Anda di halaman 1dari 5

KEPOLISAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH KALIMANTAN BARAT


RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

KEPUTUSAN
DIREKTUR RS BHAYANGKARA TK.III PONTIANAK
NOMOR:..../SK/DIR/..../2016

TENTANG
KEBIJAKAN IDENTIFIKASI PASIEN

DIREKTUR RS BHAYANGKARA TK.III PONTIANAK

Menimbang a Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan


: Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, maka diperlukan
: pendekatan untuk memungkinkan ketepatan identifikasi
pasien;
b Bahwa ketepatan identifikasi pasien merupakan salah
satu gugus tugas/ unit pelayanan di RS Bhayangkara
Tk.III Pontianak yang harus diterapkan sehingga
mengurangi kesalahan pasien dan menghasilkan
peningkatan keselamatan pasien;
c Bahwa agar ketepatan identifikasi pasien dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya Keputusan
Direktur tentang Kebijakan identifikasi pasien sebagai
landasan peningkatan keselamatan pasien;
d Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam a, b dan c, perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur.

Menginga 1. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah


t : Sakit
2. SK PMK 1691/2011 tentang keselamatan pasien RS
3. SK Menkes 1165.A./Menkes/SK/X/2004 tentang KARS
KEPOLISAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH KALIMANTAN BARAT
RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

MEMUTUSKAN

Menetapkan KEBIJAKAN IDENTIFIKASI PASIEN.


:
KESATU : Kebijakan identifikasi pasien di RS KartiniKupang
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KEDUA : Pembinaan dan pengawasan ketepatan identifikasi pasien


di RS Kartini Kupang dilaksanakan oleh Direktur RS Kartini
Kupang

KETIGA: Kepala pelayanan sasaran keselamatan pasien pasien wajib


mensosialisasikan keputusan ini ke seluruh karyawan.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila


dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

DITETAPKAN DI : PONTIANAK
TANGGAL : NOPEMBER 2016

DIREKTURRS KARTINI KUPANG

Drg. SUGIYATO
AKBP NRP 66050671
KEPOLISAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH KALIMANTAN BARAT
RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

Lampiran

KEBIJAKAN IDENTIFIKASI PASIEN


RS BHAYANGKARA TK.III PONTIANAK
NOMOR:.../SK/DIR/.../2016

A. KebijakanUmum
1. Ketepatan identifikasi pasien diterapkan untukmengurangikesalahan
karena keliru-pasien.
2. Identifikasi pasien dilakukan saat sebelum pemberian obat, darah
atau produk darah; pengambilan sampel darah dan produk lain
untuk pemeriksaan klinis; atau memberikan pengobatan dan
tindakan.
3. Identifikasi pasien menggunakan 2 dari 3 identitas pasien yaitu
nama, tanggal lahir atau nomor rekam medis. Tidak boleh
menggunakan nomor kamar.

B. KebijakanKhusus
1 Identifikasi terdiri dari tiga identitas : nama pasien (e-KTP), nomor
rekam medik dan tanggal lahir.Nama pasien harus ditulis lengkap
sesuai e-KTP, bila tidak ada gunakan KTP/kartu identitas lainnya, bila
tidak ada semuanya minta pasien/keluarganya untuk menulis pada
formulir identitas yang disediakan RS dengan huruf kapital pada
kotak huruf yang disediakan, nama tidak boleh disingkat, tidak
boleh salah ketik walau satu huruf.
Stiker identitas pasien menggunakan umur dengan pertimbangan
untuk memudahkan dilakukannya sensus harian.
2 Tipe gelang identitas
a. Gelang identitas disesuaikan dengan jenis kelamin. Pasien laki
laki menggunakan gelang berwarna biru, pasien perempuan
memakai gelang berwarna merah muda, sedangkan penanda
alergimenggunakan kancing/stiker berwarna merah bertuliskan
allergy, penanda risiko jatuh (fall risk) menggunakan
KEPOLISAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH KALIMANTAN BARAT
RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

kancing/stiker berwarna kuning bertuliskan fall risk dan penanda


Do not Resucitate (DNR) menggunakan stiker/gelang berwarna
ungu.
b. Gelang identitas terdiri dari 2 jenis, yang berbahan dasar plastik
dan berbahan dasar kertas. Gelang berbahan kertas digunakan
bila pasien alergi terhadap gelang yang berbahan plastik, tidak
memiliki riwayat alergi atau tidak berisiko tinggi jatuh.Bila
menggunakan gelang berbahan kertas gelang penanda
menggunakan stiker, bila menggunakan gelang berbahan plastik
gelang penanda menggunakan kancing.Stiker allergy juga
diberikan pada form rekam medis pasien.
c. Identifikasi pasien pada gelang identitas pasien harus dicetak,
tulisan tangan hanya boleh bila printer sedang rusak/tidak ada
fasilitas dan harus segera diganti bila printer berfungsi kembali.
d. Gelang identitas harus yang nyaman tapi tidak mudah dilepas dan
harus dapat dibaca dengan mudah. Setiap gelang identitas yang
rusak / pudar harus diganti secepatnya.
3 Pemakaian gelang identitas
a. Sebelum memakai gelang identitas pasien harus dikonfirmasi
namanya. Cek informasi tersebut dengan lembaran penerimaan
pasien dangelang identifikasi. Jika pasien tidak mampu, maka
orang yangbertanggung jawab atau dua dari pemberi layanan
kesehatan harusmemverifikasi informasi tersebut kepada keluarga
pasien. Rincian iniharus dicocokkan dengan rekam medis pasien.
b. Pasien yang tidak sadar pada saat penerimaan, tanpa ditemani,
harusdiidentifikasi. Jika identifikasi positif pasien tidak dapat
diverifikasidari pasien tersebut, dan atau pada kerabat pasien atau
keluarga, akanditerima sebagai Tn X atau Ny. X. Pasien tersebut
akandirujuk kepada kepolisian sehingga identifikasi positifnya
bisadidapatkan.Bila sampai pasien dirawat dan identitas pasien
belum ada, pasien difoto dan cetakan foto disimpan di status
rekam medis pasien.
c. Pada pasien anak, nama lengkap, tanggal lahir harus dikonfirmasi
kepada orang tua pasien.
KEPOLISAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH KALIMANTAN BARAT
RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

4 Tempat pemasangan gelang identitas


Pilihan pertama pergelangan tangan yang dominan, pilihan kedua
pergelangan tangan yang tidak dominan yang tidak cedera,
bengkak atau tidak sesuai, pilihan ketiga- pergelangan kaki.
5 Pelepasan gelang identitas
Gelang identitas harus dipakai oleh pasien selama perawatan dan
hanya akan dilepas sebagai bagian dari proses pemulangan formal
pasien.
6 Petugas melakukan identifikasi pasien minimal dua dari tiga
identitas di atas. Identifikasi dengan cara verbal
(menanyakan/mengkonfirmasi nama pasien) dan visual (melihat
gelang identitas pasien). Pada pertemuan pertama identifikasi
secara verbal, pertemuan selanjutnya secara visual dan cocokkan
dengan perintah dokter.
7 Semua pasien harus diidentifikasi secara benar sebelum dilakukan
pemberian obat, pemberian transfusi darah, pengambilan sampel
darah, urine atau cairan tubuh lainnya untuk pemeriksaan,
pemeriksaan radiologi, pemberian pengobatan dan tindakan
kedokteran. Jangan melakukan prosedur bila pasien menolak untuk
diidentifikasi. Semua wadah spesimen tidak boleh diberi label
sebelum spesimen dimasukkan, kecuali urin atau feces.
8 Pasien dengan nama sama harus diberi tanda menggunakan stiker
HATIHATI PASIEN DENGAN NAMA SAMA pada rekam medik, resep
obat dan semua formulir permintaan penunjang.

DITETAPKAN DI : PONTIANAK
TANGGAL : NOPEMBER 2016

DIREKTURRS KARTINI KUPANG

Drg. SUGIYATO
AKBP NRP 66050671