Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MATA KULIAH METODOLOGI

PENELITIAN AKUNTANSI
DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA

OLEH

PUTU PANDE RYAN ANANTA ASTIKA P. (1415351195)


AHMAD FAJRIN AZIZI (1515351166)
ERVING ANGGIATMA NAPITUPULU (1515351182)

PROGRAM NON REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2017
1. Data dan Informasi
Data adalah fakta mentah atau rincian peristiwa yang belum diolah,
yang terkadang tidak dapat diterima oleh akal pikiran dari penerima data
tersebut, maka dari itu data harus diolah terlebih dahulu menjadi informasi
untuk dapat di terima oleh penerima. Data perlu disusun dan disimpan
menggunakan metode tertentu, sehingga jika sewaktu-waktu diperlukan segera
dapat dicari kembali dengan mudah. Contoh data misalnya kecelakaan di jalan
raya, grup sepakbola barcelona menang, dan sebagainya.
Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang sudah dapat
diterima oleh akal pikiran penerima informasi yang nantinya dapat digunakan
untuk pengambilan keputusan. Contoh informasi misalnya telah terjadi
kecelakaan mobil di jalan raya X tadi malam pukul 22:30, korban jiwa
sebanyak delapan orang, lima orang diantaranya luka ringan dan tiga lainnya
luka berat.

2. Jenis Data
a) Data Menurut Penelitian
Jenis data penelitian berkaitan dengan sumber data dan pemilihan metode
yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data penelitian.
Penentuan metode pengumpulan data dipengaruhi oleh jenis dan sumber
data penelitian yang dibutuhkan. Data penelitian pada dasarnya dapat
dikelompokkan menjadi menjadi tiga jenis, yaitu:
1) Data Subyek (Self-Report Data)
Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap,
pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang
yang menjadi subyek penelitian (responden data subyek
diklasifikasikan berdasarkan bentuk tanggapan (respon) yang
diberikan, yaitu : lisan (verbal), tertulis dan ekspresi. Respon verbal
diberikan sebagai tanggapan atas pernyataan yang diajukan oleh
peneliti. Respon ekspresi diperoleh peneliti dari proses observasi.

2) Data Fisik (Physical Data)


Data fisik merupakan jenis data penelitian berupa obyek atau
benda-benda fisik, antara lain dalam bentuk: bangunan atau bagian dari
bangunan, pakaian,buku, dan senjata. Data fisik dalam penelitian
bisnis dikumpulkan melalui metode observasi.
3) Data Dokumenter (Documentary Data)
Data dokumenter adalah jenis data penelitian yang antara lain
berupa: faktur, jurnal, surat-surat, notulen hasil rapat, memo, atau
dalam bentuk laporan program. Data ini memuat apa dan kapan suatu

2
kejadian atau transaksi, serta siapa yang terlibat dalam suatu kejadian.
Data dokumenter dalam penelitian dapat menjadi bahan atau dasar
analisis yang kompleks yang dikumpulkan melalui metode observasi
dan analisis dokumen yang dikenal dengan content analysis, antara
lain berupa: kategori isi, telaah dokumen, pemberian kode berdasarkan
karakteristik kejadian atau transaksi.

b) Data Menurut Jenis


Dilihat dari jenisnya, data dibedakan menjadi data kuantitatif dan data
kualitatif.Secara umum suatu penelitian sosial khususnya bidang ekonomi
dalam mengumpulkan data menggunakan kedua jenis data tersebut.
Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk
angka, yang termasuk dalam data kuantitatif adalah data yang berskala
ukur interval dan rasio. Contoh jumlah karyawan, jumlah penjualan,
jumlah piutang, jumlah utang, dan lain-lain. Sedangkan data kualitatif
adalah data yang sifatnya hanya menggolongkan saja dan tidak dapat
diwujudkan dalam bentuk angka. Termasuk klasifikasi data kualitatif
adalah data yang berskala ukur nominal dan ordinal seperti, jenis kelamin,
jenis pekerjaan, status pekerjaan, dan motivasi karyawan

c) Data Menurut Tahapan Waktu


Data juga dapat dibedakan menurut tahapan waktu, yaitu time series,
cross section, dan data pooling. Data time series atau data deret waktu
adalah data yang dikumpulkan dari beberapa tahapan waktu secara
kronologis. Data deret waktu pada umumnya merupakan kumpulan data
dari suatu fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu
tertentu, misalnya dalam mingguan, bulanan, tri wulanan, catur wulanan,
semesteran, dan tahunan.
Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada waktu dan
tempat tertentu saja. Data ini umumnya mencerminkan suatu fenomena
tertentu dalam satu kurun waktu tertentu saja, misalnya data tentang
perilaku konsumen pengguna ponsel merk tertentu, data tentang tanggapan
konsumen untuk menabung di suatu bank dalam tahun 2004.
Data pooling adalah kombinasi antara data runtut waktu dan silang
tempat. Misalnya, kita ingin mengamati perilaku Pendapatan Asli Daerah

3
(PAD) untuk masing-masing kabupaten/kota selama 10 tahun terakhir.
Misal jumlah data silang tempat terdiri atas 4 kabupaten dan 1 kota,
sedangkan data runtut waktu yang diamati 10 tahun, maka jumlah
observasi yang dimiliki sebanyak 50 (5 kali 10)

d) Data Menurut Sumber


1) Data Primer
Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh
secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data
primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab
pertanyaan penelitian. Data primer dapat berupa opini subyek (orang)
secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda
(fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian.
2) Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh
peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan
dicatat pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau
laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan
dan tidak dipublikasikan.

3. Sumber Data
a) Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data. Data ini diamati dan dicatat
untuk pertama kalinya. Data primer menjadi data sekunder bila
dipergunaan orang yang tidak berhubungan langsung dengan peneliti yang
bersangkutan. Adapun manfaat dari data primer adalah dikumpulkan untuk
mencapai tujuan penelitian, tidak ada risiko kedaluwarsa karena
dikumpulkan setelah proyek penelitian dirumuskan, semua data yang
dipegang oleh peneliti, mengetahui kualitas dari metode-metode yang
dipakainya karena dialah yang mengatur sejak awal.
b) Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung
memberikan sumber data kepada pengumpul data. Misalnya lewat orang
lain atau lewat lewat dokumen, data dari biro statistik, majalah,
keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Jadi data sekunder berasal

4
dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya. Bentuk data sekunder ada 2
kategori yaitu :
- Internal
Dokumen-dokumen akuntansi dan operasi yang dikumpulkan,
dicatat dan disimpan di dalam suatu organisasi merupakan tipe data
internal. Beberapa contoh data internal misalnya faktur penjualan,
jurnal penjualan, laporan penjualan periodik, surat-surat, notulen hasil
rapat, dan memo manajemen.
- Eksternal
Data sekunder eksternal umumnya disusun oleh satu entitas selain
peneliti dari organisasi yang bersangkutan. Data eksternal diperoleh
dari sumber-sumber luar misalnya data sensus penduduk dan registrasi.
Data yang diperoleh dari badan atau perusahaan yang aktivitasnya
mengumpulkan keterangan-keterangan yang relevan dalam berbagai
masalah. Misalnya, indeks atau pedoman referensi, data sensus, data
statistik, data pasar, data industri, direktori perusahaan, data investasi.
4. Metode Pengumpulan Data Sekunder
Metode penelitian yang umumnya menggunakan data sekunder adalah
penelitian arsip yang memuat kejadian masa lalu. Beberapa aspek dari data
sekunder yang harus dievaluasi oleh peneliti, antara lain berkaitan dengan hal-
hal sebagai berikut:
1) Kemampuan data yang tersedia untuk menjawab masalah atau pertanyaan.
2) Kesesuaian antara periode waktu tersedianya data dengan periode waktu
yang diinginkan dalam penelitian.
3) Kesesuaian antara populasi data yang ada dengan populasi yang menjadi
perhatian peneliti.
4) Relevansi dan konsistensi unti pengukur yang digunakan.
5) Biaya yang diperlukan untuk mengumpulkan data sekunder.
6) Kemungkinan bias yang ditimbulkan data sekunder.
7) Dapat atau tidaknya dilakukan pengujian terhadap akurasi pengumpulan
data.
Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a. Pemahaman masalah
Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk
memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan
melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan
company profile atau data administratif lainnya yang dapat kita gunakan
sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam

5
perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah
penelitian.
b. Penjelasan masalah
Data sekunder bermanfaat untuk memperjelas masalah dan
menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data
sekunder yang tersedia, kita dapat mengetahui komponen-komponen
situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih
mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti,
khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai
pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti
c. Formulasi alternatif-alternatif penyelesaian masalah yang layak
Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa
alternatif lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan
diteliti. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka
peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.
d. Solusi masalah
Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu
mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang
dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan
yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada
data sekunder saja.
Metode pengumpulan data sekunder dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara
yaitu, secara manual dan secara online.
1. Pencarian Secara Manual
Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang
tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online.
Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara
manual.Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu
metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu
organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang
paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka,
referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan
diteliti. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan
strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang
potensial, yaitu lokasi internal dan / atau lokasi eksternal.
2. Pencarian Secara Online

6
Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak
data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis.
Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang
menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun
non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti
dan pengguna lainnya dalam mencari data.
Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti,
diantaranya ialah:
a. Hemat waktu, karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk
didepan komputer
b. Ketuntasan, melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat
mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa
dibatasi waktu
c. Kesesuaian, peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan
informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat
d. Hemat biaya, dengan menghemat waktu dan cepat dalam
memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat
biaya.
Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya
ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data.
1. Penyaringan data
Penyaringan data dilakukan agar kita mendapatkan data sekunder yang
sesuai, sedangkan yang tidak sesuai dapat kita abaikan.
2. Pengumpulan data
Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat
dilaksanakan.Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih
dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika
peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data
sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab
masalah yang akan kita teliti.
Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut
untuk menjawab masalah yang kita teliti.Jika data dapat digunakan untuk
menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya
ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan
untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan
lagi dengan strategi yang sama.

7
5. Metode Pengumpulan Data Primer
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber
asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek
(orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda
(fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan
untuk mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survey dan (2) metode
observasi.
1. Metode Survey (Survey Methods)
Metode survey merupakan metode pengumpulan data primer yang
menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. Metode ini memerlukan
adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subyek (responden)
penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Data yang diperoleh
sebagian besar merupakan data deskriptif, akan tetapi pengumpulan data
dapat dirancang untuk menjelaskan sebab akibat atau mengungkapkan ide-
ide. Umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang sama dari
banyak subyek. Teknik yang digunakan adalah (1) wawancara, dan (2)
kuesioner.
2. Metode Observasi
Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak
hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun
juga dapat digunakan untuk mengamati dan mencatat berbagai fenomena
yang terjadi (situasi, kondisi).Teknik ini digunakan bila penelitian
ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala
alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
Observasi dapat dibedakan menjadi observasi perilaku dan obsevasi
non perilaku. Sedangkan dari segi instrument yang digunakan observasi
dibagi menjadi observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur.

6. Metode Wawancara/Wawancara Mendalam


Wawancara yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data adalah
apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan
permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui
hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
sedikit/kecil. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan

8
tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan
dan atau keyakinan pribadi. Anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti
dalam menggunakan metode interview dan juga kuesioner/angket (Sutrisno
Hadi;1986) adalah sebagai berikut:
1. Bahwa subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya
sendiri.
2. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan
dapat dipercaya.
3. Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksud oleh peneliti.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak tersetruktur dan
dapat dilakukan melalui tatap muka maupun dengan telepon.
1. Wawancara Terstruktur
Wawacara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data,
bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang
informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan
wawancara, pengumpulan data telah menyiapkan instrumen penelitian
berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif dan jawabannya telah
disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi
pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya. Dalam teknik
pengumpulan data, dapat menggunakan pewawancara sebagai pengumpul
data. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama
maka diperlukan training kepada calon pewawancara. Pada wawancara ini
digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul
data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan
diperoleh. Dalam prakteknya selain membawa instrument sebagai
pedoman wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat
bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan amterial lain yang dapat
membantu dalam wawancara.

2. Wawancara Tidak Terstruktur


Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana
peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun
secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman
wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan

9
yang akan ditanyakan. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka, sering
digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian
yang lebih mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan,
peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau
permasalahan yang ada pada obyek, sehingga peneliti dapat menentukan
secara pasti permasalahan atau variable apa yang harus diteliti. Untuk
mendapatkan gambaran permasalahan yang lebih lengkap, maka peneliti
perlu melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang mewakili berbagai
tingkatan yang ada dalam objek. Misalnya akan melakukan penelitian
tentang iklim kerja perusahaan, maka dapat dilakukan wawancara dengan
pekerja tingkat bawah, supervisor, dan manajer.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang
responden, maka peneliti dapat juga menggunakan wawancara tidak
terstruktur. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui
secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak
mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Berdasarkan analisis
terhadap setiap jawaban dari responden tersebut, lebih terarah pada tujuan.
Dalam melakukan wawancara peneliti dapat menggunakan cara
berputar-putar baru menukik artinya pada awal wawancara, yang
dibicarakan adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan dan bila sudah
terbuka kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan maka
segera ditanyakan.

7. Metode Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang
spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain yaitu wawancara dan
kuesioner kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang,
maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga objek-objek alam yang
lain.
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang
tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis (Sutrisno Hadi;1986).
Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dari
ingatan.Observasi digunakan bila penilitian berkenaan dengan perilaku
manusia, proses kerja, gejala-gejala alam, dan bila responden yang diamati

10
tidak terlalu besar. Observasi dari segi proses dapat dibedakan menjadi
participant observation dan non participant observation dan dari segi
instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi
observasi terstruktur dan tidak tersetruktur.
a. Dari segi proses dapat dibedakan menjadi:
1. Participant Observation
Peneliti yang terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang-orang yang
sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber penelitian.
Peneliti ikut serta dalam nmeakukan apa yang dikerjakan oleh sumber
data atau ikut merasakan suka dan duka. Dengan participant
observation, maka data yang diperoleh akan lebih tajam , lengkap, dan
mengetahui sampai mana tingkat makna dari setiap perilaku yang
tampak.
2. Non Participant Observation
Dalam penelitian non participant observation, peneliti tidak terlibat
dan hanya sebagai pengamat independen.Pengumpulan data dengan
non participant observation ini tidak mendapatkan data yang
mendalam, dan tidak sampai pada tingkat makna.Makna adalah nilai-
nilai dibalik perilaku yang tampak, terucap dan tertulis.

b. Dari segi instrumentasi dapat dibedakan menjadi:


1. Observasi Terstruktur
Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara
sistematis, tentang apa yang diamati, dimana tempatanya jadi dapat
dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan pasti variabel apa yang
diamati. Dalam melakukan pengamatan penelitian menggunakan
instrument penelitian yang teruji validitas dan reliabilitasnya.Angket
tertutup dapat juga digunakan sebagai pedoman untuk melakukan
observasi.
2. Observasi Tidak Terstruktur
Observasi yang tidak disiapkan secara sistematis tentang apa yang
akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara
pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melakukan pengamatan
peneliti tidak menggunakan instrument yang telah baku, tetapi hanya
berupa rambu-rambu pengamatan. Dalam penelitian kuantitatif,
peneliti dapat menggunakan beberapa teknik pengumpulan data,

11
namun disarankan ada teknik pengumpulan data yang utama seperti
teknik pengumuplan data untuk mengetahui prilaku konsumen dengan
kuesioner atau angket maka selanjutnya bias dilengkapi dengan
observasi atau wawancara. Setiap teknik pengumuplan data yang
disebutkan atau dituliskan dalam proposal penelitian harus
dilaksanakan dan ada datanya.

8. Metode Angket/Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumuplan data yang dilakukan dengan
cara memberikan seperangkat pertanyaan langsung atau pertanyaan tertulis
kepada responden. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang
efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang diukur dan yang bisa
diharapkan dari responden. Bila penelitian dilakukan pada lingkup yang tidak
luas, kuesioner dapat diantarkan langsung dalam waktu yang singkat. Dengan
adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan
suatu kondisi yang baik, sehingga responden dengan sukarela akan
memberikan data yang obyektif dan cepat. Beberapa prinsip dalam penulisan
kuesioner yaitu prinsip penulisan, pengukuran dan penampilan fisik (Uma
Sekaran;1992).

a. Beberapa faktor Prinsip Penulisan Angket seperti:


1. Isi dan tujuan pertanyaan, apakah isi pertanyaan tersebut merupakan
bentuk pengukuran atau bukan? kalau berbentuk pengukuran, maka
dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus dalam
bentuk skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk
mengukur variable yang teliti.
2. Bahasa yang digunakan, harus digunakan sesuai dengan kemampuan
berbahasa responden. Sekiranya responden tidak dapat berbahasa
Indonesia, maka kuesioner jangan disusun dengan bahasa Indonesia.
3. Bentuk dan tipe pertanyaan, dapat terbuka atau tertutup (jika dalam
wawancara, tersturktur dan tidak terstruktur) dan bentuknya dapat
digunakan dalam kalimat positif atau negatif. Pertanyaan terbuka
adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan
jawabannya dalam bentuk uraian tentang sesuatu hal. Pertanyaan

12
tertutup adalah pertanyaan yang mengarahkan jawaban singkat atau
mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternative
jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia.
4. Pertanyaan tidak mendua (double barreled). Pernyataan yang mendua
dapat menyulitkan responden untuk memberikan jawaban karena
menanyakan tentang dua hal sekaligus.
5. Tidak menanyakan yang sudah lupa
6. Pertanyaan tidak menggiring. Dalam pertanyaan kuesioner sebaiknya
tidak menggiring jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.
7. Panjang pertanyaan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan tidak terlalu
panjang karena akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Bila
jumlah variable banyak, sehingga memerlukan instrument yang banyak
maka instrument tersebut dibuat bervariasi dalam penampilan, model,
skala pengukuran yang digunakan dan cara mengisinya. Disarankan
empiric jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 sampai
dengan 30 pertanyaan.
8. Urutan pertanyaan, yaitu dimulai dari yang umum menuju yang
spesifik, atau dari yang mudah menuju kesulit. Hal ini perlu
dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi
semangat responden menjawab.
b. Prinsip Pengukuran
Merupakan instrument penelitian, yang digunakan untuk mengukur
variable yang akan diteliti. Oleh karena itu instrument angket tersebut
harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable
tentang variable yang akan diukur. Untuk memperoleh data yang valid dan
reliable, maka sebelumnya instrument kuesioner tersebut diberikan pada
responden peru diuji validitas dan realibitasnya terlebih dahulu.
c. Penampilan Fisik Kuesioner
Penampilan ini digunakan sebagai alat pengumpul data yang akan
mempengaruhi respond atau keseriusan responden untuk keseriusan
kuesioner. Kuesioner yang dibuat dikertas buram, akan mendapatkan
respon yang kurang menarik bila dibandingkan dengan kuesioner yang
dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna.

13
REFERENSI
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Indrianto, Nur. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi &
Manajemen, BPFE-Yogyakarta

14