Anda di halaman 1dari 12

ANCAMAN DALAM BIDANG EKONOMI

Oleh :

1. ALDI FIRMANSYAH
2. ANGGUN TIARA
3. IVAN HENDRIAWAN
4. RANI DEA SAFITRI
5. WAHYU NANDA DANDI
6. IMAM PRASETYA
7. RIRIN VINA DIANA

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 PRINGSEWU


TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga makalah
berjudul Ancaman Strategi Negara Dalam Memperkukuh Persatuan dan
Kesatuan Bangsa Dalam Bidang Ekonomi ini dapat tersusun.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, segala kritik serta saran yang membangun dari para pembaca akan
penulis terima dengan senang hati sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran bagi
penulis agar kelak penulis dapat membuat dengan lebih baik lagi.

Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya


dan pada khususnya pembaca.

Pringsewu, Februari 2017

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................i
KATA PENGANTAR..........................................................................................ii

2
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................2

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...................................................................................................9
B. Saran..............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

Ilmu ekonomi sebagai bentuk dari usaha manusia untuk

memenuhi kebutuhan manusia dalam kesehariannya terus

mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.

Perekonomian dari berbagai belahan dunia maupun dari

negara indonesia sendiri menunjukan perkembangannya

dalam era globalisasi seperti saat ini,tujuannya tidak lain

hanyalah untuk mensejahterakan masyarakat negara itu

sendiri. Permasalahan yang di alami di indonesia dalam era

globalisasi tak hanya melibatkan kaum politisi saja,namun

masyarakat indonesia sendiri turut berperan penting dalam

kemajuan perekonomian di indonesia. Selain sumber daya

manusia itu sendiri,agama,kebudayaan,sumber daya

alam,letak geografis dan ideologi pun turut serta menjadi

pendorong bagi kemajuan dan perkembangan

perekonomian di indonesia.
Dalam perkembangan perekonomian di indonesia,tidak

hanya melibatkan satu negara saja,akan tetapi indonesia

masih butuh dan perlunya hubungan perekonomian

dengan negara-negara lainnya,agar terciptanya

perekonomian yang stabil dan berjalan dengan semestinya.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Ancaman Bangsa Indonesia di Bidang Ekonomi


Sejak tahun 1993,OECD sudah memberi sinyal Indonesia
akan dirugikan dengan berlakunya liberalisasi perdagangan
internasional. Akan tetapi Soeharto sebagai pengusaha Orde
Baru yakin sekali dengan prakarsa perdagangan bebas.
Akhirnya yang terjadi adalah ramalan OECD tersebut
terbukti,yakni indonesia justru menghadapi persaingan baru
dari negara-negara maju yang mampu menghasilkan produk
dengan kualitas baik dan harga bersaing. Sedang produk
Indonesia sulit masuk ke pasar negara maju karena dihambat
dengan pencabutan fasilitas kemudahan ekspor yang
bernama Generalized system of perfernce. GPS ini merupakan
fasilitas yang diberikan oleh Departemen Perdagangan AS
kepada sejumlah negara untuk mengurangi dan
menghilangkan pajak impor bagi negara yang dianggap
berdagang secara sehat dengan AS.
Sejak peristiwa WTC 11 September 2001, AS
khususnya melakukan proteksi yang dikemas dengan istilah
undang-undang bio-terrorism,iso-labeling,eco-labeling
ditambang embargo ekonomi dan sangsi ekonomi. Peristiwa
Santa Cruz di Timor Timur (waktu itu) membuat Indonesia

2
diembargo dalam padagan alat militer dan juga perdagangan
ekspor Indonesia ke AS. Tekanan paling keras dilakukan AS
terhadap negara industri baru di Asia Timur termasuk
Indonesia. Hal ini dilakukan oleh AS guna menyeimbangkan
neraca perdagangan As yang merosot pada beberapa tahun
terakhir ini. Hal ini tentu berdampak pada perekonomian
nasional karena masuknya produk asing,embargo dan proteksi
negara tujuan ekspor khususnya AS menjadikan daya saing
produk domestik lemah dan munculnya efek domino karena
tutupnya sejumlah industri,yaitu PHK dan pengangguran.
Perluasan ekspor Indonesia terasa makin berat sejak
dicabutnya GPS tahun 2005,belum lagi halangan masuk
(entry barrier) yang sengaja diciptakan oleh negara maju.
Sehingga ekspor tekstil Indonesia tidak memiliki kuota untuk
masuk pasar AS. Didalam negri gempuran produk China terus
menerut terjadi,sehingga beberapa industri domestik rontk
dan merumahkan karyawannya.
Globalisasi bukan hanya menggermpur pelaku ekonomi
di negara sedang berkembang. Globalisasi mampu
mengendalikan demokrasi bahkan bertindak lebih jauh
dengan mendikte apa yang harus dilakukan pemenang pemilu
yang diselenggarakan secara demokratis sekalipun. Rakyat
memang menentukansiapa yang menang dalam pemilihan
umum. Namun siapa yang akan duduk di kabinet bisa
ditentukan oleh konstituen pasar yang beradai di sentra
finansial global.
Hal diatas bisa terlihat jelas waktu presiden Soerharto
kembali menduduki kursi kepresidenan tahun 1996,presiden
AS Bill Cliton mengutus Walter Mondale datang ke Indonesia
membujuk Soerharto agar sepenuhnya melakukan liberalisasi

3
ekonomi sesuai resep dari IMF. Mondale menunjukan jika
Soeharto mengisi kabinetnya dengan menteri yang anti
globalisasi makan pasar akan merespon negatif.
Di pasar global Indonesai tidak menghadapi persaingan
biasa yang hanya menggantuknan diri pada mekanisme
pasar,tetapi Indonesia mengahadapi kekuatan yang terpola.
Kekuatan ini bisa membentuk TNCs,MNCs,pemerintahan
negara kaya,lembaga dunia seperti IMF,World Bank dan WTO.
Indonesia saat ini berada dalam jebakan Perang modern
yang dimulai dari krisis moneter 1997/1998. (Deliarnov 2006).

B. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Ekonomi


Diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Menghadapi ancaman ekonomi dari internal :
- penciptaan lapangan kerja padat karya
- pembangunan infrastruktur,
- penciptaan iklim usaha yang kondusif,
- pemilihan teknologi tepat guna
2) Menghadapi ancaman ekonomi dari eksternal:
- Indonesia harus membangun dan menjaga hubungan baik dengan negara-
negara yang memiliki kekuatan ekonomi-politik dunia.
3) Untuk pertahanan militer dalam menghadapi ancaman berdimensi
ekonomi:
- mengembangkan pilihan strategis untuk membantu unsur utama dari
pertahanan nir-militer
- meningkatkan usaha pertahanan untuk menciptakan kondisi keamanan
nasional dan kebutuhan pokok masyarakat terutama di daerah-daerah
pedalaman.
- Program Bakti TNI yang melibatkan kerja sama dengan unsur pertahanan
nir-militer lainnya lebih ditingkatkan pada perbaikan sarana prasarana
masyarakat yang membawa dampak pada peningkatan kemampuan
ekonomi masyarakat.

d) Strategi dalam menghadapi ancaman di bidang sosial budaya

4
Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu:
1) Ancaman dari dalam
Faktor pendorong ancaman dari dalam yaitu:
- Isu kemiskinan
- Isu kebodohan
- Isu keterbelakangan
- Isu ketidakadilan

Isu-isu tersebut menjadi titik pangkal berbagai permasalahan, antara lain:


- Separatisme
- Terorisme
- Kekerasan
- Konflik horizontal (antarmasyarakat) yang biasanya berdimensi SARA
- Konflik vertikal (antara pemerintah pusat dan daerah)
- Perusakan lingkungan
- Bencana buatan manusia
2) Ancaman dari luar
Sebaiknya kita melakukan penyaringan atau penyesuaian dengan budaya
bangsa Indonesia terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia.
Apabila kita tidak menyaring budaya asing tersebut, maka dapat
mengakibatkan terdesaknya nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa oleh
beberapa nilai berikut:
- Nilai individualisme
- Nilai konsumerisme
- Nilai hedonisme
Strategi Bangsa Indonesia dalam Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial
Budaya:
- Memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu:
a. Keseimbangan antara manusia dengan Tuhan
b. Keseimbangan antara manusia dengan alam semesta
c. Keseimbangan antara manusia dengan masyarakat
d. Keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin
- Meningkatkan semangat persatuan bangsa dengan memperhatikan
perkembangan tradisi, pendidikan, kepemimpinan, integrasi nasional,
kepribadian bangsam persatuan dan kesatuan bangsa dan pelestarian
alam.

C. Ketahanan Pada Aspek Ekonomi

5
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan
perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional
dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan
gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun
tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan
negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian
bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis,
menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, dan
mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Dengan demikian,
pembangunan ekonomi diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan
hidup, serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global.

Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi yang diinginkan memerlukan


pembinaan berbagai hal, yaitu antara lain :
Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui
ekonomi kerakyatan serta untuk menjamin kesinambungan hidup bangsa
dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
a. Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku
ekonomi kuat dan tidak memungkinkan berkembangnya ekonomi
kerakyatan.
b. Sistem etatisme, dalam arti negara beserta aparatur ekonomi negara
bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya
kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
c. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk
monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-
cita keadilan sosial.

6
Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling
menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antara sektor
pertanian dan perindustrian serta jasa.
Pembangunan ekonomi, yang merupakan usaha atas dasar asas
kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat,
memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
Keterkaitan dan kemitraan antarpara pelaku dalam wadah kegiatan
ekonomi, yaitu pemerintah, badan usaha milik negara, koperasi,
badan usaha swasta, dan sektor informal harus diusahakan demi
mewujudkan pertumbuhan, pemerataan dan stabilitas ekonomi.
Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasilnya
senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan dan
keserasian pembangunan antarwilayah dan antarsektor.
Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan dinamis
untuk mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan
kemandirian perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan dengan
memanfaatkan sumber daya nasional secara optimal serta sarana
Iptek yang tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan, dan
dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja.
Dengan demikian ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan
perekonomian bangsa berlandaskan Pancasila yang mampu
memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta
menciptakan kemandirian perekonomian nasional dengan daya saing
yang tinggi

7
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Diantaranya adalah sebagai berikut :


1) Menghadapi ancaman ekonomi dari internal :
- penciptaan lapangan kerja padat karya
- pembangunan infrastruktur,
- penciptaan iklim usaha yang kondusif,
- pemilihan teknologi tepat guna
2) Menghadapi ancaman ekonomi dari eksternal:
- Indonesia harus membangun dan menjaga hubungan baik dengan negara-
negara yang memiliki kekuatan ekonomi-politik dunia.
3) Untuk pertahanan militer dalam menghadapi ancaman berdimensi
ekonomi:
- mengembangkan pilihan strategis untuk membantu unsur utama dari
pertahanan nir-militer
- meningkatkan usaha pertahanan untuk menciptakan kondisi keamanan
nasional dan kebutuhan pokok masyarakat terutama di daerah-daerah
pedalaman.
- Program Bakti TNI yang melibatkan kerja sama dengan unsur pertahanan
nir-militer lainnya lebih ditingkatkan pada perbaikan sarana prasarana
masyarakat yang membawa dampak pada peningkatan kemampuan
ekonomi masyarakat.

B. Saran
Dari makalah ini pembaca telah mengetahui tentang bagaimana upaya

menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bidang Ekonomi.

8
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H. M. , Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003)


Berry, David, Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi, (Terj. Paulus Wirutomo,
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2003)
Sjafri Sairin, 2002. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia:Perspektif

Antropologi. Pustaka Belajar. Yogyakarta.

Soelaeman, Munandar. 2005 Ilmu Budaya Dasar. Refika Aditama. Bandung

Tirtosudarmo, Riwanto, Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda di


Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia Widiasarma Indonesia, 1994)
Wahyu, Dr. H., MS, Memahami Perubahan Sosial: Aplikasi Teknik Pengendalian
dan Analisis Lingkungan Organisasi, (Banjarmasin; Makalah Disampaikan
pada Acara Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Regional Kalimantan,
tgl. 2 s.d. 6 September 2007)
Yasmadi, Modernisasi Pesantren (Kritik Nurcholish Madjid Terhadap Pendidikan
Islam Tradisional), (Jakarta: Quantum Teaching, 2004)