Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.

3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI


KELURAHAN ISTIQLAL KOTA MANADO
Fathul Mubin
Alex Binilang, Fuad Halim
Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado
Email : mubin6061@yahoo.com

ABSTRAK
Membuang limbah cair ke sungai masih merupakan kebiasaan bagi masyarakat yang tinggal di tepi
sungai, sebagaimana terjadi juga di kelurahan Istiqlal kota Manado. Kecenderungan membuang
limbah ke sungai oleh masyarakat karena cara tersebut sangat mudah dilakukan. Sesungguhnya
kondisi ini dapat mengakibatkan menurunya kualitas lingkungan khususnya air sungai yang
berakibat pada berkurangnya tingkat kesehatan masyarakat disekitar sungai. Untuk mengatasi hal ini
perlu dibuat sebuah sistem pengolahan air limbah domestik yang memadai.
Pengolahan air limbah domestik dengan sistem pengolahan terpusat (Off Site System) yang dialirkan
secara gravitasi adalah salah satu metode yang dipilih untuk dapat melayani 1927 orang atau 555
bangunan dengan debit air limbah sebesar 213.240 liter/hari. Ukuran bak istalasi pengolahan air
limbah (IPAL) 25 m x 4,5 m. Saluran pembawa terdiri dari sambungan rumah menggunakan pipa
PVC dengan diameter 10 cm dan kemiringan 3,078%, saluran tersier menggunakan pipa PVC
dengan diameter 15 cm dan kemiringan 1,79%, saluran sekunder menggunakan pipa beton dengan
diameter 46 cm dan kemiringan 0,68% serta saluran primer menggunakan pipa beton dengan
diameter 76 cm dan kemiringan 0,226%.
Kata kunci : kelurahan Istiqlal, air limbah domestik, dan sistem pengolahan.

PENDAHULUAN 1. Lokasi yang ditinjau adalah kelurahan


Istiqlal kota manado.
Latar Belakang 2. Air limbah domestik yang ditinjau di sini
Air limbah domestik adalah air yang hanyalah limbah rumah tangga yaitu
berasal dari usaha atau kegiatan permukiman, berupa tinja, air seni, limbah kamar mandi,
rumah makan, perkantoran, perniagaan, dan juga sisa kegiatan dapur rumah tangga,
apartemen, dan perumahan. Beberapa bentuk sehingga limbah perkantoran, apartement,
dari air limbah ini berupa tinja, air seni, limbah pabrik, dan pusat perbelanjaan tidak
kamar mandi, dan juga sisa kegiatan dapur ditinjau.
rumah tangga. 3. Sistem yang digunakan adalah sistem
Kelurahan Istiqlal merupakan suatu pengolahan off-site posistion dimana air
wilayah di kota manado yang memiliki jumlah limbah disalurkan melalui saluran
penduduk cukup banyak. Sebagian penduduk di pengumpul air limbah lalu kemudian
kelurahan Istiqlal masih membuang limbah masuk ke instalasi pengolahan terpusat.
rumah tangga di aliran sungai. Kondisi ini dapat 4. Perencanaan layout jaringan pengolahan air
merusak lingkungan sungai yang berakibat pada limbah domestik.
menurunnya tinggkat kesehatan penduduk di 5. Penulis hanya merencanakan bentuk
sekitar sungai. struktur sistem pengolahan air limbah dan
jaringan pendukung sistem pengolahan
Rumusan Masalah tersebut, tentang cara kerja dan proses
Berdasarkan latar belakang di atas, pengolahannya penulis hanya
maka yang merupakan permasalahan dalam menggunakan contoh sistem pengolahan
tugas akhir ini yaitu belum adanya sistem yang sudah ada.
pengolahan air limbah domestik secara baik di
kelurahan Istiqlal. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk
Batasan Masalah merencanakan sistem pengelolaan air limbah
Penulisan ini dibatasi pada : yang di gunakan di kelurahan istiqlal.

211
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

Manfaat Penelitian terkandung dalam air limbah, seperti Hidrogen


Mengurangi pencemaran lingkungan sulfida (H2S).
demi terjaganya kesehatan masyarakat. c. Warna (Color)
Air murni tidak berwarna tetapi seringkali
diwarnai oleh benda asing. Karakteristik yang
LANDASAN TEORI sangat mencolok pada limbah cair adalah
berwarna yang umumnya disebabkan oleh zat
Komposisi Limbah Cair organik dan algae. Air limbah yang baru
Air limbah rumah tangga terdiri dari 3 biasanya berwarna abu-abu.
fraksi penting : d. Temperatur
1. Tinja (faeces), berpotensi mengandung Limbah cair umumnya mempunyai
mikroba pentogen, temperatur lebih tinggi dari pada temperatur
2. Air seni (urine), umumnya mengandung udara setempat. Temperatur limbah cair dan air
nitrogen dan posfor, serta kemungkinan merupakan parameter sangat penting sebab
kecil mikro organisme, efeknya pada kehidupan dalam air,
3. Grey Water merupakan air bekas meningkatkan reaksi kima, dan mengurangnya
cucian dapur, mesin cuci dan kamar spesies ikan dalam air.
mandi. e. Kekeruhan (Turbidity)
Campuran faeces dan urine disebut sebagai Kekeruhan sifat optis air yang akan
excreta, sedangkan campuran excreta dengan membatasi pencahayaan kedalam air.
air bilasan toilet disebut sebagai black water. Kekeruhan terjadi karena adanya zat-zat koloid
yang melayang dan zat-zat yang terurai menjadi
Karakteristik Air Limbah Domestik ukuran yang lebih (tersuspensi) oleh binatang,
Air limbah perkotaan merupakan salah zat-zat organik, jasad renik, lumpur, tanah, dan
satu sumber daya air yang dapat digunakan benda-benda lain yang melayang. Tidak dapat
untuk berbagai keperluan. Beberapa kendala dihubungkan secara langsung antara kekeruhan
yang dihadapi di dalam menggukan kembali air dengan kadar semua jenis zat suspensi, karena
limbah yakni karena air limbah perkotaan tergantung juga kepada ukuran dan bentuk butir.
kualitasnya tidak memenuhi syarat kualitas air
untuk berbagai keperluan yaitu mengandung 2. Karakteristik kimia
berbagai polutan yang cukup besar oleh karena a. Parameter organik
itu sebelum digunakan kembali (reuse) perlu 1) Biological Oxygen Demand (BOD)
dilakukan pengolahan sampai mencari kualitas Biological Oxygen Demand (BOD) atau
air yang diperbolehkan. Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) adalah
Secara umum menurut Puji dan Rahmi suatu analisa empiris yang mencoba mendekati
(2010) sifat air limbah cair domestik terbagi atas secara global proses-proses mikrobiologis yang
tiga karakteristik, yaitu karakteristik fisik, benar-benar terjadi dalam air. Angka BOD
kimia, dan biologi. adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh
bakteri (aerobik) untuk menguraikan
1. Karakteristik fisik (mengoksidasikan) hampir semua zat organik
a. Padatan (Solid) yang terlarut dan sebagian zat-zat organik yang
Limbah cair mengandung berbagai macam zat tersuspensi dalam air.
padat dari material yang kasar sampai dengan Parameter BOD adalah parameter yang
material yang bersifat koloidal. Dalam paling banyak digunakan dalam pengujian air
karakterisasi limbah cair material kasar selalu limbah dan air permukaan. Penentuan ini
dihilangkan sebelum dilakukan analisis contoh melibatkan pengukuran oksigen terlarut yang
tehadap zat padat. digunakan oleh mikro-organisme untuk
b. Bau (Odor) menguraikan bahan-bahan organik (metcalf and
Bau merupakan petunjuk adanya eddy. 1979).
pembusukan air limbah. Penyebab adanya bau 2) Chemical Oxygen Demand (COD)
pada air limbah karena adanya bahan volatile, Analisis COD adalah menentukan
gas terlarut dan hasil samping dari pembusukan banyaknya oksigen yang diperlukan untuk
bahan organik. Bau yang dihasilkan oleh air mengoksidasi senyawa organik secara kimiawi.
limbah pada umumnya berupa gas yang Chemical Oxygen Demand (COD) atau
dihasilkan dari penguraian zat organikyang Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK) adalah

212
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk maka akan menyebabkan air tersebut berupa
mengoksidasi zat-zat organis dalam 1 liter asam.
sampel air, dimana pengoksidasi K2 Cr2 O7 2) Alkalinitas
digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing Alkalinitas atau kebasaan air limbah
agent). Angka COD merupakan ukuran bagi disebabkan oleh adanya hidroksida, karbonat
pencemaran air oleh zat-zat organis yang secara dan bikarbonat seperti kalsium, magnesium,
alamiah dapat dioksidasikan melalui proses dan natrium atau kalium. Kebasaan adalah
mikrobiologis, dan mengakibatkan hasil dari adanya hidroksi karbonat dan
berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. bikarbonat yang berupa kalsium, magnesium,
3) Protein sodium, potasium atau amoniak. Dalam hal ini,
Protein merupakan bagian yang penting yang paling utama adalah kalsium dan
dari makhluk hidup, termasuk di dalamnya magnesium nikarbonat. Pada umumnya air
tanaman, dan hewan bersel satu. Protein limbah adalah basa yang diterima dari
mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen penyediaan air, air tanah, dan bahan tambahan
yang mempunyai bobot molekul sangat tinggi. selama dipergunakan dirumah.
Struktur kimianya sangat kompleks dan tidak 3) Logam
stabil serta mudah terurai, sebagian ada yang Menentukan jumlah kandungan logam pada
larut dalam air, tetapi ada yang tidak. Susunan air limbah seperti nikel (Ni), magnesium (Mg),
protein sangat majemuk dan terdiri dari beribu- timbal (Pb), kromium (Cr), kadmium (Cd),
ribu asam amino dan merupakan bahan Zeng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe) dan air
pembentuk sel dan inti sel. raksa (Hg) sangat penting dikarenakan jika
4) Karbohidrat belebihan maka akan bersifat racun. Akan
Karbohidrat antara lain : gula, pati, tetapi, beberapa jenis logam biasanya
sellulosa dan benang-benang kayu terdiri dari dipergunakan untuk pertumbuhan kehidupan
unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Gula biologis, misalnya pada pertumbuhan algae
dalam limbah cair cenderung terdekomposisi apabila tidak ada logam pertumbuhannya akan
oleh enzim dari bakteri-bakteri tertentu dan ragi terhambat.
menghasilkan alkohol dan gas CO2 melalui 4) Gas
proses fermentasi. Banyak gas-gas terdapat didalam air,
5) Minyak dan Lemak oksigen (O2) adalah gas yang penting. Oksigen
Minyak adalah lemak yang bersifat cair. terlarut selalu diperlukan untuk pernafasan
Keduanya mempunyai komponen utama mikro-organisme aerob dan kehidupan lainya.
karbon dan hidrogen yang mempunyai sifat Apabila oksigen berada pada ambang yang
tidak larut dalam air. Bahan-bahan tersebut rendah, maka bau-bauan akan dihasilkan sebab
banyak terdapat pada makanan, hewan, unsur karbon berubah menjadi metan termasuk
manusia dan bahkan ada dalam tumbuh- CO2 dan sulfur. Belerang akan menjadi amonia
tumbuhan sebagai minyak nabati. Sifat lainnya (NH3) atau teroksidasi menjadi nitrit.
adalah relatif stabil, tidak mudah 5) Nitrogen
terdekomposisi oleh bakteri. Unsur nitrogen merupakan bagian yang
6) Deterjen penting untuk keperluan pertumbuhan protista
Deterjen termasuk bahan organik yang dan tanaman. Nitrogen ini dikenal sebagai
sangat banyak digunakan untuk keperluan unsur hara atau makanan dan perangsang
rumah tangga, hotel, dan rumah sakit. Fungsi pertumbuhan. Nitrogen dalam limbah cair
utama deterjen adalah sebagai pembersih dalam terutama merupakan gabungan dari bahan-
pencucian, sehingga tanah, lemak dan lainnya bahan berprotein dan urea. Oleh bakteri,
dapat dipisahkan. nitrogen ini diuraikan secara cepat dan diubah
menjadi ammonia, sehingga umur dari air
b. Parameter anorganik dan gas buangan secara relatif dapat ditunjukkan dari
1) pH jumlah ammonia yang ada.
Air limbah dengan konsentrasi air limbah 6) Phospor
yang tidak netral akan menyulitkan proses Unsur phospor (P) dalam air seperti juga
biologis, sehingga menggangu proses elemen nitrogen, merupakan unsur penting
penjernihannya. pH yang baik bagi air limbah untuk pertumbuhan protista dan tanaman, yang
adalah netral (7). Semakin kecil nilai pH-nya, dikenal pula sebagai nutrient dan perangsang
pertumbuhan. Phospor merupakan komponen

213
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

yang menyuburkan algae dan organisme mempertimbangkan kondisi tersebut terhadap


biologi lainnya, sehingga dapat dijadikan tolak kemungkinan penerapan sistem pengolahan
ukur kualitas perairan. terpusat (Off Site System) ataupun sistem
pengolahan setempat (On Site System) dengan
3. Karakteristik Biologi membandingkan keuntungan dan kerugian
Limbah cair biasanya mengandung mikro- seperti pada Tabel 1 berikut ini :
organisme yang memiliki peranan penting
dalam pengolahan limbah cair secara biologi, Tabel 1. perbandingan antara off site system
tetapi ada juga mikro-organisme yang dan on site system
membahayakan bagi kehidupan manusia. Off site System On Site System (Sitem
Mikro-organisme tersebut antara lain bakteri, (Sistem Pengolahan Pengolahan Setempat)
jamur, protozoa dan algae. Terpusat)
Keuntungan : Keuntungan :
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Menyediakan Menggunakan
Masalah air limbah di Indonesia baik pelayanan yang teknologi sederhana,
limbah domestik maupun air limbah industri terbaik, Memerlukan biaya
sampai saat ini masih menjadi masalah yang Sesuai daerah yang rendah,
serius. Di dalam proses pengolahan air limbah dengan kepadatan Masyarakat dan tiapa
khususnya yang mengandung polutan senyawa tenggi, tiap keluarga dapat
organik, teknologi yang digunakan sebagian Pencemaran menyediakan sendiri,
besar menggunakan aktifitas mikro-organisme terhadap badan air Pengoperasian dan
yang menguraikan senyawa polutan organik dan dan air tanah pemeliharaan oleh
tersebut. dapat dihindari, masyarakat,
Pengelolaan air limbah dapat dilakukan Memiliki masa Manfaat dapat
secara alamiah maupun dengan bantuan guna lebih lama, dirasakan secara
peralatan. Pengolahan air limbah secara alamiah langsung.
biasanya dilakukan dengan bantuan kolam Kerugian : Kerugian :
stabilisasi. Kolam stabilisasi merupakan kolam
Memerlukan biaya Tidak dapat diterapkan
yang digunakan untuk mengelolah air limbah
investasi, operasi, pada setiap daerah,
secara alamiah. Kolam stabilisasi sangat
dan pemeliharaan misalkan sifat
direkomendasikan untuk pengelolaah air limbah
yang tinggi, permeabilitas tanah,
di daerah tropis dan negara berkembang sebab
Menggunakan tingkat kepadatan
biaya yang diperlukan untuk membuatnya
teknologi tinggi, tanah, dan lain lain,
relatif murah tetapi membutuhkan area yang
Tidak dapat Fungsi terbatas hanya
luas retention time (waktu tinggal) yang cukup
dilakukan oleh dari buangan kotoran
lama (20-50 hari). Kolam stabilisasi yang umum
perseorangan, manusia, tidak
digunakan adalah kolam anaerobik (anaerobic
pond), kolam fakultatif (facultative pound) dan Waktu yang lama melayani air limbah
dalam perencanaan kamar mandi dan air
kolam maturasi (anaerobic/maturation pound).
dan pelaksanaan, bekas cucian,
Kolam anaerobik biasanya digunakan untuk
mengelolah air limbah dengan kandungan bahan Perlu pengelolaan, Operasi dan
organik yang sangat pekat, sedangkan kolam oprasional, dan pemeliharaan sulit
maturasi biasanya digunakan untuk pemeliharaan yang dilaksanakan.
memusnakan mikro-organisme di dalam air baik.
limbah. Sumber : Asmadi dan Suharno, 2012
Hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan
dalam pemilihan sistem pengolahan air limbah Desain IPAL Domestik
domestik menurut pedoman pengolaha air Seluruh air limbah yang dihasilkan dari
limbah perkotaan departemen kimpraswil tahun kegiatan domestik yaitu air limbah dapur, air
2003 didasarkan pada faktorfaktor kepadatan limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air
penduduk, sumber air yang ada, kedalaman limbah wastafel, air limpasan dari tangki septik
muka air tanah, dan kemampuan membiayai. tank dan air limbah lainnya, seluruhnya
Berdasarkan faktorfaktor tersebut dialirkan ke sebuah sistem pengolahan terpusat
kemudian dilakukan pemilihan sistem dengan sistem biofilter anaerob-aerob.
pengolahan air limbah dengan

214
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

a. Bak Pemisah Lemak fakultatif aerobik. Setelah beberapa hari operasi,


Bak pemisah lemak atau grease removal pada permukaan media filter akan tumbuh
berfungsi untuk memisahkan lemak atau minyak lapisan film mikro-organisme. Mikro-organisme
yang berasal dari kegiatan dapur, serta untuk inilah yang akan menguraikan zat organik yang
mengendapkan kotoran pasir, tanah atau belum sempat terurai pada bak pengendap.
senyawa padatan yang tak dapat terurai secara Dimensi media yang diperlukan untuk
biologis. biofilter anaerob dapat dihitung dengan rumus :
Bak pemisah lemak atau grease removal
yang direncanakan adalah tipe gravitasi
sederhana. Bak terdiri dari dua buah ruang
yang dilengkapi dengan bar screen pada bagian e. Biofilter Aerob
inletnya. Dimensi bak pemisah lemak dapat Di dalam bak kontaktor aerob ini diisi
dihitung dengan rumus : dengan media khusus dari bahan plastik tipe
sarang tawon, sambil diaerasi atau dihembus
xQ dengan udara sehingga mikro-organisme yang
Dimana : ada akan menguraikan zat organik yang ada
rt = retention time (waktu tunggu) dalam air limbah serta tumbuh dan menempel
Q = Debit air limbah pada permukaan media.
Dimensi media yang diperlukan untuk
b. Bak Ekualisasi biofilter aerob dapat dihitung dengan rumus :
Bak ekualisasi adalah bak penampungan
yang berfungsi untuk meminimumkan dan
mengendalikan fluktuasi aliran limbah cair baik f. Bak Pengendapan Akhir
Di dalam bak ini lumpur aktif yang
kuantitas maupun kualitas yang berbeda dan
menghomogenkan konsentrasi limbah cair. mengandung mikro-organisme diendapkan dan
sebagian air dipompa kembali kebagian bak
Dimensi bak ekualisasi dapat dihitung
pengendapan awal dengan pompa sirkulasi
dengan rumus : xQ lumpur.
Dimensi bak pengendapan akhir dapat
Dimana :
rt = retention time (waktu tunggu) dihitung dengan rumus : xQ
Q = Debit air limbah Dimana :
rt = retention time (waktu tunggu)
c. Bak Pengendapan Awal Q = Debit air limbah
Bak pengendapan awal berfungsi untuk
mengendapkan partikel lumpur, pasir dan Pengaliran Air Limbah
kotoran organik tersuspensi. Selain sebagai bak
pengendapan, juga berfungsi sebagai bak Limbah cair disalurkan dari berbagai
pengurai senyawa organik yang berbentuk sumber ke fasilitas pengolahan melalui system
padatan, Sludge (pengurai lumpur) dan pengolahan tertutup, di mana system saluran ini
penampung lumpur. dikelompokkan menurut asal dan cara
Dimensi bak pengendapan awal dapat pengaliran.
dihitung dengan rumus : x Q
Dimana : Saluran Pipa Pembungan Air Limbah
rt = retention time (waktu tunggu)
Q = Debit air limbah Saluran yang akan dihitung di sini terdiri
dari 4 saluran yaitu sambungan rumah, saluran
d. Biofilter Anaerob tersier, saluran sekunder dan saluran
Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut primer/induk.
diisi dengan media khusus dari bahan plastik Perhitungan keempat saluran tersebut dapat
tipe sarang tawon. Jumlah bak kontaktor menggunakan rumus :
anaerob terdiri dari dua buah ruangan. Q=VxA
Penguraian zat-zat organik yang ada dalam air
limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau

215
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

b. Data sekunder
- Data jumlah penduduk
kelurahan Istiqlal.
- Jumlah bangunan yang dilayani.
Kemiringan Minimum Saluran - Fasilitas pendukung.

Kemiringan minimum pada kondisi aliran 4. Metoda Analisis Data


penuh dapat dianalisi menggunakan rumus : Data yang terkumpul selanjutnya
dianalisa secara deskriptif, yaitu :
a. Sumber-sumber limbah cair.
b. Menghitung debit limbah cair yang
dihasilkan dalam m3/hari.
c. Merencanakan sistem pengolahan air
limbah domestik.
( )
( ) 5. Desain Sistem Pengolahan Air Limbah
Domestik
Metodolologi Penelitian a. Dimensi bak pengolahan air limbah.
b. Layout sistem jaringan air limbah.
1. Lokasi dan Waktu Penelitian c. Ukuran dan kemiringan saluran
Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan pembawa.
Istiqlal Kecamatan Wenang Kota Manado
Sulawesi Utara. Secara geografis terletak 6. Kesimpulan dan saran.
pada 12941,72 LU dan 1245046,66 LS.
Waktu penelitian dilaksanakan pada Bagan Alir
bulan September November 2014. Mulai

2. Studi Literatur
Literatur atau bahan acuan yang Survei lokasi dan
digunakan dalam penyelesaiaan skripsi ini pengumpulan data

antara lain :
- Asmadi dan Suharno, 2012, Dasar-
dasar Teknologi Pengolahan Air Data primer : Data sekunder :
Limbah, Gosyen - Perilaku penggunaan - Data penduduk
air - Jumlah bangunan
Publishing, Yogyakarta. - Jumlah air limbah yang dilayani
- Sumber air limbah - Fasilitas pendukung
- Bambang Triatmojo, 2013, Hidraulika
II, Beta Offset, Yogyakarta.
- Maryanto, 2011, Perencanaan Jaringan
Pipa Lateral Air Kotor di Surakarta Analisa data
- Metcalf and Eddy, 2003, Wastewater -
-
Debit air limbah
Perilaku
Engineering Treatment and Reuse, penggunaan air

McGraw
Hill Comapies, Inc, Republic of China.
Perencanaan :
- Sugiarto, 2008, Dasar-dasar Kapasitas pengolahan air limbah domestik,
Desain bak pengolahan air limbah domestik,
Pengolahan Air Limbah, Universitas Layout jaringan sistem pengolahan,
Desain ukuran saluran pembawa,
Indonesia, Jakarta.

selesai

3. Survei Lokasi Penelitian


1) Survei lokasi dan pengambilan data : Gambar 1 Bagan Alir Penelitian Pelaksanaan
a. Data primer :
- Sumber-sumber limbah cair.
- Debit limbah cair.
- Perilaku Penggunaan Air.

216
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

HASIL DAN PEMBAHASAN 30% dari total air limbah yang dihasilkan pada
beban puncak untuk memenuhi beban air
Langkah awal yang dilakukan yaitu limbah yang masuk sebelum dan setelah beban
mengetahui kapasitas air limbah domestik yang puncak.
dihasilkan oleh Kelurahan Istiqlal, sebagai
acuan untuk menentukan dimensi bak Tabel 2. Perilaku penggunaan air kelurahan
pengolahan air limbah yang akan direncanakan. Istiqlal
Air limbah yang di hasilkan berhubungan Waktu Penggunaan Persentase
dengan air bersih yang digunakan untuk 0.00 1.00 Tidakada
kebutuhan seharihari. 1.00 2.00 Tidakada
0%
Jumlah penduduk = 1927 orang 2.00 3.00 Tidakada
Limbah cair yang dihasilkan = 120 3.00 4.00 Tidakada
liter/orang/hari Persiapan
Total limbah cair = Jumlah penduduk x limbah 4.00 5.00
beribadah
cair per orang 5%
Persiapan
= 1927 orang x 120 liter/per orang/hari 5.00 6.00
beribadah
= 231.240 liter/hari. Mandi + Cuci
6.00 7.00
+ Masak
Untuk menentukan dimensi bak pengolahan Mandi + Cuci
air limbah aharu diketahui terlebih dahulu jam 7.00 8.00
+ Masak
puncak penggunaan air bersih, dengan jam 60%
Mandi + Cuci
puncak penggunaan air bersi tersebut akan 8.00 9.00
+ Masak
diketahui debit maksimum yang akah Mandi + Cuci
dihasilkan. 9.00 10.00
+ Masak
Survey yang dilakukan tentang perilaku
10.0011.00 Tidakada
penggunaan air dalam kehidupan seharihari 0%
11.0012.00 Tidakada
pada daerah tinjauan terlihat pada tabel 2.
12.0013.00 makan
Berdasarkan tabel 2 diambil kesimpulan 5%
perilaku penggunaan air terbesar perhari terjadi 13.0014.00 makan
pada pukul 6.00 sampai 9.00 dengan persentase 14.0015.00 Tidakada
0%
penggunaan sebesar 60%. Jam puncak 15.00-16.00 Tidakada
penggunaan air terjadi pada pukul 06.0010.00 Persiapan
16.0017.00
dengan durasi 4 jam dan persentasi sebesar beribadah
5%
60%. Maka debit air yang dihasilkan pada jam Persiapan
17.0018.00
puncak penggunaan air adalah : beribadah
Persentase jam puncak = 60% Mandi + Cuci
18.00-19.00
Total limbah cair = 385.400 liter/hari + Masak
25%
Jumlah limbah cair yang dihasilkan pada jam Mandi + Cuci
19.0020.00
puncak adalah = Persentase jam puncak x + Masak
Total limbah cair = 60% x 231.240 20.0021.00 Tidakada
liter/hari 21.0022.00 Tidakada
0%
= 138.774 liter (dalam waktu 4 jam) 22.0023.00 Tidakada
Untuk pengolahan air limbah domestik 23.0024.00 Tidakada
teknologi yang digunakan adalah kombinasi Total 100%
proses biofilter anaerob-aerob, membutuhkan
waktu tinggal yang berbeda pada setiap bagian Sumber : Hasil survey
pengolahannya untuk mendapatkan hasil
pengolahan atau penurunan BOD yang Total kapasitas bak Pengolahan Air Limbah
maksimal. Waktu yang diperlukan pada setiap (IPAL) = 138.774 liter + (30% x 138.774 liter)
bagian pengolahannya adalah Bak Pemisah = 180.367 liter
Lemak 30 menit, Bak Ekualisasi / Bak = 180 m3.
Penampungan Air 4-8 jam, Bak pengendapan Kapasitas desain yang direncanakan :
awal 24 jam, Biofilter anaerob 4-8 jam, Kapasitas pengolahan : 180 m3
Biofilter Aerob 4-8 jam, bak pengendapan akhir Kapasitas pengolahan per jam = 180 m3 /24
2-4 jam. Oleh Karena itu perlu ditambahkan jam

217
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

= 7,5 m3 per
Waktu tinggal (HRT) di dalam bak =
jam
Kapasitas pengolahan per menit = 7,5 m3 / 60 = 5,4 jam.
= 0.125
3
m /menit 3. Bak pengendapan awal
= 125 Debit air limbah: 180 m3/ hari
liter/menit BOD masuk : 300 mg/l
BOD Air Limbah Rata-rata : 300 mg/l Efisiensi : 25 %
Total efesiensi pengolahan : 90-95 % Bod Keluar : 225 mg/l
1. Desain Bak Pemisah Lemak/Minyak Waktu tinggal dala bak = 24 jam
Bak pemisah lemak atau grease removal Volume bak yang diperlukan = x 180 m3 =
yang direncanakan adalah tipe gravitasi 22,5 m3
sederhana. Bak terdiri dari dua buah ruang yang Ditetapkan Dimensi Bak :
dilengkapi dengan bar screen pada bagian Panjang : 2,5 m
inletnya. Lebar : 4,5 m
Kapasitas pengolahan : 180 m3/ hari Kedalaman Air : 2 m
: 7,5 m3/jam Ruang Bebas : 0,5 m
: 125 liter/menit Volume efektif : 22,5 m3
Kriteria Perencanaan : Konstruksi : Beton K300
retention time = 30 menit. Tebal dinding : 20 cm
Volume bak yang diperlukan = x
3 3 Chek :
180 m /hari = 3,75 m
Waktu tinggal (retention time) rata rata (T) =
Dimensi Bak :
Panjang :2m =3 jam
Lebar : 1,5 m
Kedalaman Air : 1,5 m
Ruang Bebas : 0,5 m Beban permukaan (surface loading) =
Volume efektif : 4,5 m3 3 2
10 m / m .hari
Konstruksi : Beton K300
Tebal dinding : 20 cm Waktu tinggal pada saat beban puncak = 1,5 jam
(asumsi jumlah limbah 2 kali jumlah rata-rata)
2. Desain Bak Ekualisasi/Bak Penampungan Beban permukaan (surface loading) rata rata =
Air 10 m3/ m2.hari
Waktu tinggal di dalam bak ( HRT ) = 4-8 Beban permukaan pada saat puncak = 20 m3/
jam. Ditetapkan waktu tinggal dalam bak m2.hari
ekualisasi adalah 5 jam. Standar : waktu tinggal = 2-4 jam
Beban permukaan : 20-50 m3/ m2.hari.
Jadi : (JWWA).
Volume bak yang diperlukan = x 180
3 4. Biofilter anaerob.
m /hari BODmasuk : 225 mg/l
= 37,5 m3 Efisiensi : 80 %
Ditetapkan Dimensi Bak : BODkeluar : 45 mg/l
Panjang : 4,5 m Debit limbah : 180 m3/ hari
Lebar : 4,5 m Untuk pengolahan air dengan proses biofilter
Kedalaman Air : 2 m standar beban BOD per volume media 0,4-4,7
Ruang Bebas : 0,5 m kg BOD / m3.hari.
Volume efektif : 40,5 m3 Ditetapkan beban BOD yang digunakan = 1,0
Konstruksi : Beton K300 kg BOD / m3.hari.
Tebal dinding : 20 cm Beban BOD di dalam air limbah = 180 m3/ hari
x 225 g/ m3 = 40.500 g/hari = 40,5 kg/hari.
Chek : Volume media yang diperlukan =
Volume efektif = 67,5 m3
= 40,5 m3

218
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

Volume media = 60% dari total volume rekator, Total volume Efektif Biofilter Aerob = (2 m + 3
Volume reaktor yang diperlukan = 100/60 x m) x 4,5 m x 2,5 m = 45 m3
40,5 m3 = 67,5 m3 Konstruksi : Beton K300
Waktu tinggal didalam reaktor Anaerob = Tebal dinding : 20 cm
= 9 jam.
Chek :
Ditetapkan Dimensi reaktor Anaerob : Waktu tinggal total rata rata = (45/180) x 24
Panjang : 7,5 m Jam = 6 jam
Lebar : 4,5 m Tinggi ruang lumpur = 0,5 m
Kedalaman Air : 2 m Tinggi Bed Media pembiakan mikroba = 1,5 m
Ruang Bebas : 0,5 m Volume total media pada biofilter aerob = 2 x
Volume efektif : 67,5 m3 4,5 x 1,5 = 13,5 m3
Konstruksi : Beton K300 Chek :
Tebal dinding : 20 cm BOD Loading per Volume media = 13,5/13,5 =
Waktu tinggal Reaktor Anaerob rata rata = 1 Kg BOD/ m3 .hari.
Standart high rate trickling filter : 0,4 -4,7 Kg
= 0,6 Kg BOD/m3 .hari. BOD/ m2 .hari. (Ebie Kunio, 1995)
Standart high rate trickling filter : 0,4 -4,7 Kg Kebutuhan Oksigen :
BOD/ m2 .hari. (Ebie Kunio, 1995) Kebutuhan oksigen di dalam rekator biofilter
aerob sebanding dengan jumlah BOD yang
5. Biofilter Aerob dihilangkan.
Debit air limbah : 180 m3/ hari Jadi :
BOD masuk : 45 mg/l Kebutuhan teoritis = jumlah BOD yang
Efisiensi : 60 % dihilangkan = 4,86 kg/hari.
Bod Keluar : 18 mg/l Factor keamanan ditetapkan = 2,0
Bebab BOD di dalam air limbah = 180 m3/ hari Maka kebutuhan Oksigen Teoritis= 2 x 4,86
x 45 g/m3 = 8.100 g/hari = 8,1 kg/hari. kg/hari =9,72 Kg/hari.
Jumlsh BOD yang dihilangkan = 0,6 x 8,1 Temperature udara rata-rata = 28c
kg/hari = 4,86 kg/hari. Berat udara pada suhu 28c = 1,1725 kg/ m3
Beban BOD per volume media yang digunakan Di asumsikan jumlah oksigen di dalam udara
= 0,5 kg/m3.hari. 23,2%.
Volume media yang diperlukan = 8,1/0,5 = 13,5 Jadi :
m3 Jumlah kebutuhan udara teoritis =
Volume media = 40% dari Volume Reaktor = 17,87 m3/hari.
Volume Reaktor Biofilter Aerob yang
diperlukan = 100/40 x 13,5 m3 = 33,75 m3
Efisiensi diffuser = 3 %
Biofilter Aerob terdiri dari dua ruangan yaitu
ruang Aerasi dan ruang Bed Media. Kebutuhan udara Aktual =
Dimensi Reaktor Biofilter Aerob :
=248 m3/hari
Blower udara yang diperlukan :
Ruang aerasi Spesifikasi Blower :
Panjang :2 m
Tipe : HIBLOW 200
Lebar : 4,5 m Kapasitas Blower : 200 liter/menit
Kedalaman Air :2m Head : 2000 mm-aqua ( 2
Ruang Bebas : 0,5 m meter )
Volume efektif : 18 m3 Jumlah : 4 unit
Power : 200 watt x 4 = 8000
Ruang Bed Media watt
Panjang :3 m Pipa Outlet : inc.
Lebar : 4,5 m Kelistrikan : 1 fase
Kedalaman Air :2m Diffuser udara :
Ruang Bebas : 0,5 m Total transfer udara = 800 liter/menit
Tipe diffuser yang digunakan : perforated pipe
diffuser atau yang setara.

219
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

1. Diameter pipa untuk sambungan rumah


6. Bak Pegendapan Akhir
Debit air limbah : 180 m3/ hari Misalkan 1 rumah terdiri dari 5 orang, maka
BOD masuk : 20 mg/l :
Bod Keluar : 20 mg/l Q = 120 liter/hari x 5 orang
Waktu tinggal Di Dalam Bak = 2-4 jam Q = 600 liter/hari
Menghitung dimensi bak pengendapan akhir Jam puncak penggunaan air terjadi selama 3 jam
menggunakan rumus (2.6) dengan kapasitas sebesar 60% dari total air
Volume bak yang diperlukan = (3/24)x 180 m3 limbah, maka :
= 22,5 m3 Q = 600 liter/hari x 60%
Dimensi : Q = 360 liter/hari
Panjang : 2,5 m = 15 liter/jam
Lebar : 4,5 m = 0,25 liter/menit
Kedalaman Air : 2 m = 0,004167 liter/detik
Ruang Bebas : 0,5 m Dimensi pipa untuk sambungan rumah dapat
Konstruksi : Beton K275 dihitung :
Tebal dinding : 20 cm Q = 0,004167 liter/detik
V = 1,5 m/detik

Chek :
Waktu tinggal (retention time) rata-rata =
x24 jam/hari = 3 jam

Desain Saluran Pipa Yang Akan digunakan.
Jadi diameter untuk sambungan rumah adalah
Limbah yang berasal dari WC, kamar 5,96 cm 10 cm, menggunakan pipa PVC.
mandi dan dapur memiliki bau dan bentuk yang
sangat mengganggu masyarakat. Oleh karena 2. Diameter pipa untuk saluran tersier
alasan ini limbah harus dialirkan secara tertutup.
Aliran harus memenuhi kriteria aliran Satu saluran tersier melayani 5 rumah, maka
dengan kecepatan aliran terendah pada saat debit yang masuk ke saluran tersier adalah :
debit puncak berlangsung harus berkisar antara Q satu rumah = 0,004167 liter/detik
0,63,0 m/detik agar memenuhi self cleaning Q saluran tersier = 0,004167 liter/detik x
(pembersihan sendiri). 5 rumah
= 0,02083 liter/detik
Diameter Saluran Pipa Pembungan Air Dimensi pipa untuk saluran tersier :
Limbah Q = 0,02083 liter/detik
V = 1,5 m/detik
Saluran yang akan dihitung di sini
terdiri dari 4 saluran yaitu sambungan rumah,
saluran tersier, saluran sekunder dan saluran
primer/induk.
Perhitungan keempat saluran :
Q=VxA
Jadi diameter untuk saluran tersier adalah
13,295 cm 15 cm, menggunakan pipa PVC.

3. Diameter pipa untuk saluran sekunder


Dimana : Satu saluran sekunder melayani 50 rumah,
Q = Debit Air Limbah maka debit yang masuk ke saluran tersier adalah
V = Kecepatan :
d = diameter pipa Q satu rumah = 0,004167 liter/detik

220
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

Q saluran sekunder = 0,004167 liter/detik x


50 rumah ( )
= 0,2083 liter/detik ( )
Dimensi pipa untuk saluran tersier : Dimana : V = kecepatan rencana
Q = 0,2083 liter/detik n = koefisien Manning
V = 1,5 m/detik r = jari-jari pipa
I = kemiringan saluran
Sistem sambungan rumah Sistem
pengaliran menggunakan gravitasi, oleh karena
itu dibutuhkan kemiringan yang cukup agar
terjadi pembersihan sendiri (self cleaning)
tampa adanya debit penggelontor. Kemiringan
Jadi diameter untuk saluran tersier adalah 42,04 minimum pipa tergantung besar kecepatan yang
cm 46 cm, menggunakan pipa beton. diinginkan agar tidak terjadi penyumbatan pada
saluran tersebut yang disebabkan
4. Diameter pipa untuk saluran primer kotoran/partikel yang terdapat pada air limbah.
Perhitungan kemiringan saluran
Satu saluran sekunder melayani 150 rumah, pembungan pada sistem air limbah pada
maka debit yang masuk ke saluran tersier adalah kelurahan istiqlal adalah sebagai berikut :
:
Q satu rumah = 0,004167 liter/detik 1. Sambungan Rumah
Q saluran sekunder = 0,004167 liter/detik x
150 rumah Kemiringan saluran untuk sambungan
= 0,625 liter/detik rumah dapat dihitung menggunakan rumus (4.2)
Dimensi pipa untuk saluran tersier : :
Q = 0,625 liter/detik v = 1,5 m/detik
V = 1,5 m/detik n = 0,01 (pipa PVC)
r = 0,05 m (diameter 10 cm)

( )
( )

Jadi diameter untuk saluran tersier adalah 72,82 ( ) = 0,03078


( )
cm 76 cm, menggunakan pipa beton.
Tabel 3. Dimensi saluran pipa Standar kemiringan minimum untuk pipa
No. Jenis Saluran Diameter Bahan diameter 10 cm sesuai tabel 4.2 adalah 0,45%
Saluran (cm) Saluran = 0,0045.
1 Sambungan rumah 10 PVC
2 Saluran tersier 15 PVC 2. Saluran Tersier
3 Saluran sekunder 46 Beton
Kemiringan saluran tersier dapat dihitung
4 Saluran primer 76 Beton
menggunakan rumus (4.2) :
Sumber : hasil perhitungan.
v = 1,5 m/detik
n = 0,01 (pipa PVC)
Kemiringan Minimum Saluran r = 0,075 m (diameter 15 cm)
Kemiringan minimum pada kondisi aliran
penuh dapat dianalisi menggunakan rumus : ( )
( )

( ) = 0,0179
( )

221
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

Standar kemiringan minimum untuk pipa 3 Saluran


46 0,68
diameter 15 cm sesuai tabel 4.2 adalah 0,4% = sekunder
0,0004. 4 Saluran
76 0,348
primer
3. Saluran Sekunder

Kemiringan saluran tersier dapat dihitung Kesimpulan


menggunakan rumus (4.2) :
v = 1,5 m/detik Dari hasil analisis dan pembahasan
n = 0,013 (pipa beton) maka dapat disimpulkan halhal sebagai
r = 0,23 m (diameter 46 cm) berikut:

1. Debit air limbah yang dihasilkan oleh


( ) kelurahan Istiqlal kota manado sebesar
( ) 231.240 liter/hari.
2. Sistem pengolahan air limbah domestik
( ) = 0,0068 yang digunakan adalah sistem terpusat
( ) (Off Site System).
Standar kemiringan minimum untuk pipa 3. Dari hasil perhitungan di dapat ukuran
diameter 46 cm sesuai tabel 4.2 adalah 0,12% bak istalasi pengolahan air limbah
= 0,0012. (IPAL) yakni = 25 m x 4,5 m.
4. Tipe saluran yang digunakan untuk
4. Saluran Primer membawa limbah cair adalah saluran
tertutup dengan sistem gravitasi.
Kemiringan saluran tersier dapat dihitung 5. Ada empat jenis saluran pembawa
menggunakan rumus (4.2) : yaitu:
v = 1,5 m/detik a. Sambungan rumah menggunakan
n = 0,013 (pipa beton) pipa PVC dengan diameter 10 cm
r = 0,38 m (diameter 76 cm) dan kemiringan 3,078%.
b. Saluran tersier menggunakan pipa
PVC dengan diameter 15 cm dan
( ) kemiringan 1,79%.
( ) c. Saluran sekunder menggunakan
pipa beton dengan diameter 46 cm
( ) = 0,00348 dan kemiringan 0,68%.
( ) d. Saluran primer menggunakan pipa
Standar kemiringan minimum untuk pipa beton dengan diameter 76 cm dan
diameter 76 cm sesuai tabel 4 adalah 0,06% = kemiringan 0,348%.
0,0006. 6. Bak IPAL ini melayani 555 bangunan.

Tabel 4. Hasil Perhitungan Dimensi Dan Saran


Kemiringan Pipa Dalam pengoperasian instalasi
No. Jenis Diameter Kemiringa pengolahan air limbah ini perlu dibentuk suatu
Saluran Saluran (cm) n (%) organisasi tingkat kelurahan atau petugas yang
1 Sambungan bertugas untuk memelihara sistem ini.
10 3,078
rumah
2 Saluran
15 1,79
tersier

222
Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.3 Maret 2016 (211-223) ISSN: 2337-6732

Daftar Pustaka

Anonimous. 2013. Masalah Pencemaran Air Limbah di Wilayah Jakart.

http://kelair.bppt.go.idPublikasiBukuAirLimbahDomestikDKIAirLimbahDomestikDKI.html

Asmadi dan Suharno. 2012. Dasar-dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Gosyen

Publishing. Yogyakarta.

Bambang Triatmojo. 2013. Hidraulika II. Beta Offset. Yogyakarta.

Maryanto. 2011. Perencanaan Jaringan Pipa Lateral Air Kotor di Surakarta. Skripsi

Program D-III Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Metcalf and Eddy. 2003. Wastewater Engineering Treatment and Reuse. McGraw

Hill Companies, Inc. Republic of China.

Puji dan Nur Rahmi. 2009. Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Lumpur Aktif Proses
ANaerob. Tugas Akhir. Universitas Diponegoro, Fakultas Teknik. Semarang.

RA Prahastiwi Prameswari dan Alfan Purnomo, 2014. Perencanaan Pelayanan Air Limbah Komunal
di Desa Krasak Kecamatan Jatibarang Kota Indramayu, Jurnal Teknik. Jurusan Teknik
Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Sugiarto. 2008. Dasar-dasar Pengolahan Air Limba. Universitas Indonesia. Jakarta.

223