Anda di halaman 1dari 11

RMK AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

LAPORAN KEUANGAN LPD

OLEH:
KELOMPOK 9
NI LUH MEINA
MULIANINGSIH (1406305105)

NI MADE DWIADNYANI (1406305143)

NI KADEK BUDI PUSPITASARI (1406305168)

JURUSAN AKUNTANSI REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2016
1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang terdiri
dari laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal (capital statement), neraca
(balance sheet) dan laporan arus kas (cash flow). Pengertian laporan keuangan menurut
Standar Akuntansi Keuangan adalah Laporan keuangan merupakan bagian dari proses
pelaporan keuangan.

0
Dari pengertian di atas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan
keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang
dibebankan kepada manajemen. Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai
sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan
bank dan sebagainya.
Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Fungsi Laporan Keuangan


Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang
mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum
menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk
menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah
dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya
yang dipercayakan kepadanya.

3. Laporan Keuangan LPD

LPD merupakan salah satu unsur kelembagaan Desa Pakraman yang menjalankan fungsi
keuangan Desa Pakraman untuk mengelola potensi keuangan Desa Pakraman. Lembaga ini
sangat berpotensi dan telah terbukti dalam memajukan kesejahteraan masyarakat desa dan
memenuhi kepentingan Desa itu sendiri. Lembaga Perkreditan Desa berfungsi sebagai salah satu
wadah kekayaan desa yang berupa uang atau surat berharga lainnya, menjalankan fungsinya
dalam bentuk usaha-usaha ke arah peningkatan taraf hidup krama desa dan dalam kegiatan
1
usahanya banyak menunjang pembangunan desa. Usaha-usaha dilakukan dengan tujuan untuk
mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa melalui tabungan yang terarah serta
penyaluran modal yang efektif; memberantas praktek ijon, gadai gelap, dan lain-lain yang dapat
dipersamakan dengan itu di pedesaan; menciptakan pemerataan dan kesempatan berusaha bagi
warga desa dan tenaga kerja di pedesaan; meningkatkan daya beli, melancarkan lalu lintas
pembayaran dan peredaran uang di pedesaan
Lembaga Perkreditan Desa telah berkembang dengan pesat dan telah memberi manfaat yang
sangat luas bagi LPD dan anggota-anggotanya, dan seiring dengan itu telah timbul berbagai
kebutuhan baru berkenaan dengan eksistensi kelembagaan, unsur-unsur manajemen, kegiatan
dan operasionalnya, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih akurat untuk menjamin
kepastian dan perlindungan hukum bagi keberadaan dan kegiatan LPD dan keberadaan Krama
Desa yang menjadi anggotanya. Kekurang hati-hatian dalam mengelola LPD dapat berakibat
buruk terhadap kepercayaan masyarakat terhadap LPD. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian-
penyesuaian terhadap kebutuhan kebutuhan baru yang berkembang dari praktek kegiatan LPD.
Kebijakan akuntansi LPD adalah prinsip-prinsip dasar dalam pelaporan keuangan yang
disusun berdasarkan ksepakatan bersama sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku.
Beberapa contoh yang menyangkut kebijakan akuntansi LPD, diantaranya:
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan harga perolehan.
b. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pencatatan pendapatan dan beban menganut metode akrual basis yaitu diakui pada saat
terjadinya transaksi dan bukan pada saat realisasi pembayaran.
1) Tidak dibenarkan mengantisipasi pendapatan, akan tetapi biaya-biaya yang telah
direalisasi sebelum tanggal neraca walaupun belum dapat diketahui secara pasti,
jumlahnya, harus dilaporkan dengan cara estimasi yang wajar.
2) Namun demikian pelaksanaan prinsip diatas harus tetap memperhatikan asas proper
matching cost against revenue yaitu biaya dan pendapatan dihadapkan secara tepat
dalam periode yang sama agar tidak menjadi pergeseran biaya atau pendapatan ke
periode yang lain.
c. Piutang Usaha
Piutang usaha berupa kredit yang diberikan dicatat sebesar nilai perolehan dikurangi
dengan cadangan atas kemungkinan piutang yang tidak dapat ditagih.

2
d. Beban Ditangguhkan (Biaya Praoperasi)
Semua beban yang dikeluarkan sebelum beroperasi komersial ditangguhkan
pembebanannya dan diamortisasi selama tahun dengan tarif amortisasi 25% setiap tahun
dari nilai saat transaksi.
e. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dinyatakan di neraca berdasarkan harga peorlehan dikurangi dengan
akumulasi penyusutan. Aktiva tetap tidak termasuk tanah disusutkan dengan metode garis
lurus. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba-rugi pada saat terjadinya.
Jika aktiva tetap sudah tidak dapat digunakan lagi, maka harga perolehan dan akumulasi
penyusutannya akan dihapus dalam pembukuan. Laba atau rugi atas pengalihan aktiva
tetap diakui pada periode berjalan.
f. Akuntansi Utang Usaha
Utang usaha berupa simpanan dan deposito nasabah dinyatakan secara lengkap sehingga
menggambarkan seluruh kewajiban LPD pada akhir periode. Untuk mengetahui batas
waktu pembayaran, simpanan dan deposito dilakukan pengelompokkan sesuai dengan
jatuh temponya.
g. Penyampaian Laporan Keuangan LPD
Laporan keuangan LPD disampaikan kepada :
1. Bendesa Adat
2. Gubernur Provinsi Bali
3. Bupati Kabupaten
4. Camat
5. Lurah
6. Badan Pengawas LPD
7. Kelian Banjar
8. Krama Desa (Melalui paruman Banjar)
Dalam rangka menuju tata kelola organisasi yang baik, LPD perlu memformalkan
bahwa budaya perusahaan dalam bentuk Catur Dharma LPD yang terdiri dari:
1. Menjadi milik yang bermanfaat bagi krama dan desa pakraman
2. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah
3. Saling menghargai dan membina rasa kekeluargaan
4. Berusaha mencapai yang terbaik dengan menyediakan ruang dan waktu untuk
perbaikan berkelanjutan

3
Sampai saat ini LPD belum sepenuhnya menerapkan dasar pengakuan akrual
dalam laporan keuangannya. Dasar pengakuan yang digunakan kebanyakan
menggunakan cash basis yang dimodifikasi. Dengan diberlakukan IFRS, ke depan
kemungkinan laporan keuangan LPD akan menunjukkan ke arah fair value.
Akuntan publik independen berperan dalam menilai dan memberikan opini
terhadap laporan keuangan LPD sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum
dan standar akuntansi yang ada. Akuntan public harus berkomunikasi dengan BPI
sebelum memulai suatu penugasan audit. Untuk LPD yang mempunyai asset di atas 5
Milyar disarankan untuk menggunakan jasa akuntan public independen.
Pengurus LPD adalah pelaksana utama atau actor tata kelola LPD. Keseluruhan
model tata kelola organisasi mengakui peran sentral dari pengurus sebagai salah satu
pelaku tata kelola organisasi. Dengan menetapkan tekanan pada pengelola puncak dan
menangani operasi sehari-hari atau entitas, pengaruh pengelolaan atas kualitas tata kelola
menjadi signifikan. Pengelola bertanggung jawab memantau risiko organisasi dan
melaksanakan pengendalian untuk mengurangi resiko.

4. Analisis Laporan Keuangan


Tujuan Analisis Laporan Keuangan menurut Berstein (1983) adalah sebagai berikut:
a. Screening
Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari
laporan keuangan tanpa harus menemui langsung obyek yang dituju.
b. Understanding
Memahami kondisi suatu perusahaan, kondisi keuangannya dan apa yang dihasilkan.
c. Forecasting
Analisis dilakukan untuk meramalkan kondisi keuangan suatu perusahaan di masa yang
akan datang
d. Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan masalah yang terjadi, baik dalam
manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain dalam suatu perusahaan.
e. Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi pihak eksekutif dalam mengelola suatu
perusahaan.

5. Analisis Laporan Keuangan LPD


Menurut Gede Edy Prasetya, dalam buku Penyusunan & Analisis Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (2005:17) menyebutkan bahwa analisis laporan keuangan pada dasarnya

4
merupakan analisis yang dilakukan terhadap berbagai macam informasi yang tersaji dalam
laporan keuangan.
Menurut Harahap (2004:190) memberikan pengertian mengenai Analisis Laporan Keuangan
yaitu menguraikan pos pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan
melihat hubungannya yang lebih signifikan atau yang memiliki makna antara yang satu dengan
yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk
mengetahui posisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan
keputusan yang tepat.
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) adalah hubungan antara suatu
angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat
menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena (Soemarso,1999:430).
Untuk mengetahui kinerja laporan keuangan maka diperlukan suatu analisis. Salah satu
analisis laporan keuangan adalah analisis sumber dan penggunaan modal kerja yaitu suatu
analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui
sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. Yang digunakan sebagai dasar
perencanaan sumber dan penggunaan modal kerja periode-periode berikutnya, serta dapat
digunakan sebagai dasar penilaian kebijaksanaan manajemen dalam mengelola modal kerjanya
dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh LPD atau kreditur. Untuk
membuat laporan sumber dan penggunaan modal kerja, terlebih dahulu harus menyajikan
laporan perbadingan neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisis. Dari laporan
perbadingan neraca tersebut akan disusun laporan perubahan modal kerja dan dapat dianalisis
unsur-unsur Non Current Acount yang mempunyai efek memperbesar dan memperkecil modal
kerja. Selanjutnya dikelompokkan dan disusun laporan sumber dan penggunaan modal kerja.

6. Jenis laporan keuangan LPD


LPD harus menyampaikan laporan kepada Desa Pakraman melalui Pengawas Internal dan
kepada Gubernur, Bupati/Walikota serta MUDP melalui LPLPD mencakup:
a. Laporan bulanan, terdiri dari :
1. Laporan kegiatan dan perkembangan pinjaman;
2. Neraca percobaan;
3. Laporan neraca; dan
4. Laporan rugi / laba.
b. Laporan tiga bulanan, mencakup:
5
1. Laporan penilaian kesehatan LPD (CAMEL), dan
2. Laporan penilaian peringkat risiko LPD.
c. Laporan tahunan , mencakup:
1. Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan Belanja LPD;
2. Laporan Pertanggung Jawaban Akhir Tahun; dan
3. Laporan hasil Pertanggung Jawaban Audit Pengawas Internal.

Laporan Bulanan
a. Laporan kegiatan dan perkembangan pinjaman adalah laporan yang menyajikan kegiatan
LPD dan perkembangan kegiatan pinjaman dari dana Bantuan Langsung Masyarakat
yang berasal dari APBN, APBD, Swadaya Masyarakat maupun Partisipasi dari dunia
usaha dan dana yang bergulir secara periodik (per bulan). Indikator utama yang dapat
dihasilkan secara langsung dari laporan ini adalah saldo pinjaman, tingkat pengembalian
pinjaman dan jumlah tunggakan.
b. Neraca Percobaan merupakan ebuah daftar semua akun buku besar. Daftar ini berisi nama
akun dan nilainya. Nilai yang disajikan adalah saldo debit maupun kredit. Saldo debit
ditampilkan di sisi (kolom) debit dan saldo kredit ditampilkan di sisi kredit.
c. Laporan Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan LPD yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan LPD tersebut pada akhir
periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas.

d. Laporan Laba/Rugi merupakan bagian dari laporan keuangan LPD yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur penerimaan dan biaya sehingga
menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Laporan 3 Bulanan
a. Laporan Penilaian Kesehatan LPD merupakan salah satu cara untuk mengetahui
keberhasilan atau perkembangan usaha LPD baik dalam pengelolaan keuangan maupun
manajemen usaha. Penilaian tingkat kesehatan LPD hanya bisa dilakukan dengan
menggunakan laporan keuangan yang diterbitkan oleh LPD tersebut, sehingga adanya
laporan keuangan LPD menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan LPD
kedepannya. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali No. 11 Tahun 2013, untuk menilai

6
tingkat kesehatan LPD pada dasarnya menggunakan 5 aspek penilaian yang disebut
CAMEL yang meliputi Capital, Assets Quality, Management, Earnings, dan Liquidity.
b. Laporan Penilaian Risiko merupakan suatu penilaian yang dilakukan untuk menilai
tingkat risiko yang dapat timbul dalam kegiatan operasi LPD. Risiko-risiko yang
dimaksud yakni risiko pinjaman yang diberikan, risiko likuiditas, risiko operasional dan
risiko modal.

Laporan Tahunan
a. Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan Belanja merupakan laporan yang
memuat pencapaian rencana kerja dan anggaran pendapatan belanja LPD selama satu
periode (satu tahun).
b. Laporan Pertanggungjawaban Akhir Tahun merupakan laporan yang memuat
pertanggungjawaban pengurus terhadap penggunaan sumberdaya yang dimiliki LPD
selama tahun berjalan.
c. Laporan Hasil Pertanggungjawaban Audit Internal merupakan laporan yang memuat hasil
audit pertanggungjawaban yang dilakukan oleh komisi audit internal LPD.

7. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2002 Tentang Lembaga Perkreditan
Desa
a. Pasal 16
2. Tahun Buku LPD adalah tahun Takwim/Kalender.
3. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah Tahun Buku berakhir, Pengurus LPD harus
menyampaikan Laporan Tahunan disertai Laporan Keuangan kepada Prajuru Desa.
4. Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disampaikan kepada Krama Desa
paling lambat 2 (dua) minggu sebelum rapat Desa.
b. Pasal 17
Pengurus menyampaikan laporan tentang kegiatan, perkembangan keuangan dan kinerja
LPD kepada Bendesa dan LPLPD (Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa)
secara teratur setiap bulan, 3 (tiga) bulan dan tahunan. Laporan LPD disampaikan secara
tertulis. Laporan kepada Bendesa disampaikan melalui Pengawas Internal LPD. Laporan

7
kepada LPLPD digunakan sebagai bahan untuk mengefektifkan pelaksanaan
pemberdayaan LPD dan bahan laporan kepada Gubernur.
c. Pasal 18 (Ayat 4)
Atas permintaan Krama Desa melalui paruman, sekali dalam 1 tahun harus dilakukan
audit. Audit bisa dilakukan oleh pihak internal oleh Bendesa dan bisa dilakukan oleh
pihak ketiga dengan memanfaatkan jasa Akuntan Publik dengan biaya ditanggung oleh
LPD yang besangkutan.
d. Pasal 22
1. Pembagian keuntungan bersih LPD pada akhir tahun pembukuan ditetapkan sebagai
berikut:
o Cadangan Modal 60% (enam puluh persen);
o Dana Pembangunan Desa 20% (dua puluh persen);
o Jasa Produksi 10% (sepuluh persen);
o Dana Pemberdayaan 5% (lima persen); dan
o Dana Sosial 5% (lima persen).
2. Penyetoran dan penggunaan keuntungan Dana Pemberdayaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf d ditetapkan dengan Peraturan Gubernur dengan pertimbangan
MUDP (Majelis Utama Desa Pakraman).

8. Contoh Laporan Keuangan LPD

8
REFERENSI

Peraturan Derah Provinsi Bali No 11 Tahun 2013 Tentang Lembaga Perkreditan Desa.

Suartana, I Wayan. 2009. Arsitektur Pengelolaan Risiko Pada Lembaga Perkreditan


Desa (LPD). Udayana University Press, Denpasar.

Yudiawab,Agung. 2011. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerjapada Lpd Desa
Adat Sibetan Kabupaten Karangasem Periode 2008-2010. Skripsi. Diploma III Fakultas
Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesa Singaraja.

9
10