ini mengandung 3 poin utama yakni :
1. Top Financial performance
2. Sustainability
3. Corporate Social Responsibility

MISI
Misi dari Pepsi Co adalah to provide consumers around the world with delicious,
affordable, convenient and complementary foods and beverages from wholesome breakfasts
to healthy and fun daytime snacks and beverages to evening treats.
4 poin utama dalam misi Pepsi Co adalah :
1. Consumers around the world
2. Delicious, healthy and fun products
3. Affordability
4. Convenience

ANALISIS SWOT
STRENGTH
Produk yang bervariasi
Memiliki brand awareness yang baik dan dikenal secara global
Adanya customer loyalty
R&D yang tanggap dalam menghadapi trend dan kebutuhan pasar
Modal besar untuk melakukan akuisisi

WEAKNESS
Banyaknya produk mengakibatkan produk cannibalism
Bayak produk yang tidak diketahui merupakan brand dari Pepsi

OPPORTUNITIES
Market di luar US yang masih besar untuk dimasuki
Memperluas lini produk dan kesempatan diversifikasi produk masih terbuka dengan
lebar
Potensi untuk mengakuisisi perusahaan F&B di luar US

THREAT
Perubahan trend dan gaya hidup masyarakat atas junk food
Kompetisi yan kuat dengan perusahaan F&B besar lainnya
Aturan pemerintah atas standar kesehatan
Terdapat pesaing berbeda di setiap lini produk

PORTERS FIVE FORCES


1. Rivarly Among Existing Competitors
Persaingan pada pasar F&B yang dimasuki oleh Pepsi Co bisa dikatakan
merupakan pasar Red Ocean yang sangat banyak pemain didalamnya, selain itu
kompetitor yang berada dalam pasar juga merupakan kompetitor besar yang
memiliki competency dan capabilities (Coca-cola) yang cenderung sama yang
menyebabkan kerasnya persaingan
2. Threat of New Entrants
Jika membandingkan dengan kondisi Pepsi Co saat ini justru yang menjadi
masalah adalah pesaing pesaing existing sedangkan pesaing baru kecil
kemungkinannya untuk mengambil share dari Pepsi dikarenakan brand loyalti
yang dimilikinya
3. Threat of Substitute Products
Dengan kondisi persaingan yang ketat dan mudahnya ditemui produk yang
sejenis membuat switching cost dari produk yang tersedia menjadi rendah, hal
ini mengakibatkan pepsi co harus terus menerus menciptakan inovasi dalam
produk
4. Bargaining Power Suppliers
Dengan strategi akuisisi Pepsi banyak melakukan akuisisi dengan supplier lokal
yang bersifat strategis yang membuat posisi supplier dimata pepsi co cenderung
lebih lemah
5. Bargaining Power Buyers
Dengan adanya persaingan harga produk, banyaknya produk pengganti di
pasaran dan kecenderungan switching cost yang rendah untuk beralih, bargaining
power buyer bisa dikatakan cukup tinggi namun disisi lain mengingat kuatnya
brand loyalti bagi beberapa produk pepsi di sektor produk tersebut posisi
supplier cenderung lebih rendah
WHAT STRATEGY PEPSI CHOOSE
Indra Nooyi, CEO dari Pepsi Co mengatakan bahwa misi utama dari pepsi adalah
Performance with purpose hal ini lah yang mendasari arah Pepsi co dalam pemilihan strategi
yang digunakan. Dalam memciptakan Sustainable Competitive Advantagenya untuk
menghasilkan strategi yang baik bagi perusahaan pepsi berpedoman terhadap 6 prinsip :
1. Menciptakan growth melalui Merger dan Akuisisi (M&A). karenga dengan melakukan
M&A secara tidak langsung memberikan akses bagi Pepsi co untuk mendapatkan
kompetensi dan infrastuktur yang dimiliki perusahaan afiliasi serta membantu dalam
menurunkan cost. Strategi ini dapat dikatakan berhasil mengingat dari 22 brand di bawah
Pepsi Co yang tiap brandnya menghasilkan sales setidaknya $1 milyar
2. Membentuk strategic alliances dalam skala global. Untuk menambah share khususnya
dari beverage market Pepsi Co bekerja sama dengan Tingyi (China), serta untuk
meningkatkan kemampuan dalam manufakturing air minum kemasanbekerjasama
dengan Tata (India) juga melakukan kerja sama dengan starbucks
3. Berfokus pada emerging market. Pasar Pepsi di china dan timur tengah meningkat
dengan growth mencapai dua digit
4. Fokus dalam organizational culture. Pepsi Co masuk kedalam 25 Worlds Best
Multinational Workplace
5. Developing dan promoting ide Pepsi Co. hal ini ditunjukkan dari sharing supply chain
antar produk-produk dibawah naungan Pepsi Co
6. Inovasi dalam marketing initiatives. Ini dilakukan dengan mengajak konsumen untuk
aktif dalam pengembangan produk dengan meluncurkan tag do us a flavor untuk
melihat produk apa yang akan dikeluarkan

POIN UTAMA KENAPA PEPSI CO MELAKUKAN DIVERSIFIKASI


Masuk ke industry untuk meningkatkan share baik dalam market maupun dari
sisi produk
Meningkatkan kemampuan atas value chain terutama yang di dapatkan
perusahaan yang di aquire
Meningkatkan brand value dan brand awareness
Menurunkan resiko salah satu unit perusahaan yang underperform

DIVERSIFIKASI YANG DILAKUKAN OLEH PEPSI CO


Pepsi menggunakan strategi Related Diversification dengan melakukan akuisisi terhadap
perusahaan dengan bisnis yang menunjang bisnis utamanya. Seperti dengan akuisisi yang
dilakukan oleh Pepsi Co terhadap perusahaan fast food dan snack and beverages lainnya.

Berikut adalah perkembangan Pepsico berdasarkan data yang dirilis pada laman situs
resminya :
Pada tahun 1974 menjadi produk Amerika pertama yang masuk ke pasar Uni Soviet
Pepsi Co melakukan beberapa akuisisi perusahaan makanan fast food diantarannya
Pizza Hut pada 1977 dan Taco Bell pada 1978 serta membeli Kentucky Fried Chicken
(KFC) pada tahun 1986
Selain itu Pepsi Co juga seringkali melakukan akuisisi pada perusahaan sejeis seperti
mengakuisisi South Beach Beverage Company (SOBE) dan Naked Juice
Pepsi Co juga beberapa kali melakukan Joint venture dengan perusahaan Food and
Beverages untuk mengeluarkan produk-produk baru seperti Lipton Tea yang
merupakan hasil Joint venture dengan Unilever dan Ready-to-drink coffee yang
bekerjasama dengan Starbucks
Pepsi Co juga melakukan merger dengan Quaker Oats salah satunya dengan tujuan
mendapatkan lisensi dari salah satu produk unggulan Quacker yakni minuman
isotonik Gatorade namun pada tahun 2000 langkah Pepsi Co sempat terhambat kala
US Federal Trade Commission (FTC) tidak memberikan persetujuan atas akuisisi
dikarenakan akan berdampak terhadap perusahaan-perusahaan kecil di bidang
makanan dan minuman lainnnya. Namun merger ini dapat dilakukan dengan syarat
gatorade tidak boleh didistribusi secara bersamaan dengan Pepsi

PRODUK

Awalnya Pepsi menawarkan produk minuman berkarbonasi dan unhealthy snack, namun
dengan tingginya permintaan konsumen atas produk produk yang lebih sehat mempengaruhi
strategi akuisisi Pepsi Co dilihat dari pepsi co cenderung banyak mengakuisisi dan
mengembangkan perusahaan F&B berikut :
Air minum kemasan : Sobe, Aquafina
Isotonik : Gatorade
Juice : Tropicana
KEY SUCCES FACTOR YANG MEMBUAT PEPSI CO BERHASIL
Brand Awareness dan Brand Loyalty yang kuat
Fungsi R&D yang baik dan dapat menterjemahkan keinginan konsumen
Produk yang bervariasi
Proses produksi yang efektif dan efisien

EVALUASI STRATEGY DIVERSIFIKASI PEPSI CO


1. Assesing the Attractiveness of industry

Setelah melakukan assesment terhadap attractiveness industry terlihat bahwa industri


minuman berkarbonasi tidak terlalu menarik lagi dan sebaiknya Pepsi co lebih
berfokus untuk melakukan diversifikasi di lini yang lebih menarik seperti Fruit Juice
dan Functional Beverage
2. Assesing competetive strength of company business units
dalam melihat kekuatan bersaing pada business unit Pepsi Co terlihat bahwa snack
food menempati posisi terkuat disusul dengan Fruit Juice
3. Evaluating Cross-Business Strategic fit
Apakah strategi yang dilakukan oleh Pepsi Co sudah tepat?
Dari hasil analisa kelompok kami dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dengan akuisisi yang dilakukan, maka pepsi dapat menekan cost khususnya pada
proses produksi mulai dari bahan baku hingga packaging seperti terlihat dalam
artikel yang mengatakan Pepsi dapat menekan cost dan melakukan penghematan
biaya sebesar $160 juta atas integrasi dengan perusahaan Quacker
Penghematan dari sisi distribusi atas kerjasama dengan Frito-Lay hingga $40
Juta
Penghematan dari sisi operasional dengan menggabungkan aktivitas-aktivitas
terkait yang berada di divisi-divisinya

4. Resource Fit Requirements


Dalam hal ini terdapat dua poin utama yakni apakah Pepsi Co sebagai perusahaan
induk memiliki cukup resources untuk mendukung bisnis units dan apakah business
unit telah mengenerate keuntungan bagi perusahaan, melihat dari historical data
dimana Business unit dari pepsi co menghasilkan sales yang bagus maka bisa
dikatakan strategi ini membentuk competitive advantage bagi Pepsi Co mengingat
dari 22 brand di bawah Pepsi Co yang tiap brandnya menghasilkan sales setidaknya
$1 milyar

5. Performance prospects in Business


Dalam melihat performance prospect pada bisnis dapat dilihat dari financial
performancenya jika dilihat dari Sales/Profit Growth, kontribusi terhadap earnings
perusahaan, Return on Capital dan Cashflownya maka dapat dikatakan strategy ini
baik dan memberikan kontribusi dalam penciptaan competitive advantage bagi Pepsi
Co

6. Crafting new strategies move to improve corporate performance


Pada step ini kita melihat apakah strategi yang digunakan pada saat ini dapat
membuar perusahaan mencapai sustainable competitive advantage? Jika ya maka
tidak dibutukan banyak perubahan dalam strategi dan ini yang filihat dari Pepsi Co
dimana strategi diversifikasi yang dilakukan sudah cukup efektif dan memberikan
kontribusi dalam penciptaan competitive advantage

KESIMPULAN DAN SARAN


Melihat bahwa industri minuman berkarbonasi yang mulai menurun maka strategi
diversifikasi yang dilakukan oleh pepsi co sudah tepat, namun pepsi co harus
mempertahankan posisinya pada segmen produk minuman berkarbonasi karena jika
lengah, pesaing akan dapat mudah untuk menguasai pasar
Dengan adanya akuisisi dan differensiasi produk yang luas Pepsi co harus dapat tetap
menjaga value chain baik dari segi efektifitas dan efisiensi produksi maupun harus
dapat menjaga sales dari produk-produk yang diakuisisinya, tidak hanya berfokus
pada bisinis unit yang merupakan cash cow bagi perusahaan
Terus melakukan research and development terhadap produk-produk baru sehingga
dapat memberikan product yang suitable di pasar serta lebih mencermati langkah
akuisisi untuk tidak terlalu agresif dengan mempertimbangkan tidak hanya value
yang diberikan oleh produk baru namun juga mempertimbangkan mengenai kondisi
existring product