Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS DTP BEBER
Jl. Jenderal Sudirman Desa Beber Km 13 Cirebon, Telp.: 0232-8895252
E-mail : pkmbeber@yahoo.com Kode Pos 45172

KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS DTP BEBER
Nomor : 002/SK/KA-PKM.BBR/I/2015
Lampiran : 1 (satu) berkas

TENTANG
KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
UPT PUSKESMAS DTP BEBER

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
KEPALA UPT PUSKESMAS DTP BEBER

Menimbang : a. bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah Unit Pelaksana


Teknis (UPT) dari Dinas Kesehatan yang merupakan fasilitas
penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP);

b. bahwa Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan


upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah
kerjanya;

c. bahwa dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan tersebut pasien mempunyai


hak untuk memperoleh pelayanan yang bermutu dan aman;

d. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di


UPT Puskesmas DTP Beber perlu disusun kebijakan mutu dan keselamatan
pasien;

e. bahwa dalam rangka pelaksanaan tersebut, perlu dituangkan dalam Surat


Keputusan Kepala UPT Puskesmas DTP Beber.

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia, Nomor 32 Tahun 1996, tentang kesehatan;

2. Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran;

3. Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063;

4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem


Kesehatan Nasional;

5. Peraturan Presiden No 12 Tahun 2013, pasal 42 tentang Jaminan Kesehatan


Nasional;

6. Peraturan Kementerian Kesehatan No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011, tentang


Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

7. Peraturan Kementerian Kesehatan, Nomor 71 Tahun 2013 tentang Jaminan


Kesehatan Nasional, Tahun 2019 akreditasi sebagai salah satu syarat
credentialing;

8. Peraturan Menteri Kesehatan, Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan


Masyarakat;

9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1457/MENKES/SK/X/2003, tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon, Nomor 5 Tahun 2008, tentang


pembentukan organisasi dinas daerah Kabupaten Cirebon;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG KEBIJAKAN MUTU DAN


KESELAMATAN PASIEN UPT PUSKESMAS DTP BEBER

Kesatu : Kebijakan mutu dan keselamatan pasien UPT Puskesmas DTP Beber sebagaimana
tercantum dalam Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat
keputusan ini;

Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dan atau kesalahan didalamnya, akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : BEBER
Pada Tanggal : 2 Januari 2015

KEPALA UPT PUSKESMAS DTP


BEBER,

H AE R IA
Pembina
NIP. 19641213 1988003 1 006
SISTEM MANAJEMEN

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN


PASIEN
UPT PUSKESMAS DTP BEBER PUSKESMAS BEBER
KAB. CIREBON Jl. Jenderal Sudirman Desa Beber Km 13 Cirebon, Telp.:0232-8895252 DINAS KESEHATAN
Jl. Sunan Kalijaga No. 7 KAB. CIREBON
Sumber e_mail : : pkmbeber@yahoo.com Kode Pos 45172
No. Dokumen : No. Revisi : 0 Tgl. Terbit : 2 Januari 2015 Hal.: 1/2

LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS


NOMOR 002/SK/KA-PKM.BBR/I/2015
TENTANG : KEBIJAKAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN.

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggungjawab UKP dan Penanggungjawab UKM wajib
berpartisipasi dalam program mutu dan keselamatan pasien mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan Program mutu dan keselamatan
pasien yang diselenggarakan di seluruh jajaran puskesmas.

3. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran UPT Puskesmas DTP Beber dengan pendekatan
multi disiplin, dan dikoordinasikan oleh Wakil Manajemen Mutu.

4. Perencanaan mutu berisi paling tidak :

a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil monitoring dan evaluasi
indikator, maupun keluhan pasien/keluarga/staf dengan mempertimbangkan kekritisan,
risiko tinggi dan kecenderungan terjadinya masalah.

b. Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien.

c. Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan pasien yang


terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan.

d. Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan pemilihan indikator,


pengumpulan data, untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya peningkatan
mutu dan keselamatan pasien.

e. Indikator meliputi indikator manajerial, indikator kinerja UKM, dan indikator klinis yang
meliputi indikator struktur, proses dan outcome.

f. Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui standarisasi, perancangan


sistem, rancang ulang sistem untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

g. Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan klinis maupun
penyelenggaraan UKM.

h. Manajemen risiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian sentinel, kejadian tidak
diharapkan, kejadian nyaris cedera, dan keadaan potensial cedera.
No. Dokumen : No. Revisi : 0 Tgl. Terbit : 2 Januari 2015 Hal.: 2/2

i. Program dan kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien,
termasuk di dalamnya program peningkatan mutu laboratorium dan program peningkatan
mutu pelayanan obat.

j. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

k. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk menyampaikan permasalahan, tindak


lanjut, dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan.

l. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan pasien.

Beber, 2 Januari 2015


Kepala UPT Puskesmas DTP Beber,

Drs. Haeria, SKM., MKM.


Pembina
NIP. 19641213 198803 1 006