Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM SISTEM KOMUNIKASI DATA

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGUKURAN KOMUNIKASI SERIAL

OLEH :

NAMA : ECHA MARSHANDA

NIM : 32215062

KELAS : 2C TELEKOMUNIKASI D3

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2017
DATA PRAKTIKUM
I. DATA PERCOBAAN
a. Karakter p
Gambar hasil osiloskop

Analisa data
Pada pengiriman karakter p hasil perhitungan biner dari karakter p yaitu
1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 sedangkan hasil praktikum yaitu 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 dimana
pada praktikum ini menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high
sedangkan bit 1 adalah low, sehingga hasil yang diperoleh dari osiloskop yaitu:
11000011101
Dimana pada biner yang bercetak merah merupakan bit start yang salah yang
seharusnya adalah 0. Yang bercetak kuning adalah data bit, yang bercetak hijau 1
merupakan bit parity dan yang terakhir berwarna ungu adalah stop bit 1.
Pembacaan pada osiloskop yaitu 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 sehingga dapat disimpulkan
bahwa hasil praktikum dengan teori itu berbeda disebabkan oleh kabel konektor
maupun dari osiloskop sendiri.

b. Karakter q
Gambar hasil osiloskop

Analisa data
Pada pengiriman karakter q hasil perhitungan biner dari karakter q yaitu 1 0 1
0 0 0 1 1 1 0 0 sedangkan hasil praktikum yaitu 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 dimana pada
praktikum ini menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high sedangkan
bit 1 adalah low, sehingga hasil yang diperoleh dari osiloskop yaitu:
1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0.
Dimana pada biner yang bercetak merah merupakan bit start. Yang bercetak
kuning adalah data bit yang berjumlah 8 bit, yang bercetak hijau 0 merupakan bit
parity dan yang terakhir berwarna ungu adalah stop bit 1.
Pembacaan pada osiloskop yaitu 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 sehingga dapat disimpulkan
bahwa hasil praktikum dengan teori itu sama.

c. Karakter r
Gambar hasil osiloskop
Analisa data
Pada pengiriman karakter r hasil perhitungan biner dari karakter r yaitu 1 0 0
1 0 0 1 1 1 0 0 sedangkan hasil praktikum yaitu 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 dimana pada
praktikum ini menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high sedangkan
bit 1 adalah low, sehingga hasil yang diperoleh dari osiloskop yaitu:
1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0.
Dimana pada biner yang bercetak merah merupakan bit start. Yang bercetak
kuning adalah data bit yang berjumlah 8 bit, yang bercetak hijau 0 merupakan bit
parity dan yang terakhir berwarna ungu adalah stop bit 1.
Pembacaan pada osiloskop yaitu 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 sehingga dapat disimpulkan
bahwa hasil praktikum dengan teori itu sama.

d. Karakter 0
Gambar hasil osiloskop
Analisa data
Pada pengiriman karakter 0 hasil perhitungan biner dari karakter 0 yaitu 1 0 0
0 0 0 1 1 0 0 0 sedangkan hasil praktikum yaitu 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 dimana pada
praktikum ini menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high sedangkan
bit 1 adalah low, sehingga hasil yang diperoleh dari osiloskop yaitu:
100 00011000.
Dimana pada biner yang bercetak merah merupakan bit start yaitu 0 . Yang
bercetak kuning adalah data bit yang berjumlah 8 bit, yang bercetak hijau 0
merupakan bit parity dan yang terakhir berwarna ungu adalah stop bit 1.
Pembacaan pada osiloskop yaitu 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 sehingga dapat disimpulkan
bahwa hasil praktikum dengan teori itu sama.

e. Karakter 1
Gambar hasil osiloskop
Analisa data
Pada pengiriman karakter 0 hasil perhitungan biner dari karakter 1 yaitu 1 1 1
0 0 0 1 1 0 0 0 sedangkan hasil praktikum yaitu 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 dimana pada
praktikum ini menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high sedangkan
bit 1 adalah low, sehingga hasil yang diperoleh dari osiloskop yaitu:
10100011010.
Dimana pada biner yang bercetak merah merupakan bit start yaitu 0 . Yang
bercetak kuning adalah data bit berjumlah 8 bit tetapi pada data yang bercetak
merah diatas merupaka data bit yang salah yang seharusnya bernilai 0, yang
bercetak hijau 0 merupakan bit parity yang salah, seharusnya bernilai 1 dan yang
terakhir berwarna ungu adalah stop bit bernilai 1.
Pembacaan pada osiloskop yaitu 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 sehingga dapat disimpulkan
bahwa hasil praktikum dengan teori itu berbeda disebabkan oleh kabel konektor
maupun dari osiloskop sendiri.

Pada praktikum pengukuran komunikasi serial ini, dapat kita lihat bahwa
semua bit start bernilai 0. Pada bit parity, terdapat 2 istilah yaitu ODD atau ganjil
dan EVEN atau genap. Pada praktikum ini setting hyperterminalnya yaitu 8E1
yaitu berarti ada 8 bit data, dengan bit parity EVEN atau genap dan bit stopnya
selalu 1.

KESIMPULAN
Pada praktikum ini merupakan pengaplikasian dari pembuatan kabel serial DB9
dengan menggunakan converter RS-232 maka bit 0 adalah high sedangkan bit 1
adalah low. Dimana Setiap data yang ditransmisikanakan diubah ke dalam biner
sehingga berbentuk pulsa pulsa yang terlihat pada osiloskop dengan
menggunakan aplikasi hyperterminal untuk OS WINDOWS. Pada praktikum ini
data yang telah diambil dari hasil praktikum menunjukkan bahwa setiap data
yang dikrim disertakan dengan bit start dengan logik 0 dan bit stop dengan
logik1 karena menggunakan setting hyperterminal 8E1.