Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN NEONATUS

DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH


DI RUANG MELATI RSUD Dr.H. SOEWONDO KENDAL

Disusun Oleh :

Anisa Wulan Oktaviana


15.0270.N

PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
PEKAJANGAN PEKALONGAN
2015
A. Definisi
BayiBeratBadanLahirRendah(BBLR)adalahbayibarulahiryang
berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram. Dahulu
neonatusdenganberatbadanlahirkurangdari2500gramatausamadengan
2500gramdisebutprematur. Padatahun1961olehWHOsemuabayiyang
baru lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram disebut Low Birth
WeightInfants(BBLR).
Berdasarkanpengertiandiatasmakabayidenganberatbadanlahir
rendahdapatdibagimenjadi2golongan:
1. Prematuritasmurni.
Bayilahirdenganumurkehamilankurangdari37minggudanmempunyai
beratbadansesuaidenganberatbadanuntukmasakehamilanataudisebut
NeonatusKurangBulanSesuaiMasaKehamilan(NKBSMK).
2. Dismaturitas.
Bayilahirdenganberatbadankurangdariberatbadanseharusnyauntuk
masakehamilan,dismaturdapatterjadidalampreterm,aterm,danpost
term.Dismaturinidapatjuga:NeonatusKurangBulanKeciluntukMasa
Kehamilan(NKBKMK).NeonatusCukupBulanKecilMasaKehamilan
( NCBKMK ), Neonatus Lebih BulanKecil Masa Kehamilan (NLB
KMK).

B. Etiologi
1. FaktorIbu.
a. Penyakit
Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan, misalnya:
perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, DM, toksemia
gravidarum,dannefritisakut.
b. Usiaibu
Angkakejadianprematuritastertinggiialahpadausia<20tahun,dan
multigravidayangjarakkelahiranterlaludekat.Kejadianterendahialah
padausiaantara2635tahun.
c. Keadaansosialekonomi
Keadaan ini sangat berperanan terhadap timbulnya prematuritas.
Kejadiantertinggiterdapatpadagolongansosialekonomirendah.Hal
ini disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik dan pengawasan
antenatalyangkurangDemikianpulakejadianprematuritaspadabayi
yang lahir dari perkawinan yang tidak sah.ternyata lebih tinggi bila
dibandingkandenganbayiyanglahirdariperkawinanyangsah.
d. Sebablain
Ibuperokok,ibupeminumalkoholdanpecanduobatnarkotik.
2. Faktorjanin.
Hidramion,kehamilangandadankelainankromosom
3. Faktorlingkungan
Tempattinggaldidatarantinggiradiasidanzatzatracun.

C. Patofisiologi
Secara umum bayi BBLR ini berhubungan dengan usia kehamilan
yang belum cukup bulan (prematur) disamping itu juga disebabkan
dismaturitas.Artinyabayilahircukupbulan(usiakehamilan38minggu),tapi
beratbadan(BB)lahirnyalebihkecilketimbangmasakehamilannya,yaitu
tidakmencapai2.500gram.Biasanyahaliniterjadikarenaadanyagangguan
pertumbuhanbayisewaktudalamkandunganyangdisebabkanolehpenyakit
ibusepertiadanyakelainanplasenta,infeksi,hipertensidankeadaankeadaan
lainyangmenyebabkansuplaimakanankebayijadiberkurang.
Giziyangbaikdiperlukanseorangibuhamilagarpertumbuhanjanin
tidak mengalami hambatan, dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan
berat normal. Dengan kondisi kesehatan yang baik, system reproduksi
normal,tidakmenderitasakit,dantidakadagangguangizipadamasapra
hamilmaupunsaathamil,ibuakanmelahirkanbayilebihbesardanlebih
sehatdaripadaibudengankondisikehamilanyangsebaliknya. Ibudengan
kondisikuranggizikronispadamasahamilseringmelahirkanbayiBBLR,
vitalitas yang rendah dan kematian yang tinggi, terlebih lagi bila ibu
menderitaanemia.
AnemiadapatdidefinisikansebagaikondisidengankadarHbberada
di bawah normal. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan
yangpalingseringterjadiselamakehamilan.Ibuhamilumumnyamengalami
deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang
dibutuhkanuntukmetabolismebesiyangnormal. Selanjutnyamerekaakan
menjadianemiapadasaatkadarhemoglobinibuturunsampaidibawah11
gr/dlselamatrimesterIII.
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan
padapertumbuhanjaninbaikseltubuhmaupunselotak.Anemiagizidapat
mengakibatkankematianjanin didalamkandungan,abortus,cacatbawaan,
BBLR,anemiapadabayiyangdilahirkan,halinimenyebabkanmorbiditas
danmortalitasibudankematianperinatalsecarabermaknalebihtinggi.Pada
ibuhamilyangmenderitaanemiaberatdapatmeningkatkanresikomorbiditas
maupunmortalitasibudanbayi,kemungkinanmelahirkanbayiBBLRdan
prematurjugalebihbesar.
D. Manifestasiklinis
1. Fisik.
a. Bayikecil
b. Pergerakankurangdanmasihlemah
c. Kepalalebihbesardaripadabadan
d. Beratbadan<2500gram
2. Kulitdankelamin
a. Kulittipisdantransparan
b. Lanugobanyak
c. Rambuthalusdantipis
d. Genitaliabelumsempurna
3. Sistemsyaraf
a. Refleksmoro
b. Refleksmenghisap,menelan,batukbelumsempurna.
4. Sistemmuskuloskeletal
a. Axifikasitengkoraksedikit
b. Ubunubundansaturalebar
c. Tulangrawanelastiskurang
d. Ototototmasihhipotonik
e. Tungkaiabduksi
f. Sendilututdankakifleksi
5. Sistempernafasan
a. Pernafasanbelumteraturseringapnea
b. Frekuensinafasbervariasi

E. Komplikasi
1. Sindromadistressrespiratoriidiopatik
Terjadipada10%bayikurangbulan.Nampakkonsolidasiparuprogresif
akibat kurangnya surfaktan yang menurunkan tegangan permukaan di
alveolidanmencegahkolaps.Padawaktuatausegerasetelahlahirbayi
akanmengalami:
a. Rintihanwaktuinspirasi
b. Napascupinghidung
c. Kecepatanrespirasileihdari70/menit
d. Tarikanwaktuinspirasipadasternum(tulangdada)
Nampak gambaran sinar X dada yang khas, bronkogram udara dan
pemeriksaangasdarahmenunjukkan:
a. Kadaroksigenarterimenurun
b. KonsentrasiCO2meningkat
c. Asidosismetabolic
Pengobatan dengan oksigen yang dilembabkan, antibiotika, bikarbonas
intravena dan makanan intravena. Mungkin diperlukan tekanan jalan
positifberkelanjutanmenggunakanpipaendotrakea.Akhirnyadibutuhkan
pernapasan buatan bila timbul gagal napas dengan pernapasan tekanan
positifberkelanjutan.
2. Takipneaselintaspadabayibarulahir
Paru sebagian bayi kurang bulan dan bahkan bayi cukup bulan tetap
edematousuntukbeberapajamsetelahlahirdanmenyebabkantakipnea.
Keadaan ini tidak berbahaya, biasanya tidak akan menyebabkan tanda
tandadistressrespirasilaindanmembaikkembali1224jamsetelahlahir.
Perdarahanintraventrikularterjadipadabayikurangbulanyangbiasanya
lahirnormal.Perdarahanintraventrikulardihubungkandengansindroma
distressrespiratoriidiopatikdannampaknyaberhubungandenganhipoksia
pada sindroma distress respirasi idiopatik. Bayi lemas dan mengalami
seranganapnea.
3. Fibroplasiasretrolental
Oksigen konsentrasi tinggi pada daerah arteri berakibat pertumbuhan
jaringanseratataufibrosadibelakanglensadanpelepasanretinayang
menyebabkan kebutaan.hal ini dapat dihindari dengan menggunakan
konsentrasi oksigen di bawah 40% ( kecuali bayi yang membutuhkan
lebih dari 40 % ). Sebagian besar incubator mempunyai control untuk
mencegah konsentrasi oksigen naik melebihi 40% tetapi lebih baik
menggunakan pemantau oksigen perkutan yang saat ini mudah didapat
untukmemantautekananoksigenarteribayi.
4. Seranganapnea
Seranganapneadisebabkanketidakmampuanfungsionalpusatpernapasan
atauadahubungannyadenganhipoglikemiaatauperdarahanintracranial.
Irama pernapasan bayi tak teratur dan diselingi periode apnea. Dengan
menggunakanpemantauapneadanmemberikanoksigenpadabayidengan
pemompaan segera bila timbul apnea sebagian besar bayi akan dapat
bertahan dari serangan apnea, meskipun apnea ini mungkin berlanjut
selama beberapa hari atau minggu. Perangsang pernapasan seperti
aminofilinmungkinbermanfaat.
5. Enterokolitisnekrotik
Keadaan ini timbul terutama pada bayi kurang bulan dengan riwayat
asfiksia.Dapatjugaterjadisetelahtransfusetukar.Gejalanya:kembung,
muntah, keluar darah dari rectum dan berak cair, syok usus dan usus
mungkinmengalamiperforasi.Pengobatandiberikangentamisinintravena,
kanamisinoral. Hentikanminumanoraldanberikanpemberianmakanan
intravena.Mungkindiperlukanpembedahan

F. Pemeriksaandiagnostik
1. Jumlahseldarahputih:18.000/mm3,netrofilmeningkatsampai23.000
24.000/mm3,haripertamasetelahlahir(menurunbilaadasepsis).
2. Hematokrit (Ht): 43% 61% (peningkatan sampai 65 % atau lebih
menandakan polisitemia, penurunan kadar menunjukkan anemia atau
hemoragicprenatal/perinatal).
3. Hemoglobin(Hb):1520gr/dl(kadarlebihrendahberhubungandengan
anemiaatauhemolisisberlebihan).
4. Bilirubintotal:6mg/dlpadaharipertamakehidupan,8mg/dl12hari,dan
12mg/dlpada35hari.
5. Destrosix:tetesglukosapertamaselama46jampertamasetelahkelahiran
ratarata4050mg/dlmeningkat6070mg/dlpadahariketiga.
6. Pemantauan elektrolit (Na, K, CI): biasanya dalam batas normal pada
awalnya.
7. PemeriksaanAnalisaGasDarah(AGD).
G. Pemeriksaanpenunjang
1. Pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterina serta
menemukangangguanpertumbuhanmisalnyadenganpemeriksaanultra
sonografi.
2. Memeriksa kadar gula darah (true glukose) dengan dextrostix atau
laboratoriumkalauhipoglikemiaperludiatasi.
3. Pemeriksaanhematokritdanmengobatihiperviskositasnya.
4. BayimembutuhkanlebihbanyakkaloridibandingkandenganbayiSMK.
5. Melakukan trachealwashing pada bayi yang diduga akan menderita
aspirasimekonium.
6. Sebaiknya setiap jam dihitung frekuensi pernafasan dan bila frekuensi
lebihdari60x/menitdibuatfotothorax.

H. Penatalaksanaan
Mengingatbelumsempurnanyakerjaalatalattubuhyangperluuntuk
pertumbuhandanperkembangansertapenyesuaiandiridenganlingkungan
hidupdiluaruterusmakaperludiperhatikanpengaturansuhulingkungan,
pemberianmakanandanbilaperluoksigen,mencegahinfeksisertamencegah
kekuranganvitamindanzatbesi.
1. Pengaturansuhubadanbayiprematuritas/BBLR
Bayiprematuritasdengancepatakankehilanganpanasbadandan
menjadihipotermia,karenapusatpengaturanpanasbadanbelumberfungsi
dengan baik, metabolismenya rendah dan permukaan badan relatif luas
oleh karena itu bayi prematuritas harus dirawat di dalam inkubator
sehinggapanasbadannyamendekatidalamrahim.Bilabayidirawatdalam
inkubatormakasuhubayidenganberatbadan,2kgadalah35derajat
celciusdanuntukbayidenganberatbadan22,5kgadalah3334derajat
celcius.Bilainkubatortidakadabayidapatdibungkusdengankaindan
disampingnya ditaruh botol yang berisi air panas, sehingga panas
badannyadapatdipertahankan.
CaraPerawatanBayidalamInkubator:
Merupakancaramemberikanperawatanpadabayidengandimasukkanke
dalamalatyangberfungsimembantuterciptanyasuatulingkunganyang
cukupdengansuhuyangnormal.Dalampelaksanaanperawatandidalam
inkubatorterdapatduacarayaitudengancaratertutupdanterbuka.
Inkubatortertutup:
a. Inkubator harus selalu tertutup dan hanya dibuka dalam
keadaan tertentu seperti apnea, dan apabila membuka incubator
usahakansuhubayitetaphangatdanoksigenharusselaludisediakan.
b. Tindakanperawatandanpengobatandiberikanmelaluihidung.
c. Bayiharuskeadaantelanjang(tidakmemakaipakaian)untuk
memudahkanobservasi.
d. Pengaturanpanasdisesuaikandenganberatbadandankondisi
tubuh.
e. Pengaturanoksigenselaludiobservasi.
f. Inkubatorharusditempatkanpadaruanganyanghangatkira
kiradengansuhu27derajatcelcius.
Inkubatorterbuka:
a. Pemberian inkubator dilakukan dalam keadaan terbuka saat
pemberianperawatanpadabayi.
b. Menggunakan lampu pemanas untuk memberikan
keseimbangansuhunormaldankehangatan.
c. Membungkusdenganselimuthangat.
d. Dindingkeranjangditutupdengankainatauyanglainuntuk
mencegahaliranudara.
e. Kepala bayi harus ditutup karena banyak panas yang hilang
melaluikepala.
f. Pengaturan suhu inkubator disesuaikan dengan berat badan
sesuaidenganketentuandibawahini.
Pengaturansuhuinkubator
BeratBadanLahir 024jam 23hari 47hari 8hari
(gram) (C) (C) (C) (C)
1500 3436 3335 3334 3233
15012000 3334 33 3233 32
20012500 33 3233 32 32
>2500 3233 32 3132 32

Keterangan:
Apabilasuhukamar2829derajatcelciushendaknyaditurunkan1derajat
celciussetiapminggudanapabilaberatbadanbayisudahmencapai2000
grambayibolehdirawatdiluarinkubatordengansuhu27derajatcelcius.
2. Nutrisi
Alatpencernaanbayiprematurmasihbelumsempurna,lambung
kecil,enzimpencernaanbelummatang,sedangkankebutuhanprotein35
gr/kg BB dan kalori 110 kal/kg BB sehingga pertumbuhannya dapat
meningkat. Pemberian minum bayi sekitar 3 jam setelah lahir dan
didahuluidengan menghisapcairanlambung.Refleks menghisap masih
lemah,sehinggapemberianminumsebaiknyasedikitdemisedikit,tetapi
frekwensi yang lebih sering. ASI merupakan makanan yang paling
utama,sehingga ASI lah yang paling dahulu diberikan. Bila faktor
menghisapnyakurangmakaASIdapatdiperasdandiminumkandengan
sendok perlahanlahan atau dengan memasang sonde menuju lambung.
Permulaan cairan diberikan sekitar 5060 cc/kg BB/ hari dan terus
dinaikkansampaimencapaisekitar200cckgBB/hari.
3. Menghindariinfeksi
Bayiprematuritasmudahsekaliterkenainfeksi,karenadayatahan
tubuh yang masih lemah,kemampuan leukosit masih kurang dan
pembentukanantibodibelumsempurna.Olehkarenaitu,upayapreventif
sudah dilakukan sejak pengawasan antenatal sehingga tidak terjadi
persalinan prematuritas ( BBLR). Dengan demikian perawatan dan
pengawasanbayiprematuritassecarakhususdanterisolasidenganbaik.

I. Pengkajian
1. Aktivitas/istirahat
Bayisadarmungkin23jambeberapaharipertamatidursehariratarata
20jam.

2. Pernafasan
Takipneasementaradapatdilihat,khususnyasetelahkelahirancesariaatau
persentasibokong.Polanafasdiafragmatikdanabdominaldengangerakan
sinkron dari dada dan abdomen, perhatikan adanya sekret yang
mengganggupernafasan,mengorok,pernafasancupinghidung.
3. Makanan/cairan
Berat badan ratarata 2500 4000 gram ; kurang dari 2500 gr
menunjukkan kecil untuk usia gestasi, pemberian nutrisi harus
diperhatikan. Bayi dengan dehidrasi harus diberi infus. Beri minum
dengan tetes ASI/ sonde karena refleks menelan BBLR belum
sempurna,kebutuhan cairan untuk bayi baru lahir 120 150m1/kg BB/
hari.
4. Beratbadan
Kurangdari2500gram
5. Suhu
BBLRmudahmengalamihipotermia,olehsebabitusuhutubuhnyaharus
dipertahankan.
6. Integumen
PadaBBLRmempunyaiadanyatandatandakulittampakmengkilatdan
kering.

J. Diagnosakeperawatan
1. Termoregulasitidakefektifberhubungandenganimaturitas
2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan imaturitas
neurologis
3. Risiko infeksi berhubungan dengan imunitas yang tidak
adekuat(imatur),prosedurinvasif,malnutrisi
4. Kerusakanintegritaskulitberhubungandenganhipotermia

K. Perencanaankeperawatan
1. Termoregulasitidakefektifberhubungandenganimaturitas
a. Tujuandankriteriahasil

NOC:
Keseimbangan antara panas yang dihasilkan,
peningkatanpanas,dankehilanganpanas
Menunjukkantermoregulasi,denganindikator:
o Sangatberat
o Berat
o Sedang
o Ringan
o Tidakbermasalah
Adamerindingdanmenggigilsaatkedinginan
Dilaporkannyasuhuyangnyaman
Memperlihatkanglukosadarahdalambatasnormal
b. Intervensi
NIC:
Hangatkan kembali dan awasi dengan ketat pasien
dengansuhutubuhbasaldibawah350C
Pertahankandan/atau capai suhutubuhdalambatas
normal
Pantautandatandavital
Gunakan termometer yang berentang rendah, bila
perluuntukmendapatkansuhuyangakurat
Kaji gejala hipotermia, misalnya perubahan warna
kulit,menggigil
Pantausuhubayibarulahirsampaistabil
Pantau suhu paling sedikit setiap dua jam, sesuai
kebutuhan
Pertahankantemperaturpadaaksila(36,537,2derajat
Celsius)
Pertahankansuhubayikedalamincubator
2. Polanafastidakefektifberhubungandenganimaturitasneurologis
a. Tujuandankriteriahasil
NOC:
Menunjukkan pola penafasan efektif, dibuktikan
denganstatuspernafasanyangtidakberbahaya:ventilasidanstatus
tandavital
Menunjukkan status pernafasan: ventilasi tidak
terganggu, ditandai dengan indikator gangguan sebagai berikut
(denganketentuan15:ekstrem,kuat,sedang,ringan,tidak)
o Kedalamninspirasidankemudahanbernafas
o Ekspansidadasimetris
o Tidakadapenggunaanototbantu
o Bunyinafastambahantidakada
b. Intervensi:
NIC:
Pengelolaan jalan nafas: fasilitasi untuk kepatenan
jalannafas
Pemantauan pernafasan: pengumpulan dan analisis
data pasien untuk memastikan kepatenan jalan nafas dan
keadekuatanpertukarangas
Panatauadnyapucatdansianosis
Pantauefekobatpadastatusrespirasi
Kajikebutuhaninsersijalannafas
Pantau kecepatan, irama, kedalaman dan usaha
respirasi
Perhatikan pergerakan dada, amati kesimetrisan,
penggunaanototototbantu,sertaretraksiototsupraklavikulardan
interkostal
Pantaurespirasiyangberbunyi,sepertimendengkur
Pantau pola pernafasan: bradipnea, takipnea,
hiperventilasi, pernaafasan kussmaul, pernafasan cheynestokesdan
apneastik.Biotdanpolaataksik
Perhatikanlokasitrakea
Auskultasi bunyi nafas, perhatikan area
penurunan/tidakadanyaventilasidanadanyabunyinafastambahan
Pantau peningkatan kegelisahan, ansietas dan
tersengalsengal
CatatperubahanpadaSaO2,SvO2,CO2,ahirtidaldan
nilaigasdaaaharteri(GDA)dengantepat.
3. Risikoinfeksiberhubungandenganimunitasyangtidakadekuat(imatur),
prosedurinvasif,malnutrisi
a. Tujuandankriteriahasil
NOC:
Immune status
Knowledge: Infection control
Risk control
Risk detection
Kriteriahasil:
Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi
Jumlah leukosit dan Hb dalam batas normal
Skala :
5 : Tidak pernah
4 : Jarang
3 : Kadang-kadang
2 : Sering
1 : Konsisten menunjukkan
b. Intervensi
NIC :
Infection control (kontrol infeksi)
Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien
Pertahankan teknik isolasi
Batasi pengunjung bila perlu
Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat berkunjung
dan setelah berkunjung meninggalkan pasien
Gunakan sabun antimikroba untuk cuci tangan
Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung
Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat
Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai dengan
petunjuk umum
Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung
kencing
Tingkatkan intake nutrisi
Berikan terapi antibiotik bila perlu
Infection protection (proteksi terhadap penyakit)
Kaji tanda-tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal seperti
kemerahan, peningkatan suhu tubuh
Monitor hitung granulosit, WBC
Monitor kerentanan terhadap infeksi
Batasi pengunjung
Saring pengunjung terhadap penyakit menular
Pertahankan teknik aseptik pada pasien yang berisiko
Pertahankan teknik isolasi bila perlu
Berikan perawatan kulit pada area epidema
Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas,
drainase
Inspeksi kondisi luka/insisi bedah
Dorong masukan nutrisi yang cukup
Dorong masukan cairan
Dorong istirahat
Instruksikan pasien untuk minum antibiotik sesuai resep
Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
Ajarkan cara menghindari infeksi
Laporkan kecurigaan infeksi
Laporkan kultur positif
4. Kerusakanintegritaskulitberhubungandenganhipotermia
a. Tujuan/kriteriahasil:
NOC:
Integritasjaringan:membranmukosa:keutuhanstrukturaldanfungsi
fisiologisdarikulitdanmembranmukosa
Menunjukkanintegritasjaringan:kulitdanmembranmukosa
ditandaidenganindikatorberikut(sebutkannilainya15:ekstrem,
berat,sedang,ringan,atautidakadagangguan)
o Suhu,elastis,hidrasi,pigmentsi,danwarnajaringandalam
rentangyangdiharapkan
o Terbebasdariadanyalesijaringan
o Keutuhankulit
b. Intervensi:
NIC:
Pertahankanintegritasmembranmukosadankulit
Meminimalkanpenekananpadabagianbagiantubuh
Pantau kulit dari adanya: ruam dan lecet, warna dan suhu,
kelembaabandankekeirnganyangberlebihan,areakemerahandan
rusak
Bersihkankulitsaatterkenakotoran
Minimalkanterpajannyakulitpadalembap
Gantiposisidenganhatihatiuntukmenghindaricederapadakulit
yangrentan

I. Pathways
.
Prematur PenyakitIbu Faktorjanin

Suplaimakanankebayi
berkurang
Hidramion
Kehamilanganda

Pertumbuhanbayidalam kelainankromosom
kandunganterhambat

dismatur

Termoregulasitidakefektifberhubungandenganimaturitas
Polanafastidakefektifberhubungandenganimaturitasneurologis
Risikoinfeksiberhubungandenganimunitasyangtidakadekuat
(imatur),prosedurinvasif,malnutrisi
Kerusakanintegritaskulitberhubungandenganhipotermia

DAFTARPUSTAKA
Anonim. 2006. Bayi Berat Lahir Rendah (OnLine). Terdapat pada :
http://www.keluargasehat.com/keluargaibuisi
Ennis,SharonAxton.2003.PediatricNursingCarePlans.2ndEdition.Pearson
Education.NewJersey
FarasHandayani.2006. BeratBadanLahirRendahTakSelaluDirawatDiRs
(OnLine).Terdapatpada:http://www.tabloidnakita.com/artikel
Hidayat,AlimulA.2005.Pengantarilmukeperawatananak1.PenerbitSalemba
Medica:Jakarta
Nelson.1999.IlmuKesehatanAnakI.EGC.Jakarta
Sitohang,NurAsnah.2004.AsuhanKeperawatanPadaBayiBeratBadanLahir
Rendah.USURepository2006
Sowden,BetzCicilia.2002.KeperawatanPediatric.EGC.Jakarta
Speirs, al.1993. Ilmu Kesehatan anak Untuk Perawat. IKIP Semarang
Press.Semarang
Whaley's and Wong. 1996. Clinic Manual of Pediatric Nursing. 4th Edition.
MosbyCompany
Zulhaida Lubis. 2003. Status Gizi IbuHamil SertaPengaruhnya Terhadap
Bayi Yang Dilahirkan (OnLine). Terdapat pada :
http://tumoutou.net/702_07134/zulhaida_lubis.htm