Anda di halaman 1dari 14

Geologi Fisik

Oleh:
Novri Nataniel Toban
410015097

Jurusan Teknik Geologi


Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
Yogyakarta
2015
Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa karena berkatnya saya dapat menyelesaikan tugas
dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini berisi tentang apa itu Mineral silikat dan Mineral
non silikat , tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas praktikum dari
Geologi Fisik, dan adapun tujuan lain yaitu agar kami para mahasiswa dapat mempelajari dan
menambah wawasan kami terhadap apa itu mineral silikat dan non silikat yang dimana akan
membantu kami dalam mempelajari mineral, dan apabila ada kekurangan dalam pembuatan
makalah ini mohon di maafkan.

Daftar Isi
Kata Pengantar1

Daftar Isi .2

Bab I Pendahuluan ..3

Latar Belakang 3.1


Rumusan Masalah ...3.2
Tujuan .3.3

Bab II Pembahasan .4

Mineral Silikat...4
Table5
Gambar6
Mineral non Silikat..7
Gambar...8-11

Bab III Penutup .12

Kesimpulan12
Penutup .12

Daftar Pustaka 13

Bab I
Pendahuluan

3.1 Latar Belakang

Dalam Studi Geologi disini kita belajar secara keseluruhan mengenai bagaiamana Bumi
itu terbentuk dari proses pembentukannya, Komposisinya,sifat-sifat, fisiknya , strukturnya
, hingga gejala-gejala yang terjadi di Bumi ini. Dan pada tahap pertama kita memplejari
bumi ini kita harus mulai dulu dari apa saja materi-materi pembentuk bumi ini dan
setelah itu kita mempelajari pada tingkatan yang lebih lanjut lagi.

Pada tahap ini kita akan mempelajari materi-materi pembentuk bumi yaitu yang
berkaitan dengan Mineral, karena mineral adalah salah satu hal/dasar penting yang
membentuk bumi ini , hingga akhirnya nanti kita dapat mengetahui manfaat dari mineral
itu sendiri dalam proses pembentukan bumi ini.

Dan mineral itu sendiri adalah senyawa anorganik yang terbentuk dialam, yang
memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau gabungannya
yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu. Dari pengertian di atas
dapat diketahui bahwa mineral memiliki senyawa yang berciri:

1. Terbentuk secara alami


2. Anorganik
3. Padat
4. Struktur dalam keteraturan
5. Memiliki komposisi kimia tertentu
6. Memiliki sifat fisik yang sama

3.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu mineral silikat.


2. Apa itu mineral non silikat.

3.3 Tujuan

1. Sebagai menambah wawasan mahasiswa dalam mempelajari Mineral.


2. Menambah wawasan apa itu mineral silikat dan non silikat.
3. Untuk menyelesaikan Tugas Praktikum Krismin.

Bab II
Pembahasan

Mineral Silikat

Mineral-mineral silikat adalah mineral yang paling banyak jumlahnya ; Hampir tiga seperempat
bagian dari unsur-unsur pembentuk kerak bumi adalah silica (si) dan Oksigen (O). Dalam
kerakbumi, terdapat kira-kira 95% mineral silikat; dari jumlah itu, feldspar ada 60%, kuarsa
12%, dan sisanya adalah mineral silikat yang lain. Jumlah silikat dan aluminosilikat yang sangat
dominan tersebut mencerminkan jumlah oksigen, silikon dan aluminium yang sangat berlimpah
dalam kerak bumi ; ternyata ketiga unsur tersebut memang merupakan unsur-unsur yang paling
umum terdapat dalam kerakbumi (O=47%, Si=28%, dan Al=8%).Mineral-Mineral silikat juga
pada umumnya terbentuk dari pengikatan ion oksigen dengan ion silica pada tetrahedron yang
lain sehingga membentuk rangkaian atau gugus tetrahedral yang kompleks misalnya rantai
tunggal-piroksen, rantai ganda amfibol, 2 dimensi mika , ch;orit dan mineral lempeng , 3D
feldspar dan kwarsa.
Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok
ferromagnesium dan non-ferromagnesium,

Contoh mineral dari ferromagnesium : Mika Biotit: K2(Mg,Fe)6Si3O10(OH)2, Amfibol:


(Na,Ca)2(Mg,Fe,Al)3(Si,Al)8O22(OH), Pyroksen: (Mg,Fe,Ca,Na)(Mg,Fe,Al)Si2O6, Olivin:
(Mg,Fe)2SiO4
Contoh mineral dari non ferromagnesium : Kuarsa: ( SiO 2 ), Felspar Alkali: ( KAlSi3O8 ),
Felspar Plagiklas: (Ca,Na)AlSi3O8), Mika Muskovit: (K2Al4(Si6Al2O20)(OH,F)2

STRUKTUR DAN KLASIFIKASI SILIKAT


Bentuk umum semua struktur silikat adalah tetrahedra dengan atom Si terletak ditengah-
tengah sebagai inti, yang dikelilingi oleh 4 atom oksigen. Ikatan antara atom oksigen dan silikon
sangat kuat, lebih kuat bila dibandingkan dengan ikatan antara atom oksigen dan logam.
Berdasarkan macam hubungan antara satu tetrahedra silikon-oksigen dan yang lainnya
diklasifikasikan menjadi 6 kelompok, yaitu :
1. Kelompok tetrahedra tunggal
Disebut juga nesosilikat. Dengan ikatan Si:O = 1:4. Contoh mineralnya adalah forsterit Mg2SiO4.
2. Kelompok tetrahedra ganda
Disebut juga sorosilikat. Dengan ikatan Si:O = 2:7. Contoh mineralnya adalah hemimorfit
Zn4Si2O7(OH)2.2H2O.

4
3. Kelompok struktur cincin/lingkaran
Disebut juga siklosilikat. Dengan ikatan Si:O = 1:3. Contoh mineralnya adalah beril
Be3Al2Si6O18.
4. Kelompok struktur rantai
Disebut juga inosilikat. Dengan rantai tunggal Si:O = 1:3 dan rantai ganda Si:O = 4:11. Contoh
amfibol.
5. Kelompok struktur lembar
Disebut juga filosilikat. Dengan ikatan Si:O = 2:5. Contoh mineralnya adalah mineral golongan
mika dan lempung.
6. Kelompok jaringan tiga-dimensi
Disebut juga tektosilikat. Jaringan tiga dimensi dengan Si:O = 1:2 . contoh mineralnya adalah
kuarsa SiO2.

Tabel berikut ini menggambarkan golongan dari batuan mineral silikat.

MINERAL RUMUS KIMIA


Olivine (Mg,Fe)2SiO4
Pyroxene (Mg,Fe)SiO3
Amphibole (Ca2Mg5)Si8O22(OH)2
Muscovite KAl3Si3O10(OH)2
Mica Biotite K(Mg,Fe)3Si3O10(OH)2
Orthoclase K Al Si3 O8
Feldspar Plagioclase (Ca,Na)AlSi3O8
Quartz SiO2

5
Contoh gambar dari mineral Silikat :

Kuarsa SiO2

Sistem Cristal : Trigonal.


Warna : Tak-berwarna sampai putih, kadang-kadang berwarna karena pengotoran.
Goresan : Putih.
Belahan dan pecahan : Tak-ada ; konkoidal.
Kekerasan : 7
Berat jenis : 2,65

Olivin, (Mg,Fe)2SiO4

Sistem Cristal : Ortorombik.


Warna : Biasanya hijau-pudar (olive-green), dapat juga putih dan cokelat sampai hitam.

6
Goresan : Putih atau abu-abu.
Belahan dan pecahan : {010} tak jelas ; konkoidal.
Kekerasan : 6,5-7
Berat jenis : 3,27-4,37

Mineral Non Silikat

Dialam , selain mineral silikat dijumpai pada mineral-mineral yang sturktur dasarnya bukan
silikat , ion pengikat logamnya bukan tetraheron Si-O, melainkan

Oksida hemait ( Fe2 , O3 ) magnetit (Fe3so4) dan korundum (Al2)3)


Ulfida galena ( PbS ), sfalerit ( ZnS), pyrit (FeS2) dan kalkopyrite( CufeS2)

Suldaft-gypsum ( CaSo4, 2H2O) anhidrit ( CaSo4)karbonat-kalsit( CaCo3), dolomit ( CaMg.


(Co3)2) , malachite ( Cu2(OH)2) , khlorida-halit ( NaCl) , fluoride (CaF2) dan unsur-unsur asli
( native elements) seperti emas, perak , temabaga, intan , Dll

Mineral Non Silikat sendiri adalah kelompok mineral yang unsur pembentuknya bukan
dari Silica. Beberapa mineral sebagian besar tidak mengandung kombinasi Silicon dan Oksigen,
seperti yang mineral silikat lakukan. Kelompok mineral, yang disebut nonsilicates, yang
ditemukan hanya 8% dari kerak bumi. Mineral Non Silicate termasuk sumber daya yang sangat
berharga bagi manusia, seperti emas logam mulia, perak, dan platinum, logam yang berguna
seperti besi, aluminium dan timah, dan permata berlian dan ruby. Secara garis besar hampir
semua jenis mineral ini mempunyai komposisi kimia yang sederhana berupa unsur, sulfida (bila
unsur logam bersenyawa dengan sulfur), atau oksida (bila unsur logam bersenyawa dengan
oksigen). Native element seperti tembaga, perak atau emas agak jarang terdapat. Sulfida kecuali
Pirit, tidak jarang ditemukan, tetapi hanya cukup berarti bila relatif terkonsentrasi dalam urat
(Vein) dengan cukup besar. Mineral Non Silikat dipisahkan ke dalam kelas berikut:

1. Elemen asli - elemen pribumi, seperti Gold, Platinum, atau tembaga, tidak digabungkan dengan
unsur-unsur lainnya. Digunakan dalam perhiasan, koin dan elektronik.

2. Karbonat - Elemen karbonat mengandung kombinasi Karbon dan Oksigen dan merupakan
persenyawaan dengan ion (CO3)2-, dan disebut karbonat, umpamanya

7
persenyawaan dengan Ca dinamakan kalsium karbonat, CaCO3 dikenal sebagai mineral
kalsit. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen.
Carbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonat juga
terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua (caves),
stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini jugatermasuk nitrat (NO3) dan juga
Borat (BO3).Carbonat, nitrat dan borat memiliki kombinasi antara logam atau semilogam
dengan anion yang kompleks dari senyawa-senyawa tersebut (CO3, NO3, dan BO3).
Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam golongan kelas carbonat ini adalah
dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan magnesite (MgCO3).

Gambar Mineral Karbonat

3. Oksida dan Hidroksida Merupakan elemen yang terbentuk ketika ion oksigen bermuatan
negatif menggabungkan dengan ion logam yang positif, seperti Besi. Mineral oksida dan
hidroksida ini merupakan mineral yang terbentuk dari kombinasi unsur tertentu dengan gugus
anion oksida (O) dan gugus hidroksil hidroksida (OH atau H). Mineral oksida terbentuk sebagai
akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana
dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat.
Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi,
chrome, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum ditemui
adalah es (H2O), korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2). Seperti halnya

8
mineral Oksida, mineral Hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-unsur
tertentu dengan hidroksida (OH). Reaksi pembentukannya dapat juga terkait dengan pengikatan
dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah
unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral hidroksida adalah goethit (FeOOH) dan limonite
Fe2O3.H2O). Beberapa contoh termasuk hematit, korundum, aluminium dan magnetit. Digunakan di
bagian pesawat dan amplas.

Gambar mineral Oksida dan Hidroksida

4. Halida - Halida terbentuk ketika halogen seperti klorin, yodium Fluorin, atau
menggabungkan Brom dengan unsur-unsur lain seperti Kalsium, Sodium, atau Kalium.
Beberapa contoh adalah fluorit atau klorit. Digunakan untuk bahan kimia dan deterjen.

5. Sulfida - mineral sulfida atau yang biasa dikenal dengan nama sulfosalt ini terbentuk
dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur (belerang). Pada umumnya unsure
utamanya adalah logam (metal). Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk
disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses
mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama
yang bercampur dengan sulfurtersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi
oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah
kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur.Proses tersebut biasanya dikenal dengan
proses alterasi mineral dengan sifat pembentukannya sangat terkait

9
dengan hidrotermal (air panas). Mineral jenis sulfida ini juga termasuk golongan mineral pembentuk
bijih (ores). Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang
cukup tinggi ini dikarenakan oleh unsure pembentuknya berupa logam. Pada industri logam,
mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari
sulfurnya.Beberapa penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya
umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal
tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat logam.Beberapa contoh mineral
sulfides yang terkenal adalah pyrite (FeS3), Chalcocite (Cu2S), Galena (PbS), sphalerite (ZnS) dan
proustite (Ag3AsS3). Dan termasuk juga didalamnya selenides, tellurides, arsenides, antimonides,
bismuthinides dan juga sulfosalt.unsur sulfida, seperti kalkosit dan galena, Sulfur
mengandung dikombinasikan dengan satu atau lebih unsur logam. Umumnya digunakan untuk
membuat baterai dan elektronik.

Gambar Mineral Sulfida

6. Sulfat - Sulfat terbentuk ketika ion Sulfur gudang elektron dan obligasi dengan
Oksigen, dan kemudian obligasi dengan satu atau lebih unsur logam. Sulfat terdiri dari
anion sulfat (SO42-). Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut.
Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik (penguapan) yang
tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan
halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat, kromat,
dan tungstat. Dan sama seperti sulfat,

10

mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya masing-
masing.Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah anhydrite (calcium sulfate),
Celestine (strontium sulfate), barite (barium sulfate), dan gypsum (hydrated calcium sulfate). Juga
termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral
tungstate. Contohnya adalah gipsum, digunakan untuk membuat sheetrock dan semen. Mineral
Nonsilicate tidak hampir sama umum sebagai mineral silikat, namun mereka adalah bagian besar
dari kehidupan kita sehari-hari. Karena mineral ini sangat penting untuk manusia, kita perlu
menggunakannya dengan hati-hati. Banyak dari mineral dapat digunakan kembali atau didaur ulang
menjadi produk baru daripada harus diekstraksi dari tanah.

'Gambar Mineral sulfat

11

Bab III

Kesimpulan Dan Penutup


12.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah ini mineral silikat adalah mineral yang paling banyak ditemukan di
bumi ini hampir tiga seperempat bagian dari unsur-unsur pembentuk kerak bumi adalah silica (si)
dan Oksigen (O). Dalam kerakbumi, terdapat kira-kira 95% mineral silikat; dari jumlah itu,
feldspar ada 60%, kuarsa 12%, dan sisanya adalah mineral silikat yang lain. Sedangkan mineral
non silikat mineral ini paling sedikit dari pembentukan bumi ini di temukan Cuma 8%
pembentukannya dari kerak bumi, Mineral non silikat tidak hampir sama umum sebagai mineral
silikat, namun mineral ini bagian besar dari kehidupan kita sehari-hari. Karena mineral ini sangat
penting untuk manusia contohnya seperti emas logam mulia, perak , platinum , logam ( berfungsi
untuk membuat besi ), berlian ,dll.

12.2 Penutup

Demikian Makalah ini saya buat untuk sebagai pengenalan terhadap mineral silikat dan non
silikat dan dalam makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya mohon di
maafkan atas keterbatasan saya dan semoga makalah yang saya buat ini bias bermanfaat bagi
sang pembaca.

12

Daftar Pustaka
https://www.academia.edu/9693402/mineral_non_silikat_golongan_native_element_dan_ka
rbonat_serta_halida

http://globevengobel.blogspot.sg/2015/02/contoh-malah-mineral-silikat-dan-non.html

http://jojogeos.blogspot.sg/2012/12/mineral-silika-dan-non-silika.html

Dr Ir. Aziz Magetsari, Dr. Ir Chalid Idham Abdullah , Ir Budi Brahmayanto,M.Sc , Departemen
Teknik Geologi ,GL-211 Geologi Fisik Penerbit ITB

https://www.google.com.sg/search?
q=contoh+mineral+sulfat&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAWoVChMI
-efbgJLNyAIV13OOCh3HWA5h&biw=1366&bih=631#imgrc=48cimuiMnyq3-M%3A

http://mineralkoe.blogspot.sg/2013/07/mineral-non-silikat.html

13