Anda di halaman 1dari 24

KESETIMBANGAN

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Reaksi antara asam kuat dan basa kuat ( HCL + NaOH )


membentuk garam dan air merupakan reaksi berkesudahan atau
tidak dapat balik(irreversibel). Namun, reaksi pembentukan
amonia merupakan reaksi dapat balik (reversibel) atau reaksi
kesetimbangan.

Dalam reaksi kesetimbangan, Kesetimbangan adalah


suatu reaksi dimana zat-zat yang ada di ruas kanan dapat
bereaksi atau terurai kembali membentuk zat-zat yang ada di ruas
kiri. Pada saat itulah reaksi kesetimbangan disebut mencapai
keadaan setimbang. Oleh karena itu, secara mikroskopis, reaksi
berlangsung secara terus-menerus dan konsentrasi zat selalu
berubah-ubah. Namun, secara makroskopis reaksi, dianggap
selesai dan konsentrasi zat dianggap tetap.

Harga tetapan kesetimbangan ( K ) memberikan gambaran


tentang banyaknya zat hasil reaksi yang dapat dibentuk pada
suatu reaksi kesetimbangan. Jika harga K besar, zat hasil reaksi
yang terbentuk banyak. Sebaliknya, jika harga K kecil, zat hasil
reaksi yang terbentuk sedikit.

Namun, jika reaksi terjadi dalam fase gas, pada saat


kesetimbangan semua gas baik pereaksi maupun hasil reaksi
bercampur dalam suatu wadah dan menimbulkan tekanan
tertentu. Tekanan itu merupakan tekanan total yang ditimbulkan
oleh gas-gas itu. Oleh karena itu, setiap gas memiliki tekanan
parsial, yaitu tekanan yang ditimbulkan jika gas itu sendiri yang
ada dalam ruangan.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

1.2 MAKSUD PERCOBAAN

Adapun maksud dari percobaan ini adalah mengetahui dan


memahami tetapan kesetimbangan asam lemah pada larutan asam
forminat dan larutan asam cuka.

1.3 TUJUAN PERCOBAAN

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah menentukan pH


larutan asam lemah dengan menggunakan larutan kertas pH
Universal/ pH meter, menentukan pengaruh pengenceran terhadap
nilai pH larutan asam lemah, menentukan tetapan kesetimbangan
ionisasi asam lemah, menentukan pengaruh pengenceran terhadap
nilai tetapan kesetimbangan ionisasi asam lemah, menentukan
derajat ionisasi asam lemah berdasarkan nilai pHnya, menentukan
pengaruh pengenceran terhadap nilai derajat ionisasi asam lemah,
menentukan tetapan kesetimbaangan ionisasi lemah dari grafik pH
vs (HA).

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TEORI UMUM

Kesetimbangan kimia meliputi perubahan fisika seperti


dalam peleburan dan penguapan dan perubahan kimiia, termaksud
elektrokimia. Pembahasan ini adalah mengenai termodinamika,
khususnya dalam hal peranan entalpi dan entropi. Kita akan lihat
bahwa pandangan yang sama mengenai kesetimbangan dan arah
perubahan spontanitas diperoleh dari istilah kimia zat zat
(Kartohadiprojo, 1994).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesetimbangan


kimia. Seperti perubahan konsentrasi. Perubahan konsentrasi
dapat mempengaruhi posisi keadaan kesetimbangan, atau lebih
tepatnya jumlah relatif reaktan dan produk. Perubahan tekanan dan
volume kemungkinan memberikan pengaruh yang sama terhadap
sistem gas dalam kesetimbangan. Katalis dapat mempercepat
tercapainya keadaan kesetimbangan dengan cara mempercepat
laju reaksi maju dan laju reaksi balik. Tetapi katalis tidak dapat
mengubah posisi kesetimbangan atau konstan kesetimbangan
(Chang, 2003).

Suatu reaksi dikatakan setimbang apabila reaksi


pembentukan dan penguraian pada reaksi tersebut berlangsung
dengan kecepatan yang sama sehingga tidak ada lagi perubahan
pada sistem tersebut. Ketika laju penguapan sama dengan laju
pengembunan sistem dikatakan berada dalam keadaan setimbang.
Pada keadaan setimbang ini bukan berarti proses penguapan dan
pengembunan ini berhenti samsekali. Kedua proses yang
berlawanan itu tetap berlangsung, hanya saja laju keduanya sama

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

sehingga tidak ada lagi perubahan yang terjadi. Kondisi demikian


kerap kali dinamakan keseimbangan dinamis (Bird, 1987).

Salah stu ciri yang menujukkan bahwa suatu sistem telah


mencapai kesetimbangan adalah adanya sifat-sifat tertentu yang
menjadi konstan dan dapat diukur. Konsentrasi reaktan maupun
konsentrasi produk tidak berubah lagi setelah melewati waktu
tertentu (Bird, 1987).

Kondisi kesetimbangan untuk sembarang sistem yaitu


bahwa potensi kimia dari tiap konstituen pada seluruh sistem harus
sama. Bila ada beberapa fese dari tiap konstituen, maka potensial
kimia setiap konstituen pada setiap fase harus mempunyai nilai
yang sama (Dogra, 1990).

Hukum distribusi atau partisipasi dapat dirumuskan apabila


suatu zat terlarut terdistribusi antara dua pelarut yang tidak dapat
bercampur, maka pada suatu temperatur konstan antara kedua
pelarut itu, dan angka banding distribusi ini tak bergantung pada
spesi molekul lain apapun yang mungkin ada. Dalam
kesetimbangan kimia, jika tekanan diperbesar sama dengan
volume diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah
jumlah koefisien-koefisien gas yang lebih kecil, dan jika tekanan
diperkecil sama dengan volume diperbesar maka kesetimbangan
akan bergeser ke arah jumlah koefisien-koefisien gas yang lebih
besar (Atkins, 1997).

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

2.2 URAIAN BAHAN

A. Asam asetat (Ditjen pom, 1979, edisi III,46)

Nama resmi : ACIDUM ACETICUM

Nama lain : Asam Asetat

Rm / Bm : CHCOOH / 60

Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarnah, bau

khas menusuk, rasa asam yang


tajam.

Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, dengan


etano, dan dengan gliserol.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.

B. Asam forminat (Dirjen pom,1979, edisi III, 1132)

Nama resmi : Asam forminat

Nama lain : Asam metanoat

Rm / Bm : HCOOH / 46,03

Pemerian : Tidak berwarna, bau menyengat.

Kelarutan : Larut sempurnah dalam air.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup hindarkan dari


panas dan cahaya matahari.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

2.3 PROSEDUR KERJA (Penuntun praktikum kimia umum,2015)

Pada percobaan ini akan di cari derajat ionisasi, tetapan


kesetimbangan ionisasi dari asam forminat dan asam cuka. Oleh
sebab itu, dalam percobaan ini telah disediakan larutan asam
forminat dan asam cuka dengan kepekatan tertentu. Tugas anda
adalah melakukan urutan kerja sebagai berikut :

I. Asam Format

a) Ambil 10 cm larutan asam forminat 0,X M, masukkan


kedalam labu takar 100 cm , tambahkan air suling sampai batas
tanda. Kocok sampai merata, ambil :

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

Masing masing larutan yang anda ukur pH nya, tetesi larutan


larutan penunjuk (metil merah dan metil jingga) yang sesuai
pengukuran anda !

b) Ambil 10 cm larutan asam forminat sisa dari percobaan a


tadi, masukkan ke dalam labu takar 100 cm dan tambah air suling
sampai batas tanda. Kocok sampai merata, ambil :

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

Masing masing larutan yang anda ukur pHnya tetesi larutan


penunjuk (metil merah dan metil jingga) yang sesuai !

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

c) Ambil 10 cm larutan asam forminat sisa dari percobaan b


tadi, masukkan ke dalam labu takar 100 cm dan tambah air suling
sampai batas tanda. Kocok sampai merata, ambil :

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

Masing masing larutan yang anda ukur pHnya tetesi larutan


penunjuk (metil merah dan metil jingga) yang sesuai !

d) Ambil 10 cm larutan asam forminat sisa dari percobaan c


tadi, masukkan ke dalam labu takar 100 cm dan tambah air suling
sampai batas tanda. Kocok sampai merata, ambil :

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

25 cm masukkan dalam erlenmeyer, ukur suhu dan pH

Masing masing larutan yang anda ukur pHnya tetesi larutan


penunjuk (metil merah dan metil jingga) yang sesuai !

II. Asam asetat

Kerjakan kembali seperti prosedur kerja a,b,c, dan d gantilah


asam forminat dengan asam asetat.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

BAB 3

METODE KERJA

3.1 ALAT

Adapun alat - alat yang digunakan dalam percobaan ini


adalah termometer 100 cm, erlenmeyer 10 cm, pipet volume 25
cm, pipet volume 100 cm, labu takar 100C.

3.2 BAHAN

Adapun bahan bahan yang diperlukan pada saat


percobaan ini adalah larutan asam forminat 0,X M, larutan asam
cuka 0,X , aquadest (air suling), kertas pH Universal, larutan
penunjuk (metil merah dan metil jingga).

3.3 CARA KERJA

I. Larutan Asam forminat

1. Diambil 10 cm larutan asam forminat 0,1 M, kemudian


dimasukkan dalam labu takar 100 ml, ditambahkan akuadest
sampai batas tanda, lalu dihomogenkan. Dimasukkan kedalam
dua erlenmeyer yang berukuran 25 cm kemudian di ukur pH dan
suhunya. Lalu masing masing larutan dalam erlenmeyer di tetesi
dengan metil merah dan metil jingga sebanyak 3 tetes. Dicatat
hasil dari perccobaan yang telah dilakukan.

2. Diambil 10 cm larutan asam forminat 0,01 M yang sudah


diencerkan dari 0,1 M, kemudian dimasukkan dalam labu takar
100 ml, ditambahkan akuadest sampai batas tanda, lalu
dihomogenkan. Dimasukkan kedalam dua erlenmeyer yang
berukuran 25 cm kemudian di ukur pH dan suhunya. Lalu masing
masing larutan dalam erlenmeyer di tetesi dengan metil merah

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

dan metil jingga sebanyak 3 tetes. Dicatat hasil dari perccobaan


yang telah dilakukan.

3. Diambil 10 cm larutan asam forminat 0,011 M yang sudah


diencerkan dari 0,01 M, kemudian dimasukkan dalam labu takar
100 ml, ditambahkan akuadest sampai batas tanda, lalu
dihomogenkan. Dimasukkan kedalam dua erlenmeyer yang
berukuran 25 cm kemudian di ukur pH dan suhunya. Lalu masing
masing larutan dalam erlenmeyer di tetesi dengan metil merah
dan metil jingga sebanyak 3 tetes. Dicatat hasil dari perccobaan
yang telah dilakukan.

4. Diambil 10 cm larutan asam forminat 0,0001 M yang


sudah diencerkan dari 0,001 M, kemudian dimasukkan dalam labu
takar 100 ml, ditambahkan akuadest sampai batas tanda,lalu di
homogenkan. Dimasukkan kedalam dua erlenmeyer yang
berukuran 25 cm kemudian di ukur pH dan suhunya. Lalu masing
masing larutan dalam erlenmeyer di tetesi dengan metil merah
dan metil jingga sebanyak 3 tetes. Dicatat hasil dari perccobaan
yang telah dilakukan.

II. Larutan Asam cuka

Kerjakan kembali seperti cara kerja 1,2,3 dan 4 gantilah asam


forminat dengan asam cuka.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

BAB 4

HASIL PENGAMATAN

4.1 DATA PENGAMATAN

KESETIMBANGAN

Nama Asam Ph Suhu(C) Penunjuk Warna

Asam forminat 0,1 M 2 28 Metil merah Ungu muda


Asam forminat 0,1 M 2 28 Metil Jingga Jingga muda
Asam forminat 0,01 M 4 29 Metil merah Ungu muda
Asam forminat 0,01 M 4 28 Metil Jingga Jingga muda
Asam forminat 0,001 M 6 29 Metil merah Ungu muda
Asam forminat 0,001 M 5 29 Metil Jingga Jingga muda
Asam forminat 0,0001 M 6 28 Metil merah Bening
Asam forminat 0,0001 M 6 28 Metil Jingga Jingga muda
Asam cuka 0,1 M 4 28 Metil merah Ungu muda
Asam cuka 0,1 M 4 29 Metil Jingga Jingga muda
Asam cuka 0,01 M 5 28 Metil merah Ungu muda
Asam cuka 0,01 M 5 28 Metil Jingga Jingga muda
Asam cuka 0,001 M 6 29 Metil merah Ungu muda
Asam cuka 0,001 M 6 28 Metil Jingga Jingga muda
Asam cuka 0,0001 M 6 28 Metil merah Ungu muda
Asam cuka 0,0001 M 6 28,5 Metil Jingga Jingga muda

4.2 PERHITUNGAN

ASAM FORMIAT

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

(10 pH )
1. Pka metil jingga = metil jingga=
konsentrasi

pH
10
konsentrasi x 100

2
(10 ) 10 2
= 0,1 = 0,1 x 100

10 4 10 2 . 102
= 0,1 = 10
1

10 4 1
= x 10 = 10 2 .x

102 x 101

3 1
= 10 = 10

pH
(10 )
Pka metil merah = metil jingga=
konsentrasi

10 pH
konsentrasi x 100

(10 2) 10 2
= 0,1 = 0,1 x 100

2. 2
10 4 10 10
= 0,1 = 10
1

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

10 4 1
= x 10 = 10 2 .x

102 x 101

3 1
= 10 = 10

(10 pH ) 10 4
2. Pka metil jingga = metil jingga=
konsentrasi 10

x 100

4
(10 )
= = 10 x 100
10

6
= 10 =0

(10 pH )
Pka metil merah = metil merah=
konsentrasi

4
10
10 x 100

4
(10 )
= = 10 x 100
10

6
= 10 =0

pH
(10 )
3. Pka metil merah= metil merah =
konsentrasi

10 6
10 3 x 100

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

(10 6) 3
= 10 3 = 10 x

100

10 12 1
= 10 3 = 10

9
= 10

pH
(10 )
Pka metil jingga = metil jingga =
konsentrasi

5
10
10 3 x 100

(10 5) 2
= 10 3 = 10 x 100

10 10
= 10 3 =0

7
= 10

pH
(10 )
4. Pka metil jingga = metil jingga =
konsentrasi

10 6
10 4 x 100

6
(10 ) 2
= 10 4 = 10 x

100

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

10 12
= 10 4 =0

8
= 10

ASAM ASETAT

pH
(10 ) 10 pH
1. Pka metil jingga= = x 100
konstanta konsentrasi

4 4
(10 ) 10
= 0,1 = 0,1 x 100

10 8 104
= 1.10 1 = 10 1 x

10 2

8 1 4
= 10 .x 10 = 10 .x

2 1
10 x 10

7 1
= 10 = 10

(10 pH ) 10 pH
Pka metil merah = = x 100
konstanta konsentrasi

4
(10 ) 10 4
= 0,1 = 0,1 x 100

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

10 8 104
= 1.10 1 = 10 1 x

10 2

8 1 4
= 10 .x 10 = 10 .x

2 1
10 x 10

7 1
= 10 = 10

(10 pH ) 10 pH
2. Pka metil jingga = = x 100
konstanta konsentrasi

5
(10 ) 10 5
= 0,01 = 0,01 x 100

10 10 10 5 . 102
= 10 2 = 10 2

10 2 10 5 . 102 102
= 10 .x 10 = 10 2

8 1
= 10 = 10

pH
(10 ) 10 pH
Pka metil merah = = x 100
konstanta konsentrasi

5 5
(10 ) 10
= 0,01 = 0,01 x 100

10 10 10 5 . 102
= 10 2 = 10 2

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

10 2 10 5 . 102 102
= 10 .x 10 = 10 2

8 1
= 10 = 10

pH
(10 )
3. Pka metil jingga = konstanta

10 pH
= x 100
konsentrasi

6
(10 ) 10 6
= 0,001 = 0,001

x 100

10 12 10 6 . 102
= 10 3 = 10 3

12 3 6
= 10 .x 10 = 10 .x

102

9 1
= 10 = 10

pH
(10 )
Pka metil merah = konstanta

10 pH
= x 100
konsentrasi

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

(10 6) 10
6

= 0,001 = 0,001

x 100

10 12 10 6 . 102
= 10 3 = 10 3

12 3 6
= 10 .x 10 = 10 .x

2
10

9 1
= 10 = 10

pH
(10 ) 10 pH
4. Pka metil jingga = =
konstanta konsentrasi

x 100

6
(10 ) 10 6
= 0,0001 = 0,0001

2
x 10

12
10
= 10 4 =1

12 4
= 10 .x 10

8
= 10

pH
(10 ) 10 pH
Pka metil merah = =
konstanta konsentrasi

x 100

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

(10 6) 6
10
= 0,0001 = 0,0001

x 102

10 12
= 10 4 =1

12 4 8
= 10 .x 10 = 10

4.3 PEMBAHASAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan


CHCOOH dan HCOOH dan dengan menggunakan metil merah
dan jingga sebagai indikator. Yang sebelumnya diencerkan dengan
H2O dan kemudian dicampur dengan indikator. Dan untuk
mendapatkan hasil yang akurat indikator yang diberikan sebanyak
tiga tetes untuk masing-masing erlenmeyer yang telah diisi dengan
larutan sebanyak 25 ml. Setelah masing-masing larutan
dicampurkan tersebut diamati suhu, pH dan warna larutan. Terlihat
terjadi perubahan warna dari larutan. Percobaan ini dilakukan 3-4
kali pengenceran, pada hasil pengamatan diperoleh = untuk Asam
Forminat 0,1 M dengan penambahan indikator metil merah nilai
pHnya adalah 2 dengan suhu 28C dan mengalami perubahan
warnah bening menjadi ungu muda, untuk Asam Forminat 0,1 M
dengan penambahan indikator Metil Jingga nilai pHnya adalah 2
dengan suhu 28C dan mengalami perubahan warna bening
menjadi jingga muda, untuk Asam Forminat 0,01 M dengan
penambahan indikator Metil Merah nilai pHnya adalah 4 dengan
suhu 29C dan mengalami perubahan warna bening menjadi ungu
muda, untuk Asam Forminat 0,01 M dengan penambahan indikator
Metil Jingga nilai pHnya adalah 4 dengan suhu 28 C dan

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

mengalami perubahan warna bening menjadi jingga muda, untuk


Asam Forminat 0,001 M dengan penambahan indikator Metil Merah
nilai pHnya adalah 6 dengan suhu 29C dan tidak mengalami
perubahan warna, untuk Asam Forminat 0,001 M dengan
penambahan indikator metil jingga nilai pHnya adalah 5 dengan
suhu 29C dan mengalami perubahan warna bening menjadi
jingga, untuk Asam Forminat 0,0001 M dengan penambahan
indikator Metil Merah nilai pHnya adalah 6 dengan suhu 28 C dan
tidak mengalami perubahan warna, untuk Asam Forminat 0,0001 M
dengan penambahan indikator Metil Jingga nilai pHnya adalah 6
dengan suhu 28C dan mengalami perubahan warna bening
menjadi jingga muda, untuk Asam Asetat 0,1 M dengan
penambahan indikator Metil Merah nilai pHnya adalah 4 dengan
suhu 28C dan mengalami perubahan warna bening menjadi ungu
muda, untuk Asam Asetat 0,1 M dengan penambahan indikator
Metil Jingga nilai pHnya adalah 4 dengan suhu 29 C dan
mengalami perubahan warna bening menjadi jingga muda, untuk
Asam Asetat 0,01 M dengan penambahan indikator Metil Merah
nilai Phnya adalah 5 dengan suhu 28C dan mengalami perubahan
warna bening menjadi ungu muda, untuk Asam Asetat 0,01 M
dengan penambahan indikator Metil Jingga nilai pHnya adalah 5
dengan suhu 28C dan mengalami perubahan warna bening
menjadi jingga muda, untuk Asam Asetat 0,001 M dengan
penambahan indikator Metil Merah nilai Phnya adalah 6 dengan
suhu 29C dan mengalami perubahan warna bening menjadi ungu
muda, untuk Asam Asetat 0,001 M dengan penambahan indikator
Metil Jingga nilai pHnya adalah 6 dengan suhu 29, C dan
mengalami perubahan warna bening menjadi jingga muda, untuk
Asam Asetat 0,0001 M dengan penambahan indikator Metil Merah
nilai Phnya adalah 6 dengan suhu 28C dan mengalami perubahan
warna bening menjadi ungu muda, untuk Asam Asetat 0,0001 M

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

dengan penambahan indikator Metil Jingga nilai pHnya adalah 6


dengan suhu 28,5C dan mengalami perubahan warna bening
menjadi jingga muda.

Adapun faktor- faktor yang menyebabkan kurang akuratnya


atau kurang tepatnya data yang diperoleh, yaitu pembacaan nilai
skala pada termometer yang kurang tepat, kesalahan dalam
pemipetan, kurangnya gambar yang diambil, capuran larutan dan
akuades melebihi batas ukur.

BAB 5

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat


diperoleh kesimpulan yaitu, penentuan kesetimbangan asam lemah
dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi apabila pengenceran yaitu
semakin encer suatu larutan asam lemah pHnya akan semakin
tinggi, nilai Ka semakin kecil dan suhu pada larutan akan semakin
rendah.

5.2 SARAN

Sebaiknya sebelum melakukan percobaan, alat dan bahan


yang digunakan dalam keadaan baik agar diperoleh hasil yang
murni dari percobaan tersebut. Dan kami sangat mengharapkan
dari asisten baik dalam praktikum maupun teori, agar proses
jalannya praktikum berjalan dengan baik.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

DAFTAR PUSTAKA

Kartohadiprojo, Irma I.1994. Kimia Fisika. Erlangga : Jakarta.

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid 2. Erlangga :

Jakarta.

Bird, Tony. 1987.Kimia Fisik Untuk Universitas. Jakarta : PT Gramedia.

Dogra. 1990.Kimia Fisik dan Soal-Soal . Malang : Jakarta : UI-Press.

Atkins, P.W. 1996. Kimia Fisik Jilid II Edisi IV . Jakarta : Erlangga.

Ditjen POM., 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen RI :

Jakarta.

Anonim , 2015. Penuntun praktikum kimia umum. Universitas Muslim


Indonesia : Makassar.

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

LAMPIRAN GAMBAR

Gambar warna pada percobaan


larutan asam formiat

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

Gambar warna pada percobaan


larutan asam asetat

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


KESETIMBANGAN

LABORATORIUM KIMIA FARMASI