Anda di halaman 1dari 3

Delapan Prinsisp yang Dikembangkan Dalam ARS 3

1. Setiap aturan atau prosedur yang memberikan keuntungan untuk sebagian dari kegiatan
usaha harus terus kembali diperiksa untuk menentukan sejauh mana aturan dan prosedur
tersebut berpengaruh ke dalam pelaporan. Perusahaan/Organsisasi harus terus
mengevaluasi dan memeriksa setiap aturan,kebijakan, kegiatan ataupun prosedur yang
diberlakukan di perusahaan/organisasinya yang memberikan keuntungan kepada
perusahaan/organisasi karena dengan selalu dievaluasi dan diperiksa kembali oleh
perusahaan/organisai, perusahaan/organisasi dapat mengantisipasi aturan/prosedur
tersebut untuk terus menguntungkan bagi perusahaan/organisasi dengan seiring
berjalannya waktu, aturan dan prosuder yang tidak diperiksa kembali bisa saja dalam
suatu waktu dapat merugikan perusahaan/organisasi karena sudah tidak sesuai lagi
dengan keadaan perusahaan/organisasi untuk diterapkan. Jadi pemeriksaaan aturan atau
prosedur juga sangat berpengaruh terhadap pelaporan keuntungan/kerugian
perusahaan/organisasi nantinya sehingga pemeriksaan kembali yang telah dilaporkan
dapat menentukan apakah aturan/prosedur tersebut masih akan diberlakukan atau tidak.
2. Perubahan sumber daya harus diklasifikasikan antar jumlah disebabkan
perubahan tingkat harga
Perubahan biaya penggantian
Penjualan atau pengalihan
penyebab lainnya

Perubahan sumberdaya yang dimiliki perusahaan/organisasi harus diklasifikasikan


terlebih dahulu antar jumlahnya yang perubahan tersebut disebabkan adanya perubahan
tingkat harga, maksudnya ketika tingkat harga semakin tinggi maka perubahan sumber
daya yang digunakan akan dipengaruhi bisa pengunaanya semakin tinggi atau bahkan
berkurang, selanjutnya perubahan biaya penggantian maksudnya ketika sumber daya
perusahaan/organisasi sudah mulai berkurang, rusak, habis maka perlu dilakukannya
penggantian dimana akan terjadi suatu perubahan biaya penggantian seiring
bertambahnya waktu makan jumlah sumber dayanya pun aka terpengaruh, terus adanya
penjualan atau pengalihan yang menyebabkan perubahan sumber daya yang digunakan,
serta adanya penyebab lain.

3. Semua aset harus dicatat dalam rekening dan dilaporkan dalam laporan keuangan
Keberadaan aset independen dari sarana yang diakuisisi
Apakah diperoleh dengan investasi oleh pemilik, kreditor, atau orang lain
Setiap asset yang dimiliki perusahaan/organisasi baik yang berwujud ataupun tidak yang
secara penuh dimiliki/independen ataupun milik bersama/akuisisi harus dicatat dan
dilaporkan dalam laporan keuangan selain mengamankan harta yang kita punya, hal ini
menunjukan adanya akuntabilitas dan transparansi bagi orang yang memerlukan
informasi asset tersebut seperti pemilik, kreditor, atau orang lain yang memang memiliki
kepentingan di perusahaan/organisasi
4. Pengukuran aset adalah masalah layanan masa depan
Menentukan apakah layanan masa depan benar-benar ada
Memperkirakan kuantitas pelayanan
Memilih metode penetapan harga yang menganggap
harga pertukaran masa lalu
tukar saat ini (penggantian) biaya
Sebuah pertukaran harga di masa depan
Pengukuran asset yang dilakukan perusahaan/organisasi merupakan salah satu masalah
yang akan dihadapi oleh perusahaan/organisasi karena dengan pengukuran ini akan
menenukan pelayanan yang akan diberikan di masa depan apakah akan dilakukan dan
benar benar ada asset yang diperlukannya, selain itu juga adanya masalah berapa banyak
pelayanan yang akan dilakukan dari penggunaan asset tersebut, dan memilih metode
penetapan harga yang sesuai dengan penggunaan asetnya.

5. Semua kewajiban harus dicatat dalam rekening dan dilaporkan dalam laporan keuangan.
Seperti halnya dengan asset yang harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan
perlakuan terhadap kewajiban pun sama harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan
keuangan karena setiap kewajiban yang dimiliki perusahaan/organisasi harus dicatat dan
dilaporkan dalam laporan keuangan selain menunjukan besarnya kewajiban yang harus
kita tanggung yang kita punya, hal ini menunjukan adanya akuntabilitas dan transparansi
bagi orang yang memerlukan informasi asset tersebut seperti pemilik, kreditor, atau orang
lain yang memang memiliki kepentingan di perusahaan/organisasi

6. Kewajiban yang menunjukan penyelesaian barang atau jasa harus diukur dan disepakati
sesuai harga jual
kas harus diukur dengan menggunakan NPV
Menggunakan istilah diskon dan premium
Kewajiban yang diperoleh untuk mendapatkan/membeli barang atau jasa harus diukur
dan disepakati besarnya sesuai harga jual dari barang atau jasa tersebut dan perhitungan
kasnya dengan menggunakan NPV dimana dalam perolehan barang atau jasa tersebut
menggunakan istilah diskon/premium.

7. Dalam sebuah perusahaan ekuitas harus diklasifikasikan ke dalam


Modal yang diinvestasikan
Laba ditahan/Retained earnings
Ekuitas yang dimiliki perusahaan pencatatannya dalam neraca harus
diklasifikasikan ke dalam 2 akun yaitu modal yang diinvestasikan dan pendapatan yang
ditahan/Retained earning, dimana modal diinvestasikan (invested capital) adalah total
kewajiban dan ekuitas jangka panjang perusahaan dan Laba ditahan merupakan yang
tidak dibagi, merupakan sebagian atau keseluruhan laba yang diperoleh perusahaan yang
tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.
8. Setiap laporan hasil usaha harus memberikan rincian yang memadai untuk
memungkinkan analisis dan perbandingan
Pendapatan
Beban
Keuntungan & Kerugian
Laporan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus memberikan informasi secara
rinci dan detail serta memadai, hal ini karena untuk memungkinkan menganalisis dan
membandingkan pendapatan, beban serta keuntungan/kerugian sehingga dapat diketaui
bagaimana kinerja suatu perusahaan.

Kritik Terhadap ARS 3

ARS 3 tersebut tidak diterima dikalangan profesi akuntansi karena bertentangan dengan
kredit pajak investasi sehingga APB mendapat teguran yang serius dari induk organisasi yaitu
AICPA. Banyak pihak memprediksi APB akan gagal karena ARS tersebut, ARS 3
memperhitungkan perubahan-perubahan tingkat harga umum dan harga khusus. AICPA menolak
hasil studi tersebut dan penolakan ini dipandang sebagai upaya untuk melemahkan pendekatan
dua arah yang dipergunakan APB. Kritikan terhadap ARS 3 memiliki prinsip-prinsip berurusan
dengan masalah perubahan harga, menyebabkan profesi penolakan, prinsip pengakuan
pendapatan tidak beralasan dari salah satu postulat, kurangnya aditivitas dari nilai aset, satu set
postulat harus cukup lengkap untuk memungkinkan tidak ada kesimpulan yang bertentangan
harus berasal dari mereka.

Kegagalan ARS 1 & 3

Dalam ARS 1, postulat dibedakan menjadi dua, kategori pertama (A dan B), dan
kategori kedua (kelompok C). Kelompok A adalah economic and political environmental group,
kelompok B adalah yang termasuk dalam wilayah akuntansi itu sendiri dan kelompok C adalah
the imperatives (kewajiban) Perilisan ARS 1 tidak di tanggapi oleh banyak pihak an kebanyakan
lebih menunggu pada perilisan ARS 3. Postulat dasar pada yang dikembangkan ARS 1
merupakan bagian integral dari ARS 3. Ada delapan prinsip yang dikembangkan oleh ARS 3.
Kegagalan ARS 1 dan ARS 3 disebabkan oleh kurang ketegasan dalam pembuatan alasan, hanya
memberikan sedikit perhatian pada kebijakan pembuatan peraturan, kurangnya ketelitian dalam
penalaran Sedikit perhatian yang diberikan kepada politik membuat aturan (proses) dan juga
ketidakberhasilan Moonitz-sprouse dalam menyelesaikan tugas merek untuk meninggalkan biaya
historis