Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga,
membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya.Di antara sekian banyak
kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan
bagi kesehatan mereka.Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan
oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.

Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat


kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku
sekolah.Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa
di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu
kesehatan tubuh kita.

Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat


dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang
tidak baik.Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku
(perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok
perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung
di dalamnya.

1.2 Rumusan Masalah


Agar pembahasan masalah menjadi lebih fokus dan berbobot, di dalam
makalah ini akan membahas Bahaya rokok bagi kesehatan tbuh kita.

1.3 Tujuan Penelitian


Melihat semakin banyaknya jumlah perokok setiap tahunnya, yang
nantinya dampak negatifnya akan kita rasakan juga baik cepat ataupun lambat.
Sehingga dengan dibuatnya makalah ini masyarakat diharapkan dapat:

a. Mengetahui tentang seluk beluk rokok dan zat racun yang dikandungnya

b. Mengetahui seberapa besar dampak rokok bagi kesehatan tubuh


c. Mengurangi bahkan berhenti merokok setelah mengetahui dampak yang di
timbulkan

1.4 Metode Penelitian


Metode yang di gunakan dalam karya tulis ini adalah observasi, yaitu
metode dengan pengumpulan data dengan menggunakan indra

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Asal Usul Rokok


Sampai akhir abad ke-15 tidak ada yang tahu tentang tanaman ini kecuali
penduduk pribumi Amerika. Penggalian arkeologi telah menunjukkan bahwa
4000 tahun yang lalu, dan mungkin sebelumnya, suku Indian Amerika Utara
telah menggunakan tembakau. Dalam peradaban kuno asap tembakau di
hubungkan dengan hal-hal medis atau obat-obatan.Kata "tembakau" mungkin
berasal dari nama pulau Tobago. Menurut kesaksian pelaut Spanyol, yang tiba
bulan Oktober 1942 silam. yang terkenal dengan ekspedisi Columbus saat ini
Amerika Tengah. Kata "tobaco" berasal dari penduduk setempat yaitu memutar
daun berukuran besar yang dimaksudkan untuk ritual merokok. Columbus
disana bertemu dengan orang tua yang sedang merokok atau disebut dengan
"Injun", lalu penduduk setempat menawarkan kepada sang kapten kapal, dia
tidak bisa menolaknya dan mencoba untuk "merokok" yang digunakan orang-
orang Indian, dia tidak hanya mencoba akan tetapi juga menyita daun tembakau
yang dimiliki penduduk setempat untuk dibawa pulang. Selanjutnya, orang-
orang Spanyol dan Portugis membawa daun dan biji tembakau ke Eropa
kemudian orang-orang Eropa juga mulai menanam tembakau tersebut

Duta Besar Perancis di pengadilan Portugis pada tahun 1560 yang


bernama Jean Nicot mengirim beberapa tembakau kepada Ratu Catherine de
Medici, dia merekomendasikan tembakau sebagaiobat untuk migran (sakit
kepala sebelah). Setelah cara ini ampuh kemudian menyebarlah ke seluruh
Perancis. Dalam kehormatan dari tanaman Nico kemudian menerima nama latin
Nicotiana, dan dipisahkan dari itu pada awal abad ke-19 alkaloid - masing-
masing, yang menjadi "nikotin".Sejak paruh kedua dari abad ke 16, tembakau
telah cepat semakin populer sebagai tanaman obat, hampir sebagai obat
mujarab. Tembakau mendengus, merokok melalui pipa, dikunyah, dicampur
dengan berbagai bahan dan digunakan untuk merawat pilek, sakit kepala, sakit
gigi, kulit dan penyakit menular. Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika
modern, terutama di kolonial Inggris, dan perkebunan tembakau lainnya. Pada
tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf.
Benih tembakau ia impor dari Trinidad dan Venezuela, dan teknologi yang
dipinjam dari Sir Walter Raleigh. Bahkan 8 tahun kemudian mulai mengekspor
tembakau dari Virginia ke Inggris, dan John Rolf secara permanen menetap di
Dunia Baru dan bahkan menikahi putri kepala India yang memberikan saran
untuk mencoba keberuntungannya di tembakau Di antara para bangsawan
pecinta tembakau antara lain adalah Raja Prusia Frederick I (pada abad ke-18),
dimuat dalam halaman germanskom festival merokok, dan putranya, Frederick
William I, bahkan mendirikan apa yang disebut "Tembakau Collegium", pada
pertemuan yang dikombinasikan dengan yang berbeda-beda, tampaknya, hal-hal
seperti argumen tentang urusan publik, percakapan yang sopan dan
menyenangkan, disertai oleh pipa rokok. Dari kerajaan Rusia pecinta tembakau
pertama kali di Rusia muncul dalam benak Peter I - dan, mungkin lebih
daripada siapa pun. Peter I menjadi perokok penuh gairah selama tinggal di
Inggris."Old Joe" (Joe Tua) merupakan merek rokok yang pertama kali muncul
didunia dan pertama kali muncul pada perusahaan rokok RJ Reynolds (Richard
Joshua Reynolds) pada tahun 1913.

Camel - Salah satu nama merek rokok, yang diakui dunia internasional
dan telah menjadi standar kualitas universal. Kronologi industri tembakau
Amerika dan sampai hari ini dibagi menjadi dua periode utama yaitu sebelum
"Camel" dan setelah "Camel". Pencipta Camel dan kerajaan tembakau adalah
RJ Reynolds Tobacco Company (RJR), Richard Joshua Reynolds turun dalam
sejarah tidak hanya sebagai seorang pengusaha yang sukses, tetapi juga sebagai
pemasar berbakat.Pada tahun 1920-an iklan rokok Unta mulai bermunculan, dan
para wanita menjadi penggemarnya dan sangat menyukai rokok. Sebagian besar
disebabkan oleh gaya Unta menjadi simbol sekuler.
BAB III

ISI

3.1 Penyebab Remaja Merokok


o Orangtua

Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda
yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak
begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang
keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang
berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia. Remaja yang berasal dari
keluarga konservatif yang menekankan nilai-nilai sosial dan agama dengan baik
dengan tujuan jangka panjang lebih sulit untuk terlibat dengan
rokok/tembakau/obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif
dengan penekanan pada falsafah kerjakan urusanmu sendiri-sendiri, dan yang
paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua sendiri menjadi figur contoh
yaitu sebagai perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk
mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak di dapati pada mereka yang
tinggal dengan satu orang tua (single parent). Remaja akan lebih cepat
berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok dari pada ayah yang
merokok, hal ini lebih terlihat pada remaja putri.

o Pengaruh teman

Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok


maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan
demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi,
pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-
teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya
mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87%
mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu
pula dengan remaja non perokok.

o Faktor Kepribadian

Orang mencoba untuk merokok karena alasan rasa ingin tahu yang besar
atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari
kebosanan. Masa remaja memang masa yang labil bagi remaja sehingga sesuatu
yang tabu sekalipun ingin mereka coba.

o Pengaruh Iklan

Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan


gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat
remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan
tersebut. Jadi yang paling memegang peranan penting dalam pertumbuhan
remaja untuk mencari jati diri pribadi adalah orang tua yang merupakan
lingkungan terdekat bagi remaja itu sendiri.

3.2 Bahan-bahan Yang Terkandung Dalam Rokok


Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh
perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan
ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas
karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein,
asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-
etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu ribu zat di dalam
rokok. Tapi diantara zat zat yang disebutkan tadi, ada 3 zat yang paling
berbahaya yang terkandung di dalam sebatang rokok. Zat zat itu adalah:

1.Zat Kimia

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni
tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain
dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat
digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau
tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).Komponen gas asap rokok
adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan
formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-
zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).

2.Timah Hitam (Pb)

Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug.
Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan
menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk
ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok
berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat
berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!

3. Tar

Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan
mengiritasi paru - paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit
bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker
paru - paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan
perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah
dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga
dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat
meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel - sel darah merah
untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya
terhadap sistem peredaran darah.

4. Nikotin

Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi


sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga
menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering
dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan
tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan
menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-
6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang
ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit
jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak
rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada
permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi
dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

5. Karbon Monoksida (CO)

Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel
- sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat
besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu,
karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat - zat penyumbat pembuluh
nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal selain itu juga dapat
menimbulkan gangguan sirkulasi darah di kaki.Efek terakhir ini membuat para
wanita perokok lebih beresiko ( daripada wanita non perokok ) mendapat efek
samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi ( pil KB).Karena itulah
sebabnya mengapa para dokter kandungan ( ginekolog ) umumnya segan
memberi pil KB pada wanita yang merokok.

3.3 Dampak Rokok


3.3.1 Lingkungan

Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang di sekitar
Anda. Orang yang menghirup asap rokok juga memiliki risiko terkena kanker
paru-paru dan penyakit jantung

3.3.2 Diri sendiri

Beberapa dampak bahaya merokok bagi tubuh:

1.Paru-paru:

Merokok menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK


penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas. Banyak
perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga sudah
terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan tidak ada cara untuk
membalikkan kerusakan.

2.Jantung:

Karbon monoksida dari rokok mencuri oksigen darah dan mengarah pada
pengembangan kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini meningkatkan
risiko serangan jantung dan stroke.

3. Reproduksi dan Fertilitas:

Pengaruh dari merokok terhadap reproduksi dan kesuburan cukup fatal.


Merokok dapat meningkatkan risiko impotensi, kerusakan sperma, mengurangi
jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.

4.Mulut dan Gigi:

Merokok dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Hal ini juga
dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Penyebab
paling serius dari merokok pada area ini adalah peningkatan risiko
mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.

5.Kulit:

Merokok mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat


mempercepat penuaan dan kulit tampak abu-abu.

6.Tulang:

Merokok dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Wanita


terutamanya, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis dibandingkan
non-perokok.

7.Perut:

Merokok dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut dan


resiko kanker ginjal, pankreas dan kandung kemih.

8. Stroke

Dampak rokok dapat menimbulkan stroke.Penyumbatan pembuluh darah


otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok.
Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan
dengan bukan perokok.

3.4 Penyakit Yang Disebabkan Oleh Rokok


1. Kanker Paru-Paru

Komplikasi dari berbagai penyakit yang menyerang paru-paru


mempermudah tumbuhnya sel-sel kanker atau mekanisme karsinogenesis
yang terus merusak sistem pernafasan dan imuntas yang terganggu karena
asap rokok sehingga penyekit ini yang paling berbahaya bagi seorang
perokok baik perokok aktif maupun perokok pasif.

2. Kanker Mulut

kanker mulut saja adalah kanker yang terjadi di dalam/area mulut.


Kanker ini biasanya tidak diketahui keberadaannya, hingga sampai
stadium lanjut baru dapat dirasakan sakit pada daerah mulut (kanker).
Selain itu yang patut dicurigai sebagai gejala terjadinya kanker
rongga mulut adalah apabila terdapat luka/sariawan yang lama, biasanya
luka tersebut diderita selama lebih dari satu bulan.
Kebiasaan merokok, sekitar 75% adalah penyebab utama
terjadinya kanker mulut. Selain merokok, minum-minuman alkohol,
mengkonsumsi narkoba, dan pola hidup yang buruk bisa juga menjadi
pemicu terhadap terjadinya penyakit kanker mulut. Bahkan kebiasaan
merokok juga bisa menyebabkan kanker paru-paru.
Untuk itu, tidak ada yang lebih baik daripada pencegahan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Menjaga pola hidup yang sehat
dengan tidak merokok dan minum-minuman beralkohol, menjaga pola
makan, dan tidur yang teratur, mudah-mudahan akan menambah kekuatan
tubuh yang bisa resisten terhadap penyakit yang mankutkan ini.

3. Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan memang sangat erat dengan kebiasaan


merokok seperti halnya dengan kanker leher dan kanker kepala. Biasanya
kanker ini banyak sekali dialami oleh seorang perokok namun tidak
menutup kemungkinan juga bisa dialami oleh orang yang tidak merokok.
Hal itu dikerenakan bahan ataupun asap yang terdapat dalam rokok
tersebut mengandung zat yang sangat berbahaya dan mampu
meningkatkan resiko terkena penyakit kanker tenggorokan bagi perokok
ataupun yang tidak merokok.

4. Kanker Pankreas

Kanker pankreas adalah penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya


tumor di dalam pankreas. Pankreas adalah sebuah kelenjar besar yang
merupakan bagian dari sistem pencernaan dan memiliki panjang sekitar 15
cm. Kanker pankreas bisa dialami oleh pria maupun wanita, dan biasanya
terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut atau di atas 75 tahun.
Merokok dapat meningkatkan risiko terjangkit kanker pankreas
karena racun dan zat kimia berbahayanya bisa menyebabkan jaringan dan
organ dalam tubuh mengalami iritasi dan peradangan.

5. Kanker Perut

Kanker lambung adalah jenis kanker yang menggerogoti lambung,


yaitu organ di dalam rongga perut manusia yang menjadi salah satu bagian
dari sistem pencernaan. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada
segala usia, meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas.
Merokok. Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam rokok dapat
merusak dinding lambung. Karena itu seorang perokok akan memiliki
risiko dua kali lipat terkena kanker lambung dibandingkan mereka yang
tidak merokok.

6. Kanker Serviks
Ladies, apakah Anda perokok? Sebaiknya jangan ya ladies,
mengapa? Karena ternyata merokok dapat menyebabkan kanker serviks.
Meski secara umum penyebab kanker servik disebabkan oleh virus human
papilloma atau HPV, namun, dengan Anda merokok Anda dapat
meningkatkan resiko terkena kanker servik.
Melangsir dari cancerresearchuk.org, saat Anda merokok, Anda
akan mengembangkan kanker serviks terutama kanker serviks sel
skuamosa. Para peneliti telah menemukan zat berbahaya dalam rokok
yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Zat kimia tersebut adalah benzyrene yang berasal dari asap rokok.
Zat kimia ini dapat merusak sel-sel pada lapisan serviks. Terdapat sel
Langerhans pada lapisan sel serviks, sel ini secara khusus berfungsi untuk
melawan penyakit. Namun sel-sel ini berubah fungsi setelah tercampur
oleh zat kimia benzyrene dan tidak bekerja dengan baik pada Anda yang
perokok.

7. Kanker Usus

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang menyerang usus besar
atau bagian terakhir pada sistem pencernaan manusia. Penyakit ini dapat
diidap oleh segala usia, meski 90 persen penderitanya berusia di atas 60
tahun. Kanker usus besar bisa disebabkan oleh rokok. Sebagian besar
kasus kanker usus besar diawali dengan pembentukan gumpalan-
gumpalan sel berukuran kecil yang disebut polip adenoma. Gumpalan ini
kemudian menyebar secara tidak terkendali seiring waktu.

8. Kanker Ginjal
Kanker ginjal adalah suatu jenis kanker yang menyerang ginjal.
Ginjal adalah organ di dalam tubuh yang berfungsi menyaring kotoran
dari darah dan mengubahnya menjadi urine. Manusia memiliki dua buah
ginjal yang terletak di kedua sisi pinggang di bawah tulang rusuk. Kanker
biasanya menyerang salah satu ginjal saja.
Kanker ginjal sebagian besar diderita oleh orang-orang yang telah
berusia 50 tahun ke atas. Pada stadium awal biasanya tidak ada gejala
yang dirasakan. Pada stadium lanjut, seseorang yang menderita penyakit
ini dapat merasakan nyeri dan pembengkakan di sekitar area pinggang.
ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal,
di antaranya:
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Memiliki anggota keluarga penderita kanker ginjal.
Merokok.
Penyakit hipertensi.

3.4 upaya pencegahan merokok

1. Hal pertama yang harus dilakukan perokok untuk menghentikan


kebiasaan merokoknya adalah dengan menanamkan kemauan yang kuat
untuk dapat keluar dari kebiasaan tersebut.
2. Hendaklah seorang perokok menyadari bahaya rokok bagi kesehatan
tubuhnya.
3. Pilihlah teman-teman baik yang tidak suka merokok, dan jauhilah teman-
teman yang memiliki budaya merokok.
4. Berusahalah untuk mengurangi rokok yang dikonsumsi, sedikit demi
sedikit secara rutin setiap harinya.
5. Alihkanlah perhatian ketika timbul keinginan merokok pada diri Anda,
misalnya mengalihkan keinginan merokok tersebut dengan memakan
permen, makan cemilan sehat atau makan buah.
6. Tidak ada salahnya meminta bantuan keluarga untuk membantu Anda
menghentikan kebiasaan buruk tersebut, misalnya dengan cara
mengingatkan Anda akan bahaya rokok, lebih intensif mengajak ngobrol
untuk mengalihkan perhatian Anda akan rokok ataupun melakukan
tindakan tegas ketika Anda melanggar proses rehabilitasi merokok Anda.
7. Jauhilah kebiasaan melamun, kebiasaan menyendiri atau diam tanpa
melakukan aktifitas apapun, karena hal tersbut dapat memicu keinginan
merokok.
8. Sibukkanlah diri dengan kegiatan yang positif seperti olahraga,
membaca, mengakses internet dan sebagainya.
9. Buanglah segala sesuatu hal yang berhubungan dengan rokok seperti
asbak, wadah rokok bahkan korek api, karena cara ini cukup positif
untuk membantu Anda melupakan rokok.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan
rokok itu lebih banyak mudharatnya (dampak negatifnya) dari pada dampak
positifnya. Apabila hal ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan
mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan
seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh
mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2 Saran
Setelah membaca makalah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan
akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan
merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan
tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa
mereka.
KLIPING
BP/BK
KELAS VIII4
DISUSUN
O
L
E
H
NURAINI PUJI LESTARI
SMP NEGERI 18 KOTA BEKASI
JL. KH AGUS SALIM NO.78
TEIP. (021) 8808413