Anda di halaman 1dari 28

PROFIL

BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN


TAHUN 2008

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I


TANJUNG PRIOK

[Profil Bid.PRL 2007] Page 1


BAGAN ORGANISASI BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN
KKP KELAS I TANJUNG PRIOK
(KEPMENKES RI NOMOR : 356/MENKES/PER/IV/2008)

KEPALA
BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN
(AHMAD RIZAL, SKM, M.EPID)

SEKSI SEKSI
SANITASI DAN DAMPAK PENGENDALIAN VEKTOR & BINATANG
RISIKO LINGKUNGAN PENULAR PENYAKIT
(ALI ISHA WARDHANA, SKM, MKM) (AGUS SYAH F.H, SKM)

KEGIATAN KEGIATAN

PEMERIKSAAN HYGI ENE SANI TASI KAPAL PENGENDALI AN TI KUS DAN PI NJAL
PENGAMANAN MAKANAN & MI NUMAN
PENGAWASAN PENYEDI AAN AI R BERSI H PENGENDALI AN NY AMUK
PENGAWASAN SANI TASI GEDUNG / PENGENDALI AN LALAT DAN KECOA
BANGUNAN DAN PERUSAHAAn PENGAWASAN PESTI SI DA
PENGAWASAN PENCEMARAN UDARA /
AI R / TANAH
PENGAWASAN SARANA KESEHATAN
LINGKUNGAN

I. UNSUR MANAJEMEN BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN


A. Tenaga
Saat ini jumlah tenaga yang ada di Bidang Pengendalian Risiko
Lingkungan (PRL) sebanyak 15 orang, 3 diantaranya adalah pejabat
struktural sedangkan lainnya merupakan tenaga teknis yang berlatar
belakang pendidikan kesehatan dan umum. Secara rinci jumlah dan
kualifikasi tenaga yang ada dapat dilihat pada tabel 1 berikut :
Tabel : 1
Jumlah Dan Kualifikasi Tenaga
Di Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan Tahun 2008

No Pendidikan Jumlah
1 S2 Kesehatan Masyarakat 2 orang
2 S1 Kesehatan Masyarakat 4 orang
3 AKL 4 orang
4 SPPH 1 orang
5 SLTA 3 orang
6 SD 1 orang
TOTAL 15 orang

B. Anggaran

[Profil Bid.PRL 2007] Page 2


Besar anggaran untuk kegiatan Bidang PRL disesuaikan dengan
volume kegiatan yang ada. Fluktuasi besar anggaran tersebut dapat
dilihat pada tabel 2 berikut :

Tabel : 2
Besar Anggaran Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan
Tahun 2005 2009

No Tahun Anggaran (Rp)


1 2005 176.230.000
2 2008 1.593.548.000
3 2007 1.139.736.000
4 2008 881.167.000
5 2009 1.207.715.000

C. Sarana Dan Peralatan


Untuk memperlancar kegiatan dan meningkatkan profesionalisme dalam
menjalankan tupoksinya, Bidang PRL telah memiliki berbagai sarana dan
peralatan pendukung. Jumlah sarana dan peralatan yang telah dimiliki
oleh Bidang PRL dapat dilihat pada tabel 3 berikut :
Tabel : 3
Sarana Dan Peralatan Yang Dimiliki Oleh Bidang PRL
Tahun 2007

No Sarana/ Peralatan Jumlah Kondisi


1 Kendaraan operasional roda 4 4 unit Baik
2 Kendaraan operasional roda 2 2 unit Baik
3 Alat pemberantasan nyamuk 12 unit Baik
(mesin fogging)
4 Alat pemberantasan lalat/kecoa 3 unit Baik
(mist blower)
5 Laboratorium vektor & alat 1 p a k et Baik
6 Laboratorium lingkungan & alat 1 p a k et Baik
7 Alat pengolah data (komputer & 7 unit Baik
laptop)

[Profil Bid.PRL 2007] Page 3


II. TUGAS POKOK BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN
Melaksanakan perencanaan, pemantauan dan evaluasi serta
penyusunan laporan di bidang pengendalian vektor dan binatang penular
penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, jejaring kerja, kemitraan, kajian
dan pengembangan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan bidang
pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan
lintas batas darat negara.

III. FUNGSI BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN


1. Pengawasan Penyediaan Air Bersih
a. Inspeksi Sanitasi sarana penyediaan air bersih
b. Pengambilan & pemeriksaan sampel air
c. Pemeriksaan sampel air
d. Pembinaan pengelolaan sarana penyediaan air bersih
e. Penerbitan sertifikasi
f. Diseminasi informasi dalam pengawasan PAB
g. Pengembangan jejaring kerja dan kemitran dalam
pengawasan PAB
h. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pengawasan PAB
i. Penyelenggaraan diklat dalam pengawasan PAB

2. Pengamanan Makanan Dan Minuman


a. Pendaftaran TPM (Tempat Pengelolaan Makanan)
b. Inspeksi Sanitasi TPM
c. Pengambilan & pengiriman sampel makanan/minuman
d. Pemeriksaan sampel makanan/minuman
e. Penilaian tingkat mutu TPM
f. Pembinaan pengelolaan TPM
g. Penerbitan sertifikasi/tanda terdaftar
h. Diseminasi informasi dalam pengamanan makmin
i. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam
pengamanan makmin
j. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pengamanan
makmin
k. Penyelenggaraan diklat dalam pengamanan makmin

[Profil Bid.PRL 2007] Page 4


3. Pengawasan Hygiene Sanitasi Gedung/Bangunan Dan Perusahaan
(GBP)
a. Inspeksi Sanitasi GBP
b. Pengambilan & pengiriman sampel lingkungan
c. Pemeriksaan sampel lingkungan
d. Pembinaan pengelola sarana GBP
e. Penerbitan sertifikasi
f. Diseminasi informasi dalam sanitasi GBP
g. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam sanitasi GBP
h. Kajian dan pengembangan teknologi dalam sanitasi GBP
i. Penyelenggaraan diklat dalam sanitasi GBP
4. Pengawasan Pencemaran Udara, Air Dan Tanah (PUAT)
a. Identifikasi sumber pencemar
b. Kajian pencemaran Udara, Air dan Tanah
c. Pembinaan pengelolaan lingkungan
d. Diseminasi hasil pengawasan
e. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam
pengawasan PUAT
f. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pengawasan PUAT
g. Penyelenggaraan diklat dalam pengawasan PUAT

5. Pemeriksaan Dan Pengawasan Hygiene Sanitasi Kapal


a. Pemeriksaan hygiene sanitasi kapal
b. Pengambilan, pengiriman dan pemeriksaan sampel
c. Tindakan disinseksi, disinfeksi, deratisasi dan dekontaminasi
d. Pembinaan pengelolaan sanitasi kapal
e. Pemberian rekomendasi sertifikasi
f. Diseminasi hasil pemeriksaan/pengawasan
g. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam HS kapal
h. Kajian dan pengembangan teknologi dalam HS kapal
i. Penyelenggaraan diklat dalam HS kapal

6. Pemberantasan Nyamuk
a. Survai tingkat kepadatan nyamuk / jentik
b. Pemberantasan nyamuk/jentik (Larvatisasi, fogging / pengasapan)
c. Pembinaan pengelolaan pemberantasan nyamuk
d. Pemberian rekomendasi sertifikasi
e. Diseminasi informasi dalam pemberantasan nyamuk

[Profil Bid.PRL 2007] Page 5


f. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam
pemberantasan nyamuk
g. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pemberantasan
nyamuk
h. Penyelenggaraan diklat dalam pemberantasan nyamuk

7. Pemberantasan Tikus Dan Pinjal


a. Pemeriksaan tanda tanda kehidupan tikus
b. Pemasangan perangkap tikus
c. Identifikasi & penyisiran tikus
d. Identifikasi pinjal
e. Pengawasan tindakan pemberantasan tikus (fumigasi,
peracunan)
f. Pembinaan pengelolaan pemberantasan tikus
g. Pemberian rekomendasi sertifikasi
h. Diseminasi informasi dalam pemberantasan tikus dan pinjal
i. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam
pemberantasan tikus dan pinjal
j. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pemberantasan tikus
dan pinjal
k. Penyelenggaraan diklat dalam pemberantasan tikus dan pinjal

8. Pemberantasan Lalat Dan Kecoa


a. Survei tingkat kepadatan lalat dan kecoa
b. Pemberantasan lalat dan kecoa (pemercikan /mist blower,
peracunan)
c. Pembinaan pengelolaan pemberantasan lalat dan kecoa
d. Pemberian rekomendasi sertifikasi
e. Diseminasi informasi dalam pemberantasan lalat dan kecoa
f. Pengembangan jejaring kerja da n kemitraan dalam
pemberantasan lalat dan kecoa
g. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pemberantasan lalat
dan kecoa
h. Penyelenggaraan diklat dalam pemberantasan lalat dan kecoa

9. Pengawasan Pestisida
a. Inspeksi Sanitasi TP2
b. Pengambilan & pemeriksaan sampel

[Profil Bid.PRL 2007] Page 6


c. Pembinaan thd pengelola sarana TP2
d. Pemberian rekomendasi sertifikasi
e. Diseminasi informasi dalam pengawasan pestisida
f. Pengembangan jejaring kerja dan kemitraan dalam
pengawasan pestisida
g. Kajian dan pengembangan teknologi dalam pengawasan
pestisida
h. Penyelenggaraan diklat dalam pengawasan pestisida

IV. PROFIL KEGIATAN


1. Sanitasi dan Dampak Risiko Lingkungan
1.1. Pengawasan Penyediaan Air Bersih
Kegiatan pengawasan penyediaan air bersih yang dilaksanakan
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok tahun 2008, sebagai
berikut :
a. Inspeksi Sanitasi Sarana Penyediaan Air Bersih
Jumlah sarana penyediaan air bersih yang terdata pada Kantor
Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok sebanyak 168 buah
PAB.

Kegiatan Inspeksi sanitasi pada tahun 2008 dilakukan terhadap


seluruh sarana PAB tersebut, yang berarti cakupan realisasinya
mencapai 100%. Kegiatan Inspeksi sanitasi pada tahun 2008
dilakukan dengan cara menilai secara langsung terhadap seluruh
sarana PAB tersebut dengan menggunakan form pemeriksaan IS
yang ada. Cakupan hasil IS sarana PAB tahun 2008 adalah 100%
(target tahun 2008 adalah 65%) jadi kegiatan Inspeksi Sanitasi
sarana PAB ini telah mencapai target yang ditetapkan.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 7


Gambar : 1

Hasil inspeksi sanitasi tersebut menunjukkan bahwa sarana PAB


yang memiliki tingkat risiko pencemaran rendah sebanyak 1616
sarana PAB sedang yang memiliki tingkat risiko pencemaran tinggi
sebanyak 400 buah sarana PAB. Hal ini berarti bahwa sarana PAB
yang kondisi sanitasinya baik, baru mencapai ........%

Gambar : 2

b. Pengambilan dan pengiriman sampel air


Kegiatan pengambilan sampel air sarana PAB tahun 2008
dilaksanakan setiap bulan dan dikirim ke BBTKL Jakarta. Total
sampel air yang diambil di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun

[Profil Bid.PRL 2007] Page 8


2008 sebanyak 769 sampel, sedang target pengambilan dan
pengiriman sampel air bersih sebanyak 540 sampel.
Dengan demikian realisasi kegiatan pengambilan / pengiriman
sampel air bersih pada tahun 2008 telah mencapai 100%.

c. Pemeriksaan sampel air


Pemeriksaan kualitas air sarana PAB dilakukan di BBTKL
PPM Jakarta, di instalasi laboratorium KKP Kelas I Tanjung Priok
dan di lapangan bersamaan saat pengambilan sampel air.
Jumlah sampel air sarana PAB yang di periksa pada tahun
2008, sebanyak 769 sampel. Parameter yang diperiksakan ke
BBTKL PPM Jakarta adalah pemeriksaan secara fisika, kimia
terbatas dan bakteriologis (MPN coli dan E. Coli). Parameter
pemeriksaan Sampel air bersih yang diperiksa di lapangan
adalah pemeriksaan phisik, pH dan Chlor, sedangkan yang
diperiksa pada instalasi laboratorium KKP Kelas I Tanjung Priok
adalah pH, chlor, temperatur, turbidity, ORP, conductivity. Total
hasil pemeriksaan menunjukan bahwa 664 sampel memenuhi
syarat (86%) dan 104 sampel (14%) tidak memenuhi syarat
seperti terlihat pada grafik 4 dibawah ini.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 9


Gambar : 4

d. Pembinaan pengelolaan sarana penyediaan air bersih


Pelaksanaan pembinaan dilakukan bersamaan dengan
pelaksanaan inspeksi sanitasi terhadap sarana air bersih.
Pelaksanaan kegiatan pembinaan ditujukan kepada para
pengelola sarana air bersih yang berarti mencapai 100%, sedang
target yang diharapkan pada tahun 2008 sebesar 65%.

e. Diseminasi informasi dalam pengawasan PAB


Kegiatan desiminasi dilaksanakan setelah adanya hasil
pemeriksaan sampel air bersih di laboratorium yang dilakukan
setiap bulan.
Hal ini berarti telah sesuai dengan target yang diharapkan yakni 12
kali pada tahun 2008. Informasi yang disampaikan adalah hasil
pemeriksaan sampel dan upaya upaya yang harus dilakukan

[Profil Bid.PRL 2007] Page 10


agar kualitas air pada sarana PAB di Pelabuhan selalu terjamin
sehat dan aman.
f. Penerbitan sertifikasi
Penerbitan sertifikasi dilakukakan terhadap sarana air bersih yang
dianggap sehat dan layak untuk dipakai sebagai air bersih sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Pelaksanaan penerbitan sertifikasi
ini bersamaan dengan diseminasi informasi.

2. Pengamanan Makanan dan Minuman

Kegiatan pengamanan makanan dan minuman yang dilaksanakan


Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok tahun 2008, sebagai
berikut :
a. Pendaftaran TPM
Kegiatan pendaftaran tempat pengelolaan makanan/minuman
(TPM) pada tahun 2008 dilakukan sebanyak 1 kali, khususnya
rumah makan.
Hasil pendataan : tempat pengelolaan makanan yang terdaftar
sebanyak 76 buah TPM, dengan rincian :
- Rumah makan, sebanyak 32 buah
- Jasaboga, sebanyak 19 buah
- Makanan jajanan (asongan), sebanyak 20 buah
- Leveransir supply bahan makanan di kapal, sebanyak 5 buah

b. Inspeksi sanitasi TPM


Kegiatan inspeksi sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPM)
pada tahun 2008 dilakukan terhadap 76 TPM yang ada. Dengan
demikian pencapaian kegiatan inspeksi sanitasi TPM telah
[Profil Bid.PRL 2007] Page 11
melebihi dari yang ditargetkan pada tahun 2008 yakni sebesar
65%. Hasil inspeksi sanitasi menunjukkan bahwa 4% TPM sangat
baik, 92% baik, 4% tidak baik, untuk lebih jelasnya, dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar : 5
HASIL INSPEKSI SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK TAHUN 2008

c. Pengambilan dan pengiriman sampel makanan/minuman


Pengambilan dan pengiriman sampel makanan/minuman yang
dilaksanakan pada tahun 2008, sebanyak 853 sampel dan telah
melebihi dari yang ditargetkan yaitu : sebanyak 130 sampel. Hasil

[Profil Bid.PRL 2007] Page 12


pemeriksaan sampel tersebut menunjukkan bahwa semuanya
memenuhi syarat, sehingga makanan/minuman yang dijual layak
untuk dikonsumsi.

d. Pemeriksaan sampel makanan / minuman


Kegiatan pemeriksaan sampel makanan / minuman dilaksanakan
oleh BBTKL Jakarta yakni sebanyak 853 sampel Makmin. Walaupun
dana tidak terealisir, namun pengambilan sampel tersebut dapat
dilaksanakan sesuai yang ditargetkan pada tahun 2008. Hasil
pemeriksaan sampel menunjukkan bahwa semuanya memenuhi
syarat.

e. Pembinaan pengelolaan TPM


Kegiatan pembinaan pengelolaan TPM dilakukan bersamaan
pada saat pelaksanaan inspeksi sanitasi terhadap sejumlah TPM
yang diinspeksi. Hal ini berarti kegiatan ini juga mencapai 74,1%
yang melebihi yang ditargetkan pada tahun 2008 yakni 35%.

f. Penerbitan tanda daftar


Kegiatan penerbitan tanda daftar diberikan kepada 76 TPM
(jasa boga dan rumah makan) yang beroperasi di wilayah
pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini berarti kegiatan ini juga
mencapai 100% yang melebihi yang ditargetkan pada tahun 2008
yakni 30%.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 13


g. Diseminasi informasi dalam pengamanan Makmin
Kegiatan diseminasi informasi ini dilakukan terhadap pengelola
TPM pada saat pelaksanaan inspeksi sanitasi dan penilaian tingkat
mutu tentang hasil inspeksi & penilaian terhadap TPM yang
dimilikinya. Hasil pengamanan makanan juga diinformasikan
kepada sektor terkait untuk ditindaklanjuti sesuai tugasnya masing
masing.

3. Hygiene Sanitasi Kapal


Kegiatan pemeriksaan hygiene sanitasi kapal yang dilaksanakan
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok pada tahun 2008,
antara lain sebagai berikut :
a. Pemeriksaan hygiene sanitasi kapal
Kegiatan pemeriksaan hygiene sanitasi kapal pada tahun 2008
dilakukan terhadap kapal dari dalam dan luar negeri (baik kapal
dari Negara terjangkit maupun kapal dari Negara sehat).
Hasil pemeriksaan kapal menunjukkan bahwa; dari 1189 kapal
yang masuk terdata Pelabuhan Tanjung Priok, pemeriksaan
hygiene sanitasi dilakukan terhadap 1137 kapal atau hanya 95.6
%.
Hasil pemeriksaan hygiene sanitasi kapal di Pelabuhan Tanjung
Priok dan wilayah Kerja secara terperinci dapat dilihat pada grafik
dibawah ini.

Gambar : 6

[Profil Bid.PRL 2007] Page 14


Hasil pemeriksaan hygiene sanitasi kapal pada tahun 2008
menunjukkan bahwa 98% kapal yang sehat.

b. Pemberian rekomendasi sertifikasi


Pemberian rekomendasi diberikan kepada kapal yang telah
dilakukan pemeriksaan hygiene sanitasi, yang berarti 100 % kapal
telah diberi rekomendasi sertifikasi.

c. Diseminasi informasi HS kapal


Kegiatan diseminasi dilakukan terhadap para pelaksana
pemeriksa lapangan hygiene sanitasi kapal, dengan harapan
kesamaan persepsi dan pemantapan hasil pemeriksaan tersebut.

4. Hygiene Sanitasi Gedung / Bangunan dan Perusahaan

a. Inspeksi Sanitasi Gedung / bangunan dan perusahaan


Hasil kegiatan inspeksi sanitasi terhadap Gedung / bangunan
dan perusahaan pada tahun 2008 termasuk inspeksi sanitasi
bak sampah / riol / jamban umum dan higiene sanitasi
lingkunga Terminal penumpang yang ada di dalam GBP
tersebut, yakni :
Jumlah Gedung/bangunan dan perusahaan yang terdaftar
pada Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 110 buah gedung /
bangunan dan perusahaan, sedangkan yang diperiksa
hanya 18 Gedung / bangunan atau 16.3%. Dengan

[Profil Bid.PRL 2007] Page 15


demikian realisasi kegiatan inspeksi sanitasi gedung /
bangunan dan perusahaan tidak mencapai target dari yang
telah ditentukan yaitu sebesar 65%.
.

2. Pengendalian Vektor Dan Binatang Penular Penyakit


1. Pemberantasan lalat
Kegiatan pemberantasan lalat yang telah dilaksanakan pada tahun
2008, sebagai berikut :
a. Survei tingkat kepadatan lalat
Kegiatan survei tingkat kepadatan lalat pada tahun 2008
dilakukan sebanyak 7 kali, yakni pada bulan februari, maret, mei,
juni, agustus, oktober, dan Desember 2008 dengan rata rata
tingkat kepadatan lalat sebesar 4.2 termasuk dalam kategori
kepadatan sedang. Tingkat kepadatan lalat menurut bulan di
Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2008, digambarkan sebagai berikut
:
Gambar : 7

[Profil Bid.PRL 2007] Page 16


2. Pemberantasan tikus dan pinjal
Kegiatan pemberantasan tikus dan pinjal yang dilaksanakan masih
menjangkau wilayah daratan pelabuhan, dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
a. Pemeriksaan tanda tanda kehidupan tikus
Kegiatan pemeriksaan tanda tanda kehidupan tikus
dilaksanakan pada gudang di wilayah daratan pelabuhan
sebanyak 24 gudang dan total frekuensi pemeriksaan terhadap
gudang tersebut sebanyak 24 kali. Kenyataan menunjukkan
bahwa setiap pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya tanda
tanda kehidupan tikus sehingga pada gudang tersebut perlu
dipasang perangkap. Pada tahun 2008, kegiatan pemeriksaan
tanda tanda kehidupan tikus ditargetkan terhadap 35% dari
sejumlah gudang yang ada, namun ternyata seluruh gudang
sebanyak 24 buah dapat diperiksa, yang berarti realisasi
kegiatan mencapai 100%.

b. Pemasangan perangkap
Kegiatan pemasangan perangkap tikus dilaksanakan pada
gudang yang tampak ada tanda tanda kehidupan tikus.
Penjumlahan gudang sebanyak 24 buah, sedang interval
gudang yang dipasang perangkap dan frekuensi
pemasangannya setiap bulan adalah 24 kali. Total penjumlahan
perangkap yang dipasang sebanyak 8.640 buah dan jumlah tikus
terperangkap / tertangkap sebanyak 978 ekor. Hal ini berarti

[Profil Bid.PRL 2007] Page 17


bahwa ratio tikus tertangkap 1 : 9 dengan pengertian bahwa
dari 9 buah perangkap yang dipasang, hanya 1 perangkap
yang berhasil memerangkap tukus.

Kegiatan pemberantasan tikus dan pinjal di Pelabuhan Tanjung


Prior tahun 2008 digambarkan sebagai berikut:
Gambar : 9

KEGIATAN PEMASANGAN PERANGKAP TIKUS


DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK TAHUN 2006
800

700
Jumlah perangkap yang
600 dipasang
JUMLAH

500 Jumlah gudang yg dipasang


perangkap
400
Frekuensi pemasangan
300 perangkap per bulan
200 Jumlah tikus yg ter perangkap

100

0
ei
ril
et

op er
ri

O er
Ag uli

pt us
ni
i

es er

r
ar

be
a

Ap

M
ar

Ju

N ob
b
J

b
Se st
nu

em

em
M

em
br

kt
Ja
Pe

BULAN

Pada tahun 2008, kegiatan pemasangan perangkap tikus


ditargetkan terhadap 35% dari sejumlah gudang yang ada,
namun ternyata seluruh gudang sebanyak 24 buah dapat
dipasang perangkap, yang berarti realisasi kegiatan mencapai
100%.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 18


c. Identifikasi dan penyisiran tikus
Kegiatan identifikasi tikus dilakukan terhadap setiap tikus yang
terperangkap dan dilanjutkan dengan penyisiran tikus tersebut.
Pada tahun 2008, jumlah tikus tertangkap sebanyak 978 ekor,
semuanya disisir untuk mendapatkan pinjalnya, dengan rincian :
432 ekor berjenis Rattus rattus, 306 ekor berjenis Mus musculus, 178
ekor berjenis Rattus norvegicus dan 62 ekor berjenis Suncus
murinus.
Pada tahun 2008, kegiatan identifikasi dan penyisiran tikus
ditargetkan terhadap 35% tikus tertangkap, yang berarti realisasi
kegiatan mencapai 100%.

d. Identifikasi pinjal
Kegiatan identifikasi pinjal dilakukan dari hasil penyisiran setiap
ekor tikus yang terperangkan/ditangkap. Jumlah pinjal yang
ditemukan dari hasil penyisiran pada tahun 2008 sebanyak 244
ekor pinjal yang seluruhnya spesies Xenopshylla cheopis.
Index pinjal (Flea Index) pada tahun 2008 sebesar 0,25,
sedangkan ketentuan IHR 1969 Flea Index maksimal adalah 1.
Dengan demikian, ratio tikus yang dihinggapi pinjal sebesar 1 : 4
dengan maksud bahwa dari 4 tikus yang tertangkap, salah 1 tikus
terdapat pinjal.
Memakai kurva regresi, kecenderungan index pinjal (Flea Index)
pada tahun 2008 per bulan, menunjukkan penurunan yang
bermakna (P = 0.00), yang dapat dilihat pada gambar berikut
ini

[Profil Bid.PRL 2007] Page 19


Gambar : 10
KECENDERUNGAN INDEX PINJAL (FLEA INDEX)
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK TAHUN 2008

INDEXPIN
.4

.3

.2

Obs erved

.1 Linear
0 2 4 6 8 10 12 14

BULAN

P = 0,000 95% Confidence interval : 0,3873 -0,0223

e. Diseminasi informasi dalam pemberantasan tikus


Kegiatan diseminasi informasi dalam pemberantasan tikus
dilakukan setelah pemasangan perangkap tikus dan ditujukan
terhadap para pengelola gudang dan sekaligus dilakukan
pembinaan. Pada tahun 2008, kegiatan diseminasi informasi
dalam pemberantasan tikus ditargetkan terhadap 35%
pengelola gudang, yang berarti realisasi kegiatan mencapai
100%.

f. Pembinaan pengelolaan pemberantasan tikus


Pembinaan pengelolaan pemberantasan tikus ditujukan
terhadap para pengelola gudang dan langsung dilakukan
setelah pelaksanaan kegiatan pemasangan perangkap tikus.
Pada tahun 2008, seluruh pengelola gudang telah diberikan
pembinaan, sedang yang ditargetkan sebesar 35% dari sejumlah
pengelola gudang yang ada.
3. Pemberantasan nyamuk
Kegiatan pemberantasan nyamuk yang dilaksanakan menjangkau
wilayah daratan pelabuhan termasuk perimeter dan buffer, dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
a. Survai tingkat kepadatan jentik/nyamuk
Kegiatan survei tingkat kepadatan nyamuk/jentik yang
dilaksanakan pada Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas I Tanjung

[Profil Bid.PRL 2007] Page 20


Priok pada tahun 2008 diarahkan pada vektor penyakit Dengue
Haemorragic Fever/Demam Berdarah. Hasil survei tingkat
kepadatan jentik pada tahun 2008 :
Perimeter area :
- Bangunaan diperiksa, dengan penjumlahan 960 bangunan,
- Container diperiksa, dengan penjumlahan 2.233 container
- Container Index, sebesar 0
- House Index, sebesar 0
- Breteau Index, sebesar 0
Buffer area :
- Bangunaan dengan penjumlahan 1.565 bangunan,
- Container dengan penjumlahan 3.638 container
- Container Index sebesar 0,04
- House Index sebesar 0,06
- Breteau Index sebesar 0,07
Perkembangan jumlah bangunan yang diperiksa dalam survei
tingkat kepadatan jentik pada tahun 2008 tampak tampak
meningkat, dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar : 11
PERKEMBANGAN JUMLAH BANGUNAN YANG DIPERIKSA
DALAM PELAKSANAAN SURVEI TINGKAT KEPADATAN JENTIK
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK TAHUN 2008

190
200
154 150 148
Juml diperiksa

141
150 127 123
106 109 112
102 103
92 91
100 80 78 75
84 86
78 75 81
72 68

50

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Bulan

Perimeter Buffer

perkembangan House Index dari hasil survei tingkat kepadatan


nyamuk menurut bulan pada tahun 2008, dapat dilihat pada
gambar berikut :
Gambar : 12
PERKEMBANGAN HOUSE INDEX HASIL SURVAI TK KEPADATAN JENTIK
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK TAHUN 2008

[Profil Bid.PRL 2007] Page 21


0.12
0.1 0.10
House index

0.08
0.06 0.06 0.06
0.04
0.02 0.02
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Bulan

Perimeter Buffer

b. Pemberantasan jentik/nyamuk (fogging/ larvatisasi/ PSN)


- Pemberantasan nyamuk (fogging)
Kegiatan pemberantasan nyamuk memakai cara pengasapan
atau fogging dilaksanakan sebanyak 4 kali yakni pada bulan
Maret, Juni, Agustus dan Nopember 2008, dengan sasaran
seluas 150 Ha, yakni daerah perimeter 65 HA dan daerah buffer
85 Ha. Data menunjukkan bahwa setelah diadakan fogging
atau pengasapan ternyata House Index pada bulan berikutnya
menurun, yang selanjutnya meningkat lagi. Perkembangan
House Index sebelum dan sesudah diadakan fogging dapat
dilihat pada gambar berikut :

Gambar : 13
HUBUNGAN HOUSE INDEX DENGAN KEGIATAN FOGGING
PADA KKP KELAS I TANJUNG PRIOK TAHUN 2008

[Profil Bid.PRL 2007] Page 22


0.12
0.1 0.10
House index
0.08
0.06 0.06 0.06
0.04
0.02 0.02
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Bulan
: Fogging
Perimeter Buffer

- Pemberantasan jentik (larvatisasi)


Kegiatan pemberantasan jentik memakai cara penaburan
larvasida (larvatisasi) pada container yang terdapat jentik
nyamuk, dilakukan setiap bulan yakni pada saat pelaksanaan
pengukuran House Index yang menghabiskan larvasida
sebanyak 69,41 kg dalam tahun 2008. Interval jumlah larvasida
yang terpakai setiap bulannya tidak jauh perebedaannya
yakni berkisar 4,13 8,1 kg.

- Pemberantasan nyamuk (PSN)


Kegiatan pemberantasan nyamuk memakai cara PSN
(pemberantasan sarang nyamuk) dilaksanakan oleh para
pengelola bangunan melalui pembinaan yang dilakukan oleh
petugas pelaksana. Secara praktis, luas wilayah yang
dilaksanakan PSN sama dengan luas bangunan yang disurvai
yakni total penjumlahan dalam tahun 2008 seluas 307 Ha yang
terinci atas daerah perimeter 137 Ha dan daerah buffer 170 Ha

[Profil Bid.PRL 2007] Page 23


c. Diseminasi informasi dalam pemberantasan nyamuk/jentik
Kegiatan diseminasi informasi dalam pemberantasan
nyamuk/jentik dilakukan terhadap para pengelola bangunan
yang disurvai dan dilakukan pemberantasan.

d. Pembinaan pengelolaan pemberantasan nyamuk/jentik


Kegiatan pembinaan pengelolaan pemberantasan nyamuk/jentik
ini juga dilakukan terhadap para pengelola bangunan yang
disurvai dan dilakukan pemberantasan. Hasil dari pembinaan ini
adalah adanya kegiatan PSN yang dilakukan oleh para pengelola
bangunan, dengan total penjumlahan seluas 307 Ha.

4. Pengawasan pestisida
Kegiatan pengawasan pestisida yang dilaksanakan adalah
pengawasan terhadap tempat pengelolaan pestisida, dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
a. Inspeksi sanitasi TP2
Kegiatan inspeksi sanitasi diarahkan pada pengawasan terhadap
tempat pengelolaan pestisida (TP2). Pelaksanaan kegiatan
pengawasan pestisida pada tahun 2008 dilakukan terhadap 331
TP2, yang terdiri atas Tempat penyimpanan pestisida sebanyak 44
TP2, Tempat penjualan pestisida 283 TP2 dan kendaraan
pengangkut pestisida sebanyak 4 TP2. Pelaksanaan kegiatan ini
menggunakan formulir isian, termasuk untuk rekomendasi
penerbitan sertifikasi terhadap BUS. Hasil kegiatan pemantauan
terhadap TP2 di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2008 digambarkan
sebagai berikut

[Profil Bid.PRL 2007] Page 24


Gambar : 14

HASIL PEMANTAUAN
TEMPAT PENGELOLAAN PESTISIDA
DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK TAHUN 2006
40

35 Tempat penyimpanan Pestisida

30 Memenuhi syarat

Tempat penjualan pestisida


JUMLAH

25
Memenuhi syarat
20
Kendaraan pengangkut
15 pestisida
Memenuhi syarat
10
Jumlah pemeriksaan sampel
5 Memenuhi syarat

0
ei
il
et

op er
i

r
li

ep s
ni
i

D ber
ar

r
pr
ar

be
Ju

be
M
ar

Ju

ob
st
nu

A
ru

em
M

em
gu

kt
eb
Ja

te

O
A

es
P

N
BULAN S

Hasil pemantauan terhadap Tempat Pengelolaan Pestisida di


Pelabuhan Tanjung Priok tahun 20006 sebagian besar di lakukan
terhadap tempat penjualan pestisida. Sedangkan tempat
penyimpanan dan pengangkutan pestisida relatif lebih kecil.

b. Pembinaan pengelolaan TP2


Kegiatan pembinaan pengelolaan TP2 ini di laksanakan setelah
adanya hasil inspeksi sanitasi TP2 tersebut. Pada tahun 2008,
pelaksanaan pembinaan pengelolaan TP2 ini juga dilakukan
terhadap BUS yang bergerak dibidang pemberantasan vektor.

c. Diseminasi informasi dalam pengawasan pestisida


Kegiatan diseminasi informasi ini juga dilaksanakan setelah adanya
hasil inspeksi sanitasi.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 25


d. Pemberian rekomendasi sertifikasi
Pada tahun 2008, pemberian rekomendasi dilakukan bagi 8 BUS
yang mengajukan permohonan ijin DK I dan DK II. Pemberian
rekomendasi sertifikasi tersebut atas dasar inspeksi sanitasi,
kelengkapan administrasi dan bahan serta peralatan yang dimiliki
BUS guna pemberantasan vektor serta pemeriksaan pestisida
terhadap tanah di sekitar TP2 tersebut.

V. KESIMPULAN
1. Program sanitasi lingkungan
a. Pengawasan penyediaan air bersih
Pengawasan PAB telah mencapai sasaran yang direncanakan,
yakni lebih dari 35%. Kegiatan pengawasan PAB ini meliputi :
inspeksi sanitasi PAB, pengambilan dan pengiriman sampel air,
pemeriksaan sampel air, pembinaan pengelolaan sarana PAB,
diseminasi informasi hasil pengawasan PAB, penerbitan sertifikasi,
penyelenggaraan pertemuan jejaring kerja dalam pengawasan
PAB serta penyelenggaraan pelatihan pengawasan PAB.
b. Pengamanan makanan dan minuman
Pengamanan makanan dan minuman telah mencapai sasaran
yang direncanakan, yakni lebih dari 35%. Kegiatan pengamanan
makanan dan minuman ini meliputi : pendaftaran TPM, inspeksi
sanitasi TPM, pengambilan dan pengiriman sampel, pemeriksaan
sampel, pembinaan pengelolaan TPM, penerbitan tanda daftar,
diseminasi informasi hasil pengamanan makanan,
penyelenggaraan pertemuan jejaring kerja dalam pengamanan
makanan dan penyelenggaraan pelatihan penjamah makanan
pada TPM di wilayah pelabuhan.
c. Hygiene sanitasi kapal
Hygiene sanitasi kapal telah mencapai sasaran yang telah
direncanakan, yakni lebih dari 35%. Hygiene sanitasi kapal ini
meliputi : pemeriksaan hygiene sanitasi kapal, pembinaan
pengelolaan hygiene sanitasi kapal, pemberian rekomendasi
sertifikasi dan diseminasi informasi hasil pemeriksaan hygiene
sanitasi kapal.
d. Hygiene sanitasi gedung / bangunan dan perusahaan (GBP)

[Profil Bid.PRL 2007] Page 26


Hygiene sanitasi GBP telah mencapai sasaran yang direncanakan,
yakni lebih dari 35%. Higiene sanitasi GBP ini meliputi : inspeksi
sanitasi GBP dan pembinaan pengelolaan GBP
e. Pengawasan pencemaran udara, air dan tanah (UAT)
Pengawasan pencemaran UAT telah mencapai sasaran yang
direncanakaUAT ini meliputi : identifikasi sumber pencemar udara,
identifikasi sumber pencemar air permukaan, kajian air pantai,
diseminasi informasi hasil pengawasan pencemaran.

2. Program pengendalian vektor dan binatang penular penyakit


a. Pemberantasan lalat dan kecoa
Pemberantasan lalat dan kecoa telah mencapai sasaran yang
direncanakan, yakni index lalat / kecoa kurang dari 7.
Pemberantasan lalat dan kecoa ini meliputi : survei tingkat
kepadatan, pemberantasan / pemercikan insektisida, diseminasi
informasi hasil pemberantasan dan pembinaan pengelolaan
pemberantasan lalat dan kecoa.
b. Pemberantasan tikus dan pinjal
Pemberantasan tikus dan pinjal mencapai sasaran yang
direncanakan, yakni index pinjal kurang dari 3. Pemberantasan
tikus dan pinjal ini meliputi : pemeriksaan tanda tanda kehidupan
tikus, pemasangan perangkap, identifikasi dan penyisiran tikus,
identifikasi pinjal, diseminasi informasi hasil pemberantasan dan
pembinaan pengelolaan pemberantasan tikus dan pinjal.
c. Pemberantasan nyamuk
Pemberantasan nyamuk telah mencapai sasaran yang
direncanakan, yakni index jentik (House Index) kurang dari 0,03
untuk perimeter area dan kurang dari 0,50 Pemberantasan
nyamuk ini meliputi : survei tingkat kepadatan jentik/nyamuk,
pemberantasan nyamuk (foging, larvatisasi, PSN), diseminasi
informasi dalam pemberantasan dan pembinaan pengelolaan
pemberantasan jentik/nyamuk.
d. Pengawasan pestisida
Pengawasan pestisida telah mencapai sasaran yang
direncanakan, yakni lebih dari 35%. Pengawasan pestisida ini
meliputi : inspeksi TP2, pembinaan pengelolaan TP2, diseminasi
informasi hasil pengawasan pestisida dan pemberian rekomendasi
sertifikasi.

[Profil Bid.PRL 2007] Page 27


VI. SARAN
a. Program sanitasi lingkungan
Pelaksanaan pemeriksaan hygiene sanitasi GBP pada tahun 2007
hendaknya memakai peralatan identifikasi yang telah disiapkan.
b. Program pengendalian vektor dan binatang penular penyakit
Pelaksanaan pemberantasan nyamuk pada tahun 2007
hendaknya bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan HS GB

[Profil Bid.PRL 2007] Page 28