Anda di halaman 1dari 1

OPTIMASI KOMPOSISI CAMPURAN MINYAK NON-PANGAN

PADA SINTESIS BIODIESEL MENGGUNAKAN REACTIVE DISTILLATION


DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN

DISUSUN OLEH : DOSEN PEMBIMBING :


1. DODY HERDIAN SAPUTRA RIYADI 1. Dr. RATNA DEWI KUSUMANINGTYAS, S.T., M.T.
2. RESHITA AMALIA RAMADHANI 2. BAYU TRIWIBOWO, S.T., M.T.

LATAR BELAKANG

1. Tingginya konsumsi BBM pada era teknologi sekarang ini yang berasal dari energi fosil mencapai 96%.
2. Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti energi fosil. Biodiesel dapat
dibuat dari berbagai minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak sawit, dll. Minyak yang masih berpotensi
untuk produk biodiesel adalah minyak non-pangan karena tidak bersaing dalam bidang pangan.
3. Sintesis biodiesel dari campuran minyak non-pangan antara minyak jarak pagar, minyak jelantah,
minyak nyamplung menggunakan reactive distillation dan dioptimasi dengan metode simplex lattice design.

METODE PENELITIAN
2 1

3
ALAT
BAHAN
4
4
3 Keterangan :
Keterangan: 7
6 1. Campuran minyak non-pangan
2. Metanol+ mah (II) klorida
1. Minyak Jarak 5 6
3. Kondensor
2. Minyak Nyamplung 4. Termometer
1 2 3 6
3. Minyak Jelantah 4
5. Heater-s rrer
4. Metanol 6. Packed Reac ve Dis lla on
4
Column
5. Katalis Timah (II) Klorida 9 7. Mixer
8
6. Katalis NaOH 8. Power stat
5
9. Reboiler
10
10. Storage Tank
4 5 6

Pengujian Validasi

Formula Bahan
Baku Esterikasi
Minyak Jarak, Minyak
Nyamplung, Minyak Jelantah Konversi FFA (Free
Basis 100 Satuan Volume FattyAcid)

Transesterikasi

Simplex Lattice
Design.

Biodiesel

Kondisi Operasi:
1. Suhu 60 C
Esterikasi 2. Waktu Operasi 120
menit
1. Densitas
Simplex Lattice
Variabel tetap: 2. Kadar Alkil ester
Design.
1. Perbandingan Mol
Minyak:Metanol ; 1 : 60
2. 5% Katalis Timah (II) Klorida
Eksperimen
Optimasi Uji Fisis

HASIL PENELITIAN
1. TAHAP EKSPERIMEN 2. TAHAP ANALISIS

Analisis Metode untuk Respon Penurunan Nilai FFA Campuran


Minyak Non-Pangan
Signifikan
Respon Model Keterangan
(p<0,05)
AB Kuadratik 0.7807 Tidak signifikan
AC Kuadratik 0.0716 Tidak signifikan
BC Kuadratik <0.0001 Signifikan
Keterangan:
A = Minyak Jelantah
B = Minyak Jarak
C = Minyak Nyamplung

4. UJI FISIS BIODIESEL 3. TAHAP OPTIMASI DAN VALIDASI

PEMISAHAN GLISEROL PENCUCIAN NaOH


DAN METIL ESTER DENGAN AQUADES

Solutions
Number Minyak Minyak Minyak Konversi FFA Konversi FFA
Jelantah Jarak Nyamplung Prediksi Eksperimen
t I Y t . {b L (mL) (mL) (mL) (%) (%)
t b b { b L Y
5 pada 40oC 884 kg/m3 850-890 kg/m3 Memenuhi 1 25.000 37.278 37.722 85.938 86.03
Kadar Alkil Ester 99.65% Min. 96,5% Memenuhi

KESIMPULAN
1. Komposisi campuran minyak non-pangan yang paling berpengaruh adalah minyak jarak pegar dan
minyak nyamplung

2. Komposisi campuran bahan baku minyak non-pangan antara minyak jarak pagar, minyak nyamplung,
dan minyak nyamplung dengan metode simplex lattice design menghasilkan konversi antara 70.59%-85.60% dan
konversi optimum sebesar 86.03% dengan komposisi campuran 37.291 ml minyak jarak pagar,
37.709 ml minyak nyamplung, dan 25 ml minyak jelantah.

3. Biodiesel yang dihasilkan oleh metode simplex lattice design memiliki sifat fisis sebagai berikut:
densitas 884 kg/m3, kadar metil ester 99.65%.