Anda di halaman 1dari 14

Kecacingan, atau cacingan dalam istilah sehari-hari, adalah kumpulan gejala gangguan

kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh.


Penyebab kecacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang.
Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Waktu pengeraman
2 Gejala
3 Waktu pengasingan yang disarankan
4 Pencegahan
5 Referensi
6 Pranala luar

[sunting] Waktu pengeraman


Waktu terekspos sampai nampak tanda penyakit beberapa minggu.

[sunting] Gejala
Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada
spesies cacing ini, indung cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika kita
tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus). Dengan menggunakan
selotip, contoh telur-telur dapat diambil dan dapat dilihat dengan bantuan mikroskop untuk
diagnosa.

[sunting] Waktu pengasingan yang disarankan


Tidak perlu.

[sunting] Pencegahan
Cacingan bisa dicegah dengan mencuci badan, terutama tangan dan kaki dengan air dan
sabun dengan bersih.
Saat salah satu anggota keluarga terkena cacingan, maka semua orang di rumah harus
dirawat. Seprai, handuk dan pakaian yang dipakai pada dua hari sebelumnya harus dicuci
dengan air hangat dan detergen.[1]
VIVAnews - Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang
sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini
bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan
anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas
serta berat badan rendah.

Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang
bersarang dalam tubuh masih sedikit.

Penyakit cacingan memang masih sulit didiagnosis dokter jika jumlah


cacingnya sedikit. Biasanya gejala akan timbul jika sudah banyak larva
cacing yang bersarang dalam tubuh, kata Dokter Anak sekaligus
Koordinator Indonesia Sehat, Dr. Dani Hendarman Supandji di acara
Combantrin Media Event Aku Bebas cacing Bebas Berkreasi di FX
Lifestyle Mall, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Cara masuknya cacing ke dalam tubuh pun beraneka ragam. Cacing


gelang yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur infektif 100.000-
200.000 perhari biasanya masuk melalui makanan. Untuk cacing cambuk,
telur infektif yang ada di dalam tubuh sebanyak 3000-5000 dalam waktu
3-6 minggu biasanya juga masuk lewat makanan.
Sedangkan telur cacing tambang biasanya bisa berkembang dalam tubuh
lewat makanan dan kulit. Telur cacing cambuk yang infektif bisanya
berjumlah 9000-10.000 dalam waktu 3 hari.

Berkembangnya penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari


faktor iklim tropis, kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi
dan kepadatan penduduk, katanya.

Oleh karena itu, rentan bagi mereka terkena penyakit cacingan jika tinggal
di lingkungan yang tidak bersih. Untuk itu, para ibu khususnya juga perlu
mengetahui gejala penyakit cacingan, agar si kecil bisa segera
mendapatkan pertolongan dan cacing tidak terlalu lama bersarang. Apa
saja gejala cacingan itu :

1. Lesu dan lemas akibat kurang darah (anemia)


Disebabkan oleh cacing tambang, membuat tubuh menjadi lemas
kekurangan darah karena dihisap cacing.

2. Berat badan rendah karena kekurangan gizi


Nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh juga menjadi makanan cacing.

3. Batuk tak sembuh-sembuh


Ada juga cacing yang dapat hidup di paru-paru sehingga menyebabkan
batuk yang tak sembuh-sembuh.

4. Nyeri di perut
Cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut yang dapat menyebabkan
diare.

Dr Dani menekankan, perilaku hidup sehat adalah cara terbaik


menghindari cacingan. Karena cacing kebanyakan hidup di tanah maka
hindari pula si kecil bermain tanah, sebab bisa saja cacing masuk melalui
kuku anak.

Penting memperhatikan kebersihan kuku anak. Membersihkan dan


memotong kuku secara teratur harus dilakukan untuk mencegah
cacingan. Minum obat cacing secara rutin tiap 6 bulan sekali bisa
membunuh cacing yang bersarang dan gejala awal penyakit cacingan
tidak selalu terlihat, makanya periksa dan pastikan anak bebas dari cacing
secara rutin, katanya menegaskan.
Gejala-gejala cacingan antara lain:

1. Perut buncit
2. Gatal-gatal sekitar anus
3. Muntah ada cacing
4. Cacing dalam kotoran
5. Anemia atau kurang darah
6. Penyumbatan usus

Cacing biasanya berkembang lebih cepat pada


daerah-daerah dimana kebersihan
masih diabaikan. Terutama bila seseorang buang air
besar sembarangan tidak pada
jamban. Sehingga telur cacing pada kotoran manusia
masuk ke dalam mulut orang
lain.

CACING GELANG: (Ascaris lumbricoides)


Warna : Merah muda atau putih
Besarnya : 20 - 30 cm
Hidup di : Usus kecil

Cara Penularannya:
1. Telur cacing masuk melalui mulut
2. Menetas di usus kecil menjadi larva
3. Larva dibawa oleh aliran darah ke paru-paru melalui
hati
4. Bila larva ini sampai ke tenggorokan dan tertelan,
mereka masuk ke dalam
usus kecil dan menjadi dewasa di sana
Cacing gelang dapat mengisap 0,14 gr karbohidrat
setiap hari

CACING CAMBUK: (Tricuris Trichiura)


Warna : Merah muda atau abu-abu
Besarnya : 3 - 5 cm
Hidup di : Usus besar

Cara Penularannya:
1. Telur cacing tertelan bersama dengan air atau
makanan
2. Menetas di usus kecil dan tinggal di usus besar
3. Telur cacing keluar melalui kotoran dan jika telur
ini tertelan, terulanglah
siklus ini

CACING TAMBANG: (Ancylostomiasis)


Warna : Merah
Besarnya : 8 - 13 mm
Hidup di : Usus kecil

Cara Penularannya:
1. Larva menembus kulit kaki
2. Melalui saluran darah larva dibawa ke paru-paru
yang menyebabkan batuk
3. Larva yang ditelan menjadi dewasa pada usus kecil
dimana mereka menancapkan
dirinya untuk mengisap darah

Cacing tambang merupakan infeksi cacing yang paling


merugikan kesehatan
anak-anak. Infeksi cacing tambang dapat menyebabkan
anemia (kurang darah).
Cacing tambang dapat mengisap darah 10 - 12 mililiter
setiap hari.

CACING KEREMI: (Enterobius Vermicularis)


Warna : Putih
Besarnya : 1 cm
Hidup di : Usus besar

Cara Penularannya:
1. Cacing betina bertelur pada malam hari di anus
2. Anus menjadi gatal, garukan pada anus membawa telur
cacing ini menyebar.
Melalui kontak dengan tempat tidur, bantal, sprei,
pakaian, telur cacing keremi
dibawa ke tempat lain.
3. Jika telur-telur ini termakan, terunglah siklus
ini.

Cacing keremi mudah sekali menular dan jika seorang


terkena, seluruh keluarga
perlu diobati. Pada saat pengobatan, sprei, sarung
bantal dan pakaian yang
dipakai perlu dicuci.

CACING DAPAT DICEGAH DENGAN:

1. Cuci tangan dengan sabun sebelum masak, sebelum


makan dan sesudah buang air
besar.
2. Gunakan WC jika buang air besar.
3. Gunakan sandal atau sepatu, hindarkan kaki
telanjang.
4. Jangan makan daging atau ikan mentah atau setengah
masak.
5. Gunakan air yang sudah dimasak untuk minum dan
menyikat gigi.
6. Hindari kebiasaan memasukkan tangan dalam mulut.

Pengobatan sekali 6 bulan sangat dianjurkan apalagi


bagi anak-anak atau paling
sedikit setahun sekali. Dokter Anda akan memberikan
obat yang cocok untuk
kebutuhan Anda. --> YANG INI DIABAIKAN

Cacing yang hidup dalam tubuh seseorang sangat


merugikan karena mereka
mengurangi gizi yang dibutuhkan tubuh, daya tahan
terhadap penyakit lain
berkurang, dan bukan saja cacing menteap di usus,
mereka dapat berpindah ke
organ lain dalam tubuh. Menjaga kebersihan lingkungan
dan perorangan akan
banyak artinya dalam mengatasi masalah cacing.

SIAPA pun pasti tidak ingin mengidap penyakit kurang darah atau anemia.
Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia juga
rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Itu karena daya tahan tubuh
yang menjadi rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap
anemia. Walaupun wanita lebih rentan terhadap penyakit anemia, jangan
berkecil hati dulu.

Walaupun rawan terserang karena faktor biologis , misalnya disebabkan


oleh wanita mengalami menstruasi setiap bulannya, melahirkan atau
faktor perdarahan yang tidak normal. Namun, anemia masih bisa dihindari
dengan melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh. Diet yang tepat agar
terhindar dari anemia, terungkap dalam simposium bertajuk "Anemia dan
Wanita" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beberapa
waktu lalu. "Anemia itu sebenarnya tahap akhir dari kekurangan zat besi.

Itu pun setelah zat besi yang disimpan di dalam tulang sebagai simpanan
tubuh berkurang. Hingga akhirnya terjadilah yang namanya prevalensi
defisiensi zat besi," kata staf pengajar FKUI Dr Ervina Karyadi MSc PhD.
Sebenarnya, banyak hal bisa dilakukan wanita agar terhindar dari anemia.
Misalnya mulai menjaga asupan zat besi yang dikonsumsi bisa diserap
tubuh sebanyak mungkin.

Misalnya dengan mengonsumsi orange juice setelah makan dan


menghindari konsumsi teh usai makan. "Teh itu bisa membuat zat besi
yang kita konsumsi bersama makanan larut dan terbuang percuma. Jadi
minuman yang paling cocok usai makan itu adalah orange juice," kata
dokter berkulit sawo matang ini. Ditambahkan Ervina, kepintaran
menyiasati makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh terhindar dari
anemia. "Bagi penderita anemia bisa meningkatkan konsumsi makanan
seperti daging, daging unggas juga makanan asal laut.

Bisa pula dengan mengonsumsi buah dan sayur," sebut dia. Adapun bagi
mereka yang terserang anemia, Ervina menyarankan agar membatasi
konsumsi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Di
antaranya menghindari makanan yang mengandung phytate seperti yang
terdapat pada kacang-kacangan, bijibijian, dan tepung. Hindari pula
konsumsi teh, kopi, dan cokelat. "Sebenarnya semua makanan itu baik
untuk tubuh.Namun, hindari mengonsumsinya sebelum makan besar.

Misalnya minumlah teh dua jam sebelum atau sesudah makan. Jangan
ketika makan besar minumnya teh itu yang membuat zat besi larut,"
sebut dia. Strategi terbaik untuk mengubah pola makan, diterangkan
Ervina adalah dengan mengombinasikan zat besi dalam menu makanan.
Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin c pada waktu
makan. Memasak makanan tidak terlalu lama dan tidak mengonsumsi
susu dan produk susu atau teh pada saat makan besar. "Jika mengetahui
cara mengonsumsi makanan yang benar, maka anemia bisa dikurangi di
Indonesia.
Silahkan Anda Baca Juga Artikel Yang Berkaitan Dibawah Berikut Ini
Kesehatan
Anjuran Minum 8 Gelas Sehari Adalah Menyesatkan
Mungkinkah Bermimpi sampai Orgasme?
Mengapa Bayi Bisa Berukuran 'Raksasa'
Kecanduan Facebook dan Twitter Ganggu Mental
Efek Lahir Prematur Terasa Saat Dewasa
7 Penyakit Paling Aneh
7 Makanan Hitam yang Menyehatkan
Gangguan Kesuburan Adalah Penyakit!
Pinggang Lebar Tanda Tak Sehat
Posisi Tidur Mana Paling Sehat?
Gemar Berbohong Bikin Darah Tinggi
Mencegah 3 Penyakit Paling Ditakuti
Fakta dan Mitos Tentang Gigi Berlubang
Jangan Sembarangan Konsumsi Suplemen!
Benarkah Kurang Minum Bikin Sakit Ginjal?
Gemar Berbohong Bikin Darah Tinggi
Redupkan Lampu Saat Anda Tidur
7 Alasan Anda Perlu Bangun Pagi
Benarkah Susu Sebabkan Kanker?
4 Rahasia Orang yang Jarang Sakit
"Kerokan" Mampu Kembalikan Keseimbangan Individu
Patah Hati Bisa Sangat Mematikan
Arti Air Mata Pria
Mitos Seputar Diabetes
Semprotan Penghilang Rasa Malu
Anemia (Kurang darah) DEFINISI
Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein
pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen
dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam
sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang
diperlukan tubuh.

PENYEBAB
Penyebab umum dari anemia:
1; Perdarahan hebat
* Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
* Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

2; Berkurangnya pembentukan sel darah merah


- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
3; Meningkatnya penghancuran sel darah merah
- Pembesaran limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia

GEJALA
Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini,
bervariasi.
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.

Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

DIAGNOSA
Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia.
Persentase rel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin
dalam suatu contoh darah bisa ditentukan.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

PENGOBATAN
Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:
1; Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi,
yang mungkin Anda harus minum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab
kekurangan zat besi kehilangan darah - selain dari haid - sumber perdarahan harus
diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi.
2; Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan - yang
seringkali suntikan seumur hidup - vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam
folat diobati dengan suplemen asam folat.
3; Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini. Dokter
berfokus pada mengobati penyakit yang mendasari. Suplemen zat besi dan vitamin
umumnya tidak membantu jenis anemia ini . Namun, jika gejala menjadi parah,
transfusi darah atau suntikan eritropoietin sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan
oleh ginjal, dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi
kelelahan.
4; Aplastic anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah untuk
meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan transplantasi
sumsum tulang jika sumsum tulang Anda berpenyakit dan tidak dapat membuat sel-
sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi
sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan sumsum tulang
ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi.
5; Anemias terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat
berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum
tulang.
6; Anemias hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan
tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan
sistem kekebalan Anda, yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan
singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat
membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah merah.

Jika kondisi telah menyebabkan pembesaran limpa, Anda mungkin perlu untuk
menerima limpa Anda diangkat. Limpa Anda- organ yang relatif kecil di bawah tulang
rusuk di sisi kiri - penyaring sel-sel darah merah yang rusak. Anemia hemolitik
tertentu dapat menyebabkan limpa Anda menjadi besar dengan sel darah merah rusak.
Kadang-kadang, limpa memberikan kontribusi terhadap anemia hemolitik dengan
membuang terlalu banyak sel darah merah. Tergantung pada keparahan anemia Anda,
transfusi darah atau plasmapheresis mungkin diperlukan. Plasmapheresis adalah jenis
prosedur penyaringan darah.
7; Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen,
obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit
dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah,
suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin
merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang
disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel
sabit pada orang dewasa.
PENCEGAHAN
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu menghindari
anemia kekurangan zat besi dan anemia kekurangan vitamin dengan makan yang sehat,
variasi makanan, termasuk:
1; Besi. Sumber terbaik zat besi adalah daging sapi dan daging lainnya. Makanan lain
yang kaya zat besi, termasuk kacang-kacangan, lentil, sereal kaya zat besi, sayuran
berdaun hijau tua, buah kering, selai kacang dan kacang-kacangan.
2; Folat. Gizi ini, dan bentuk sintetik, asam folat, dapat ditemukan di jus jeruk dan buah-
buahan, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong dan dibentengi roti, sereal
dan pasta.
3; Vitamin B-12. Vitamin ini banyak dalam daging dan produk susu.
4; Vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, melon dan beri,
membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Makan banyak makanan yang mengandung zat besi sangat penting bagi orang-orang yang
memiliki kebutuhan besi yang tinggi, seperti anak-anak - besi yang diperlukan selama
ledakan pertumbuhan - dan perempuan hamil dan menstruasi. Asupan zat besi yang memadai
juga penting untuk bayi, vegetarian ketat dan pelari jarak jauh.

Perhatian tentang suplemen zat besi


Dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi atau multivitamin yang mengandung besi
untuk orang dengan persyaratan besi yang tinggi. Namun suplemen zat besi sesuai hanya
ketika Anda memerlukan lebih zat besi dari diet yang seimbang dapat menyediakan. Jangan
berasumsi bahwa jika Anda lelah, Anda hanya perlu mengambil suplemen zat besi. Kelebihan
dengan zat besi pada tubuh Anda bisa berbahaya.

Konseling genetik
Jika Anda memiliki riwayat keluarga anemia yang diturunkan, seperti sickle cell anemia,
bicaralah dengan dokter Anda dan mungkin konselor genetik tentang risiko pada diri anda
dan risiko apa yang mungkin Anda teruskan kepada anak-anak Anda.

Anemia (Kurang darah) DEFINISI


Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein
pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen
dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam
sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang
diperlukan tubuh.

PENYEBAB
Penyebab umum dari anemia:
1; Perdarahan hebat
* Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
* Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

2; Berkurangnya pembentukan sel darah merah


- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
3; Meningkatnya penghancuran sel darah merah
- Pembesaran limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia

GEJALA
Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini,
bervariasi.
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.

Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

DIAGNOSA
Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia.
Persentase rel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin
dalam suatu contoh darah bisa ditentukan.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

PENGOBATAN
Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:
1; Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi,
yang mungkin Anda harus minum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab
kekurangan zat besi kehilangan darah - selain dari haid - sumber perdarahan harus
diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi.
2; Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan - yang
seringkali suntikan seumur hidup - vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam
folat diobati dengan suplemen asam folat.
3; Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini. Dokter
berfokus pada mengobati penyakit yang mendasari. Suplemen zat besi dan vitamin
umumnya tidak membantu jenis anemia ini . Namun, jika gejala menjadi parah,
transfusi darah atau suntikan eritropoietin sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan
oleh ginjal, dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi
kelelahan.
4; Aplastic anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah untuk
meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan transplantasi
sumsum tulang jika sumsum tulang Anda berpenyakit dan tidak dapat membuat sel-
sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi
sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan sumsum tulang
ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi.
5; Anemias terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat
berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum
tulang.
6; Anemias hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan
tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan
sistem kekebalan Anda, yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan
singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat
membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah merah.

Jika kondisi telah menyebabkan pembesaran limpa, Anda mungkin perlu untuk
menerima limpa Anda diangkat. Limpa Anda- organ yang relatif kecil di bawah tulang
rusuk di sisi kiri - penyaring sel-sel darah merah yang rusak. Anemia hemolitik
tertentu dapat menyebabkan limpa Anda menjadi besar dengan sel darah merah rusak.
Kadang-kadang, limpa memberikan kontribusi terhadap anemia hemolitik dengan
membuang terlalu banyak sel darah merah. Tergantung pada keparahan anemia Anda,
transfusi darah atau plasmapheresis mungkin diperlukan. Plasmapheresis adalah jenis
prosedur penyaringan darah.
7; Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen,
obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit
dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah,
suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin
merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang
disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel
sabit pada orang dewasa.
PENCEGAHAN
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu menghindari
anemia kekurangan zat besi dan anemia kekurangan vitamin dengan makan yang sehat,
variasi makanan, termasuk:
1; Besi. Sumber terbaik zat besi adalah daging sapi dan daging lainnya. Makanan lain
yang kaya zat besi, termasuk kacang-kacangan, lentil, sereal kaya zat besi, sayuran
berdaun hijau tua, buah kering, selai kacang dan kacang-kacangan.
2; Folat. Gizi ini, dan bentuk sintetik, asam folat, dapat ditemukan di jus jeruk dan buah-
buahan, pisang, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong dan dibentengi roti, sereal
dan pasta.
3; Vitamin B-12. Vitamin ini banyak dalam daging dan produk susu.
4; Vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, melon dan beri,
membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Makan banyak makanan yang mengandung zat besi sangat penting bagi orang-orang yang
memiliki kebutuhan besi yang tinggi, seperti anak-anak - besi yang diperlukan selama
ledakan pertumbuhan - dan perempuan hamil dan menstruasi. Asupan zat besi yang memadai
juga penting untuk bayi, vegetarian ketat dan pelari jarak jauh.

Perhatian tentang suplemen zat besi


Dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi atau multivitamin yang mengandung besi
untuk orang dengan persyaratan besi yang tinggi. Namun suplemen zat besi sesuai hanya
ketika Anda memerlukan lebih zat besi dari diet yang seimbang dapat menyediakan. Jangan
berasumsi bahwa jika Anda lelah, Anda hanya perlu mengambil suplemen zat besi. Kelebihan
dengan zat besi pada tubuh Anda bisa berbahaya.

Konseling genetik
Jika Anda memiliki riwayat keluarga anemia yang diturunkan, seperti sickle cell anemia,
bicaralah dengan dokter Anda dan mungkin konselor genetik tentang risiko pada diri anda
dan risiko apa yang mungkin Anda teruskan kepada anak-anak Anda.