Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

PERGESERAN KESETIMBANGAN KIMIA

Oleh kelompok 3:

I Gd. Abdi Sepapradita 1413071003


Anil Yusuf 1613071021
Komang Sriponi 1613071025

JURUSAN PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017
I. Judul Percobaan
Pergeseran Kesetimbangan KimiaPerubahan Suhu Dan Konsentrasi Pereaksi
Terhadap Pergeseran Kesetimbangan Reaksi Kimia
II. Tujuan Percobaan

1. Untuk merancang percobaan tentang pengaruh perubahan konsentrasi


terhadap pergeseran kesetimbangan
2. Untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan konsentrasi terhadap
pergeseran kesetimbangan
3. Untuk menyajikan hasil percobaan tentang pengaruh perubahan suhu
dan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan

III. Dasar Teori

Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana tidak terjadi perubahan


makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih
terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Sifat makroskopis yang
paling mudah untuk mengamati keadaan setimbang adalah warna pada
larutan, karena warna larutan yang tidak ada perubahan pada suhu tetap
setelah mencapai keadaan setimbang. Kesetimbangan kimia adalah proses
dinamis ketika laju reaksi ke kanan (menghasilkan produk) sama dengan laju
reaksi ke kiri (ke arah pereaksi). Pada kesetimbangan kimia, molekul-
molekul tetap berubah dari pereaksi menjadi produk dan produk menjadi
pereaksi, tetapi tanpa terjadi perubahan konsentrasinya.

Pada keadaan kesetimbangan, reaksi berlangsung terus menerus dalam


arah yangberlawanan. Akan tetapi jika pada suatu sistem kesetimbangan
tersebut diberi aksi(pengaruh) dari luar maka sistem kesetimbangan tersebut
akan mengalami pergeserandan membentuk kesetimbangan yang baru.Tahun
1884 Henri Louis Le Chatelier berhasil menjelaskan pengaruh faktor
luarterhadap kesetimbangan, yang dikenal dengan azas Le Chatelier, yang
berbunyi : Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan
(aksi) maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi
pengaruh aksi tersebut. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke
keadaan kesetimbangan yang baruakibat adanya aksi atau pengaruh dari luar
itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan. Bagi reaksi:
A+B C+D
Kemungkinan Terjadinya Pergeseran

1. Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B membentuk C dan D,


sehingga jumlahmol A dan Bherkurang, sedangkan C dan D bertambah.
2. Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B.
sehingga jumlah mol C dan D berkurang, sedangkan A dan B
bertambah.Reaksi sistem terhadap aksi luar adalah dengan melakukan
pergeseran ke kiri atau kekanan. Faktor yang dapat menggeser letak
keseimbangan :
1. Perubahan Konsentrasi
2. Perubahan Volume
3. Perubahan Tekanan
4. Perubahan Suhu

1. Pengaruh Konsentrasi

Konsentrasi reaktan atau pereaksi memengaruhi pergeseran


kesetimbangan. Beradasarkaan asas Le Chatelier , perlu diperhatikan
beberapa, sebagai berikut:

a. Jika ada penambahan konsentrasi pada salah satu pereaksi, maka


kesetimbangan akan bergeser ke kanan (ke arah produk). Sebaliknya, jika
ada penambahan konsentrasi produk, maka kesetimbangan akan bergeser
ke kiri (ke arah pereaksi).

b. Jika ada pengurangan konsentrasi salah satu pereaksi, maka


kesetimbangan akan bergeser ke kiri (ke arah pereaksi). Sebaliknya, jika
ada pengurangan konsentrasi produk, maka akan ada pergeseran
kesetimbangan ke kanan (ke arah produk).

c. Jika ada pengurangan konsentrasi semua zat yang terlibat reaksi, misalnya
dengan pengenceran atau memperbesar volume, maka kesetimbangan
akan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya banyak.

Contoh:

Misalnya ada persamaan reaksi:

Fe2+(aq) + SCN(aq) [Fe(SCN)]2+(aq)

Dengancatatan: warna [Fe(SCN)]2+ adalahmerah, maka:

a. Jika ditambahkan ion Fe2+, maka kesetimbangan bergeser ke kanan


sehingga konsentrasi ion [Fe(SCN)]2+ semakin besar. Ini dibuktikan
dengan warna merah makin pekat.

b. Jika ditambahkan SCN, maka kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga


konsentrasi ion [Fe(SCN)]2+ makin besar. Ini dibuktikan dengan warna
merah pekat.
c. Jika ada penambahan ion OH, maka ion ini akan mengikat ion Fe 2+,
sehingga akan terjadi pengurangan ion Fe2+.Dengan demikian,
kesetimbangan bergeser ke kiri. Akibatnya, konsentrasi ion
[Fe(SCN)]2+ menjadi berkurang.Ini dibuktikan dengan warna merah
memudar.

d. Jika ada penambahan volume atau pengenceran, berarti memperkecil


konsentrasi, maka kesetimbangan bergeser ke jumlah molekul yang besar
atau ke kiri, sehingga warna memudar. Hal ini karena ion
[Fe(SCN)]2+ menjadi berkurang.

2. Pengaruh Suhu

Pengaruh suhu pada pergeseran kesetimbangan berkaitan dengan reaksi


endoterm dan eksoterm. Menurut asas Le Chatelier ,ketika suhu system
dinaikkan, maka reaksi system adalah dengan menurunkan suhu.
Akibatnya, kesetimbangan akan bergeser kepihak reaksi yang menyerap
kalor (endoterm). Sebaliknya, jika suhu system diturunkan,
kesetimbangan akan bergeser kepihak reaksi yang melepaskan kalor
(eksoterm).

Contoh:

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92,2 kJ

Karena H negatif, maka reaksi kekanan adalah reaksi eksoterm.


Sebaliknya, reaksi kekiri adalah reaksi endoterm.

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92,2 kJ ==>eksoterm

2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) H = +92,2 kJ ==>endoterm

Ketika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak


reaksi yang menyerap kalor (endoterm) atau ke kiri. Demikian juga
sebaliknya, ketika suhu diturunkan, maka kestimbangan akan bergeser
ke kanan. Menurut Azas Le Chatelier , JIka sistem dalam keadaan
kesetimbangan terjadi kenaikan suhu, maka akan terjadi pergeseran
kesetimbangan ke arah reaksi yang menyerap kalor (H positip).

Nilai angka dari konstanta kesetimbangan kimia memberikan petunjuk


tentang jumlah relatif dari produk dan reaktan. Nilai Kc juga
memberikan petunjuk apakah kesetimbangan cenderung ke arah reaktan
atau produk. Apabila nilai Kc jauh melebihi satu (Kc >> 1),
kesetimbangan akan cenderung ke kanan (produk), sehingga jumlah
produk lebih besar dibandingkan reaktan. Sebaliknya, apabila nilai Kc
jauh di bawah satu (Kc << 1), kesetimbangan akan cenderung ke kiri
(reaktan), sehingga jumlah reaktan lebih besar dibandingkan reaktan.
Reaksi kimia pada umumnya berada keadaan setimbang.

IV. Alat dan Bahan

Alat: Bahan:
1. Batang pengaduk 1. Larutan FeCl3 1M
2. Gelas kimia 100 mL 2. Larutan KSCN 1M
3. Gelas ukur 25 mL 3. Larutan Na2HPO4 1 M
4. Pipet tetes 4. Air es dan air panas
5. Tabung reaksi
6. Spatula
7. Termometer

V. Prosedur Percobaan

Kegiatan Siswa
Percobaan 1: Pengaruh Konsentrasi Pereaksi terhadap Pergeseran
Kesetimbangan

1. Masukkan sebanyak 25 mL air suling ke dalam gelas kimia 100 mL

2. Tambahkan 3 tetes larutan KSCN 1 M dan 3 tetes larutan FeCl3 ke dalam


gelas kimia tersebut kemudian aduk hingga bercampur sempurna.

3. Masukkan masing-masing 5 mL campuran tersebut ke dalam 5 buah


tabung reaksi.

4. Lakukan tahapan percobaan berikut.


a. Tabung reaksi 1 : gunakan sebagai kontrol
b. Tabung 2: tambahkan FeCl3 1 M sebanyak 3 tetes
c. Tabung 3 : tambahkan KSCN 1 M sebanyak 3 tetes
d. Tabung 4. tambahkan Na2HPO4 sebanyak 3 tetes
e. Tabung 5: tambahkan air suling sebanyak 3 tetes

5. Bandingkan warna larutan pada tabung 2,3,4 dan 5 dengan warna larutan
pada tabung 1 (kontrol)
VI. Hasil Pengamatan

Tab. Perlakuan Perubahan warna Arah pergeseran


(dibandingkan dengan kestimbangan
tabung 1)
1 Warna larutan pada tabung 1 : Merah darah
2 Penambahan FeCl3 Pekat Ke kanan (ke arah
produk)
3 Penambahan KSCN Lebih Pekat Ke kanan (ke arah
produk)
4 Penambahan Na2HPO4 Bening
5 Penambahan air suling Memudar atau lebih
terang dari pada
tabung 1

Kegiatan 2: Pengaruh suhu terhadap Pergeseran Kesetimbangan


No. Alat Bahan
1 Tabung reaksi Iodine
2 Rak tabung reaksi Pati
3. Pipet tetes Air
4. Gelas kimia Es batu
5. Penjepit

1. Masukkan sebanyak 5 tetes iodine kedalam gelas kimia yang telah berisi 25 mL
larutan pati.

2. Masukkan masing-masing 5 mL larutan iodine-pati ke dalam 3 buah tabung


reaksi. Tandai tabung tersebut (misal tabung 1, 2 dan 3)

3. Lakukan tahapan percobaan berikut.


a. Tabung reaksi 1 : gunakan sebagai kontrol
b. Tabung 2 : dipanaskan dalam penangas air suhu 70oC
c. Tabung 3 : Direndam dalam air es

4. Bandingkan perubahan warna larutan iodine-pati pada tabung 2 dan 3 dengan


larutan iodine-pati pada tabung 1.

Tab. Perlakuan Perubahan warna Arah pergeseran


(dibandingkan dengan kestimbangan
tabung 1)
1 Tabung 1: didiamkan Biru
2 Tabung 2: dipanaskan Putih ke arah yang
pada suhu 620 C. membutuhkan kalor
(ke arah reaksi
endoterm)
3 Tabung 3: didinginkan Biru terang ke arah yang
pada suhu 130C. membebaskan kalor
(ke arah reaksi
eksoterm)
VII. Diskusi
1. Reaksi kestimbangan Fe3+ dengan SCN- ditulis sebagai berikut.

Fe3+ (aq) + SCN- (aq) Fe(SCN)2+(aq)


kearah mana reaksi kestimbangan akan bergeser jika :
a. ditambahkan Fe3+
b. ditambahkan SCN-
c. ditambahkan Na2HPO4

2. Mengapa terjadi perbedaan warna pada larutan kompleks iodine-pati jika


direndam dalam air panas maupun air es?

VIII. Jawaban
1. a. Dari reaksi tersebut jika ditambahkan Fe3+ , maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan (ke arah produk)
sehingga reaksi sistem mengurangi komponen Fe3+ sehingga pereaksi
berkurang dan konsentrasi ion [Fe(SCN)]2+ semakin besar. Ini
dibuktikan dengan perubahan warna larutan merah pekat(merah
darah).
b. Dari reaksi tersebut jika ditambahkan SCN -, maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan (ke arah produk)
sehingga reaksi sistem mengurangi komponen SCN- sehingga
pereaksi berkurang dan konsentrasi ion [Fe(SCN)]2+ semakin besar.
Ini dibuktikan dengan perubahan warna larutan merah makin pekat
atau bertambah tua warnanya dari sebelumnya.
c. Dari reaksi tersebut, jika ditambahkan Na2HPO4 yang dapat mengikat
ion Fe3+, akan mengakibatkan konsentrasi ion fe3+ berkurang , maka
reaksi sistem akan menambah komponen. Hal ini berarti terjadi
pergeseran ke arah kiri. Dan ini dibuktikan dengan perubahan warna
menjadi bening (tak berwarna) dari warna sebelumnya.
2.

IX. Pembahasan

X. Simpulan
Jika konsentrasi diperbesar maka reaksi sistem akan mengurangi
komponentersebut.
Bila ke dalam suatu sistem kesetimbangan, konsentrasi salah satu
komponennyaditambah maka kesetimbangan akan bergeser dari arah
penambahan itu, dan bilasalah satu komponen dikurangi maka
kesetimbangan akan bergeser ke arahpengurangan itu.
Jika volume diperbesar maka sistem akan bereaksi dengan menambah
tekanandengan cara menambah jumlah molekul.
Bila voume sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan akan
bergeserke arah jumlah koefisien reaksi yang besar.
Penambahan air terhadap sistem dalam keadaan setimbang
menyebabkan volume larutan lebih besar. Penambahan volume dapat
membuat system akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara
menambah jumlah molekul.

XI. Saran
1. Sebelum melakukan paktikkum, sebaiknya para mahasiswa
mengetahui teori tentang bandul sederhana.
2. Melaksanakan praktukum dengan teliti dan berhati-hati agar mendapat
data yang akurat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Setelah melakukan praktikkum sebaiknya alat-alat yang digunakan
ditaruh di tempat semula.

LAMPIRAN
a.

b.
a.

b.

a.

b.
c.