Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL TERAPI BERMAIN ANAK BODY AWARENESS FOR BABIES

DI RUANG RAWAT INAP EDELWEIS


RUMAH SAKIT PANDAN ARANG BOYOLALI

Di susun oleh :

1. Aisyah Sri Rahayu J 230 165 002


2. Hafit Prasetyo Bayu Aji J 230 165 078
3. Susanti Nurpatminingsih J 230 165 086

PROGRAM PROFESI NERS XVI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017

A. Latar Belakang
Hospitalisasi pada anak merupakan salah satu masalah yang dapat
menyebabkan trauma atau kecemasan yang efeknya dapat mengganggu tugas
perkembangan anak. Meskipun anak berada di rumah sakit masih tetap diperlukan
stimulasi tumbuh kembang untuk membantu anak tetap mampu menyelesaiakan tugas
perkembangannya sehingga tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak
selanjutnya. Bermain adalah cara alamiah bagi anak mengungkapkan konflik dalam
dirinya yang tidak disadari. Selama menjalani masa perawatan di rumah sakit, seorang
anak mempunyai tugas perkembangan yang harus dia selesaikan sesuai dengan usia
perkembangannya (Imam, 2008).
Terapi bermain adalah bagian perawatan pada anak yang merupakan salah satu
intervensi yang efektif bagi anak untuk menurunkan atau mencegah kecemasan
sebelum dan sesudah tindakan operatif. Dengan demikian dapat dipahami bahwa
didalam perawatan pasien anak, terapi bermain merupakan suatu kegiatan didalam
melakukan asuhan keperawatan yang sangat penting untuk mengurangi efek
hospitalisasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya (Martin, 2008).
Ruang Edelweis RSPA Boyolali merupakan ruang dimana pasien yang dirawat
merupakan pasien anak-anak yang sedang menjalani pengobatan maupun masa
pemulihan. Ruangan atau bangsal ini memiliki satu ruangan khusus sebagai tempat
bermain bagi pasien anak yang di rawat di bangsal ini.
Dari hasil observasi didapatkan bahwa di ruang Edelweis, anak yang berusia 9
-36 bulan sebanyak 4 anak. Berdasarkan observasi mulai tanggal 3 April 2017 di
ruang Edelweis didapatkan data dari keluarga pasien, bahwa pasien yang dirawat saat
ini sedang menjalani pengobatan. Dari hasil pengamatan dan wawancara langsung
terdapat anak dengan umur 10 bulan dengan jumlah 2 anak belum dapat menunjukkan
anggota badannya hanya dapat menyebutkan satu vokal, 2 anak lainnya yaitu umur 19
bulan dan 25 bulan sudah dapat menyebut serta dapat menunjukan anggota badannya.
Dari hasil pengkajian didapatkan pasien takut ketika melihat perawat dan
ketika akan didekati pasien menagis, adapula yang hanya diam saja ketika ditanya dan
ada yang tidak mau bermain dengan teman sekamarnya tapi malah asik dengan
duniannya sendiri. Untuk memberikan rasa nyaman dan rileks maka dari itu kelompok
akan melakukan suatu kegiatan terapi bermain dengan tema Body Awarness For
Babies, yang bertujuan untuk mengurangi setres akibat hospitalisasi selain itu Body
Awarness For Babies dapat menambah pengetahuan dengan cara bermain sekaligus

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 1


mengenali anggota tubunya serta merangsang daya ingat dan kecerdasan si anak
dalam hal menghafal anggota tubuh.
Adapaun manfaat lain di antarnya adalah bermain dapat mengalihkan
kecemasan dan stres akibat hospitalisai pada anak, sehingga anak tidak hanya
merekam hal-hal yang menyakitkan dirumah sakit tetapi anak juga mampu merekam
hal-hal yang menarik dirumah sakit, yang diharapkan dapat mengurangi persepsi
menakutkan saat di Rumah Sakit.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk membantu anak tetap mampu menyelesaikan tugas perkembangannya
sehingga tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak selanjutnya.
2. Tujuan Khusus
a. Anak dapat mengetahui bagian-bagian dan nama anggota tubuh pada dirinya
b. Membantu anak untuk bersosialisasi dan mengenal sesama lain
c. Merangasang daya ingat dan kecerdasan anak dalam menghafal anggota tubuh
d. Mengajak anak bermain sekaligus belajar
e. Meningkatkan rasa percaya diri

C. KARAKTERISTIK PESERTA
Kegiatan bermain ini diikuti peserta dengan kriteria sebagai berikut:
1. Kriteria inklusi
a. Anak usia 9-36 bulan
b. Tidak terpasang alat-alat invasiv seperti NGT, kateter, infus pump, dll
c. Suhu tubuh 36.5C -37.5C
d. Tidak bedrest
e. Tidak sedang dalam program isolasi
2. Kriteria eksklusi
a. Anak yang tidak bersedia ikut bermain
b. Anak dalam keadaan kemoterapi
c. Anak yang dalam kondisi kegawatan.

D. ALAT DAN BAHAN


Media yang dibutuhkan pada terapi bermain ini adalah sebagai berikut:
1. Boneka
2. Cermin

E. METODE PERMAINAN
Jenis permainannya adalah Body Awaraness for babies mengenal anggota
tubuh untuk bayi. Anak-anak dianjurkan mengikuti arahan dari leader, anak
Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 2
memegang bagian tubuh yang di pegang oleh leader pada tubuh sendiri dengan
menghadap cermin yang sudah di sediakan serta minta anak untuk menyebutkan nama
anggota tubuh yang di pegang oleh leader. Jenis permainannya adalah Body Awarness
For Babies ini dilakukan pada anak usia 9- 36 bulan. Dengan rasio pasien : perawat
adalah 1 : 1 Lama waktunya 45 menit.
Metode yang digunakan yaitu dengan demonstrasi langsung, Re-demonstrasi
dan simulasi yang dilakukan leader langsung ke pada bayi atau anak sesuai instruksi
yang diberikan.
Alur terapi bermain Body Awarenes For Babies meliputi:
1. Menunjukan boneka pada anak, dan meminta anak menyentuh selama beberapa
menit.
2. Mengidentifikasi bagian tubuh pada boneka, kemudian meminta anak menunjukan
bagian yang sama dengan bagian boneka yang ditunjuk.
3. Memegang cermin didepan anak dan mengedentifikasi bagian tubuhnya.
4. Melanjutkan untuk bagian-bagian tubuh yang lainya.

F. PENGORGANISASIAN
1. Leader:
Tugas:
a. Membuka acara
b. Menjelaskan peraturan bermain
c. Memimpin jalannya permainan
d. Memberi semangat kepada peserta
e. Menciptakan suasana menjadi meriah
f. Mengambil keputusan

2. Fasilitator:
Tugas:
Memfasilitasi peserta selama permainan berlangsung
Mendampingi anak selama bermain
Memberikan semangat dan motivasi
3. Observer
Tugas:
a. Mengamati dan mengevaluasi permainan
b. Mengamati tingkah laku anak, laeder
c. Memberikan kritik dan saran

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 3


G. SETTING TEMPAT

: leader

: pasien

: fasilitator

H. RENCANA KEGIATAN
No Waktu Kegiatan Keterangan
1 10 menit Persiapan : - Fasilitator melakukan persiapan.
a. Menyiapkan ruangan
b. Menyiapkan alat
c. Menyiapkan anak dan keluarga
2 5 menit Pendahuluan:
a. Membuka proses bermain dengan - Leader memberi salam perkenalan
mengucapkan salam dan saling
Fasilitator, Ibu dan anak menjawab
memperkenalkan diri.
salam. Fasilitator 1,2
b. Menjelaskan pada anak dan memperkanalkan diri.
keluarga tentang tujuan dan manfaat
- Leader mengumumkan tujuan dari
bermain
permainan tersebut.
c. Menjelaskan cara permainan
Fasilitator, Ibu dan anak
d. Memberikan kontrak waktu memperhatikan penjelasan dari
permainan leader.
- Leader memberikan contoh cara
permaianannya
Anak dan ibu memperhatikan cara
permainan yang diberikan.
- Leader mengontrak waktu dengan anak
beserta orang tua untuk bermain 25
menit
Anak dan keluarga menyetujui
3 25 menit Acara Inti
a. Menjelaskan kegiatan yang akan - Leader menelaskan fungsi boneka dan
dilakukan cermin

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 4


Boneka sebagi alat yang di gunakan Anak dan orang tua memperhatikan.
oleh perawat untuk menunjuk Fasilitator memfasilitasi.
bagian-bagian anggota tubuh. Dan
anak diminta untuk memegang
angota tubuh sesuai dengan yang
dipegang perawat serta diminta
untuk menyebutkan nama anggota
tubuh tersebut.
Kaca sebagai cermin agar anak
dapat mempraktikan langsung
dengan melihat anggota tubuh
sesuai yang ditunjuk.
- Fasilitator meminta anak memegangi
b. Berikan waktu anak untuk boneka
memegangi boneka beberapa menit Anak memegangi boneka
c. Tunjuk bagian tubuh pada boneka - Fasilitator meminta menujuk salah satu
dan beritahu nama bagian tubuh bagian tubuh pada boneka dan minta
tersebut anak untuk menunjukan bagian mana
yang di pegang oleh leader
d. Minta menghadap cermin dan
menunjuk bagian tubuhnya sendiri Fasilitator mendampingi anak untuk
dapat menunjuk area tersebut sambil
e. Ulangi kegiatan tersebut beberapa
melihat cermin
kali.
- Leader mengulagi beberapa kali
Anak dapat mengulangi dengan
senang.
4 5 menit Penutup - Leader mengevaluasi anak dan keluarga
selama permaianan
a. Mengevaluasi respon anak dan
keluarga Anak memperhatikan leader
b. Mengucapkan salam - Leader menutup permainan dengan
menutup salam
Anak dan ibu menjawab salam

J. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur yang diharapkan
a. Alat-alat yang digunakan lengkap
b. Kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
2. Evaluasi proses yang diharapkan
a. Terapi dapat berjalan dengan lancar
b. Anak dapat mengikuti terapi bermain dengan baik
c. Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 5


d. Semua anggota kelompok dapat bekerja sama dan bekerja sesuai tugasnya

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 6


DAFTAR PUSTAKA

Donna L. Wong. 2004. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC

Duncan L. L (2006). Therapeutic Play Activites for ospitalisasi Childern. United States of
Amirica : Mosby Year Book

Imam, Saeful. 2008. Jelaskan Prosedur Medis Agar Anak Tidak Lagi Menangis, Diambil
pada tanggal 4 April 2017, Available: http://www.tabloid-nakita.com

Martin. 2008. Bermain Sebagai Media Terapi, diambil pada tanggal 4 April 2017, Available:
http://www.tabloid-nakita.com

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 7