Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No.

1 (Maret 2014)

SIFAT-SIFAT MEKANIK KOMPOSIT POLIPROPILENA BERPENGISI


ABU PEMBAKARAN BIOMASSA KELAPA SAWIT

Danil Tarmizi1, Kartini Noor Hafni1, A. Haris Simamora2


1
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,
2
Magister Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,
Jl. Almamater Kampus USU Medan 20155, Indonesia
Email: daniltarmizi@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi abu pembakaran biomassa kelapa
sawit terhadap sifat-sifat mekanik komposit polipropilena. Komposit dibuat dengan metode ekstrusi
dan injection molding dengan mencampurkan polipropilena dan abu palm oil fuel ash (POFA) dengan
komposisi pengisi masing-masing 10, 15 dan 20 (% b/b). Sifat-sifat mekanik yang diuji yaitu
kekuatan tarik, pemanjangan pada saat putus dan kekuatan bentur. Hasil yang diperoleh dari
penelitian adalah penambahan bahan pengisi abu pembakaran biomassa kelapa sawit pada komposit
polipropilena menurunkan sifat-sifat mekanik komposit sendiri seperti, kekuatan tarik, pemanjangan
pada saat putus dan kekuatan bentur.

Kata kunci: abu pembakaran biomassa kelapa sawit, komposit, sifat-sifat mekanik

Abstract
This study aimed to determine the effect of palm oil fuel ash composition of the mechanical properties
of polypropylene composites. Composites made by extrusion and injection molding method by mixing
polypropylene and palm oil fuel ash with filler composition, respectively 10, 15, and 20 (% w/w).
Mechanical properties which tested are tensile strength, elongation at break, and impact strength.
The results obtained from the study is the addition of filler palm oil fuel ash in polypropylene
composites decrease the mechanical properties of the composites, such as tensile strength, elongation
at break, and impact strength.

Key words: palm oil fuel ash, composite, mechanical properties

Pendahuluan memperoleh sifat yang lebih baik, yang dikenal


Kelapa sawit adalah salah satu komoditi sebagai bahan komposit.
andalan Indonesia yang perkembangannya Pemanfaatan POFA sebagai pengisi dalam
demikian pesat. Selain produksi minyak kelapa pembuatan komposit polimer mempunyai nilai
sawit yang tinggi, produk samping atau limbah yang signifikan untuk memotong konsumsi dari
pabrik kelapa sawit yang dihasilkan juga tinggi. matrix dan bahan pengikat dari material komposit
Dengan kondisi yang demikian itu sebenarnya [5]. Mengingat bahwa limbah abu pembakaran
banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh untuk biomassa kelapa sawit atau palm oil fuel ash
menciptakan kelapa sawit sebagai industri yang (POFA) ini adalah limbah biomassa berharga
zero wastes [6]. murah dan mempunyai jumlah yang berlimpah
Limbah menjadi pusat perhatian dunia dalam serta bersifat dapat dibaharui atau renewable, yang
peningkatan perlindungan terhadap alam maka, diperkirakan potensial dimanfaatkan sebagai bahan
berbagai teknologi telah dikembangkan untuk pengisi pada polimer termoplastik dan
memanfaaatkan limbah tersebut. Limbah dalam ditingkatkan fungsinya
jumlah berlimpah salah satunya adalah limbah abu Dalam penelitian ini yang menjadi
pembakaran biomassa kelapa sawit atau palm oil permasalahan adalah bagaimana pengaruh
fuel ash (POFA), yang mana dapat diperoleh tanpa perbandingan komposisi POFA terhadap sifat-sifat
biaya, diperbaharui dan mempunyai performa yang mekanik pada komposit polipropilena yang
bagus pada kondisi panas yang tinggi [5]. dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk
Pengembangan teknologi selama beberapa menentukan komposisi pengisi terbaik POFA
tahun terakhir telah membawa ke penggunaan terhadap sifat-sifat mekanik pada komposit
polimer sintetis. Hal ini dikarenakan bahan polipropilena yang dihasilkan.
polimer memiliki sifat ringan, murah, tahan korosi
dan temperatur pemrosesannya yang relatif rendah Teori
bila dibandingkan dengan bahan logam ataupun Pada pembuatan minyak kelapa sawit,
bahan keramik [2]. Pada umumnya bahan polimer minyak dari buah kelapa sawit segar diekstraksi,
ini dicampurkan dengan bahan lain untuk sisa padatan dari produk dalam bentuk cangkang,
serat dan tandan kosong (lebih dari 70% dari buah

19
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No. 1 (Maret 2014)

kelapa sawit segar) dikeluarkan dari proses. Hasil dan Pembahasan


Limbah ini digunakan kembali di Pabrik Kelapa 1. Kekuatan Tarik (Tensile Strength)
Sawit (PKS) yang sama sebagai bahan bakar boiler Gambar 1 menunjukkan pengaruh penam-
untuk menghasilkan steam yang berfungsi untuk bahan bahan pengisi POFA pada matriks
membangkitkan tenaga listrik dan menjalankan polipropilena terhadap kekuatan tarik komposit.
operasi internal dan proses pembakaran ini akan
menyisakan abu sekitar 5%. Abu ini dikenal a/b = perbandingan matriks
dengan abu pembakaran biomassa kelapa sawit 25 dan bahan pengisi
atau palm oil fuel ash (POFA). Oleh karena 20.639
kekurangan nutrisi yang dibutuhkan sebagai pupuk 20 17.945 17.801

Kekuatan Tarik (MPa)


16.837
maka POFA dibuang ke tanah kosong disekeliling
pabrik minyak kelapa sawit sehingga 15
menyebabkan masalah lingkungan dan resiko
kesehatan. Oleh karena itu ditemukan solusi dalam 10
beberapa studi untuk menggunakan POFA sebagai
filler untuk beberapa material [1]. 5
Kandungan utama palm oil fuel ash (POFA)
adalah Silicon Dioxide (SiO2), Aluminum Oxide
0
(Al2O3), Magnesium Oxide (MgO), Ferric Oxide
100/0 90/10 85/15 80/20
(Fe2O3), Calcium Oxide (CaO), Potassium Oxide
Perbandingan Matriks dan Pengisi
(K2O) [4]. Silicon Dioxide (SiO2) merupakan
senyawa yang paling banyak terdapat pada POFA
yaitu sekitar 40-70%, Aluminum Oxide (Al2O3) 5- Gambar 1. Pengaruh Kandungan Bahan Pengisi
Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Polipropilena
15%, Calcium Oxide (CaO) 5-10%, Ferric Oxide
(Fe2O3) 5-10% dan Magnesium Oxide (MgO) Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa nilai
sekitar 3-10% [1]. kekuatan tarik bahan berpengisi POFA tersebut
berada di bawah nilai kekuatan tarik polipropilena
Metodologi Penelitian murni. Penurunan ini disebabkan karena
Propilena disuplai dari The Polyolefin penambahan POFA yang akan menimbulkan
Company Singapura dan POFA diperoleh dari interaksi dan mempengaruhi sifat-sifat dari
salah satu PKS di daerah Sumatera Utara. POFA komposit, termasuk kekuatan tarik.
digiling di dalam ball mill untuk menyeragamkan Partikel dari POFA yang cukup besar dan
dan memperkecil ukuran partikel POFA tersebut. cenderung berikatan atau berkumpul membentuk
Setelah digiling kemudian POFA diayak dengan algomerasi dalam kondisi lembab yang kemudian
menggunakan ayakan 140 mesh. Hasil ayakan berinteraksi di daerah antar fasa sebagai pengisi
dimasukkan kedalam larutan NaOH 0,1 M sambil dengan matriks polipropilena akan mempengaruhi
diaduk perlahan sampai tercapai temperatur ruang. kekuatan tarik komposit. Aglomerasi mengurangi
Campuran POFA dengan NaOH disaring kecocokan dari pengisi dan matriks [3].
menggunakan ayakan 200 mesh dan setelah itu Hal ini juga yang menunjukkan kemampuan
dicuci, dibilas dengan air secukupnya dan pengisi dalam menurunkan tegangan (stress) yang
dikeringkan dalam oven dengan suhu 105 oC diberikan sehingga nilai kekuatan tarik komposit
hingga kering. Gerus endapan kering tersebut berada dibawah matriks murninya. Penyebab lain
pada mortar untuk memecahkan aglomerasinya. juga diperkirakan akibat butiran POFA yang
Dilakukan pencampuran antara Polipropilena dan terhidrasi bersifat hydrofil sementara permukaan
POFA dengan komposisi yaitu 10, 15 dan 20% dari polipropilen bersifat hydrofob. Ketidak
(b/b) dan penambahan agen pendispersi berupa sesuaian ini akan memberikan kontribusi terhadap
magnesium stearat. perubahan sifat mekanis kekuatan tarik dari
Pencampuran POFA dengan matriks matriks murni dibandingkan komposit.
polipropilena dilakukan secara manual dan
kemudian dilanjutkan dengan proses ekstrusi dan 2. Sifat Pemanjangan Pada Saat Putus
pelletisasi. Komposit hasil ekstrusi di cetak pada (Elongation at Break)
injection molding Niigata CN 75 untuk pembuatan Gambar 2 menunjukkan pengaruh
spesimen uji sesuai dengan ASTM standar. penambahan bahan pengisi POFA pada matriks
Spesimen didiamkan/ageing selama 24 jam di polipropilena terhadap sifat pemanjangan
dalam desikator kemudian dilakukan pengujian (elongation at break) pada saat putus.
sifat masing-masing varian komposit tersebut.
Pengujian kekuatan tarik dan pemanjangan saat
putus dilakukan sesuai dengan ASTM D 638 dan
kekuatan bentur dengan ASTM D 256.

20
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No. 1 (Maret 2014)

ada ikatan permukaan yang kuat antara pengisi dan


180 a/b = perbandingan matriks
Pemanjangan pada Saat Putus (%)
dan bahan pengisi matriks, tanpa adanya faktor tersebut penambahan
156.667
160 pengisi dapat menurunkan kekuatan bentur bahan
komposit yang dihasilkan [3].
140
120 a/b = perbandingan matriks
120 112.134 dan bahan pengisi
100

Kekuatan Bentur (J/m2)


80 100
60 53.333
46.015 80
39.254
40 60.853
60 50.396 48.162
20
0 40
100/0 90/10 85/15 80/20
Perbandingan Matriks dan Pengisi 20

0
Gambar 2. Pengaruh Kandungan Bahan Pengisi 100/0 90/10 85/15 80/20
Terhadap Sifat Pemanjangan Pada Saat Putus
(Elongation Break) Komposit Polipropilena Perbandingan Matriks dan Pengisi

Hasil pengujian komposit menunjukkan Gambar 3. Pengaruh Kandungan Bahan Pengisi


bahwa pemanjangan pada saat putus menurun Terhadap Kekuatan Bentur (Impact Strength)
dengan meningkatnya kandungan bahan pengisi Komposit Polipropilena
POFA. Hal ini menunjukkan bahwa semakin
bertambahnya bahan pengisi akan mengakibatkan Kesimpulan
bahan komposit kehilangan keelastisannya. Sifat mekanik yaitu kekuatan tarik,
Semakin elastis suatu bahan mengindikasikan pemanjangan pada saat putus dan kekuatan bentur,
tingginya nilai pemanjangan pada saat putus. menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan
Penurunan nilai pemanjangan pada saat putus komposisi bahan pengisi yaitu POFA mengalami
menunjukkan penurunan kemampuan bahan penurunan, yang berarti POFA belum mampu
pengisi untuk menyokong perpindahan tegangan meningkatkan sifat mekanik dari komposit yang
(stress) dari bahan polimer ke matriks [3]. Hal ini dihasilkan.
disebabkan karena interkalasi dari POFA yang
terhydrasi pada matriks sehingga mengurangi Daftar Pustaka
keelastisan dari matriks, yang mana menyebabkan [1] Altwair, Nurdeen M., Megat Azmi Megat
kekakuan komposit. Penurunan nilai pemanjangan Johari dan Syed Fuad Saiyid Hashim,
pada saat putus komposit juga disebabkan oleh Strength Activity Index and Microstructural
pengurangan komposisi dari matriks. Characteristics of Treated Palm Oil Fuel Ash,
International Journal of Civil &
3. Kekuatan Bentur (Impact Strength) Environmental Engineering IJCEE-IJENS,
Gambar 3 menunjukkan pengaruh Vol: 11. No: 05. 2011.
penambahan POFA pada matriks polipropilena [2] Andhika, S. Siregar dan Cristopel L. Tobing,
terhadap kekuatan kekuatan bentur (impact Pemanfaatan Serbuk Pohon Karet Sebagai
strength) komposit. Dimana dapat dilihat bahwa Bahan Pengisi Pada Komposit Polipropilena
nilai kekuatan bentur komposit polipropilena Dengan Penyerasi Benzoil Peroksida,
berpengisi abu pembakaran biomassa kelapa sawit Laporan Penelitian, Teknik Kimia, Fakultas
berada di bawah nilai kekuatan bentur untuk Teknik, USU, 2010.
polipropilena murni. [3] Awal, A.S.M. Abdul dan Siew Kiat Nguong,
Penurunan kekuatan bentur komposit A Short-Term Investigation On High Volume
disebabkan massa matriks mengalami penurunan Palm Oil Fuel Ash (Pofa) Concrete, 35th
sedangkan massa bahan pengisi bertambah, Conference on Our World In Concrete &
sehingga permukaan matriks tidak dapat menutupi Structures: Singapore, 25-27 August, 2010.
permukaan pengisi dengan baik, artinya interaksi [4] Ditjen PPHP, Pedoman Pengelolaan Limbah
antara matriks dan bahan pengisi tidak maksimal. Industri Kelapa Sawit, Direktorat Hasil
Sifat kepolaran bahan matriks dan bahan pengisi Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta,
yang berbeda juga menyebabkan interaksi yang 2006.
terjadi tidak maksimal. Hal ini yang dibutuhkan [5] Ibrahim, M.S., S.M. Sapuan dan A.A. Faieza.,
pada bahan untuk memperkuat bahan komposit Mechanical And Thermal Properties Of
agar membentuk produk yang efektif yaitu harus Composites From Unsaturated Polyester

21
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No. 1 (Maret 2014)

Filled With Oil Palm Ash. Journal of


Mechanical Engineering and Sciences
(JMES), Volume 2, Hal: 133-147, 2012.
[6] Ratnasari, Pengolahan Cangkang Kelapa
Sawit Dengan Teknik Pirolisis Untuk
Produksi Bio-Oil, Skripsi, Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
Semarang, 2011.

22