Anda di halaman 1dari 6

RESUME JURNAL

Judul : Innovation, Entrepreneurship and Economic Growth


Penulis : Miguel-Angel Galindo (Applied Economics, University of Castilla-La Mancha, Ciudad
Real, Spain)
Maria-Teresa Mendez-Picazo (Finance and Accounting, University Complutense of
Madrid, Madrid, Spain)
Sumber : Management Decision
Vol. 51 No. 3, 2013 pp. 501-514
Emerald Group Publishing Limited
DOI 10.1108/00251741311309625

ABSTRAKSI
Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis hubungan antara inovasi,
kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi, dari sudut pandang teoritis dan empiris, sesuai dengan
pendekatan Schumpeter. Dalam penelitian ini beberapa hipotesis diuji dengan mempertimbangkan
tiga persamaan, untuk setiap kasus dari sepuluh negara maju. Untuk memperkirakan persamaan
tersebut, dalam penelitian ini digunakan generalized least square (GLS)-cross-section weights dan
panel least squares methodologies untuk periode 2001-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
inovasi memainkan peran penting dalam proses pertumbuhan ekonomi dan entrepreneur merupakan
sarana untuk memperkenalkan teknologi baru untuk meningkatkan aktivitas perusahaan dan untuk
mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

PENDAHULUAN
Inovasi bukanlah fenomena baru dalam evolusi masyarakat, tetapi merupakan proses yang
melekat pada pembangunan manusia. Dengan diperkenalkannya inovasi yang lebih canggih, manfaat
dari inovasi ini dipertimbangkan sama halnya dengan dampak negatif pada masyarakat, pada
pekerjaan dan pada perilaku manusia.
Dari sudut pandang ekonomi, ekonom menggunakan istilah-istilah yang berbeda ketika mereka
berbicara tentang inovasi. Biasanya, inovasi telah dimasukkan dalam konsep akumulasi modal. Ketika
ekonom klasik berbicara tentang perilaku pasar dan kemajuan mekanik, hal tersebut merupakan
inovasi. Para ekonom menunjukkan relevansi besar inovasi sebagai elemen penting dari kemajuan
ekonomi. Misalnya, Adam Smith (1776) menyatakan bahwa pembagian kerja merupakan salah satu
elemen kunci dari kemakmuran bangsa, yaitu unsur yang dapat didorong melalui pasar yang lebih
luas. Salah satu jalan bagi perusahaan untuk meningkatkan pasar untuk produk mereka adalah dengan
memperkenalkan inovasi dalam proses menghasilkan produk yang lebih kompetitif.
Analisis pertumbuhan ekonomi modern juga telah menekankan relevansi inovasi. Perusahaan
dapat mencapai tingkat keberhasilan yang lebih besar akibat proses globalisasi dan inovasi dapat
memungkinkan untuk mengambil manfaat dari dampak positif proses tersebut. Difusi teknologi dan
proses mengejar ketinggalan adalah beberapa aspek utama yang telah dipertimbangkan dalam literatur
pertumbuhan ekonomi modern.
Namun, perlu juga untuk mempertimbangkan orang-orang yang memperkenalkan inovasi dalam
proses produktif. Seseorang harus menghindari risiko yang tidak bijaksana saat membuat keputusan
dalam menggabungkan teknologi baru pada perusahaan, dengan mempertimbangkan dampak positif
dan negatif dari keputusan tersebut. Orang ini adalah pengusaha, dan aktivitasnya memiliki dampak
positif pada pertumbuhan ekonomi.

Metodologi
Analisis empiris dikembangkan untuk kasus sepuluh negara, yaitu Denmark, Finlandia,
Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Swedia dan Amerika Serikat untuk periode 2001-
2009 dimana sumber data didapatkan dari World Bank. Hipotesis diuji dengan mempertimbangkan
tiga persamaan yang diperkirakan dengan menggunakan generalized least square (GLS) cross-
section weights dan panel least squares methodologies.

Tinjauan Literatur
Inovasi dan kewirausahaan
Ketika inovasi dimasukkan dalam analisis, penting untuk membedakan antara inovasi dan
penemuan (Fageberg, 2006). Dari sudut pandangnya, Penemuan adalah kejadian pertama dari sebuah
ide untuk produk atau proses baru, sedangkan inovasi adalah upaya pertama untuk melaksanakannya
dalam praktik. Seperti Fagerberg nyatakan, keduanya berhubungan erat, dan sangat sulit untuk
membedakan satu dari yang lain. Namun dalam banyak kasus, ada lag yang cukup besar antara
keduanya.
Secara umum, ketika faktor kewirausahaan dipertimbangkan, perilaku agen ekonomi harus
diperhitungkan. Faktor kewirausahaan juga termasuk orang yang mencari informasi atau ide-ide
tentang proses produksi yang efisien, serta bentuk-bentuk organisasi baru. Dengan
mempertimbangkan ide-ide ini, berbagai jenis kewirausahaan bisa dipertimbangkan (Nissan et al.,
2011). Pertama adalah inovator, Schumpeter (1950) menganggap bahwa aktivitas kewirausahaan
berarti inovasi dalam pengenalan produk, organisasi atau proses baru. Kedua adalah pengusaha yang
mengambil manfaat dari peluang keuntungan. (Kirzner, 1973, 1999). Kirzner mengatakan pengusaha
belajar dari kesalahan masa lalu dan mencoba untuk memperbaikinya, mendorong pasar ke arah
equilibrium. Ketiga, unsur ketidakpastian harus diperhitungkan (Knight, 1921). Knight membedakan
antara risiko dan ketidakpastian, yakin akan adanya ketidakpastian menjadi faktor penting yang
dipertimbangkan oleh para pengusaha. Dan keempat, kewirausahaan produktif dan non-produktif
harus juga dipertimbangkan (Baumol, 1990). Dari sudut pandang Baumol, pengusaha kreatif dan
berbakat, mencari cara yang paling efektif dan tepat untuk meningkatkan kekayaan, kekuasaan dan
martabat mereka.
Di sisi lain, ketika relevansi inovasi pada proses ekonomi dipertimbangkan, perlu untuk
mempertimbangkan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi. J.B. Say (1803) menyatakan, dampak
inovasi pada pasar, disebabkan oleh kenyataan bahwa pasar mampu menyesuaikan diri dengan situasi
baru dan, dengan demikian, inovasi tidak akan menciptakan masalah. Namun, penulis lain
menunjukkan dampak negatif dari proses inovasi. James Steuart (1767) menyatakan bahwa
mekanisasi tidak akan memiliki dampak positif pada penurunan harga, tetapi akan memiliki dampak
negatif pada lapangan kerja. Dan Marx tidak optimis tentang dampak inovasi pada pekerja.
Dari perspektif Drucker (1998), inovasi adalah jantung dari kegiatan kewirausahaan karena
banyak kewirausahaan yang melakukan inovasi pada kegiatan mereka. Dari perspektif ini, maka,
inovasi akan mempromosikan aktivitas pengusaha dan menciptakan dampak umpan balik. Artinya,
kewirausahaan berinovasi dan inovasi merangsang pengusaha lain untuk melaksanakan aktivitas
mereka (Ca'ceres et al, 2011;. De Cleyn dan Braet, 2012; Zortea-Johnston et al, 2012.).

Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Schumpeter


Dari perspektif modern, sangat menarik untuk memperhitungkan Model Schumpeter (1911,
1947) yang mencakup inovasi dan perilaku kewirausahaan dan relevansinya bagi pertumbuhan
ekonomi. Dalam artikelnya yang berjudul, Theoretical problems of economic growth (Schumpeter,
1947), menyebutkan serangkaian faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Dari sudut
pandangnya, semua faktor ini tidak cukup untuk menjelaskan proses pertumbuhan ekonomi, karena
pertumbuhan ekonomi tidak otonom, tergantung pada faktor-faktor di luar dirinya sendiri, dan karena
faktor-faktor ini banyak, tidak ada teori satu faktor yang pernah bisa memuaskan. Namun, di akhir
artikel, ia menyimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan faktor dari pertumbuhan ekonomi. Dari
sudut pandangnya, entrepreneur adalah pemimpin yang memimpin sarana produksi ke saluran baru.
Keputusan entrepreneur untuk berinovasi bergantung pada beberapa harapan untuk mendapatkan
keuntungan. Namun, ada proses melingkar karena inovasi bisa membawa perbaikan produk,
memberikan entrepreneur posisi yang lebih baik di pasar, dapat menyebabkan keuntungan yang lebih
tinggi yang akan mendorong dia untuk memperkenalkan inovasi baru. Semua proses ini akan
memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi (Galindo et al., 2012).
Hal ini juga penting untuk memperhitungkan bahwa dalam perspektif Schumpeter, laba adalah
penghasilan yang diperoleh dari posisi kekuatan monopoli (Oakley, 1990, hal. 139), dan posisi ini
diperoleh melalui proses inovasi. Oleh karena itu, berkat inovasi, perusahaan memperoleh keuntungan
yang lebih tinggi yang akan merangsang entrepreneur untuk memperkenalkan inovasi baru,
meningkatkan aktivitas perusahaan, memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan
lapangan kerja.
Namun, Schumpeter juga mempertimbangkan faktor kedua yang akan mendorong inovasi. Dia
berfokus pada lingkungan sosial karena biasanya ada reaksi oleh kelompok-kelompok sosial untuk
kegiatan kewirausahaan, termasuk proses inovasi. Schumpeter mempertimbangkan keberadaan
hambatan hukum atau politik, budaya, dan mungkin aturan hukum dan peran lembaga (Bahmani et
al., 2012). Di sisi lain, Schumpeter menyatakan bahwa akan ada kemungkinan untuk menemukan
berbagai pertentangan sosial untuk proses inovasi, dalam hal ini entrepreneur akan merasa sulit untuk
menemukan kerjasama yang diperlukan.
Oleh karena itu, aktivitas kewirausahaan memainkan peran yang relevan dalam proses ekonomi.
Dan untuk alasan ini, perlu untuk menciptakan lingkungan yang memadai atau iklim sosial untuk
mendorong aktivitas kewirausahaan dan untuk memfasilitasi pengenalan inovasi.

Analisis Empiris
Memperhatikan analisis sebelumnya, analisis empiris dikembangkan untuk kasus sepuluh
negara: Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Swedia dan Amerika
Serikat untuk periode 2001-2009. Hipotesis yang akan diuji adalah:
H1. Inovasi memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
H2. Kewirausahaan memiliki dampak positif pada inovasi.
H3. Pendidikan memiliki dampak positif pada inovasi.
H4. Pertumbuhan ekonomi memiliki dampak positif pada inovasi.
H5. Tindakan bank sentral memiliki dampak positif pada kewirausahaan.
H6. Iklim sosial memiliki dampak positif pada aktivitas kewirausahaan.
H7. Inovasi memiliki dampak positif pada kewirausahaan.
Untuk menguji hipotesis tersebut, digunakan tiga persamaan, persamaan tersebut yaitu:

Dimana i adalah negara, I = 1,, 10; dan t adalah tahun, y adalah Produk Dosmetik Bruto (PDB)
diukur dalam jutaan dolar AS (USD). In adalah inovasi yang diukur dengan proxy paten, diukur dalam
jumlah paten yang diterbitkan. I adalah investasi swasta diukur dalam jutaan USD. KHU adalah
human capital diukur dalam jutaan USD. Sumber data didapatkan dari World Bank.

Dimana adalah kewirausahaan yang diukur dengan proxy total entrepreneurship activity (TEA),
yang diciptakan oleh global entrepreneurship monitor (GEM). Setiap tahun GEM menjalankan
program penelitian yang memperkirakan aktivitas kewirausahaan nasional di masing-masing negara
yang berpartisipasi dalam survei, dengan demikian mengestimasi indeks TEA.

Dimana adalah distribusi pendapatan yang diukur dengan koefisien Gini, dan ms adalah money
supply, yang menunjukkan peran bank sentral.
Persamaan (1) dan (3) telah diestimasi dengan Generalized Least Square (GLS) Cross-section
weights. Dalam estimasi ini, metode ini meningkatkan nilai DW dibandingkan hasil dengan Panel
Least Squares. Namun, persamaan (2) diestimasi dengan Panel Least Squares.

Hasil Uji Hipotesis

HIPOTESIS HASIL UJI


H1. Inovasi memiliki dampak positif Inovasi memiliki dampak positif pada pertumbuhan
pada pertumbuhan ekonomi ekonomi (diterima)
Kewirausahaan memainkan peran penting dalam proses
H2. Kewirausahaan memiliki dampak
inovasi, hasil menunjukkan tanda positif signifikan
positif pada inovasi.
(diterima)
H3. Pendidikan memiliki dampak Hasil menunjukkan bahwa tanda variabel ini adalah
positif pada inovasi. positif dan signifikan (diterima)
Hasil menunjukkan hubungan positif antara pendapatan
dan inovasi, yaitu bahwa ada proses melingkar di mana
H4. Pertumbuhan ekonomi memiliki inovasi merangsang pertumbuhan ekonomi dan juga
dampak positif pada inovasi. mendorong proses inovasi yang kemudian mendorong
baik kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di masa
depan. (diterima)
Hasil menunjukkan bahwa money supply memiliki tanda
negative dan signifikan, dimana ketika bank sentral
H5. Tindakan bank sentral memiliki
menurunkan jumlah uang beredar, pengusaha akan
dampak positif pada
memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinovasi, oleh
kewirausahaan.
karena itu, akan memiliki probabilitas keberhasilan yang
lebih tinggi. (diterima)
Distribusi pendapatan adalah variabel proxy untuk iklim
sosial. Sehingga diharapkan memiliki tanda negative,
H6. Iklim sosial memiliki dampak karena penurunan indeks ini menyiratkan kesenjangan
positif pada aktivitas yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan tanda
kewirausahaan. negative, sehingga semakin besar kesetaraan akan
memiliki dampak positif pada aktivitas kewirausahaan
(diterima)
H7. Inovasi memiliki dampak positif Hasil menunjukkan tanda variabel inovasi adalah positif,
pada kewirausahaan. yang menunjukkan hubungan positif (diterima).

KESIMPULAN
Untuk mengembangkan analisis, dipertiimbangkan dengan pendekatan Schumpeter. Dari sudut
pandangnya, inovasi memainkan peran utama dalam proses pertumbuhan ekonomi dan entrepreneur
adalah sarana untuk memperkenalkan teknologi baru untuk meningkatkan aktivitas perusahaan dan
untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.
Dalam proses ini, juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang akan memiliki efek
positif. Pertama, lembaga, terutama lembaga-lembaga moneter dalam kasus ini, karena mereka akan
memfasilitasi pengusaha dalam memperoleh sumber daya yang mereka butuhkan untuk
mengembangkan kegiatan mereka. Dalam hal ini, kebijakan moneter yang ekspansif akan menjadi
sinyal untuk usaha kecil dan menengah bahwa bank sentral mendukung aktivitas mereka. Kedua,
iklim sosial adalah faktor lain yang harus dipertimbangkan karena berkurangnya stres sosial akan
merangsang kewirausahaan untuk melaksanakan aktivitas mereka. Masalah utama adalah untuk
mengukur faktor ini, dan distribusi pendapatan adalah variabel yang mewakili iklim sosial.
Di sisi lain, kemungkinan lain juga telah dipertimbangkan untuk menyelesaikan model.
Pertama, dianggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi juga akan mempromosikan inovasi dan akan
mendorong aktivitas kewirausahaan (sesuai pernyataan Drucker). Dari perspektif ini, proses
melingkar disertakan. Inovasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan ada proses umpan balik.
Kewirausahaan akan melaksanakan kegiatan inovasi yang berpengaruh langsung pada pertumbuhan
ekonomi. Dan ada juga proses umpan balik lagi dalam kasus inovasi.
Analisis empiris menegaskan perspektif ini. Oleh karena itu, jika aktivitas ekonomi tidak
berhenti, karena langkah-langkah yang salah atau guncangan asing, proses umpan balik akan
menghasilkan perekonomian yang mencapai tingkat yang lebih tinggi dari pekerjaan dan
kesejahteraan.