Anda di halaman 1dari 17

BAB VI

MANAJEMEN INDUSTRI

PT Pupuk Kujang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


berbentuk perseroan terbatas yang berada di bawah naungan Kementrian
Perindustrian (Kemenprin) yaitu Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur
dan spesifiknya oleh Direktorat Industri Kimia Dasar. PT Pupuk Kujang, sejak
didirikannya yaitu tahun 1975 hingga saat ini, telah mengalami beberapa
reorganisasi pada struktur organisasinya juga terjadi beberapa kali perubahan
dalam komposisi kepemilikan saham perseroan. Namun saat ini komposisi
kepemilikan saham PT Pupuk Kujang berdasarkan Akta No.19 tanggal 29 Agustus
20121 yaitu Akta Keputusan Pemegang Saham PT Pupuk Kujang Di Luar Rapat
Umum Pemegang Saham tentang Penyesuaian Anggaran Dasar yang dibuat oleh
dan di hadapan Hindum Muchsin, SH, Notaris di Karawang, yang telah
mendapatkan surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT
Pupuk Kujang No. AHU-AH.01.10-34949 tanggal 27 September 2012, sebagai
berikut:
a. PT Pupuk Indonesia (Persero) sejumlah 924.395 (sembilan ratus dua
puluh empat ribu tiga ratus sembilan puluh lima) lembar saham atau
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 924.395.000.000,00
(sembilan ratus dua puluh empat miliar tiga ratus sembilan puluh lima
juta rupiah).
b. Yayasan Kesejahteraan Warga Pupuk Kujang sejumlah 41 (empat puluh)
lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp
41.000.000,00 (empat puluh satu juta rupiah).

1 Annual Report PT Pupuk Kujang Tahun 2013 halaman 72


6.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan suatu bagan yang menunjukkan alur tugas


dan pembagian tanggung jawab secara fungsional dengan tujuan pengendalian
internal, perusahaan, dan memudahkan pengendalian manajemen. Perusahaan PT
Pupuk Kujang mempunyai struktur organisasi berbentuk lini dan staf. Kelompok
lini memiliki bagian mengerjakan tugas-tugas pokok dan kelompok staf
mengerjakan tugas-tugas penunjang.

Sejak didirikannya yaitu tahun 1975 hingga saat ini, PT Pupuk Kujang telah
mengalami beberapa reorganisasi. Berikut ini merupakan struktur organisasi PT
Pupuk Kujang. Adapun kepengurusan saat ini dapat dilihat pada Lampiran D.

Gambar 6.1 Struktur Organisasi PT Pupuk Kujang

6.2 Tujuan Organisasi

PT Pupuk Kujang memiliki tujuan organisasi jangka pendek dan jangka


panjang yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Tujuan jangka pendek PT
Pupuk Kujang yaitu menyempurnakan pembangunan pabrik urea sedangkan
tujuan jangka panjangnya sebagai berikut.

a. Mengolah bahan-bahan mentah tertentu menjadi bahan-bahan pokok


yang diperlukan dalam pembuatan pupuk, terutama pupuk urea dan
bahan kimia lainnya, serta mengolah bahan pokok tersebut menjadi
berbagai jenis pupuk dan hasil bahan kimia lainnya.
b. Menyelenggarakan kegiatan distribusi dan perdagangan, baik dalam
maupun luar negeri yang berhubungan dengan produk-produk tersebut
diatas dan produk-produk lainnya, serta kegiatan impor barang yang
antara lain berupa bahan baku dan penolong/pembantu, peralatan
produksi dan bahan kimia lainnya.
c. Melaksanakan studi penelitian, pengembangan, engineering, design,
pengantongan, konstruksi, manajemen, pengoperasian pabrik,
pabrikan/reparasi, pemeliharaan, konsultasi (kecuali konsultasi bidang
hukum) dan jasa teknis lainnya dalam sektor industri pupuk dan industri
kimia lainnya.
d. Menjalankan kegiatan-kegiatan usaha dalam bidang angkutan, ekspedisi
dan pergudangan serta kegiatan lainnya yang merupakan sarana dan
perlengkapan guna kelancaran pelaksanaan kegiatan-kegiatan usaha
tersebut.

6.3 Visi, Misi, dan Tata Nilai Perusahaan


6.3.1 Visi Perusahaan

Menjadi industri kimia dan pendukung pertanian yang berdaya saing dalam
skala nasional.

6.3.2 Misi Perusahaan

Menghasilkan produk bermutu dan melakukan perdagangan yang berdaya


saing tinggi dengan mengutamakan kepuasan pelanggan.

6.3.3 Tata Nilai Perusahaan


Tata nilai atau budaya perusahaan diakronimkan dalam S-I-A-P yaitu
Selamat (S), Integritas (I), Adaptif (A), Pelanggan (P). Berikut merupakan
penjelasan dari setiap tata nilai yang diterapkan di PT Pupuk Kujang.

a. Selamat
Selamat memiliki makna PT Pupuk Kujang mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja serta mempedulikan lingkungan. Selain
itu, PT Pupuk Kujang juga menggunakan sumber daya perusahaan yang
terbatas dengan efektif dan efisien.
b. Integritas
Integritas dapat diuraikan menjadi tiga makna yaitu melakukan
pekerjaan dengan jujur, benar, tepat, memenuhi komitmen atau
perjanjian kepada pelanggan, dan menghargai orang berprestasi.
c. Adaptif
Adaptif dideskripsikan menjadi empat hal yaitu mendayagunakan
inovasi dan kreativitas karyawan, mengantisipasi perubahan dalam
lingkungan usaha, secara terus-menerus memperbaiki cara kerja, dan
menggunakan sumber daya dari luar untuk mencapai tujuan.
d. Pelanggan
PT Pupuk Kujang memiliki harapan yaitu dapat memperoleh
kepercayaan pelanggan dan membangun aliansi strategis dengan
organisasi lain.

6.4 Prinsip Organisasi

PT Pupuk Kujang memiliki prinsip organisasi sebagai berikut.

a. Menyusun organisasi perusahaan dengan melakukan sistem pembagian


tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi. Tugas dan kewajiban
serta tanggung jawab direksi diselenggarakan kepada pembantunya yang
terdiri dari unit unit, kompartmen, biro, divisi dan staf.
b. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada kriteria fungsi proses
kegiatan, alat kerja, lokasi kerja, keahlian, dan lain-lain.
6.5 Tugas Pokok Organisasi
a. Mencapai tujuan baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka
panjang. Tujuan jangka pendek yaitu penyelesaian pembangunan pabrik
pupuk kujang dan tujuan jangka panjang yaitu mengelola bahan-bahan
mentah menjadi bahan pokok yang diperlukan untuk pembuatan urea
dan bahan-bahan kimia lainnya serta mengelola bahan pokok tersebut
menjadi pupuk.
b. Memajukan ekspor impor dan memperdagangkan hasil produksi
c. Memberi jasa dalam proyek-proyek pembangunan industri kimia dan
penelitian, reparasi, pemeliharaan, dan pabrikasi alat
d. Menjalankan kegiatan-kegiatan dalam bidang angkutan dan pergudangan
serta memiliki sarana pelengkap kelancaran pelaksanaan usaha tersebut
e. Menjalankan pabrik, yaitu berusaha mencapai target produksi, distribusi,
dan rehabilitasi sebagaimana ditetapkan dalam rapat umum pemegang
saham

6.6 Kepegawaian
6.6.1 Jumlah dan Jenjang Karyawan

Jumlah karyawan di PT Pupuk Kujang berdasarkan hasil rekapitulasi


kekuatan karyawan (Lampiran D.1) yang dikeluarkan Departemen Pengelolaan
SDM sampai Agustus 2014 yaitu sebanyak 1145 orang. Berikut rincian
berdasarkan status kepegawaiannya.

Karyawan Tetap : 1133 orang


Karyawan Ikatan Kerja (TR) : 11 orang
Karyawan Honorer : 1 orang
Jumlah = 1145 orang

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikannya dapat diklasifikasikan


sebagai berikut.

Pasca Sarjana : 22 orang


Sarjana : 245 orang
Sarjana Muda : 159 orang
SLTA (DI dan DII) : 713 orang
SLTP : 2 orang
SD : 4 orang
Jumlah = 1145 orang

Dalam jangka waktu lima tahun sekali dilakukan penilaian karyawan yang
bertujuan untuk promosi jabatan atau kenaikan golongan. Penilaian tersebut
dilakukan oleh kepala bagian masing-masing sedangkan untuk tingkat kepala
bagian dan jabatan di atas kepala bagian, penilaian dilakukan oleh direktur
masing-masing sesuai dengan bidangnya. Penilaian ini meliputi loyalitas,
dedikasi, pengetahuan dan keterampilan, tingkah laku, pergaulan dengan sesama
karyawan, serta produktivitas kerja.

6.6.2 Waktu Kerja


a. Jam Kerja Reguler

Jam kerja reguler berlaku bagi karyawan reguler yaitu mereka yang
tidak terlibat langsung dalam kegiatan produksi maupun pengamatan
pabrik. Adapun jam kerja reguler seperti dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel 6.1 Jam Kerja Reguler

Hari
Kerja Istirahat
Jam
Senin - Kamis 07.00-16.00 WIB 11.30-12.30 WIB
Jum'at 07.00-16.30 WIB 11.30-13.00 WIB
Sabtu dan Minggu LIBUR

b. Jam Kerja Shift

Jam kerja shift berlaku bagi karyawan shift yaitu mereka yang
terlibat langsung dalam kegiatan produksi dan pengamanan pabrik.
Pabrik beroperasi selama 24 jam nonstop, karena hal itulah maka
diberlakukan sistem shift demi kelancaran operasi pabrik. Berikut
merupakan pembagian waktu kerja shift.

Tabel 6.2 Jam Kerja Shift

Shift Jam Kerja


Pagi 07.00-15.00 WIB
Sore 15.00-23.00 WIB
Malam 23.00-07.00 WIB

PT Pupuk Kujang memiliki empat kelompok shift yaitu kelompok


shift A, B, C, D. Setiap kelompok bertugas selama dua hari pada jam
kerja yang sama, kemudian pada hari berikutnya bergeser ke jam kerja
berikutnya. Tetapi bila kelompok tersebut melewati hari minggu, hari
hari kerjanya diteruskan pada keesokan harinya pada jam kerja yang
sama. Kelompok shift mendapat libur dua hari setelah mereka bekerja
pada shift sore, dan libur tiga hari bila melewati hari minggu. Kelompok
hari kerja shift seperti berikut:

Selasa-Rabu
Kamis-Jumat
Sabtu-Minggu-Senin

Sistem shift tersebut membuat tiap kelompok shift bekerja selama


tujuh hari berturut-turut kemudian mendapatkan libur selama dua hari.
Setiap tahun diadakan turn around (TA) yang lebih akrab disebut dengan
istilah PERTA yaitu penghentian produksi untuk perbaikan dan
pemeriksaan seluruh alat. Satu kali turn around memakan waktu kurang
lebih dua minggu atau sekitar 21 hari. Namun, dapat diperpanjang
menjadi satu bulan ataupun dua bulan tergantung dari alat-alat yang
harus dilakukan maintenance sehingga pada praktiknya pabrik bekerja
selama 330 hari/ tahun.

6.6.3 Sistem Penggajian

Sistem penggajian yang hingga kini berlaku di PT Pupuk Kujang dibedakan


menjadi dua, yaitu:

1) Gaji Karyawan Tetap, Ikatan Dinas, dan Honorer


Untuk karyawan tetap, karyawan yang bekerja karena ikatan dinas,
maupun karyawan honorer, gaji diberikan pada akhir bulan. Gaji ini
meliputi tunjangan istri, anak, kesehatan, perumahan dan lainlain.
2) Gaji Pekerja Harian Lepas (PHL)
Untuk pekerja harian lepas, gaji diberikan tiap dua minggu yaitu setiap
tanggal 5 dan 20. Besarnya gaji ini tergantung banyak sedikitnya jam
kerja masing-masing PHL. Setiap PHL akan mendapatkan bonus
keuntungan yang besarnya tergantung kepada laju produksi.

6.6.4 Sistem Pemberian Uang Cuti

Selain gaji rutin dan bonus, setiap karyawan yang akan melaksanakan cuti
tahunan akan diberikan uang saku sebesar satu kali gaji kotor sedangkan bagi
yang akan melakukan cuti besar yaitu enam tahun sekali diberikan uang saku
sebesar:
a. Dua kali gaji kotor untuk cuti satu bulan;
b. Dua pertiga gaji kotor untuk cuti dua bulan; dan
c. Satu pertiga gaji kotor untuk cuti tiga bulan.

6.7 Peraturan Kerja

PT Pupuk Kujang menerapkan peraturan tata tertib dan disiplin kerja


berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 004/SK/DU/I/2002, yang intinya
(tertera pada pasal 1) adalah setiap karyawan wajib menaati semua peraturan
perusahaan dan menunaikan tugastugas pekerjaan dengan sebaikbaiknya.

Setiap karyawan yang melanggar ketentuan yang dibuat oleh perusahaan


akan mendapatkan sanksi berupa surat teguran tertulis (I, II, dan III), surat
peringatan (A, B, dan C) hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Tata tertib
yang wajib dipatuhi oleh setiap karyawan di PT Pupuk Kujang antara lain sebagai
berikut:

a. Karyawan wajib melewati pintu yang ditetapkan, memakai tanda


pengenal jika akan keluar masuk perusahaan dan ketika memasuki
kawasan pabrik diperlukan izin masuk pabrik;
b. Karyawan harus memakai seragam yang telah ditetapkan;
c. Karyawan harus sudah masuk di lingkungan pabrik dan harus siap sedia
di tempat kerja masing-masing sebelum jam kerja dimulai;
d. Karyawan pelaksana operasi lapangan wajib memakai perangkat
keselamatan kerja, seperti safety helmet, safety shoes, penyumbat
telinga, dsb; dan
e. Karyawan dilarang merokok di lingkungan perusahaan, kecuali di
tempat khusus yang telah disediakan untuk merokok.
Adanya pelanggaran terhadap peraturan tersebut berakibat pemberian sanksi
sesuai dengan jenis dan jumlah pelanggaran yang dilakukan. Berdasarkan tingkat
kesalahannya, pengenaan sanksi dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu:

a. Tipe A, sanksi setengah tahun tidak ada kenaikan jabatan;


b. Tipe B, sanksi satu tahun tidak ada kenaikan jabatan;
c. Tipe C, sanksi satu setengah tahun tidak ada kenaikan jabatan; dan
d. Tipe D, dikeluarkan dari pabrik.

6.8 Manajemen Sumber Daya Manusia


Sistem manajemen yang dipakai oleh PT Pupuk Kujang adalah sistem
manajemen sumber daya manusia. Pada hakikatnya pembinaan sumber daya
manusia di PT Pupuk Kujang dilandasi oleh sistem nilai perusahaan, manusia
yang memandang manusia sebagai aset perusahaan paling berharga karena dapat
berpikir, menentukan sikap, mengambil keputusan dan sebagainya. Sedangkan
sumber daya lainnya merupakan alat bantu bagi manusia dalam mencapai tujuan.

Manajemen sumber daya manusia di dalam semua aspek selalu terkait


dengan kegiatan berbagai unit fungsional perusahaan. Oleh karena itu manajemen
sumber daya manusia bukan menjadi urusan dan kepentingan Biro Personalia dan
Organisasi, tetapi merupakan kepentingan dari seluruh fungsi manajemen dalam
organisasi perusahaan. Dengan demikian maka pembinaan sumber daya manusia
merupakan usaha yang dilakukan secara bersama-sama dan sifatnya mengikat dan
terpadu.

Sasaran pembinaan diarahkan kepada pendayagunaan sumber daya manusia,


agar dicapai produktivitas kerja yang tinggi dalam rangka pencapaian misi dan
tujuan perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Adapun sasaran pembinaan sumber daya manusia adalah untuk memperoleh
kualitas sumber daya manusia yang memiliki:

a. Keterampilan kerja, baik teknis maupun material. Menguasai


pengetahuan di bidang pekerjaan tertentu, serta memiliki wawasan
pengetahuan yang luas guna menunjang tugas-tugasnya.
b. Ketahanan dan integritas mental yang tinggi, yaitu memiliki disiplin,
loyalitas dan dedikasi kepada perusahaan.
c. Mempunyai ketahanan dan kebugaran fisik yang tinggi untuk menunjang
tugas-tugas operasional perusahaan.
d. Memiliki motivasi kerja yang tinggi.

Secara garis besar pembinaan sumber daya manusia di PT Pupuk Kujang


mencakup:

a. Perencanaan dan pengendalian pegawai


b. Administrasi pegawai
c. Pembinaan kesejahteraan pegawai
d. Pembinaan karir pegawai
Aspek-aspek pembinaan dilandasi oleh sistem kepegawaian yang diarahkan
dan berorientasi kepada sistem Long Life Employment yang pelaksanaannya di
mulai sejak pegawai masuk kerja sampai akhir masa pengabdiannya berupa dana
pensiun.

6.9 Keselamatan Kerja

Ketentuan tentang keselamatan kerja di lingkungan industri PT Pupuk


Kujang didasarkan pada penetapan Undang-Undang No.1 tahun 1970 oleh
pemerintah, yang menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan
perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan demi keselamatan
hidup juga untuk meningkatkan produktivitas kerja dan produksi nasional.

Selain itu, didasarkan pula kepada Surat Keputusan Direksi PT Pupuk


Kujang No.067/DIR/X/1978 tentang pemberian wewenang kepada bagian
Keselamatan dan Pemadam Kebakaran (Unit KPK), Ekologi, dan Kesehatan
untuk melaksanakan Program Keselamatan Kerja.

Program Keselamatan Kerja bertujuan untuk mencegah dan mengurangi


terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya potensi bahaya. Secara umum
bentuk dan arah isi peraturan bersifat seperti berikut:

a. Pencegahan yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan keselamatan


kerja; dan
b. Penanggulangan untuk mengatasi kecelakaan yang sedang atau belum
terjadi.

Pada PT Pupuk Kujang terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat


menyebabkan kecelakaan kerja antara lain:

a. Zat kimia berupa gas/cairan yang beracun/mudah terbakar (eksplosif);


b. Kebocoran gas/cairan yang bersifat toksik;
c. Debu-debu partikulat urea;
d. Kebisingan peralatan bergerak;
e. Mesin-mesin yang bekerja tanpa alat pengaman;
f. Peralatan yang bekerja pada suhu dan tekanan tinggi;
g. Penerangan yang kurang memadai;
h. House keeping yang tidak baik sehingga tempat kerja kotor; dan
i. Kelelahan akibat jam kerja yang berlebihan.
Sistem keselamatan kerja di lingkungan PT Pupuk Kujang melibatkan enam
kelompok kerja, yaitu:

1) Bagian keselamatan dan pemadam kebakaran;


2) Bagian keamanan;
3) Bagian kesehatan;
4) Bagian pemeliharaan dan lapangan;
5) Bagian ekologi; dan
6) Bagian perbendaharaan dan asuransi.

Tugas utama dari organisasi keselamatan kerja adalah mengidentifikasi


bahaya di tempat kerja dan menyusun peraturan-peraturan serta prosedur
pelaksanaan terperinci dari keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam
pelaksanaannya, Fire & Safety Unit memiliki wewenang sebagai berikut:

a. Memberi izin kepada karyawan yang akan melakukan penggalian,


pembongkaran, dan perbaikan lain;
b. Mengawasi dan jika perlu mengatur orang-orang dalam pabrik yang
melakukan kesalahan keselamatan kerja;
c. Mengumandangkan safety talk, yaitu mengingatkan kembali peraturan-
peraturan keselamatan kerja setiap hari;
d. Menerbitkan majalah bulanan Fire & Safety; dan
e. Mengadakan latihan penanggulangan kecelakaan dan kebakaran secara
periodik kepada semua karyawan.

Alat-alat perlindungan keselamatan kerja yang terdapat di PT Pupuk Kujang


dapat dikategorikan sebagai berikut:

1) Perlengkapan untuk mesin


Perlengkapan ini berfungsi untuk melindungi mesin dari kerusakan dan
melindungi operatornya dari kecelakaan, antara lain: penutup roda gigi,
pengatur tekanan; dan
2) Perlengkapan untuk bekerja
Perlengkapan untuk pekerja yang menangani mesin-mesin atau
mengerjakan jenis pekerjaan di daerah tertentu, antara lain:
a) Masker gas, untuk melindungi pernafasan dari asap, gas ammonia
dan klorin;
b) Safety helmet, untuk melindungi kepala;
c) Eksplosimeter, untuk mendeteksi presentase gas yang mudah
meledak/terbakar di udara;
d) Ear plug, untuk melindungi telinga dari kebisingan;
e) Safety googles, untuk melindungi mata dari gas yang berbahaya;
f) Safety shoes, untuk melindungi kaki dari jatuhan benda tajam
maupun tumpul dan ceceran bahan kimia maupun cairan panas; dan
g) Papan peringatan, memberi peringatan agar tidak terjadi kecelakaan.

Pelaksanaan dari program keselamatan kerja bertujuan mencegah dan


mengurangi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya potensi bahaya.
Peraturan keselamatan kerja industri wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang
berada di lingkungan pabrik.

6.10 Fasilitas Perusahaan

Beberapa fasilitas yang disediakan PT Pupuk Kujang antara lain:

a. Perumahan Karyawan

Perumahan PT Pupuk Kujang disediakan untuk karyawan sesuai


dengan tingkat jabatannya. Lokasi perumahan ini berdekatan dengan
lokasi pabrik di atas lahan seluas 60 ha. Beberapa karyawan lain
diberikan Kredit Pemilikan Rumah dari Bank Tabungan Negara (KPR
BTN).

b. Sarana Olahraga

Beberapa sarana olahraga yang disediakan PT Pupuk Kujang


antara lain kolam renang, lapangan golf, lapangan basket, lapangan
sepak bola, lapangan tenis dan lain-lain.

c. Sarana Pendidikan

PT Pupuk Kujang juga menyediakan sarana pendidikan berupa


taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama.
Sarana pendidikan ini disediakan bagi putra-putri karyawan dan dibuka
juga untuk masyarakat luar.
d. Balai Kesehatan

Balai Kesehatan PT Pupuk Kujang didukung dengan tenaga medis


serta beberapa dokter spesialis untuk melaksanakan pelayanan kesehatan
bagi para karyawan dan keluarganya.

e. Mesjid

Mesjid Nahrul Hayat terletak di dalam perumahan Kujang dan


dapat menampung 1.000 jemaah. Mesjid ini dapat digunakan baik oleh
karyawan maupun masyarakat luar.

f. Transportasi

Perusahaan menyediakan armada bus untuk antar jemput


karyawan, anak-anak sekolah maupun ibu-ibu yang akan pergi belanja
ke pasar. Untuk itu, dibangun shelter-shelter untuk menunggu bus di
sepanjang jalan dalam area pabrik.

g. Asuransi

Perusahaan menyediakan asuransi bagi karyawan. Setiap karyawan


ditanggung oleh asuransi selama 24 jam selama jam kerja. Karyawan
ditanggung oleh Asuransi Tenaga Kerja, sedangkan di luar jam kerja
ditanggung oleh Asuransi Jiwasraya.

6.11 Pemasaran

Penyaluran pupuk urea di wilayah Jawa Barat dilakukan oleh PT Pupuk


Kujang dengan menunjuk lima distributor. Distributor tersebut yaitu PT Pertani,
PT Hurip Utama, PT Selini, PT Cipta Niaga, dan PT Muara Teguh Perkasa. Sesuai
Permendag No. 07/M-DAG/PER/2/2009, PT Pupuk Kujang diberi wilayah
tanggung jawab pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, yaitu:

a. Provinsi Jawa Barat II meliputi 20 kabupaten/ kota; dan


b. Provinsi Jawa Tengah meliputi 3 kabupaten/ kota.
Dalam rangka menyukseskan Panca Usaha Pertanian, PT Pupuk Kujang
telah melakukan penyuluhan mengenai cara pemakaian pupuk kepada para petani.
Selain itu, demonstrasi pertanian meliputi tanaman padi palawija, holtikultura dan
lain-lain juga telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk memberikan contoh
kepada para petani tentang bercocok tanam yang baik sehingga produksi per
satuan luas dan per satuan waktu dapat ditingkatkan.

Pemasaran pupuk urea bersubsidi didasarkan pada harga eceran tertinggi


pupuk urea subsidi, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian Republik
Indonesia Nomor 122/Permentan/SR.130/11/2013 tentang Kebutuhan dan Harga
Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun
Anggaran 2014 adalah Rp 1.800/kg. Pemasaran produksi dalam negeri ditangani
oleh PT Pupuk Sriwijaya, sedangkan untuk ekspor ditangani sendiri oleh PT
Pupuk Kujang. Selain produk pupuk urea, PT Pupuk Kujang menyalurkan produk
ammonia berlebih ke PT Multi Nitrotama Kimia sebagai anak perusahaan.

6.12 Pengembangan Perusahaan

Dalam rangka pengembangan PT Pupuk Kujang dilakukan pembangunan


beberapa unit. Usaha ini dilakukan untuk menunjang program pemerintah antara
lain menumbuhkan usaha keterkaitan industri dan meningkatkan ekspor hasil
industri atau mensubtitusi produk impor. Beberapa unit produksi tersebut yaitu:

a. Pabrik Asam Formiat (PT Sintas Kurama Perdana)

Pabrik Asam Formiat didirikan dengan tujuan memanfaatkan gas


CO2 yang ada dalam gas proses Unit Ammonia dan Utilitas yang masih
berada di kawasan PT Pupuk Kujang. Asam formiat digunakan sebagai
koagulan pada industri karet, bahan penolong pada industri tekstil dan
penyamakan kulit. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 28 Januari
1986 dengan Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H. Pabrik Asam Formiat
mulai beroperasi komersil dengan kapasitas 11.000 ton/tahun sejak
Oktober 1988. Produk ini dipasarkan sebagian besar di dalam negeri
dans selebihnya diekspor.
b. Pabrik Katalis (PT Kujang Sud-Chemie Catalysts)

Pabrik ini didirikan dengan maksud untuk mendukung industri


pupuk, refinery dan metanol sehingga Indonesia tidak tergantung
pasokan katalis dari luar negeri. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 24
Juni 1987 dengan Notaris Poerbaningsih A.W, S.H. dan telah beroperasi
sejak bulan September 1989. Produksinya diutamakan untuk mencukupi
kebutuhan dalam negeri dengan kapasitas 1.100 ton/tahun.

c. Pabrik Hidrogen Peroksida (PT Peroksida Indonesia Pratama)

Pabrik Hidrogen Peroksida didirikan dengan tujuan memanfaatkan


gas H2 dari Hydrogen Recovery Unit PT Pupuk Kujang sebagai bahan
baku. Hidrogen Peroksida banyak digunakan sebagai bahan pemutih
pada industri tekstil dan industri kertas. Pabrik ini merupakan Pabrik
Hidrogen Peroksida pertama di Indonesia dan didirikan tanggal 28
Oktober 1987 dengan Notaris Poerbaningsih A.W, S.H. Operasi komersil
sejak tanggal 1 Januari 1991 dengan kapasitas 16.000 ton per tahun.

d. Pabrik Ammonium Nitrat (PT Multi Nitrotama Kimia)

Pabrik ini didirikan untuk memanfaatkan bahan baku berupa


amonia dari PT Pupuk Kujang dengan menghasilkan amonium nitrat.
Amonium nitrat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan bahan
peledak. Konsumen dari amonium nitrat adalah industri-industri
pertambangan dan konstruksi. Pabrik ini didirikan tanggal 10 April 1987
dgn notaris Imas Fatimah, S.H.. Pabrik beroperasi sejak 1 Januari 1991
dengan kapasitas Asam Nitrat 55.000 ton per tahun dan amonium nitrat
33.000 ton per tahun.

e. PT Kawasan Industri Kujang Cikampek (KIKC)

Untuk mendukung usaha perusahaan patungan, maka didirikan


Kawasan Industri yang mengelola sebagian lahan milik PT Pupuk
Kujang seluas 140 ha. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Agustus
1990 dengan akta notaris Ida Rosida Suryana, S.H. dan telah beroperasi
secara komersil sejak April 1991.
f. PT Padi Energi Nusantara (PT PEN)

Perusahaan ini didirikan dengan tujuan melaksanakan serta


menunjang kebijakan program Pemerintah di bidang ketahanan pangan
dan energi. Program tersebut antara lain pendapatan petani dan
khususnya di bidang pertanian, perdagangan, dan jasa. PT PEN didirikan
pada tanggal 30 Desember 2008 dengan akta notaris Neny Saadiah, S.H.,
namun hingga saat ini belum beroperasi komersil. Kepemilikan saham
PT Pupuk Kujang di PT PEN sebesar 14%.

g. PT Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari

Dalam rangka mengimplementasikan Gerakan Nasional Kemitraan


Penyelamatan Air (GNK-PA) yang dicanangkan oleh presiden RI, PT
Pupuk Kujang mendirikan perusahaan patungan yaitu PT Bakti Usaha
Menanam Nusantara Hijau Lestari. Perusahaan patungan tersebut
meliputi PT Pupuk Kujang, PT Sang Hyang Seri, Perum Perhutani,
PTPN VIII dan Perum Jasa Tirta II. Perusahaan yang disingkat PT
BUMN Hijau Lestari ini berdiri pada tanggal 2 November 2009.
Kepemilikan saham PT Pupuk Kujang di PT BUMN Hijau Lestari
sebesar 20%.

h. Pabrik Kemasan

Pabrik ini memproduksi jerigen yang diperlukan untuk


pengemasan bahan-bahan seperti asam formiat, asam nitrat, hidrogen
peroksida dan lain-lain. Pabrik ini dibangun di Kawasan Industri Kujang
Cikampek dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Megayaku Kemasan
Perdana. Kapasitas dari pabrik ini adalah 640.000 buah/tahun.

i. Industri Peralatan Pabrik


PT Pupuk Kujang telah mengembangkan industri peralatan pabrik
untuk pabrikasi peralatan pabrik bagi keperluan industri pupuk dan
industri kimia lainnya.

j. Pupuk Kujang 1B

Pabrik ini bertujuan membantu produksi ammonia dan urea PT


Pupuk Kujang 1A yang telah beroperasi sejak akhir tahun 1978.
Kapasitas pabrik ini sama dengan Pabrik 1A yaitu unit ammonia sebesar
330.000 ton/tahun dan unit urea sebesar 570.000 ton/tahun. Proses yang
dijalankan merupakan proses hemat energi dan pengendaliannya
dilakukan secara komputerisasi.

k. Pusdiklat Industri

Kegiatan Pusdiklat Industri PT Pupuk Kujang dikembangkan serta


didukung oleh tenaga ahli dan berpengalaman. Bidang dari kegiatan
tersebut meliputi bidang operasi dan pemeliharan pabrik, rancang
bangun dan manajemen konstruksi. Tujuan dari kegiatan ini menambah
pengetahuan dan wawasan karyawan PT Pupuk Kujang maupun pihak
luar.