Anda di halaman 1dari 14

1

AUDIT ATAS AKTIVA TIDAK BERWUJUD

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2

MHD. DERRY PRAYOGA 1405170764

GANANG ABDILLAH 1405170757

IKHTIARA RENGGALITA 1405170483

REI SIVA DEVY 1405170827

RAISHA TAMARA SIREGAR 1405170838

ZILI SAIDAH 1405170792

ANNISA MARDHATILLAH1405170511

AVISYA NADIRA 1405170805

TASYA FADLYA 1405170598

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

T.A 2016/2017

KATA PENGANTAR
2

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga tersusunnya tugas makalah ini.
Pengembangan pembelajaran dari materi yang ada pada tugas makalah ini, senantiasa
dilakukan mahasiswa dengan tetap dalam bimbingan Dosen. Upaya ini diharapkan dapat
lebih mengoptimalkan penguasaan mahasiswa terhadap kompetensi yang dipersyaratkan.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu, penyusun
mengharapkan tegur, sapa, atau kritik demi perbaikan yang akan datang.
Artinya, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu penyusunan tugas Makalah.

Medan, 10 April 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..... 2
Daftar Isi... 3
BAB I : PENDAHULUAN 5
3

1. Latar Belakang 5
2. Permasalahan.. 5
3. Tujuan Penulisan 6
4. Manfaat Penulisan.. 6
BAB II : PEMBAHASAN. 7
A. TEORI. 7
1. Pengertian Aktiva Tidak Berwujud..... 7
2. Dasar Penggolongan Aktiva Tidak Berwujud 7
3. Pencatatan dan Perolehan Aktiva... 8
4. Jenis-Jenis Aktiva Tidak Berwujud 9

B. DASAR-DASAR PEMERIKSAAN TERHADAP AKTIVA TIDAK


BERWUJUD.................................................................................................. 11

1. Prinsip Akuntansi Aktiva Tidak Berwujud (ATB).................................... 11


2. Tujuan Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud........................................... 11
3. Asersi Manajemen pada Aktiva Tidak Berwujud..................................... 12
4. Sifat Aset Tidak Berwujud... 12

C. POKOK PEMBAHASAN PEMERIKSAAN TERHADAP AKTIVA TIDAK


BERWUJUD.......................................................................................... 12

Program Pengujian Aktiva Tidak Berwujud.............................................. 12

1. Prosedur Audit Awal Terhadap Aktiva Tidak Berwujud.......................... 12


2. Prosedur Analitik Atas Aktiva Tidak Berwujud.......................................13
3. Pengujian Transaksi Rinci Aktiva Tidak Berwujud.................................. 13
4. Pengujian Saldo Akun Rinci Aktiva Tidak Berwujud.......................... 13
5. Pemeriksaan Atas Penyajian dan Pengungkapan Aktiva Tidak
Berwujud................................................................................................... 14
BAB III : KESIMPULAN DAN SARAN 15
KESIMPULAN...................................................................................................... 15
SARAN.. 15

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 16
4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Aktiva tak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasikan dan tidak
mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau
menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau buntuk tujuan
administratif.

Contoh aktiva tidak berwujud yang dicakup dalam pengertian diatas adalah : piranti
lunak komputer, hak paten, hak cipta, film gambar hidup, daftar langganan, hak
perusahaan, hutan, waralaba, hubungan dengan pemasok dan pelanggan, kesetiaan
pelanggan, hak pemasaran dan pangsa pasar.

Dalam definisi aktiva tak berwujud terdapat kreteria bahwa keteridentifikasian aktiva
tidak berwujud harus dapat dibedakan secara jelas dengan muhibah ( goodwill ).
Goodwill yang timbul dari penggabungan usaha berbentuk akusisi mencerminkan
pembayaran yang dilakukan oleh pihak yang mengakuisisi dengan harapan akan
memperoleh mamfaat ekonomis dimasa depan.
5

Manfaat ekonomis masa depan yang timbul dari aktiva tidak berwujud dapat
mencakup pendapatan dari penjualan barang dan jasa, penghematan biaya, atau mamfaat
lain yang berasal dari penggunaan aktiva tersebuat oleh perusahaan.dalam mengakui
suatu pos sebagai aktiva tidak berwujud, perusahan perlu menunjukan bahwa pos tersebut
memenuhi : a. Definisi aktiva tidak berwujud dan b. Kriteria pengakuan sebagaimna
diatur dalam pernyataan PSAK No. 19

Oleh karena itu, penulis menulis makalah yang berjudul Pemeriksaan Piutang.
Semoga makalah ini berguna bagi para pembaca dan terutama bagi penulis.

B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis membuat topic permasalahan terkait
makalah Audit Atas Aktiva Tidak Berwujud sebagai berikut :

a. Apakah pengertian dari aktiva tidak berwujud?

b. Apa saja jenis-jenis aktiva tidak berwujud?

c. Bagaimana sifat aktiva tidak berwujud?

d. Apa saja tujuan dan prosedur audit atas aktiva tidak berwujud?

C. Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Mampu menjelaskan tentang pergertian aktiva tidak berwujud.

2. Mampu menjelaskan tentang jenis jenis aktiva tidak berwujud.

3. Mampu menjelaskan tentang sifat aktiva tidak berwujud.

4. Mampu menjelaskan tentang tujuan dan prosedur audit atas aktiva tidak berwujud.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :

1. Sebagai bahan pembelajaran bagi mata kuliah Pemeriksaan Akuntansi II.


6

2. Sebagai bahan untuk menambah wawasan mengenai Pemeriksaan Aktiva Tidak


Berwujud.

BAB II

PEMBAHASAN

A. TEORI

1. Pengertian Aktiva Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud (in tangible asset) adalah aktiva tak lancar (noncurrent
asset) dan tak berbentuk yang memberikan hak keekonomian dan hukum kepada
pemiliknya dan dalam laporan keuangan tidak dicakup secara terpisah dalam
klasifikasi aktiva yang lain.

Perlakuan akuntansi aktiva tak berwujud menyangkut masalah yang tidak berbeda
dengan perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap, diantaranya adalah penentuan nilai
perolehan, perlakuan akuntansi selanjutnya terhadap nilai perolehan tersebut dalam
kondisi usaha normal (amortisasi), dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai aktiva
tak berwujud yang material dan permanen.

Kesulitan yang dihadapi dalam pemecahan masalah perlakuan akuntansi aktiva tak
berwujud pada umumnya disebabkan oleh sifat aktiva tersebut, seperti tidak adanya
wujud fisik yang menyebabkan bukti keberadaannya kabur, dan kesulitan dalam
penentuan nilai perolehan serta masa manfaat keekonomiannya.
7

Ciri khas aktiva tak berwujud yang paling utama adalah tingkat ketidakpastian
mengenai nilai dan manfaatnya di kemudian hari. Aktiva tak berwujud ada dan
mempunyai nilai karena eksistensinya yang berkaitan dengan aktiva berwujud
perusahaan.

2. Dasar Penggolongan Aktiva Tidak Berwujud

a. Kemampuan untuk diidentifikasikan: dapat atau tidak dapat diidentifikasikan secara


khusus.
b. Cara perolehan: diperoleh secara individual, secara kelompok, melalui penggabungan
badan usaha atau dikembangkan sendiri.
c. Masa manfaat yang diharapkan: tergantung pada pembatasan yang diatur oleh
hukum/perjanjian, pada faktor keekonomian atau manusia, atau pada jangka waktu
yang tidak terbatas atau tidak dapat ditentukan di ma sa depan.
d. Kemampuan untuk dipisahkan dari keseluruhan perusahaan: hak yang dapat dialihkan
tanpa bukti pemilikan, dapat dijual atau tidak dapat dipisahkan dari perusahaan atau
dari bagian pokoknya.

3. Pencatatan dan Perolehan Aktiva

Aktiva tak berwujud dapat diperoleh dengan cara membeli dari pihak luar atau
dikembangkan sendiri oleh perusahaan. Biaya yang terjadi sehubungan dengan aktiva
tak berwujud yang dikembangkan sendiri dicatat sebagai beban usaha, kecuali aktiva
tak berwujud tersebut dapat diidentifikasikan secara spesifik.

Perusahaan harus mencatat nilai perolehan aktiva tak berwujud yang diperoleh
dari individu atau badan usaha lain sebagai aktiva. Biaya pemeliharaan atau
penyimpanan aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasikan secara khusus,
tidak dapat ditentukan masa manfaatnya/umurnya, atau tidak dapat dihindarkan dalam
suatu kegiatan usaha harus dibebankan dalam laporan laba rugi periode yang
bersangkutan.

Aktiva tak berwujud yang diperoleh harus dicatat sebesar harga perolehan pada
tanggal akuisisi. Harga perolehan tersebut dinilai sebesar jumlah yang dibayar, nilai
wajar dari aktiva lain yang diperoleh, nilai tunai dari kewajiban yang ada atau nilai
wajar dari aktiva yang diterima untuk saham yang dikeluarkan.
8

Aktiva tak berwujud yang diperoleh secara kelompok atau sebagai bagian dari
perusahaan yang diakuisisi, harus dicatat sebesar harga perolehan pada tanggal
akuisisi. Penilaian harga perolehan ini tergantung pada- apakah aktiva tak berwujud
tersebut dapat diidentifikasikan secara khusus atau tidak. Harga perolehan aktiva tak
berwujud yang dapat diidentifikasikan adalah sebagian dari harga perolehan
sekelompok aktiva atau perusahaan yang diakuisisi yang biasanya ditentukan dari nilai
wajar masing- masing aktiva tersebut.

4. Jenis-Jenis Aktiva Tidak Berwujud

a. Hak Sewa (Lease Hold)

Hak sewa adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa
tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu
tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris). Hak sewa dinyatakan sebagai
aktiva tetap (tak berwujud) karena dua alasan :

1. Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, atau dengan kata lain, atas
sumber daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak sewa akan memberikan manfaat
kembali (berpotensi menghasilkan kas atau manfaat) di masa yang akan datang.
2. Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kepemilikan hak sewa, akan
dinikmati oleh perusahaan untuk periode waktu lebih dari satu tahun buku.

Melihat batasan (bisa dikatakan syarat) di atas, maka kita dapat memilah-milah
atas kejadian sewa, apakah dibukukan sebagai aktiva tetap tak berwujud atau sebagai
biaya sewa.

b. Organization Cost

Organization Cost adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi


sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi, contohnya, pembayaran
kepada notaris. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena
atas pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu
tahun buku juga, yaitu selama perusahaan masih beroperasi.

c. Perijinan (Permit & License)

Periijinan adalah hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik
daerah maupun pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang
9

usahanya. Ijin-ijin perusahaan tentu ada jangka waktunya, dan jika masa berlakunya
telah habis maka ijin tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. Namun demikian
ijin usaha atau aktivitas tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka
waktu 3 sampai 30 tahun, yang artinya lebih dari satu tahun buku. Untuk itu Ijin diakui
sebagai aktiva tetap tak berwujud.

d. Hak Paten

Hak Patent adalah hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas
penemuan tersebut, penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu
tertentu dan dapat diperpanjang. Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk, atau
rekayasa, atau formula, atau system, atau cara tertentu.

Contohnya, Perusahaan manufaktur dapat memperoleh Hak Istimewa dalam


memproduksi dan Menjual barang barang dengan satu atau beberapa ciri khusus.
Hak tersebut disebut Hak Paten.

Harga perolehan paten harus didebitkan pada rekening aktiva. Harga perolehan
ini harus dihapus atau diamortisasikan selama masa kegunaan paten. Metode
amortisasi yang digunakan biasanya adalah metode garis lurus.

Hak Paten tidak memerlukan rekening kontra khusus untuk mencatat


amortisasinya. Amortisasi dicatat langsung dalam rekening paten. Praktik ini umum
dilakukan untuk aktiva tidak berwujud.

e. Merk Dagang (Trademark)

Merk Dagang (Trade Mark) yang biasa disingkat TM, adalah hak yang diperoleh
atas suatu merk komersial tertentu. Hak ini bisa berupa logo, tulisan, bentuk, symbol,
atau kombinasinya, yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu.

f. Hak Penggandaan

Copyright adalah hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya
ilmiah, puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario
film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.

g. Franchise
10

Franchise adalah hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau
memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan,
penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh
perusahaan yang memberikan hak franchise.

h. Goodwill

Goodwill adalah kelebihana-kelebihan, keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh


perusahaan, yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain.
Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki reputasi
manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari
pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.

i. Hak Cipta

Hak Cipta adalah hak istimewa untuk menerbitkan atau mempublikasikan dan
menjual karya seni dan komposisi musik. Seperti halnya hak paten maka hak cipta
dijual atau diberikan pada pihak lain dengan perjanjian perjanjian tertentu. Hak cipta
yang dibeli dari pihak lain dicatat sebesar harga yang dibayarkan untuk
memperolehnya. Umur manfaat hak cipta tidak pasti, maka hak cipta diamortisasi
dalam periode yang cukup singkat.

B. DASAR-DASAR PEMERIKSAAN TERHADAP AKTIVA TIDAK BERWUJUD

1. Prinsip Akuntansi Aktiva Tidak Berwujud (ATB)

a.ATB harus disajikan terpisah di neraca.


b.ATB yang memiliki masa manfaat terbatas disajikan terpisah dari ATB yang memiliki
masa manfaat tidak terbatas.
c. Dasar penilaian dan metode amortisasi ATB harus diungkapkan.

2. Tujuan Pemeriksaan Aktiva Tidak Berwujud

a. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas aktiva
tak berwujud.
b. Untuk memeriksa apakah perolehan, penambahan dan penghapusan aktiva
tak berwujud,didukung oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap serta diotorisasi oleh
pejabat perusahaan yang berwenang.
11

c. Untuk memeriksa apakah aktiva tak berwujud yang dimiliki perusahaan masih
mempunyai kegunaan dimasa yang akan datang (mamfaatnya lebih dari 1 tahun).
d. Untuk memeriksa apakah amortisasi aktiva tak berwujud dilakukan sesuia dengan
prinsipakuntansi yang berlaku umum diindonesia.
e. Untuk memeriksa apakah hasil /pendapatan yang diperoleh dari aktiva tak berwujud
sudah dicatat dan diterima oleh perusahaan.
f. Untuk memeriksa apakah penyajian aktiva tak berwujud dalam laporan keuangan
dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia.

3. Asersi Manajemen pada Aktiva Tidak Berwujud


a.Keberadaan ATB
b. Kelengkapan ATB
c.Hak kepemilikan ATB
d. Penilaian dan alokasi ATB
e.Penyajian dan pengungkapan ATB

4. Sifat Aktiva Tidak Berwujud

a. Mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun


b. Tidak mempunyai bentuk, sehingga tidak bisa dipegang/diraba atau dilihat
c. Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya cukup
material.

C. POKOK PEMBAHASAN PEMERIKSAAN TERHADAP AKTIVA TIDAK


BERWUJUD

Program Pengujian Aktiva Tidak Berwujud

1. Prosedur audit awal terhadap ATB


2. Prosedur analitik atas ATB
3. Pengujian terhadap transaksi rinci atas ATB
4. Pengujian terhadap saldo akun rinci atas ATB
5. Pemeriksaan atas penyajian dan pengungkapan ATB

1. Prosedur Audit Awal Terhadap Aktiva Tidak Berwujud


a. Mengusut saldo ATB yang tercantum di neraca ke saldo akun ATB di buku besar
b. Menghitung kembali saldo ATB di buku besar :
1. Saldo awal
2. Ditambah jumlah pendebitan
3. Dikurangi jumlah pengkreditan
c. Mereview terhadap mutasi luar biasa pada akun ATB
d. Mengusut saldo awal ATB (pada buku besar) ke kertas kerja tahun lalu
e. Mengusut posting pendebitan dan pengkreditan akun ATB ke jurnal ybs

2. Prosedur Analitik Atas Aktiva Tidak Berwujud


a. Perhitungan rasio-rasio keuangan yang berkaitan dengan ATB
b. Rasio-rasio membantu auditor dalam mengungkapkan:
12

1. Transaksi yang tidak biasa


2. Perubahan akuntansi
3. Perubahan usaha
4. Fluktuasi acak
5. Salah saji

3. Pengujian Transaksi Rinci Aktiva Tidak Berwujud


a. Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi perolehan ATB
Bukti pemerolehan ATB
Bukti kas keluar
Memeriksa dasar untuk menentukan cost ATB
b. Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi amortisasi ATB
ATB diamortisasi secara langsung dengan mengurangkan ke cost ATB yang
bersangkutan
Memeriksa konsistensi penggunaan metode amortisasi
Menilai kewajaran penaksiran manfaat ekonomis ATB tersebut

4. Pengujian Saldo Akun Rinci Aktiva Tidak Berwujud


a. Pengujian keberadaan dan kepemilikan
Memeriksa dokumen yang berkaitan dengan pemerolehan ATB
Memeriksa notulen rapat direksi, perjanjian, atau surat ijin dari pemerintah,
dsb
b. Pengujian penilaian
Memeriksa manfaat ATB bagi klien di masa yang akan datang
Memeriksa dasar penilaian ATB dan metode amortisasi yang digunakan

5. Pemeriksaan Atas Penyajian dan Pengungkapan Aktiva Tidak Berwujud


a. ATB harus disajikan secara terpisah di neraca
b. ATB yang mempunyai masa manfaat terbatas disajikan terpisah dari ATB yang
mempunyai masa manfaat tidak terbatas
c. Dasar penilaian dan metode amortisasi ATB harus diungkapkan
13

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Aktiva tidak berwujud merupakan aktiva tak lancar (noncurrent asset) dan tak
berbentuk (hak sewa, organization cost, permit & license, hak paten, trademark, copyright,
franchise, goodwill, hak cipta, dsb) yang memberikan hak keekonomian dan hukum kepada
pemiliknya dan dalam laporan keuangan tidak dicakup secara terpisah dalam klasifikasi
aktiva yang lain. Oleh karena itu, dalam melakukan pemeriksaan, diperlukan prosedur-
prosedur yang kompleks.
Inti dari pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa apakah penyajian aktiva tak
berwujud dalam laporan keuangan dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia.

B. Saran

Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan penulis atas partisipasi
para pembaca, agar sekiranya mau memberikan kritik dan saran yang sehat dan bersifat
membangun demi kemajuan penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah
manusia biasa yang pastinya memiliki kesalahan.

Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari pembaca, penulis bisa
mengkoreksi diri dan menjadikan makalah ke depan menjadi makalah yang lebih baik lagi
dan dapat memberikan manfaat yang lebih bagi kita semua.
14

DAFTAR PUSTAKA

1. http://biecantik.blogspot.com/2012/06/aktiva-tidak-berwujud.html
2. http://fe.umy.ac.id/learning/file.php/114/Audit2-08-ATB.pdf
3. http://b_sundari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33683/BAB_13+Pemeriksaan_A
ktivaTakBerwujud.ppt
4. http://ethasyahbania.blogspot.com/2011/11/psak-no19-aset-tidak-berwujud.html
5. http://www.scribd.com/doc/83772931/Pemeriksaan-Aktiva-Tak-Berwujud