Anda di halaman 1dari 10

BAB II

GAMBARAN UMUM

2. 1 Situasi Keadaan Umum


Puskesmas Tegal Angus adalah salah satu puskesmas yang terletak di wilayah
Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. Kecamatan
Teluknaga Kabupaten Tangerang Propinsi Banten, mempunyai luas wilayah 4.763.198 Ha (
47,631 Km2), terdiri dari luas daratan 2.170.120 Ha dan sawah 2.593.078 Ha dengan
ketinggian dari permukaan laut 2-3 meter.
Topografi Kecamatan Teluknaga meliputi :
Daerah sawah
Daerah pantai
Dataran rendah dengan ketinggian antara 2-3 meter diatas permukaan laut
Daerah tambak
Wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus berada di wilayah kecamatan Teluknaga
dipantai utara kabupaten Tangerang, dengan luas wilayah kerja 2.481. 599 Ha (30 km2)
terdiri dari luas daratan1.085.060 Ha dan sawah 1.296.539 Ha dengan ketinggian dari
permukaan laut 2-3 meter. Temperatur wilayah Puskesmas Tegal Angus cukup panas, yaitu
rata rata antara 30C - 37 C

Wilayah kerja Puskesmas Tegalangus


terdiri dari 6 Desa Binaan yaitu :

1. Desa Lemo
2. Desa Pangkalan
3. Desa Tanjung Burung
4. Desa Tanjung Pasir
5. Desa Tegal Angus
6. Desa Muara

Batas-batas wilayah Puskesmas Tegal Angus adalah sebagai berikut :


Batas Utara : laut jawa/ DKI Jakarta
PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 6
Batas Selatan :Kota Tangerang/Bandara Soeta
Batas Timur :Kecamatan Kosambi
Batas Barat: :Desa Kali Baru Kec Pakuhaji
Puskesmas Tegal Angus terletak di kompleks kantor desa Tegal Angus di Jl. Raya
Tanjung Pasir. Jarak terjauh desa binaan adalah desa Tanjungburung dengan jarak tempuh 6
km. Transportasi dari dan ke Puskesmas Tegal Angus dari desa Tegal Angus, Pangkalan,
Tanjung Burung, Tegal Angus dan Tanjung Pasir dapat ditempuh dengan angkutan umum
baik sepeda motor maupun mobil. Akan tetapi dari desa Lemo dan Muara hanya dapat
ditempuh dengan angkutan umum sepeda motor atau berjalan kaki. Perbaikan sistem
transportasi seperti perbaikan jalan dan penyediaan sarana angkutan umum akan
mempermudah akses masyarakat ke pelayanan kesehatan di Puskesmas Tegal Angus. Untuk
mempermudah akses masyarakat ke pelayanan kesehatan saat ini telah dibangun pustu
(puskesmas pembantu di desa Muara, yang dapat melayani masyarakat di desa Muara dan
Lemo.

2.2 KEPENDUDUKAN

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 7


Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk

Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Tangerang pada tahun 2013 jumlah penduduk
di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus adalah 53,831 jiwa yang tersebar di 6 desa seperti
yang tercantum di tabel 2.1 dibawah ini :

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


NO DESA WILAYAH PENDUDU RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
(km2) K TANGGA TANGGA per km2
2 3 4 5 6 7
1
1 PANGKALAN 7.54 15.378 4,138 4.8 2.040
2 TANJUNG BURUNG 5.24 6.722 2,473 4.5 1.283
3 TEGAL ANGUS 2.83 8.741 2,879 4.6 3.089
4 TANJUNG PASIR 5.64 8.849 1,787 4.6 1686.70
5 MUARA 5.14 2.516 496 4.4 693.77
6 LEMO 3.61 6.138 648 4.4 1850.97

JUMLAH 30.02 53.444 12,421 4.33 1,794


Tabel 2.1 Jumlah Penduduk dan Kepadatan di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus 2013

Data penduduk dari BPS Kecamatan Teluk Naga menunjukkan fluktuasi jumlah
penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus seperti yang terlihat pada grafik di
bawah ini.

Grafik Fluktuasi Jumlah Penduduk


di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
2008 - 2013
55000

50000

45000
2008.0 2009.0 2010.0 2011.0 2012.0 2013.0

Sumber : Kantor Statistik Kecamatan Teluk Naga,2013


Grafik 2.1 Fluktuasi Jumlah Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
2008-2013

Jumlah penduduk yang berubah-ubah dikarenakan adanya kelahiran, kematian dan


migrasi penduduk. Migrasi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus cenderung

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 8


terjadi dengan cepat, mengingat letak wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus yang berbatasan
dengan provinsi DKI Jakarta dan Kota Tangerang. Akses jalan dan transportasi yang mudah
dari dan keluar wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus memudahkan migrasi yang cepat
tersebut.

Jumlah penduduk yang cukup besar dan adanya fluktuasi merupakan suatu tantangan
dalam pembangunan kesehatan karena adanya perubahan sasaran dari program-program
pembangunan kesehatan sekaligus menjadi factor pendorong pembangunan karena tersedia
SDM (sumber daya manusia) yang cukup untuk menggerakkan pembangunan. Akan tetapi
SDM bidang kesehatan masih sangat kurang di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
sehingga diharapkan Puskesmas dapat terus meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk
menyesuaikan program puskesmas dengan keadaan penduduk di wilayah kerjanya.

Klasifikasi jumlah penduduk berdasar jenis kelamin di wilayah kerja Puskemas Tegal
Angus dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini :

Tabel 2.2 Klasifikasi jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

Jumlah Penduduk

NO DESA/KEL Laki- Perempua


laki n JUMLAH

1 Pangkalan 7.672 7.706 15.378

2 Tanjung 3.379 3.343 6.722


Burung

3 Tegal Angus 4.313 4.428 8.741

4 Tanjung Pasir 4.436 4.413 8.849

5 Muara 1.740 1.776 2.516

6 Lemo 3.061 3.077 6.138

JUMLAH 27.412 26.160 53.444

Isu gender menjadi penting saat ini karena arah pembangunan mulai diarahkan sesuai dengan
populasi jenis kelamin. Pembangunan kesehatan juga sudah kearah isu gender dengan
membuat laporan indicator kesehatan sesuai jenis kelamin. Data berdasarkan jenis kelamin
PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 9
seperti yang termuat dalam laporan profil kesehatan ini diharapkan dapat membantu
membuat kebijakan sesuai kebutuhan gender. Seperti terlihat pada table di atas jumlah
penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan. Kondisi ini menuntut perhatian
khusus karena saat ini tingkat partisipasi terhadap program kesehatan di puskesmas lebih
banyak perempuan baik sebagai sasaran kesehatan seperti bumil,bulin maupun sebagai kader
kesehatan. Program-program seperti KIA-KB dan gizi identik dengan ibu-ibu (perempuan)
padahal peran laki-laki juga dibutuhkan. Di lain pihak, kesehatan pengembangan seperti
usaha kesehatan kerja mungkin perlu dikembangkan mengingat lebih banyak laki-laki yang
bekerja bandingkan perempuan.

EKONOMI

2. 3 Kondisi Sosial Ekonomi

Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus terdiri dari campuran budaya asli
Tangerang dan budaya Cina yang sudah lama menetap di daerah Tangerang dan sekitarnya.
Jumlah pemeluk agama di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus dapat dilihat pada tabel 2.3
di bawah ini :

Tabel 2.3 Jumlah Pemeluk Agama di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus Th 2013

No. Agama Jumlah Pemeluk


1 Islam 45481
2 Budha 3059
3 Kristen 671
4 Khatolik 105
5 Khonghucu 27
6 Hindu 1
Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal Angus,2013

Seperti terlihat pada tabel diatas bahwa komposisi pemeluk di wilayah kerja
Puskesmas Tegal Angus di dominasi oleh pemeluk agama Islam dan Budha. Kehidupan
agama di wilayah ini berjalan dengan harmonis. Hal ini dibuktikan dengan adanya tempat
ibadah agama lain selain Islam yaitu adanya klenteng di pemukiman penduduk. Hari raya
PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 10
Imlek dan pertunjukkan barongsai yang merupakan kebudayaan penduduk keturunan Cina
pun dapat diterima dengan baik. Sehingga kehidupan sosial penduduk di wilayah kerja
Puskesmas Tegal Angus berjalan dengan baik. Kehidupan sosial yang harmonis merupakan
salah satu kekuatan dalam pembangunan kesehatan karena dapat melibatkan masyarakat
dalam kegiatan pembangunan kesehatan.

Lapangan pekerjaan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus cukup


beragam, hal ini berhubungan dengan geografis kecamatan Teluk Naga dimana terdapat
persawahan dan berbatasan dengan laut serta daerah kota Tangerang dan akses ke daerah
Jakarta.

Tabel 2.4 Lapangan pekerjaan penduduk

No. Lapangan Kerja Penduduk Jumlah

1. Petani pemilik 13316

2. Petani penggarap 6063

3. Buruh 4592

4. Nelayan 386

5. Pedagang 6373

6. Industri rakyat 13536

7. Buruh industri 13757

8. Pertukangan 4109

9. PNS 222

10. TNI/POLRI 65

11. Pensiunan PNS 45

12. Pensiunan TNI/POLRI 43

13. Perangkat Desa 141

14. Pengangguran 4004

Sebagian besar wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus belum berkembang secara
ekonomi. Mata pencaharian penduduk didominasi oleh nelayan, petani dan buruh dengan
pendapatan yang tidak tetap. Jumlah penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas Tegal
Angus pada tahun 2013 adalah 31.914 jiwa yaitu 59.7 % dari jumlah penduduk 53.444 jiwa.
Hal ini menunjukkan hampir separuh dari jumlah penduduk di wilayah kerja puskesmas

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 11


Tegal Angus memepunyai tingkat ekonomi yang rendah seperti yang terlihat di grafik
berikut ini.

Sumber : Kantor Statistik Kabupaten Tangerang &


Data Jamkesmas Puskemas Tegal Angus, 2013
Grafik 2.2 persentase penduduk msikin di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus, 2013

Jumlah penduduk miskin yang masih cukup besar menunjukkan kondisi ekonomi
penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus masih belum berubah seperti tahun-tahun
sebelumnya seperti yang terlihat pada grafik dibawah ini.

Jumlah Penduduk dan jumlah penduduk Miskin


di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
2008 -2013

Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk Miskin


53444
51047 52851 52851 52851 52851
31918
23403 23403 23869 23403 23403

2008.0 2009.0 2010.0 2011.0 2012.0 2013.0

Sumber : Kantor Statistik Kabupaten Tangerang & Data Jamkesmas Puskemas Tegal Angus, 2013

Grafik 2.3 Jumlah penduduk dan jumlah penduduk miskin di wilayah kerja
Puskesmas Tegal Angus tahun 2008 2013

Masih banyaknya penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus dapat
menjadi hambatan dalam pembangunan kesehatan. Oleh karena itu kerjasama lintas sektoral
perlu terus di tingkatkan, dalam hal ini pembangunan ekonomi harus juga ditingkatkan.
Kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan tetapi berbagai
factor dimana salah satu factor yaitu factor ekonomi juga berperan penting dalam
pembangunan kesehatan.

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 12


PENDIDIKAN

2. 4 Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat sangat berperan dalam membentuk sikap dan


perilaku masyarakat terhadap program kesehatan sehingga pendidikan sangat berperan dalam
pembangunan kesehatan. Sarana pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tegal
Angus seperti terlihat pada table dibawah ini :

Tabel 2.5 Sarana Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus

JUMLAH SEKOLAH
N NAMA
O DESA
T R S M
PAUD SMP MTS SMA SMK MA
K A D I

1 Pangkalan 1 2 0 5 1 2 1 0 1 0

Tanjung
2 Burung 1 0 0 2 1 0 0 0 0 0

Tegal
3 Angus 0 1 0 2 2 2 1 1 0 0

Tanjung
4 Pasir 0 2 0 2 1 0 1 0 0 0

5 Muara 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0

6 Lemo 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0

PUSKESM 1
AS 1 3 0 2 4 2 2 1 0 0

Tingkat pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus masih rendah, dari jumlah
53.444 penduduk hanya sebagian kecil yang mengeyam pendidikan seperti yang terlihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 2.6 Penduduk 10 tahun keatas menurut jenjang Pendidikan di wilayah kerja

Puskesmas Tegal Angus Tahun 2013

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 13


No Jenjang Pendidikan Jumlah
.

1. Tidak/belum tamat SD 12598

2. SD/MI 15738

3. SLTP/MTS 4060

4. SLTA/MA 3601

5. AK/Diploma 159

6. Universitas 130

Jumlah penduduk yang tidak/belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD masih cukup
besar yaitu 12.598 jiwa atau 25.5 % dari jumlah penduduk. Hal ini merupakan tantangan
dalam pembangunan kesehatan, pelaksanaan program-program puskesmas harus disesuaikan
dengan tingkat pendidikan dari penduduk yang menjadi sasaran agar lebih diterima.

Kemampuan membaca dan menulis dapat dilihat dari angka melek huruf, yang diukur
dari persentase penduduk usia 10 th keatas yang bisa membaca dan menulis. Berdasarkan
data dari BPS Kecamatan Teluk Naga angka melek huruf di wilayah kerja Puskesmas adalah
88,97% untuk laki-laki dan 85,36% untuk perempuan. Angka melek huruf ini menurun dari
tahun 2010 sebelumnya seperti terlihat dari diagram di bawah ini.

Angka Melek Huruf penduduk usia 10th keatas


di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
2008 - 2013
120

100

80

60

40

20

0
2008.0 2009.0 2010.0 2011.0 2012.0 2013.0

Sumber : Kantor Statistik Kecamatan Teluk Naga, 2010

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 14


Grafik 2.4 Angka Melek Huruf penduduk usia 10 th keatas di wilayah kerja
Puskesmas Tegal Angus 2008 - 2013

Penurunan angka melek huruf baik pada laki-laki maupun perempuan di tahun 2013
merupakan suatu hambatan dalam pembangunan kesehatan terutama program puskesmas
yang memerlukan partisipasi masyarakat seperti UKBM , desa siaga maupun perekrutan
kader-kader kesehatan.

PROFIL PUSKESMAS TEGAL ANGUS TAHUN 2013 15