Anda di halaman 1dari 44

Oleh :

1. M. Yulianto (14 644 003)


2. Annisa Trimukti (14 644 017)
3. Siska Marinda (14 644 009)
4. Siagian M.T.J (14 644 041)

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

PRODI TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI S-1 TERAPAN

TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

45
Dengan memanjatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta ridho-Nya, hingga memberikan kemampuan kepada kami dalam pembuatan
makalah ini.

Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan tugas pada
mata pelajaran Proses Industri Kimia di Politekniknik Negeri Samarinda .

Persembahan yang tulus dan penuh kasih sayang, kami haturkan terima kasih atas
segala perhatian, dukungan moril maupun materil dan doa yang telah diberikan. tak henti-
hentinya memberikan dorongan semangat dan doa dalam pembuatan makalah ini.

Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penyusunan


makalah ini kami ucapkan terima kasih.

Samarinda, Oktober 2015

ABSTRAK

45
Gas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang layak diperhitungkan.
Di Indonesia penggunaan sumber energi alternatif ini meningkat sejalan dengan
perkembangan industri yang terjadi di berbagai daerah. Peningkatan ini didukung oleh
beberapa fakta, diantaranya, gas lebih bersih dari pada sumber energi lain, gas relatif lebih
murah, terutama jika dibandingkan dengan minyak atau batu bara, dan yang utama karena
Indonesia mempunyai cadangan gas yang melimpah. Gas alam seperti juga minyak bumi
adalah bahan bakar fosil yang merupakan senyawa hidrokarbon (C nH2n+2) dan terdiri dari
campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon
seperti N2, CO2 dan H2S. Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan (CH 4), dan
dapat juga etan (C2H6) dan propan (C3H8). Karena itu spesifikasi produk gas alam biasanya
dinyatakan dalam komposisi dan kriteria performansi-nya. Kriteria-kriteria tersebut antara
lain : Wobbe Number, Heating Value, inert total, kandungan air, oksigen, dan sulfur. Salah
satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah Nanggro Aceh Darussalam.
Sumber gas alam yang terdapat di di daerah Kota Lhokseumawe dikelola oleh PT Arun NGL
Company.

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai tugas wajib yang harus dipenuhi dalam
mata kuliah Proses Industri Kimia, dapat memahani komposisi gas alam, mampu memahami
proses pemisahan gas alam, mampu mengetahui kegunaan gas alam, mengetahui skema
diagram proses pencairan gas alam dan mengetahui produk yang dihasilkan dari proses
pencairan gas alam. Agar dapat menghasilkan produk berupa bahan bakar, LNG (Liquified
Natural Gas), natural gasoline, carbon black, helium, hidrogen, gas sintetis dan beberapa
petrokimiayang bermanfaat, gas alam harus mengalami beberapa proses diantaranya
purifikasi (pemurnian), gas dehydration and mercury removal, fractination, referigeration dan
liquefaction.

DAFTAR ISI

45
Kata Pengantar...2
Abstrak...3
Daftar Isi.4
I. Pendahuluan...5
A. Latar Belakang..5
B. Deskripsi...8
C. Manfaat dan Tujuan10
D. Rumusan Masalah...10
II. Metodologi...11
A. Bahan Baku.11
B. Proses Pemisahan Gas Alam...26
C. Produk.34
D. Kegunaan Gas Alam...34
E. Gas Alam yang Dicairkan...35
F. Penyimpanan dan Pengangkutan....36
G. Skema Diagram Proses...38
III. Pembahasan..40
IV. Kesimpulan...43
Daftar Pustaka..44

45
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang layak diperhitungkan,
mengingat kenyataan bahwa cadangan minyak dunia saat ini telah menipis. Di Indonesia
penggunaan sumber energi alternatif ini meningkat sejalan dengan perkembangan industri
yang terjadi di berbagai daerah. Peningkatan ini didukung oleh beberapa fakta, diantaranya,
gas lebih bersih daripada sumber energi lain, gas relatif lebih murah, terutama jika
dibandingkan dengan minyak atau batu bara, dan yang utama karena Indonesia mempunyai
cadangan gas yang melimpah.

Distribusi dan transportasi gas telah sangat umum dilakukan di banyak negara di dunia,
terutama negara yang mempunyai sumber-sumber gas. Di Indonesia sendiri, pemanfaatan
gas, yaitu gas alam, dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas alam dari ladang gas
alam PT. Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui saluran pipa ke
pabrik pupuk Pusri IA, PT. Pupuk Sriwidjaja di Palembang. Perkembangan pemanfaatan gas
alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974, dimana PERTAMINA mulai memasok
gas alam melalui saluran pipa dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan ke
pabrik pupuk Pusri II, Pusri III dan Pusri IV di Palembang. Di Jawa Barat, pada waktu
bersamaan, 1974, PERTAMINA juga memasok gas alam melalui saluran pipa dari ladang gas
alam di lepas pantai (offshore) Laut Jawa dan kawasan Cirebon untuk pabrik pupuk dan
industri menengah dan berat di kawasan Jawa Barat dan Cilegon, Banten. Saluran pipa gas
alam yang membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon memasok gas alam antara lain
ke pabrik semen,pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik baja dan pembangkit listrik tenaga gas
dan uap.

Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) telah menyusun Master Plan "Sistem
Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Dalam waktu yang tidak lama lagi sistem
jaringan pipa gas alam akan membentang sambung menyambung dari Nangroe Aceh
Darussalam Sumatera Utara Sumatera Tengah Sumatera Selatan Jawa Sulawesi dan
Kalimantan. Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh PERTAMINA dan PGN dan
masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu, misalnya di Sumatera
Utara,Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

45
Gas alam sendiri adalah bahan bakar fosil berbentuk gas, dengan komponen utamanya
adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan.
Gas alam lebih ringan dari udara sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Namun gas
alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan.
Apabila berada di dalam ruang tertutup, seperti di dalam pipa, konsentrasi gas dapat
mencapai titik campuran yang mudah meledak. Sehingga cukup sulit untuk menyimpan gas
alam karena hal ini sangat mahal dan berbahaya.

Total cadangan dunia (yang sudah dikonfirmasi) adalah 6,112 triliun kaki persegi.
Daftar 20 besar negara dengan cadangan gas terbesar dalam satuan triliun kaki persegi
(trillion cu ft) adalah:

1. Rusia =1,680

2. Iran =971

3. Qatar =911

4. Arab Saudi =241

5. United Arab Emirates =214

6. Amerika Serikat =193

7. Nigeria =185

8. Aljazair =161

9. Venezuela =151

10. Irak =112

11. Indonesia =98

12. Norwegia =84

13. Malaysia =75

14. Turkmenistan =71

15. Uzbekistan =66

45
16. Kazakhstan =65

17. Belanda =62

18. Mesir =59

19. Kanada =57

20. Kuwait =56

Total cadangan 20 negara di atas adalah 5,510 triliun kaki persegi dan total cadangan
negara-negara di luar 20 besar di atas adalah 602 triliun kaki persegi.

Daftar ladang gas terbesar dalam satuan (*109 m) :

1. Asalouyeh, South Pars Gas Field (10000 - 15000)

2. Urengoy gas field (10000)

3. Shtokman field (3200)

4. Karachaganak field, Kazakhstan (1800)

5. Slochteren (1500)

6. Troll (1325)

7. Greater Gorgon (1100)

8. Shah Deniz gas field (800)

9. Tangguh gas field , Indonesia (500)

10. Sakhalin-I (485)

11. Ormen Lange (400)

12. Jonah Field (300)

13. Snohvit (140)

14. Barnett Shale (60 - 900)

15. Maui gas field (?)

45
B. Deskripsi

Berdasarkan sejarah, Cina merupakan negara yang pertama kali menggunakan gas alam
secara komersial sekitar 2.400 tahun yang lalu. Gas diperoleh dari tambang kemudian
ditransportasikan dengan menggunaan pipa-pipa bambu dan digunakan untuk memproduksi
salt brine pada gas-fired evaporator. Penggunaan gas alam secara luas dan komersial terjadi
sekitar antara abad 17-18. Meskipun penggunaan gas alam yang utama adalah sebagai bahan
bakar (fuel), gas alam merupakan sumber hidrokarbon dan sulfur yang merupakan senyawa
penting dalam industri kimia. Gas alam sendiri merupakan campuran beberapa gas dengan
komposisi terbesar adalah metana. Gas alam dari sumber yang berbeda akan mempunyai
komposisi yang berbeda pula. Karena itu nilai Heating Value juga akan bervariasi tergantung
dari komposisi campuran gas masing-masing

Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas
alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim
melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA, PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang.
Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974, dimana
PERTAMINA mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih,
Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II, Pusri III dan Pusri IV di Palembang. Karena
sudah terlalu tua dan tidak efisien, pada tahun 1993 Pusri IA ditutup,dan digantikan oleh
Pusri IB yang dibangun oleh putera-puteri bangsa Indonesia sendiri. Pada masa itu Pusri IB
merupakan pabrik pupuk paling modern di kawasan Asia, karena menggunakan teknologi
tinggi. Di Jawa Barat, pada waktu yang bersamaan, 1974, PERTAMINA juga memasok gas
alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di lepas pantai (off shore) laut Jawa dan kawasan
Cirebon untuk pabrik pupuk dan industri menengah dan berat di kawasan Jawa Barat dan
Cilegon Banten. Pipa gas alam yang membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon,
Banten memasok gas alam antara lain ke pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik
baja dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap.

Salah satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah Nanggro Aceh
Darussalam. Sumber gas alam yang terdapat di di daerah Kota Lhokseumawe dikelola oleh
PT Arun NGL Company. Gas alam telah diproduksikan sejak tahun 1979 dan diekspor ke
Jepang dan [Korea Selatan]. Selain itu di Krueng Geukuh, Nanggre Aceh Barh (kabupaten

45
Aceh Utara) juga terdapat PT Pupuk Iskandar Muda pabrik pupuk urea, dengan bahan baku
dari gas alam.

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, gas alam di Indonesia juga di ekspor dalam
bentuk LNG (Liquefied Natural Gas)

Industri Liquid Natural Gas (LNG) relative masih baru. Paten dan pabriknya yang
pertama berdiri di West Virginia, USA, 1914. Teknologi pembuatan LNG ini merupakan
suatu perkembangan dalam teknologi pendinginan hingga temperatur sangat rendah
(cryogenic engineering).

Keandalan pabrik LNG berkembang dengan ditemukannya sistem penyimpanan (1940-


an), sistem angkutan (1950-an) dan sistem pengapalannya (1960-an) serta ditunjang oleh
permintaannya yang meningkat pada tahun 1970-an sebagai akibat krisis energi.

Pada 1964 Kerajaan Bersatu dan Prancis adalah pembeli LNG dalam perdagangan LNG
pertama dunia dari Algeria, sebagai saksi dari era baru energi. Karena kebanyakan pabrik
LNG terletak di wilayah "terpencil" yang tidak memiliki jalur pipa, biaya perawatan dan
transportasi LNG sangat besar sehingga pengembangannya melambat pada setengah abad
terakhir.

Pembangunan pabrik LNG menghabiskan biaya AS$1-3 milyar, biaya terminal


penerimaan AS$0,5-1 milyar, dan pengangkut LNG AS$0,2-0,3 milyar. Dibandingkan
dengan minyak mentah, pasar gas alam kecil namun matang. Pengembangan komersial LNG
adalah sebuah gaya yang disebut rantai niai, yang berarti pensuplai LNG awalnya
memastikan pembeli bawah dan kemudian menandatanganni kontrak 20-25 tahun dengan isi
perjanjian yang ketat dan struktur penghargaan gas.

Di Indonesia terdapat 2 lapangan yang menghasilkan gas alam dalam jumlah banyak
yaitu lapangan gas Arun (Lho Seumawe- Aceh) dan lapangan gas Badak (Bontang-
Kalimantan Timur) sebagai berikut :

a. Lapangan gas Arun (Lhok Seumaweh Aceh) dikelolah oleh kontraktor Mobil Oil
Indonesia, dengan sasaran produksi 150-200 juta SCFT per hari.

b. Lapangan Gas Badak (Bontang-Kaltim) dikelolah oleh kontraktor Huffco dengan

sasaran produksi 500 juta SCFT per hari.

45
C. Manfaat dan Tujuan

1. Sebagai tugas wajib yang harus dipenuhi dalam mata kuliah Proses Industri Kimia
2. Mampu mengetahui Komposisi Gas Alam
3. Mampu mengetahui proses pemisahan Gas Alam
4. Mampu mengetahui kegunaan Gas Alam
5. Mengetahui Skema Diagram Proses pencairan Gas Alam
6. Mengetahui Produk dari pencairan Gas Alam

E. Rumusan Masalah

1. Apa saja bahan baku dari pencairan gas alam ?


2. Apa saja keunggulan dari gas alam ?
3. Bagaimana cara-cara pengolahan gas alam ?
4. Bagaimana skema proses pencairan gas alam ?

45
BAB II
METODOLOGI

A. BAHAN BAKU

Gas alam seperti juga minyak bumi adalah bahan bakar fosil yang merupakan senyawa
hidrokarbon (CnH2n+2) dan terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang
mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N2, CO2 dan H2S. Umumnya gas yang terbentuk
sebagian besar dari metan (CH4), dan dapat juga etan (C2H6) dan propan (C3H8).

Komposisi gas alam bervariasi antara lokasi yang satu dengan lokasi yang lain. Karena
itu spesifikasi produk gas alam biasanya dinyatakan dalam komposisi dan kriteria
performansi-nya. Kriteria-kriteria tersebut antara lain : Wobbe Number, Heating Value, inert
total, kandungan air, oksigen, dan sulfur. Wobbe Number dan Heating Value merupakan
kriteria dalam pembakaran, sedangkan kriteria lain terkait dengan perlindungan perpipaan
dari korosi dan plugging.

Gas alam yang didapat dari dalam sumur bumi, biasanya bersama dengan minyak bumi.
Gas ini disebut sebagai gas associated. Ada juga sumur yang khusus menghasilkan gas,
sehingga gas yang dihasilkan disebut gas non associated. Setelah dikeluarkan kepermukaan
bumi, gas diproses untuk menghilangkan impurities seperti air, gas-gas lain, pasir dan
senyawa lain. Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C 3H8) dan butan (C4H10) dipisahkan
dan dijual secara terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik
penggunaan melalui jaringan pipa yang jauhnya dapat mencapai ribuan kilometer. Gas alam
yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk murni dan gas alam
yang dikirim tersebut merupakan dry gas.

45
Nama Gas Senyawa Komposisi

Metana CH4 70-90%

Etana C2H6

Propana C3H8

iso-Butana IC4H10
0-20%
normal-Butana nC4H10

iso-Pentana IC5H12

normal-Pentana nC5H12

Karbondioksida CO2 0-8%

Oksigen O2 0-0.2%

Nitrogen N2 0-5%

Hidrogen Sulfida H2S 0-5%

Tabel Komponen Gas Alam

(Ianatulkhoiroh,2008)

Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang


merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung
molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8)
dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga
merupakan sumber utama untuk sumber gas helium.

Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika
terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang
berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksikarbon

45
dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya
berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari
rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100
juta ton per tahun secara berturut-turut).

Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga
terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil.
Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.

Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari
gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan
dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". Gas alam yang
telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum gas
tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan
menambahkan thiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam yang telah
diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat
menyebabkan tercekiknya pernapasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di
udara pada level yang dapat membahayakan.

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan
menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar
di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi
gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat
menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang
berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%.

Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak mengkhawatirkan


karena sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang di luar rentang 5 - 15% yang dapat
menimbulkan ledakan. (vanbigbro,2009)

Istilah purifikasi dan separasi sendiri mengacu pada proses yang terjadi. Jika removal
H2S dalam jumlah kecil, maka proses bisa disebut dengan purifikasi. Akan tetapi jika jika H 2S
yang hendak dihilangkan ada dalam jumlah besar dan akan dikonversi menjadi elemental
sulfur yang mempunyai nilai jual, maka proses yang terjadi dikategorikan sebagai separasi.
Overview dari material yang ada dalam natural gas bisa dilihat pada Gambar berikut :

45
Gambar Material dalam Pemrosesan Gas Alam

(Ianatulkhoiroh,2008)

45
Metana

Nama IUPAC

Metana

Tetrahidridokarbon

Nama lain

Karbon tetrahidrida

Marsh gas

Metil hidrida

Identifikasi

Nomor CAS [74-82-8]

PubChem 297

Nomor EINECS 200-812-7

KEGG C01438

MeSH Methane

ChEBI 16183

Nomor RTECS PA1490000

SMILES C

Referensi Beilstein 1718732 45


Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia
CH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya
ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi.

Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama.
Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2
(karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):

CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O

Metana adalah salah satu gas rumah kaca. Konsentrasi metana di atmosfer pada tahun
1998, dinyatakan dalam fraksi mol, adalah 1.745 nmol/mol (bagian per milyar), naik dari 700
nmol/mol pada tahun 1750. Pada tahun 2008, kandungan gas metana di atmosfer sudah
meningkat kembali menjadi 1.800 nmol/mol.

Karakteristik kimia dan ikatan

Metana adalah molekul tetrahedral dengan empat ikatan C-H yang ekuivalen. Struktur
elektroniknya dapat dijelaskan dengan 4 ikatan orbital molekul yang dihasilkan dari orbital
valensi C dan H yang saling melengkapi. Energi orbital molekul yang kecil dihasilkan dari
orbital 2s pada atom karbon yang saling berpasangan dengan orbital 1s dari 4 atom hidrogen.

Pada suhu ruangan dan tekanan standar, metana adalah gas yang tidak berwarna darn
tidak berbau. Bau dari metana (yang sengaja dibuat demi alasan keamanan) dihasilkan dari
penambahan odoran seperti metanathiol atau etanathiol. Metana mempunyai titik didih 161
C (257.8 F) pada tekanan 1 atmosfer. Sebagai gas, metana hanya mudah terbakar bila
konsentrasinya mencapai 5-15% di udara. Metana yang berbentuk cair tidak akan terbakar
kecuali diberi tekanan tinggi (4-5 atmosfer).

Reaksi kimia

Reaksi-reaksi utama pada metana adalah pembakaran, pembentukan ulang uap menjadi
syngas, dan halogenasi. Secara umum, reaksi metana sulit dikontrol. Oksidasi sebagian
menjadi metanol, misalnya, merupakan reaksi yang agak sulit untuk dilakukan karena reaksi
kimia yang terjadi tetap membentuk karbon dioksida dan air meskipun jumlah oksigen yang
tersedia tidak mencukupi. Enzim metana monooksigenase dapat digunakan untuk
memproduksi metanol dari metana, tapi karena jumlahnya yang terbatas maka tidak dapat
digunakan dalam reaksi skala industri.

Reaksi asam-basa

Seperti hidrokarbon lainnya, metana adalah asam yang sangat lemah. Nilai pKa-nya
pada DMSO diperkirakan 56. Metana tidak dapat dideprotonasi dalam larutan, tapi konjugat
basanya dengan metillitium sudah diketahui. Protonasi dari metana dapat dibuat dengan cara
mereaksikannya dengan asam super sehingga menghasilkan CH5+, terkadang disebut ion
metanium.

Pembakaran

Pada reaksi pembakaran metana, ada beberapa tahap yang dilewati. Hasil awal yang
didapat adalah formaldehida (HCHO atau H2CO). Oksidasi formaldehid akan menghasilkan
radikal formil (HCO), yang nantinya akan menghasilkan karbon monoksida (CO):

CH4 + O2 CO + H2 + H2O

H2 akan teroksidasi menjadi H2O dan melepaskan panas. Reaksi ini berlangsung sangat
cepat, biasanya bahkan kurang dari satu milisekon.

2 H2 + O2 2 H2O

Akhirnya, CO akan teroksidasi dan membentuk CO2 samil melepaskan panas. Reaksi
ini berlangsung lebih lambat daripada tahapan yang lainnya, biasanya membutuhkan waktu
beberapa milisekon.

2 CO + O2 2 CO2

Hasil reaksi akhir dari persamaan diatas adalah:

CH4 + 2 O2 CO2 + 2 H2O (H = 891 kJ/mol

(dalam kondisi temperatur dan tekanan standar)


Reaksi dengan halogen

Metana bereaksi dengan halogen maka reaksi kimianya adalah:

CH4 + X2 CH3X + HX

dimana X adalah atom halogen: fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), atau iodin (I).
Mekanisme untuk proses ini dinamakan halogenasi radikal bebas. Reaksi dimulai dengan
radikal Cl menempel pada metana untuk menghasilkan CH3, keduanya bergabung dan
membentuk metil klorida (CH3Cl). Reaksi lainnya akan menghasilkan diklorometana
(CH2Cl2), kloroform (CHCl3), dan karbon tetraklorida (CCl4). Energi yang diperlukan untuk
reaksi ini dapat melalui radiasi ultraviolet atau pemanasan.

Penggunaan

Metana digunakan dalam proses industri kimia dan dapat diangkut sebagai cairan yang
dibekukan (gas alam cair, atau LNG). Ketika dalam bentuk cairan yang dibekukan, metana
akan lebih berat daripada udara karena gas metana yang didinginkan akan mempunyai massa
jenis yang lebih besar, Metana yang berada pada suhu ruangan biasa akan lebih ringan
daripada udara. Gas alam, yang sebagian besar adalah metana, biasanya didistribusikan
melalui jalur pipa.

Bahan bakar

Metana adalah salah satu bahan bakar yang penting dalam pembangkitan listrik, dengan
cara membakarnya dalam gas turbin atau pemanas uap. Jika dibandingkan dengan bahan
bakar fosil lainnya, pembakaran metana menghasilkan gas karbon dioksida yang lebih sedikit
untuk setiap satuan panas yang dihasilkan. Panas pembakaran yang dihasilkan metana adalah
891 kJ/mol. Jumlah panas ini lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar hidrokarbon
lainnya, tapi jika dilihat rasio antara panas yang dihasilkan dengan massa molekul metana (16
g/mol), maka metana akan menghasilkan panas per satuan massa (55,7 kJ/mol) yang lebih
besar daripada hidrokarbon lainnya. Di banyak kota, metana dialirkan melalui pipa ke rumah-
rumah dan digunakan untuk pemanas rumah dan kebutuhan memasak. Metana yang dialirkan
di rumah ini biasanya dikenal dengan gas alam. Gas alam mempunyai kandungan energi 39
megajoule per meter kubik, atau 1.000 BTU per kaki kubik standar.
Metana dalam bentuk gas alam terkompresi digunakan sebagai bahan bakar kendaraan dan
telah terbukti juga sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar
fosil lain macam bensin dan diesel.

Proses biologi

Di alam, metana diproduksi oleh alam dalam proses yang disebut metanogenesis.
Proses yang memiliki beberapa tahap ini digunakan oleh beberapa mikroorganisme sebagai
sumber energi. Reaksi bersihnya adalah:

CO2 + 8 H+ + 8 e- CH4 + 2 H2O

Tahapan akhir dari proses ini dikatalis oleh enzim metil-koenzim M reduktase.
Metanogenesis merupakan salah satu bentuk respirasi anaerob yang digunakan oleh
organisme yang menempati tempat pembuangan akhir, hewan pemamah biak, dan rayap.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apakah beberapa tanaman juga termasuk
dalam emisi metana.

Proses industri

Metana dapat diproduksi dengan hidrogenasi karbon dioksida dalam proses Sabatier.
Metana juga merupakan hasil sampaing hidrogenasi karbon monoksida dalam proses Fischer-
Tropsch. Teknologi ini dipakai dalam skala industri untuk memproduksi molekul yang
rantainya lebih panjang dari metana.

Keberadaan

Metana ditemukan dan diisolasi oleh Alessandro Volta antara tahun 1776 dan 1778
ketika ia mempelajar gas rawa dari Danau Maggiore. Metana merupakan komponen utama
pada gas alam, sekitar 87% dari volume. Saat ini, metana dihasilkan dari ekstraksi di ladang
gas alam. Gas alam pada level dangkal (tekanan rendah) dibentuk oleh dekomposisi anaerob
beberapa substansi organik dan membentuk metana dari dalam, jauh dari permukaan bumi.
Secara umum, sedimen ini terkubur jauh di dalam dan karena mengalami suhu dan tekanan
tinggi, maka terbentuk gas alam.
Metana biasanya diangkur melalui jalur pipa dalam bentuk gas alam atau juga dengan
pengangkut LNG bila dibawa dalam bentuk cair, hanya beberapa negara saja yang
mengangkutnya memakai truk.

Sumber alternatif

Selain ladang gas, metode alternatif untuk mendapatkan metana adalah melalui biogas
yang dihasilkan oleh fermentasi substansi organik, misalnya pupuk kandang, limbah cair,
tempat pembuangan sampah, pada kondisi anaerob (tanpa oksigen). Penanaman padi juga
menghasilkan metana dalam jumlah besar selama pertumbuhannya. Metana hidrat/klarat
merupakan salah satu sumber masa depan metana yang potensial. Saat ini, hewan ternak
adalah penyumbang 16% emisi metana dunia ke atmosfer. Beberapa penelitian telah
menemukan beberapa cara untuk mengurangi metana yang dihasilkan oleh hewan pemamah
biak. Sebuah studi yang paling baru pada tahun 2009 menyebutkan bahwa 51% emisi gas
rumah kaca global dihasilkan oleh siklus hidup dan rantai pengiriman produk ternak,
termasuk semua daging, susu dan produk samping lainnya, dan proses pengangkutan mereka.

Di atmosfer Bumi

Metana terbentuk dekat permukaan bumi, terutama karena aktivitas mikroorganisme


yang melakukan proses metanogenesis. Gas ini kemudian terbawa ke stratosfer oleh udara
yang naik di iklim tropis. Konsentrasi metana di udara sebenarnya sudah dapat dikontrol
secara alami-tapi karena banyak aktivitas manusia yang menghasilkan metana maka sekarang
membuat gas ini menjadi salah satu gas rumah kaca, penyebab pemanasan global. Secara
alami, metana bereaksi dengan radikal hidroksil. Metana memiliki waktu "hidup" sekitar 10
tahun, baru setelah itu akan hilang dengan berubah menjadi karbon dioksida dan air.

Metana juga berpengaruh terhadap rusaknya lapisan ozon.

Sebagai tambahan, ada sejumlah besar metana dalam bentuk metana klarat di dasar laut dan
kerak bumi. Sebagian besar metana ini dihasilkan oleh proses metanogenesis.

Pada tahun 2010, kandungan metana di Arktik diperkirakan 1850 nmol/mol, 2 kali lebih
tinggi jika dibandingkan sampai 400.000 tahun sebelumnya. Pada sejarahnya, konsentrasi
metana di atmosfer bumi berkisar antara 300 dan 400 nmol/mol selama periode glasial /
zaman es dan 600-700 nmol/mol pada periode interglasial. Level konsentrasi metana ini
bahkan bertambah jauh lebih besar daripada penambahan karbon dioksida.

Metana di atmosfer bumi merupakan salah satu gas rumah kaca yang utama, dengan
potensi pemanasan global 25 kali lebih besar daripada CO 2 dalam periode 100 tahun,). Hal ini
berarti, emisi metana lebih mempunyai efek 25 kali lipat daripada emisi karbon dioksida
dengan jumlah yang sama dalam periode 100 tahun. Metana mempunyai efek yang besar
dalam jangka waktu pendek (waktu "hidup" 8,4 tahun di atmosfer), sedangkan karbon
dioksida mempunyai efek kecil dalam jangka waktu lama (lebih dari 100 tahun). Konsentrasi
metana di atmosfer sudah meningkat 150% dari tahun 1750 dan menyumbang 20% efek
radiasi yang dihasilkan gas rumah kaca secara global. Biasanya, metana yang dihasilkan dari
tempat pembuangan akhir akan dibakar sehingga dihasilkan CO 2 daripada metana, karena gas
ini lebih berbahaya untuk ozon. Belakangan ini, metana yang dihasilkan dari penambangan
batu bara telah berhasil digunakan untuk membangkitkan listrik.

Di luar Bumi

Metana telah terdeteksi dan dipercaya eksis di beberapa lokasi di tata surya. Di
kebanyakan tempat, dipercaya metana dibentuk oleh proses abiotik, kecuali di Mars dan
Titan.

Bulan jejak terdeteksi dari permukaan

Mars atmosfer Mars mengandung 10 nmol/mol metana. Di bulan Januari 2009,


ilmuwan NASA mengumumkan bahwa mereka telah mengetahui kalau Mars
beberapa kali melepaskan metana ke atmosfernya di beberapa lokasi, sehingga
beberapa ilmuwan ini berspekulasi adanya aktivitas biologi di bawah permukaan
Mars.

Yupiter atmosfernya mengandung 0.3% metana

Saturnus atmosfernya mengandung 0.4% metana

o Iapetus

o Titan atmosfernya mengandung 1.6% metana dan ada ribuan danau metana
yang telah ditemukan di permukaannya. Di bagian atas dari atmosfernya,
metana diubah menjadi molekul lain yang lebih kompleks misalnya asetilena,
sebuah proses yang juga menghasilkan molekul hidrogen. Ada bukti bahwa
asetilena dan hidrogen diproses ulang menjadi metana di permukaannya. Para
ilmuwan memperkirakan adanya katalis eksotik, atau bentuk-bentuk
kehidupan metanogenik yang belum dikenali.

o Enceladus atmosfernya mengandung 1.7% metana

Uranus atmosfernya mengandung 2.3% metana

o Ariel metana dipercaya sebagai salah satu konstituen dalam permukaan es


pada Ariel.

o Miranda

o Oberon sekitar 20% permukaan Oberon terdiri dari senyawa karbon-nitrogen


yang mengandung metana

o Titania sekitar 20% permukaan Titania terdiri dari senyawa organik yang
mengandung metana

o Umbriel metana merupakan salah satu konstituen es permukaan Umbriel

Neptunus atmosfernya mengandung 1.6% metana

o Triton Triton mempunyai atmosfer yang mengandung nitrogen dalam jumlah


kecil dengan metana dekat permukaannya.

Pluto analisis spektroskopik dari permukaan Pluto mengindikasikan adanya


sejumlah kecil metana.

o Charon metana dipercaya ada di Charon, tapi belum dapat dipastikan

Eris cahaya inframerah dari objek mengindikasikan adanya es metana

Komet Halley

Komet Hyakutake observasi terestrial menemukan etana dan metana pada komet ini
Planet ekstrasurya HD 189733b Ini adalah pendeteksian pertama kalinya bahwa
ditemukan senyawa organik pada planet di luar tata surya. Sumbernya masih belum
diketahui, ditambah lagi dengan suhu planet yang panas (sekitar 700 C) maka
biasanya akan membentuk karbon monoksida.

Awan antar bintang

Keamanan

Metana tidak beracun, tapi sangat mudah terbakar dan dapat menimbulkan ledakan
apabila bercampur dengan udara. Metana sangat reaktif pada oksidator, halogen, dan
beberapa senyawa lain yang mengandung unsur halogen. Metana juga bersifat gas asfiksian
dan dapat menggantikan oksigen dalam ruangan tertutup. Asfiksia dapat terjadi apabila
konsentrasi oksigen di udara berkurang sampai di bawah 16% volume, karena kebanyakan
orang hanya dapat mentoleransi pengurangan kadar oksigen sampai 16% tanpa merasa sakit.
Gas metana dapat masuk ke dalam interior sebuah gedung yang dekat dengan tempat
pembuangan akhir dan menyebabkan orang didalamnya terpapar metana. Beberapa gedung
telah dilengkapi sistem keamanan dibawah basement mereka untuk secara aktif menghisap
gas metana ini dan membuangnya keluar gedung.

B. PROSES PEMISAHAN GAS ALAM

Untuk mendapatkan gas alam yang dapat digunakan dan didistribusikan maka gas
alam tersebut harus melalui beberapa proses secara umum yaitu :
Purifikasi (pemurnian)
Separasi (pemisahan)
Liquefaction (pencairan) untuk gas yang didistribusikan dalam bentuk cair
(Ianatulkhoiroh,2008)
A. Pemurnian

Pemurnian merupakan tahapan proses guna menghilangkan senyawasenyawa


yang dapat mengganggu jalannya proses pencairan. Senyawa-senyawa tersebut dapat
berupa gas asam (H2S dan CO2), Air (H2O) Merkuri (Hg), dll. Selain itu faktor
keamanan lingkungan terhadap penggunaan gas alam juga menjadi faktor penentu
dalam proses ini.

Ada 3 Proses yang dilakukan dalam proses pemurnian , yaitu

1. Gas Sweetening
Gas Sweetening merupakan proses untuk menghilangkan kandungan gas
asam. Gas asam yang sering ditemukan dalam kandungan gas alam adalah
Hidrogen Sulfida (H2S) dan Karbon Dioksida (CO2). Hidrogen Sulfida harus
dihilangkan untuk menghindari sifat korosif dan toxic dari gas tersebut. Karbon
Dioksida harus dihilangkan untuk menghindari sifat korosif dan sifatnya yang
mengurangi heating value gas alam.
Faktor-faktor pertimbangan dalam memilih proses penghilangan gas asam yang
optimal :

Jenis dan konsentrasi impuritis serta komposisi hidrokarbon pada sour gas.

Temperatur dan tekanan gas asam.

Spesifikasi outlet gas alam.

Volume gas asam yang akan diproses.

Spesifikasi residu dari gas alam dan gas asam.

Penghilangan gas asam selektif.

Faktor biaya kapital dan operasi.

Kebijakan/standar lingkungan, yang meliputi peraturan mengenai polusi udara


dan bahan kimia berbahaya.

2. Dehydration
Dehydration merupakan proses untuk menghilangkan kandungan air (H2O)
pada gas alam. Air pada gas alam harus dihilangkan untuk menghindari terjadinya
freezing yang dapat mengganggu jalannya proses pencairan.
Proses dehidrasi pada gas alam sangat penting dilakukan berdasarkan tiga aspek
berikut :
a. Gas Gathering
b. Product Dehydration

c. Hydrocarbon Recovery
3. Mercury Removal
Mercury Removal merupakan proses untuk menghilangkan kandungan
merkuri (Hg) pada gas alam. Merkuri pada gas alam harus dihilangkan untuk
menghindari terbentuknya endapan (padatan amalgam) jika bereaksi dengan
material almunium, dan sifatnya yang beracun (toxic) yang berbahaya bagi
lingkungan.

Proses penghilangan kandungan merkuri diklasifikasikan menjadi dua jenis,


yaitu;

a. Non Regenerative Processes

b. Regenerative Processes

Gambar skema pemurnian gas alam


Pemurnian : penghilangan CO2, air,mercuri, fraksi berat

a. Penghilangan CO2

Kadar CO2 dalam gas alam cukup tinggi

CO2 bersifat korosif

Dapat membeku pada suhu -1550 yang akan menyumbat pipa

Cara : dengan absorbsi

Pengurangan CO2 berlangsung hingga kadarnya lebih kecil dari 50 ppm


(kelarutan CO2 pada -162 oC, 7-27 ATM adalah 356 ppm volume)

Absorben yang dapat digunakan :

1. Larutan K2CO3

2. Larutan MEA,DEA,TEA

b. Penghilangan Air

Air dapat menyebabkan :

Terbentuknya es

Membentuk hidrat dengan hidrokarbon dapat menyebabkan penyumbatan pipa

Dengan cara sebagai berikut:

Air dihilangkan dengan pengeringan hingga titik embunnya pada -73 oC


sampai dengan -101 oC (p= 14-47 ATM)

Absorbsi : ethylen glikol

Adsorben : silika gel, silika per alumin, molecular sieve

c. Penghilangan Mercuri (Hg)


Dapat merusak pipa yang terbuat dari aluminium

Cara : reaksikan dengan sulfur HgS

Air raksa dihilangkan dengan mengalirkan gas kedalam unggun aktif yang di
imprognasi dengan sulfur. Kemurnian yang diinginkan 0,4 mg/m3 gas yang
diperoleh.

d. Penghilangan Fraksi Berat

Dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna

Pada pembakaran menghasilkan asap hitam (C)

B. Pemurnian Bahan Baku


Gas alam setelah dipisahkan dari kondensat harus dibersihkan dulu dari
senyawa-senyawa yang tidak diinginkan sebelum dicairkan untuk mendapatkan gas
cair (LNG). Senyawa-senyawa yang tidak diinginkan itu adalah air raksa (mercury),
carbon dioxide, hydrogen sulfide, air dan hydro-carbon berat. Air raksa yang dapat
merusak peralatan aluminium yang digunakan pada bahagian pabrik yang beroperasi
pada suhu rendah ini, dipisahkan dengan jalan absorpsi (penyerapan) menggunakan
lapisan carbon. Senyawa-senyawa carbon dioxide dan hydrogen sulfide diabsorpsi di
dalam larutan-larutan carbonate dan DEA (Diethanolamine). Air dipisahkan dengan
jalan melewatkan gas alam tersebut pada pengering molecular sieve. Yang terakhir
senyawa hydrocarbon-hydrocarbon berat dipisahkan dengan jalan fraksinasi di dalam
scrub tower.

C. Pencairan

a. Pencairan

Dengan proses refrijerasi atau secara ekspansi bebas

Suhu operasi -1600C


Refrijeran : ammoniak (-140C), freon (-500C)C3, MCR (multi componen
refrigerant)
Kriteria pemilihan refrijeran :

Entalpi penguapan tinggi

Suhu (titik) gelembung rendah

Ekonomis

Kurva pendinginannya mendekati efisien

Gambar skema pencairan gas alam

PLANT 1 - GAS PURIFICATION

Proses di Plant 1 adalah pemurnian gas dengan pemisahan kandungan CO 2 (Carbon


Dioksida) dari gas alam. Kandungan CO 2 tersebut harus dipisahkan agar tidak mengganggu
proses selanjutnya. Pemisahan CO2 dilakukan dengan proses absorbsi larutan Mono Ethanol
Amine (MEA), yang sekarang diganti dengan Methyl De Ethanol Amine (MDEA) produksi
Ucarsol. Proses ini dapat mengurangi CO 2 sampai di bawah 50 ppm dari aliran gas alam.
Batas maksimum kandungan CO2pada proses selanjutnya adalah 50 ppm.

PLANT 2 - GAS DEHYDRATION AND MERCURY REMOVAL

Selain CO2, gas alam juga mengandung uap air (H2O) dan Mercury (Hg) yang akan
menghambat proses pencairan pada suhu rendah. Pada Plant 2, kandungan H 2O dan Hg
dipisahkan dari gas alam. Kandungan H2O pada gas alam tersebut akan menjadi padat dan
akan menghambat pada proses pendinginan gas alam selanjutnya. Pemisahan kandungan H 2O
(Gas Dehydration) dilakukan dengan cara absorbsi menggunakan molecullar sieve hingga
kandungan H2O maksimum 0,5 ppm. Kandungan mercury (Hg) pada gas alam tersebut jika
terkena peralatan yang terbuat dari aluminium akan terbentuk amalgam. Sedangkan tube pada
Main Heat Exchanger 5E-1 yang merupakan alat pendingin dan pencairan utama untuk
memproduksi LNG adalah terbuat dari aluminium. Pemisahan kandungan Hg (Mercury
Removal) dilakukan dengan cara absorbsi senyawa belerang menggunakan molecullar sieve
hingga kandungan Hg maksimum 0,1 ppm.

PLANT 3 FRACTINATION

Sebelum gas alam didinginkan dan dicairkan pada Main Heat Exchanger 5E-1 pada
suhu yang sangat rendah hingga menjadi LNG, proses pemisahan (fractination) gas alam dari
fraksi-fraksi berat (C2, C3, C4, dst) perlu dilakukan. Proses fraksinasi tersebut dilakukan di
Plant 3. Pemisahan gas alam dari fraksi beratnya dilakukan pada Scrub Column 3C-1. Setelah
dipisahkan dari fraksi beratnya, gas alam didinginkan terlebih dahulu hingga temperatur
sekitar -50C dan selanjutnya diproses di Plant 5 untuk didinginkan lebih lanjut dan
dicairkan. Sedangkan fraksi beratnya dipisahkan lagi sesuai dengan titik didihnya dengan
beberapa alat (Deethanizer, Deprophanizer dan Debuthanizer) untuk mendapatkan prophane,
buthane dan condensate.

PLANT 4 REFRIGERATION

Selain penurunan tekanan, proses pencairan gas alam dilakukan dengan menggunakan
sistem pendingin bertingkat. Bahan pendingin yang digunakan: Propane dan Multi
Component Refrigerant (MCR). MCR adalah campuran Nitrogen, Methane, Ethane,
Prophane dan Buthane yang digunakan untuk pendinginan akhir dalam proses
pembuatanLNG. Plant 4 menyediakan pendingin Prophane dan MCR. Baik prophane maupun
MCR sebagai pendingin diperoleh dari hasil sampingan pengolahan LNG.

A. Siklus Pendingin Prophane

Cairan prophane akan berubah fase menjadi gas prophane setelah temperaturnya naik
karena dipakai mendinginkan gas alam maupun MCR. Sesuai dengan kebutuhan
pendinginan bertingkat pada proses pengolahan LNG, kondisi cairan prophane yang
dipakai pendinginan ada 3 tingkat untuk MCR dan 3 tingkat untuk gas alam. Gas prophane
setelah dipakai untuk pendinginan dikompresikan oleh Prophane Recycle Compresor 4K-1
untuk menaikkan tekanannya, kemudian didinginkan oleh air laut, dan selanjutnya
dicairkan dengan cara penurunan tekanan. Inti dari proses refrigerasi ini adalah digunakan
untuk mendinginkan gas umpan sebelum masuk ke sistem refrigerasi MCR. Kandungan
prophane yang digunakan yaitu lebih dari 99%.

B. Siklus Pendingin MCR

Cairan MCR berubah fase menjadi gas MCR dengan kenaikan temperatur karena
dipakai pendinginan gas alam pada Main Heat Exchanger 5E-1. Gas MCR tersebut
dikompresikan secara seri oleh MCR First Stage Compresor 4K-2 dan MCR Second Stage
Compressor 4K-3 untuk menaikkan tekanannya. Pendinginan dengan air laut dilakukan
pada interstage 4K-2 dan 4K-3 serta pada discharge 4K-3. Dalam proses ini,
terjadi kompresi 2 tahap yang bertujuan untuk mendinginkan gas umpan hasil pendinginan
refrigerasi prophane, untuk menghasilkan produk LNG pada unit pencairan. Komposisi
refrigerasi MCR (dalam persen mol) yaitu :

- NITROGEN : 3% - ETANA : 50%

- METANA : 45% - PROPANA : 2%

PLANT 5 LIQUEFACTION (PENCAIRAN)

Pada Plant 5 dilakukan pendinginan dan pencairan gas alam setelah gas alam
mengalami pemurnian dari CO2, pengeringan dari kandungan H2O, pemisahan Hg serta
pemisahan dari fraksi beratnya dan pendinginan bertahap oleh prophane. Gas alam menjadi
cair setelah keluar dari Main Heat Exchanger 5E-1 dan peralatan lainnya selanjutnya
ditransfer ke storage tank.

Proses Refrigerasi Propane pada Plant 4

Propane yang telah dikompresi pada Propane Compressor 4K-1 akan diturunkan
temperaturnya dari temperatur superheated menjadi temperatur saturated pada Propane
Desuperheater 4E-1dengan perpindahan panas melalui air laut sebagai fluida pendingin dan
kemudian dikondensasi menjadi fase saturated liquid pada Propane Condenser 4E-2.
Propane cair mengalir ke Propane Accumulator 4C-1 pada temperatur sekitar 37oC dan
tekanan 13.4 kg/cm2. Propane Vent Scrubber 4C-6 dan Propane Vent Condenser 4E-3
dipasang pada bagian atas akumulator untukmeminimalkan losses propane selama proses
penghilangan komponen yang tidak dapat dikondensasi pada sistem propane.

C. PRODUK

Produk yang dihasilkan dari proses pencairan gas alam ini yaitu :

Bahan bakar, LNG (Liquified Natural Gas), natural gasoline, carbon black, helium,
hidrogen, gas sintetis dan beberapa petrokimia

Karena bentuknya gas, sehingga sulit transportasi gas dicairkan sebagai LNG

D. KEGUNAAN GAS ALAM

Secara garis besar kegunaan gas alam dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :

Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit
Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan
bakar kendaraan bermotor (BBG), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah
tangga, hotel, restoran dan sebagainya.
Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia,
metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear
low density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene,
PVC=poly vinyl chloride), C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink,
dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan
bahan pemadam api ringan
Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas
(LNG).
LPG digunakan sebagai pengganti freon, aerosol, bahan pendingin (refrigerant /
cooling agent), kosmetika, bahan bakar.

Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air
conditioner (AC=penyejuk udara), seperti yang digunakan di bandara Bangkok,
Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.

E. GAS ALAM YANG DICAIRKAN

Gas alam cair (Liquefied natural gas atau LNG) adalah gas yang telah diproses

untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian

dikondensasi menjadi cairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar

-160 0 Celsius.
LNG ditransfortasikan menggunakan kendaraan yang dirancang khhusus dan ditaruh

dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gasalam

pada susu dan tekana standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh

dimana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak

memungkinkan atau tidak ekonomis.


Gas alam dapat ditransportasikan oleh kendaraan LNG, dimana kebanyakan jenis

tangki adalah tangki membran atau moss. LNG menawarkan kepadatan energi yang

sebanding dengan bahan bakar petrol dan diesel yang menghasilkan polusi yang lebih

sedikit, tetapi biaya produksi yang relatif tinggi dan kebutuhan penyimpanannya yang

meggunakan tangki cryogenic yang mahal telah mencegah penggunaannya dalam

aplikasi komersial. Kondisi yang dibutuhkan untuk memadatkan gas alam bergantung

dari komposisi dari gas itu sendiri, pasara yang akan menerima serta proses yang
o
digunakan, namun umumnya menggunakan suhu sekitar 120-170 Celsius (methana

murni menjadi cair pada suhu -161,6 o C ) dengan tekanan anatar 101 dan 6000 Kpa

(14,7dan 870 lbf/in2 ). Gas alam bertekanan tinggi yang tekah didapt kemudian
diturunkan tekanannya untuk penyimpanan dan pengiriman. Kepadatan LNG kira-kira

0,41-0,5 Kg/L, tergantung suhu, tekanan dan komposisi. Sebagai perbandingan air

memiliki kepadatan 1,0 kg/L. LNG berasl dari gas alam yang merupakan campuran

dari beberapa gas yang berbeda sehingga tidak memiliki nilai panas yang spesifik.

Nilai panasnya bergantung pada sumber gas yang digunakan untuk mencairkan

bentuk gasnya. Nilai panas tertinggi LNG berkisar sekitar 24 MJ/L pada susu -164

derajat dan linai terendahnnya 21ML/L.

F. PENYIMPANAN DAN PENGANGKUTAN

1) PENYIMPANAN

Untuk mempertahankan dalam Bentuk cair, suhu harus dipertahankan pada


suhu 160oC. Dengan rancangan tangki dingin yang dapat diandalkan tapi
semurah mungkin. Bahan penyimpanan harus tahan terhadap tekanan tinggi dan
temperatur yang rendah (misalnya Al, 8% Nikel & beton tertentu). Tangki diberi
isolasi berupa bahan insulasi panas yang hanya memberikan kebocoran panas yang
kecil.

Jenis-jenis tangki penyimpan :


1.Tangki berupa gua dalam tanah
2.Tangki berupa lubang dalam tanah yang dibekukan serta dilengkapi dengan
penutup khusus
3.Tangki beton pratekan dengan dilengkapi isolasi sistem insulasi
4.Tangki dinding baja dua lapis dengan sistem insulasi antara dua dinding

Variabel untuk perancangan tangki :


a.Kapasitas tampung, untuk menentukan ukuran tangki
b.Tekanan operasi maksimal, untuk perhitungan beban tegangan pada bahan
konstruksi.
c.Temperatur operasi, untuk pemilihan bahan dan sistem insulasi.
d.Densitas cairan, untuk perhitungan struktur dan fondasi
e.Kebocoran panas yang diperbolehkan untuk design sistim insulasi
2.) PENGANGKUTAN

Pipa (piping)

Angkutan laut dengan tanker khusus, antara lain :

Sistem membran, tangki berbentuk kotak dengan dinding membran dilengkapi


insulasi panas Sistem bulatan, dengan tangki berbentuk bola yang self supporting

Metode penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground


Storage", yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai
"salt dome" yakni kubah-kubah di bawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-
sumber gas alam yang telah depleted. Hal ini sangat tepat untuk negeri 4 musim.
Pada musim panas saat pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang (low demand),
gas alam diinjeksikan melalui kompresor-kompresor gas kedalam kubah di dalam
tanah tersebut. Pada musim dingin, dimana terjadi kebutuhan yang sangat signifikan,
gas alam yang disimpan di dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan
kepada konsumen yang membutuhkan. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas
alam, cara ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas
alam melalui jaringan pipa gas alam.

Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi :

Transportasi melalui pipa salur.

Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker
LNG untuk pengangkutan jarak jauh.

Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan


dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat
dan menengah (antar pulau).

Di Indonesia, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Hilir Migas) telah menyusun
Master Plan "Sistem Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Dalam waktu
yang tidak lama lagi sistem jaringan pipa gas alam akan membentang sambung
menyambung dari Nanggro Aceh Darussalam-Sumatera Utara-Sumatera Tengah-
Sumatera Selatan-Jawa-Sulawesi dan Kalimantan. Saat ini jaringan pipa gas di
Indonesia dimiliki oleh PERTAMINA dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah
pada daerah-daerah tertentu, misalnya di Sumatera Utara, Sumatera Tengah,
Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair (liquefied
natural gas, LNG) menyebrangi samudra, sedangkan truk tangki dapat membawa
gasa alam cair atau gas alam terkompresi (compressed natural gas, CNG) dalam
jarak dekat. Mereka dapat mentransportasi gas alam secara langsung ke pengguna-
akhir atau ke titik distribusi, seperti jalur pipa untuk transportasi lebih lanjut. Hal ini
masih membutuhkan biaya yang besar untuk fasilitas tambahan untuk pencairan gas
atau kompresi di titik produksi, dan penggasan atau dekompresi di titik pengguna-
akhir atau ke jalur pipa.

G. SKEMA DIAGRAM PROSES

1. Diagram Proses LNG

Gambar Diagram alur proses pemurnian dan pemisahan gas alam


Gambar Skema pemprosesan gas alam
BAB III
PEMBAHASAN

Selama ini bahan baku dari gas alam telah banyak dimanfaatkan untuk memenuhi
kehidupan masyarakat, seperti sebagai bahan bakar kendaraan, bahan bakar untuk memasak,
LNG (Liquified Natural Gas), natural gasoline, carbon black, helium, hidrogen, gas sintetis
dan beberapa petrokimia. Gas alam yang dimanfaatkan tentu harus mangalami suatu proses
pemurnian, pemisahan, atau pencairan dengan cara memisahkan komponen komponen yang
terkandung di dalamnya. Proses pemisahan tersebut tentunya tidak mudah dilakukan tanpa
adanya bantuan alat alat proses yang melibatkan berbagai macam reaksi kimia, seperti
pengendapan, penyaringan, pencampuran, dan proses proses lainnya. Dalam proses tersebut
terdapat beberapa rangkain proses atau disebut juga dengan skema diagram proses yang di
dalamnya telah menjelaskan proses pencairan gas alam tersebut.

Gas alam merupakan senyawa hidrokarbon (CnH2n+2) dan terdiri dari campuran
beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N 2,
CO2 dan H2S. Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan (CH 4), dan dapat juga
etan (C2H6) dan propan (C3H8).

Gas alam dicairkan untuk memudahkan transportasinya. Sebelum pencairan, bahan-


bahan baku gas alam pada umumnya harus diperlakukan untuk menghilangkan komponen-
komponen yang dapat membeku dan membuntu peralatan selama pembentukan dan proses
gas alam yang dicairkan (LNG). Untuk mendapatkan gas alam yang dapat digunakan dan
didistribusikan maka gas alam tersebut harus melalui beberapa proses secara umum yaitu:
Purifikasi (pemurnian) yaitu tahapan proses yang dilakukan guna menghilangkan senyawa
senyawa yang dapat mengganggu jalannya proses pencairan. Senyawa-senyawa tersebut
dapat berupa gas asam (H2S dan CO2), Air (H2O) Merkuri (Hg), dll. Ada 3 Proses yang
dilakukan dalam proses pemurnian(purifikasi) yaitu Gas Sweetening yaitu proses yang
dilakukan untuk menghilangkan kandungan gas asam yang terkandung dalam gas alam
seperti Hidrogen Sulfida (H2S) dan Karbon Dioksida (CO2). Hidrogen Sulfida harus
dihilangkan untuk menghindari sifat korosif dan toxic dari gas tersebut. Karbon Dioksida
harus dihilangkan untuk menghindari sifat korosif dan sifatnya yang mengurangi heating
value gas alam. Dehydration merupakan proses untuk menghilangkan kandungan air (H 2O)
pada gas alam. Air pada gas alam harus dihilangkan untuk menghindari terjadinya freezing
yang dapat mengganggu jalannya proses pencairan. Mercury Removal merupakan proses
untuk menghilangkan kandungan merkuri (Hg) pada gas alam.

Pada proses pemisahan(Fractination) gas alam dari fraksi-fraksi berat seperti C2, C3,
C4, dst perlu dilakukan. Proses pemisahan ini dilakukan pada Scrub Column 3C-1. Setelah
dipisahkan dari fraksi beratnya, maka selanjutnya gas alam harus di dinginkan terlebih dahulu
hingga temperaturnya sekitar -50o C . Refrigeration Selain penurunan tekanan, proses
pencairan gas alam dilakukan dengan menggunakan sistem pendingin bertingkat. Bahan
pendingin yang digunakan: Propane dan Multi Component Refrigerant (MCR). MCR adalah
campuran Nitrogen, Methane, Ethane, Prophane dan Buthane yang digunakan untuk
pendinginan akhir dalam proses pembuatan LNG. Siklus Pendingin Prophane Cairan
prophane akan berubah fase menjadi gas prophane setelah temperaturnya naik karena dipakai
mendinginkan gas alam maupun MCR. Inti dari proses refrigerasi ini adalah digunakan untuk
mendinginkan gas umpan sebelum masuk ke sistem refrigerasi MCR. Siklus Pendingin
MCR Cairan MCR berubah fase menjadi gas MCR dengan kenaikan temperatur karena
dipakai pendinginan gas alam pada Main Heat Exchanger 5E-1. Gas MCR tersebut
dikompresikan secara seri oleh MCR First Stage Compresor 4K-2 dan MCR Second Stage
Compressor 4K-3 untuk menaikkan tekanannya. Pendinginan dengan air laut dilakukan pada
interstage 4K-2 dan 4K-3 serta pada discharge 4K-3. Pada Liquefaction dilakukan
pendinginan dan pencairan gas alam setelah gas alam mengalami pemurnian dari CO2,
pengeringan dari kandungan H2O, pemisahan Hg serta pemisahan dari fraksi beratnya dan
pendinginan bertahap oleh prophane. Gas alam menjadi cair setelah keluar dari Main Heat
Exchanger 5E-1 dan peralatan lainnya selanjutnya ditransfer ke storage tank.

Pada proses pencairan , proses yang dilakukan yaitu proses refrijerasi atau secara
ekspansi bebas, dengan Suhu operasi -1600C dan refrigernt yang digunakan yaitu ammoniak
(-140C), freon (-500C)C3, MCR (multi componen refrigerant).

Proses Pendinginan dan pencairan gas alam setelah gas alam mengalami pemurnian
dari CO2, pengeringan dari kandungan H2O, pemisahan Hg serta pemisahan dari fraksi
beratnya dan pendinginan bertahap oleh prophane. Gas alam menjadi cair setelah keluar dari
Main Heat Exchanger 5E-1 dan peralatan lainnya selanjutnya ditransfer ke storage tank.

Setelah dilakukan pencairan dan pendinginan gas alam dilakukan tahap penyimpanan
dan pengangkutan. Tahap penyimpanan bertujuan untuk mempertahankan dalam bentuk cair
dengan kisaran suhu pada 160oC. Bahan penyimpanan harus tahan terhadap tekanan tinggii
dan temperatur yang rendah, tangki juga harus diberi isolasi panas yang hanya memberikan
kebocoran panas yang kecil. Beberapa jenis tangki penyimpan, tangki berupa gua dalam
tanah, tangki berupa lubang dalam tanah yang dibekukan serta dilengkapi dengan penutup
khusus, tangki beton pratekan dengan dilengkapi isolasi sistem insulasi, tangki dinding baja
dua lapis dengan sistem insulasi antara dua dinding. Pengangkutan dapat melalui beberapa
transportasi yaitu melalui pipa salur, dalam bentuk LNG dengan menggunakan kapal tanker
LNG untuk pengangkutan jarak jauh, dalam bentuk CNG untuk didarat digunakan road
tenker untuk dilaut dapat menggunakan kapal tanker.

Gas alam dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya :

1. Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik
Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar
kendaraan bermotor (BBG), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga, hotel,
restoran dan sebagainya.
2. Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia,
metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear low
density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene,
PVC=poly vinyl chloride), C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink, dry
ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan
pemadam api ringan.
3. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas
(LNG). LPG digunakan sebagai pengganti freon, aerosol, bahan pendingin
(refrigerant/cooling agent), kosmetika, bahan bakar. Teknologi mutakhir juga telah
dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner (AC=penyejuk udara), seperti
yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan beberapa bangunan gedung
perguruan tinggi di Australia.
BAB IV

KESIMPULAN

Dengan selesainya makalah ini kami dapat memenuhi tugas wajib yang
harus diselesaikan untuk mata kuliah Proses Industri Kimia.

Komposisi gas alam yang terbentuk sebagian besar dari metan (CH 4), dan
dapat juga etan (C2H6)dan propan (C3H8).

Proses pemisahan gas alam meliputi proses Purifikasi (pemurnian),


Separasi (pemisahan), dan proses Liquefaction (pencairan) untuk gas yang
didistribusikan dalam bentuk cair. Tahapan proses pada proses pengolahan
gas alam hingga menjadi gas alam cair adalah proses gas sweetening,
dehydration, mercury removal, proses fraksinasi dan proses refrigerasi

Gas alam dalam pemanfaatannya dapat digunakan sebagai bahan bakar,


bahan baku, dan komoditas energi untuk ekspor.

LNG PROCESS BLOCK DIAGRAM

PLANT-4 PLANT-5
C3 Vapor
C3 Refrig. MCR Liquefaction
System Refrig. Unit
System
C3 Liquid

CO2

C3 Liquid
C3 Vapor

< 50 PPM
-34oC -154oC

PLANT-1 PLANT-2 PLANT-3


NATURAL
GAS CO2 o Dehydration & -28 Scrub Column LNG
18 C
Absorbtion Mercury and Fractionation STORAGE
30oC Unit Removal Unit TANK
46.5 Kg/cm2

H2 O Hg C2 +
< 0.5 PPM

Produk dari gas alam yang telah diolah berupa bahan bakar, LNG
(Liquified Natural Gas), natural gasoline, carbon black, helium, hidrogen,
gas sintetis dan beberapa petrokimia.

DAFTAR PUSTAKA

Arunals.wordpress.com/2012/09/16/Proses-Kimia-Gas-Alam/

Budhisantoso97.wordpress.com/2012/09/17/analisis-gas-processing-process/

Chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/karbon-dioksida-co2/2012/09/20/

Chem-is-try.org/tabel_periodik/nitrogen/2012/09/20/

Ivan Hadinata Rimbualam.ui.ac.id/internal/131803508/material/LNG.ppt/

Kidnay,Dkk Fundamentals of Natural Gas Processing. CRC Press. 2012/

Lanatulkhoiroh.wordpress.com/2012/09/14/natural-gas-processing-process-overview/

Naturalgas.org/environment/technology.asp

Ngudi Waluyo. wordpress.com/2012/09/18/gas-alam/

Shcommunity.wordpress.com/2012/09/15/gas-alam/

Shcommunity.wordpress.com/2012/09/15/gas-alam-cair-lng/

Shcommunity.wordpress.com/2012/09/16/gas-bumi/

Usembassyjakarta.org/econ/natural_gas2012.html

Vanbigbro.wordpress.com/2012/09/14/gas-alam/

Wikipedia.org/wiki/2012/09/17/Gas_alam/

Wikipedia.org/wiki/2012/09/20/Hidrogen_sulfida

Wikipedia.org/wiki/2012/09/20/Oksigen

Www.scribd.com/doc/56799008/Karya-Ilmiah