Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

Metode Node dan Mesh pada Rangkaian Transistor


Sederhana
Afyra Chairunnisa, Ahmad Farhan Farabi, Aveni Christy Keintjem, Befie Kurnia A.S, Dimas Ery
Tritama, Fatimata Elfa A.S, I Gusti Anom T.D, Luqman Abdi Kusumo, Muhammad Riski Maulana Y,
Pambayun Purbandini, Puji Kumala Pertiwi, Shelly Permata Sari, Vinda Zakiyatuz Z, Andy Agusta
Putra, Drs. Bachtera Indarto
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: elektronikadasar12@gmail.com

AbstrakTelah dilakukan percobaan Metode Node dan


Mesh pada Rangkaian Transistor Sederhana. Percobaan
tersebut bertujuan untuk mempelajari penggunaan Node dan
Mesh pada rangkaian transistor dan membandingkan hasil
eksperimen dengan perhitungan. Pada percobaan ini
menggunakan prinsip Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm.
Pada percobaan ini didapatkan hasil bahwa Transistor bisa
dianalisis dengan metode node dan mesh Dari percobaan yang
telah dilakukan, didapatkan bahwa besar IE sama dengan
jumlah dari IC+IB yaitu sebesar 8.92 mA pada tegangan 8.8V
dan 12.24 mA pada tegangan 12 V. Setelah dibandingkan nilai
berdasarkan perhitungan dan percobaan didapatkan nilai eror
yang disebabkan oleh toleransi dari resistor yang muncul
dalam percobaan , namun tidak diperhitungkan dalam
perhitungan serta nilai IE menunjukkan hasil yang sesuai
dengan penjumlahan arus IB dan IC, maka walaupun memiliki
empat nilai eror, data tetap dinyatakan valid. Adapun
kesalahan eror akibat adanya faktor toleransi yang telah
disebutkan sebelumnya.
Gambar 1.2 Transistor

Setiap material memiliki kemampuan untuk


Kata KunciHukum Kirchoff, Node, Mesh
menghambat adanya aliran arus listrik. Kemampuan ini
disebut dengan resistansi. Resistor merupakan komponen
yang menggunakan konsep resistansi itu sendiri. Resistor
I. PENDAHULUAN yang paling umum digunakan di pasaran antara lain ialah
resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film.

A
rus listrik didefinisikan sebagai laju aliran
muatan listrik yang melalui suatu luasan Resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita-pita
penampang lintang. Aliran muatan listrik warna yang mengelilinginya. Pita warna ini bermacam-
ini terjadi karena adanya perbedaan potensial dalam medan macam dan berbeda-beda urutannya atau biasa disebut
listrik. Beda potensial dapat dihasilkan oleh sel batere dan sebagai kode resistor[2].
sel generator, yang mengakibatkan arus listrik mengalir Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian,
dalam rangkaian[1]. dibutuhkan beda potensial. Salah satu cara mudah untuk
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang menghasilkan beda potensial adalah dengan baterai. George
berfungsi untuk memberikan hambatan pada aliran elektron. Simon Ohm telah melakukan eksperimen dan menentukan
Kemampuan resistor dalam menghambat listrik disebut bahwa arus pada kawat logam sebanding dengan beda
resistansi atau hambatan listrik yang diekspresikan dalam potensial V yang diberikan ke ujung-ujungnya. Sebagai
satuan Ohm. Alat untuk mengukur besar hambatan listrik contoh, jika menghubungkan kawat ke baterai 6V, aliran
adalah Ohmmeter. arus listrik akan dua kali lipat dibandingkan jika
Fungsi atau kegunaan resistor dalam rangkaian dihubungkan ke baterai 3V. Beda potensial listik yang lebih
secara umum antara lain: Sebagai pembagi arus, Sebagai besar, atau tegangan, menyebabkan aliran arus listrik
pembagi tegangan,Sebagai penurun tegangan, Sebagai menjadi lebih besar. Tepatnya berapa besar aliran arus pada
penghambat arus listrik, dan lain-lain. kawat tidak hanya bergantung pada tegangan tetapi juga
pada hambatan yang diberikan kawat terhadap aliran
electron. Electron diperlambat karena adanta interaksi
dengan atom-atom kawat. Semakin tinggi hambatan,
semakin kecil arus untuk suatu tegangan. Sehingga arus (I)
berbanding terbalik dengan hambatan (R), hal ini dikenal
sebagai hukum Ohm. Banyak fisikawan mennyebutkan ini
bukan merupakan hukum, tetapi lebih berupa definisi
Gambar 1.1 Resistor 100k hambatan. Jika sesuatu disebut sebagai hukum Ohm, hal
tersebut akan berupa pernyataan bahwa arus yang melalui
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

konduktor logam sebanding dengan tegangan yang b. Ditentukan node voltage, yaitu tegangan antara
diberikan. Sehingga R konstan, tidak bergantung pada V, node non referensi dan ground
untuk konduktor logam. Tetapi hubungaan ini tidak berlaku c. Diasumsikan tegangan node yang sedang
umum untuk bahan dan alat lain seperti diode, tabung diperhitungkan lebih tinggi daripada tegangan
hampa udara, transistor dan sebagainya. Dengan demikian node manapun, sehingga arah arus keluar dari
hukum Ohm bukan merupakan hukum dasar tetapi lebih node tersebut positif
merupakan deskripsi mengenai kelas bahan (konduktor d. Jika terdapat N node, maka jumlah node
logam tertentu). Satuan untuk hambatan disebut Ohm () [3]. voltage adalah N-1. Jumlah node voltage ini
Ketebalan suatu menentukan besar kecilnya akan menentukan banyaknya persamaan yang
hambatan yang dimilikinya. Konduktor yang tebal memiliki dihasilkan
hambatan yang kecil. Kawat yang tebal mempunyai Dengan menggunakan persamaan 1.1, maka
penampang lontang yang lebih lebat, sehingga mengandung didapatkan nilai arus
lebih banyak elektron. Sebaliknya, konduktor yang panjang,
memiliki hambatan yang besar. Hal ini disebabkan semakin ...........................................(1.1)
panjang suatu konduktor semakin banyak pula atom-atom
yang akan menghadang gerak electron bebanya sehingga Analisis node mudah dilakukan bila pencatunya
arus listrik yang dihasilkan berkurang[2]. berupa sumber arus. Apabila pada rangkaian tersebut
Terdapat dua hukum Kirchoff, antara lain hukum terdapat sumber tegangan, maka sumber tegangan tersebut
Kirchoff 1 yaitu mengenai arus listrik, yang dikenal dengan diperlakukan seperti supernode, yaitu menganggap sumber
KCL (Kirchoff Current Law). Hukum Kirchoff yang 2 yaitu tegangan tersebut sebagai satu node dengan cara
mengenai tegangan, yang dikenal dengan KVL (Kirchoff memasukkan sumber tegangan yang dihubungkan diantara
Voltage Law)[1]. dua node tidak bereferensi. Dua persamaan dibutuhkan
Pada hukum Kirchoff pertama dijelaskan bahwa untuk mengatur tegangan pada titik percabangan yang tidak
jumlah arus yang mengalir masuk ke dalam titik bereferesni[2].
percabangan akan sama dengan arus yang mengalir keluar Arus loop adalah arus yang dimisalkan mengalir
dari titik percabangan. Dengan kata lain, jumlah arus yang dalam suatu loop (lintasan tertutup). Arus loop sebenarnya
masuk sama dengan jumlah arus yang keluar[2]. tidak dapat diukur (arus permisalan). Berbeda dengan
Pada hukum Kirchoff kedua dijelaskan bahwa jumlah analisis node, pada analisis mesh berprinsip pada Hukum
tegangan tiap komponen pada sebuah loop sama dengan nol. Kirchoff kedua (KVL) di mana jumlah tegangan pada satu
Maksud dari nol tersebut adalah tidak ada energy yang lintasan tertutup sama dengan nol atau arus merupakan
terbuang[1]. parameter yang tidak diketahui. Analisis ini dapat
Metode analisis rangkaian sebenarnya merupakan diterapkan pada rangkaian sumber searah atau DC maupun
salah satu alat bantu untuk menyelesaikan suatu sumber bolak balik atau AC. Ada beberapa hal yang harus
permasalahan yang muncul dalam menganalisis suatu diperhatikan pada analisis mesh, antara lain :
rangkaian, bilamana konsep dasar atau hukum-hukum dasar a. Pada setiap loop arus asumsi yang melingkari loop.
seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff tidak dapat Pengambilan arus loop dalam satu lintasan tertutup.
menyelesaikan permasalahan pada rangkaian tersebut[2]. Arah arus dapat searah satu sama lain ataupun
berlawanan baik searah jarum jam maupun
berlawanan dengan arah jarum jam
b. Jumlah arus loop menunjukkan jumlah persamaan
arus yang terjadi
c. Merode ini mudah jika sumber pencatunya adalah
sumber tegangan
Apabila ada sumber arus, maka diperlakukan
sebagai supermesh. Pada supermesh, pemilihan lintasan
menghindari sumber arus karena pada sumber arus tidak
Gambar 1.3 Metode Node diketahui besar tegangan terminalnya. Sumber arus pada
supermesh tidak sepenuhnya dihilangkan. Supermesh tidak
mempunyai arusnya semdiri. Pada supermesh dibutuhkan
Node atau titik simpul adalah titik pertemuan dari pengaplikasian KVL dan KCL[3].
dua atau lebih elemen rangkaian. Junction atau titik simpul Dengan menggunakan persamaan 1.2, maka
utama atau titik percabangan adalah titik pertemuan dari tiga didapatkan nilai arus
atau lebih elemen rangkaian. Analisis node berprinsip pada
Hukum Kirchoff pertama (KCL) di mana jumlah arus yang ...........................................(1.2)
masuk dan keluar dari titik percabangan akan sama dengan
nol, di mana tegangan merupakan parameter yang tidak Metode analisis node dan mesh merupakan cara
diketahui. Atau analisis node lebih mudah jika pencatunya yang mudah untuk menganalisis jaringan kompleks
semuanya adalah sumber arus. Analisis ini dapat diterapkan (rangkaian listrik yang rumit) [3].
pada sumber searah atau DC maupun sumber bolak balik Pengertian Transistor adalah komponen elektronika
atau AC. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada analisis semikonduktor yang memiliki 3 kaki elektroda, yaitu Basis
node, antara lain : (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar).
a. Ditentukan node referensi sebagai groun Komponen ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan
(potensial nol) penyambung (switching), stabilitasi tegangan, modulasi
sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu,
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

transistor juga dapat digunakan sebagai kran listrik sehingga transistor bipolar yang memiliki tiga kaki. Tiga kaki
dapat mengalirkan listrik dengan sangat akurat dan sumber terminal yang dimiliki oleh transistor efek medan adalah
listriknya[3]. Drain (D), Source (S), dan Gate (G). Transistor efek medan
Jenis transistor terbagi menjadi dua. Transistor ini atau dikenal pula dengan istilah transistor unipolar
yang pertama adalah transistor bipolar atau dwi kutub. memiliki hanya satu buah kutub saja. Sedangkan cara kerja
Transistor bipolar termasuk salah satu dari jenis-jenis dari transistor efek medan ini adalah mengatur dan
transistor yang paling banyak digunakan dalam suatu mengendalikan aliran elektron dari Source ke Drain melalui
rangkaian elektronika. Sedangkan pengertian dari transistor tegangan yang diberikan pada Gate. Hal inilah yang
bipolar itu sendiri adalah transistor yang memiliki dua buah membedakan antara fungsi transistor efek medan dengan
persambungan kutub. Sedangkan jenis transistor bipolar fungsi transistor bipolar pada penjelasan diatas[2].
dibagi lagi menjadi tiga bagian lapisan material
semikonduktor yang kemudian membedakan transistor
bipolar kedalam dua jenis yaitu transistor P-N-P (Positif- II. METODE PERCOBAAN
Negatif-Positif) dan transistor N-P-N (Negatif-Positif- Dalam percobaan ini, peralatan dan bahan yang
Negatif). Masing-masing kaki dari jenis transistor ini digunakan antara lain ialah multimeter (VOM) yang
mempunyai nama seperti B yang berarti Basis, K yang berfungsi untuk mengukur tegangan dan arus listrik yang
berarti Kolektor serta E yang berarti Emiter. Sedangkan mengalir pada rangkain percobaan, power supply, yang
untuk fungsi transistor bipolar adalah sebagai regulator arus berfungsi sebagai sumber tegangan, 2 buah resistor sebesar
listrik[1]. 1 k dan 100 k, yang berfungsi untuk penahan arus
sementara sebelum arus tersebut diproses dan disalurkan
pada komponen elektronika lainnya, project board, yang
berfungsi sebagai papan untuk memasang komponen
elektronika secara tidak permanen sehingga kita dapat
dengan mudah memasang, merubah, dan memperbaiki suatu
rangkaian yang dianggap belum sempurna atau mengalami
salah hubung serta kabel yang berfungsi untuk
menghubungkan resistor dan transistor BD139, yang
berfungsi sebagai sebagai penguat arus, tegangan dan daya
(AC dan DC), sebagai penyearah, sebagai mixer, sebagai
Gambar .1.4 Tipe BJTs dan Simbol Rangkaian NPN osilator, dan sebagai switch
Pada percobaan ini langkah pertama yang
dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Kemudian,
dirangkai seperti gambar 2.1 dan 2.2. Lalu, diukur tegangan
VBE dan VCE serta arus IB, IC, dan IE yang mengalir pada
rangkaian dengan multimeter. Dari hasil pengukuran
tersebut dibandingkan dengan hasil perhitungan
menggunakan persamaan 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5

Gambar 1.5 Tipe BJTs dan Simbol Rangkaian PNP

Sesuai dengan hukum Kirchoff I (KCL), didapatkan


nilai arus yang mengalir sebagai berikut:

IE=IB + IC.................................................(1.3)

Di mana, IE, IB, IC masing-masing adalah arus yang mengalir


pada emitter, base, dan collector.
Dengan menggunakan hukum Kirchoff II (KVL)
diperoleh nilai tegangan berdasarkan perasamaan berikut:
Gambar 2.1 Rangkaian Listrik dengan Metode Node dan Mesh pada
Rangkaian Transistor Sederhana (Tegangan 8.8V)
VCE+VBE + VBC =0..........................................(1.4)

Di mana, VCE,VBE ,VBC masing-masing adalah tegangan


collector-emitter, emmiter-base, dan base-collector. Dan
telah diketahui bahwa nilai dari VBE 0.7 V
Untuk mendapatkan nilai IC dapat ditinjau melalui
persamaan 1.5

..........................................(1.5)

Transistor kedua yang paling banyak digunakan


dari berbagai jenis-jenis transistor yang ada adalah transistor Gambar 1.2 Rangkaian Listrik dengan Metode Node dan Mesh pada
efek medan (FET). Transistor jenis ini sama seperti Rangkaian Transistor Sederhana (Tegangan 12V)
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

Tabel 3.6 Error Pada Tegangan 12V


Untuk mengukur error perhitungan tegangan pada
percobaan teknik analisis node dan mesh maka digunakan VCE VBE IC IB IE
persamaan sebagai berikut 87% 14% 2% 12% 2%
| | Perhitungan eror dilakukan berdasarkan persamaan 2.10
.........(2.10) dan 2.11. Nilai eror yang didapatkan diatas 10% dianggap
tidak valid. Pada nilai eror VCE yang besar dapat terjadi
| | karena adanya toleransi dari resistor yang muncul dalam
..........(2.11) percobaan , namun tidak diperhitungkan dalam perhitungan.
Nilai eror pada VBE dianggap wajar, karena VBE secara teori
kurang lebih sebesar 0.7 V sedangkan yang didapatkan pada
III. HASIL DAN PEMBAHASAN perhitungan adalah 0.58 V. Karena besar nilai IE
menunjukkan hasil yang sesuai dengan penjumlahan arus I B
Pada percobaan ini, digunakan variasi tegangan dan IC, maka walaupun memiliki empat nilai eror, data tetap
sebesar 8,8 V dan 12 V serta transistor yang berjenis N-P-N dinyatakan valid. Adapun kesalahan eror akibat adanya
dwipolar BD139 dengan range 40-250. faktor toleransi yang telah disebutkan sebelumnya.
Setelah melakukan percobaan Metode Node dan
Mesh pada Rangkaian Transistor Sederhana, diperoleh hasil IV. KESIMPULAN
percobaan dan perhitungan sebagai berikut :
Tabel 3.1 Data Hasil Percobaan Menggunakan Tegangan 8.8V Setelah melakukan percobaan mengenai teknik
VCE VBE IC IB IE Metode Node dan Mesh pada Rangkaian Transistor
Sederhana, maka dapat disimpulkan bahwa
0.056 0.6 8.92 0.08 9 1. Transistor bisa dianalisis dengan metode node
dan mesh
Tabel 3.2 Data Hasil Percobaan Menggunakan Tegangan 12 V
2. Dari percobaan yang telah dilakukan,
VCE VBE IC IB IE didapatkan bahwa besar IE sama dengan
0.056 0.6 12.24 0.1 12.33 jumlah dari IC+IB yaitu sebesar 8.92 mA pada
tegangan 8.8V dan 12.24 mA pada tegangan 12
Tabel 3.3 Data Hasil Perhitungan tegangan 8.8V V
VCE VBE IC IB IE 3. setelah dibandingkan nilai berdasarkan
perhitungan dan percobaan didapatkan nilai
0.06 0.7 8.74 0.08 8.82 eror yang disebabkan oleh toleransi dari
resistor yang muncul dalam percobaan , namun
Tabel 3.4 Data Hasil Perhitungan Tegangan 12 V tidak diperhitungkan dalam perhitungan serta
VCE VBE IC IB IE nilai IE menunjukkan hasil yang sesuai dengan
penjumlahan arus IB dan IC, maka walaupun
0.03 0.7 11.97 0.113 12.08 memiliki empat nilai eror, data tetap
VCE merupakan tegangan yang berada diantara kaki dinyatakan valid. Adapun kesalahan eror
collector dan emitter dimana nilai percobaan pada tegangan akibat adanya faktor toleransi yang telah
8.8V adalah 0.056V sedangkan pada 12V adalah 0.056V, disebutkan sebelumnya.
sedangkan VBE merupakan tegangan yang berada diantara
base dan emitter dan didapatkan nilai percobaan pada UCAPAN TERIMA KASIH
tegangan 8.8V adalah 0.6V dan pada tegangan 12V
didapatkan 0.6V. Lalu, pada tabel diatas bisa dilihat nilai Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten
dari kuat arus IC, IB, dan IE. Dimana IC adalah kuat arus pada laboratorium Andy Agusta Putra yang telah membimbing
kaki collector yang pada tegangan 8.8V nilai IC didapatkan dalam percobaan Metode Node dan Mesh pada Rangkaian
8.92mA dan pada tegangan 12V adalah 12.24mA, IB adalah Transistor Sederhana. Tidak lupa terimakasih kepada teman-
arus pada base dimana pada tegangan 8.8V didapatkan teman satu team atas kerja samanya dalam melakukan
nilainya sebesar 0.08mA dan pada tegangan 12V didapatkan praktikum tersebut.
sebesar 0.1mA lalu IE adalah arus pada kaki emitter dimana
pada tegangan 8.8V didapatkan nilainya sebesar 9mA dan
pada tegangan 12V didapatkan sebesar 12.53mA. Dari data DAFTAR PUSTAKA
yang ada, ditunjukkan bahwa besar IE sebanding dengan
penjumlahan IB dan IC . Hal ini sesuai dengan analisa Node.
Dari perhitungan teori didapatkan hasil seperti pada [1] Alexander, Charles K. 2009. Fundamentals of Electric
tabel 3.3 dan 3.4 . Kemudian dibandingkan dengan hasil Circuits. New York: McGraw-Hill
yang percobaan pada tabel 3.1 dan 3.2 sehingga didapatkan [2] Freedman,Young. 2012. Fisika Universitas. Jakarta:
eror sebagaimana pada table berikut : Erlangga.
[3] Giancoli, Douglas C. 2008. Physics for Scientists and
Tabel 3.5 Error Pada Tegangan 8.8V Engineers Fourth Edition. United States of America:
VCE VBE IC IB IE Pearson Education International.
7% 14% 2% 0% 2%
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

LAMPIRAN

KVL Loop 1
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR E3

( )
( )
( )

KCL

KVL Loop 2
( )

KCL