Anda di halaman 1dari 11

EEN KURNAESIH

196703241990032002
RUANG HEMODIALISA
MENERAPKAN PRINSIP-PRINSIP PENCEGAHAN INFEKSI RUMAH
SAKIT DI AREA KEPERAWATAN HEMODIALISA
Dengan Cara Melakukan:
1. Pemisahan pasien infeksius dan non infeksius.
Tim PPIRS telah menetapkan pemisahan pasien infeksius dan non infeksius
berdasarkan cara penularan: Airbone, Droplet dan kontak
Contoh:
a. Ruang khusus HD dengan HBSag positif (+)
b. Ruang khusus TB positif (+) yang pakai hepafilter
2. Pemilahan tempat sampah
a. Limbah medis infeksius, contohnya: sarung tangan bekas, bekas balutan,
potongan tubuh, sediaan darah, specimen tubuh, limbah medis dibuang ke
tempat sampah medis yang dilapisi kantong plastik kuning
b. Limbah medis tajam, contohnya: jarum suntik bekas, jarum infus, pisau
bedah dibuang ke kontainer khusus
c. Limbah non medis, contohnya: kertas, sisa makanan, daun daunan dibuang
ke tempat sampah dengan kantong plastik warna hitam
3. Kewaspadaan standar meliputi:
a. Cuci tangan
b. APD (sarung tangan, masker, pelindung mata dan wajah, gaun).
c. Peralatan perawatan pasien
d. Pengendalian lingkungan
e. Penanganan linen
f. Penanganan limbah
g. Kesehatan karyawan
h. Penempatan pasien
i. Penyuntikan aman
j. Etika batuk
PEMENUHAN NUTRISI ENTERAL DAN PARENTERAL PADA PASIEN DI
AREA KEPERWATAN HEMODIALISA
Tujuan terapi nutrisi pada pasien PGK dialysis
1. Mengurangi akumulasi toksin uremi, cairan elektrolit diluar waktu dialysis
2. Memperbaiki status nutrisi, dan mencegah defisiensi asam amino vitamin

Kebutuhan kalori 30 35 kkal/kg BB/hari, protein 1.2 1.5 kg BB/hari


1. 40 60% dari karbohidrat
2. 30 40% dari lemak

Nilai kalori:
1. Lemak 1 gr : 9 kkal
2. KH 1 gr : 4 kkal
3. Protein 1 gr : 4 kkal

Indikasi pemberian nutrisi parenteral pada pasien dialysis


Dukungan nutrisi diindikasikan pada penderita dialysis dengan malnutrisi, jika:
1. BMI < 20 kg/m2
2. Penurunan berat badan > 10% dalam waktu 6 bulan
3. Serum albumin < 3.5 gr/dL
4. Serum prealbumin < 300mg/L

Syarat pemberian nutrisi parenteral pada pasien dialysis


Bila usaha perbaikan diet intesif melalui oral dan enteral telah gaga, maka nutrisi
parenteral direkomendasikan
DISCHARGE PLANNING
Adalah suatu proses dimana mulai nya pasien mendapatkan pelayanan
kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses
penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatan nya sampai
pasien merasa siap untuk kembali kelingkungan nya.
Tujuan discharge plenning:
1. Meningkatkan kontinuitas perawatan
2. Meningkatkan kualitas perawatan dan
3. Memaksimalkan manfaat sumber pelayanan kesehatan

Keuntungan discharge plenning bagi pasien:


1. Dapat memenuhi kebutuhan pasien
2. Merasakan dirinya adalah bagian dari proses perawatan
3. Mengerti apa yang terjadi pada dirinya

Keuntungan discharge plenning bagi perawat:


1. Merasakan keahliannya diterima dan digunakan
2. Memahami perannya dalam system

Contoh discharge plenning pada pasien hemodialisa:


1. Pembatasan asupan cairan : dengan memantau kenaikan BB Klien
2. Asupan nutrisi klien :
dengan mengkaji MIS score
a. Setiap 3 bulan pada pasien yang normal
b. Setiap bulan pada pasien malnutrisi
c. Dilakukan secara berkala
MELAKUKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM
MELAKSANAKAN TINDAKAN KEPERAWATAN HEMODIALISA
kompetensi ini merupakan kemampuan melakukan komunikasi antara
perawatan dengan klien/pasien, keluarga serta tim kesehatan lainnya.
Kemampuan komunikasi ini merupakan dasar dalam melakukan tindakan
keperawatan diarea hemodialisa pada klien/pasien
Elemen kompetensi pra interaksi
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menanyakan identitas klien

Tujuan melakukan hubungan/interaksi interpersonal


1. Penjelasan yang disampaikan dimengerti oleh klien/pasien/keluarga
2. Selama komunikasi dipergunakan bahasa yang jelas, sopan dan sistematis
3. Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi

Melakukan Interaksi
1. Privasi klien/pasien selama komunikasi dihargai
2. Sebagai pendengar diperlihatkan dengan sabar dan penuh perhatian serta
empati
3. Komunikasi televon dilaksanakan (bila perlu)
4. Diakhir komunikasi dan divalidasi.

Melakukan Terminasi
1. Akhir komunikasi disampaikan kepada klien/pasien
2. Salam perpisahan/penutupan disampaikan
Peningkatan komunikasi efektif bagian dari
sasaran keselamatn pasien
Dengan:
1. Teknik TBak
Saat terima intruksi lisan, via televon verifikasi dengan cap komunikasi
efektif
Berlaku untuk semua petugas kesehatan yang melakukan dan menerima
perintah verbal
tulis baca kembali konfirmasi ulang terhadap perintah yang diberikan
2. Teknik SBaR
Berlaku untuk semua petugas kesehatan yang melakuakn pelaporan/serah
terima pasien kepada dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dan atau saat
pergantian petugas:
Situation: kondisi terkini yang terjadi pada pasien
Background: informasi penting yang berhubungan dengan kondisi pasien
terkini
Assesment: hasil pengkajian kondisi pasien terkini
Recommendation: apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah pasien
saat ini
MENGIDENTIFIKASI DAN MENANGGULANGI RESIKO KESEHATAN
DIAREA KEPERAWATAN HEMODIALISA
Insiden meliputi:
KTD : kejadian yang tidak diharapkan yang mengakibatkan cedera
pada pasien, contoh: jatuh
KPC : kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera,
tetapi belum terjadi insiden
KNC : insiden nyaris cedera
KTC : insiden yang sudah terpapar ke pasien, tetapi tidak timbul cedera
KS : suatu kejadian yang tidak diharapkan (KTD) yang
mengakibatkan kematian/cedera serius

Bila terjadi insiden segera melapor dan mengisi formulir sesuai insiden yang
terjadi.
Ada 2 macam formulir:
1. Formulir KTD/KNC/KTC dan sentinel
2. Formulir KPC

Contoh:
1. Mengkaji resiko jatuh, bila > 45 resiko tinggi
2. Mengisi formulir pengkajian
3. Memberikan penkes sesuai dengan kebutuhan belajar pasien
4. Membuat dokumentasi pendidikan kesehatan secara lengkap di TTD
pasien/keluarga
JUSTIFIKASI METODE DISCHARGE PLANNING
Di Indonesia semua pelayanan keperawatan di rumah sakit, telah merancang
berbagai bentuk format discharge planning, namun discharge planning
kebanyakan dipakai hanya dalam bentuk pendokumentasian resume pasien
pulang, berupa informasi yang harus disampaikan pada pasien yang akan pulang
seperti intervensi medis dan non medis yang sudah diberikan, jadwal control, gizi
yang harus dipenuhi setelah dirumah. Cara ini merupakan pemberian informasi
yang sasarannya ke pasien dan keluarga hanya untuk sekedar tahu dan
mengingatkan, namun tidak ada yang bias menjamin apakah pasien dan keluarga
mengetahui factor resiko apa yang dapat membuat penyakitnya kambuh,
penanganan apa yang akan dilakukan bias terjadi kegawat daruratan terhadap
kondisi penyakitnya, untuk itu pelaksanaan discharge planning di rumah sakit
apalagi dengan penyakit kronis seperti stroke, diabetes mellitus, penyakit jantung
dan lain-lain yang memiliki resiko tinggi untuk kambuh dan berulangnya kondisi
kegawatan sangat penting dimana akan memberikan proses deep learning pada
pasien hingga terjadinya perubahan perilaku pasien dan keluarganya dalam
memaknai kondisi kesehatannya.
Contoh discharge planning yang diberikan pada pasien TB paru yang prinsip
pelaksanaan nya tetap melalui proses pengkajian, sehingga perawat dapat
memulai discharge planning tergantung hasil pengkajian.
DISCHARGE PLANNING PADA KLIEN TB PARU
Tahap III Pencegahan Tahap IV Pertemuan Tahap V Rencana Tindak
Tahap 1 Pengetahuan Tahap II Tindakan
Berulang Keluarga Lanjut
Objektif Evaluasi Objektif Evaluasi Objektif Evaluasi Objektif Evaluasi Objektif Evaluasi
Pengertian Bagaimana Napas Apa yang Nutrisi Makanan Pengawasan Siapa yang Menentukan Puskesma
TB anda dalam anda apa yang Obat akan sarana s/ rumah
mengetahui lakukan bias menjadi pelayanan sakit
bahwa bila meningkatka PMO pasien kesehatan
penyakit yang merasaka n daya tahan yang
anda rasakan Batuk n tubuh Apa yang mudah di
Penyebab akan PMO
efektif Obat Support jangkau
TB Berulang Dahak Apa yang lakukan bila
System Menentukan
Tanda & kental anda pasien
jadwal
Gejala TB dan sulit lakukan bila malas
Lingkungan minum
Apa yang Relaksa keluar, lupa minum minum
obat
anda lakukan si dan sesak obat obat.
bila nafas? Apa yang
Posisi
mengalami Bagaimana keluarga
batuk lama > upaya anda lakukan
3 untuk agar
minggu/disert menciptakan mendapatka
Penata- ai batuk darah lingkungan n dukungan
laksanaan yang sehat untuk
Berapa lama untuk pengobatan
anda minum penderita TB sampai
obat jika paru? tuntas
Komplikasi mengalami
sakit seperti
ini

Cara Tidak
Penularan menuntaskan
minum obat

Pencegahan
Bagaimana
anda bias
terkena
penyakit ini
Diagnosis Apa yang
TB anda lakukan
Darah agar penyakit
Rontgen
Sputum ini tidak
Mantolik menular
test
Apa yang
anda lakukan
untuk
memastikan
anda terkena
penyakit paru