Anda di halaman 1dari 6

3.7 Analisis Fundamental PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

3.7.1. Profil Perusahaan HMSP

PT HM Sampoerna Tbk. / PT Hanjaya Mandala Sampoerna (IDX: HMSP)


adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa
Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluargaSampoerna,
namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris
International, perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi
keluarga yang melebihi 90 tahun.

SEJARAH

Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio,
imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok memulai kegiatan produksi rokok secara komersial
sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan secara
resmi dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-
an hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut.
Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan
membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama
perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran
rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.

PT HM Sampoerna Tbk. resmi didirikan pada tahun 1963.Generasi berikutnya, Putera


Sampoerna adalah generasi yang membawa HM Sampoerna melangkah lebih jauh dengan
terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild
dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu
saat, dalam bidang perbankan.

Pada tahun 2000, putra Putera, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat
sebagai CEO.Pada Mei 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris
International.
Beberapa merek rokok terkenal dari Sampoerna adalah Dji Sam Soe dan A Mild. Dji
Sam Soe adalah merek lama yang telah bertahan sejak masa awal perusahaan tersebut. Selain
itu, perusahaan ini juga terkenal karena iklannya yang kreatif di media massa.

Pada tahun 2013, PT HM Sampoerna memenangkan Anugerah Produk Pertanian


Berdaya Saing kategori CSR..Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Paul Norman
Janelle, mengumumkan pabrik SKM (Sigaret Kretek Mesin) baru di Karawang yang
diresmikan pertengahan tahun 2014 akan difokuskan untuk tujuan ekspor1

Tabel 3.1.1 Laporan Keuangan dan Rasio HMSP

1 https://id.wikipedia.org/wiki/HM_Sampoerna
3.1.2.Analisis Rasio HMSP
1. EPS (Earning Per Share)

Earning Per Share (EPS) merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan
dalam analisis perusahaan. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba
bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham perusahaan. EPS
merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan(return) yang diperoleh investor
atau pemegang saham per lembar saham (Tjiptono dan Hendry, 2001 : 139).2

Berikut ini adalah tabel analisis EPS PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk tahun 2013-2015 :

Table 3.1.2 EPS PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk


EPS (Earning Per Share Laba per lembar saham)
(dalam jutaan rupiah)
EPS (diluted) 2013 2014 2015
HMSP 2.468,28 2.322,86 2.227,36
Peningkatan EPS
HMSP -5,90 % -4,11%

Data diatas diperoleh dari Laporan Keuangan tahunan PT Hanjaya Mandala


Sampoerna Tbk. pada tahun 2013-2015. Berdasarkan data tersebut menunjukan terjadi
penurunan nilai EPS, pada tahun 2013 2.468,28 menjadi 2.322,86 pada tahun 2014 dan 2105
dengan penurunan yang tidak terlalu signifikan sebesar 5,90 % dan 2015 sebesar 4,11%
dengan nilai EPS sebesar2.227,36.

2 http://wahyunatalia.blogspot.co.id/2011/05/pengertian-laba-per-lembar-
saham.html
Penurunan laba per saham dapat disebabkan karena :
1. Laba bersih tetap dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik.
2. Laba bersih turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar tetap.
3. Laba bersih turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik.
4. Persentase penurunan laba bersih lebih besar daripada persentase penurunan jumlah lembar
saham biasa yang beredar.
5. Persentase kenaikan jumlah lembar saham biasa yang beredar lebih besar daripada
persentase kenaikan laba bersih.
Jadi bagi suatu badan usaha nilai laba per saham akan meningkat apabila persentase kenaikan
laba bersihnya lebih besar daripada persentase kenaikan jumlah lembar saham biasa yang
beredar. (Weston dan Eugene, 1993 : 23-25)3.

2. DER (Debt Equity Ratio)

Debt To Equity Ratio merupakan suatu indikator kemampuan perusahaan untuk melunasi
pinjaman dari pihak luar, dan merupakan rasio yang menafsir pengeluaran perusahaan yang
di danai oleh pinjaman dari luar. Rasio ini juga bisa dikatakan sebagai Rasio Leverage, yang
didefinisikan sebagai pengukur seberapa baik struktur investasi suatu perusahaan.4

Berikut ini adalah tabel analisis DER PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2013-2015
:

Table 3.5.3 DER PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Debt to Equity Ratio (DER)


(dalam jutaan rupiah)
HMSP 2013 2014 2015
Total Liabilitas 13.249.559 14.882.516 5.994.664
Total Ekuitas 14.155.035 13.498.114 32.016.060
DER 0,94 1,10 0,19

Data diatas diperoleh dari Laporan Keuangan tahunan PT Hanjaya Mandala Sampoerna
Tbk pada tahun 2013-2015. Berdasarkan data tersebut menunjukan DER pada tahun 2013

3 http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2010/01/earnings-per-share-eps-definisi-
dan.html

4 https://seventhsoft.net/artikel/debt-to-equity-ratio-der
2015 secara berturut-turut 0,94 ; 1,10 ; 0,19 terjadi fluktuasi angka DER.tahun 2013-2014
tingkat liabilitas PT Sampoerna mengalami peningkatan tetapi pada tahun 2015 mengalami
penurunan sebesar 0,19. Data tersebut menunjukan bahwa total liabilitas lebih besar
dibandingkan total ekuitas yang menyebabkan angka DER lebih dari 100%. Pada tahun 2015
peningkatan ekuitas lebih tinggi dibanding peningkatan ekuitas tahun 2014.

3. ROE (Return On Equity)

ROE ( Return On Equity ) membandingkan laba bersih setelah pajak dengan ekuitas
yang telah diinvestasikan pemegang saham perusahaan (Van Horne dan Wachowicz,
2005:225). Rasio ini menunjukkan daya untuk menghasilkan laba atas investasi berdasarkan
nilai buku para pemegang saham, dan sering kali digunakan dalam membandingkan dua atau
lebih perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang efektif.5

ROE =LABA BERSIH

EKUITAS

Table 3.5.4 ROE PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Return on Equity (ROE)


(dalam jutaan rupiah)
HMSP 2013 2014 2015
Laba bersih 10.818.486 10.181.083 10.363.308
Ekuitas 14.155.035 13.498.114 32.016.060
ROE 76,43% 75,43% 32,37%

Data diatas diperoleh dari Laporan Keuangan tahunan PT Hanjaya Mandala


Sampoerna Tbk. pada tahun 2013-2015. Berdasarkan data tersebut menunjukan ROE pada
tahun 2013 sebesar 76,43%, tahun 2014 sebesar 75,43%, dan tahun 2015 sebesar 32,37
%,Maka dapat disimpulkan ROE pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.mengalami
penurunan karena peningkatan laba setiap tahunnya lebih kecil dibandingkan peningkatan
ekuitas, namun penurunan ROE ini tidak terlalu signifikan dan masih dianggap perusahaan
ini berkinerja baik karena diatas 20% angka ROEnya.

4. ROA (Return On Assets)

5 http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-rasio-profitabilitas.html
Menurut Syahyunan ( 2004:85 ), ROA menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakan .Besarnya perhitungan pengembalian atas
aktiva menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia
bagi para pemegang saham biasa dengan seluruh aktiva yang dimilikinya.6

ROA = Net Income


Total Assets

Berikut ini adalah tabel analisis ROA PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun
2013-2015 :

Table 3.5.5 ROA PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

ROA (Return On Assets)(dalam jutaan rupiah)

HMSP 2013 2014 2015


Laba bersih 10.818.486 10.181.083 10.363.308
Total Assets 27.404.594 28.380.630 38.010.724
ROA 39,48 % 35,87 % 27,26 %

Data diatas diperoleh dari Laporan Keuangan tahunan PT Hanjaya Mandala


Sampoerna Tbk. pada tahun 2013-2015. Berdasarkan data tersebut nilai ROA pada tahun
2013 sebesar 2,57%, tahun 2014 sebesar 2,42 % dan tahun 2015 sebesar 2,32 %. Penurunan
ini dikarenakan total aset meningkat lebih besar dibadingkan peningkatan laba. Namun
penurunan ROA dari 2013-2015 tidak signifikan. Maka nilai ROA yang semakin menurun
artinya semakin kecil laba

6 http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-rasio-profitabilitas.html