Anda di halaman 1dari 24

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Gambaran Desa Secara Geografis


1.1.1. Situasi Keadaan Umum
Puskesmas Tegal Angus adalah salah satu puskesmas yang terletak di
wilayah Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten,
mempunyai luas wilayah 4.763.198 ha (47,631 km2). Terdiri dari luas daratan
2.170.120 ha dan sawah 2.593.078 ha dengan ketinggian dari permukaan laut 2 - 3
meter dengan curah hujan rata-rata 24 mm/tahun. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten
Tangerang sekitar 47 km.
Batas-batas wilayah Kecamatan Teluk Naga adalah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Laut Jawa atau DKI Jakarta.
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Tangerang atau Kecamatan
Neglasari.
c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kosambi.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sepatan atau Pakuhaji.

Wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus berada di wilayah Kecamatan Teluk


Naga bagian utara yang terdiri dari enam desa binaan yaitu desa Pangkalan,
Tanjung Burung, Tegal Angus, Tanjung Pasir, Muara dan Lemo.

Gambar 1.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012
Sumber : Laporan Kinerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

Desa Tanjung Pasir terletak di utara dari Kecamatan Teluk Naga,


Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang merupakan daerah pesisir pantai ,
mempunyai luas wilayah 564,25 hektar dan merupakan daerah dataran rendah
dengan ketinggian satu meter dari permukaan laut dengan suhu udara 300-370C.

1
Luas wilayah terdiri dari sawah seluas 79 hektar, daratan seluas 108,185
hektar dan empang seluas 377,065 hektar. Pada daratan terdiri dari dua hektar
pemakaman umum.

1.1.2. Batas Wilayah


Batas-batas wilayah Desa Tanjung Pasir seperti yang terlihat pada gambar
1.1 adalah sebagai berikut :
a. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.
b. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Burung.
c. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Muara.
d. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tegal Angus, Lemo dan
Pangkalan.

Gambar 1.2 Batas Wilayah Desa Tanjung Pasir Tahun 2012

Sumber : Laporan Kinerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

Puskesmas Tegal Angus terdapat di :


a) Desa Tegal Angus.
b) Jl. Raya Tanjung Pasir.
c) Kode Pos 15510.
d) Status kepemilikan tanah : Tanah Pemkab.
e) Batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa.
f) Batas wilayah sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kosambi.
g) Batas wilayah sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kampung Melayu.
h) Batas wilayah sebelah Barat dengan Desa Pakuhaji.

2
Prasarana perhubungan dan pengairan di Kecamatan Teluk Naga dihubungkan
oleh:
A. Jalan
Panjang jalan yang ada di wilayah Kecamatan Teluk Naga sepanjang 108 km,
dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. Berdasarkan status
a. Jalan Propinsi : 9,5 km.
b. Jalan Kabupaten : 5 km.
c. Jalan Desa : 93,5 km.
2. Berdasarkan kondisi fisik
a. Jalan hotmik : 17,5 km.
b. Jalan aspal : 67 km.
c. Jalan tanah : 14,5 km.
B. Jembatan
a. Jembatan besi : 1 km.
b. Jembatan beton : 7 km.
C. Sungai atau kali
Sungai atau kali yang mengalir di wilayah Kecamatan Teluk Naga adalah
sungai Cisadane dengan panjang saluran sejauh 12 km.
a. Irigasi atau Pengairan
Pengairan dapat mengairi sawah seluas 20.593.649 ha.
b. Bendungan air atau Dam
Bendungan dapat digunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang
menjadi salah satu sumber air bersih yang dimanfaatkan masyarakat.

1.2 Gambaran Umum Secara Demografi


1.2.1 Jumlah Penduduk
Kepadatan penduduk rata-rata 1,625 jiwa/km2. Dengan jumlah rumah
tangga 1.485 dan rata-rata jumlah jiwa per rumah tangga adalah 3,7 jiwa.
Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Tangerang pada tahun 2012 jumlah
penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus adalah 53.831 jiwa yang
tersebar di 6 desa seperti yang tercantum di tabel 1.1 dibawah ini :

Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah Desa, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah
Tangga Dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa/Kelurahan Tanjung Pasir
Tahun 2012
R

No Desa/Kel Luas Jumlah

3
RT

Rumah

ata-Rata Jiwa/ Rumah


Penduduk Miskin (Jiwa)

RW

epadatanPenduduk (km2)
(Jiwa)Penduduk

KK
Wilayah
(km2)

1 Lemo 3,61 6,682 734 32 15 1,408 1408 10.31 1850.97


2 Muara 5,14 3,566 490 22 6 793 793 7.19 693.77
3 Pangkalan 7,54 16,888 1,495 35 11 3,229 3229 4.08 2239.79
4 Tanjung 5,24 7,699 740 16 8 1,484 1572 3.10 1463.55
Burung
5 Tanjung 5,64 9,513 1,348 31 18 1,936 2319 5.32 1686.70
Pasir
6 Tegal 2,83 9,513 1,081 23 7 1,895 1895 3.30 3361.48
Angus
Jumlah 30,02 53,831 5,889 13 45 10,74 10,74 4.33 1794
9 5 5
Sumber : Data BPS Kecamatan Teluk Naga Tahun 2012

Klasifikasi jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja


Puskemas Tegal Angus dilihat pada tabel 1.2 dibawah ini :

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Puskesmas
Tegal Angus Tahun 2012

NO KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK


LAKI- PEREMPU LAKI-LAKI +
. UMUR
LAKI AN PEREMPUAN
(TAHUN)
1 2 3 4 5
1 0-4 2,702 2,505 5,207
2 5-9 2,657 2,511 5,168
3 10-14 2,896 2,563 5,459
4 15-19 2,980 2,895 5,875
5 20-24 2,910 2,960 5,870
6 25-29 2,877 2,790 5,667
7 30-34 2,336 2,153 4,489

4
8 35-39 1,994 1,888 3,882
9 40-44 1,704 1,613 3,317
10 45-49 1,401 1,262 2,663
11 50-54 1,135 925 2,060
12 55-59 741 656 1,397
13 60-64 546 533 1,079
14 65-69 337 318 655
15 70-74 252 281 533
16 75+ 203 307 510

JUMLAH 27,671 26,160 53,831


Sumber : Kantor Statistik Kabupaten Tangerang Tahun 2012

1.2.2 Lapangan Pekerjaan Penduduk


Lapangan pekerjaan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
cukup beragam, hal ini berhubungan dengan letak geografis kecamatan Teluk
Naga dimana terdapat persawahan dan berbatasan dengan laut serta daerah kota
Tangerang dan akses ke daerah Jakarta.

1.2.3 Tingkat Pendidikan


Aspek pendidikan merupakan salah satu indikator yang dapat
mempengaruhi kualitas kehidupan penduduk di wilayah Kecamatan Teluk Naga,
khususnya daerah wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus seperti yang dapat dilihat
pada grafik berikut :

5
Sumber : Profil Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012
Diagram 1.1 Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Jenjang Pendidikan di
Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

1.2.4 Sarana dan Prasarana


1. Gedung Puskesmas yang terdiri dari :
a. Ruang Kepala Puskesmasn : 1 Ruang
b. Ruang TU : 1 Ruang
c. Ruang Dokter : 1 Ruang
d. Ruang Aula : 1 Ruang
e. Ruang Imunisasi : 1 Ruang
f. Ruang Loket : 1 Ruang
g. Ruang Apotik : 1 Ruang
h. Ruang BP umum : 1 Ruang
i. Ruang BP Anak : 1 Ruang
j. Ruang BP Gigi : 1 Ruang
k. Ruang KIA dan KB : 1 Ruang
l. Ruang Gizi : 1 Ruang
m. Ruang Gudang Obat : 1 Ruang
n. Ruang TB : 1 Ruang
o. Ruang Lansia : 1 Ruang
p. Ruang Kesling : 1 Ruang
q. Ruang Perpustakaan : 1 Ruang
r. Ruang Mushola : 1 Ruang
s. Ruang Bidan : 1 Ruang
t. Dapur : 1 Ruang
u. Ruang Gudang Perkakas : 1 Ruang
v. WC : 9 Ruang

2. Bidan di Desa : 6 orang

3. Posyandu 45 buah, terdiri dari :


a. Tegal Angus : 7 Posyandu
b. Pangkalan : 10 Posyandu

6
c. Tanjung Burung : 7 Posyandu
d. Tanjung Pasir : 9 Posyandu
e. Lemo : 6 Posyandu
f. Muara : 6 Posyandu

4. Pembinaan UKBM ( Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat ) :


a. Jumlah Posyandu : 45 buah
b. Jumlah Kader Posyandu dibina : 225 orang
c. Jumlah kader dasa wisma dibina : 34 orang
d. Jumlah TOMA (Tokoh Masyarakat) dibina : 60 orang

5. Sarana Sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus.

Tabel 1.3 Sarana Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus


No NAMA JUMLAH SEKOLAH
PAUD TK RA SD MI SMP MTS SM SM MA
DESA
A K
1 Pangkalan 1 2 0 5 1 2 1 0 1 0
2 Tanjung 1 0 0 2 1 0 0 0 0 0
Burung
3 Tegal Angus 0 1 0 2 2 2 1 1 0 0
4 Tanjung Pasir 0 2 0 2 1 0 1 0 0 0
5 Muara 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0
6 Lemo 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0
PUSKESMA 1 3 0 12 4 2 2 1 0 0
S
Sumber : Program UKS, Puskesmas Tegal Angus, 2012

Sarana pelayanan kesehatan wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus dapat


dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1.4 Sarana Pelayanan Kesehatan Kecamatan Teluk Naga Tahun 2012
No Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah
1 Apotik 0
2 Balai Pengobatan Swasta 2
Gudang Farmasi 0
Laboratorium Klinik Swasta 0

7
Optikal 0
Pos UKK 0
3 Polindes 0
4 Posbindu 1
5 Poskesdes 1
6 Posyandu 45
Praktek Bidan Swasta 8
7 Praktek dokter (perorangan)
Dokter umum 5
Dokter gigi 0
Dokter spesialis 0
8 Puskesmas 1
10 Puskesmas pembantu (pustu) 1
11 Rumah Sakit Bersalin 0
13 Rumah Sakit Pemerintah 0
14 Rumah Sakit Swasta 0
15 Toko obat 2
Sumber : Puskesmas Tegal Angus

1.2.5 Kesehatan Dasar


A. Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Upaya Pemerintah Desa Tanjung Pasir untuk menurunkan angka kematian
ibu dengan instansi terkait, dalam hal ini puskesmas untuk pelayanan
kesehatan masyarakat, antara lain :

a. Kunjungan Ibu Hamil K1.


Kunjungan ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal sesuai standar yang
pertama kali pada masa kehamilan. Cakupan K1 di puskesmas Tegal Angus
tahun 2012 adalah 96,4% dengan cakupan pemberian Fe1 sebesar 96,4%.

b. Kunjungan Ibu Hamil K4.


Kunjungan ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal sesuai standar
paling sedikit empat kali selama masa kehamilan, minimal satu kali pada
triwulan pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada triwulan
ketiga kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe. Cakupan kunjungan K4 di
puskesmas Tegal Angus tahun 2012 adalah 90% dengan cakupan pemberian
Fe3 90%.

c. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan.


Ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
yang memiliki kompetensi kebidanan. Persalinan oleh tenaga kesehatan di
puskesmas Tegal Angus tahun 2012 adalah 90,5%.

8
d. Penanganan Bumil dan Neonatal Risiko Tinggi (risti).
Deteksi dini kelompok bumil dan neonatal risti. Jika ditemukan lebih awal
dapat dilakukan intervensi untuk menangani risiko tersebut. Penemuan
bumil risti dan neonatal risti di puskesmas Tegal Angus pada tahun 2012
yaitu 173 bumil risti dari 215 sasaran bumil resti (80,5%) dan 113 neonatal
risti dari 165 sasaran neonatal risti (68,4%).

e. Pelayanan Neonatal.
Pelayanan kesehatan neonatus (0-28 hari) minimal dua kali, satu kali umur 0-
7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari.dalam melaksanakan pelayanan
neonatus, petugas kesehatan selain melakukan pemeriksaan kesehatan bayi
juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu.

2. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pemeriksaan kesehatan anak
sekolah.
Puskesmas Tegal Angus melakukan deteksi tumbuh kembang balita dan
pemeriksaan kesehatan siswa SD/MI. Upaya yang dilakukan antara lain
penyuluhan di posyandu dan pembentukan kelas ibu balita.

3. Keluarga berencana.
a. Peserta KB Baru.
Puskesmas Tegal Angus melakukan edukasi melalui penyuluhan terus
menerus.
b. Peserta KB Aktif.

4. Imunisasi
a. Desa UCI
Desa binaan di wilayah Puskesmas Tegal Angus ada 6 desa. Upaya yang
dilakukan sweeping imunisasi.
b. Drop Out imunisasi Campak-Polio.
Penyuluhan tentang pentingnya imunisasi lengkap pada balita, sweeping
imunisasi campak dan meningkatkan cakupan imunisasi di posyandu.

5. Gizi
a. Penanganan balita BGM dan gizi buruk
Penanganan balita gizi buruk dengan diberikan PMT pemulihan di
klinik gizi dan MP-ASI untuk perawatan dirumah dan kegiatan kunjungan
rumah untuk pemantauan pemberian PMT serta rujukan untuk balita gizi
buruk.

b. ASI Eksklusif

9
ASI merupakan makanan penting untuk bayi. Pemberian ASI
eksklusif adalah pemberian makanan hanya ASI sampai bayi berumur 6
bulan. Zat gizi yang terkandung dalam ASI cukup memenuhi kebutuhan
nutrisi untuk bayi sampai berumur 6 bulan. Keuntungan dari ASI adalah
ASI mengandung zat kekebalan tubuh, mengandung protein yang mudah
diserap oleh tubuh bayi, mudah dan murah diberikan untuk bayi serta
membangun ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Jumlah bayi yang
diberikan ASI eksklusif di puskesmas tegal angus pada tahun 2012 ini
adalah 719 bayi dari 976 bayi (73,7%), meningkat dari tahun lalu yang
hanya sebesar 44, 53%.

c. Penanggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)


Program penanggulangan kekurangan vitamin telah dimulai sejak tahun
1970an namun sampai saat ini masalah KV masih menjadi salah satu
masalah gizi utama di Indonesia. KVA tingkat berat (Xeroptalmia) yang
dapat menyebabkan kebutaan sudah jarang ditemui, tetapi KVA tingkat
sub - klinis yaitu KVA yang belum menampakkan gejala nyata masih
diderita oleh sekitar 50% di Indonesia.

10
B. Pelayanan Kesehatan Pengembangan
Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut
Pelayanan kesehatan salah satunya ditujukan terhadap kelompok usia
lanjut, dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan
kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Dalam upaya
meningkatkan status kesehatan usia lanjut telah dilaksanakan program
pelayanan kesehatan usia lanjut.

C. Perilaku Masyarakat
Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas dilakukan
melalui program promosi kesehatan yaitu penyebarluasan informasi
kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat di masyarakat dapat menggambarkan derajat kesehatan wilayah
tersebut, hal ini dapat disajikan dengan indikator PHBS, adapun dari hasil
kajian PHBS di wilayah Puskesmas Tegal Angus pada Tahun 2012 dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan ( 90,5% )
2. Rumah yang bebas jentik ( 72,83% )
3. Penimbangan bayi dan balita ( 100% )
4. Memberikan ASI ekslusif ( 73,67% )
5. Menggunakan air bersih ( 99,39% )
6. Menggunakan jamban sehat ( 15,74% )
7. Olahraga atau melakukan aktifitas fisik setiap hari ( 10,09% )
8. Mengkonsumsi makanan seimbang ( 23,5% )
9. Tidak merokok dalam rumah ( 23,5%)
10. Penduduk miskin yang dicakup JPKM ( 96,85% )

D. Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan merupakan aspek yang penting dibidang
kesehatan, upaya peningkatan kualitas lingkungan merupakan langkah
yang tepat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan keluarga
yang lebih baik. Berikut ini upaya-upaya peningkatan kualitas lingkungan
bagi kesehatan yang dilakukan di puskesmas Tegal Angus :
a) Penyehatan Perumahan
Rumah merupakan tempat berkumpul/ beristirahat bagi semua
anggota keluarga dan untuk menghabiskan sebagian besar
waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan
sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau
tetangga sekitarnya. Rumah sehat adalah rumah tinggal yang

11
memenuhi syarat kesehatan, hasil pemantauan selama tahun 2012
menunjukkan dari 12.421 rumah yang diperiksa sebanyak 11,2 %
yang memenuhi syarat kesehatan.

b) Pemenuhan Kebutuhan Sarana Sanitasi Dasar


Pemenuhan kebutuhan sarana sanitasi dasar di wilayah
Puskesmas Tegal Angus sangat kurang sekali seperti yang terlihat
pada tabel dibawah ini :

Tabel 1.5 Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar di Wilayah Puskesmas Tegal


Angus
Tahun TEMPAH SPAL SAB
SAMPAH
2010 532 188 2245
2011 3579 578 3877
2012 608 608 650
Sumber : Data Program Kesling PKM Tegal Angus tahun 2012

Seperti yang terlihat pada tabel di atas bahwa dari jumlah


rumah yang diperiksa mengalami penurunan, hal ini dikarenakan
tidak adanya sanitarian di Puskesmas Tegal Angus sehingga kurang
tenaga untuk memeriksa sanitasi dasar. Berdasarkan jumlah rumah
yang diperiksa, rumah yang memiliki tempat sampah sehat hanya
15,7 % dan jamban sehat hanya 5,3 %. Berbagai faktor seperti
tingkat pengetahuan, pendidikan, ekonomi, sosial dan kesadaran
penduduk yang lebih rendah menyebabkan sulitnya meningkatkan
kesehatan sanitasi masyarakat.

c) Penyehatan Tempat Tempat Umum (TTU)


Pengawasan terhadap TTU dilakukan untuk meminimalkan
faktor risiko sumber penularan bagi masyarakat yang memanfaatkan
TTU, Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi
pengawasan lingkungan TTU secara berkala, bimbingan,
penyuluhan dan sarana perbaikan. Tidak adanya tenaga sanitarian
dan kurangnya tenaga di Puskesmas Tegal Angus menyebabkan
pembinaan di TTU tidak dapat dilakukan.

d) Penyehatan Makanan dan Minuman

12
Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok manusia dan
sumber utama kehidupan bagi umat manusia, maka dengan itu
makanan yang tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi
sumber media yang sangat efektif di dalam penularan penyakit
saluran pencernaan.
Upaya Puskesmas Tegal Angus adalah pemeriksaan tempat
pengelolaan air bersih, pengawasan terhadap kualitas penyehatan
tempattempat umum pengelolaan makanan. Tidak hanya tenaga
sanitarian melainkan kurangnya tenaga di Puskesmas Tegal Angus
menyebabkan pembinaan penyehatan makanan dan minuman tidak
dapat dilakukan.

1.2.6 Ketersediaan Pekarangan


Pada saat ini, desa Tanjung Pasir dijadikan sebagai percontohan dan
pembelajaran agar budi daya sayuran dapat dilakukan juga di tingkat rumah
tangga untuk mengurangi pengeluaran akan kebutuhan pangan serta meningkatkan
pendapatan keluarga.

LAPORAN CAKUPAN RUMAH SEHAT TRIWULAN IV

PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013

RUMAH
PUSKE JUMLAH JUMLAH
NO DESA JUMLAH % %
SMAS DIPERIKS DIPERIKS
SELURUHNYA DIPERIKSA SEHAT
A A

TEGAL TANJUNG
1 2473 22 0,89 19 86,36
ANGUS BURUNG

13
PANGKA
4132 28 0,68 22 78,57
LAN

TEGAL
2879 21 0,73 17 80,95
ANGUS

TANJUNG
1787 15 0,84 15 100,00
PASIR

MUARA 496 10 2,02 10 100,00

LEMO 648 13 2,01 12 92,31

JUMLAH 12415 109 7 95 87

Sumber : Data puskesmas tegal anus 2013

1.2.7. Situasi Derajat Kesehatan

Berdasarkan hasil laporan bulanan penyakit (LB1) Puskesmas Tegal


Angus didapatkan gambaran pola penyakit yang terjadi di Puskesmas Tegal
Angus pada tahun 2012 menurut golongan semua umur seperti grafik berikut
ini :

Grafik 1.2 Sepuluh Besar Penyakit Puskesmas Tegal Angus Bulan Januari Tahun
2014

14
Sumber : Data Gambaran 10 penyakit terbanyak rawat jalan dan rawat inap
Peserta Jamkesmas di Puskesmas Tegal Angus bulan Januari 2014

1.2.7.1 Situasi Sumber Daya Kesehatan

Upaya pembangunan kesehatan membutuhkan sumber daya kesehatan


yang memadai untuk mencapai target yang ingin dicapai. Bab ini akan
menguraikan situasi sumber daya kesehatan yang ada di Puskesmas Tegal Angus
pada tahun 2012.

1.2.7.2. Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam


pelaksanaan pembangunan kesehatan karena merupakan penggerak dari
program-program kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan di puskesmas tegal
angus berjumlah 27 orang yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi,
perawat, bidan, dan tenaga gizi seperti yang tergambar dalam tabel dibawah
ini.

Tabel 2.1 Kategori Tenaga di Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012


No Kategori Tenaga Status Jumlah
PNS PTT/TKK Lain-

15
Lain
1 AKBID 1 6 0 7
2 AKPER 1 0 0 1
3 Bidan 9 0 0 9
4 D3 Gizi 1 0 0 1
5 D3 Kesling 1 0 0 1
6 Dokter Gigi 1 0 0 1
7 Dokter Umum 2 0 0 2
8 Honor 0 0 4 4
9 Pekarya 1 0 0 1
10 Perawat 2 1 0 2
JUMLAH 21 3 4 29
Sumber :Ketatausahaan Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

1.2.8. Pembiayaan Kesehatan

Salah satu faktor utama di dalam peningkatan pelayanan kesehatan


adalah adanya faktor pembiayaan yang mana dapat digunakan untuk
transportasi, jasa kegiatan program maupun belanja barang. Pembiayaan
kesehatan dapat bersumber dari pemerintah pusat dari APBN seperti dana
jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat miskin) dan jampersal (jaminan
persalinan) serta BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), sementara dana
dari pemerintah daerah dari APBD berupa dana operasional puskesmas dan
jamkesda (jaminan kesehatan daerah).

1.2.8.2. Jaminan Kesehatan Prabayar

Sebagai bagian dari amanat UUD 1945, negara harus mengurus


masyarakat miskin. Oleh karena itu pemerintah meluncurkan program
jaminan kesehatan masyarakat miskin (jamkesmas/askeskin).
Hampir 50% penduduk di wilayah tegal angus merupakan masyarakat
miskin dan tidak semua tercakup dalam program jamkesmas. Hal ini
disebabkan pendataan yang kurang akurat, kendala di lapangan adalah data
kependudukan yang tidak lengkap, kriteria miskin yang berbeda dan
pemberian kartu jamkesmas yang tidak tepat.
Masyarakat miskin yang tidak mendapat jaminan melalui program
jamkesmas, akan dipenuhi biaya kesehatannya oleh pemerintah daerah

16
melalui jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Pemerintah daerah juga
membiayai operasional puskesmas melalui dana operasional puskesmas.

Tabel 2.2 Pembiayaan Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

Alokasi Anggaran Kesehatan


No Sumber Biaya
(Rp)
1 BOK 70.347.000,-
2 Jamkesmas dan Jampersal 90.001.835,-
3 Operasional Puskesmas 69.891.259,-
TOTAL ANGGARAN 230.240.094,-
Sumber : Data TU Puskesmas Tegal Angus Tahun 2012

1.3. Gambaran Keluarga Binaan


Keluarga binaan kelompok kami terdiri dari 1 kepala keluarga, yaitu :
a. Keluarga Tn. A

1.3.1 Lokasi Keluarga Binaan


Adapun lokasi pemukiman keluarga binaan kelompok kami adalah sebagai
berikut:

Gambar 1.3 Denah Lokasi Rumah Keluarga Binaan Kampung Garapan RT 001/RW
06, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang Bulan Februari
Tahun 2014

1.3.2. Keluarga Tn. A

No Nama Status Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan


Keluarga Kelamin
1 Tn. A Suami Laki laki 40 Tidak Nelayan Rp
sekolah 300.000,- /

17
bulan

2 Ny. S Istri Perempuan 38 Tidak - -


sekolah
3 An. M Anak Laki laki 7 Belom - -
sekolah

Keluarga Tn. A tinggal di Kampung Garapan Dusun 06 RW 06 RT 001,


Kelurahan Tanjung Pasir, Kecamata Teluk Naga, Kabupaten Tangerang Propinsi
Banten. Keluarga ini terdiri dari sepasang suami istri, dan satu orang anak yang
tinggal serumah. Tn. A sebagai kepala keluarga berusia 40 tahun dengan latar
belakang pendidikan tidak bersekolah. Ny. S sebagai istri berusia 38 tahun dengan
latar pendidikan tidak bersekolah. Tn. A dan Ny. S memiliki satu orang anak
perempuan dan satu orang anak laki laki . Anak pertama perempuan berusai 20
tahun sudah menikah dan tidak tinggal serumah lagi. Anak kedua laki laki bernama
M berusia 7 tahun.

Tn. A berprofesi sebagai nelayan dengan pendapatan tidak menentu, namun


diperkirakan bisa mencapai Rp 300.000,- tiap bulan. Ny. S tidak bekerja,
kesehariannya mengurus rumah seperti memasak, mencuci pakaian, dan
membersihkan rumah.

Keluarga Tn. A tinggal disebuah rumah bangunan semi permanen diatas tanah
seluas 7 x 4 m2. Dinding rumah terbuat dari bambu, sebagian berlantai kan kermaik
dan sebagian berlantaikan tanah. Atap rumah menggunakan genteng tetapi tidak
dibuat plafon. Rumah Tn. A terdiri dari sebuah ruang tamu, 2 buah kamar tidur, tetapi
hanya satu kamar tidur yang dipakai, dan satu ruang keluarga. Ruang tamu berukuran
3 x 2 m2 beralaskan tanah dan hanya dipergunakan untuk menaruh motor. Ditengah
terdapat ruang keluarga, dimana terdapat TV dan merupakan tempar biasanya
keluarga berkumpul, diruangan tersebut tidak terdapat jendela hanya memiliki pintu
yang langsung mengakses ke bagian belakang rumah.

Di rumah Tn. A tidak terdapat ventilasi jendela, cahaya masuk hanya bila pintu
terbuka. Untuk siang hari hingga malam keluarga tuan asan menggunakan lampu
sebagai penerangan.

Di rumah Tn. A tidak terdapat WC ( jamban ) dan hanya terdapar dapur dan
kamar mandi. Untuk buang air besar (BAB) mereka melakukannya di MCK umum

18
yang berjarak 100 meter dari depan rumah. Dapur Tn. Asan hanya terdapat kompor
yang menggunakan kayu bakar. Sumber air bersih didapatkan dari PAM yang dibeli
dengan harga Rp. 1000/ 3 derigen. Air bersih tersebut di gunakan untuk mandi, masak
dan minum.

Rumah keluarga Tn. A terletak di daerah yang padat penduduk dengan jarak
antar rumah 0,5 meter disebelah kanan dan kiri dan 5 meter dengan rumah depan.
Keluarga Tn. Asan memiliki kebiasaan membuang sampah di lahan kosong depan
rumah yang berjarak 10 meter dari rumah. Biasanya sampah tersebut di bakar setelah
terkumpul banyak.

19
Keluarga Tn. A memiliki pola makan sebanyak 2 kali dalam sehari. Biasanya menu
yang biasa dimakan adalah sayur asem, tahu, tempe, telur asin dan ikan asin. Tn. A
memiliki kebiasaan merokok dan mengaku sering merokok didalam rumah. Tn. A
mengaku mencuci tangan sebelum dan sesudah makan tetapi tidak mengggunakan
sabun. Tn. A dan Ny. S mengaku jarang melakukan olahraga, Tn. A di sempat untuk
berolahraga karena berangkat malam untuk melaut dan pulang pagi. Dalam segi
kesehatan, Tn. A dan Ny. S tidak memiliki masalah kesehatan dalam sebulan terakhir
ini, tetapi sebelum nya mengaku sering sakit batuk dan pilek terutama pada musim
hujan. Biasanya apabila sakit mereka berobat dengan obat dari warung dan apabila
sakit tambah parah mereka berobat ke bidan. Anak Tn. A seminggu ini mengeluhan
buang air mencret. Keluarga Tn. A tidak membawanya berobat karena merasa sudah
biasa anaknya sakit mencret. Jarak puskesmas dari rumah Tn. A cukup jauh. Tn. Asan
memiliki motor untuk transportasi.

Faktor Internal Keluarga Tn. A

No Faktor Internal Permasalahan


1 Kebiasaan Merokok Tn. A memiliki kebiasaan merokok ini dilakukan
didalam dan diluar rumah atau saat sedang
bekerja di laut.
2 Olah raga Keluarga Tn. A tidak ada yang memiliki
kebiasaan berolahraga. Bahkan hampir tidak
pernah melakukan olahraga.
3 Pola Makan Ny.S memasak sendiri untuk makan keluarga,
menu makanan yang sering dimakan adalah
sayur asem, tahu, tempe, telur asin dan ikan asin
4 Pola Pencarian Pengobatan Apabila sakit, mereka membeli obat warung.
Apabila tidak sembuh, mereka baru berobat ke

20
bidan atau dokter terdekat atau ke Puskesmas.
5 Menabung Keluarga Tn. A tidak memiliki kebiasaan
menabung
6 Aktivitas sehari-hari a. Tn. A bekerja sebagai nelayan Ia berangkat
mencari ikan di laut jam 22.00 WIB dan
pulang pada pukul 06.00 WIB
b. Ny. S tidak bekerja, dan sehari-hari
mengurus rumah

Faktor Eksternal Keluarga Tn. A

No Kriteria Permasalahan
2
1. Luas Bangunan Luas rumah 7 x 4 m

2. Ruangan dalam Dalam rumah terdapat ruang tamu, satu kamar tidur, satu
kamar kosong untuk menyimpan barang, ruang keluarga dan
rumah
dapur.

3. Ventilasi Tidak terdapat ventilasi di tiap ruangan didalam rumah.

4. Pencahayaan a. Tidak terdapat jendela pada kamar.


b. Terdapat 3 buah lampu di dalam rumah, 3 berwarna
kuning. Lampu terdapat di ruang keluarga, kamar tidur
dan ruang tamu.

5. MCK Tidak terdapat sarana MCK


6. Sumber Air Dalam kesehariannya Tn.A menggunakan air sumur bor dan
air dari PDAM yang mereka beli tiap hari dan ditampung di
bak.
7. Saluran Air Limbah rumah tangga di buang ke parit buatan sendiri
yang di alirkan ke kolam empang di belakang rumah
pembuangan
limbah
8. Tempat Sampah rumah tangga dibuang di ke lahan kosong. Sampah
ditumpuk terlebih dahulu hingga cukup banyak lalu dibakar.
pembuangan
sampah
9. Lingkungan Di samping kanan dan kiri rumah terdapat rumah tetangga.
Di lingkungan sekitar rumah keluarga Tn. A masih banyak

21
sekitar rumah sampah yang berserakan dikarenakan penduduk sekitar
kurang peduli dengan lingkungannya.

1.3. Penentuan Area Masalah Kesehatan

1.4.1. Penjabaran Area Masalah Pada Keluarga Binaan

a. Keluarga Tn. A

Masalah Medis
1. Penyakit demam berdarah dengue
2.
Masalah Non Medis
1. Kurangnya pengetahuan anggota keluarga terhadap pencegahan demam
berdarah dengue.
2. Kurangnya peran anggota keluarga dalam progam Jumantik dalam
pelaksanaan PSN
3.

22
1.4.2. Usulan Area Masalah

Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang telah kami lakukan kepada


masing-masing keluarga binaan, didapatkan berbagai macam permasalahan yaitu:
1. Terdapatnya penyakit Demam Berdarah Dengue pada keluarga
binaan.
2. Kurangnya pengetahuan anggota keluarga terhadap pencegahan
Demam Berdarah Dengue.
3. Kurangnya peran anggota keluarga dalam progam Jumantik dalam
pelaksanaan PSN

1.4.3 Penetapan Area Masalah


Dalam pengambilan sebuah masalah kelompok kami menggunakan
Metode Delphi. Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan
yang dibuat oleh suatu kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas
masalah yang akan diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan
identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya (Harold, et all, 1975 : 40-
55).

1.5. Alasan Pemilihan Diagnosis Komunitas

23
1.5.1. Area Masalah Sebagai Diagnosis Komunitas
Dari sekian masalah yang ada pada keluarga binaan, kami memutuskan
untuk mengangkat permasalahan PENGETAHUAN KELUARGA BINAAN
TENTANG PENGETAHUAN KADER JUMANTIK DALAM KEGIATAN
PSN.

1.5.2. Alasan Pemilihan Diagnosis

Pemilihan area masalah kesehatan ini didasarkan atas berbagai


pertimbangan yaitu :

1. Dari data pemantauan status kesehatan pada penderita Demam Berdarah


Dengue di tingkat kecamatan atau puskesmas pada tahun 2012 dan
tingginya angka penderita Demam Berdarah Dengue di desa Tanjung Pasir
kecamatan Teluk Naga tahun 2012.
2. Dari survey yang dilakukan dengan cara wawancara terhadap keluarga
binaan di Desa Tanjung Pasir didapatkan informasi mengenai kurangnya
pengetahuan pada keluarga binaan kami tentang rumah sehat.
3. Dari survey yang dilakukan dengan cara wawancara terhadap keluarga
binaan di kampung Garapan Desa Tanjung Pasir kecamatan Teluk Naga
didapatkan informasi mengenai ketidak pedulian keluarga binaan tentang
pentingnya menjaga kesehatan lingkungan rumah, hal ini sebagian besar
disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan.
4. Kurangnya sosialisasi mengenai rumah yang memenuhi syarat-syarat
kesehatan, dan penyakit-penyakit yang bisa disebabkan lingkungan rumah
yang tidak sehat.

24