Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS PUSKESMAS PEJERUK

TATALAKSANA SKABIES

ICD-10 B86 Scabies


1. Pengertian Skabies adalah penyakit yang disebabkan infestasi
dan sensitisasi kulit oleh tungau Sarcoptes scabiei
dan produknya. Penyakit ini berhubungan erat
dengan higiene yang buruk.

2. Anamnesis Keluhan :
1. Pruritus nokturna, yaitu gatal yang hebat
terutama pada malam hari atau saat penderita
berkeringat.
2. Lesi timbul di stratum korneum yang tipis,
seperti di sela jari, pergelangan tangan dan
kaki, aksila, umbilikus, areola mammae dan di
bawah payudara (pada wanita) serta genital
eksterna (pria).

Faktor resiko :
1. Masyarakat yang hidup dalam kelompok
yang padat seperti tinggal di asrama atau
pesantren.
2. Higiene yang buruk.
3. Sosial ekonomi rendah seperti di panti
asuhan, dan sebagainya.
4. Hubungan seksual yang sifatnya
promiskuitas.

3. Pemeriksaan Fisik Lesi kulit berupa terowongan (kanalikuli) berwarna


putih atau abuabu dengan panjang rata-rata 1 cm.
Ujung terowongan terdapat papul, vesikel, dan bila
terjadi infeksi sekunder, maka akan terbentuk
pustul, ekskoriasi, dan sebagainya.Pada anak-anak,
lesi lebih sering berupa vesikel disertai infeksi
sekunder akibat garukan sehingga lesi menjadi
bernanah.
4. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan mikroskopis dari kerokan kulit untuk
menemukan tungau.
5. Kriteria Diagnosis Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan
pemeriksaan fisik dan penunjang.
6. Diagnosis Kerja Skabies
7. Diagnosis banding 1. Pioderma
2. Impetigo
3. Dermatitis
4. Pedikulosis korporis
8. Tatalaksana 1. Medikamentosa
Salep 2-4 dioleskan di seluruh tubuh,
selama 3 hari berturut-turut, dipakai setiap
habis mandi.
Krim permetrin 5% di seluruh tubuh.
Setelah 10 jam, krim permetrin dibersihkan
dengan sabun.
Terapi skabies ini tidak dianjurkan pada
anak < 2 tahun.
9. Edukasi 1. Tidak menggunakan peralatan pribadi secara
bersama-sama dan alas tidur diganti bila
ternyata pernah digunakan oleh penderita
skabies.
2. Menghindari kontak langsung dengan penderita
skabies.

10. Prognosis Ad vitam : Bonam


Ad functionam : Bonam
Ad sanationam : Bonam
11. Tingkat Evidens
12. Tingkat Rekomendasi
13. Kriteria Rujukan Apabila keluhan masih dirasakan setelah 1
bulan paska terapi.
14. Tujuan Rujukan Dokter Spesialis Kulit Kelamin
15. Penelaah Kritis 1. Dr. Alfi Syahrin
2. Dr. Ni Wayan Diptaningsih
3. Dr. Dwi Fachrul
4. Dr. Aini Pusva Dewi
16. Indikator Keluhan membaik
17. Kepustakaan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor Hk. 02.02/Menkes/514/2015 tentang
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama