Anda di halaman 1dari 13

AKUNTANSI HOTEL

(RMK SAP 6)

Oleh : Kelompok 13
Byantoro Istahargyo 1406305107
I Gede Krisna T. S. 1406305153
Arya Bagus Govinda T. B. 1406305167

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
1. PENDAPATAN
Bagi organisasi usaha, penjualan satu aspek yang sangat penting dan menjadi urat
nadi kehidupan usaha tersebut. Usaha hotel mempunyai sumber pendapatan utama yang
berasal dari penjualan kamar, penjualan makanan, dan penjualan minuman, di mana disatu
sisi menjual jasa dan di sisi lainnya menjual barang. Penjualan usaha hotel mempunyai
keunikan tersendiri yaitu:
- Produk yang dijual merupakan kombinasi antara barang dan jasa
- Penjualan pada usaha hotel biasanya mempunyai colume yang tinggi dengan harga
individual yang relative rendah, hamper sama dengan usaha retail
- Produk berbentuk barang yang dijual dihasilkan melalui proses produksi seperti yang
dilakukan oleh perusahaan manufaktur
- Perusahaan mempunyai persediaan kapasitas untuk dapat menjual produk berupa jasa
- Penjualan atas produk dan jasa dibebani pajak dan service
Pada siklus penjualan akan melibatkan akun piutang usaha (city ledger, guets ledger,
credit card), akun kas dan setara kas, akun penjualan, akun hutang pajak PHR (Government
tax), dan akun hutang service (service charge). Hutang jasa pelayanan timbul karena hotel
memungut uang jasa pelayanan kepada para konsumen atas nama karyawan. Secara periodic,
uang service yang terkumpul dibagikan kepada karyawan biasanya dikurangi loss and
breakage (kehilangan dan kerusakan ). Secara sederhana kaitan antara akun-akun alam siklus
penjualan hotel digambarkan dalam bagan T-account berikut :
Penjualan Saldo awal Berbagai
Tunai transaksi
Penjualan Penjualan Kas Keluar
Kredit tunai
Penagihan
piutang
Penjualan Piutang usaha
Tunai Penjualan Penagihan
Penjualan Kredit Piutang
Kredit Saldo Akhir

Penjualan
Tunai
Penjualan
Kredit

Jurnal Penjualan
Piutang usaha ( City ledger/ Guest ledger)
Penjualan Kamar (Rooms Revenue)
Hutang Jasa Pelayanan (Service Charge)
Hutang PHR (Goverment Tax)

Hutang PHR timbul karena usaha hotel diberikan kewajiban oleh pemerintah daerah
untuk memungut PHR kepada konsumen hotel yang membeli dan menikmati barang dan jasa
yang dijual oleh perusahaan. Dalam hal ini, manajemen hotel berfungsi sebagai witholder,
yaitu pemungut pajak yang mempunyai kewajiban untuk menyetorkan pungutannya kepada
kas daerah. Penyetoran ini dilakukan secara berkala mengikuti ketentun yang diatur oleh
pemerintah daerah.
Contoh Soal :The Legend Hotel adalah sebuah hotel yang terletak di Denpasar. Hotel ini
menjual kamar jenis super deluxe dengan harga Rp 1.000.000,- per malam. Setiap tamu yang
menginap sudah mendapat breakfast engan harga Rp 100.000,-. Harga tersebut sudah
termasuk goverment tax dan service charge sebesar 21%. Jurnal atas transaksi tersebut
dengan mengguanakan kode rekening yang ada yakni :
10401 AR Guest Ledger Rp 1.000.000
40101 Room Revenue Rp 743.801
41105 Food revenue meal coupon Rp 82.645
20304 Service charge Rp 82.645
20301 Goverment tax Rp 90.909
Dalam industry perhotelan, khususnya pada penjualan makan dan minuman dikenal
adanya suatu system penjualan yang menggunakan teknologi computer yang disebut dengan
Point Of Sale System (POSS). POSS berfokus pada 3 tujuan yaitu:
- Ketepatan atas order
- Pencatatan penjualan
- Pemberian kepuasan
POSS menggunakan kombinasi terminal dan printer yang berfungsi sebagai input dan
output. Laporan yang dihasilkan POSS memberikan nformasi tentang:
a. Analisa pendapatan, memberikan rincian per jenis penjualan dan per outlet, yang bisa
digunakan sebagai sumber data untuk daily of sales
b. Produktivitas karyawan, memberikan informasi jumlah covers, rata-rata oenjualan dan
total penjualan, yang bisa digunakan untuk mengevaluasi produktivitas karyawan secara
individual
c. Control persediaan, dengan membandingkan antara jumlah porsi tercatat dengan jumlah
porsi yang dikonsumsi.

2. BAGIAN YANG TERLIBAT PADA PROSEDUR PENJUALAN


1) Penjualan Kamar
a) Reservation, bertugas menerima reservasi dari tamu dan memberikan informasi pada
front office, roomboy dan housekeeping serta bagian kredit
b) Front office, bertugas menerima tamu dan menyiapkan guest bill
c) Bellboy, bertugas membantu mengantar tamu ke kamar
d) Roomboy, bertugas membersihkan dan menyiapkan kamar
e) Housekeeping, bertugas menyiapkan perlengkapan kamar
f) Night Audit, bertugas menyiapkan laporan penjualan harian pada malam hari
mencocokkan penjualan pada penjualan hari tersebut
g) Income auditor, bertugas melakukan pengecekan ulang dan pencatatan atas penjualan
yang terjadi
h) Bagian kredit, bertugas memcatat persetujuan kredit baik secara langsung ataupun
tidak langsung
i) Account receivable, bertugas mencatat penjualan kredit dan menyiapkan faktur
2) Penjualan Makanan dan Minuman
a) Waiter/waitress, memberikan pelayanan kepada tamu, dari menerima order, meneruskan
order ke dapur dan menyajikan order serta memberikan informasi pada kasir
b) Kasir, menyiapkan bill dan menerima pembayaran dari tamu
c) Kitchen, menyiapkan order
d) Income auditor, mengecek penjualan dan mencatat penjualan
e) Bagian kredit, memberikan persetujuan kredit
f) Account receivable, mencatat penjualan kredit & menyiapkan faktur tagihan

3. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN


1) Penjualan kamar
a. Guest bill, digunakan untuk mencatat transaksi penjulan yang dilakukan oleh tamu
selama menginap dihotel dan sebagai bukti tagihan kepada tamu, terdiri dari:
- Master bill, umtuk mencatat transaksi penjualan kamar
- Extra bill, untuk mencatat transaksi penjualan yang lain selain kamar
b. Form A, digunakan untuk mencatat data pribadi tamu yang menginap dan sebagai
laporan pada pihak kepolisisan, formulir ini biasanya juga digunakan sebagai
registration form
c. Reservation form, untuk mencatat reservasi tamu sebelum kedatangan tamu
d. Room count sheet, untuk mengecek jumlah kamar yang terisi pd hari itu
e. Room sales recapitulation, untuk mencatat penjualan kamar pd hari itu
f. Remittance of found, merupakan sebuah amplop yang digunakan untuk melaporkan
dan menyetorkan hasil penjualan pada hari itu
2) Penjualan Makanan dan Minuman
a. Restaurant and bar order digunakan untuk mencatat pesanan tamu
b. Restaurant and bar check/bill, digunakan sebagai faktur penjualan
c. Restaurant and bar summary of sales digunakan untuk mencatat penjualan baik tunai
maupun kredit pada masing-masing shift
d. Remittance of found merupakan sebuah amplop yang digunakan untuk melaporkan
dan menyetorkan hasil penjualan pada masing-masing shif
4. PROSEDUR PENJUALAN
1. Prosedur Penjualan Kamar
a) Sebelum kedatangan tamu akan melakukan reservasi baik secara individu atau pun
melalui agen perjalanannya kebagian reservation yang selanjutnya akan membuat
reservation form (RF) dan mencatatnya dalam daftar kedatangan tamu, kemudian
mendistribusikan form tersebut ke pihak FO, roomboy, housekeeping dan kredit
sebagai informasi.
b) Saat tamu datang menunjukkan bukti reservasi, FO akan mencocokkannya dengan
salian RF, kemudian meminta tamu untuk mengisi dan menandatangani form A lalu
memanggil bellboy dan memberikan kunci kamar kepada bellboy untuk mengantar
tamu
c) Setelah tamu kekamar FO membuat bill untuk tamu tersebut
d) FO mengisi room count sheet (RCS), melakukan posting untuk setiap pemakaian
kamar pada bill, kemudian membuat room sales recapitulations (RSR) kemudian
memasukkannya ke remittance of found (ROF)
e) FO mengirim form A asli sebagai laporan kepihak polisi
f) Malamnya night audit mengecek kembali hasil kerja FO pd hari tersebut
g) Keesokan harinya ROF dikirim ke back office dan diterima oleh income audit yang
selanjutnya akan mencocokkan kembali, untuk hasil penjualan tunai akan diserahkan
ke general cashier dan untuk sisanya diserahakn ke account receivable.
h) Income audit berdasarkan informasi yang diberikan oleh night audit akan membuat
daily of sales sebagai informasi kepada pihak manjemen
i) Account receivable akan melakukan pencatatan dan menyiapkan invoice ke pihak
agen perjalanan
Terkait dengan penjualan kamar, terdapat beberapa aktivitas yang dapat digunakan
hotel untuk melakukan pengendalian, antara lain :
a. Otorisasi transaksi : Dari bagan alur diatas dapat dilihat bahwa otorisasi transaksi dalam
penjualan kamar pada hotel tersebut sudah baik karena karyawan hanya memproses
transaksi yang sah, yang dalam hal ini berupa penyediaan/melampirkan form yang
diperlukan.
b. Pemisahan tugas : Dari bagan diatas dapat kita lihat bahwa sudah adanya pembatasan
atau pemisahan tugas dari masing-masing bagian/karyawan sehingga tidak ada
perangkapan tugas.
c. Dokumen dan catatan : Dari bagan diatas dapat kita lihat bahwa dokumen maupun
catatan yang digunakan dalam proses atau transaksi penjualan tersebut dibuat rangkap
dan digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi maupun tujuannya masing-
masing
d. Pengendalian akses atas aktiva perusahaan : Dari bagan tersebut dapat kita lihat bahwa
perusahaan telah memiliki pengendalian akses terhadap aktiva perusahaannya dengan
baik. Hal ini dapat kita lihat dari adanya night auditor maupun income auditor yang ikut
mengawasi.
e. Pemeriksaan dan pengecekan independen : Walaupun pemeriksaan maupun
pengecekan telah dilakukan oleh income auditor, namun dilakukan kembali cek ulang
untuk memeriksa dan mengecek kemungkinan adanya kesalahan yang terjadi terhadap
laporan daily of sales yang dilaporkan oleh front office.

Bagan Alur-Penjualan Kamar dapat digambarkan sebagai berikut :

Tamu Front Office Bell Boy Night Audit Income Audit

Setelah tamu
RSF RSF Registrasi, kunci
Kamar diserahkan, Cek cek ulang
Bell boy antar
Tamu ke kamar

RGF
Tanda tangan

Laporan untuk GB
Pihak kepolisian

A RCS
Masukkan ke rak
Dan diposting
Setiap hari
RSR Buat laporan
Daily of sales
Keterangan :
RSF = reservation form
uang
RGF = registration form
GB = guest bill
GB RCS = room count sheet
RSR = room sales recapitulation
2. Prosedur Penjualan Makanan dan Minuman
ROF = remittance of fund
a) Tamu datang ke restoran disambut dan dipersilahkan duduk, selanjutnya menyodorkan
ROF
menu dan menyiapkan restoran and bar order (RBO) serta mencatat setiap order tamu
pada RBO
b) RBO diserahkan ke kitchen untuk menyiapkan menu yang diminta dank ke kasir
outlet untuk menyiapkan restoran and bar bill (RBB)
c) Setelah selesai tamu kan menyelesaikan pembayaran di kasir, jika tidak membayar
tunai, maka tamu diminta untuk menandatangani RBB untuk nantinya dikirim ke FO
agar diposting ke bill tamu
d) Pada akhir shift, kasir mrmbuat restoran and bar summary of sales (RSBSS) dan
memasukkan hasil penjualan ke dalam ROF kemudian menitipkannya pada safe
deposit box yang ada di FO untuk dikirim ke back office pada keesokan harinya.
Aktivitas Pengendalian pada Penjualan Tunai Makanan dan Minuman:
a. Otorisasi transaksi : Dari bagan tersbut dapat dilihat otorisasi dalam penjualan tunai
makanan dan minuman hotel sudah baik karena karyawan hanya memproses
transaksis yang sah, yang dalam hal ini berupa penyediaan/melampirkan form yang
diperlukan.
b. Pemisahan tugas : Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa sudah ada pemisahan
tugas yang baik agar tidak ada perangkapan tugas.
c. Dokumen dan catatan : Dari bagan tersebut dapat dilihat bahwa dokumen ataupun
catatan yang digunakan dalam transaksi penjualan kamar ini telah dibuat rangkap dan
digolongkan menjadi beberapa jenis misalnya seperti dokumen RBB dan RBO.
d. Pengendalian akses atas aktiva perusahaan : Dari bagan tersebut dapat dilihat
bahwa perusahaan telah menerapkan pengendalian akses atas aktiva karena telah ada
pembagian tugas dan adanya control juga dari back office, karena pada keesokan
harinya baik uang dan laporan summary penjualan akan dibawa ke back office.
e. Pemeriksaan dan pengecekan independen : Pemeriksaan dapat dilakukan di bagian
back office yang menerima summary of sales dan uang keesokan harinya, dengan
adanya perangkapan dokumen tersebut akan mempermudah pemeriksaan tersebut.

Bagan Alur Penjualan Tunai Makanan & Minuman

Tamu Waiter/s Kitchen Cashier Outlet Front Office

Menu Menu

RBO RBO
Order
RBO

Siapkan pesanan
A tamu

RBB RBB
Uang Uang
Titip pada FO
utk tiap shift
Esok harinya
dibawa ke
SOS back office

ROF

Penjualan makanan dan minuman pada hotel tidak hanya dapat terjadi secara tunai,
namun dapat terjadi secara kredit juga. Berkaitan dengan penjualan kredit, adapun aktivitas
pengendalian yang dapat dilakukan, yaitu Otorisasi transaksi, pemisahan tugas, dokumen dan
catatan, pengendalian akses atas aktiva perusahaan, serta pemeriksaan dan pengecekan
independen perusahaan sudah baik. Kegiatan tersebut sama dengan pada penjualan makanan
dan minuman secara tunai. Namun yang membedakan dari penjualan makanan dan minuman
secara kredit tersebut adalah tamu diminta untuk menandatangani RBB untuk nantinya
dikirim ke FO agar diposting ke bill tamu. Adapun bagan alur penjualan makanan dan
minuman secara tunai, yaitu :

Bagan Alur Penjualan Kredit Makanan & Minuman

Tamu Waiter/s Kitchen Cashier Outlet Front Office

Menu Menu

RBO RBO
Order
RBO

Siapkan pesanan
A tamu
Posting
pada guest
RBB RBB Titip
billpada FO
utk tiap shift
Esok harinya
dibawa ke
back office
Tanda tangan SOS
persetujuan charge
ke bill room

ROF

5. LAPORAN YANG DIHASILKAN


Laporan yang dihasilkan perusahaan dari berbagai kegiatan penjualan kamar
maupun penjualan makanan dan minuman, antara lain :
1. Penjualan kamar, laporan yang dihasilkan adalah rooms sales recapitulations
2. Penjualan makanan dan minuman laporan yang dihasilkan berupa restaurant and bar
summay of sales
3. Daily of sales, disiapkan oleh income auditor, yang berisi laporan penjualan hotel
secara keseluruhan

6. Minor departemen
Departemen yang ada di hotel yang mendukung kegiatan hotel dan sebagai fasilitas
pendukung yang dibutuhkan oleh tamu hotel.
Kegiatan usaha perhotelan yang terus berkembang dan berubah dengan pesatnya
hingga sekarang ini, maka tugas manajemen hotel sangat cepat mengikuti berubahan pasar
karena tidak ingin hotelnya ditinggalkan para pelanggannya. Pengembangan dan pelatihan
bagi karyawan harus terus menerus ditingkatkan lebih serius lagi agar tujuan umum
manajemen hotel untuk mencapai laba perusahaan dan citra perusahaan yang mapan harus
selalu dipertahankan dan ditingkatkan dari waktu-kewaktu. Dengan demikian benarlah bahwa
dunia pariwisata dalam hal ini perhotelan sangat dipengaruhi oleh para pelanggannya atau
lebih kita kenal dengan istilah MARKET DRIVEN.
Market driven (dikendalikan oleh pasar) adalah pengertian bahwa pasar atau
pelanggan sangat menentukan jalannya dunia usaha perhotelan di negara kita, dimana saja
sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta keinginan pasar yang terus berubah dari
waktukewaktu, untuk itulah hanya manajemen hotel yang mengerti benar bahwa usaha ini
ditentukan oleh perubahan kebutuhan pasar sajalah yang akan terus berhasil dalam
menjalankan usahanya dan tidak
mengalami kebangkrutan.
Coba kita lihat dari masing-masing kota dimana kita berdomisili, kalau kita teliti
dengan baik
Ada beberapa aspek yang perlu kita cermati dalam minor operating department (MOD) ini
yaitu bahwa:
1. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini sangat dipengaruhi oleh jumlah tingkat huniannya
(jumlah kamar yang terisi dan jumlah tamunya).
2. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini juga sangat dipengaruhi oleh jumlah pelanggan
yang datang ke hotel tetapi tidak menginap di hotel tersebut. Beberapa puluh tahun yang lalu
masyarakat mengartikan bahwa suatu hotel identik dengan penginapan yang memiliki
puluhan kamar tidur dan dilengkapi oleh sebuah Restoran.

Namun saat ini suatu hotel yang diminati oleh para pelanggannya selain harus
mempunyai para karyawan yang mampu melayani para tamunya dengan kualitas prima saja
tidaklah cukup tetapi harus pula didukung oleh sarana dan prasarana penunjang lainnya yang
dianggap menjadi kebutuhan para tamu selama menginap di suatu hotel, sehingga semua
kebutuhan para tamu/pelanggannya bisa dipenuhi di hotel tersebut sehingga para tamu tidak
perlu lagi meninggalkan hotel untuk mencari kebutuhan-kebutahan lainnya selama mereka
menginap di suatu hotel. Adapun bagian atau sarana dan prasarana penunjang inilah yang kita
kenal dengan MINOR OPERATING DEPARTMENT (MOD).

Jenis kegiatan/bagian operasional hotel yang termasuk dalam minor operating department
(MOD) :
a. Pusat Bisnis (Business Center)
b. Ruang Rapat Meeting Room
c. Ruang Perjamuan (Banquet Room/hall)
d. Kolam Renang (Swimming Pool)
e. Fitness Center/Pusat Kebugaran
f. Salon dan Spa
g. Florist dan Parcel Shop
h. Drug Store
i. Dokter On Call (Dokter Siap Datang)
j. Hair dan Beauty Salon
k. Transportation dan Limousine Service (Pelayanan Transportatsi & Limo)
l. Valet Parking (Pelayanan Jasa Parkir)

Penjelasan Singkat :
1. Minor departemen adalah departemen yang ada di hotel yang mendukung kegiatan
hotel dan sebagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh tamu hotel.
2. Beberapa bagian yang termasuk minor departemen yaitu; pusat bisnis (business
cener), ruang rapat(meeting room), ruang perjamuan(banquet room/hall), kolam
renang, fitness center, salon dan spa.
3. Pusat bisnis menyediakan pelayanan kesekretarisan seperti pengetikan, pembuatan
proposal, penerjemahan, pengiriman fax, pembuatan surat dan lain-lain, fasilitas yang
tersedia antara lain mesin fotocopy, mesin penjilid, komputer dan internet akses,
meeting room dan sebabaginya
4. Fasilitas meeting room atau ruang rapat ini pada hotel bisnis harus tersedia karena
sebagai fasilitas penunjang untuk mayoritas kategori tamunya, jika tamu ingin
menggunakan fasilitas ini untuk beberapa jam, ia akan menghubungi bagan pusat
bisnis, namun jika akan dipergunakan untuk waktu yang lama dan jumlah pesertanya
banyak, maka pemesanan ruangan akan di tangani oleh banquet sales.
5. Ruang perjamuan yang berada di hotel pada masa sekarang ini banyak dinikmati oleh
tamu, hal ini dikarenakan ukuran dan kapasitas yang luas, lokasi yang strategis dan
pelayanan yang tersedia lengkap sehingga tamu yang mempunyai acara tidak repot
dalam menentukan tempat, peralatan, dekorasi dan menu sajiannya.
6. Swimming pool (kolam renang) adalah salah satu fasilitas olahraga yang tersedia di
hotel, di beberapa hotel jumlah kolam renang yang ada di hotel tidak hanya satu saja
tetapi ada kolam renang yang diperuntukan untuk anak kecil dan dewasa serta
dilengkapi dengan permainan air seperti air mancur, water boom, jacuzi dan lain-lain.
7. Fitness center/pusat kebugaran menyediakan fasilitas lengkap yang dapat
dipergunakan untuk olahraga kebugaran, fasilitas dan pelayanan yang tersedia
merupakan fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma khusus untuk tamu yang
menginap di hotel, namun juga dapat digunakan oleh tamu yang menjadi member
anggota klub fitness.
8. Tujuan diadakannya SPA karena banyaknya permintaan masyarakat dan para tamu
hotel yang tidak saja ingin menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya dengan
berolahraga tetapi sekarang harus ditambah dengan merawat kecantikan diri dan
keremajaan diri dalam arti berusaha tampil awet muda, untuk itulah SPA dibutuhkan
sejalan dengan
perubahan gaya hidup masyarakat modern dan para tamu hotel.
9. Arcades adalah ruangan-ruangan yang diperuntukkan bagi toko-toko atau kantor-
kantor perwakilan dan sejenisnya yang sudah disiapkan oleh suatu hotel dan
disewakan kepada
pihak ketiga dengan tujuan utama adalah untuk melengkapi sarana dan prasarana
hotel.
10. Drug store di hotel-hotel berbintang biasanya ada yang dikelola sendiri oleh
Manajemen hotel tetapi barang atau produk-produk yang dijual merupakan
conignment (konsinyasi). Barang-barang konsinyasi adalah barang milik pihak ketiga
yang dititipkan ke hotel untuk dijual dan pihak hotel akan mengatur perletakan
barang-barang tersebut dan menjualnya dengan baik di drug store dengan menentukan
harga jual yang telah disepakati dengan pemilik barang sehingga hotel akan
mendapatkan keuntungan.
11. Fasilitas transportasi yang disediakan oleh hotel merupakan salah satu fasilitas
penunjang, fasilitas ini menyediakan transportasi dari dan ke bandara, ke stasiun
ataupun ke
terminal bis, namun transportasi juga disediakan ke tempat wisata yang jadwalnya
akan disesuaikan. Fasilitas antar jemput dengan menggunakan kendaraan hotel
(shuttle bus) tidak dikenakan biaya, namun jika kendaraan yang digunakan selain
sthutte bus akan dikenakan biaya.
12. Valet parking adalah pelayanan memarkirkan kendaraan tamu, pelayanan ini
dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi tamu dan pengunjung hotel jika
menggunakan kendaraan.
DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra, AAGP., Suprasto, H Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari, Maria M Ratna.


2009. Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi). Denpasar: Graha Ilmu
Author. 2011. Pendapatan Akuntansi Hotel. Diakses pada 10 Maret 2017.
<http://meweks.blogspot.com/2011/12/pendapatan-ak-hotel.html>
Dexsuar. 2013. Akuntansi Perhotelan Penerimaan Kas. diakses pada 10 Maret 2016.
<http://dexsuar.wordpress.com/2013/12/25/akuntansi-perhotelan-
penerimaan-kas/