Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGARUH LINGKUNGAN
(FAKTOR CAHAYA)
TERHADAP WARNA KECAMBAH

Oleh:

Hendrik Nurfitrianto (083244218)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

2010

PENGARUH CAHAYA MATAHARI


Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 1
TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU
A. Tujuan
Seberapa besar pengaruh lingkungan, khususnya faktor sinar, terhadap warna
kecambah.
B. Alat dan Bahan
Alat
• Kapas
• Cawan petri 2 buah
• Gunting
• Kertas karbon
• Plastik warna putih
• Camera
Bahan
• Biji kacang hijau 40 buah
• Air

C. Cara Kerja
 Menyiapkan 2 buah cawan Petri yang sudah dibersihkan.
 Taruhlah kapas secukupnya pada masing-masing cawan Petri(A dan B)
sampai menutupi seluruh permukaan cawan petri tersebut.
 Tetesi kapas dengan air menggunakan pipet, usahakan jangan sampai terlalu
basah.
 Taruhlah 20 biji kacang hijau pada masing-masing cawan Petri, jangan
terlalu dekat jaraknya.
 Tutuplah cawan Petri A dengan plastik dan letakkan di tempat terang
(terkena sinar tetapi tidak langsung).
 Tutuplah cawan Petri B dengan kertas karbon dan letakkan ditempat gelap
(tidak terkena sinar).
 Amati masing-masing cawan Petri setiap hari, apabila kapas kering maka
tambahkan air secukupnya.

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 2


 Jika pada cawan Petri A biji telah tumbuh lebih dari separuh, maka mulai
diadakan pengamatan pada cawan Petri B.
 Hitunglah berapa kotil yang tumbuh dan lihatlah warna kotiledonnya.
 Masukkan hasil penghitungan ke dalam tabel pengamatan.
 Bandingkan hasil pertumbuhan biji pada cawan Petri A dan B (warna
kotiledon yang tumbuh)

D. Kajian Pustaka
1. Etiolasi = Fenomena yang diperlihatkan tumbuhan yang tumbuh dalam
gelap, bercirikan warna pucat, ruas panjang-panjang, dan daun kecil.
2. Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan,
namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel
tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari
akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap.
Peristiwa ini disebut dengan etiolasi, yaitu pertumbuhan sel tumbuhan
yang sangat cepat di tempat gelap.
3. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat
melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan
untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam
pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa
klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah
hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung
akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh
dan panen. Hasil penelitian F.W. Went, ahli fisiologi tumbuhan, pada tahun
1928 menunjukkan produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering
terkena sinar matahari.
Selain itu, enzim riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar
matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu pembentukkan asam indo
asetat (salah satu jenis auksin). Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu
lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air.
E. Hasil Pengamatan

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 3


CAWAN PETRI A CAWAN PETRI B
Hari ke-
Hijau Kuning %Kuning Hijau Kuning %Kuning
1. - - - - - -
2. - - - - - -
3. 1 - - - - -
4. 3 - - - - -
5. 6 - - - 6 30%
6. 10 - - - 9 45%

Catatan : Pada cawan Petri B terdapat 6 biji kacang hijau yang tidak tumbuh

F. Pembahasan
Tanaman kacang hijau yang dietiolasi pertumbuhannya jauh lebih cepat
dari pada tanaman yang terkena banyak sinar matahari maupun di tempat yang redup.
Akan tetapi batang tanaman tersebut tidak bisa tegak, melainkan membungkuk.
Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar,

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 4


serta berwarna hijau muda dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak
mendapat sinar matahari sama sekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan
karbohidrat untuk pembentukan klorofil.
Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebih akibat tidak terkena sinar
matahari. Hormon auksin yang berfungsi untuk pertumbuhan juga bekerja, oleh
karena itu tanaman tumbuh dengan sangat cepat dalam waktu singkat.
Sedangkan tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit sinar matahari /
diletakkan di tempat redup, pertumbuhannya berjalan normal. Tanaman nampak segar
karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna hijau tua.
Pertumbuhannya berjalan dengan normal ke atas. Hormon auksin pada tanaman ini
berjalan dengan normal yang mengakibatkan tumbuhan tidak terlalu tinggi. Daun juga
mendapatkan cukup sinar matahari untuk pembentukan klorofil dari karbohidrat.
Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkena cahaya matahari.
Pertumbuhan tanaman ini sangat terhambat walaupun daunnya nampak berwarna
hijau tua yang segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak mendapatkan
cahaya matahari yang menyebabkan hormon auksin terhambat sehingga tanaman
sangat kerdil / pendek.
Setelah beberapa hari tanaman yang selalu mendapatkan cahaya matahari dan
tanaman yang diletakkan di tempat redup dipindahkan ke tempat yang gelap / tidak
terkena cahaya matahari.
Ternyata setelah beberapa hari, tanaman yang sudah tinggi karena etiolasi,
pertumbuhannya menjadi terhambat dan daunnya menjadi segar, serta pertumbuhan
batangnya tumbuh ke atas. Hal ini terjadi karena pengaruh sinar matahari yang
menyebabkan hormon auksin tidak lagi bekerja dan batang menjadi kering sehingga
batang menjadi ringan dan bisa tumbuh ke atas, serta karena pengaruh cahaya
matahari, klorofil tanaman dapat terbentuk untuk melakukan fotosintesis.
Sedangkan tanaman yang biasanya diletakkan di tempat yang redup dan
tempat yang banyak mendapat sinar matahari, yang kali ini diletakkan di tempat
gelap, pertumbuhan tanaman menjadi cepat karena hormon auksin bekerja. Tanaman
juga menjadi nampak kurang segar jika dibandingkan pada saat diletakkan di tempat
yang sebelumnya karena tidak mendapat sinar matahari. Tanaman tidak mampu
menghasilkan klorofil untuk berfotosintesis dan batang tanaman terdapat banyak air
sehingga tanaman sedikit tumbuh ke samping.

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 5


Warna kuning pada kotiledon yang tumbuh di tempat gelap timbul akibat
ekspresi genetik yang dimiliki oleh biji tersebut. Sebenarnya,dapat berubah menjadi
hijau akibat cahaya yang mengenainya pada saat dibuka/ditumbuhkan di tempat
terang. Pada percobaan ini tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik
karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu terkena jamur dan mati membusuk serta
berkurangnya kadar air pada media disebabkan penguapan dan semakin rapatnya
vegetasi yang tumbuh. Cahaya itu sendiri tidak membawa informasi morfogenik, dan
juga tidak dapat dianggap bahwa penerima cahaya merupakan pembawa informasi
yang khas. Lebih diyakini bahwa kemampuan memberikan respons atau kepekaan sel
merupakan faktor penentunya

Dengan demikian sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan


tanaman kacang hijau.

G. Kesimpulan
Dengan demikian, dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa :
1) Tanaman etiolasi memiliki warna kotiledon kuning karena tidak
mendapatkan cahaya
2) Cahaya mempengaruhi warna kotiledon pada kacang hijau.

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 6


3) Tanaman etiolasi terdapat 6 biji yang tidak tumbuh karena kadar air
berlebihan.
4) Lingkungan mempengaruhi fenotip pada makhluk hidup.

Sinar matahari merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi


pertumbuhan tanaman kacang hijau.Karena waktu percobaan yang tergolong singkat,
maka usia tanaman kacang hijau masih belum dapat ditentukan dengan pasti.

H. Daftar Pustaka
http://www.scribd.com/search?
cat=redesign&q=pengaruh+cahaya+matahari&sa.x=0&sa.y=0/. diakses pada tanggal
20 Oktober 2008 pukul 20:41.

Anonim, 2008. Dormansi Benih dan Pemecahannya. http://pustaka.ut.ac.id//, diakses


pada tanggal 15 April 2008 pukul 21:38.

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 7


Elisa, 2006. Dormansi dan Perkecambahan Biji. http://elisa.ugm.ac.id/. diakses pada
tanggal 13 Oktober 2008 pukul 22:53.

Dwidjoseputro, D., 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama.


Jakarta.

Latunra, A.I., Eddyman, W,F., Tambaru, E., 2007. Penuntun Praktikum Fisiologi
Tumbuhan II. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Salisbury, F.B. dan Ross, C.W., 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. ITB Press.
Bandung.

Soerga, N., 2009. Pola Pertumbuhan Tanaman. http://soearga.wordpress.com/.


Diakses pada tanggal 3 Mei 2009 pukul 23:48.

Zhamal, 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau. http://
catatanzhamal.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 12 Mei 2009 pukul 20:37.
http://21ildahshiro.blogspot.com/2009/07/iv-perkembangan-kecambah-dalam-
gelap.html

I. Lampiran
 Soal + Jawaban ;
Jawaban Pertanyaan

1. Dalam hal apa saja tampak ada perbedaan antara kecambah di A dan B?
khususnya, perbedaan angka % dan warna kotil.

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 8


Jawab: perbedaan yang tampak menonjol adalah warna kotil. Pada A separuh
berwarna kuning (50%) dan separuhnyha berwarna hijau, sedangkan pada B
seluhruhnya berwarna kuning sampai pada hari ke-6 (100%).
2. Variabel eksperiment apa saja yang ikut menentukan perbedaan ini (soal no. 1)
Jawab: variable tersebut adalah intensitas cahaya
3. Dapatkah variable ini dianggap sebagai penyebab warna kining dari kecambah
kacang hijau? Beri alas an
jawab : dapat, karena cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
kecambah, cahaya bisa menghambat auxin yang menyebabkan warna kotil
berwarna kuning.
4. Bandingkan angka persen (%) kecambah kuning dari gelas B di hari terakhir
di tempat gelap dan hari terakhir percobaan. Perubahan pokok apa yang telah
terjadi?
Jawab : waran kotil kuning tidak terjadi perubahan apa-apa sampai hari ke-6,
sedangkan pada hari ke-7 berubah menjadi warna hijau.
5. Variable eksperimental apa yang bekerja di sini (soal no.4)?
jawab : intensitas cahaya
6. Apakah variable eksperiment ini dapat dianggap sebagai penyebab dari warna
kuning kecambah? Beri alasan!
Jawab : dapat, karena cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
kecambah, cahaya bisa menghambat auxin yang menyebabkan warna kotil
berwarna kuning.
7. Beri alasan dan ulasan, mengapa ada perbedaan warna antara kecambah-
kecambah dalam gelas A?
Jawab : karena perbedaan itensitas cahaya yang mengenai kecambah yang dapat
menyebabkan warna dari kecambah di A berbeda.
8. Adakah data yang mendukung pernyataan, “ warna kuning kacang hijau
disebabakan oleh factor lingkungan”? jika ada, data mana yang dimaksud?
Jawab : Pada hari ke-3 di cawan petri A baru kelihatan warna dari kotil biji
kacang hijau, yaitu warna yang terlihat adalah warna kuning sebanyak 10 biji, dan
seluruh kecambah pada B seluruhnya berwarna kuning (100%) sampai pada hari
ke-6.
9. Adakah data yang mendukung pernyataan, “ warna kuning kecambah kacang
hijau ditentukan secara herediter”? beri alasannya.
Jawab : tidak ada
10. Rumuskan satu pernyataan umum yang didukung oleh semua data yang anda
peroleh tadi?
Jawab : warna kotil kecambah dipengaruhi oleh factor lingkungan terutama factor
cahaya.

 Foto Pengamatan

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 9


Cawan Petri A

Cawan Petri B

Pengaruh cahaya terhadap warna kotiledon pada kecambah kacang hijau 10