Anda di halaman 1dari 15

Critical Book Report

Ilmu Sosial Budaya


Dasar

Tugas Ini Disusun Untuk Menyelesaikan Salah Satu


Tugas Individu
Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar

Disusun Oleh
M.Guntur.Pratama
(5143331010)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb.


Puji syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang

Maha Esa atas selesainya penulisan Critical Book Report Ilmu Sosial Budaya

Dasar. Critical Book Report ini saya buat berdasarkan buku milik I Gusti Ayu

Armini/Raj. Riana Dyah Prawitasari/ I Gusti AYU Agung Sumarheni, yang saya

miliki dan dari situs-situs yang berhubungan dengan mata kuliah ini serta dari

berbagai sumber lainnya.


Saya juga berterima kasih kepada Bapak Dosen pengampu mata kuliah Ilmu

Sosial Budaya Dasar khusunya yang tengah membimbing saya pada mata kuliah ini.

Saya berharap Semoga Critical Book Report singkat ini nantinya bermanfaat bagi

kita semua terutama pada para pembacanya.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang saya mohon maaf

dan demi perbaikan hasil Critical Book Report singkat ini, saya memerlukan kritik

beserta saran dari para pembaca sekalian agar kelak mendapat masukan yang lebih

baik untuk kedepannya, akhir kata kami haturkan terima kasih, wabbillahi

taufikwallidaya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Medan, April 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................

A. Identitas Buku :................................................................................................

BAB II RINGKASAN ISI BUKU...............................................................................

1. BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................
2. BAB II SEPUTAR KECAMATAN PRAYA TIMUR...................................................
3. BAB III DESKRIPSI PERISEAN PENDAHULUAN.................................................
4. BAB IV FUNGSI DAN MAKNA PERISEAN............................................................
5. BAB V PENUTUP......................................................................................................

BAB III KEUNGGULAN & KELEMAHAN ISI BUKU.........................................

3.1. Keunggulan Buku......................................................................................................


3.2 Kelemahan Buku........................................................................................................

BAB IV PENUTUP...................................................................................................

4.1 Kesimpulan.................................................................................................................
4.2 Saran...........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Identitas Buku :

Judul Buku : Perisean Di Lombok Nusa Tenggara Barat

Penulis : I Gusti Ayu Armini/Raj. Riana Dyah Prawitasari/ I Gusti


AYU Agung Sumarheni

Halaman : xi + 121
Penerbit : Ombak
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2013
ISBN : 978-602-258-113-0

4
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

1. BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pulau Lombok dihuni oleh mayoritas masyarakatnya bersuku sasak. Dimana

suku sasak ini memiliki corak budaya khas. Salah satunya adalah perisean yang

menjadi salah satu warisan budaya yang harus tetap dilestarikan.

B. Tinjauan Teori

Kajian buku ini mengacu pada dua teori yaitu, 1) teori structural yang

dikemukakan oleh Robert K. Merton dan 2) teori makna yang dikemukakan oleh

Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes.

2. BAB II SEPUTAR KECAMATAN PRAYA TIMUR

A. Batas Wilayah

Secara geografis Kecamatan Praya Timur terletak di bagian timur wilayah

Kabupaten Lombok Tengah dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah

utara : Kecamatan Janapria, sebelah timur : Kabupaten Lombok Timur, sebelah

selatan : Samudra Indonesia, sebelah barat : Kecamatan Praya Tengah dan Pujut.

B. Iklim

Kecamatan Praya Timur merupakan wilayah yang beriklim tropis yang di

tandai oleh musim kemarau yang relatif lebih panjang. Musim hujan terjadi hampir

sepanjang tahun kecuali pada bulan Juli dan Agustus.

5
C. Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk di Kecamatan Praya Timur pada tahun 2011 tercatat

sebanyak 63.285 jiwa yang terdiri dari 30.172 jiwa penduduk laki-laki dan 33.113

jiwa penduduk perempuan.

D. Pertanian

Usaha di sektor pertanian di Kecamatan Praya Timur kurang optimal. Hal ini

tidak lepas dari posisi geografis Kecamatan Praya Timur yang berbatasan dengan

wilayah pantai yang menyebabkan curah hujan yang relative rendah, serta sumber air

yang kurang memadai.

E. Agama dan Bahasa

Dari keseluruhan penduduk hampir 90% orang Sasak beragama Islam. Agama

kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para

penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 10% dari seluruh populasi di sana.
Di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk Pulau

Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak (bahasa asli) sebagai

bahasa utama dalam pecakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri Bahas Sasak

dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok

Utara, Tengah, Timur Laut, dan Tenggara.

F. Kondisi sosial, Ekonomi dan kesehatan

Kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Praya Timur pada umumnya tidak

berbeda jauh dengan masyarakat yang ada di kecamatan lain.


Sumber daya manusia adalah modal utama pembangunan oleh karena itu

pengembangan SDM harus menjadi prioritas agar pembangunan dapat berjalan

dengan lancar dan berkesinambunagan.

6
G. Transportasi dan Komunikasi

Modal angkutan yang umumnya digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan

perekonomian adalah kendaraan roda empat mengingat sarana jalan sudah cukup

baik. Disamping itu kendaraan tidak bermotor seperti cidomo masih tetap digunakan

oleh masyakarat sebagai sarana transportasi alternatif.


Kecamatan Praya Timur juga terdapat berbagai sarana telekomunikasi seperti

TV dan radio.

H. Adat-istiadat

Pelaksanaan acara adat susuk Sasak dapat disaksikan pada saaat resepsi

perkawinan ketika perempuan mau dinikahkan dengan seorang laki-laki, acara yang

disebut dengan merarik atau selarian.


Acara tarung Perisean ini juga diadakan untuk menguji keberanian atau nyali

lelaki Sasak yang wajib jantan dan heroic.

3. BAB III DESKRIPSI PERISEAN PENDAHULUAN

A Sejarah dan Proses


1 Asal-usul Istilah

Perisean/perisian/perisaian, ada juga yang menulis presean atau peisean

berasal dari kata per-isi-an secara filosofis mengandung makna mengisi ilmu

kebatinan atau ilmu spiritual, ilmu kesaktian, dan ilmu bela diri khususnya bagi anak

laki-laki untuk mencari jati diri mencapai kedewasaan menjadi laki-laki sejati.

2 Latar Belakang Sejarah

Di Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan khususnya yang mempercayai

bahwa latar belakang sejarah perisean dimulai dari legenda pertarungan sampai mati

dua orang laki-laki yang merupakan tunangan dari Putri Mandalika karena

memperebutkan sang putri.

7
3 Proses Perisean

Proses dalam acara perisean dibedakan menjadi tiga tahap yaitu tahap

persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap setelah acara.

B Bentuk Perisean
1 Pemain yang Terlibat dalam Pertunjukan Perisean

Didalam perisean ada pemain yang bertanding yang disebut pepadu. Jalannya

pertunjukan dikendalikan oleh dua pakembar yakni pakembar tengaq (sebagai wasit)

dan pakembar sedi (sebagai juri).

2 Tata Cara Pertunjukan Perisean

Pertunjukan diadakan dengan sistem lima ronde, dengan uji coba waktu awal 2

1
menit selang waktu istiahat 2 menit. Pemenang dalam perisean ditentukan

dengan dua cara yaitu pertama, ketika kepala atau anggota badan salah satu petarung

mengeluarkan darah, maka pertarungan dianggap selesai dan pihak yang menang

adalah tidak mengeluarkan darah. Kedua, jika petarung sama-sama mampu bertahan

selama 5 ronde, maka pemenangnya ditentukan dengan skor tertinggi. Skor

didasarkan padapengamatan pakembar sedi (juri).

3 Busana Pemain Kesenian Perisean

Dalam pertunjukan perisean, penggunaan busana adat juga sangat dijaga dan

mesti dipenuhi seperti:

a Sapuq (ikat kepala). Ada tiga jenis yaitu 1) Sapuq tunggal alit; 2) Sapuq

tekep pindang; 3) Sapuq lepet.


b Tamper (sarung atau kain panjang). Ada dua jenis yaitu 1) tamper olung

atau tamper pelung (kain panjang didominasi warna biru tua, dengan garis-

8
garis kecil berwarna putih); 2) tamper bong atau tamper beaq (kain

panjang yang didominasi warna merah dengan garis-garis berwatna hitam.


c Sabuq (ikat pinggang).

4 Jenis-jenis Alat Musik dalam Pertunjukan Perisean

Alat musik berfungsi untuk menggugah semangat bertanding para pepadu. Alat

music yang digunakan dalam pertunjukan perisean adalah:

a 1 buah (1) gong.


b Sepasang gendong kodiq.
c Satu (1) buah seruling.
d Satu (1) buah tambur.
e Satu (1) buah oncer.
f Satu (1) buah petuk.
g Satu (1) buah rincik.

4. BAB IV FUNGSI DAN MAKNA PERISEAN

A Perkembangan Fungsi Perisean

Pada masa kini perisean berfungsi sebagai ajang sosialisasi nilai-nilai- budaya

local dan hiburan.

1 Perisean dalam Fungsi Ritual

Tarung perisean dalam fungsinya sebagai praktek ritual memohon keselamatan

dan mohon hujan, tampak jelas ketika kepala pepadu luka berdarah dan penonton

meneriakkan kata aiq (air) atau ujan beleq (hujan deras).

2 Perisean dalam Fungsi Sosial


a Stasus Sosial
b Ajang Silaturrahmi
c Olah Raga Tradisional
3 Perisean dalam Fungsi Rekreasi
a Pertunjukan Hiburan
b Atraksi pariwisata

B Makna Perisean

Perisean memiliki beberapa makna sebagai berikut:


9
1. Makna Sportivitas

Dalam pertarungan perisean, harus sportif dan tidak boleh menyimpan dendam

sampai ke luar arena pertandingan. Mereka harus menerima kekalahan sesuai aturan

yang telah disepakati bersama.

2. Makna Kedisplinan

Dengan menerapkan kedisplinan diri para pepadu mencari identitas diri,

apakah mereka sudah berisi atau belum, jika merasa belum berisi mereka berupaya

melakukan olah batin dan latihan fisik dengan penuh kedisplinan untuk mencapai

ilmu yang lebih tinggi.

3. Makna Estetika

Perisean merupakan ekspresi keindahan masyarakat Sasak di Lombok juga

memancarkan nilai-nilai estetika atau keindahan. Ekspresi keindahan tampak dalam

gerak dan iringan musik.

4. Makna Prestise

Makna ini nampak pada sosok seseorang pepadu yang sering menang sebagai

juara dalam berbagai ajang lomba perisean. Ia dianggap sebagai jagoan, pemberani,

tangkass, dan berisi (memiliki ilmu tinggi).

5. BAB V PENUTUP

Perisean adalah warisan budaya dari suku Sasak yang ada di Pulau Lombok.

Perisean ini diharapkan dapat dipatenkan menjadi milik orang Sasak, supaya jangan

terulang klaim negara lain, menjadi kebanggan orang Sasak dan Pulau Lombok dapat

semakin terkenal.

10
Perisean ini juga diharapkan dapat menjadi pelajaran yang dimasukkan dalam

kurikulum di sekolah sehingga dapat dipelajari anak-anak di sekolah

11
BAB III

KEUNGGULAN & KELEMAHAN ISI BUKU

3.1. Keunggulan Buku

1. Keterkaitan Antar Bab


Bab-Bab pada buku ini saling berhubungan dan saling menopang antara satu

dengan yang lainnya, pada awal Bab 1, dipaparkan mengenai pendahuluan

buku, yang menjelaskan tentang pulau lombok, selanjutnya pada Bab 2 di

paparkan mengenau seputar kecamatan Praya Timur yang pada Bab ini

menjelaskan secara lengkap tentang keaadaan Praya timur, baik lokasi

geografis, iklim, Agama, hingga Adat istiadat, lalu kemudian pada Bab 3 di

deskripsikan mengenai Perisean, mulai dari pengertian apa itu Perisean, Asal-

Usul Perisean, Proses Perisean, Hingga alat-alat pendukung proses perisean,

kemudian pada Bab 4 di jelaskanlah fungsi dan makna dari proses tarung

perisean itu, disini dijelaskan mengapa mereka suku sasak melakukan

kegiatan proses perisean, di Bab ini juga di paparkan fungsi dari perisean untuk

sosoial dan rekreasi, kemudian berlanjut ke Bab 5 seluruh isi buku di ringkas

dan bab ini merupakan penutup dari buku ini.


2. Kemutakhiran Isi Buku
Buku yang berjudul Perisean di Lombok Nusa Tenggara Barat dari pengarang I

Gusti Ayu Armani, dkk. ini memberikan pengetahuan tentang budaya asli

Indonesia yang ada di Pulau Lombok oleh suku Sasak yang jarang di ketahui

oleh banyak masyarakat Indonesia.


Buku ini menjelaskan lebih dalam mengenai Perisean, mulai dari sejarah,

proses, bentuk persiapan, fungsi dan maknanya.

Buku ini lebih menarik karena adanya foto-foto dari ahap mewawancarai nara

sumber, pembuatan peralatan, hingga pertarungan Perisean nya.

12
3.2 Kelemahan Buku

Setelah saya baca dan saya pelajari, kelemahan dari buku ini terletak pada kata

kata yang belum diartikan , pada buku ini, kata kata itu dicetak dengan tulisan

miring, sehingga saya sedikit kesulitan untuk memahami isi buku ini, untuk

kelemahan isi kajian buku, saya sebagai pe-review tidak dapat banyak menilai,

karena kurang nya ilmu saya dalam budaya perisean ini, karena saya juga baru

mendengar adanya budaya ini, mungkin dalam bagian kelemahan buku, saya hanya

dapat menberikan review yang sangat sedikit ini.

13
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang ada pada bab-bab di buku ini maka dapat

ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:


Asal usul istilah atau kata perisean/perisian/perisaian, ada juga menulis

prasean atau perisean berasal dari kata per-isi-an secara filosofis mengandung

makna mngisi ilmu kebatinan aau ilmu spiritual, ilmu kesaktian dan ilmu bela diri

khususnya bagi laki-laki sejati.


Perisean merupakan tradisi masyarakat Sasak yang berfungsi sebagai ritual

upacara memohon hujan. Selain itu, Perisean juga sebagai permainan atau hiburan

rakyat Lombok yang mengarah pada menonjolkan ketangkasan bagi pelakunya di

mana nilai-nilai sportivitas, keperwiraan, dan ketampilan dalam membela diri yang

sangat di hormati oleh setiap pemain.


Untuk itu Perisean ini perlu dilestarikan oleh kita Bangsa Indonesia supaya

jangan terulang lagi budaya-budaya kita diklaim oleh negara lain

4.2 Saran

Demikianlah Critical Book Report yang sederhana yang masih banyak

kekurangan di sana sini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

membangun demi perbaikan Critical Book Report ini.

14
DAFTAR PUSTAKA

I Gusti Ayu Armini, dkk. 2013. Perisean Di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Yogyakarta: Penerbit Ombak

15