Anda di halaman 1dari 5

Cuci Darah pada Penderita Ginjal

Oleh : dr. Syamsul Bihar. Penimbunan bahan-bahan beracun dan bahan-bahan lainnya yang tidak
berguna akibat metabolisme atau pembakaran zat makanan dalam tubuh, akibat ginjal yang
menurun vitalitasnya, pada akhirnya menyebabkan suatu gangguan bagi kesehatan yang
disebabkan oleh gagal ginjal.
PrOSES pencucian darah ini yang kita sebut sebagai proses hemodialisa, sebenarnya suatu
proses yang sederhana, tetapi cukup mengerikan. Darah dari tubuh penderita diisap keluar
melalui suatu saluran, lalu dimasukkan ke dalam mesin pencuci darah. Di dalam mesin ini,
cairan darah dibersihkan dan dicuci dari bahan-bahan beracun yang tidak dikehendaki, dengan
suatu proses dialisa.

Setelah bersih maka darah melalui saluran yang lain akan dikembalikan ke dalam tubuh
penderita. Jika pada tahap pertama seorang penderita yang harus dicuci darahnya, akan
mengalami ketakutan, nantinya ketakutan itu akan hilang dengan sendirinya. Dia sudah terbiasa
karena melakukannya berulang - ulang, karena ini satu - satunya cara membersihkan darahnya
dari racun-racun yang tidak dikehendaki oleh tubuh.

Cuci darah ini bisa dialami oleh seorang penderita sebut saja Pak Herman 54 tahun pada tahap
awal sampai tiga kali seminggu, yang kemudian bisa menjadi dua kali atau satu kali seminggu.
Proses dianalisa atau "cuci darah" itu sendiri, setiap kalinya berlangsung selama 3-5 jam.
Biasanya sesudah dilakukan "cuci darah" ini seorang penderita akan merasa segar bugar kembali.

Memang tidaklah menyenangkan kalau darah kita harus dicuci sampai 2-3 kali seminggu,
sepanjang sisa usia kita. Di samping kita akan mengalami hal-hal yang mencemaskan setiap kali
proses cuci darah berlangsung, juga biaya setiap kali cuci darah tadi tidaklah kecil.

Masalahnya sekarang ini, mengapa seseorang untuk mengatasi penyakit yang dialaminya yang
menyebabkan bahan racun beredar dalam darahnya, harus cuci darah...? Hal inilah yang ingin
kita bicarakan dalam uraian yang berikut ini, agar kita bisa terhindar dari proses "cuci darah"
tersebut.

Organ (Ginjal yang Menakjubkan)

Kalau kita cerita tentang "cuci darah", maka kita tidak terlepas dari cerita tentang sepasang alat
dalam tubuh kita, yang disebut sebagai gin jal atau buah pinggang. Sama seperti alat tubuh yang
lainnya, seperti jantung, paru-paru, otak, hati, tulang, pankreas dan lain sebagainya, peran ginjal
dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sangatlah penting sekali. Semua alat-alat atau
organ tubuh kita, mempunyai fungsi dan kegunaan sendiri- sendiri, yang tidak dapat digantikan
oleh organ yang lainnya dari tubuh kita, kalau organ tadi rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
Kalau organ atau alat-alat tubuh ini kurang berfungsi atau rusak sama sekali tentu saja kesehatan
kita terganggu, kita jatuh sakit atau bahkan akan meninggal dunia.

Ginjal yang jumlahnya dua buah, artinya sepasang, terletak di bagian rongga perut bagian
belakang, tepatnya didaerah pinggang kita, di bawah tulang rusuk. Ginjal yang besarnya tidak
sampai sekepalan tangan manusia mempunyai berat masing-masing sekitar 150 gram, atau hanya
0,25 persen berat tubuh total. Walaupun ukurannya relatip kecil, tetapi fungsi ginjal ternyata
cukup banyak dan sangat kompleks. Kegunaan ginjal ini yang paling utama adalah untuk
mengatur jumlah dan komposisi cairan tubuh kita. Ginjal akan mengeluarkan cairan yang
berlehih dan sebaliknya akan menahan cairan tersebut kalau tubuh kekurangan cairan.

Coba perhatikan. Jika tubuh banyak berkeringat karena berolahraga atau kegiatan kerja yang
berlebihan, ginjal akan sedikit mengeluarkan cairan, sehingga air seni jumlahnya sedikit.
Sebaliknya kalau keringat tidak banyak keluar, misalnya pada malam hari atau karena cuaca
dingin, ginjal akan mengeluarkan banyak cairan dan kita akan lebih sering buang air kecil.

Fungsi lain dari ginjal ini adalah untuk membersihkan darah dari bahan-bahan yang tidak
berguna bagi tubuh, mengeluarkan bahan-bahan yang beracun dan juga mempunyai fungsi yang
berkaitan dengan masalah-masalah hormonal. Darah yang mengalir meliwati ginjal, setiap
menitnya tidak kurang dari 1300 ml. Darah yang melalui ginjal ini akan dibersihkan dan disaring
dari zat-zat yang bersifat racun yang berbahaya bagi tubuh, dalam suatu anyaman pembuluh daa-
ah halus diginjal, yang disebut sebagai glomerulus.

Terkadang ginjal yang telah mengeluarkan suatu bahan dari penyaringannya, kemudian harus
menyerapnya kembali. Hal ini bisa terjadi untuk berbagai jenis asam amino atau protein, seperti
albumin, beberapa jenis mineral, seperti kalium dan natrium, ataupun juga air sendiri, tergantung
dari kebutuhan tubuh pada waktu itu.

Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yang disebut sebagai erythropoietin, berperan dalam proses
pembentukan dan pematangan sel-sel darah merah dalam sumsum tulang belakang. Di samping
itu juga ginjal mempunyai peran dalam menghasilkan dan mengolah vitamin D, serta menjaga
tekanan darah seseorang.

Jadi ginjal dengan sendirinya bekerja sebagai alat tubuh yang melakukan penyaringan,
pengeluaran, penyerapan kembali bahan-bahan tertentu ataupun cairan tubuh secara keseluruhan,
dan fungsi hormonal. Pengaturan kerja ginjal yang sedemikian penting dan sangat kompleks ini,
dengan kerjasama semua organ tubuh yang lainnya, sehingga kesehatan tubuh secara
keseluruhan akan terjaga dengan baik. Sebaliknya kalau ginjal ini oleh karena sesuatu hal jadi
ngadat, tidak bekerja dengan baik, tentu akan mengakibatkan berbagai hal yang mengganggu,
yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan gangguan atau penyakit yang serius bagi tubuh kita.

Ketika Terjadi gagal ginjal dengan fungsinya yang sedemikian banyak dan pentingnya, tentu saja
kita harus memperhatikan dan menjaga ginjal ini dengan baik. Bayangkan saja kalau fungsi
ginjal ini terganggu, tentu saja cairan tubuh tidak dapat lagi dikeluarkan secara adekuat, racun-
racun yang berbahaya tidak dapat dipisahkan dan dibuang, dan juga timbul gangguan hormonal
yang berkaitan dengan pembentukan sel-sel darah merah. Tubuh bisa kelihatan menjadi
bertambah gemuk karena tertahannya cairan ini dan terjadi gangguan kesehatan yang nyata
karena beredarnya zat-zat beracun dalam tubuh. Apalagi bisa pula disertai dengan kurangnya
butir- butir darah merah yang menimbulkan banyak akibat bagi kesehatan.

Penimbunan bahan-bahan beracun dan bahan-bahan lainnya yang tidak berguna akibat
metabolisme atau pembakaran zat makanan dalam tubuh, akibat ginjal yang menurun
vitalitasnya, pada akhirnya menyebabkan suatu gangguan bagi kesehatan yang disebabkan oleh
gagal ginjal.

Kegagalan ginjal dalam menjalankan fungsinya ini, yang kita kenal sebagai gagal ginjal tadi,
terbagi dalam 2 jenis, yaitu

: Gagal ginjal akut (GGA) Gagal ginjal kronis/menahun.

Gagal ginjal akut ((GGA) ini disebabkan fungsi ginjal yang menurun secara tiba-tiba (akut),
yang menimbulkan berbagai jenis gejala akibat penurunan secara mendadak (dalam beberapa
jam sampai beberapa hari), kemampuan penyaringan dari ginjal clan gangguan pembuangan sisa-
sisa metabolisrne dari protein, sehingga terjadi penumpukan dari urcum dan kreatinin dalam
darah.

GGA bisa disebabkan oleh beberapa hal dan sering pula diketemukan secara kebetulan pada
perawatan yang intensip sebagai komplikasi penyakit berat, seperti sepsis ataupun sebagai bagian
dari gangguan fungsi berbagai organ tubuh yang lain.

GGA ini dapat pula disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan proses pembedahan,
kecelakaan/trauma, masalah-masalah kebidanan, gangguan pada saluran kemih atau yang
lainnya.

Penyebab GGA ini dapat berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masalah prerenal,
renal dan pasca - renal/post-renal.

GGA prarenal atau disebut juga sebagai GGA fungsional, disebabkan adanya kelainan-kelainan
sebelum aliran darah sampai ke ginjal, yang menyebabkan proses di ginjal menjadi menurun.
Keadaan ini umumnya ringan saja clan dapat diatasi dengan cepat apabila perfusi ginjal segera
diperbaiki. Penyebab prarenal GGA ini bisa oleh penurunan volume darah (hipovolernia) ke
ginjal, vasodilatasi yang sistemik dan kegagalan pompa jantung.

Penyebab hipovolemia, antara lain: Kehilangan darah akibat perdarahan/trauma, luka baker dan
lainnya.

Kehilangan cairan akibat muntah menceret, akibat gangguan ginjal sendiri, gangguan pernafasan
atau akibat pembedahan.

Kegagalan pompa jantung, sehingga menyebabkan darah yang dipompa jantung kesemua bagian
tubuh menjadi menurun, diketemukan pada :

-Infark jantung

-(gagal jantung kongestip-gangguan ritme jantung-Emboli pada paru-paru.

GGA renal disebabkan oleh karena berkurangnya aliran darah ke ginjal, yang diakibatkan oleh
masalah-masalah pra renal, seperti yang disebutkan di atas. Penyebab yang lain bisa karena
penyempitan pembuluh darah pada ginjal, sehingga mengurangi aliran darah ke ginjal secara
menyeluruh, hipertensi yang berat, eklampsia, sepsis ataupun gangguan hepatorenal, dan
sebagainya.

Keadaan ini semua walaupun berlangsung cukup singkat misalnya, bisa menyebabkan gangguan
ginjal yang berlangsung lama, nantinya akan menyebabkan fungsi ginjal menjadi terganggu.

Pada GGA pascarenal, produksi urine yang dihasilkan cukup, tetapi penyalurannya sesudah
melalui ginjal terhalang.Halangan pengeluaran air seni ini, bisa terjadi pada saluran kemih,
akibat prostate yang membesar, karsinoma serviks, batu pada saluran kemih, dan lain-lain.
Semakin lama terjadinya obstruksi ini, tentunya kerusakan ginjal akan menjadi bertambah berat
pula.

Diagnosis GGA pada tahap awal agak sulit, karena tidak adanya keluhan pasien atau kelinan
yang dapat dilihat berkaitan dengan ginjalnya. Tanda-tanda yang kelihatan hanya berupa : jumlah
air seni yang berkurang ataupun adanya perubahan warna dan kekeruhan dari air seni.
Peningkatan kadar ureum dan kreatinin, juga tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Karenanya untuk diagnosa GGA diperlukan pemeriksaan yang berulang - ulang dari fungsi
ginjal, yaitu tentang kadar ureum dan kreatinin darah. Periksa pula secara rutin jumlah air seni
dan perubahan berat badan penderita.

Kebanyakan pasien GGA berada dalam keadaan sakit berat, sehingga prioritas penatalaksanaan
pasien GGA adalah untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa pasien, baik yang berkaitan
dengan ginjalnya atau tidak.

Ada dua hal yang paling mengancam pada pasien GGA ini, yaitu edema paru dan meningginya
kadar kalium darah serta asidosis yang berat. Kenaikan kadar urem clan kreatinin darah yang
terus meninggi yang terjadi pada pasien GGA ini, sehingga jika dengan pengobatan konservatip
tidak menunjukkan perbaikan yang nyata, maka dipertimbangkan tindakan dialysis. Begitupun
jika GGA ini dikelola dengan baik, umumnya penderita dapat disemhuhkan dengan sempurna.
GGK ditandai dengan adanya kumpulan gejala-gejala minis yang disebabkan oleh fungsi ginjal
yang menurun, yang berlangsung secara perlahan-lahan, yang bersifat menahun, yang
berlangsung secara progresip.

(TGKMI ada yang ringan, sedang atau berat, tergantung dari laju tiltrasi glomerular (LFG) dari
ginjal. GGK ringan jika LFG diantara 50-30 ml/menit, dengan gejala yang menonjol yaitu
tekanan darah tinggi.GGK sedang, jika LFG diantara 29-10 ml/menit, dengan gejala utama
hipertensi dan anemia. Sedangkan GGK yang berat jika IFG kurang dari 10 ml/menit, dengan
gejala yang terlihat adalah hipertensi, retensi air dan garam, mual, muntah, nafsu makan hilang
dan penurunan fungsi mental.

GGK tahap akhir, jika LFC kurang dari 5 ml/menit, dimana gejala-gejala yang terlihat seperti
GGK berat, ditambah dengan edema paru, kejang-kejang, hiperkalemia, koma dan akhirnya akan
mengalami kematian.

Gejala-gejala dari GGK ini kalau disimpulkan berdasarkan gangguan yang terjadi pada alat-alat
tubuh, dapat diringkas sebagai berikut :

l.Gangguan pada saluran pencernaan, berupa nafsu makan yang hilang, mual, muntah, nafas
berbau amoniak, sariawan, gastritis dan tukak lambung.

2. Gangguan pada kulit, dimana kulit pucat karena anemia, perdarahan kecil dibawah kulit, gatal-
gatal.

3. Gangguan pada sistem darah, berupa anemia yang disebabkan oleh berkurangnya produksi
hormon eritropoetin dari ginjal, perdarahan kecil dibawah kulit dan saluran pencernaan ataupun
kekurangan zat besi dan asam folat karena nafsu makan yang berkurang.Bisa pula terjadi
perdarahan karena trombosit yang terganggu fungsinya, dan juga gangguan fungsi sel darah putih
yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun.

4. Gangguan pada syaraf dan otot, berupa rasa pegal pada kedua tungkai, rasa kesemutan dan
rasa terbakar pada telapak kaki, tidak bisa tidur, gangguan konsentrasi, tremor dan kejang-
kejang.

5. Gangguan sistem tubuh lainnya, berupa hipertensi, nyeri dada, sesak nafas, gangguan irama
jantung, gangguan seksual, gangguan metabolisme gula, zat lemak dan vitamin D.

Adapun penyebab dari GGK ini sangat bervariasi, antara lain:

Akibat kelainan ginjal sendiri yang berlangsung lama seperti adanya infeksi pada glomerulus
ginjal, penyakit ginjal yang menyebabkan obstruksi yang berlarut-larut akibat batu saluran
kemih. Gangguan ginjal akibat penyakit-penyakit seperti lupus, kencing manis, hipertensi
ataupun penyakit rematiklgout. Akibat pemakaian obat-obatan yang berlangsung lama, yang
dapat merusak ginjal, seperti : beberapa jenis anti biotikalantimikroba, antihipertensi, obat
penghilang rasa sakit, obat-obat_jantung dan sebagainya.

- Gangguan lain pada ginjal, seperti factor genetic, kelainan bentuk ginjal, dan sebagainya.

Dalam penatalaksanaan GGK ini secara konservatip., ada 3 hal yang harus diperhatikan :

l. Memperlambat proses penurunan fungsi ginjal 2. Mencegah kerusakan ginjal yang lebih lanjut

3. Mengatasi berbagai masalah yang timbul pada GGK dan mencegah komplikasi.

Memperlambat proses penurunan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan pengobatan hipertensi
dan kencing manis secara lebih baik, membatasi asupan protein dari makanan dan
mengendalikan kadar lemak darah.

Mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dengan pengaturan jumlah cairan yang diminum,
mencegah infeksi pada saluran kemih, mencegah pemakaian obat-obatan yang berpotensi
merusak ginjal.