Anda di halaman 1dari 35

IDENTITAS GURU

1. Nama Sekolah : SD Negeri 1 Manislor


2. Nama Guru : ARAS HIDAYAT, S.Pd
3. NIP : 19661126 198803 1 003
4. Jabatan/Golongan Guru : Pembina /IVa
5. Alamat Sekolah : Jalan Raya Manislor Kecamatan
Jalaksana Kabupaten Kuningan

6. Mengajar Mata Pelajaran : Penjas


7. SK Pengangkatan
a. Sebagai CPNS
Pejabat yang mengangkat :
Nomor SK :

Tanggal SK :

b. Pangkat Terakhir
Pejabat yang mengangkat :
:
Nomor SK
:
Tanggal SK
8. Alamat Rumah
Jalan :
Kabupaten :

Provinsi :

Telpon/Fax :

LEMBAR PENGESAHAN

1
Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada tuhan Yang Maha Esa

bersama ini kami syahkan laporan Pengembangan Diri

Nama : ARAS HIDAYAT, S.Pd

NIP : 19661126 198803 1 003

Gol./ Ruang : IVa/ Pembina

Unit Kerja : SD Negeri 1MANISLOR

Mengetahui, Kuningan, Maret 2017


Ketua Koordinator PKB Tk. Sekolah Penyusun

ARAS HIDAYAT, S.Pd.


NIP.19661126 198803 1 003

Mengetahui dan mengesyahkan,


Kepala SD Negeri 1 Manislor
UPTD Pendidikan Kecamatan Jalaksana

MULYANA, S.Pd
NIP. 19630906 198410 1 007

KATA PENGANTAR

2
Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan

karunia yang dilimpahkan kepada penulis sehingga Laporan kegiatan

Pengembangan Diri ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah

ditentukan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini dapat diselesaikan berkat

adanya bantuan, bimbingan, dorongan dan petunjuk dari berbagai pihak. Penulis

menyadari bahwa dalam penulisan Laporan ini masih banyak terdapat kekurangan

bahkan mungkin kesalahan, baik dalam penyusunan, penyajian maupun

sistematika penulisannya. Oleh karenanya, penulis mengharapkan kritik dan saran

yang membangun dari semua pihak, demi kesempurnaan penulisan

Laporan ini. Meski demikian, penulis tetap berharap agar kiranya

Laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak lain yang memerlukan

Kuningan, Maret2017
Penyusun

ARAS HIDAYAT, S.Pd.


NIP.19661126 198803 1 003

BAB I

PENDAHULUAN

3
A. Latar Belakang

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan


yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan
Indonesia cerdas dan kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus
dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, tidak cukup bila guru
hanya melakukan tugasnya mengajar, membimbing dan mendidik para siswanya,
melainkan harus selalu mengembangkan profesinya tersebut. Pengembangan
terhadap profesi guru tersebut hendaklah dilaksanakan secaraterprogram dan
berkelanjutan, melalui kegiatan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)
yang memang merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan
terbentuknya guru yang profesional. Salah satu jenis kegiatan PKB adalah
Pengembangan Diri.
Kegiatan Pengembangan Diri tersebut dapat dilakukan melalui dua jenis
kegiatan, yaitu: (1) Mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat)
fungsional dan/atau (2) Mengikuti kegiatan kolektif guru. Menyadari akan
berbagai kekurangan yang ada penulis, maka untuk meningkatkan profesionalisme
yang penulis rasakan masih kurang, selama tahun 2016/2017 ini penulis telah
ditugaskan oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti tiga jenis kegiatan
pengembangan diri, yakni sebagai berikut:
1. Kegiatan Pelatihan Pendidikan Tingkat Nasional
2. Kegiatan Diklat PAKEM (USAID)
3. Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)
Sebagai tanggung jawab atas tugas yang telah diberikan kepala sekolah
kepada penulis untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri, dan sekedar untuk
mengimbaskan hasil yang penulis peroleh selama mengikuti kegiatan
pengembangan diri tersebut, maka penulis pandang perlu untuk menuliskan
laporan kegiatan ini.
B. Tujuan

4
Tujuan dari kegiatan pengembangan diri ini adalah untuk meningkatkan
kompetensi penulis sebagai guru, baik kompetensi pedagogik, kompetensi
profesional, kompetensi managerial maupun kompetensi sosial yang penulis
rasakan masih kurang.

C. Manfaat
Manfaat yang diharpkan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik, akan memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman
belajar yang lebih efektif.
2. Bagi Guru, dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara
efektif sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi
kehidupan di masa datang.
3. Bagi Sekolah/Madrasah, akan mampu memberikan layanan pendidikan
yang berkualitaskepada peserta didik.
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat, akan memperoleh jaminan bahwa anak
mereka mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan
pengalaman belajar yang efektif.
5. Bagi Pemerintah, akan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang
layanan pendidikan yang berkualitas dan profesional.

BAB II

LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI I (SATU )

LaporanKegiatan :

Judul diklat yang diikuti : Pelatihan Pendidikan Tingkat

5
Nasional
: Metode Evaluasi dan Penilaian
dalam Kurikulum 2013
:
Waktu pelaksanaan diklat : Tanggal 5 Februari 2017
Tempat penyelenggaraan : IAIN Sunan Gunung Jati Cirebon
diklat
Jenis : Seminar
Kegiatan
Lama waktu pelaksanaan :
diklat

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk


mewujudkan suasana belajar dalam pembelajaran agar siswa
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Taqiyuddin, 2013: 17).
Berangkat dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa
pendidikan merupakan aktivitas sadar yang dilakukan oleh
manusia guna membangun pribadi individu, masyarakat, bangsa
dan negaranya menjadi lebih baik. Salah satu pendukung yang
melatar belakangi baik buruknya sebuah pendidikan terlihat
pada kurikulum pendidikan yang digunakan.
Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang
disediakan untuk membelajarkan siswa (Oemar Hamalik, 2008:
17). Kurikulum pendidikan dibangun atas dasar kebutuhan
bangsa juga masa yang memungkinkan adanya perbaikan
apabila diperlukan. Dalam pendidikan, kurikulum pada
hakikatnya bertujuan memudahkan mencapai tujuan pendidikan
(Syafruddin Nurdin, 2005: 50). Sebagaimana diketahui bahwa
dalam kurikulum setidaknya memiliki 4 unsur utama, yaitu
tujuan, isi, metode dan evaluasi.

6
Dalam perubahan dan perbaikannya kurikulum Indonesia
khususnya sudah mengalami beberapa kali perbaikan, dari
semenjak tahun 1947 sampai tahun 2013 sekarang ini. Adapun
kurikulum baru yang sempat diusungkan adalah bernama
kurikulum 2013 atau umum juga disebut kurtilas.
Setiap kurikulum memiliki cara penilaian yang berbeda-
beda. Hal ini disebabkan minimalnya oleh pendekatan yang
dilakukan dalam kurikulum tersebut. Kurikulum 2013 misalnya,
yang mengedepankan pendekatan scientific, yang tentu saja
memiliki kriteria penilaian yang berbeda dengan kurikulum-
kurikulum yang sudah ada sebelumnya.
Keluasan penilaian yang terdapat dalam kurikulum 2013
menunjukkan adanya satu tujuan besar yang hendak dicapai di
dalamnya. Namun, harus benar-benar dipahami tentunya oleh
seluruh komponen pendidikan khususnya guru mengenai hal
tersebut. Maka, oleh karena pentingnya memahami penilaian
kurikulum 2013, dalam makalah penulis bermaksud menguraikan
tentang Standar Penilaian dalam Kurikulum 2013.
B. Tujuan
Mengikuti Pelatihan Metode Evaluasi dan Penilaian dalam Kurikulum
2013, adapun tujuannya yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian penilaian dan penilaian
autentik dalam kurikulum 2013;
2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip penilaian dalam
kurikulum 2013;
3. Untuk memahami ruang lingkup, teknik dan instrument
penilaian kurikulum 2013
D. Materi
Secara umum dipahami bahwa penilaian adalah
memberikan suatu nilai terhadap suatu objek yang dilihat, dirasa,
diamati dan sebagainya. Nana Sudjana (2012: 3), menjelaskan

7
bahwa untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu
objek diperlukan adanya ukuran atau kriteria. Misalnya, untuk
dapat mengatakan baik, sedang, kurang, diperlukan ketentuan
atau ukuran yang jelas bagaimana yang baik, yang sedang dan
yang kurang. Ukuran itulah yang dinamakan kriteria.
Sehingga, dari sini dapat dipahami bahwa penilaian adalah
proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu
berdasarkan suatu kriteria tertentu. Lebih lanjut lagi Sudjana
menjelaskan bahwa proses pemberian nilai tersebut berlangsung
dalam bentuk interpretasi dan yang diakhiri dengan judgment.
Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang
mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria
dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu.
Maka, dapat dipahami bahwa penilaian hasil belajar adalah
proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai
siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa
objek yang dinilai adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa
pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku siswa, yang
mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor atau dalam
kurikulum 2013 cakupannya adalah perubahan sikap,
pengetahuan dan keterampilan. Oleh sebab itu, dalam penilaian
hasil belajar, peranan tujuan intruksional yang berisi rumusan
kemampuan dan tingkah laku yang ingin dikuasai siswa menjadi
unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian.
Imas dan Berlin (2014:47) menjelaskan bahwa pada
Kurikulum 2013, siswa tidak lagi menjadi objek dari pendidikan,
tapi justru menjadi subjek dengan ikut mengembangkan tema
dan materi yang ada. Dan dengan adanya perubahan ini,
tentunya berbagai standar dalam komponen pendidikan akan
mengalami berubah. Mulai dari standar isi, standar proses

8
maupun standar kompetensi lulusan, dan bahkan standar
penilaian pun juga mengalami perubahan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya,
Mohammad Nuh sebagai pemangku kebijakan tertinggi
mengatakan bahwa standar penilaian pada kurikulum baru
tentu berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Karena tujuan dan
kurikulum 2013 adalah mendorong siswa aktif dalam tiap materi
pembelajaran, maka salah satu komponen nilai siswa adalah jika
si anak banyak bertanya.
Tentunya banyak lagi komponen penilaian dalam kurikulum
ini, seperti proses dan hasil observasi siswa terhadap suatu
masalah yang diajukan guru, kemudian, kemampuan siswa
menalar suatu masalah juga menjadi komponen penilaian
sehingga anak terus diajak untuk berpikir logis, dan yang
terakhir adalah kemampuan anak berkomunikasi melalui
presentasi mengenai tema yang dibahas di kelas.
Adapun definisi standar penilaian pendidikan dijelaskan
dalam Lampiran Permen Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar
Penilaian Pendidikan, adalah kriteria mengenai mekanisme,
prosedur dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik.
Definisi tersebut juga senada dengan definisi standar penilaian
pendidikan yang dijelaskan oleh E. Mulyasa (2009: 43).
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup:
penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat
kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian
sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut.
1. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara
komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan
keluaran (output) pembelajaran.

9
2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta
didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan
kriteria yang telah ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan
untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk
penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar
kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran,
untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.
5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
Dasar (KD) atau lebih.
6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah
melaksanakan 8 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan
tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
seluruh KD pada periode tersebut.
7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
semua KD pada semester tersebut.
8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan
kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk
mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi
sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada
tingkat kompetensi tersebut.
9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK
merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk
mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi
sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada
tingkat kompetensi tersebut.
10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan
pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka

10
menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan
secara nasional.
11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh
satuan pendidikan.
Penilaian dalam kurikulum 2013 apabila dibulatkan, akan
mendapatkan dua macam penilaian, yaitu:
1. Penilaian (assessment) adalah proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
belajar peserta didik.
2. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan
secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan
(input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang
meliputi ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Adapun Imas dan Berlin lebih lanjut menjelaskan tentang
Penilaian autentik menilai kesiapan peserta didik, serta proses
dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga
komponen (input, proses, output) tersebut akan menggambarkan
kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu
menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan
dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.
Penilaian autentik juga bisa diartikan sebagai upaya
pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan
prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktifitas-aktifitas
pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi, dan
membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap peristiwa,
berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat dan
sebagainya.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap
pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran
sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian

11
semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar
peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menanya,
menalar, mencoba dan membangun jejaring.
Pada penilaian auntentik ada kecenderungan yang focus
pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan
peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang
meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karenanya,
penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik.
Penilaian auntentik merupakan pendekatan dan instrumen
penilaian yang memberikan kesempatan luas kepada peserta
didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas seperti:
1. Membaca dan meringkasnya
2. Eksperimen
3. Mengamati
4. Survey
5. Projek
6. Makalah
7. Membuat multimedia
8. Membuat karangan, dan
9. Diskusi kelas.
Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja,
termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek.
Penilaian auntentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu
metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang
memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari merka yang mengalami
kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus hingga yang
jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai
bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya,
dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran.
Hasil penilaian autentik dapat digunakan pendidik untuk
merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil

12
penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk
memperbaiki proses pembelajaran yang memenuihi standar
penilaian pendidikan.
E. Dampak
Bagi Guru
1. Menambah wawasan dan pemahaman Profesionalisme Guru
2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang kurikulum 2013

F. Tindak Lanjut

Tindak lanjut yang dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah sebagai
berikut:
1. Penulis akan melakukan diseminasi kepada teman teman guru disekolah
dengan jadwal yang akan dibicarakan dengan kepala sekolah.
2. Penulis akan mengimplementasikan hasil kegiatan ini untuk .Melakukan
Pembinaan guru mengenai kurikulum 2013
G. Lampiran

1. Fc. STTPL
2. Fc. Surat Tugas

PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN JALAKSANA
SD NEGERI 1 MANISLOR
Jl. Desa Manislor Ke. Jalaksana Kab. Kuningan 45554

SURAT TUGAS
Nomor : / / /20

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDN 1 Manislor Kecamatan


Jalaksana Kabupaten Kuningan, memberikan tugas kepada :

Nama : ARAS HIDAYAT, S.Pd


NIP : 19661126 198803 1 003
Pangkat/Gol : Pembina/Iva
Jabatan : Guru Olah Raga

13
Untuk Mengikuti Kegiatan Diklat PAKEM yang akan dilaksanakan pada :

Hari : ____________________
Tanggal :_____________________
Tempat :_____________________

Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana


mestinya, dan setelah melaksanakan tugas harap memberikan laporan kepada
sekolah

Manislor, --------------20
Kepala Sekolah,

INAH, S.Pd
NIP. 19630801 198410 2 010

LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI II ( DUA )

Laporan Kegiatan

Judul diklat yang diikuti : Pelatihan Pendidikan Tingkat


Nasional
: Penulisan Artikel Ilmiah dalam
Jurnal Nasional dan Tulisan Populer
untuk media Massa Sebagai (PKB)
Guru
:
Waktu pelaksanaan diklat : Tanggal 7 Februari 2017
Tempat penyelenggaraan : IAIN Sunan Gunung Jati Cirebon
diklat
Jenis : Seminar
Kegiatan

14
A. Latar Belakang

Akademisi seperti mahasiswa, guru, dosen, maupun ilmuwan dituntut untuk

akrab dengan dunia tulis-menulis. Sebab, setiap hasil pemikiran dan hasil

penelitian diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Hal itu bertujuan agar

masyarakat luas bisa merasakan buah pikiran penulis.

Kita juga tentu sudah mengenal artikel. Pada dasarnya kita semua bisa menulis

artikel. Hal itu karena teknik penulisan artikel pada umumnya tidaklah sukar.

Cukup bermodalkan kemampuan mengkonversi gagasan ke tulisan sesuai latar

belakang, keahlian dan keilmuan, maka seseorang sudah bisa memperoleh

kredibilitas dalam menulis artikel.

Di perguruan tinggi, kita tentu sudah mengenal jurnal. Artikel ilmiah di

dalamnya bukanlah sejenis artikel yang biasa kita buat. Artikel ilmiah yang

dimuat dalam jurnal ilmiah biasanya disusun dari laporan penelitian, laporan

percobaan, laporan penemuan atau laporan perenungan akademik seorang peneliti.

Bahasa yang digunakan dalam artikel ilmiah tentu harus ilmiah, tak sama dengan

bahasa dalam artikel umum. Dan artikel ilmiah yang hendak dimuat dalam jurnal

terakreditasi harus benar-benar kita pahami sebagai tulisan khusus.

Kriteria tulisan untuk artikel ilmiah ialah yang memiliki orisinalitas, menarik,

dan up to date. Maksudnya, artikel ilmiah tersebut haruslah menarik minat

pembaca, tema atau topik pembicaraan belum pernah dibuat atau dipublikasikan

sebelumnya, dan fenomena yang diangkat pun harus yang terbaru. Dalam menulis

artikel ilmiah, kita juga harus memperhatikan sistematika penyusunannya yang

tepat. Maka dari itu, kami akan membahas tentang Teknik Penulisan Artikel

15
Ilmiahdalam makalah sederhana ini untuk membantu Anda dalam menyusun

artikel ilmiah.

B. Tujuan

Adapun tujuan Pelatihan ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apa pengertian artikel (artikel ilmiah)


2. Untuk mengetahui jenis-jenis dan macam-macam artikel

itu?
3. Untuk mengetahui dan memahami syarat menjadi seorang

penulis?
4. Untuk mengetahui bagaimana cara menulis artikel ilmiah

yang benar ?

C. Manfaat

Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;

Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;

Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;

Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;

D. Materi

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas

suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan

untuk memberitahu (informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif

argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). Disebut lepas,

karena siapa pun boleh menulis artikel dengan topik bebas sesuai dengan minat

16
dan keahlian masing-masing. Selain itu juga artikel yang ditulis tersebut tidak

terikat dengan berita atau laporan tertentu. Ditulisnya pun boleh kapan saja, di

mana saja, dan oleh siapa saja. Kelompok opini meliputi tajuk rencana atau

editorial, karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca,

1. Ketentuan Umum

a. Artikel merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat

b. Artikel belum pernah dipublikasikan atau tidak dalam status telah

diterima (accepted) untuk dipublikasikan

c. Artikel diketik 1.5 spasi dengan menggunakan kertas kuarto (A4)

dan jenis huruf Times New Roman ukuran 12

d. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan

menggunakan ragam bahasa ilmiah

e. Artikel terdiri atas 1520 halaman, termasuk daftar pustaka dan

lampiran

f. Artikel dilampiri dengan pernyataan dari penulis bahwa artikel

yang ditulis adalah benar-benar asli hasil karya sendiri dan tidak

mengandung unsur-unsur plagiarisme

2. Sistematika Penulisan

a. Judul terdiri atas 1520 kata

b. Nama penulis (tanpa gelar akademis) disertai dengan alamat email

dan nama institusi

17
c. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak terdiri

atas 150200 kata dan di dalamnya diuraikan tentang masalah,

metode, dan simpulan.

d. Kata kunci (keywords) ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris

(masing-masing 57 kata)

e. Informasi personal penulis

f. PENDAHULUAN

(1) Fakta-fakta yang melatarbelakangi atau menginspirasi

pelaksanaan kegiatan PkM

(2) Upaya-upaya yang pernah dilakukan pihak lain

(3) Tujuan kegiatan PkM

g. MASALAH

(1) Masalah, persoalan, tantangan, atau kebutuhan

masyarakat yang faktual dan aktual

(2) Uraikan tentang masalah, persoalan, atau kebutuhan

pokok dalam masyarakat dikaitkan dengan target kegiatan

h. METODE

(1) Menguraikan cara yang digunakan untuk menyelesaikan

masalah, tantangan, atau persoalan. Dalam hal ini, dapat

digunakan satu jenis metode ataupun kombinasi beberapa

jenis metode. Beberapa contoh metode sebagai berikut.

Pendidikan Masyarakat : digunakan untuk kegiatan-

kegiatan, seperti a) pelatihan semacam in-house

18
training; b) penyuluhan yang bertujuan meningkatkan

pemahaman serta kesadaran, dan sebagainya

Konsultasi: digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang

di dalamnya persoalan atau kebutuhan dalam

masyarakat diselesaikan melalui sinergisme dengan

Perguruan Tinggi

Difusi Ipteks: digunakan untuk kegiatan yang

menghasilkan produk bagi konsumen

Pelatihan: digunakan untuk kegiatan yang melibatkan

a) penyuluhan tentang substansi kegiatan yang

disertai dengan demonstrasi atau percontohan untuk

realisasinya, b) pelatihan dalam pengoperasian sistem

atau peralatan, c) pembentukan kelompok wirausaha

baru, d) penyediaan jasa layanan bersertifikat kepada

masyarakat

Mediasi: digunakan untuk kegiatan yang di dalamnya

pelaksana PkM memposisikan diri sebagai mediator

para pihak yang terkait dan bersama-sama

menyelesaikan masalah yang ada dalam masyarakat

Simulasi Ipteks: digunakan untuk kegiatan yang

karya utamanya adalah sistem informasi atau

sejenisnya. Kegiatan ini ditujukan untuk menjelaskan

sesuatu yang tidak dapat dilakukan secara nyata

19
Substitusi Ipteks: Digunakan untuk kegiatan yang

menawarkan ipteks baru yang lebih modern dan

efisien daripada ipteks lama (Ipteks berupa TTG)

Advokasi : digunakan untuk kegiatan yang berupa

pendampingan

Metode lain yang sesuai

(2) Teknik Pengumpulan Data

(3) Teknik Analisis Data

(4) Lokasi, waktu, dan durasi kegiatan

i. PEMBAHASAN

Menjelaskan dan menguraikan tentang:

(1) Peristilahan atau model (untuk jasa, keterampilan baru,

dan rekayasa sosial-budaya), dimensi dan spesifikasi

(untuk barang/peralatan) yang menjadi luaran atau fokus

utama kegiatan yang digunakan sebagai solusi yang

diberikan kepada masyarakat, baik langsung maupun

tidak langsung

(2) Dokumentasi yang relevan dengan jasa atau barang

sebagai luaran atau fokus utama kegiatan PkM (foto, tabel,

grafik, bagan, gambar dsb)

20
(3) Keunggulan dan kelemahan luaran atau fokus utama

kegiatan apabila dilihat kesesuaiannya dengan kondisi

masyarakat di lokasi kegiatan PkM

(4) Tingkat kesulitan pelaksanaan kegiatan (pelatihan, mediasi

dan konsultasi, pendidikan dan advokasi) maupun produksi

barang, dan peluangnya

j. SIMPULAN

(1) mengemukakan tingkat ketercapaian target kegiatan di

lapangan

(2) mengemukakan ketepatan atau kesesuaian antara

masalah/persoalan dan kebutuhan/tantangan yang

dihadapi, dengan metode yang diterapkan

(3) mengemukakan dampak dan manfaat kegiatan

(4) mengemukakan rekomendasi untuk kegiatan PkM

berikutnya

k. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka ditulis berdasarkan model APA (American


Psychological Association). Contohnya sebagai berikut.

Ginting, Nurjaina. (2005). Teknologi Daur Ulang Limbah Cair.


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Dun Steinhoff, John F Burgess. 1993. Small Business Management


Fundamentals 6th ed. New York; McGrawhill Inc.

Marhadi, 2010, Pengelolaan pakan ternak ruminanse, Dinas


Peternakan Propinsi Jawa Barat.

Mustika, I Wayan. (2007). Membangkitkan Kembali Tari Bedayo


Tulang Bawang di Kota Menggala Lampung. Jurnal Humaniora, 19,
135-142.

21
Azhar & Matsumura, K. (2010). A Study of Kenry in Japanese and
Hak in Indonesian. Jurnal Humaniora, 22, 22-30

Chavdarov, Ivan, Ivan Stoyanov, Rumyana Kresteva, Ani Boneva.


2003. Design on manipulation robotic systems in AutoCAD

environment using program modules. Academic Open Internet Journal


Vol 9. (www.acadjournal.com/2003/v9/part/p3)

http://www.boyolalikab.go.id/index2.php/(diunduh 9-2-2013).

(http://datapokok.ditpsmk.net/index.php?)

E. Dampak

Menulis KI, bagi guru, sebenarnya merupakan kebutuhan. Sebagai insan

yang berkecimpung di dunia pendidikan dan pembelajaran, mereka perlu terus-

menerus menambah wawasan dan pemahaman mengenai berbagai hal baik yang

terkait langsung maupun tidak langsung dengan mata pelajaran yang diampunya.

Lebih lanjut, mengapa kemampuan menulis KI guru perlu dikembangkan? Ada

sejumlah alasan yang melatarbelakangi perlunya pengembangan kemampuan

menulis KI bagi guru, yakni (1) guru sebagai insan terpelajar; (2) guru sebagai

agen pembaharu; (3) guru sebagai pendorong dan mitra siswa dalam menulis KI,

(d) guru sebagai peneliti (terutama PTK); dan (4) guru sebagai penulis KI.

F. Tindk Lanjut

Tindak lanjut yang dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah

sebagai berikut :

1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang

efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu

kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahasa.

22
2. Membentuk budaya akademik di pendidikan baik pada Teman guru dan
staff lainnya

Lampiran

PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN JALAKSANA
SD NEGERI 1 MANISLOR
Jl. Desa Manislor Ke. Jalaksana Kab. Kuningan 45554

23
SURAT TUGAS
Nomor : / / /20

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDN 1 Manislor Kecamatan


Jalaksana Kabupaten Kuningan, memberikan tugas kepada :

Nama : ARAS HIDAYAT, S.Pd


NIP : 19661126 198803 1 003
Pangkat/Gol : Pembina/Iva
Jabatan : Guru Olah Raga

Untuk Mengikuti Kegiatan Diklat PAKEM yang akan dilaksanakan pada :

Hari : ____________________
Tanggal :_____________________
Tempat :_____________________

Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana


mestinya, dan setelah melaksanakan tugas harap memberikan laporan kepada
sekolah

Manislor, --------------20
Kepala Sekolah,

INAH, S.Pd
NIP. 19630801 198410 2 010

LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI III ( TIGA )

Laporan Kegiatan

24
Judul diklat yang diikuti : Diklat Pakem (USAID PRIORITAS)
: Pelatihan Pakem Modul I SD/MI

Waktu pelaksanaan diklat : Tanggal 17-19 November 2015


Tempat penyelenggaraan : Sekolah Dasar Negeri I Peusing
diklat
Jenis : Seminar
Kegiatan
Lama Keggiatan : 3 Hari
(.)

A. Latar Belakang

Istilah PAKEM semula dikembangkan dari istilah AJEL (Active Joyful and
Effective Learning). Untuk pertama kalinya di Indonesia, yaitu pada tahun 1999,
metode ini dikenal dengan istilah PEAM (Pembelajaran Efektif, Aktif, dan
Menyenangkan).
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan. PAKEM berasal dari konsep bahwa pembelajaran harus berpusat
pada anak dan pembelajaran harus bersifat menyenangkan, agar siswa termotivasi
untuk terus belajar sendiri tanpa diperintah dan agar tidak merasa terbebani atau
takut. PAKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik
mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan
pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja (learning by doing).
Sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar, termasuk
pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan
efektif.
PAKEM adalah penerjemahan dari empat pilar pendidikan yang
dicanangkan oleh UNESCO, antara lain : (1) learning to know, yaitu mempelajari
ilmu pengetahuan berupa aspek kognitif dalam pembelajaran, (2) learning to do,
yaitu belajar melakukan yang merupakan aspek pengamalan dan pelaksanaan, (3)
learning to be, yaitu belajar menjadi diri sendiri berupa aspek kepribadian dan
kesesuaian dengan diri anak, (4) learning to lifw together, yaitu belajar hidup
dalam kebersamaan yang merupakan aspek kesosialan siswa, bagaimana

25
bersosialisasi, dan bagaimana hidup toleransi dalam keberagaman yang ada di
sekeliling siswa.
B. Tujuan
Tujuan dan manfaat pelatihan ini yaitu :
1. Menjelaskan dan mengetahui hakekat PAKEM.
2. Menjelaskan dan mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam
pelaksanaan pembelajaran menggunakan PAKEM.
3. Menjelaskan dan mengetahui pelaksanaan atau penerapan pemebelajaran
menggunakan PAKEM.
C. Materi

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan


sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang
saling bertukar informasi. Menurut Wikipedia, pengertian pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan
ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran
adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Untuk itu guru juga dituntut harus memiliki pengetahuan yang luas
mengenai jenis-jenis belajar ( multimetode dan multimedia) dan suasana belajar
yang kondusif, baik eksternal maupun internal. Dalam model PAKEM menurut
(Rusman, 2010;323); guru dituntut untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran
yang dapat ,elibatkan siswa melalui partisipatif, aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan yang pada akhirnya membuat siswa dapat menciptakan membuat
karya, gagasan, pendapat, ide atas hasil penemuannya dan usahanya sendiri,
bukan dari gurunya.

Pembelajaran Partisipatif
Pembelajaran partisipatif yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam
kegiatan pembelajaran secara optimal. Pembe pembelajaranlajaran ini
menitikberatkan pada keterlibatan siswa pada kegiatan ( childcentre/student
centre) bukan pada dominasi guru dalamn materi pelajaran (teacher centre). Jadi
pembelajaran akan lebih bermakna bila siswa diberikan kesempatan untuk

26
berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran, sementara guru
berperan sebagai fasilitator dan mediator sehingga siswa mampu berperan dan
berpartisipasi aktif dalam mengaktualisasikan kemampuannya di dalam dan di
luar kelas.
b) Pembelajaran Aktif
Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih
banyak melibatkan aktivitas siswa dalam mengases berbagai informasi dan
pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas,
sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan
pemahaman dan kompetensinya.
Dalam pembelajaran aktif, guru lebih banyak memosisikan dirinya sebagai
fasilitator, yang bertugas memberikan kemudahan belajar (to facilitate of
kearning) kepada siswa. Dalam kegiatan ini siswa terlibat secara aktif dan
berperan dalam proses pembelajaran, sedamngkan guru lebih banyak memberikan
arahan dan bimbingan, serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran.

c) Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan
guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas siswa selama
pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi
yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan
masalah.
Pembelajaran kreaktif menuntut guru untuk merangsang kreativitas siswa,
baik dalam mengembangkan kecakapan berpikir maupun dalam melakuakan suatu
tindakan. Berpikir kreatif selalu dimulai dengan berpikir kritis, yakni
menemukan dan melahirkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau memperbaiki
sesuatu.Berpikir kritis harus dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa
terbiasa mengembangkan kreativitasnya. Pada umumnya, berpikir kreatif
memiliki empat tahapan sebagi berikut ( Mulyasa, 2006: 192), yaitu:
a. Tahapan pertama; persiapan, yaitu proses pengumpulan informasi untuk diuji.

27
b. Tahap kedua; inkubasi, yaitu suatu rentang waktu untuk merenungkan
hipotesis informasi tersebut sampai diperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut
rasional.
c. Tahap ketiga; iluminasi, yaitu suatu kondisi untuk menemukan keyakinan
bahwa hipotesis tersebut benar, tepat dan rasional
d. Tahap keempat; verifkasi, yaitu pengujian kembali hipotesis untuk dijadikan
sebuah rekomendasi, konsep, atau teori.
Siswa dikatakan kreatif apabila mampu melakukan sesuatu yang
menghasilkan sebuah kegiatan baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif
dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru.

d) Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan
pengalaman baru kepada siswa membentuk kompetensi siswa, serta mengantarkan
mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Hal ini dapat dicapai dengan
melibatkan serta mendidik mereka dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
pembelajaran. Seluruh siswa harus dilibatkan secara penuh agar bergairah dalam
pembelajaran, sehingga suasana pembelajaran betul-betul kondusif dan terarah
pada tujuan dan pembentukan kompetensi siswa.
Pembelajaran efektif menuntut keterlibatan siswa secara aktif, karena
mereka merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.
Siswa harus didorong untuk menafsirkan informasi yang di sajikan oleh guru
sampai informasi tersebut dapat diterima oleh akal sehat. Dalam pelaksanaannya
perlu proses penukaran pikiran, diskusi, dan perdebatan dalam rangka pencapaian
pemahaman yang sama terhadap materi standar yang harus dikuasai siswa.
Pembelajaran efektif perlu didukung oleh suasana dan lingkungan belajar
yang memadai/kondusif. Oleh karena itu guru harus mampu mengelola siswa,
mengelola kegiatan pembelajaran, mengelola isi/materi pembelajaran, dan
mengelola sumber-sumber belajar. Menciptakan kelas yang efektif dengan
peningkatan efektivitas proses pembelajaran tidak bisa dilakukan secara

28
parsial,melainkan harus menyeluruh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi.
Proses pelaksanaan pembelajaran efektif dilakukan melalui prosedur
sebagai berikut:
a) melakukan appersepsi
b) melakukan eksplorasi, yaitu memperkenalkan materi pokok dan
kompetensi dasar yang akan dicapai, serta menggunakan varuiasi metode
c) melakukan konsolidasi pembelajaran, yaitu mengaktifkan siswa dalam
pembentukan kompetensi siswa dan mengaitkannya dengan kehidupan
siswa,
d) melakukan penilaian, yaitu mengumpulkan fakta-fakta dan data/dokumen
belajar siswa yang valid untuk melakukan perbaikan program
pembelajaran.

Untuk melakukan pembelajaran yang efektif , guru harus memerhatikan


beberapa hal, sebagai berikut: (1) pengelolaan tempat belajar, (2) pengelolaan
siswa, (3) pengelolaan kegiatan pembelajaran, (4) pengelolaan konten/materi
pelajaran, dan (5) pengelolaan media dan sumber belajar.

e) Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses
pembelajaran yang di dalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan
siswa, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan ( not under pressure) ( Mulyasa,
2006:194). Dengan kata lain, pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola
hubungan yang baik antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. Guru
memosisikan diri sebagai mitra belajar siswa, bahkan dalam hal tertentu tidak
menutup kemungkinan guru belajar dari siswanya. Dalam hal ini perlu diciptakan
suasana yang demokratis dan tidak ada beban, baik guru maupun siswa dalam
melakukan proses pembelajaran.
2. Prinsip PAKEM

29
Pembelajaran pakem merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual
yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses
pembelajarannya.
a) Pertama, proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru,
rekan siswa, multimedia, referensi, lingkungan dsb).
b) Kedua, proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman
belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog
atau melalui simulasi role-play).
c) Ketiga, proses Refleksi, (siswa memikirkan kembali tentang
kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah
lakukan).
d) Keempat, proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan
melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan,
penyelidikan atau wawancara)
3. Ciri-ciri atau Karakteristik PAKEM
a) Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik
b) Mendorong kreativitas peserta didik &guru
c) Pembelajarannya efektif
d) Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik
4. Tujuan PAKEM
Depdiknas (2005b) menjelaskan bahwa tujuan PAKEM adalah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dengan menyiapkan siswa
memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk persiapan kehidupan
masa depannya. Kegiatan PAKEM mengeksplorasi pengelolaan kelas belajar
aktif, strategi dan teknik pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan
kemampuan siswa untuk berfikir.
D. Dampak

1. Bagi guru
a) Menambah Pemahaman dan Pengetahuan tentang PAKEM
b) Menambah pemahaman dan pengetahuan tentang PAKEM dan cara
mengaplikasikannya dalam dunia akademik
2. Bagi Siswa
a) Dapat memperoleh cara Pembelajaran yang menyenangkan
b) memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk persiapan
kehidupan masa depannya

30
c) Pembelajaran lebih menarik.

E. Tindak Lanjut
a) Membuat laporan hasil identifikasi RTL kepada kepala sekolah dan
mengidentifikasi sumber daya
b) Membuat Program untuk kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan.

Lampiran

PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN JALAKSANA

31
SD NEGERI 1 MANISLOR
Jl. Desa Manislor Ke. Jalaksana Kab. Kuningan 45554

SURAT TUGAS
Nomor : / / /20

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDN 1 Manislor Kecamatan


Jalaksana Kabupaten Kuningan, memberikan tugas kepada :

Nama : ARAS HIDAYAT, S.Pd


NIP : 19661126 198803 1 003
Pangkat/Gol : Pembina/Iva
Jabatan : Guru Olah Raga

Untuk Mengikuti Kegiatan Diklat PAKEM yang akan dilaksanakan pada :

Hari : ____________________
Tanggal :_____________________
Tempat :_____________________

Demikian surat tugas ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana


mestinya, dan setelah melaksanakan tugas harap memberikan laporan kepada
sekolah

Manislor, --------------20
Kepala Sekolah,

INAH, S.Pd
NIP. 19630801 198410 2 010

32
Penyelenggaraan kegiatan umumnya umumnya sangat membantu dalam
melakukan pembinaan di sekolah

33
Penulis berharap agar kiranya kegiatan semacam ini hendaknya dapat
diprogramkan dan dilaksanakan secara kontinu agar para guru dapat
meningkatkan kompetensinya

Lampiran lampiran :

34
1. Rekapitulasi Kegiatan Pengembangan Diri

Waktu/ Institusi
Nama Materi PD/ Peran Nama Tempat
No Jam Penyelen
Kegiatan Kompetensi Guru Fasilitator Kegiatan
PD ggara

35