Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

M
DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE ( DBD)
DI RUANG NUSA INDAH
RSU ISLAM HARAPAN ANDA KOTA TEGAL

Disusun Oleh :
Sukirno

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BHAKTI MANDALA HUSADA
2016
Asuhan Keperawatan Pada Tn. M
1
Dengan Demam Berdarah Dengue ( DBD) Di Ruang Nusa Indah
RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal

A. Pengkajian
Nama perawat : TN. M
Tanggal masuk : 15 Desember 2016 Pukul : 08.00 WIB
Tanggal pengkajian : 15 Desember Pukul : 10.00 WIB
Metode pengambilan data :Metode yang digunakan dengan
menggunakan wawancara dengan pasien,
keluarga, perawat, dan dokter, hasil observasi
dan pemeriksaan fisik pada pasien, serta studi
pustaka dan dokumentasi dalam memberikan
asuhan keperawatan

I. Identitas Pasien
Nama : Tn.M
Umur : 35 tahun
Jenis kelamin : Laki - laki
No.RM : 453421
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana (S1)
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Suku : Jawa
Bangsa : Indonesia
Alamat : Adiwerna Rt.14/5 Tegal
Diagnosa medis : Demam Berdarah Dengue (DHF)

II. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Ny. H
Umur : 55 Tahun

2
Alamat : Tegal
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hubungan dengan pasien : Ibu kandung

III. Riwayat Keperawatan / Kesehatan


1. Keluhan utama
Demam 5 hari

2. Riwayat Kesehatan Sekarang


Klien mengatakan demam, kepala pusing, badan lemes, pingin
minum terus, mual, tidak nafsu makan, mulut pahit, makan sedikit
cepat kenyang dan sebah, jika makan agak banyak perut sakit,
muncul bintik-bintik merah pada tubuh, periksa ke dokter dan
disarankan untuk masuk rumah sakit.

3. Riwayat Kesehatan Masa Lalu


Klien mengatakan bahwa dulu pernah sakit berat hanya batuk
pilek biasa, tidak ada riwayat alergi, tidak ada ketergantungan
terhadap makanan/minuman dan obat-obatan.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga


Klien mengatakan bahwa keluarganya tidak mempunyai riwayat
kesehatan yang sama dengannya.

5. Riwayat Kesehatan Lingkungan


Klien mengatakan tempat tinggalnya cukup bersih, jauh dari
sungai atau tempat pembuangan limbah, memiliki 3 kamar tidur,
satu kamar mandi dan satu ruang tamu.

6. Riwayat Psikososial
Kondisi emosional klien baik, kooperatif ketika dilakukan
pengkajian, ingin cepat sembuh.

VI. Pola Fungsi Kesehatan Menurut Gordon

3
1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Klien mengatakan sudah minum obat penurun panas namun
tidak ada perubahan, jika klien atau salah satu keluarganya ada
yang sakit biasanya terlebih dahulu diberi obat yang dibeli di
apotik.

2. Pola aktivitas dan latihan

Kemampuan Sebelum sakit Selama sakit


0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
merawat diri
Makan/ minum
Mandi
Toileting
Mobilisasi

Keterangan :
0 : Mandiri
1 : Dibantu orang lain
2 : Dibantu dengan alat
3 : Dibantu orang lain dan alat
4 : Tergantung total

Kesimpulan :
Klien mengatakan sebelum aktivitas dan latihan (makan/minum,
mandi, toileting, mobilisasi) dilakukan mandiri dan selama sakit
dilakukan dengan bantuan orang lain.
3. Pola nutrisi dan metabolik
Sebelum sakit : Klien mengatakan ia makan 3x/hari
Selama sakit : Klien mengatakan ia makan 3x/hari tapi tidak
pernah habis, hanya 5 sampai 6 sendok. Sisa
makanan masih banyak lebih dari piring, klien
mengatakan minum air putih 4-5 gelas blimbing
per hari.

4. Pola eliminasi

4
Sebelum sakit : Klien mengatakan ia BAB 1 kali sehari dengan
rutin konsistensi lunak, warna kuning dan
BAK 3 sampai 4 kali dalam sehari.
Selama dirawat : Klien mengatakan BAB baru satu kali, agak keras
warna kuning. BAK 2 kali perhari.

5. Pola istirahat tidur


Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit ia tidur jam 11
malam
Selama sakit : Klien mengatakan saat sakit ia sering sekali
tidur, bisa 3 sampai empat kali dengan durasi 1
sampai 2 jam jika siang hari dan 6 sampai 7 jam
jika malam.

6. Pola Kognitif Persepsi


Sebelum dan selama sakit pola kognitif klien baik, pola persepsi
(penglihatan, pendengaran, pengecapan, peraba, penciuman) tidak
ada masalah.

7. Pola Toleransi dan Koping Stress


Klien mengatakan untuk mengatasi masalah biasanya berdiskusi
dengan ibunya, dan jika sedang stress biasanya klien berkumpul
dengan teman temannya.

8. Persepsi diri/ konsep diri


Peran diri : Klien mengatakan bekerja sebagai supervisor dan dia
merasa bertanggung jawab denan pekerjaanya
namun saat sakit da sedih dan takut ditegur atasan
karena selama sakit tidak mampu menjalankan
tanggung jawabnya berperan sebagai supervisor di
perusahaan swasta.
Ideal diri : Klien mengatakan dia memahami karena sedang
sakit jadi harus meninggalkan tugas di kantornya.

5
Harga diri : Pasien merasa tidak mampu berbuat yang terbaik
untuk perusahaanya karena dia harus ijin karena
sakit dan dirawat.
Gambaran diri : pasien mengatakan dia adalah laki-laki yang penuh
tanggung jawab terhadap hidupnya dan pekerjaanya,
dia juga merasa selama ini berprestasi.
Identitas diri : klien mengatakan dia seorang laki-laki muda yang
sehat dan penuh prestasi dalam pekerjaanya.

9. Pola Seksual dan Reproduksi


Klien mengatakan belum menikah dan berjenis kelamin laki-laki

10. Pola Hubungan dan Peran


Klien mengatakan tinggal bersama ibunya, klien berkomunikasi
menggunakan bahasa Indonesia dengan orang lain.

11. Pola Nilai dan Keyakinan


Klien mengatakan beragama islam, selalu melaksanakan sholat 5
waktu dalam kondisi sehat maupun sakit, klien yakin semuanya
sudah diatur oleh Allah SWT.

V. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum : lemas, tampak pucat
dan berbaring ditempat tidur, klien terlihat
malas saat bergerak,
Kesadaran : Composmentis
2. Pemeriksaan TTV
TD : 90/70 mmHg Nadi : 100 x/mnt
Suhu : 38,50C RR : 20 x/mnt
BB : 50 kg TB : 170 cm
3. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
a) Rambut
Inspeksi : Rambut klien terlihat hitam dan sedikit
berminyak.

6
Palpasi : Rambut klien saat dipegang halus, dahi
terasa panas ketika di raba.
b) Mata
Inspeksi : Bentuk mata dan alis mata klien terlihat
simetris antara yang kanan dan kiri, mata
klien terlihat jernih bola mata hitam pekat,
sklera tidak icteric, konjungtiva tidak
anemis.
Palpasi : Setelah dilakukan palpasi klien mengatakan
matanya tidak terasa sakit saat di pegang.
c) Telinga
Inspeksi : Telinga klien terlihat bersih, telinga kanan
dan telinga kiri terlihat simetris.
Palpasi : Klien mengatakan telinganya tidak terasa
sakit saat dipegang.
d) Hidung
Inspeksi : Hidung klien terlihat simetris dan bersih.
Palpasi : Klien mengatakan tidak terasa sakit saat
hidungnya di pegang.
e) Mulut
Inspeksi : Mulut klien terlihat kering, kulit bibir
pecah pecah.
Palpasi : Klien mengatakan tidak terasa sakit saat
mulut pasien dipegang.
b. Dada
Inspeksi : Dada klien terlihat simetris, terdapat
bintik-bintik merah yang tidak hilang
ketika ditarik.
Auskultasi : Ronkhi (-), weezhing (-).
Perkusi : Sonor

7
Palpasi : Tidak ada kelainan seperti teraba krepitasi,
tidak teraba ada masa.
c. Abdomen
Inspeksi : Perut klien terlihat bersih dan mulus, perut
agak besar.
Auskultasi : Suara bising diusus normal 3-5 kali/menit
Perkusi : Tidak terasa sakit saat perutnya di tekan,
kembung saat di ketuk
Palpasi : Tidak terasa sakit saat perutnya di pegang,
tidak ada pembesaran liver.
d. Ekstremitas
Inspeksi : Tangan kanan dan tangan kiri terlihat
simetris, kaki kanan dan kaki kiri terlihat
simetris, ada bintik bintik merah di lengan
kanan yang tidak hilang ketika ditarik, kaki
memakai kaos kaki.
Palpasi : Tangan kanan terasa sakit saat
dipegang karena di tangan kanan terpasang infus, akral
hangat.
e. Kulit/Integument
Inspeksi : Warna Kemerahan, ada perdarahan bawah
kulit/petikie
Palpasi : Teraba Hangat, kulit halus dan lembut

VI. Data penunjang


Tanggal 29 Oktober 2016
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal
Hemoglobin 13,7 g / dl 10,7 - 14,7
Leukosit 2900 / ul 5000 -14000
Hematokrit 64 % 31 59
Thrombosit 100 Ribu / ul 181 521 / 184 488

Terapi saat ini

8
Obat Dosis Pemberian
RL ( ringer laktat ) 40 tpm Intravena

Inj ceftriaxon 1000 mg x 2 kali/hari Intra vena


Sanmol 500 mg, 3x500mg Oral
Ranitidin 3x1 tab Oral
Ondancetron 4 mg 3x1 IV

Pengelompokkan data
TANGGAL/JAM DATA
30/10/2016 Ds : klien mengatakan
08.00 WIB - Kepala pusing
- Masih panas
- Lemes
- Mual
- Tidak nafsu makan
- Makan 5-6 sendok.
- Sering minum kurang lebih 4-5 gelas belimbing
- Sering bersendawa
- Perut sebah cepet kenyang
- Perut sakit jika makan agak banyak
- Mulut terasa pahit
Do :
- Malas bergerak
- Terbaring ditempat tidur
- Sering memegangi kepala
- Menyeringai menahan sakit.
- TD : 90/70
- S : 38,5 c
- N : 100x/mnt
- RR : 20x/mnt

9
- dahi teraba panas
- akral hangat
- bintik merah di dada dan lengan tangan kanan yang
tidak hilang ketika ditarik
- bibir pucat
- Bibir terlihat kering
- Kulit bibir pecah pecah
- Kulit kemerahan
- Tangan kanan terpasang infus
- Perut kembung
- Perut agak besar
- Laborat AT:100 Rb, HT: 64
3.1.1. Analisa Data
Tanggal/ Data Problem Etiologi
Jam
30/10/2016 DS : klien mengatakan bahwa ia kekurangan Kehilangan
sering haus dan ingin minum volume cairan cairan aktif
DO : Bibir klien tampak kering,
(00027)
kulit bibir pecah pecah, dahi
teraba panas, akral hangat,
minum 12 gelas belimbing
Hematokrit :64,
Thrombosit : 100 rb
TD : 90/70 mmHg
N :100 x/menit
S : 38,5oC
RR : 20 x/menit

DS : klien mengatakan mual dan Ketidak Kurang Asupan


tidak nafsu makan, mulut seimbangan Makanan
terasa pahit, jika makan agak nutrisi: kurang
banyak perut sakit dan terasa dari kebutuhan
sebah cepet kenyang, sering tubuh (00002)
bersendawa
DO : Bibir pucat, kering dan
pecah-pecah, sisa makanana

10
dipiring masih banyak makan
4-5 sendok 24 jam lebih,
malas bergerak, perut agak
besar & kembung

B. Diagnosa Keperawatan
Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan
aktif.
2. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan kurang asupan makanan.

11
c. Intervensi Keperawatan

DIAGNOSA
TUJUAN DAN KH INTERVENSI
KEPERAWATAN

Kekurangan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen Cairan (4120)


volume cairan selama 3 x 24 jam kebutuhan cairan terpenuhi 1. Jaga intake/ asupan yang akurat dan catat output (pasien)
berhubungan dengan kriteria hasil : 2. Monitor status hidrasi (misal : membran mukosa lembab)
dengan kegagalan Hidrasi (0602) 3. Berikan terapi IV, seperti yang ditentukan
mekanisme 1. Membrane mukosa lembab (060202) (5) 4. Tingkatkan asupan oral ( misal : menawarkan cairan diantara waktu
regulasi. 2. Intake cairan 2500-3000 cc per oral makan)
dalam 24 jam (060215) (4) 5. Distribusikan asupan cairan selama 24 jam
3. Tidak mengeluh hausHaus (060205)(5) 6. Dukung pasien dan keluarga untuk membantu dalam pemberian
4. Tidak ada Peningkatan hematocrit batas makanan dengan baik
normal 31-59 gr/dl (060213) (5)
Pengaturan Suhu (3900)
Termoregulasi (0800) 1. Monitor suhu paling tidak setiap 2 jam, sesuai kebutuhan
1. Peningkatan suhu kulit tidak teraba 2. Monitor suhu dan warna kulit
hangat (080001) (4) 3. Sesuaikan suhu lingkungan untuk kebutuhan pasien
2. Tidak ada Hipertermia suhu 36-37,5 0 4. Diskusikan pentingnya termoregulasi dan kemungkinan efek negatif dari
C(080019) (4) demam yang berlebihan, sesuai kebutuhan

1
3. Tidak ada dehidrasi (080014) (5) 5. Berikan pengobatan antipiretik, sesuai kebutuhan

Tanda-tanda vital (0802) Monitor Tanda Tanda Vital (6680)


1. Suhu tubuh 36,5 0C 37,5 0C (080201) 1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan status pernafasan dengan tepat
(5) 2. Monitor tekanan darah setelah pasien minum obat jika memungkinkan
2. Tekanan nadi 60-100 x/menit (080209) 3. Monitor keberadaan dan kualitas nadi
(2) 4. Identifikasi kemungkinan penyebab perubahan tanda tanda vital
3. Tekanan darah systolic 110-130 mmHg 5. Periksa secara berkala keakuratan instrumen yang digunakan untuk
(080205)(2) perolehan data pasien
4. Tekanan darah diastolic 80-95 mmHg
(080206) (2)

Ketidakseimbangan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen nutrisi (1100)


nutrisi: kurang dari selama 3 x 24 jam nutrisi terpenuhi dengan 1. Tentukan status gizi pasien dan kemampuan (pasien) untuk memenuhi
kebutuhan tubuh kriteria hasil: kebutuhan gizi
berhubungan Status nutrisi (1004) 2. Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk
dengan kurang 1. Asupan Gizi tercukupi (100401) (5) memenuhi persyaratan gizi
asupan makanan. 2. Asupan makanan terpenuhi /porsi makan 3. Atur diet yang diperlukan (yaitu : menyediakan makanan protein tinggi)
habis (100402) (5) 4. Ciptakan lingkungan yang optimal pada saat mengkonsumsi makanan
3. Asupan cairan 2500-3000cc dalam sehari (misal : bersih, santai, dan bebas dari bau yang menyengat)

2
(100408)(5) 5. Beri obat obatan sebelum makan (misal : penghilang rasa sakit,
4. Energi terpenuhi /tidak lemas dan malas antiemetik)
bergerak (100403)(5)
Manajemen gangguan makan (1030)
Nafsu makan (1014) 1. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengembangkan rencana
1. Hasrat/ keinginan untuk makan naik perawatan dengan melibatkan klien dan orang orang terdekatnya
(101401) (5) dengan tepat
2. Merasakan makanan/lidah tidak pahit 2. Monitor intake/ asupan dan asupan cairan secara tepat
(101404)(5) 3. Ajarkan dan dukung konsep nutrisi yang baik dengan klien (dan orang
3. Intake makanan tidak terganggu/porsi terdekat klien dengan tepat)
habis(101406) (5) 4. Dorong klien untuk mendiskusikan makanan yang disukai bersama
4. Intake nutrisi tidak terganggu (101407) (5) dengan ahli gizi
5. Observasi klien selama dan setelah pemberian minuman / makanan
Mual dan muntah:efek yang mengganggu ringan untuk meyakinkan bahwa intake/ asupan makanan yang cukup
(2106) tercapai dan dipertahankan
1. Asupan makanan tidak berkurang
(210602)(5)
2. Tidak kehilangan selera makan (210625) Pemberian makan (1050)
(5) 1. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan selama makan (misal :
3. Tidak ada malaise (210609)(5) meletakkan pispot jauh dari penglihatan)

3
2. Tanyakan pasien apa makanan yang disukai untuk dipesan
3. Atur makanan sesuai dengan kesenangan pasien
4. Sediakan makanan dalam suhu yang menyelerakan
5. Berikan air minum pada saat makan, jika diperlukan

D. Implementari

No. Jam Nama &


Tanggal Implementasi Respon
Dx (WIB) TTD

Dx. 1 15/12/2016 12.00 Manajemen Cairan (4120) 1. DS : pasien mengatakan minum 4-5
1. Menghitung Balance Cairan 24 jam gelas blimbing ukuran 250 cc sehari
dan kencingnya banyak

DO : hasil balance cairan surplus 750


cc dalam 24 jam

12.00 2. Melakukan observasi dan inspeksi status


2. DS : Pasien mengatakan masih lemes
hidrasi pasien.
DO : mukosa bibir mulai lembab dan

4
kemerahan/tidak pucat

3. Memberikan infus RL 40 Tetes/menit


11.30 3. DS : Pasien mengatakan masih lemes

DO : Terpasang infus RL

4. Memberikan snac cair disela-sela makan


dan pada saat makan yaitu jam 12, lalu
12.30 4. DS: Pasien mengatakan suka jika
jam 15.00 lalu jam 18.wib lalu jam 21.00
dikasih minum sesuai jadwal
wib
DO: Minum sudah tersedia dan
dihabiskan.
5. Memberikan asupan cairan per oral
5. DS: Pasien mengatakan siap mengikuti
sesuai poin no. 4 dan memberikan cairan
15.00 program dari rumah sakit
parenteral/IV infus RL 40 tetes/menit
DO: infus terpasang 40 tetes/menit,
cairan yang disediakan diminum habis
6. Mendorong keluarga pasien agar telaten
6. DS: Keluarga mengerti apa yang harus
15.00 dan membantu pasien untuk menyuapi
dilakukan untuk asupan makanan yang
minum dan makan sesering mungkin,

5
selalu ditawari pasien makan baik

DO: Keluarga memberi


makan/menyuapi pasien

Pengaturan Suhu (3900)

1. Mengukur suhu tiap 2 jam

1. DS: Pasien mengatakan badanya tidak


demam

DO: Suhu 36,8 0C


2. Mengukur suku dan observasi warna
kulit 2. DS:Pasien mengatakan tidak demam
10.00
3. Menyalakan AC ruangan 24 DO: Warna kulit tidak kemerahan, tidak
ada lebam

10.00 3. DS:Pasien mengatakan ruangan sudah


tidak gerah dan sumuk

DO: AC dinyalakan 24, ruangan tidak


4. Memberi edukasi pada pasien dan pengab dan gerah.

6
keluarga tentang pentingnya menjaga
suhu normal dan menjelaskan efek jika
4. DS: Pasien dan keluarga mengatakan
suhu tinggi ato rendah, akral dingin
sudah mengerti efek dari termoregulasi
10.00
yang terganggu

DO: Pasien dan keluarga bisa


mengulang apa efek termoregulasi yang
5. Merencanakan pemberian parasetamol
terganggu
500 mg per oral kalau perlu
5. DS: Pasien mengatakan tidak demam
11.00
DO: Suhu 36,8 0C, kulit tidak teraba
hangat.
Monitor Tanda-tanda Vital (6680)

1. Mengukur tekanan darah, suhu, nadi,


respiratori rate
11.00
1. DS: Pasien mengatakan deman sudah
mulai turun
2. Merencanakan pengukuran tekanan darah
DS: Suhu 36,5 0C, nadi 90x/menit, TD:
setelah minum sanmol dan injeksi

7
ceftriaxson 100/90 mmHg, RR:20 x/menit

13.00 2. DS: Pasien mengatakan tidak demam

DO: Obal sanmol tidak diberikan,


Injeksi ceftriaxone 2x1 diberikan jam
3. Mengukur nadi dan merasakan irama dan
05.00 dan jam 17.00
kekuatan denyutan
3. DS: Pasien mengatakan masih lemes
13.30
DO: Nadi 90 x/menit, masih
4. Mengidentifikasi kemungkinan penyebab
lemah/lembut.irama nadi regular.
perubahan tanda tanda vital(Mengukur
tekanan darah sehabis aktivitas dan 4. DS:Pasien mengatakan masih lelah dan
sebelum aktivitas) kadang lemah
13.00
DO: Tekanan darah habis aktivitas
110/90 mmHG, Sebelum aktivitas
100/90 mmHG
5. Mengecek keakuratan thermometer yang
digital apa baterainya habis, tensimenter
air raksa apakah air raksanya habis/tumpah 5. DS:-

8
13.00 DO: Alat/instrument dalam kondisi baik
dan berfungsi semua

Dx. 2 16/12/2016 11.00 Manajemen nutrisi (1100)


1. Mengatur diet klien dengan
1.DS : klien mengatakan nafsu makan
menyediakan makanan tinggi kalori
berkurang
tinggi protein
DO : klien diberikan diit TKTP

2. Memberikan obat anti emetik sebelum


11.30
makan 2.DS : klien mengatakan masih mual

DO : diberikan obat antiemetik


(ranitidin 1 tab)

9
11.30 3. Mendiskusikan makanan yang disukai
klien dengan ahli gizi
3.DS : klien mengatakan lebih menyukai
daging daripada sayur

DO : klien diberikan pengetahuan


12.00
tentang gizi seimbang oleh ahli gizi

4.DS : klien mengatakan hanya


4. Mengobservasi klien selama dan setelah
menghabiskan porsi makanan yang
pemberian makan/ makanan ringan untuk
disediakan dari rumah sakit
meyakinkan bahwa intake/ asupan
makanan yang cukup tercapai dan DO : terlihat sisa makanan dipiring
dipertahankan klien
12.30
1. DS: Pasien mengatakan kurang
Manajemen Gangguan Makan (1030)
makanan tidak enak/anyep
1. Kolaborasi denga ahli gizi untuk edukasi
dan penentuan diit dan program diit DO: Makanan tidak habis hanya 3
selanjutnya sendok makan
13.00
2. DS:Pasien dan keluarga tidak tahu
2. Memberikan edukasi tentang pentingnya
pentingnya asupan bagi kesembuhan
asupan makana dan melibatkan keluarga

10
dalam perawatan dan program makan DO: Tidak ada inisiatif untuk
sedikit-sedikit tapi sering menawarkan makan dan membujuk
agar pasien mau makan

3. DS: Pasien mengatakan masih mual

3. Memantau porsi makan pasien apakah DO: Makanan tidak habis hanya 3
12.30 dihabiskan atau tidak sendok makan

4. DS: Pasien mengatakjan sedikit saja


makan langsung mual mau muntah,
perut sakit
1300 4. Mengobservasi kesulitan pasien dalam
mencerna makanan dan setelah makan DO: Makan 1 sendok langsung mau

apakah ada keluhan lain muntah, tidak ada kesulitan menguyah


atau menelan.

Pemberian makan (1050)


1. Membatasi pengunjung, membersihkan 1. DS: Pasien mengatkan bising dan

11
13.00 ruangan dan member pewangi ruangan, ruangan bau
menjauhkan urinal, menutup kordyn agar
DO: Makanan tidak habis, hanya 3
tidak melihat pasien lain yang lagi sakit.
sendok makan

2. Menghidangkan makanan yang masih


hangat
2. DS: Pasien mengatakan mual-mual jika
13.00
makan

DO: Makana dimakan jika dihidangkan


3. Member teh hangat saat makan untuk
hangat
minum jika habis makan
13.00 3. DS: Pasien mengatakan mual masih

DO: The hangat diminum habis


4. Berdiskusi dengan klien untuk makan
yang disukai saat ini. 4. DS: Pasien mengatakan tidak suka semua
makan, semua jeleh kalau dimakan
13.00
5. DO: Tidak minat dengan makanan yang
disajikan atau makana yang dibawa
sendiri dari rumah, porsi makan tidak

12
pernah habis.

E. EVALUASI

Jam No. Nama &


Tanggal Catatan Perkembangan
(WIB) DX TTD

16/12/2016 14.00 Dx.1 S : Klien mengatakan sudah tidak sering merasakan haus, masih lemes, demam sudah mulai
turun,

O : Keadaan umum cukup, kesadaran composmentis, Mukosa bibir sudah tidak kering sekali dan
sudah merah tidak pucat,

TD : 100/70 mmHg
Nadi : 90 x/mnt
Suhu : 36,50C

13
RR : 20 x/mnt
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi :
Pengaturan Suhu (3900)
1. Sesuaikan suhu lingkungan untuk kebutuhan pasien
2. Diskusikan pentingnya termoregulasi dan kemungkinan efek negatif dari demam yang
berlebihan, sesuai kebutuhan

Monitor Tanda Tanda Vital (6680)


1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan status pernafasan dengan tepat
2. Monitor tekanan darah setelah pasien minum obat jika memungkinkan
3. Monitor keberadaan dan kualitas nadi
4. Identifikasi kemungkinan penyebab perubahan tanda tanda vital
5. Periksa secara berkala keakuratan instrumen yang digunakan untuk perolehan data pasien

Manajemen Cairan (4120)


1. Jaga intake/ asupan yang akurat dan catat output (pasien)
2. Monitor status hidrasi (misal : membran mukosa lembab)
3. Berikan terapi IV, seperti yang ditentukan
4. Dukung pasien dan keluarga untuk membantu dalam pemberian makanan dengan baik

14
30/10/2016 14.00 Dx.2 S: Pasien mengatakan masih mual, tidak nafsu makan, perut mules dan cepet kenyang jika makan
nasi/bubur, mencium bau makanan langsung munjuk/mual.

O: Makanan tidak habis, asupan makan 4-5 sendok, masih lemes, asupan cairan cukup the hangat
manis habis setiap disajikan, tidak ada selera makan atau tidak tertarik dengan menu yang
disajikan.

A: Masalah belum teratasi

P: Rencana tindakan keperawatan dilanjutkan

Manajemen nutrisi (1100)


1. Tentukan status gizi pasien dan kemampuan (pasien) untuk memenuhi kebutuhan gizi
2. Tentukan jumlah kalori dan jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan
gizi
3. Atur diet yang diperlukan (yaitu : menyediakan makanan protein tinggi)
4. Ciptakan lingkungan yang optimal pada saat mengkonsumsi makanan (misal : bersih,
santai, dan bebas dari bau yang menyengat)
5. Beri obat obatan sebelum makan (misal : penghilang rasa sakit, antiemetik)
Manajemen gangguan makan (1030)
1. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengembangkan rencana perawatan dengan
melibatkan klien dan orang orang terdekatnya dengan tepat

15
2. Monitor intake/ asupan dan asupan cairan secara tepat
3. Ajarkan dan dukung konsep nutrisi yang baik dengan klien (dan orang terdekat klien
dengan tepat)
4. Dorong klien untuk mendiskusikan makanan yang disukai bersama dengan ahli gizi
5. Observasi klien selama dan setelah pemberian minuman / makanan ringan untuk
meyakinkan bahwa intake/ asupan makanan yang cukup tercapai dan dipertahankan
Pemberian makan (1050)
1. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan selama makan (misal : meletakkan pispot jauh
dari penglihatan)
2. Tanyakan pasien apa makanan yang disukai untuk dipesan
3. Atur makanan sesuai dengan kesenangan pasien
4. Sediakan makanan dalam suhu yang menyelerakan
5. Berikan air minum pada saat makan, jika diperlukan

16