Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI GNSS

GD3105 SURVEI GNSS

MODUL 2
Online GPS Post Processing

Oleh :
KELOMPOK 10

Yessy Marie Realita 15114003


Fadlina Sarah Lubis 15114008
Ilfa Kurniati Mahdalena 15114015
I Gede Dalem Elang Erlangga 15114023
Arizal Achmad Fauzi 15114027
Made Arya Hartawan 15114042
Siprianus L Manao 15114050
Jeremy Linggom M Panjaitan 15114100

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016
1. Tujuan
Tujuan praktikum GNSS modul Online GPS Post Processing antara lain :
a. Membandingkan hasil pengolahan data dari RINEX pengamatan dual frequency
GPS berdasarkan keempat situs pengolahan data post processing (GAPS, OPUS,
APPS dan AUSPOS)
b. Membandingkan hasil pengolahan data dari keempat RINEX pengamatan dual
frequency GPS (24 jam, 12 jam, 6 jam dan 2 jam)

2. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum GNSS modul Online GPS Post Processing
kali ini antara lain :
a. Laptop yang terkoneksi dengan internet
b. 4 data RINEX pengamatan dual frequency GPS (24 jam, 12 jam, 6 jam dan 2 jam)
yang telah disediakan

3. Langkah Kerja

1. APPS (http://apps.gdgps.net/apps_file_upload.php)

1. Masuk ke halaman web APPS dan lakukan registrasi terlebih dahulu dengan
mengisi pilihan sesuai dengan data diri kita
2. Pada menu Instant Positioning , Ungah data RINEX yang ingin diolah dan
lakukan setting pada laman tersebut yaitu dengan mengisi Elevation Angle
Cutoff = 15. Pilihan yang lain dibiarkan default. Kemudian klik upload

3. Didapatkan hasil dari pengolahan data yang diinginkan

4. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk data RINEX yang lainnya


2. OPUS (http://www.ngs.noaa.gov/OPUS/)

1. Masuk kedalam web OPUS

2. Unggah data RINEX yang ingin diolah

3. Masukkan antenna yang akan dipakai (LEIAX1202) dan juga masukkan email
yang nantinya akan dikirimi hasil pengolahan data yang telah diolah melalui web
tersebut. Untuk pilihan yang lain dibiarkan default
4. Untuk data pengamatan 2 jam memakai pengolahan data Rapid-Static
sedangkan untuk data pengamatan diatas 2 jam memakai pengolahan data
Static

5. Setelah selesai akan keluar hasil bahwa data sudah dikirim ke email yang
diinginkan

6. Lakukan langkah 2-5 untuk data RINEX yang lainnya


3. GAPS (http://gaps.gge.unb.ca/index.html)

1. Masuk ke dalam web GAPS

2. Pada website tersebut pilih Submit File dan klik Basic Mode

3. Unggah file RINEX yang ingin diolah


4. Pilih system yang ingin dipakai (memakai system GPS)

5. Masukkan detail lainnya seperti nilai X, Y, dan Z dari data RINEX serta isi pilihan
Elevation Cutoff Angle dengan nilai 15. Masukkan juga alamat email yang ingin
dikirimi hasil pengolahan data
6. Klik Process, dan akan muncul tampilan seperti ini

7. Lakukan langkah 2-5 untuk RINEX yang lain


4. AUSPOS (http://www.ga.gov.au/bin/gps.pl)

1. Masuk ke web AUSPOS

2. Upload data yang diinginkan

3. Tentukan ketinggian antenna dan juga tipe antenna yang dipakai (LEIXA1202) dan
biarkan pilihan yang lain default
4. Masukkan alamat email untuk mengirimkan hasil pengolahan data

5. Lalu klik Submit. Akan muncul tampilan seperti berikut

6. Lakukan langkah 2-5 untuk RINEX yang lain


4. Dasar Teori

Metode Precise Point Positioning (PPP)

Pada dasarnya, metode ini merupakan metode penentuan posisi absolut yang
menggunakan data one-way fase dan pseudorange dalam bentuk kominasi bebas
ionosfer. Umumnya, metode ini dioperasionalkan dalam metode statik dan
memerlukan data GPS dua frekuensi yang diamati dengan menggunaka receiver GPS
tipe geodetik. Dalam penentuan posisi absolut suatu stasiun pengamatan, persamaan
pengamatan dari one-way fase dan pseudorange bebas ionosfer yang umum digunakan
pada metode PPP dapat diformulasikan sebagai berikut:
Pif =k 1 . P1k 2 . P 2=+dtrop+ dt + M Pif + Pif

Lif =k 1 . L1k 2 . L2= +dtrop+ dt+ M Cif (k 1 . 1 . N 1k 2 . 2 . N 2)+ C if

Dimana faktor k1 dan k2 adalah fungsi dari frekuensi sinyal-sinyal GPS f 1 dan f2
sebagai berikut k1 = 2,54572778 dan k2 = 1,54572778

Dari persamaan diatas, diasumsikan bahwa orbit teliti (precise orbit) serta informasi
jam satelit yang teliti dari IGS akan digunakan. Oleh sebab itu, parameter yagn
ditentukan dalam pengolahan data metode PPP, yaitu tiga komponen koordinat, offset
jam receiver, bias troposfer basah di arah zenith, dua parameter gradien troposfer,
serta nilai real dari sejumlah ambiguitas fase dari data fase bebas ionosfer yang
terlibat. Disamping itu, menurut Kouba dan Heroux (2001), untuk penentuan posisi
absolut menggunakan data fase, beberapa parameter koreksi tambahan harus
diperhitungkan dalam pengolahan data, antara lain efek pergerakan satelit (satellite
attitude effects), efek pergeseran lokasi pengamat (site displacement effects), serta
pertimbangan kompabilitas (compability considerations).

Tingkat kepresisian metode PPP dapat dipelajari dari deviasi standard komponen
koordinat yang ditentukan dengan menggunakan metode PPP. Deviasi standard
komponen koordinat absolut dari 42 set data GPS 24 jam dapat diperoleh dari
pengolahan data oleh CSRS dan AUTO-GIPSY dalam moda statik. Secara umum
level presisi dari solusi koordinat absolut yang dihitung dengan perangkat lunak
CSRS-PPP menggunakan data selama 24 jam adalah lebih baik 2-3 cm untuk
komponen horizontal dan lebih baik dari 4-5 cm untuk komponen tinggi. Kepresisian
akan berkurang dengan semakin pendeknya data GPS yang digunakan.

Tingkat ketelitian metode PPP dapat dipelajari dengan membandingkan koordinat


titik GPS yang ditentukan oleh metode PPP dengan koordinat titikk tersebut yang
lebih teliti yang telah ditentukan sebelumnya secara diferensial dalam moda jaringan.
Tingkat ketelitian dari koordinat yang diberikan oleh CSRS-PPP secara umum lebih
baik dari 5 cm untuk semua komponen (horizontal dan tinggi), meskipun untuk
beberapa kasus tingkat ketelitian komponen tinggi dapat mencapai level 10-15 cm.
Untuk koordinat yang ditentukan oleh AUTO-GIPSY, tingkat ketelitian umumnya
lebih baik dari 5 cm untuk komponen horizontal dan sekitar 10-20 cm untuk
komponen tinggi. Secara umum tingkat ketelitian dari koordinat yang ditentukan
dengan metode PPP menggunakan data GPS dual frequency selama 24 jam adalah
pada level beberapa cm untuk komponen horizontal, serta lebih baik dari 2 dm untuk
komponen tinggi. Untuk data GPS yang lebih pendek maka tingkat ketelitian yang
diperoleh secara teoritis akan lebih buruk dari nilai-nilai tersebut.

Hingga saat ini terdapat beberapa situs yang menyediakan jasa pengolahan data
post processing. Situs-situs tersebut seperti GAPS, OPUS, APPS dan AUSPOS. Situs-
situs tersebut bersifat open source sehingga gratis dalam penggunaannya.
5. Hasil Pengukuran
a. Hasil pengolahan data dengan GAPS
- Data RINEX pengamatan 2 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu :


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.5443, 6036318.3728, -760324.2729 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.5012, 107 36 43.2314, 816.5497 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)
c) Orthometric Height: 794.6168 (m)

- Data RINEX pengamatan 6 jam :


Koordinat yang didapatkan yaitu:
a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.5447, 6036318.3768, -760324.2728 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.5012, 107 36 43.2313, 816.5535 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)
c) Orthometric Height: 794.6207 (m)

- Data RINEX pengamatan 12 jam :

Koordinat yang didapatkan yaitu:


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.5474, 6036318.3713, -760324.2713 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.5012, 107 36 43.2315, 816.5489 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)
c) Orthometric Height: 794.6161 (m)

- Data RINEX pengamatan 24 jam :


Koordinat yang didapatkan yaitu:
a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.5519, 6036318.3821, -760324.2772 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.5013, 107 36 43.2315, 816.5612 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)
c) Orthometric Height: 794.6284 (m)

b. Hasil pengolahan data dengan OPUS


- Data RINEX pengamatan 2 jam:

Dengan data RINEX 2 jam tidak didapatkan data koordinat hasil pengolahan.

- Data RINEX pengamatan 6 jam:


Koordinat yang didapatkan yaitu:
a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.531, 6036318.353, -760324.286 (m)
b) UTM (Northing, Easting) : 9237452.357, 788662.924 (m)

- Data RINEX pengamatan 12 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.513, 6036318.360, -760324.277 (m)
b) UTM (Northing, Easting): 9237452.367, 788662.904 (m)
- Data RINEX pengamatan 24 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.537, 6036318.338, -760324.286 (m)
b) UTM (Northing, Easting) : 9237452.356, 788662.934 (m)

c. Hasil pengolahan data dengan APPS


- Data RINEX pengamatan 2 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


Geodetic (Lat,Long,h) : -6.89152808, 107.61200877, 816.4751 ((dd mm ss.ssss,
dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 6 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


Geodetic (Lat,Long,h) : -6.89152810, 107.61200867, 816.5136 (dd mm ss.ssss,
dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 12 jam:


Koordinat yang didapatkan yaitu:
Geodetic (Lat,Long,h) : -6.89152810, 107.61200868, 816.5018 (dd mm ss.ssss,
dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 24 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


Geodetic (Lat,Long,h) : -6.89152814,107.61200868, 816.5115 (dd mm ss.ssss,
dd mm ss.ssss, m)

d. Hasil pengolahan data dengan AUSPOS


- Data RINEX pengamatan 2 jam:
Koordinat yang didapatkan yaitu:
a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.550, 6036318.323, -760324.271 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.50133, 107 36 43.23204, 816.504 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 6 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.524, 6036318.332, -760324.278 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.50158, 107 36 43.23113, 816.505 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 12 jam:


Koordinat yang didapatkan yaitu:
a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.535, 6036318.349, -760324.283 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.50164, 107 36 43.23129, 816.525 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)

- Data RINEX pengamatan 24 jam:

Koordinat yang didapatkan yaitu:


a) Kartesian (X,Y,Z) : -1916225.537, 6036318.345, -760324.278 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 29.50151, 107 36 43.23140, 816.522 (dd mm
ss.ssss, dd mm ss.ssss, m)

6. Analisis

1) Analisis Yessy Marie Realita (15114003)

o Analisis kegiatan 1
Melalui kegiatan yang dilakukan melalui 10 pengukuran, didapatkan
nilai pengukuran yang berbeda dari tiap pengukuran. Hal ini bisa
diakibatkan karena pada setiap pengukuran nilai dari koordinat titik terus
berubah. Pada GPS yang dipakai mempunyai ketelitian 3-10 meter, maka
titik yang didapatkan dari pengukuran GPS mempunyai kemungkinan
untuk meleset sekitar 3-10 meter dari koordinat sebenarnya. Maka
daripada itu luas yang didapatkan dari pengukuran mempunyai nilai yang
cukup signifikan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Lalu,
kesalahan juga bisa didapatkan dari faktor waktu yang kurang lamanya
pengambilan data. Berdasarkan beberapa bacaan yang telah dibaca,
didapatkan bahwa alat ini haruslah menunggu 1 menit untuk
mendapatkan data yang mendekati nilai sebenarnya. Terdapat juga faktor
kesalahan dari praktikan yang kurang konsisten dalam melakukan
praktiku. Faktor alam juga mempengaruhi seperti atmosfer, udara, dan
lain-lainnya.

Dari pengolahan data, didapatkan bahwa ketelitian vertikal kurang


baik dibandingkan dengan ketelitian horizontal yang didapatkan. Yang
telah diketahui sebelumnya bahwa ketelitian alat adalah 3-10 meter,
untuk ketelitian horizontal masuk ke dalam syarat. Namun, untuk
ketelitian vertikal, ketelitian yang didapatkan adalah sekitar 7-14 meter.
Saat dimasukkan kedalam perhitungan luas, masih masuk kedalam
selang kepercayaan 95%. Maka untuk ketelitian luas masih dapat
diterima.

o Analisis kegiatan 2
Pada kegiatan 2 dalam menghitung luas ITB-Ganesha, didapatkan
luasnya adalah 269329 m2. Sedangkan, dari sumber terkait didapatkan
bahwa luas ITB adalah 286830 m2. Hal ini bisa terjadi, selain dari alasan
yang telah disebutkan pada kegiatan 1, juga dikarenakan saat melakukan
perhitungan luas, tidak seluruhnya daerah ITB dilewati. Saat melakukan
praktikum, perjalanan yang ditempuh tidak sesuai dengan daerah ITB
sebenarnya. Ada pengambilan data diluar daerah ITB, dan juga terlalu
menjorok ke dalam daerah ITB. Dikarenakan mencari luas dari hasil
perjalanan, walaupun menggunakan datum yang berbeda, akan
didapatkan luas yang sama, karena luas didapatkan dari perhitungan
banyak titik yang ada.

o Analisis kegiatan 3
Pada kegiatan 3, 10 koordinat dengan datum yang berbeda-beda,
didapatkan posisi tiap titik pada keadaan sebenarnya. Ke-10 titik tersebut
ada yang mempunyai posisi yang sama antara 1 dengan yang lainnya.
Didapatkan kesimpulan bahwa dengan mempunyai datum yang berbeda
dan koordinat berbeda bisa mempunyai posisi yang sama nantinya. Tapi,
perlu diulangi bahwa GPS yang digunakan mempunyai ketelitian 3-10
meter, maka bisa jadi titik yang kami dapatkan belum tentu sama dengan
titik yang dimaksud. Bisa juga dikarenakan adanya efek multipath, yang
dikarenakan adanya ruang tertutup yang mengganggu sinyal dari GPS itu
sendiri.

2) Analisis Fadlina Sarah Lubis (15114008)


o Analisis kegiatan 1
Pada kegiatan pertama, akan didapatkan 10 nilai luas yang berbeda.
Hal ini disebabkan oleh bervariasinya nilai koordinat 4 titik (dilakukan
sebanyak 10 seri) yang sudah ditentukan sebelumnya. Nilai koordinat
berbeda disebabkan oleh berbagai faktor. Umumnya GPS hand held
memberikan ketelitian posisi sekitar 3-10 meter, yang berarti hasil
pengukuran bisa berbeda dalam radius 3 sampai 10 meter. Hal ini dapat
menyebabkan nilai koordinat berbeda-beda dalam setiap pengukuran.
Selain itu, dalam mengukur koordinat suatu titik GPS hand held
dibutuhkan interval waktu sekitar 1 hingga 5 menit agar alat dapat
memproses data satelit dengan baik dan mendapat hasil pengukuran yang
relatif tetap. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi ketelitian yaitu
adanya multipath, noise, atau bias ionosfer. Faktor lain yang berpengaruh
yaitu kesalahan pada tidak tepatnya praktikan meletakkan GPS diatas
titik, sehingga menyebabkan nilai koordinat bervariasi dan akan
mempengaruhi ketelitian hasil pengukuran.

Dari hasil pengolahan data yang didapat, ketelitian horizontal masih


masuk dalam syarat, tetapi tidak untuk ketelitian vertikal. Ketelitian
vertikal yang didapatkan adalah sekitar 7-14 meter, dimana ketelitian alat
seharusnya adalah 3-10 meter.

o Analisis kegiatan 2
Pada hasil pengolahan data kegiatan 2, didapatkan luas ITB Ganesha
adalah 269329 m2, sedang kan luas ITB yang sebenarnya adalah 286830
m2. Perbedaan ini disebabkan oleh pemilihan jalur yang tidak tepat
karena praktikan memilih jalur yang dapat dilalui. Tidak persis di jalur
terluar ITB. Sehingga ada beberapa wilayah yang tidak masuk kedalam
pengukuran. Selain itu karena GPS hand held memberikan ketelitian
posisi berkisar dari 3 hingga 10 meter, menyebabkan koordinat yang
didapat memiliki salah koordinat dengan yang sebenarnya. Kesalahan
koordinat yang didapat ini berpengaruh pula dalam perhitungan luas.
Faktor multipath juga berpengaruh, dikarenakan banyaknya jalur teduh
di wilayah terluar ITB.

o Analisis kegiatan 3
Pada hasil pengolahan data kegiatan 3, praktikan mencari 10 titik dari
nilai koordinat yang telah diberikan dan datum yang berbeda-beda. 10
titik yang didapat belum tentu memiliki titik yang persis sama seperti
yang seharusnya. Hal ini dikarenakan ketelitian dari GPS berkisar 3-10
meter sehingga titik yang didapat masih memiliki kesalahan, yang berarti
titik yang didapat masih dalam range 3 hingga 10 meter dari titik
seharusnya.

3) Analisis Ilfa Kurniati Mahdalena (15114015)

o Analisis kegiatan 1
Dari kegiatan pertama yang dilakukan dalam praktikum modul ini,
didapatkan nilai pengukuran dari luas yang dibatasi oleh 4 titik berbeda.
Pengambilan data dilakukan sebanyak 10 kali di masing-masing titik.
Setiap titik menghasilkan nilai koordinat yang berbeda dari pengukuran
berulang tersebut. Sementara, secara teoritisnya masing-masing titik
harusnya memiliki nilai koordinat yang tetap. Hal itu dikarenakan oleh
adanya kesalahan dari pengguna yang kurang akurat dalam meletakkan
posisi GPS handheld di titik-titiknya. Selain dari itu, perbedaan koordinat
yang didapatkan ini juga dikarenakan oleh ketelitian dari alat yang
digunakan. Ketelitian receiver GPS navigasi hand-held yang digunakan
berkisar antara 3-10 meter. Jadi, sebenarnya nilai koordinat di satu titik
yang sama pada seri pengukuran yang berbeda dapat terbilang wajar
memiliki nilai bervariasi yang masih berada dalam range 3-10 meter.
Kemudian, penyebab lainnya adalah faktor waktu pengambilan data
pengukuran yang dilakukan. Waktu pengukuran yang dilakukan di setiap
titik sebaiknya 1-5 menit agar alat dapat memproses data satelit dengan
lebih baik sehingga dapat menghasilkan koordinat yang lebih akurat.
Selain dari itu, faktor bias ionosfer, multipath, dan noise-noise juga
mempengaruhi ketelitian pengukuran yang didapatkan. Oleh karena
penyebab-penyebab tesebut, hasil pengukuran yang didapatkan pada
kegiatan ini cukup bervariasi di setiap koordinatnya.

o Analisis kegiatan 2
Dari kegiatan kedua, didapatkan hasil pengukuran luas ITB Ganesha
yaitu sebesar 269329 m2. Namun, luas sebenarnya ITB Ganesha adalah
286830 m2. Perbedaan luas hasil pengukuran yang didapatkan dengan
luas sebenarnya dikarenakan oleh pengambilan data yang dilakukan tidak
melalui garis-garis terluar dari wilayah ITB Ganesha karena garis-garis
terluar tersebut memang terbilang sulit untuk dilalui. Selain dari itu,
karena ketelitian alat yang digunakan berkisar 3-10 meter. Hal ini
menyebabkan nilai koordinat titik-titik tracking memiliki kesalahan
berkisar 3-10 meter. Karena terdapat kesalahan koordinat dari titik
tracking yang diambil, maka akan mempengaruhi ketelitian luas yang
didapatkan. Selain dari itu, terdapat pula faktor kesalahan dan bias yang
juga mempengaruhi hasil pengukuran yang didapat pada kegiatan ini.
o Analisis kegiatan 3
Dari kegiatan ketiga, didapatkan 10 lokasi koordinat yang telah
diketahui nilai koordinatnya dengan tracking menggunakan GPS. Dalam
kegiatan ini, didapatkan lokasi koordinat yang hampir sama (terdapat
dalam satu daerah) dari nilai koordinat dan datum yang berbeda. Hal ini
diakibatkan karena ketelitian dari GPS yang digunakan berkisar 3-10
meter sehingga titik yang didapat melalui GPS masih memiliki
kesalahan. Karena ketelitian alat ini, penentuan titik pasti dari nilai
koordinat yang dicari sulit didapatkan karena alat yang digunakan sendiri
memiliki range ketelitian sekitar 3-10 meter.

4) Analisis I Gede Dalem Elang Erlangga (15114023)

o Analisis kegiatan 1
Pada kegiatan pertama didapatkan data 10 luas dan 40 koordinat dari
4 titik yang berbeda. Dari hasil praktikum didapatkan bahwa nilai 10
koordinat untuk setiap titik berbed-beda. Sesuai ketelitian receiver GPS
navigasi hand-held yang berkisar antara 3-10 meter hal ini bersifat wajar.
Namun selain karena faktor ketelitian alat, ada hal lain juga yang
mengakibatkan variasi nilai koordinat tersebut yaitu faktor operator
alatnya (human-error) dan juga karena waktu saat pengambilan nilai
koordinat titik yang relatif singkat. Seharusnya waktu yang dibutuhkan
yaitu minimal 1 menit agar nilai koordinat yang dihasilkan lebih stabil
dan mendekati yang sebenarnya. Oleh karena itu perambatan kesalahan
yang terjadi, mempengaruhi nilai hitungan luas poligon yang dihasilkan.

o Analisis kegiatan 2
Saat mengukur luas kampus ITB ganesha menggunakan metoda GPS
navigasi, didapatkan luas hasil pengukuran yang lebih kecil daripada luas
sebenarnya yaitu 26,9329 hektar berbanding dengan luas sebenarnya
yaitu 28,6830 hektar. Hal ini diakibatkan oleh pengukuran yang
dilakukan di lingkar dalam dari batas-batas terluar kampus yang mana
radiusnya akan lebih kecil daripada pengukuran tepat pada batas-batas
terluar kampus. Selain itu ketelitian alat yang berkisar 3-10 meter juga
akan berperan dalam memberikan ketidakpastian luas. Efek multipath
yang diakibatkan oleh adanya penghalang seperti kanopi yang berada di
daerah barat laut kampus sekitar gedung SBM juga mengakibatkan
kesalahan pengukuran koordinat sehingga terjadi perambatan kesalahan
ke penghitungan luas oleh alat GPS.

o Analisis kegiatan 3
Pada kegiatan ketiga yaitu dalam tracking lokasi titik dengan
koordinat yang diberikan, didapatkan beberapa lokasi yang dicurigai
tempat berkumpulnya titik-titik yang didapat, yaitu sekitar parkiran sipil,
sekitar labtek biru, sekitar laboratorium mesin, parkiran tambang, dan
Lapangan Seni Rupa. Saat melakukan tracking dengan GPS, terjadi
kendala dalam mendapatkan titik pasti dari koordinat yang diberikan
dimana arah panah dari display alat akan berputar-putar ketika mendekati
titik dengan radius sekitar 5-10 meter. Hal ini sangat memungkinkan
berdasarkan ketelitian alat yang berkisar 3-10 meter. Dari 10 koordinat
berbeda dengan datum yang berbeda pula didapatkan titik-titik tersebut
berlokasi pada area yang nyaris sama berdasarkan ketelitian alat.
Berdasarkan hal ini didapat kemungkinan bahwa titik tersebut
merupakan titik yang sama namun dengan koordinat dari datum yang
berbeda. Untuk membuktikan hal ini maka diperlukan transformasi
koordinat antar datum.

5) Analisis Arizal Achmad Fauzi (15114027)

o Analisis kegiatan 1
Dari pengolahan data kegiatan 1, maka didapatkan 10 nilai luas (dari
10 seri) yang berbeda-beda. 10 nilai luas yang berbeda ini ditunjukkan
pula dari nilai koordinat titik-titik simpulnya (4 titik) yang bervariasi.
Secara teoritis, untuk masing-masing titik seharusnya hanya memiliki 1
pasang nilai koordinat tertentu (koodinat x, y dan z / koordinat N, E dan
U). Namun pada kenyataannya dalam pengukuran dengan menggunakan
konsep dan teknologi GPS tipe navigasi didapatkan nilai koordinat yang
bervariasi dari berbagai untuk titik yang sama sehingga pada akhirnya
didapatkan pula hasil perhitungan luas yang berbeda-beda nilainya.
Perbedaan ini dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain :
a) Faktor manusia, kesalahan ini umumnya dikarenakan praktikan tidak
(belum tentu) berdiri tepat pada titik yang dituju dalam setiap
pengambilan data. Hal ini mengakibatkan nilai koordinat yang
dihasilkan akan bervariasi dan pada akhirnya akan mempengaruhi
ketidaktelitian data ukuran tersebut
b) Faktor alat, secara umum untuk GPS tipe navigasi (hand held)
memberikan ketelitian posisi berkisar dari 3 hingga 10 meter. Hal ini
dapat menyebabkan nilai koordinat di satu titik yang sama pada seri
(epok) berbeda mempunyai nilai yang berkisar dalam range sistem
garis posisi (parameter jarak) 3 sampai 10 meter dari nilai yang benar
(terbaik)
c) Faktor waktu, penggunaan GPS tipe navigasi (hand held) untuk
mengukur koordinat suatu titik dibutuhkan interval waktu dalam
pemrosesan datanya. Interval waktu ini berkisar 5-10 menit. Oleh
sebab itu umumnya untuk mengukur koordinat di suatu titik ditunggu
terlebih dahulu sekitar 1-5 menit agar alat dapat memproses data
satelit dengan lebih baik dan diharapkan pula dapat menghasilkan
nilai koordinat titik tersebut yang relatif tetap (terbaik)
d) Faktor kesalahan dan bias, kesalahan dan bias ini umumnya
merupakan faktor penentu ketelitian alat. Dengan adanya kesalahan
dan bias ini maka menyebabkan nilai koordinat yang didapatkan
menjauhi nilai terbaik yang seharusnya. Contoh dari kesalahan dan
bias ini adalah adanya multipath, noise, bias ionosfer, dll.

Dari keempat faktor yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat


ditarik beberapa solusi. Untuk meminimalisir faktor waktu maka dalam
setiap pengambilan set data menggunakan interval waktu minimal 1-5
menit yang bertujuan agar hasil koordinat yang didapatkan nantinya jadi
lebih baik karena telah melalui proses dalam selang waktu tertentu.
Untuk meminimalisir faktor kesalahan dan bias umumnya digunakan
metode penentuan posisi secara relatif sehingga titik koordinat yang kita
cari diikatkan dengan titik lain yang telah diketahui koordinatnya. Untuk
meminimalisir faktor manusia maka diperlukan kontrol dan dibutuhkan
kekonsistenan dan konsentrasi dari praktikan.

Berdasarkan pengolahan data menunjukkan bahwa ketelitian


komponen vertikalnya jauh lebih jelek daripada ketelitian komponen
horizontal. Untuk ketelitian komponen horizontal masih masuk dalam
toleransi ketelitian alat yaitu sekitar 3-10 meter sedangkan ketelitian
komponen vertikalnya sekitar 7-14 meter (indikasi kesalahan faktor
manusia). Namun untuk perhitungan luas 2 dimensi, semua hasil
perhitungan luas masih masuk toleransi dengan selang kepercayaan 95 %
(1,960D). Sehingga dari perhitungan luas sendiri tidak ada indikasi
hitungan outlier.

o Analisis kegiatan 2

Dari pengolahan data kegiatan 2, maka didapatkan nilai luas ITB


sebesar 269329 m2. Menurut website di internet menunjukkan bahwa
luas ITB yang sebenarnya adalah 286830 m 2. Hal ini menunjukkan
adanya perbedaan antara luas ITB yang diukur dengan luas ITB yang
sebenarnya dimana perbedaan tersebut sebesar 17501 m2. Perbedaan ini
disebabkan oleh beberapa faktor umum antara lain :
a) Faktor manusia, dalam hal ini praktikan melakukan tracking dengan
menggunakan GPS tidak sesuai jalur yang sebenarnya. Tracking yang
dilakukan praktikan umumnya melalui jalur yang aman atau tidak
ekstrem (ada beberapa jalur yang ekstrem). Pemilihan jalur yang
seperti ini menyebabkan hitungan luas oleh GPS tidak benar-benar
mewakili seluruh wilayah ITB (indikasi adanya wilayah-wilayah yang
tidak terjangkau oleh GPS)
b) Faktor alat, secara umum untuk GPS tipe navigasi (hand held)
memberikan ketelitian posisi berkisar dari 3 hingga 10 meter. Hal ini
dapat menyebabkan nilai titik-titik tracking kita mempunyai nilai
yang memiliki kesalah berkisar 3-10 meter. Dengan adanya kesalahan
koordinat dari titik tracking yang diambil maka akan mempengaruhi
pula kepada ketelitian luas yang didapatkan
c) Faktor kesalahan dan bias, kesalahan dan bias ini umumnya
merupakan faktor penentu ketelitian alat. Dengan adanya kesalahan
dan bias ini maka menyebabkan nilai koordinat yang didapatkan
menjauhi nilai terbaik yang seharusnya dan pada akhirnya akan
mempengaruhi luas yang didapatkan. Contoh dari kesalahan dan bias
ini adalah adanya multipath (terdapat beberapa jalur yang benar-benar
tertutup, seperti daerah pembangunan di dekat SBM, sehingga
kemungkinan kesalahan multipathnya besar), noise, bias ionosfer, dll.
d) Faktor penggunaan datum, pada kegiatan kedua ini kami
menggunakan proyeksi UTM dengan datum Djakarta pada ellipsoid
Bessel 1841 sebagai acuan pengukuran luas sedangkan acuan
pengukuran luas menurut website internet umumnya adalah proyeksi
UTM dengan datum WGS 84. Perbedaan ini secara teorinya tidak
menyebabkan perbedaan pada variabel luasnya akan tetapi pada
kenyataannya untuk masing-masing datum memiliki ketelitian sendiri
meskipun nilainya tidak signifikan antar datum sehingga
menyebabkan adanya selisih diantara luas yang kami ukur dengan
luas dari website internet akan mungkin terjadi yang umumnya nilai
perbedaannya sekitar beberapa centimeter

o Analisis kegiatan 3

Dari pengolahan data kegiatan 3, maka didapatkan beberapa tempat


dari 10 koordinat yang dicari menggunakan konsep dan teknologi GPS.
Berdasarkan hasil tersebut didapatkan ada beberapa titik yang berada
pada tempat yang hampir sama (serupa). Hal ini membuat kami menarik
hipotesis bahwa titik tersebut lokasinya sama namun dalam bentuk
datum yang berbeda. Hasil lokasi yang kami dapat mungkin berbeda
dengan lokasi yang sebenarnya. Hal ini diakibatkan karena ketelitian dari
GPS tipe navigasi (Hand held) berkisar pada 3 meter hingga 10 meter
sehingga titik yang kami dapat melalui GPS masih berindikasi adanya
kesalahan tersebut. Selain itu adanya kesalahan dan bias seperti
multipath dan noise cukup signifikan dalam pengamatan kali ini karena
beberapa titik yang kami temukan dekat dengan bangunan tertentu.

6) Analisis Made Arya Hartawan (15114042)


o Analisis kegiatan 1
o Analisis kegiatan 2
o Analisis kegiatan 3

7) Analisis Siprianus L Manao (15114050)

o Analisis kegiatan 1, 2 dan 3


Dalam praktikum GPS ini, diperoleh kesimpulan bahwa ketelitian GPS
handheld tidak begitu baik dengan melihat range data luas yang dihasilkan
berada di kisaran 22,09 m2 hingga 21520,89 m2 . Besarnya range ini juga
disebabkan karena dalam pengambilan data, titik-titik yang dipilih untuk
diukur koordinatnya berada di daerah yang memiliki kemungkinan besar
untuk terjadi multipath, yaitu di lapangan cinta ITB yang memiliki pohon-
pohon yang besar dan tinggi. Tingkat ketelitian GPS handheld dalam
menentukan koordinat adalah 3-10 meter, yang artinya bahwa luas yang
didapatkan memiliki ketelitian 32 m2 hingga 202 m2.

Luas ITB dicari dengan menggunakan fitur track yang ada pada GPS
handheld. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa Luas ITB adalah
269329. Dari beberapa referensi yang saya cari di internet, disebutkan
bahwa luas ITB adalah 286830. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan
Luas yang kami lakukan hampir menyerupai kondisi sebenarnya. Perbedaan
data ini disebabkan oleh tidak mampunya kelompok kami untuk berjalan di
sepanjang titik-titik batas ITB yaitu seluruh pagar dan gerbang ITB
sehingga alat tidak benar-benar berada di tepi-tepi ITB. Solusinya adalah
memperpendek jarak pengambilan data sehingga lebih akurat, serta
berusaha untuk berjalan semakin dekat dengan pagar(dengan memikirkan
resiko terjadinya multipath terhadap pagar) dan bahwa GPS benar-benar
terletak di ujung ujung ITB.

Pada praktikum Tracking titik koordinat yang telah diketahui, sebagian


besar titik dapat kami temukan dengan mudah, meskipun jarak antar titik
yang kami cari cukup jauh yang membuat perjalanan semakin lama.
Kendala yang ditemui yaitu ketika titik yang dicari berada di sekitar daerah
yang memiliki bangunan yang menyebabkan multipath sehingga titik yang
dicari berpindah-pindah setiap kali titik tersebut dicari menggunakan GPS
handheld.

8) Analisis Jeremy Linggom M Panjaitan (15114100)

o Analisis kegiatan 1, 2 dan 3


Dalam praktikum GPS ini, ketelitian GPS handheld tidak begitu besar.
Praktikan juga dapat menambah ketidaktelitian GPS ini karena praktikan
belum tentu berdiri tepat pada titik yang dituju dalam setiap pengambilan
data. Praktikum yang pertama secara umum tidak terdapat kendala yang
signifikan

Luas ITB dicari dengan menggunakan penyusuran bagian pinggir


ITB. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa Luas ITB adalah 26,9329
ha. Dalam beberapa referensi yang saya cari di internet, disebutkan
berbagai data yang menunjukkan luas ITB. Secara keseluruhan, luas ITB
dalam refrensi-referensi tersebut berkisar antara 25-30 ha. Hal ini
menunjukkan bahwa perhitungan luas yang kami lakukan hampir
menyerupai kondisi sebenarnya. Perbedaan data ini disebabkan oleh
cakupan dari penyusuran yang relatif lebih kecil karena berada di lingkar
dalam kampus.

Pada praktikum yang ketiga berdasarkan titik koordinat yang telah


diketahui, kami juga menemukan berbagai kendala seperti ketelitian alat
3-10 m menyebabkan sulit dalam mencari titik yang pasti.

7. Kesimpulan dan Saran

a) Kesimpulan

Kesimpulan kegiatan

4 data RINEX pengamatan dual frequency GPS (24 jam, 12 jam, 6 jam dan 2 jam)

No 2 jam 6 jam 12 jam 24 jam Lokasi


GAP a) Kartesian (X,Y,Z) : 787814 923735 Timbalai Parkiran sipil
S -1916225.5443, 6036318.3728, 4 1948 bagian utara
-760324.2729 (m)
b) Geodetic (Lat,Long,h) : -6 53 sedikit ke
29.5012, 107 36 43.2314, tengah
816.5497 (dd mm ss.ssss, dd
mm ss.ssss, m)
c) Orthometric Height: 794.6168
(m)

Sekitar
jalanan
923769
2 B000 788250 ID 74 belakang
0
laboratorium
mesin
923764 Sekitar depan
3 C000 788389 WGS 84
3 labtek biru
Sekitar depan
Australia gedung
923766
4 D000 788572 n geod teknik
6
1984 pertambanga
n
Sekitar
923737 lapangan seni
5 E000 788425 Djakarta
1 rupa bagian
utara
Parkiran sipil
923730 bagian utara
6 F000 788301 WGS 84
6 sedikit ke
arah tengah
Sekitar
daerah parkir
923718 gedung
7 G000 788700 Tokyo
5 teknik
pertambanga
n
Parkiran sipil
923735 bagian utara
8 H000 788114 Djakarta
4 sedikit ke
arah timur
Sekitar
923737 Timbalai lapangan seni
9 I000 788125
0 1948 rupa bagian
utara
Sekitar
Australia jalanan
923754
10 J000 788105 n geod belakang
5
1984 laboratorium
mesin

b) Saran

Praktikum harus dilakukan dengan disiplin, agar waktu yang ditempuh lebih
efisien. Pada bagian 1 juga diharapkan untuk menunggu GPS lebih lama dalam
menentukan koordinat agar didapatkan posisi yang lebih akurat. Selain itu,
penggunaan receiver GPS dalam rangka mengukur luas kampus ITB haruslah
berada ditempat terbuka, namun faktanya sisi terluar kampus banyak dipenuhi oleh
kanopi sehingga terjadi efek multipath yang mengurangi akurasi hasil pengukuran.
Pada pengukuran ITB juga seharusnya perjalanan yang dilalui merupakan daerah
terluar dari ITB, agar didapatkan hasil yang lebih akurat. Pengukuran juga harus
melewati semua titik, dan tidak melakukan perpotongan yang dapat menyebabkan
ketidaksesuaian ukuran pengukuran dengan ukuran sebenarnya. Dalam mencari
titik melalui koordinat dan datum yang berbeda-beda, dikarenakan ada
kemungkinan bahwa titik tersebut sama dengan yang lainnya, namun terjadi sedikit
perbedaan, maka harus mencari jalur yang tidak tertutup untuk mengurangi efek
multipath yang dapat terjadi.

8. Berita Acara

Pada hari Minggu 23 Oktober 2016 jam 10 pagi kami melakukan praktikum modul
Online GPS Post Processing. Adapun dalam praktikum modul 2 ini, kami diberikan 4
data RINEX untuk kami lakukan pengolahan dengan menggunakan beberapa situs
untuk pengolahan data post processing. Situs-situs yang kami gunakan untuk
mengolah 4 data RINEX ini adalah :

http://gaps.gge.unb.ca/index.html
http://www.ngs.noaa.gov/OPUS/
http://apps.gdgps.net/apps_file_upload.php
http://www.ga.gov.au/bin/gps.pl

Adapun dari keempat situs yang kami pakai untuk pengolahan data RINEX
tersebut, hanya satu situs yang menampilkan hasil pengolahannya langsung pada situs
tersebut, yaitu APPS. Untuk situs GAPS dan AUSPOS, setelah kami menginput data
RINEX yang diberikan kedalam 2 situs tersebut, maka kedua situs tersebut akan
mengirimkan email dengan lampiran hasil pengolahan data RINEX yang telah kami
input. Sedangkan untuk pengolahan data menggunakan OPUS, hasil pengolahan data
RINEX yang telah kami input, dikirim ke email, langsung tanpa menggunakan format
file tertentu.

9. Daftar Pustaka

1. Abidin, Hasanuddin Z. 2007. Penentuan Posisi Dengan GPS dan Aplikasinya. P.T.
Pradnya Paramita, Jakarta.

2. https://www.itb.ac.id/about-itb/facts

10. Lampiran

Dokumentasi