Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIK

SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

POMPA POWER STEERING

Disusun Oleh:

Ari Tri Wijaya (14504241006)

Irmanto (14504241007)

Bakti Andika A F (14504241009)

Rahmat Mubarok (14504241010)

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2016
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

A. Kompetensi
1. Membongkar dan memasang pompa power steering dengan prosedur yng benar.
2. Menganalisa kondisi benda kerja yang digunakan untuk praktikum
B. Sub kompetensi
Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat :
1. Mengidentifikasi tipe tipe pompa power steering
2. Melepas dan memasang pompa power steering dengan cara yang benar
3. Menjelaskan cara kerja pompa power steering dengan menggambarkan sirkulasi
hidrolik
4. Mengidentifikasi gangguan dalam sistem dan cara mengatasi
C. Alat dan Bahan
1. Pompa power steering
2. Tool Box
3. Alat-alat ukur yang diperlukan

D. Keselamatan Kerja
1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya
2. Bekerja dengan hati-hati dan teliti

E. Dasar Teori
Power steering adalah perangkat atau system pada kendaraan yang berfungsi untuk
meringkankan kemudi kendaraan. Sehingga kendaraan dapat bermanufer dengan mudah
dan dapat bergerak dengan radius yang lebih kecil.

Gambar. Komponen power steering


Prinsip kerja
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Gambar. Prinsip kerja power steering


Tekanan hidrolis bekerja pada piston yang terdapat pada silinder. Diantara menutup
katup, fluida akan berusaha ke luar dari saluran di bawah silinder, sehingga tekanan
fluida bertambah dan mendorong piston ke atas. Apabila katup dibuka tekanan fluida
berkurang dan piston bergerak ke bawah. Jumlah fluida yang mengalir diatur oleh
menutup dan membukanya katup-katup

Komponen-komponen pada sistem Power Steering diantaranya :


Pompa power steering
Pompa Power Steering berfungsi sebagai penyalur tenaga dari mesin dengan oli
yang bertekanan tinggi yang kemudian diteruskan ke bagian Gearbox melalui pressure
feed hose (Selang bertekanan tinggi). Posisi Vane Pump selalu berada di bagian atas dari
Gearbox. Dan hampir setengahnya system Power Steering dikendalikan/ditentukan dari
kerja Pompa, oleh karena itu bila terdapat kerusakan pada Pompa hampir dipastikan
system Power Steeringnya juga tidak akan jalan alias rusak. Tipe pompa banyak sekali,
antara lain: pompa torak, membran, plunger, roda gigi luar, roda gigi dalam, vane, screw
dan lain-lain. Tekanan yang diperlukan merupakan tekanan secara menerus (continue),
sehingga tipe pompa yang digunakan adalah tipe Vane atau Roda Gigi. Pompa
menghasilkan tekanan dengan memanfaatkan putaran mesin, sehingga volume
pemompaan sebanding dengan putaran mesin.
Pada saat praktik terdapat dua tipe pompa power steering diantara yaitu :
1. Vane pump
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Vane pump merupakan salah satu jenis pompa hidrolis yang menghasilkan
tekanan dengan mengunakan rotor dan slipper
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Gambar. Kontruksi Tipe vane pump


Vane pum terdiri dari
Rotor ekstrinsik (exentretator) yang digerakan oleh tali kipas (belt) dan
perantaraan pulley.
Fixed ring dengan 6 buah slot
Enam buah slipper dengan pegas pegas di dalamnya dan bersentuhan
langsung dengan rotor
Katup pengontrol (flow control valve) yang mengatur tekanan maximum
fluida dan volume aliran

2. Roda Gigi Pump


Roda gigi pump merupakan salah satu jenis pompa hidrolis yang
menghasilkan tekanan dengan mengunakan roda gigi. Kontruksi tipe ini hampir
sama dengan tipe vane namun yang berbeda ialah media pernggeraknya.

Kontruksi
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Gambar . pompa kemudi power steering tipe roda gigi

F. Langkah Kerja
Pembongkaran :
1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Melepas control valve cap , dan inlet joint saluran keluar menggunakan kunci ring 10

3. Melepas pully, sebelumnya lepas terlebih dahulu baud pully kemudian lepas
dengan menggunakan palu karet
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

4. Melepas 6 buah baud ukuran 12 dengan menggunakan kunci ring 12.

5. Memisahkan housing pump dengan cover pump

6. Melepas ring pada tipe vane pump


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

7. Melepas roda gigi dan pump rotor & cam pump ring serta vane.
catatan : lepas satu per satu roda gigi pump.

8. Mengeluarkan control valve dari tempatnya.


9. Bersihkan komponen yang dibongkar

Cara Kerja
Cara kerja pompa power steering ada bebrapa tahap diantaranya :
a. Pemasukan
Ruangan yang dibentuk oleh fixed dan rotor terbagi oleh enam buah slipper.
Ruangan tersebut akan membesar sehubungan dengan putaran rotor. Pada waktu
kapsitas ruangan membesar, fluida mengalir masuk dari alur pemasukan yang
terapat pada bagian belakanh poros rotor (rotor shaft) dan berkumpul di dalam
ruangan antara fixed ring dan rotor
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Gambar. Pemasukan
b. Pengeluaran
Pada waktu rotor terus berputar, kapasitas rungan antara fixed ring dan rotor
mengecil. Fluida yang terdapat di dalamnya ditekan ke luar menuju ke gear
box melalui pengeluaran dari pada rotor shaft, sementara volumenya di atur
oleh flow control valve. Slipper-slipper selalu berhubungan langsung dengan
rotor shaft karena ditekan oleh tegangan pegas, ini dimaksudkan untuk
mencegah kebocoran fluida dari alur pengeluaran (outlet port) ke alur
pemasukan (in let port). Bagian yang dipotong dari slipper disediakan untuk
mengalirkan fluida ke dalam ruangan antara fixed ring dan slipper. Tekanan
hidrolis yang berkeja pada punggung slipper akan menutup dengan rapat
antara slipper dan fixed ring, untuk mencegah ke bocoran fluida ke ruangan di
sebelahnya.

Gambar. Pengeluaran.
c. Flow Control Valve
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Volume fluida bertambah secara proporsional terhadap putaran pompa. Flow


control valve mengalirkan fluida secara konstan ke gear box tanpa ada
hubungan dengan tekanan hidrolis. Fluida ditekan ke luar dari pompa ke gear
box, akan tetapi apabila volume aliran melebihi 6 liter/menit flow control
valve bekerja dan saluran ke inlet port terbuka. Pada saat terbuka fluida
melewati bagian A dan mengalir kembali ke reservoir. Jadi dengan demikian
volume fluida yang dialirkan ke gear box terkontrol

Cara kerja flow control ada beberapa tahap tergantung pada kecepatan putaran
pompa diantaranya yaitu :
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Selama putaran rendah (650-1250 rpm).


Tekanan yang dikeluarkan pompa P1 bekerja pada sisi sebelah kanan dari
flow control valve dan p2 bekerja sisi sebelah kiri setelah melalui orifice 1
dan 2. Perbedaan tekanan antara P1 dan P2 menjadi besar karena putaran
mesin bertambah. Apabila tekanan p1 melebihi tegangan per flow control
valve, maka flow control valve bergerak ke kiri.

Gambar. Cara kerja control valve

Gambar. Cara kerja control spool


Sehingga membuka saluran yang menuju ke sisi pengisian pompa, lalu fluida
kembali ke sisi pengisapan pompa. Volume fluida yang menuju gear housing
dikontrol oleh cara ini. (volume fluida yang dikontrol : 6,6 L/menit)
Selama putaran sedang (1250-2500 rpm).
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Tekanan yang dikeluarkan pompa p1 bekerja pada sisi sebelah kiri dari
control spool. Apbila putaran pompa di atas 1250 rpm, tekanan p1 melebihi
tegangan pegas dan control spool bergerka ke kanan, maka volume fluida
yang melalui orifice 2 terpaksa berkurang, dan mengakibatkan bertambah
rendah tekanan p2. Oleh karena itu perbedaan tekanan antara p1 dan p2
bertambah besar. Dengan cara ini flow control valve bergerak kea rah kiri.

Oleh karena itu fluida kembali ke sisi pengisian pompa dan mengurangi
volume fluida yang menuju gear housing. Dengan kata lain, bilamana control
spool bergerak ke kanan ujung dari spool bergerak kea rah orifice 2, sehingga
mengurangi volume fluida yang melalui orifice.
Selama putaran tinggi (lebih dari 2500 rpm).
Apabila putaran pompa melebihi 2500 rpm, control spool terdorong
seluruhnya kea rah kanan, sehingga menutup orifice 2 dengan sempurna. Pada
saat ini tekanan p2 hanya ditentukan oleh jumlah fluida yang lewat melalui
orifice no 1. Volume fluida yang menuju gear housing dikontrol oleh cara ini
(volume fluida yang dikontrol 3,3 L/menit)

d. Relief valve
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Relief valve terletak di dalam flow control valve. Apabila tekanan P2 melebihi
80 kg/cm2 relief valve membuka untuk menurukan tekanan. Apabil tekanan p2
turun, flow control valve terdorong ke kiri dan mengontrol tekanan maximum.

Data praktik
Pengamatan
1. Pump gear
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Keterangan: masih dalam keadaan normal belum terdapat keaussan pada giginya
2. Pump rotor, pump vane dan pump cam ring

Keterangan : masih dalam keadaan baik belum terdapat kerusakan yang berarti
serta keausan tiap komponen belum terdapat.
3. Control Valve

Keterangan: masih dalam keadaan baik dan berfungsi normal sesuai dengan
fungsinya
4. Bearing.
Dari bearing sendiri saat pengamatan dalam praktik masih dalam keadaan baik.
5. Oil seal.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Keterangan : masih dalam keadaan baik ,belum terdapat robek serta lipatan pada
oil seal.

Pengukuran
Celah gear pump:
Celah antara ujung gear: 0,1 mm (STD: 0,04-0,16. )
Celah body: 0, 15 mm (STD: 0,10-0,16)
Keterangan kedua pengukuran tersebut masih dalam standart.

G. Analisis Data dan Pembahasan.


Dari hasil data praktik diatas dan penjelesan diatas dapat kita bahas. Dalam praktik
kelompok kami mengidentfikasi tipe-tipe pompa power steering yaitu tipe vane pump
dan gear pump.
1. Pump Gear.
Pump gear ini masih dalam keadaan baik dari pengamatan praktik dan
pengukuran celah dengan menggunakan filler geuge. Bila pump gear terdapat keausan
hal ini dapat menyebabkan tekanan pada power steering akan turun menyebabkan
sistem akan bermasalah diantaranya: saat pada mesin kecepatan rendah sedang
berbelok, otomatis kemudi akan sedikit berat. Cara mengecek kondisi pump gear,
yang pertama melakukan pengamatan bila keadaan pump gear masih dalam keadaan
baik, maka selanjutnya pengukuran celah gear apabila hasil pengukuran melebihi
spesifikasi maka pump gear ini perlu diganti yang baru.
2. Pump rotor, pump vane dan pum cam ring.
Ketiga komponen masih dalam keadaan baik, jika ketiga komponen terdapat
kerusakan maka dapat menimbulkan sistem power steering akan bermasalah, peran
ketiga komponen layaknya sama dengan pump gear. Bermasalah ini dalam arti akan
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

membuat tekanan hidrolis sistem power steering berkurang hal ini pengontrolan
tekanan pada control juga akan terganggu.
3. Control valve.
Control valve dalam keadaan baik. Control valve mempunyai fungsi sebagai
mengontrol tekanan hidrolis dan volume hidrolis. Apabila control valve ini
bermasalah atau terjadi kerusakan akan menyebabkan pengontrolan fluida terganggu
sehingga sistem kemudi akan tidak optimal menyebabkan bila tekanan tidak diatur
maka oli seal akan jebol. Fluida akan keluar maka terjadi kebocoran. Bila volume
fluida tidak diatur menyebabkan kemudi menjadi berat bila mesin pada kecepatan
rendah sedang berbelok. Cara mengetahui kerusakan pada control valve, bila terjadi
berat pada sistem kemudi padahal fluida masih keadaan penuh, teridentifikasi control
valve rusak. Solusinya ganti yang baru sesuai dengan spesifikasi.

4. Bearing
Keadaan bearing saat pengamatan diperoleh dalam keadaan baik. Jika bearing
terdapat keausan dan kerusakan dapat menyebabkan berisik pada pompa power
steering serta dapat menyebakan pump gear,pump rotor ataupun pump vane cepat
menimbulkan keausan disebabkan putaran drive shaft kurang stabil atau dikatakan
ngegol dikarenakan bearing terjadi keausan. Bila keadaan ini dibiarkan akan
menyebakan fungsi dari pump gear ataupun pump vane menurunkan tekanan hidrolis
sehingga untuk mendorong piston akan berkurang maka kemudi menjadi berat.
Solusinya ganti yang baru.
5. Oil seal
Keadaan oil seal ini masih baik dari pemeriksaan dan pengamatan. Fungsi oil seal
sendiri yaitu agar fluida di dalam pompa tidak keluar dan menjaga volume fluida tidak
berkurang. Apabila oil seal terdapat sobek dan kerusakan dapat menyebakan fluida
akan keluar menyababkan fluida di sistem power steering akan cepat berkurang, hal
ini dapat menimbulkan sistem kemudi berat dikarenakan untuk mendorong piston
juga berkurang. Bila oil seal rusak ganti yang baru.

H. Perakitan
1. Masukan pump gear kedalam lubang pada tipe gear pump (A), catatan : dalam
melakukan pemasukan gear harus satu per satu. Sedangkan pada vane pump masukan
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

drive poros ke dalam housing (B), kemudian masukan pum cam ring, pump rotor dan
pump vane serta pasang ring (C).

A B C
2. Masukan pump housing pada tipe gear pump(A). Sedangkan tipe vane pump
melakukan pemasangan pump cover (B)

A B
3. Masukan bearing ke poros pump gear serta pasang oil seal (A). Baud dan kencangkan
pada pump cover (B).

A B
4. Masukan pump cover serta baud dan kencangkan pada tipe gear pump.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

5. Pasang pully

6. Pasang dan kencangkan baud control valve cap, dan inlet joint saluran keluar.

I. Kesimpulan
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN SISTEM KEMUDI REM DAN SUSPENSI

Semester IV POMPA POWER STEERING 100 menit

No. JST/OTO/PTO 6322/03 Tgl : 29 Februari 2016

Dari data praktik dan analisis data serta pembahasan diatas dapat diambil
kesimpulkan:
1. Terdapat dua tipe pompa power steering yang kami praktikan yaitu tipe vane pump
dan gear pump. Kedua tipe ini mempunyai kesamaan karakteritik dalam hal
tekanan yang stabil atau tekanan terus menerus (kontinu). Memiliki perbedaan
signifikan dalam media penggeraknya.
2. Pembongkaran dan pemasangan dari dua tipe diatas hampir sama namun pada tipe
gear pump harus melepas pully sedangkan di tipe vane pump tidak harus melepas
pully untuk membuka cover pump yang di baud 6 buah.
3. Pompa power steering ada beberapa tahap cara kerja yang pertama pemasukan dan
yang kedua pengeluaran, di samping itu control valve bekerja. Control valve ini
bekerja bergantung tiap perbedaan putaran pompa power steering, hal ini control
valve memiliki dua fungsi sebagai pengatur tekanan hidrolis serta mengatur jumlah
volume yang akan dikeluarkan oleh pompa.
4. Gangguan pompa power steering akan menyebabkan semua sistem kemudi akan
bermasalah diantaranya kemudi menjadi berat. Biasanya kerusakan yang terjadi
pada control valve,oil seal, dan pump vane ataupun pump gear.