Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TUTORIAL

RESPON KOGNITIF DAN GANGGUAN MENTAL ORGANIK

KELOMPOK TUTORIAL 3

Ketua : Mayang Puspita Adha (20140320071)

Sekretaris : Puspita Ningrum (20140320006)

Anggota :

Firdasani Desma Rosmala (20140320022)

Charistya Dwi Nuvira (20140320034)

Wisnu Tri Andono (20140320091)

Nur Adiyanti (20140320094)

Khabib Mustofa (20140320096)

Endar Kurianto (20140320105)

Mazid Ramdhani Firdaus (20140320110)

Mayasari (20140320111)

Syifa Aulia Hanin (20140320125)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2017
SKENARIO 3

GLO: Respon Kognitif dan Gangguan Mental Organik.

Seorang pria 40 tahun, dibawa oleh keluarganya karena sakit kepala parah. Istrinya
mengatakan bahwa suaminya sering mengalami sakit kepala parah dan pingsan beberapa kali.
Apalagi, suaminya juga berubah sekitar dua bulan. Suaminya sering marah tanpa sebab,
mudah tersinggung, dan mau membunuh istri dan anaknya. Setelah dilakukan CT Scan
kepala ditemukan adanya tumor di dalam kepala bagian depan (frontal).

STEP 1 : klarifikasi Istilah Sulit

1. -

STEP 2 : Definisi Masalah

1. Apakah yang di skenario adalah tanda gejala? Tanda gejala sama/tidak bagian frontal
2. Jenis kelamin dan umur apakah berpengaruh?
3. Apa yang terjadi dengan klien di skenario?
4. Kenapa perilaku berubah?
5. Apakah ada hubungannya sakit kepala dan perilaku berubah?
6. Tindakan medis (pemeriksaan) yang dapa diberikan selain CT Scan?
7. Yang harus ditangani terlebih dahulu tumor/ perilaku?
8. Terapi yang dapat diterapkan?
9. Peran perawat pasien dan keluarga?
10. Diagnosa keperawatan?
11. Apa yang harus di kaji pada pasien ?
12. Tanda gejala selain di skenario?
13. Apakah gangguan mental organik selalu karna tumor/ apakah ada penyebab lain?
Apakah selalu bagian frontal?
14. Dampak apabila tidak ditangani ?

STEP 3 : Brainstroming

1. Apakah yang di skenario adalah tanda gejala? Tanda gejala sama/tidak bagian frontal
dengan bagian lain
Iya: bisa karna respon kognitif, tanda gejala ada yang sama
Tanda gejala beda tergantung rotasi
Tanda gejala dari gangguan mental organik
2. Jenis kelamin dan umur apakah berpengaruh?
Jenis kelamin tidak, umur: bisa
Pengaruh lebih besar di umur dan penyakit yang diderita
Jenis kelamin laki-laki
Pola makan/ gaya hidup tidak sehat
3. Apa yang terjadi dengan klien di skenario
Karena ada gangguan kognitif
Gangguan emosional
4. Kenapa perilaku berubah?
Trauma
Adanya tumor bagian frontal
Gangguan mental organik
Umur, koping diri sendiri dan keluarga tidak efektif

5. Apakah ada hubungannya sakit kepala dan perilaku berubah?
Tidak ada: hubungan sakit kepala dan perilaku berubah tetapi berhungan
gangguan mental organik
Tanda gejala CROM dan tumor
Karena adanya disfungsi pada otak
6. Tindakan medis (pemeriksaan) yang dapa diberikan selain CT Scan?
MRI
Foto Polos
Bedah otak
Restrain
7. Yang harus ditangani terlebih dahulu tumor/ perilaku?
Dua-duanya
Tumor: akan mengancam jiwa, karena sampai bagian frontal
Tergantung dari penyakitnya
8. Terapi yang dapat diterapkan?
CBT
Terapi keluarga
Kemoterapi
9. Peran perawat pasien dan keluarga?
Perawat edukator, pemeberi perawatan, advokasi
Memberi fasilitasi
Menjelaskan penyakitnya dan cara mengatasi ketika kambuh
10. Diagnosa keperawatan di skenario?
Hambatan komunitas
Impaired memory
Resiko jatuh
Perubahan proses pikir
Resiko perilaku kekerasan
11. Pengakajian ?
Faktor predisposisi dan presipitasi
Koping individu dan keluarga
Pengkajian identitas, neuro (pola pikir)
Perilaku dan pemfis
Genogram
Pengajian penunjang: MRI/ CT Scan
12. Tanda gejala selain di skenario?
Memori tidak kuat, pelupa, berpikir tidak logis
Perubahan perilaku, emosianal, kemampuan menyelesaikan masalah
berkurang
Disorientasi waktu, ruang
Sulit mengontrol perilaku, akan ada respon adaptif dan mal
Muncul halusinasi, gangguan konstrasi
13. Apakah gangguan mental organik selalu karna tumor/ penyebab lain? Apakah selalu
bagian frontal?
Gangguan kerusakan pada otak yg terganggu
Gangguan mental organik: faktor primer (patologis) sekunder (organ lain
selain otak)
Akibat zat psikoaktif
14. Dampak apabila tidak ditangani ?
Gangguan jiwa
Keluarganya akan terancam
Kematian
Rusak fungsi otak

STEP 4 : Analisis Masalah

1. Apakah yang di skenario adalah tanda gejala? Tanda gejala sama/tidak bagian frontal
dengan bagian lain
Iya: bisa karna respon kognitif bagian frontalis delirium, tanda gejala ada yang
sama
Tanda gejala beda tergantung rotasi
Tanda gejala dari gangguan mental organik: penyakit gangguan jiwa karna
kelainan di otak. Tanda gejala frontalis dan bagian lain berbeda. Perilaku
berubah karna fungsi pada bagian frontalis terganggu.
Apakah ada perbedaan stroke dengan gangguan ini? (berbeda, karna stroke
ada penyumbatan aliran darah di otak sedangkan gangguan ini karena ada
kelainan pada otak)
2. Jenis kelamin dan umur apakah berpengaruh?
Jenis kelamin tidak, umur: bisa (genetik dan penuaan (jaringan pd tubuh
rusak), jaringan otak mengalami penurunan
Pengaruh lebih besar di umur dan penyakit yang diderita: penyakit yang
terjadi pada neuron
Jenis kelamin laki-laki: perbedaan protein (pada perempuan menghilangkan
sel)
Pola makan/ gaya hidup tidak sehat
3. Apa yang terjadi dengan klien di skenario
Karena ada gangguan kognitif
Gangguan emosional
4. Kenapa perilaku berubah?
Trauma
Adanya tumor bagian frontal: klien akan sulit mengatur emosi, rasa sosial
hilang. Apabila tumor mengalami pembesaran dapat menyebabkan disfungsi
pada otak
Gangguan mental organik
Umur, koping diri sendiri dan keluarga tidak efektif
5. Apakah ada hubungannya sakit kepala dan perilaku berubah?
Tidak ada: hubungan sakit kepala dan perilaku berubah tetapi berhungan
gangguan mental organik
Tanda gejala CROM dan tumor
Karena adanya disfungsi pada otak
6. Tindakan medis (pemeriksaan) yang dapa diberikan selain CT Scan?
MRI
Foto Polos: memberikan gambaran nodul pada otak
Bedah otak: apabila ada massa pada otaknya dilakukan tergantung jenis tumor
untuk jenis tumor jinak.
Restrain
7. Yang harus ditangani terlebih dahulu tumor/ perilaku?
Dua-duanya: karena tumor penyembuhan lama jadi juga ditangani perilakunya
Tumor: akan mengancam jiwa, karena sampai bagian frontal
Tergantung dari penyakitnya
8. Terapi yang dapat diterapkan?
CBT
Terapi keluarga
Kemoterapi
9. Peran perawat pasien dan keluarga?
Perawat edukator, pemeberi perawatan, advokasi
Memberi fasilitasi
Menjelaskan penyakitnya dan cara mengatasi ketika kambuh
10. Diagnosa keperawatan di skenario?
Hambatan komunitas
Impaired memory
Resiko jatuh
Perubahan proses pikir
Resiko perilaku kekerasan
11. Pengakajian ?
Faktor predisposisi dan presipitasi: penuaan, bahan kimia yang dikonsumsi,
neurobiologi, genetik. Presipitas: infeksi, stimulasi berlebihan, trauma kepala,
gangguan metabolisme (hipoglikemi)
Kenapa gangguan metabolisme dapat CROM?
Koping individu dan keluarga
Pengkajian identitas, neuro (pola pikir)
Perilaku dan pemfis
Genogram: untuk melihat apakah ada faktor pencetus
Pengkajian penunjang: MRI/ CT Scan: mengakaji keluarganya juga
12. Tanda gejala selain di skenario?
Memori tidak kuat, pelupa, berpikir tidak logis
Perubahan perilaku, emosianal, kemampuan menyelesaikan masalah
berkurang
Disorientasi waktu, ruang
Sulit mengontrol perilaku, akan ada respon adaptif dan mal
Muncul halusinasi, gangguan konstrasi
13. Apakah gangguan mental organik selalu karna tumor/ penyebab lain? Apakah selalu
bagian frontal?
Gangguan kerusakan pada otak yg terganggu
Gangguan mental organik: faktor primer (patologis dari penyakit yang
llangsung menyerang otak), sekunder (organ lain selain otak yang
menyebabkan disfungsi otak)
Akibat zat psikoaktif: terlalu berlebihan mengkonsumsi obat gol.sedaptiv
14. Dampak apabila tidak ditangani ?
Gangguan jiwa
Keluarganya akan terancam
Kematian
Rusak fungsi otak

STEP 5 : LO

1. Fungsi dari bagian otak

1. Otak Besar (Cerebrum)


Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang.
Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berfikir, analisa, logika, bahasa,
perasaan, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan
intelektual atau IQ juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.
Cerebrum dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang menyusunnya, yaitu :

1. Lobus Frontal, yaitu bagian otak besar yang menduduki bagian terdepan dari
sturktur otak besar. Lobus temporal memiliki hubungan dengan perilaku manusia,
seperti kemampuan bergerak, kognitif, perencanaan, penyelesaian masalah,
kreativitas, pusat control perasaan, seks, dan kemampuan berbahasa.

Lobus frontalis berperan sebagai pusat fungsi intelektual yang lebih tinggi, seperti
kemampuan berpikir abstrak dan nalar, bicara (area broca di hemisfer kiri), pusat
penghidu, dan emosi. Bagian ini mengandung pusat pengontrolan gerakan
volunter di gyrus presentralis (area motorik primer) dan terdapat area asosiasi
motorik (area premotor). Pada lobus ini terdapat daerah broca yang mengatur
ekspresi bicara, lobus ini juga mengatur gerakan sadar, perilaku sosial, berbicara,
motivasi dan inisiatif (Purves dkk, 2004).
2. Lobus Parietal, merupakan bagian otak besar yang berada di tengah. Lobus
Parietal berhubungan dengan proses sensorik tubuh berupa tekanan, sentuhan,
rabaan, dan lain-lain.

Lobus Parietalis merupakan daerah pusat kesadaran sensorik di gyrus postsentralis


(area sensorik primer) untuk rasa raba dan pendengaran (White, 2008).

3. Lobus Occipital, merupakan bagian otak besar yang berada paling belakang.
Bagian otak besar ini memiliki hubungan dengan penglihatan (visual) manusia,
sehingga tubuh mampu membedakan segala hal yang dilihat oleh mata.

Lobus oksipitalis berfungsi untuk pusat penglihatan dan area asosiasi penglihatan:
menginterpretasi dan memproses rangsang penglihatan dari nervus optikus dan
mengasosiasikan rangsang ini dengan informasi saraf lain & memori (White,
2008).

4. Lobus temporal, merupakan bagian otak besar yang berada di bagian samping
kiri dan kanan otak. Lobus temporal berhubungan dengan suara (verbal) manusia,
sehingga dengan adanya lobus temporal ini, manusia dapat berbicara serta
membedakan berbagai bahasa yang digunakan.

Lobus temporalis temporalis mencakup bagian korteks serebrum yang berjalan ke


bawah dari fisura laterali dan sebelah posterior dari fisura parieto-oksipitalis
(White, 2008). Lobus ini berfungsi untuk mengatur daya ingat verbal, visual,
pendengaran dan berperan dlm pembentukan dan perkembangan emosi.

5. Lobus Limbik
Lobus limbik berfungsi untuk mengatur emosi manusia, memori emosi dan bersama
hipothalamus menimbulkan perubahan melalui pengendalian atas susunan endokrin
dan susunan otonom (White, 2008).

2. Otak Kecil (Cerebellum)


Cerebellum merupakan pusat koordinasi untuk keseimbangan dan tonus otot.
Mengendalikan kontraksi otot-otot volunter secara optimal. Bagian-bagian dari
cerebellum adalah lobus anterior, lobus medialis dan lobus fluccolonodularis (Purves,
2004)
Otak kecil merupakan bagian otak yang berada di bawah lobus occipital otak besar,
tepatnya di bagian belakang kepala, dan berhubungan dengan leher bagian atas. Otak
kecil memiliki hubungan dengan fungsi gerakan manusia, seperti mengontrol gerakan
manusia, mengontrol gerak koordinasi antar otot, mengatur keseimbangan tubuh, dan
mengatur sikap dan posisi tubuh. Tanpa adanya otak kecil, maka dapat dibayangkan
betapa sengsaranya hidup manusia. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi dengan baik,
sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat menggunakan otot-ototnya untuk
melakukan aktivitas.

3. Definisi CROM

Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk


proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan ( Stuart and
Sundeen, 1987. Hal.612).
Gangguan otak organik didefinisikan sebagai gangguan dimana terdapat suatu
patologi yang dapat diidentifikasi (contohnya tumor otak. penyakit cerebrovaskuler,
intoksifikasi obat).
Menurut PPDGJ III gangguan mental organik meliputi berbagai gangguan jiwa
yang dikelompokkan atas dasar penyebab yang lama dan dapat dibuktikan adanya
penyakit, cedera atau ruda paksa otak, yang berakibat disfungsi otak Disfungsi ini
dapat primer seperti pada penyakit, cedera, dan ruda paksa yang langsung atau diduga
mengenai otak, atau sekunder, seperti pada gangguan dan penyakit sistemik yang
menyerang otak sebagai salah satu dari beberapa organ atau sistem tubuh.

Gangguan mental organik merupakan gangguan-ganguan yang dikaitkan dengan


disfungsi otak secara temporer atau permanen. Oeh karena itu, ganguan mental
organik disebut juga organic brain syndromes, yang dikelompokkan dalam 7 tipe
(Choca, 1980), yaitu :

No. Nama Gangguan Karakteristik utama


1 Demensia Gangguan fungsi intelektual
2. Delirium Gangguan konsentrasi dan kesadaran
3. Sindrom amnesic Gangguan memori
4. Sindrom delusi organic Munculnya khayalan-khayalan
5. Halusinasi organik Munculnya halusinasi
6. Sindrom mental organik Gangguang pada fungsi emosi
7. Intoksikasi Gangguan intelektual dan fungsi motorik
8. Withdrawals Gangguan intelektual czn fungsi motorik

GMO adalah yang secara patologi ada tumor otak


Yang barkaitan dengan gangguan sistemik. Biasanya lebih ke penyakit tapi
tidak dimungkinkan adanya penyakit tapi ada patologis/penyalit
Seseorang menggunakan obat-obataan yang tidak wajar
Mental organik sindrom yang di g3 sistemik. GMO seperti simptomatik.
Cognitiv respons
GMO : gangguan yang dikaitkan disfungsi otak dan permanen. Nama lainnya
organic brain syndrome. Ada fungsi otak yang terganggu misalnya di frontal.
Disebabkan kelompok ganggua jiawa yang disebabkan.
Kognitif : mempersepsikan dan

4. Faktor predisposisi dan presiptasi

Faktor predisposisi :
GMO akan selalu disebabkan oleh gangguan yang di otak.
Bisa dari gangguan spp yang mengalami gangguan, gangguan nutrisi ke otak.
Contohnya penuaan akibat kumulatif. Sehingga otak tidak bisa m
Genetik : penyakit otak generatif
Stresor : hipoksia. Suplay darah keotak menurun.
obat yang mengakibatkan
Infeksi virus bakteri dll
Neurobiologi : alzeimer/gangguan mental metabolik, gangguan ginjal kronik
Gangguan keracunan zat
Gangguan jiwa fungsional
Kekurangan vitamin : mempengaruhi persarafan.
Penuaan : ada perbedaan struktur otak. Semakin tua akan terjadi regenerasi
jaringan otak.
Tumor dan trauma
Faktor presipitasi :
Stressor presipitasi : stimulasi yang berlebihan akan mengakibatkan
halusinansi. Karena koping yang tidak baik akan menyebabkan halusinasi
karena SSP yang terganggu. Ketika tidak bisa menyelesaikan masalah akan
terbawa.
Ketika stimulus berlebih tidak bisa menampung dan menjadi bingung.
Ketika sensori yang ditatap banyak akan menyebabkan halusinasi

5. Macam-macam CROM

Menurut PPDGJ III, klasifikasi gangguan mental organik adalah sebagai berikut :
1. Demensia pada penyakit Alzheimer
1.1 Demensia pada penyakit Alzheimer dengan onset dini
1.2 Demensia pada penvakit Alzheimer dengan onset lambat.
1.3 Demensia pada penyakit Alzheimer, tipe tak khas atau tipe campuran.
1.4 Demensia pada penyakit Alzheimer Yang tidak tergolongkan ( YTT).
2. Demensia Vaskular
2.1 Demensia Vaskular onset akut.
2.2 Demensia multi-infark
2.3 Demensia Vaskular subkortikal.
2.4 Demensia Vaskular campuran kortikal dan subkortikal
2.5 Demensia Vaskular lainnya
2.6 Demensia Vaskular YTT
3. Demensia pada penyakit lain yang diklasifikasikan di tempat lain (YDK)
3.1 Demensia pada penyakit Pick.
3.2 Demensia pada penyakit Creutzfeldt Jakob.
3.3 Demensia pada penyakit huntington.
3.4 Demensia pada penyakit Parkinson.
3.5 Demensia pada penyakit human immunodeciency virus (HIV).
3.6 Demensia pada penyakit lain yang ditentukan (YDT) dan YDK
4. Demensia YTT.

Sindrom Sintom Organik


Sindrom sintom organik adalah kumpulan simtom yang cenderung bergabung menjadi
satu. Menurut Barlow & Durand 1995. Dalam buku Fitri Faizah. Ada empat
subkategori dari sindrom sintom organik:

Delirium dan Demensia


Delirium biasanya ditandai dengan disorganisasi fungsi-fungsi mental yang tinggi
seperti berfikir yang timbul dan berlangsung secara cepat, penyebabnya adalah
gangguan yang meluas pada metabolisme otak. Penanganan pertama pada individu
yang mengalami gangguan delirium adalah dengan mengecek masalah medis yang
selama ini dialami oleh individu dan hal-hal yang mungkin menyebabkan munculnya
gangguan tersebut.

Dimensia atau kepanikan adalah kemunduran fungsi intelek yang terjadi sesudah otak
berkembang secara normal-matang, kemampuan intelektual biasanya memburuk
secara bertahap dan sulit untuk diperbaiki. Penyebab demensia biasanya proses
degeneratif seperti yang lazim menimpa kaum lansia, stroke, infeksi-infeksi tertentu
seperti sipilis atau HIV, tumor otak, cedera otak. Penanganan bagi penderita gangguan
ini biasanya lebih diarahkan pada usaha untuk menghentikan kerusakan otak yang
lebih parah dan menyeluruh serta usaha untuk menolong individu dan keluarga yang
menangani individu demensia untuk beradaptasi untuk beradaptasi dengan gangguan
tersebut.

Sindrom Amnestik dan Halusinosis


Sindrom amnestik adalah kehilangan kemampuan mengingat kejadian yang baru
berlangsung beberapa menit yang silam. Halusionis adalah gangguan berupa
halusinasi yang disebabkan oleh oleh gangguan tertentu pada otak. Kasus ini banyak
ditemukan di kalangan para pecandu alkohol.

Sindrom Delusi Organik dan Sindrom Afektif Organik


Sindrom Delusi Organik adalah gangguan berupa delusi yang kaitannya dengan
gangguan pada otak. Penyebabnya bisa karena infeksi, keracunan obat-obatan
tertentu, cedera, atau tumor otak.

Sindrom afektif organik adalah gangguan berupa keadaan mania atau depresi
sehubungan dengan gangguan pada otak. Penyebabnya bisa cedera otak, tumor otak,
tumor pada kelenjar hormon.

Sindrom Kepribadian Organik


Sindrom kepribadian organik adalah perubahan gaya atau sifat-sifat kepribadian
mengikuti terjadinya kerusakan pada otak. Perubahan ini biasanya menuju kearah
negatif, berupa gangguan dalam penilaian sosial, menurutnya kontrol atas emosi dan
dorongan, menurutnya kepedulian akibat dari perbuatannya sendiri, dan
ketidakmampuan aktivitas yang bertujuan.

Paresis Umum (General Paresis)


Paresis umum merupakan salah satu dari beberapa bentuk serangan terhadap sistem
saraf pusat oleh organisme yang menyebabkan infeksi sipilis.

1990
Demensia : gangguan fungsi intelekstual
Halusinasi oragnik
Sindrom amnesik
Gangguan pada fungsi emosi
Delirium :
Intoksikasi
Withdrawals :
Demensia : gangguan yang meliputi daya ingat,berhitung dll. bisa kronik
maupun progresif mengganggu daya ingat,belajar dan penurunan penilaian :
Ada vasukelr
Delirium : tidak has ditandai dengan gangguan kesadaran,perilaku psikomotor
dan gangguan siklus tidur. Menyerang diatas usia 60 tahun. Gejalanya hilang
timbul dan berlangsung selama 6 bulan.
Gangguan suasana perasaan : afek. Disertai dengan masalah kegiatan,
gangguan perasaan
Gangguan ansietas organik ditandai dengan gangguanpanik dan kombinasi
dengan
Gangguan kepribadian
Amnestik : gangguan memori,
Perbedaan demensia dan delirium : demensia cara berpirik terganggua dan
susah belajar. Munculnya lama/progresif. Delirium tiba-tiba. Menjadi
depresi,cepat marah. Gangguan di frontal seperti deliriuum. Lobus temporal
lebih ke demensia
Sindrom amnestik :
Halusinosis : halusinasi

6. Pathway (faktor, tanda gejala, rentang respon, masalah keperawatan)

Respon Adaptif ----------------------------------------------------------------------------


Respon Maladaptif
- Decisiveness - Periodic - Tidak mampu
membuat indecisiveness keputusan
- Memori baik
- Orientasi penuh - Pelupa - Kerusakan
memori - Persepsi akurat - Kadang-kadang bingung -Kerusakan
penilaian
- Perhatian terfokus - Ragu -
Disorientasi
- Koheren - Mispersepsi - Mispersepsi
- Berfikir logis - Pikiran kacau -
Perhatian tidak terfokus
- Kadang-kadang - Sulit memberikan
alasan pikiran tidak yang logis jernih ( Stuart and
Sundeen, 1995. Hal. 546 )

faktor predisposisi
penuaan
Tumor
Trauma (lobus frontal) menyebabkan gangguan dilobus otak

Timbul tanda gejala


adaptif maladpatif
belum terjadi disfungsi sel otak pelupa kadang-kadang bingung ,tidak mampun
mengambil
keputusan
pikiran kacau disorientasi

masalah keperawatan

perubahan sensori
persepsi

ansietas
perubahan
proses
pikir

kerusakan
komunikas
i verbal

Faktor presdiposisi : penuaan, kecelakaan yang menyebabkan gangguan di


frontal -> CROM. Ada tanda gejala respon adaptif(desifenes : orientasi masih
bagus. Jika sudah ditengah beresiko gejalanya bisa pelupa,bingung,pikiran
kacau,mispresepsi) dan maladaptif :tidak bisa mengabimbil keputusan,
kerusakan penilaian,dan sulit untuk pemberian logis. Masalah keperawatan.

Tumor -> disalam otak >frontalis>membesar>menekan otak dan


mengakibatkan ketika ada rangsangan dari tubuh tidak sampai ke otak yang
ada tumor > nutrisi untuk otak berkurang mengakibatkan gangguan kognitif
sesuai lobus yang terkena tumor.

Tanda dan gejala :


Rentang respon :
masalah keperawatan :
NIC : safety management ( monitor yang dibawah pengunjung
NOC : kognitif terapi (identifikasi kemarahan pasien, edukasi pengamanan
secara intens)
7. Terapi medis dan non medis (pembedahan)
Terapi medis :
Deliriium : transkuilizer obat penenang untuk menenangkan. Obat ini bekerja
secra sedative, merelaksasi otot dan antikonvulsif. Digunakan pada keadaan-
keadaan neurotis (gelisah, takut,stess). Obat ini disebut juga minor
transquillizers
Fisostigmin
Hindari benzodiazepin.
Demensia :takrin
Non medis :
Terapi keluarga : untuk mendampingi kesenjangan dari keluarga dan
mempererat untuk memberikan motifasi
Terapi kognitif
Terapi perilaku :memberikan terapi terkait kehidupan sehari-hari.
Restrain
Terapi spiritual : memberikan pemahaman bagaimana menjalankan agama.
Mengingatkan kembali
Terapi CBT : untuk pasien CROM sangat bagus

8. Peran keluarga dalam merawat klien


Peran keluarga sangat mempengaruhi. Karena dorongan dan motovasi dari
luar. Pasien akan merasa lebih senang.
Keluarga juga diterapi dan orang yang memberikan suport
Keluarga perlu mengetahui penyakit yang diderita pasien seperti delirium dan
cara perawatannya. Kedua keluarga harus sabar. Mneggantikan peran yang
mengalami gangguan jiwa. Lalu memberikan perawatan. Menjenguk
Ketiga keluarga harus menerima bantual dari dinas sosial. Keluarga haru
mencari jaan keluar yang alternatif.
Sumber koping : internal >dari dalam. Eksetrnal ari
keluarga/kelompok>koping eksternal yang mengalami gangguan jiwa.
Memberikan penkes seperti penyakitnya tanda gejala dan cara merawatnya.
Memanfatkan fasilitas di RS. Cara perawatan setelah pulang dari RSJ.

9. IRK
Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa
itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang
menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q. S.
al-Syams [91]: 7-10).

Dalam ayat di atas, setelah bersumpah dengan matahari, bulan, siang, malam, langit,
dan bumi, Allah bersumpah atas nama jati diri/jiwa manusia dan penciptaannya yang
sempurna. Lalu Allah mengilhamkan kefasikan dan ketakwaan ke dalam jiwa/diri
manusia. Al-Qurthubi mengatakan bahwa sebagian ulama mengartikan kata nafs
sebagai Nabi Adam, namun sebagian yang lain mengartikannya secara umum, yaitu
jati diri manusia itu sendiri.

Referensi

https://wisuda.unud.ac.id/pdf/1390361019-3-BAB%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3602/1/keperawatan-siti
%20saidah2.pdf