Anda di halaman 1dari 19

PRESBIKUSIS

Oleh

Kelompok I

Ervandi Abudi

Moh. Abdullatif Abdjulu

Hardianingsih W Cenik

Mutia Gobel

Rosita Harun

Verolina Ismail

Kelas IV-A

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2013
BAB I

KONSEP MEDIS

1.1. Definisi

Prebiakusis adalah tuli sensorik neurol (saraf) pada usia lanjut akibat

proses degenerasi penuaan organ pendengaran. Gangguan pendengaran

merupakan suatu keadaan yang menyertai lanjutnya usia. Dengan makin

lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ corti berupa hilangnya sel

epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan (Vander Cammen, 1991)

Kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. fenonema

tersebut sebagai suatu penyakit simetris bilateral pada pendengaran yang

berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan

dihubungkan dengan penuaan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi berbagai

faktor yang telah diteliti adalah: nutrisi, faktor dan arteriosklerosis.

Penurunan pendengaran terutama berupa sensorineural, tetapi juga dapat

berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis. (Rees and

Deekert, 1990)

1.2. Etiologi
Ada beberapa penyebab umum prebiakusis yaitu:
a. Faktor internal
Degenerasi primer eferen dari koklea, degenerasi primer organ corti

penurunan vascularisasi dari reseptor neuro sensorik mungkin juga

mengalami gangguan. Sehingga baik jalur auditorik dan lobus temporalis

otak sering terganggu akibat lanjutnya usia


b. Eksternal

Terpapar bising yang berlebihan, penggunaan otottoksik dan reaksi paska

radang.

Faktor resiko
1. Usia dan jenis kelamin
Prevalansi terjadinya presbikusis rata-rata pada usia 60-65 tahun

keatas. Proses bertambahnya usia semakin banyak penderita mengalami

gangguanpendengaran, menurut Moller dkk.


Faktor resiko usia terhadap kurang pendengaran berbeda antara

laki-laki dan perempuan. Penelitian mengenai pengukuran ambang suara

nada murni telah banyak dilakukan pada laki-laki dan perempuan

dibeberapa Negara yang menyatakan pada usia lanjut, laki-laki lebih

banyak mengalami penurunan pendengaran pada frekuensi tinggi dan

hanya sedikit penurunan pada frekuensi rendah bila dibandingkan dengan

perempuan. Perbedaan jenis kelamin pada ambang dengar frekuensi

tinggi ini disebabkan laki-laki lebih sering terpapar bising ditempat

pekerjaan dibandingkan perempuan.


2. Diabetes mellitus
Glukosa yang terikat pada protein dalam proses glikolisis akan

membentuk advancend glicosilation end product (AGEP) yang tertimbun

dalam jaringan tubuh penderita diabetes mellitus. Bertambahnya AGEP

akan mengurangi elastisitas dinding pembuluh darah (arteriosklerosis),

dinding pembuluh darah semakin menebal dan lumen menyempit yang

disebut mikroangiopati.
Akibat mikroangiopati organ koklea akan terjadi atrofi dan

berkurangnya sel rambut. Neuropati terjadi akibat mikroangiopati pada

vasa nervosum nervus VIII, lgamentum dan ganglion spiral ditandai

kerusakan sel Schwann, degenerasi myelin, dan kerusakan axon. Akibat

proses ini dapat menimbulkan penurunan pendengaran. Salah satu ahli

melaporkan bahwa terdapat hubungan antara penderita DM dengan

terjadinya penurunan pendengaran.


3. Riwayat bising
Gangguan pendengaran akibat bising adalah penurunan pendengaran tipe

sensorineural, yang awalnya tidak disadari, karena belum mengganggu

percakapan sehari-hari. Sifatnya tuli sensorineural tipe koklea dan

umumnya terjadi pada kedua telinga.


4. Gaya hidup
Presbikusis umumnya menyerang kedua telinga secara perlahan sehingga

orang tersebut tidak dapat menyadari gangguan pendengaran pada

dirinya, dan biasanya terjadi pada usia 60 tahun.


Presbikusis umumnya menyerang kedua telinga secara berlahan

sehingga orang tersebut tidak dapat menyadari gangguan pendengaran

pada dirinya, dan biasanya terjadi pada usia 60 tahun. Hipertensi dan juga

merokok dapat menyebabkan penyakit presbikusis.

1.3. Manifestasi Klinis


1. Berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif perlahan pada

kedua telinga dan tidak disadari oleh penderita


2. Suara-suara terdengar seperti bergumam, sehingga mereka sulit untuk

mengerti pembicaraan
3. Sulit mendengar pembicaraan di sekitarnya, terutama jika berada di tempat

dengan latar belakang suara yang ramai


4. Bila intensitas suara ditingikan akan timbul rasa nyeri di telinga
5. Telinga terdengar berdenging (tinnitus) dan dapat disertai vertigo
PATHWAY PRESBIKUSIS
Riwayat penyakit

Internal Eksternal
Diabetes Melitus hipertensi merokok

Proses penuaan Trauma bising


Kolesterol Peningkatan nikotin, (co-hb )
Curah jantung dan tahanan
vascular periver meningkat
Degenerasi koklea Peningkatan frekuensi
aterosklerosis
suara berulang
Hipertropi
Hilangnya sel-sel vaskular
rambut pada basal Aliran darah kapiler dan
Peningkatan ambang oksigen ke koklea menurun Suplai o2 ke
koklea
suara lama koklea menurun

Hilangnya stria
Hilangnya fungsi
Penurunan sensitifitas vaskular
nervus auditori
ambang suara
Hilangnya fungsi
Penurunan potensial mempertahankan keseimbangan
Penurunan frekuensi kimia, bioelektrik, dan metabolic
endolimfe
tinggi yang curam dari koklea

Penurunan ambang
pendengaran
Fungsi pendengaran Tidak mampu mengenal
genetik menurun masalah dan perubahan status ansietas
kesehatan

Mutasi gen koklea PRESBIAKUSIS


Tidak mau mengikuti
kegiatan di rumah maupun
masyarakat
Penurunan peradangan
Intensitas suara ditinggi
terhadap sumber suara

Menarik diri dari


lingkungan
Nyeri pada telinga
Gangguan persepsi
Harga diri rendah
sensori pendengaran

Gangguan rasa nyaman


nyeri
Rangsangan
terhadap suara
menurun

Gangguan komunikasi
verbal
1.4. Penatalaksanaan
Terdapat beberapa pilihan terapi untuk penderita presbikusis, diantaranya:

1. kurangi paparan terhadap bising

2. Gunakan pelindung telinga (ear plegs atau ear muffs) untuk mencegah

kerusakan lebih lanjut

3. Gunakan alat bantu dengar

4. Lakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan membaca gerak

bibir dan latihan mendengar

5. Berbicaralah kepada penderita presbikusis dengan nada rendah dan

jelas. Dengan memahami kondisi yang dialami oleh para lansia dan

memberikan terapi yang tepat bagimereka, diharapkan kita dapat

membatu mengatasi masalah sosial yang mungkin mereka alami

akibatadanya keterbatasan fungsi pendengaran mereka.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan misalnya pemeriksaan

audiometri nada murni, menunjukkan tuli saraf nada tinggi, bilateral dan

simetris. Penurunan yang tajam (slooping) pada tahap awal setelah frekuensi

2000 Hz. Gambaran ini khas pada presbikusis sensorik dan neural. Kedua

jenis presbikusis ini sering ditemukan. Garis ambang dengar pada audiogram

jenis metabolik dan mekanik lebih mendatar, kemudian pada tahap

berikutnya berangsur-angsur terjadi penurunan.


Semua jenis presbikusis tahap lanjut juga terjadi penurunan pada

frekuensi yang lebih rendah. Audiometri tutur menunjukkan adanya

gangguan diskriminasi wicara ( speech discrimination ) dan biasanya keadaan

ini jelas terlihat pada presbikusis jenis neural dan koklear.

Variasi nilai ambang audiogram antara telinga satu dengan lainnya

pada presbikusis ini dapat terjadi sekitar 5 -10 dB. Manusia sebenarnya

sudah mempunyai strain DNA yang menyandi terjadinya presbikusis.

Sehingga dengan adanya penyebab multifaktor risiko akan memperber atatau

mempercepat presbikusis terjadi lebih awal.

Pemeriksaan audiometri tutur pada kasus presbikusis sentral didapatkan

pemahaman bicara normal sampai tingkat phonetically balanced words dan

akan memburuk seiring dengan terjadinya overstimulasi pada koklea ditandai

dengan adanya roll over. Penderita presbikusis sentral pada intensitas tinggi

menunjukkan penurunan dalam nilai ambang tutur sebesar 20% atau lebih.
BAB II

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Rencana asuhan keperawatan

2.1 Pengkajian
1. Riwayat
a. Identitas pasien
b. Riwayat adanya kelainan nyeri
c. Riwayat infeksi saluran nafas atas yang berulang
d. Riwayat alergi
e. Prebikusis berkurang
2. Pengkajian fisik
a. Kesimetrisan daun telinga (simetris kiri dan kanan)
b. Posisi telinga normal yaitu sebanding dengan titik puncak
c. Penempatan pada lipatan luar mata ( masih terdapat/tampak
atau tidak)
d. Terdapat pembengkakan pada Auditorius eksternal atau tidak.
e. Apakan terdapat nyeri raba
f. Apakah ada pembengkakan
3. Pemeriksaan otoskopik
Menggunakan alat otoskop untuk memeriksa meatus akustikus
eksternus dan membran timpani dengan cara inspeksi:
4. Pemeriksaan ketajaman pendengaran
a. Tes penyaringan sederhana
b. Uji rinne
5. Pemeriksaan laboratorium
6. Pemeriksaan diagnostik
a. Tes audiometri : AC menurun
b. X ray : terhadap kondisi patologi
Misalnya: cholesteatoma, kekaburan mastoid
7. Pemeriksaan pendengaran
a. Tes suara bisikan
b. Tes garputala

2.2 Diagnosa keperawatan


1. Gangguan persepsi sensorik : pendengaran
2. Gangguan komunikasi
3. Gangguan rasa nyaman : nyeri akut
4. Harga diri rendah
5. Ansietas
Recana Asuhan Keperawatan

No Diagnosa Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi


1 Gangguan Persepsi Sensori : NOC : NIC :
pendengaran
- Orientasi Kognitif : kemampuan Peningkatan Komunikasi
Definisi: untuk mengidentifikasi orang, tempat,
dan waktu secara akurat - Mengurangi kegaduhan pada lingkungan
Perubahan pada jumlah atau pola - Perilaku kompensasi Pendengaran : klien
stimulus yang diterima yang Tindakan Pribadi untuk - Memandang klien ketika sedang berbicara
disertai respon terhadap stumulus mengidentifikasi, memantau dan - Berbicara jelas dan tegas pada klien tanpa
mengompensasi kehilangan perlu berteriak
tersebut yang dihilangkan,
pendengaran - Memberikan pencahayaan yang memadai
dilebihkan, disimpangkan, atau
bila klien bergantung pada gerak bibir
dirusakan - Menggunakan tanda tanda nonverbal
Kriteria Hasil : ( mis. Ekspresi wajah, menunjuk, atau
gerakan tubuh ) dan bentuk komunikasi
- Pasien dapat mengompensasi lainnya.
Batasan Karakteristik : kehilangan pendengaran - Instruksikan kepada keluarga atau orang
- Pasien dapat memperbaiki komunikasi terdekat klien tentang bagaimana teknik
- Perubahan ketajaman sensori
- Perubahan respon yang biasanya komunikasi yang efektif sehingga mereka
terhadap stimulus dapat saling berinteraksi dengan klien
- Hambatan komunikasi - Bila klien menginginkan dapat digunakan
- Gelisah alat bantu pendengaran
- Ansietas
- Apatis
- Respon yang tidak sesuai
- Indikasi perubahan citra tubuh
Faktor yang Berhubungan :

- Ketidakcukupan stimulus
lingkungan
- Stres psikologis

2 Gangguan komunikasi verbal NOC : NIC :

Definisi : penurunan, - Komunikasi : penerimaan, Peningkatan komunikasi :


keterlambatan atau tidak adanya interprestasi, dan ekspresi pesan
kemampuan untuk menerima, lisan, tulisan dan nonverbal - Hadir secara dekat dengan dan terikat
memproses, menghantarkan, dan - Komunikasi ekspresif : ekspresi secara bermakna dengan pesan verbal
menggunakan system symbol pesan verbal dan nonverbal yang dan nonverbal pasien
(segala sesuatu yang memiliki atau bermakna - Meminimalkan rasa khawatir, takut,
menghantarkan makna) - Komunikasi reseptif : prasangka atau kesulitan yang
penerimaan dan interprestasi berhubungan dengan sumber bahaya
Batasan karakteristik : pesan verbal dannonverbal yang diantisipasi dan tidak jelas
- Kesulitan mengungkapkan - Pengolahan informasi : - Membantu menerima dan
pikiran secara verbal kemampuan untuk memperoleh, mempelajari metode alternatif untuk
- Kesulitan mengolah kata- mengatur, dan menggunakan hidup dengan penurunan pendengaran
kata atau kalimat informasi - Membantu menerima dan
- Kesulitan dalam mempelajari metode alternatif untuk
mengomprehensifkan dan Kriteria hasil : hidup dengan gangguan bicara
mempertahankan pola - Mengomunikasikan kebutuhan - Memfasilitas daya ingat
komunikasi yang biasannya kepada staf dan keluarga dengan
- Verbalisasi yang tidak frustasi minimal
sesuai - Mengomunikasikan keputusan
dengan cara komunikasi
Faktor yang berhubungan : alternative
- Perubahan pada system - Menggunakan bahasa tertulis,
saraf pusat lisan, atau nonverbal
- Perubahan pada harga diri - Pengenalan terhadap pesan yang
dan konsep diri diterima
- Gangguan persepsi
- Penurunan sirkulasi ke otak
- Perbedaan yang dikaitkan
dengan usia perkembangan

3 Nyeri Akut NOC : NIC :

Definisi : - Tingkat kenyamanan : tingkat Manajemen Nyeri


persepsi positif terhadap kemudahan
Pengalaman sensori dan emosi fisik dan psikologis - Lakukan pengkajian nyeri secara
yang tidak menyenangkan akibat - Pengendalian nyeri : tindakan komprehensif termasuk lokasi,
adanya kerusakan jaringan yang individu untuk mengendalikan nyeri karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas
- Tingkat nyeri : keparahan nyeri yang dan faktor presipitasi
actual atau potensial.
dapat diamati atau dilaporkan - Observasi reaksi non verbal dari
ketidaknyamanan
- Kontrol lingkungan yang dapat
Batasan karakteristik : Kriteria Hasil : mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan,
pencahayaan dan kebisingan
- Posisi untuk menghindari nyeri - Melaporkan kesejahteraan fisik dan - Pilih dan lakukan penanganan nyeri
- Perubahan selera makan psikologis (farmakologi, non farmakologi dan inter
- Menggunakan tindakan meredakan
- Perilaku ekspresif (misalnya, nyeri dengan analgesic dan personal)
gelisah, merintih, menangis, dan nonanalgesik secara tepat
menghela nafas panjang) - Mempertahankan selera makan yang
- Wajah topeng (nyeri) baik Analgetic Administration

- Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas,


Faktor yang Berhubungan : dan derajat nyeri sebelum pemberian obat
- Cek instruksi dokter tentang jenis obat,
- Factor biologis, kimia, fisik, dan dosis dan frekuensi
psikologis - Cek riwayat alergi
- Pilih analgetik yang diperlukan atau
kombinasi dari analgetik ketika pemberian
lebih dari satu
- Tentukan analgetik pilihan, rute pemberian
dan dosis optimal
- Pilih rute pemberian secara iv, im untuk
pengobatan nyeri secara teratur
- Evaluasi efektifitas analgetik, tanda dan
gejala (efek samping
4 Harga diri rendah NOC : NIC :

Definisi : Evaluasi diri atau - Tingkat depresi : keparahan alam Peningkatan harga diri :
perasaan negatif tentang diri sendiri perasaan melankolis dan hilang
atau kecakapan diri yang minat dalam peristiwa hidup - membantu pasien meningkatkan
- Kualitas hidup : tingkat persepsi penilaian penghargaan terhadap diri
berlangsung lama
positif tentang situasi hidup saat - beri penguatan atas kekuatan diri yang
ini diidentifikasi oleh pasien
- Harga diri : penilai diri tentang - bantu pasien mengidentifikasi respons
Batasan karakteristik : penghargaan terhadap diri positif dari orang lain
- bantu penyusunan tujuan yang
- evaluasi diri bahwa realistis untuk mencapai harga diri
individu tidak sanggup yang lebih tinggi
kriteria hasil :
menghadapi peristiwa - bantu pasien mengkaji kembali
tertentu - mengungkapkan penerimaan diri persepsi negatif tentang dirinya
- mengungkapkan rasa malu secara verbal - bantu pasien mengidentifikasi dampak
atau rasa bersalah - mengenali kekuatan diri teman sebaya pada perasaan harga diri
- ragu-ragu untuk mencoba - mengungkapkan keinginan untuk - fasilitasi lingkungan dan aktivitas
hal atau situasi baru mendapatkan konseling yang dapat meningkatkan harga diri
- bimbang - melatih perilaku yang dapat
- menyesuaikan diri secara meningkatkan rasa percaya diri
berlebihan
faktor yang berhubungan :

- penyakit kronis (gangguan


pendengaran)
- gangguan psikologis :
menarik diri dari
lingkungan
- harapan yang berulang kali
tidak terpenuhi

5 Ansietas NOC : NIC :

Definisi : Perasaan gelisah yang - Tingkat ansietas : keparahan Penurunan ansietas :


tak jelas dari ketidaknyamanan atau manifestasi kekhawatiran, - Meminimalkan kekhawatiran,
ketakutan yang disertai respon ketegangan, atau perasaan tidak ketakutan, prasangka, atau perasaan
autonom (sumner tidak spesifik tenang yang muncul dari sumber tidak tenang yang berhubungan
atau tidak diketahui oleh individu); yang tidak dapat diidentifikasi dengan sumber bahaya yang
perasaan keprihatinan disebabkan - Pengendalian diri terhadap diantisipasi dan tida jelas
dari antisipasi terhadap bahaya. ansietas : tindakan personal untuk - Pada saat ansietas berat, damping
Sinyal menghilangkan atau mengurangi pasien, bicara dengan tenang, dan
rasa khawatir, tegang, atau berikan ketenagan serta rasa nyaman
Batasan karakteristik : perasaan tidak tenang akibat - Beri dorongan kepada pasien untuk
- Gerakan yang tidak relevan sumber yang tidak dapat mengungkapkan secara verbal pikiran
(mis mengeret kaki, diidentifikasi dan perasan untuk mengeksternalisasi
gerakan lengan) - Konsentrasi : kemampuan untuk ansietas
- Gelisah fokus pada stimulus tertentu - Sarankan terapi alternatif untuk
- Memandang sekilas - Koping : tindakan personal untuk mengurangi ansietas yang dapat
- Insomnia mengatasi stresor yang diterima oleh pasien
- Perasaan tidak adekuat membebani sumber-sumber - Nyatakan dengan jelas tentang
- Nyeri dan peningkatan dan individu harapan terhadap perilaku pasien
ketidak berdayaan yang - Bantu pasien untuk mengidentifikasi
persistem Kriteria Hasil : situasi yang mencetus ansietas
- Khawatir - Klien mampu mengidentifikasi
dan mengungkapkan gejala cemas
Faktor yang berhubungan : - Mengidentifikasi, mengungkapkan
- Ancaman atau perubahan pada dan menunjukkan tehnik untuk
status peran, fungsi peran, mengontol cemas
lingkungan, status kesehatan, - Vital sign dalam batas normal
dan pola interaksi - Postur tubuh, ekspresi wajah,
- Kebutuhan yang tidak terpenuhi bahasa tubuh dan tingkat aktivitas
menunjukkan berkurangnya
kecemasan
DAFTAR PUSTAKA

Judith dan Nancy. 2012. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Jakarta:
EGC.

Mansjoer, Arif. dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 1.
Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI.