Anda di halaman 1dari 122

KUP

DIRJEN PAJAK

2009

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 103/PJ/2009
TENTANG

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK YANG SEMULA TERDAFTAR DAN MELAPORKAN


USAHANYA PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS KE KANTOR
PELAYANAN PAJAK LAINNYA TAHAP II

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan pembentukan instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak


dengan sistem administrasi perpajakan modern yang disusun berdasarkan segmentasi
Wajib Pajak, maka perlu memindahkan sejumlah Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor
Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan dalam


rangka melaksanakan ketentuan Diktum KETIGA Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-15/PJ/2007 tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib
Pajak Tertentu pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Khusus sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-103/PJ/2008, telah ditetapkan Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-35/PJ/2007 tentang Pemindahan Wajib Pajak yang Semula
Terdaftar dan Melaporkan Usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus ke Kantor Pelayanan Pajak Lainnya
Tahap I sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor
KEP-133/PJ/2008;

c. bahwa guna melanjutkan pemindahan Wajib Pajak dalam rangka melaksanakan ketentuan
Diktum KETIGA Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-15/PJ/2007 tentang
Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha Bagi Wajib Pajak Tertentu Pada Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-103/PJ/2008, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang
Pemindahan Wajib Pajak yang Semula Terdaftar dan Melaporkan Usahanya pada Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus ke Kantor Pelayanan Pajak Lainnya Tahap II;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomr 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3985);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18
Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 133, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

4. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42; Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3686) sebagaimana yang telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2000 Nomor 129; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3987);

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-9/PJ/2007 tentang Tempat Pendaftaran


Bagi Wajib Pajak Tertentu dan Ttempat Pelaporan Usaha Bagi Pengusaha Kena Pajak
Tertentu;

7. Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-15/PJ/2007 tentang Tempat Pendaftaran dan


Pelaporan Usaha Bagi Wajib Pajak Tertentu Pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus sebagaimana telah diubah
dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-103/PJ/2008;

8. Keputusan Direktur Jenderal pajak Nomor KEP-35/PJ/2007 tentang Pemindahan Wajib


Pajak yang Semula Terdaftar dan Melaporkan Usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus ke Kantor
Pelayanan Pajak Lainnya Tahap I sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-133/PJ/2008;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK
YANG SEMULA TERDAFTAR DAN MELAPORKAN USAHANYA PADA KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL
PAJAK JAKARTA KHUSUS KE KANTOR PELAYANAN PAJAK LAINNYA TAHAP II.

PERTAMA :

Memindahkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom (2) yang semula terdaftar dan
melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagaimana tercantum pada kolom
(4) ke KPP sebagaimana tercantum pada kolom (5) Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini.

KEDUA :

Saat mulai terdaftar bagi Wajib Pajak yang tercantum dalam kolom (2) pada KPP sebagaimana
tercantum dalam kolom (5) Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini adalah tanggal 25
Agustus 2009.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tangal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 13 Agustus 2009
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

MOCHAMAD TJIPTARDJO
NIP 060044911
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 80/PJ/2009

TENTANG

PENAMBAHAN WAJIB PAJAK TERTENTU DAN/ATAU PENGUSAHA


KENA PAJAK TERTENTU YANG TERDAFTAR DAN MELAPORKAN USAHANYA
PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR ORANG PRIBADI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa dalam rangka menambah jumlah Wajib Pajak yang diadministrasikan pada Kantor
Pelayanan Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal
Pajak tentang Penambahan Wajib Pajak Tertentu dan/atau Pengusaha Kena Pajak Tertentu yang
Terdaftar dan Melaporkan Usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang
Pribadi;

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 5 Tahun
2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 211, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4953);

2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18
Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986);

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

5. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ/2001 tentang Jangka Waktu dan
Pelaporan Kegiatan usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib
Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
160/PJ/2007;

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2008 tentang Tata Cara Pendaftaran
Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Perubahan Data
dan Pemindahan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak;

7. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Penunjukkan Nomor KEP-53/PJ/2009 tentang Tempat


Pendaftaran Bagi Wajib Pajak Tertentu dan/atau Tempat Pelaporan Usaha Bagi
Pengusaha Kena Pajak Tertentu Pada KPP Wajib Besar Orang Pribadi.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENAMBAHAN WAJIB PAJAK


TERTENTU DAN/ATAU PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU YANG TERDAFTAR
DAN MELAPORKAN USAHANYA PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK
BESAR ORANG PRIBADI.

PERTAMA :

Menambahkan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini sebagai Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena
Pajak Tertentu yang terdaftar dan/atau melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Orang Pribadi.

KEDUA :

Saat mulai terdaftar (SMT) Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Orang Pribadi adalah tanggal 1 Agustus 2009.
KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tangal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, para Tenaga Pengkaji, para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Pusat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan,
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Barat, Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Timur, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara,
dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 07 Juli 2009
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

DARMIN NASUTION
NIP 130605098
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 53/PJ/2009

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN BAGI WAJIB PAJAK TERTENTU DAN/ATAU


TEMPAT PELAPORAN USAHA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU
PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR ORANG PRIBADI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2008, perlu menetapkan tempat pendaftaran bagi Wajib Pajak tertentu
dan/atau tempat pelaporan usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu;

b. bahwa sehubungan dengan pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar
Orang Pribadi sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor
62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal
Pajak, perlu ditetapkan tempat pendaftaran bagi Wajib Pajak Tertentu dan/atau tempat
pelaporan usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Orang Pribadi;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pendaftaran bagi Wajib
Pajak Tertentu dan/atau Tempat Pelaporan Usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu
pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun
2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 211, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4953);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18
Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986);

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

5. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ/2001 tentang Jangka waktu dan
Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib
Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
160/PJ/2007;

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2008 tentang Tata Cara Pendaftaran
Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Perubahan Data
dan Pemindahan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN BAGI


WAJIB PAJAK TERTENTU DAN/ATAU TEMPAT PELAPORAN USAHA BAGI
PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR ORANG PRIBADI.

PERTAMA :
Menetapkan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini sebagai Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena
Pajak Tertentu yang terdaftar dan/atau melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Orang Pribadi.

KEDUA :

Saat mulai terdaftar (SMT) Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Orang Pribadi adalah tanggal 1 Mei 2009.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajk ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Tenaga Pengkaji, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Pusat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan,
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Barat, Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Timur, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara,
dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 8 April 2009
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

DARMIN NASUTION
NIP 130605098
2011
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 336/PJ/2011

TENTANG

PENETAPAN TATA CARA PEMBAHASAN KEBERATAN


DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa untuk melaksanakan diktum KETUJUH Keputusan Menteri Keuangan Nomor


328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata Cara Pembahasan Keberatan dan Reviu atas
Keputusan Keberatan;

b. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas hasil penelitian keberatan yang dilakukan
Unit Pelaksana Penelitian Keberatan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penetapan Tata Cara Pembahasan
Keberatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan
Kewajiban Perpajakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4797);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007 tentang Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan;

4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata Cara


Pembahasan Keberatan dan Reviu atas Keputusan Keberatan;

5. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-52/PJ/2010 tentang Tata Cara Pengajuan
dan Penyelesaian Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan/atau Pajak
Penjualan atas Barang Mewah;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENETAPAN TATA CARA


PEMBAHASAN KEBERATAN.

KESATU :

Menugaskan Direktur Keberatan dan Banding dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak selaku Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan untuk melakukan pembahasan
terhadap konsep Laporan Penelitian Keberatan dari Tim Peneliti Keberatan atas pengajuan
keberatan oleh Wajib Pajak yang memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan dalam Diktum
PERTAMA Keputusan Menteri Keuangan Nomor 328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata
Cara Pembahasan Keberatan dan Reviu atas Keputusan Keberatan.

KEDUA :

Menugaskan Direktur Keberatan dan Banding dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak selaku Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan untuk menetapkan keanggotaan Tim
Pembahas Keberatan dengan menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang
Pembentukan Tim Pembahas Keberatan dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan
pada Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KETIGA :

Keanggotaan Tim Pembahas Keberatan sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA,


ditetapkan pada setiap awal tahun anggaran dan berlaku untuk satu tahun anggaran dengan
ketentuan bahwa dalam hal diperlukan dapat dilakukan perubahan dan atau perbaikan
sebagaimana mestinya.

KEEMPAT :

Untuk setiap penelitian keberatan yang memenuhi kriteria untuk dilakukan pembahasan
sebagaimana ditetapkan sebagaimana ditetapkan dalam diktum PERTAMA Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata Cara Pembahasan Keberatan dan
Reviu atas Keputusan Keberatan, diterbitkan Surat Tugas Tim Pembahas Keberatan.

KELIMA :

Keanggotaan Tim Pembahas Keberatan sebagaimana dimaksud pada Diktum KEEMPAT :

a. ditunjuk dari anggota Tim Pembahas Keberatan yang ditetapkan Direktur Jenderal Pajak
sebagaimana di maksud pada Diktum KEDUA; dan

b. memperhatikan ketentuan struktur keanggotaan Tim Pembahas Keberatan sebagaimana


ditetapkan dalam Diktum KELIMA Keputusan Menteri Keuangan Nomor
328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata Cara Pembahasan Keberatan dan Reviu atas
Keputusan Keberatan.

KEENAM :

Tim Pembahas Keberatan sebagaimana dimaksud pada Diktum KEEMPAT, mempunyai tugas
sebagai berikut :

a. melakukan koordinasi pelaksanaan tugas pembahasan ;

b. melakukan pembahasan bersama Tim Peneliti Keberatan;


c. menyusun Notula Rapat Pembahasan;

d. menyampaikan Notula Rapat Pembahasan Kepada Direktur Keberatan dan Banding atau
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak sesuai kewenangannya.

KETUJUH :

Pembahasan yang dilakukan oleh Tim Pembahas Keberatan sebagaimana dimaksud dalam
Diktum PERTAMA,dilakukan :

a. dalam satu atau beberapa kesempatan pembahasan bersama-sama dengan Tim Peneliti
keberatan sebelum diterbitkan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (SPUH) terhadap
keberatan yang diajukan Wajib Pajak sejak tanggal 1 September 2011;dan

b. dengan tahapan sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Keputusan Direktur Jenderal


Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur
Jenderal Pajak ini.

KEDELAPAN :

Hasil pembahasan oleh Tim Pembahas Keberatan dituangkan dalam Notula Rapat Pembahasan

KESEMBILAN :

Hasil pembahasan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDELAPAN :

a. dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk menyelesaikan


keberatan Wajib Pajak;dan

b. tidak bersifat mengikat dalam pengambilan keputusan Tim Peneliti Keberatan.

KESEPULUH :

Dalam hal Direktur Keberatan dan Banding dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak membentuk Sekretariat Tim sebagaimana dimaksud dalam diktum KEENAM Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 328/KMK.03/2011 tentang Penetapan Tata Cara Pembahasan
Keberatan dan Reviu atas Keputusan Keberatan untuk mendukung pelaksanakan tugas Tim
Pembahas Keberatan, Sekretariat Tim Pembahas Keberatan kedudukannya berada pada :
1. Sub Direktorat Pengurangan dan Keberatan Direktorat Keberatan dan Banding, jika Unit
Pelaksana Penelitian Keberatan adalah Direktorat Keberatan dan Banding;

2. Bidang Pengurangan Keberatan dan Banding atau Bidang Keberatan dan Banding, Jika
Unit Pelaksana Penelitian Keberatan adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tugas dan fungsi Unit Pelaksana Penelitian Keberatan.

KESEBELAS :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Menteri Keuangan Republik Indonesia;

2. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan;

3. Inspektorat Jenderal, Kementerian Keuangan;

4. Kepala Biro Hukum, Kementerian Keuangan;

5. Para Direktur, para Tenaga Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak;

6. Para Kepala Kantor Wilayah DJP di seluruh Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 29 Desember 2011
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 312/PJ/2011

TENTANG

PEMBERIAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK BARU BAGI WAJIB PAJAK YANG
MEMILIKI
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK DENGAN PENGGUNA GANDA
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan adanya Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki oleh lebih dari satu Wajib
Pajak, Direktur Jenderal Pajak perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang
Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak Baru bagi Wajib Pajak yang Memiliki Nomor Pokok
Wajib Pajak dengan Pengguna Ganda;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4999);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan
Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

3. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 26/PJ/2008 tentang Tata Cara Penanganan
Wajib Pajak yang Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dengan Pengguna Ganda;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMBERIAN NOMOR POKOK


WAJIB PAJAK BARU BAGI WAJIB PAJAK YANG MEMILIKI NOMOR POKOK WAJIB
PAJAK DENGAN PENGGUNA GANDA.

PERTAMA :

Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini
ditetapkan sebagai Wajib Pajak yang diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak Baru, Surat
Keterangan Terdaftar Baru dan/atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Baru.

KEDUA :
Wajib Pajak yang diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak Baru, Surat Keterangan Terdaftar Baru
dan/atau Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Baru sebagaimana dimaksud pada Diktum
Pertama, termasuk Wajib Pajak dengan status cabang/istri.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur/Tenaga Pengkaji/Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak;

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 1 Desember 2011
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

AHMAD FUAD RAHMANY


NIP 195411111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 177/PJ/2011
TENTANG

PENCABUTAN SEBAGIAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR KEP-15/PJ/2008 TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN
BAGI WAJIB PAJAK TERTENTU DAN ATAU TEMPAT PELAPORAN USAHA
BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU
PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa dengan berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2011


tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-9/PJ/2008
tentang Tempat Pendaftaran bagi Wajib Pajak Tertentu dan/atau Tempat Pelaporan Usaha
Bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu, pengaturan mengenai tempat pendaftaran bagi
Wajib Pajak dan/atau tempat pelaporan usaha untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak bagi Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang
Asing Satu atau Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing Dua tidak lagi
ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak;

b. bahwa setelah tidak lagi ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak, maka
ketentuan-ketentuan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-15/PJ/2008
yang mengatur tempat pendaftaran bagi Wajib Pajak dan/atau tempat pelaporan usaha
untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang terdaftar pada
Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing Satu atau Kantor Pelayanan Pajak
Badan dan Orang Asing Dua menjadi tidak diperlukan lagi;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pencabutan Sebagian Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-15/PJ/2008 tentang Tempat Pendaftaran bagi Wajib
Pajak Tertentu dan atau Tempat Pelaporan Usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu
pada Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Jakarta Khusus;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

4. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3686), sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 19 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3987);

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;

6. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001 tentang Jangka Waktu dan
Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib
Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
160/PJ/2007;

7. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-9/PJ/2008 tentang Tempat Pendaftaran


bagi Wajib Pajak Tertentu dan/atau Tempat Pelaporan Usaha Bagi Pengusaha Kena Pajak
Tertentu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur
Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2011;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan:

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENCABUTAN SEBAGIAN


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-15/PJ/2008 TENTANG
TEMPAT PENDAFTARAN BAGI WAJIB PAJAK TERTENTU DAN ATAU TEMPAT
PELAPORAN USAHA BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK TERTENTU PADA KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL
PAJAK JAKARTA KHUSUS.
Pasal 1

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku, Lampiran I-7 dan Lampiran I-8,
serta Lampiran II-1 sampai dengan Lampiran II-30 sepanjang mengenai Wajib Pajak terdaftar
dan/atau yang akan dipindahkan dari Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing Satu atau
Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing Dua, Keputusan Direktur Jenderal Pajak KEP-
15/PJ/2008 tentang Tempat Pendaftaran bagi Wajib Pajak Tertentu dan atau Tempat Pelaporan
Usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu pada Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 2

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, para Tenaga Pengkaji, dan para Kepala Kantor Wilayah di lingkungan
Direktorat Jenderal Pajak;

3. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan; dan

4. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jakarta Khusus;

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Agustus 2011
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
2012
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 321/PJ/2012

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-


233/PJ/2012
TENTANG KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa untuk tertib administrasi perpajakan yang lebih akurat serta untuk transparansi
pendapatan negara dari pajak yang diuraikan per sektor, maka perlu menetapkan Keputusan
Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-
233/PJ/2012 tentang Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5132);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3985);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);

5. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja


Negara Tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 5254) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 22
Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 87, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5303);

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2008 tentang Tata Cara Pendaftaran
Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Perubahan Data
Dan Pemindahan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
62/PJ/2010;

7. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-233/PJ/2012 tentang Klasifikasi


Lapangan Usaha Wajib Pajak;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan:

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN ATAS


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-233/PJ/2012 TENTANG
KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-233/PJ/2012 tentang
Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak diubah sebagai berikut :

1. Diktum KEDUA diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:


KEDUA : Kode KLU dipergunakan untuk :

a. Penatausahaan data Wajib Pajak, seperti data Kelompok Kegiatan


Ekonomi Wajib Pajak dalam Master File Wajib Pajak dan Kelompok
Kegiatan Ekonomi pada Surat Pemberitahuan;
b. Dasar penyusunan Norma Penghitungan Penghasilan Neto;

c. Keperluan lainnya.

2. Di antara Diktum KEDUA dan Diktum KETIGA disisipkan 1 (satu) diktum, yakni diktum
KEDUA A sehingga berbunyi sebagai berikut:
KEDUA A : KLU sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini
selanjutnya disebut KLU 2012.
3. Diktum KEEMPAT diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
KEEMPAT : Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari
2013.
4. Lampiran I diubah sehingga menjadi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.
5. Lampiran II diubah sehingga menjadi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Tenaga Pengkaji, Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan dan Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Oktober 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 233/PJ/2012

TENTANG

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan adanya Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 57 Tahun
2009 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan dalam rangka mewujudkan
administrasi perpajakan yang lebih akurat dan informatif, perlu menetapkan Keputusan Direktur
Jenderal Pajak tentang Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5132);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3985);
3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);

5. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja


Negara tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113);

6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2008 tentang Tata Cara Pendaftaran
Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, sebagaimana
telah diubah dua kali dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 41/PJ/2009 dan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 62/PJ/2010;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG KLASIFIKASI LAPANGAN


USAHA WAJIB PAJAK.

KESATU :

Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak, selanjutnya disebut KLU, disusun menurut Kategori,
Golongan Pokok, Golongan Sub Golongan dan Kelompok Kegiatan Ekonomi sebagaimana
ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KEDUA :

Kode KLU dipergunakan untuk :

a. Tata Usaha Wajib Pajak, seperti data Kelompok Kegiatan Ekonomi Wajib Pajak dalam
Master File Wajib Pajak, Kelompok Kegiatan Ekonomi pada SPT Pajak Penghasilan;

b. Dasar penyusunan Norma Penghitungan Penghasilan Netto;


c. Keperluan khusus lainnya.

KETIGA :

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku, maka Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-34/PJ/2003 tanggal 14 Pebruari 2003 tentang Klasifikasi Lapangan
Usaha Wajib Pajak dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2012.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Juli 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 183/PJ/2012

TENTANG

TEMPAT DAN SAAT MULAI BERLAKUNYA UJI COBA PENGOLAHAN SURAT


PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN
DI PUSAT PENGOLAHAN DATA DAN DOKUMEN PERPAJAKAN
UNTUK TIGA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA PUSAT

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas, akurasi, dan keamanan data perpajakan
dengan memanfaatkan teknologi informasi di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas, perlu


menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat dan Saat Mulai
Berlakunya Uji Coba Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib
Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan untuk Tiga Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.01/2011;

4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2010 tentang Bentuk Formulir


Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib
Pajak Badan Beserta Petunjuk Pengisiannya;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT DAN SAAT MULAI


BERLAKUNYA UJI COBA PENGOLAHAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK
PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN DI PUSAT PENGOLAHAN DATA DAN
DOKUMEN PERPAJAKAN UNTUK TIGA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA
PUSAT.

KESATU :

Tiga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Jakarta Pusat yang ditetapkan sebagai tempat uji coba pengolahan Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan adalah:
1. KPP Pratama Jakarta Gambir Dua;

2. KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga;

3. KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga.

KEDUA :

Jenis SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dalam rangka uji coba pengolahan SPT Tahunan PPh
Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan adalah Formulir 1771
dan Lampiran-lampirannya kecuali SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan bagi Wajib Pajak yang
diizinkan menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (Formulir
1771/$ dan Lampiran- Lampirannya).

KETIGA :

Tahun Pajak SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dalam rangka uji coba pengolahan SPT
Tahunan PPh Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan adalah
mulai Tahun Pajak 2011.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 2012.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur dan Tenaga Pengkaji di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

3. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

4. Kepala Kantor Wilayah DJP di seluruh Indonesia;

5. Kepala Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

6. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Pusat.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Juni 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 21/PJ.08/2012

TENTANG

PERUBAHAN KEENAM ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,


Menimbang :

bahwa sehubungan dengan terdapatnya beberapa kekeliruan dalam lampiran Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari di Kantor
Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar,
Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus,
dan Kantor Pelayanan Pajak Madya, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak
tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012
tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib


Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal
Pajak Nomor KEP-17/PJ.08/2012;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN KEENAM ATAS


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN
PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA
Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Lampiran KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak
Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya yang telah beberapa kali diubah dengan :

a. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-86/PJ/2012;

b. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-08/PJ.08/2012;

c. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-10/PJ.08/2012;

d. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-11/PJ.08/2012; dan

e. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-17/PJ.08/2012;

diubah menjadi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal;

3. Para Direktur;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Tenaga Pengkaji;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Juni 2012
a.n DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR POTENSI,
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN,

ttd.

AMRI ZAMAN
NIP 195211111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 22/PJ.08/2012

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR


KEP-102/PJ/2012 TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI
WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR TIGA,
KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR EMPAT, DAN KANTOR
PELAYANAN PAJAK MINYAK DAN GAS BUMI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan terdapatnya beberapa kekeliruan dalam lampiran Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-102/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi
Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga, Kantor Pelayanan Pajak
Wajib Pajak Besar Empat, dan Kantor Pelayanan Pajak Minyak dan Gas Bumi, perlu menetapkan
Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-102/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak
pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Besar Empat, dan Kantor Pelayanan Pajak Minyak dan Gas Bumi;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-102/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar
Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, dan Kantor Pelayanan Pajak
Minyak dan Gas Bumi;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN ATAS KEP-
102/PJ/2012 TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI
WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR TIGA,
KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR EMPAT, DAN KANTOR
PELAYANAN PAJAK MINYAK DAN GAS BUMI

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Lampiran KEP-102/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran dan


Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Tiga, Kantor
Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, dan Kantor Pelayanan Pajak Minyak dan Gas Bumi
diubah menjadi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal;

3. Para Direktur;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Tenaga Pengkaji;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Juni 2012.
a.n DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR POTENSI,
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN,

ttd.
AMRI ZAMAN
NIP 195211111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 10/PJ.08/2012

TENTANG

PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan terdapatnya beberapa kekeliruan sebagaimana dalam lampiran


pemindahan Wajib Pajak dari di Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar,
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;
3. KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-08/PJ.08/2012;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN
PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA.

Pasal 1

Beberapa ketentuan dalam Lampiran I KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak
Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya yang telah beberapa kali diubah dengan

a. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-86/PJ/2012;

b. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-08/PJ.08/2012;

diubah sebagai berikut :

1. KPP Tujuan atas nama ELNUSA TBK (NPWP 010000503-051.000) dalam Lampiran
nomor urut 6 diubah sehingga menjadi KPP Wajib Pajak Besar Tiga;

2. KPP Tujuan atas nama KSO USAYANA - PSG (NPWP 010000503-051.000) Lampiran
nomor urut 7 diubah sehingga menjadi KPP Wajib Pajak Besar Tiga;

3. KPP Tujuan atas nama ELNUSA DRILLING SERVICES (NPWP 023146624-051.000)


Lampiran nomor urut 8 diubah sehingga menjadi KPP Wajib Pajak Besar Tiga;

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.
Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal;

3. Para Direktur;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Tenaga Pengkaji;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Maret 2012
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR POTENSI,
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN,

ttd

AMRI ZAMAN
NIP 195211111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 102/PJ/2012

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA


KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR TIGA, KANTOR PELAYANAN
PAJAK WAJIB PAJAK BESAR EMPAT, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK
MINYAK DAN GAS BUMI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap Wajib Pajak sektor tertentu,
perlu mengatur tempat pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib Pajak sektor tertentu
tersebut;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, perlu menetapkan
tempat pendaftaran dan tempat pelaporan usaha bagi Wajib Pajak tertentu;

c. bahwa sehubungan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009


Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012,
perlu untuk melakukan perubahan terhadap tempat pendaftaran dan tempat pelaporan
usaha bagi Wajib Pajak yang diadministrasikan pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak
Wajib Pajak Besar Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, dan Kantor
Pelayanan Pajak Minyak dan Gas Bumi;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan


huruf c, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat
Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, dan Kantor
Pelayanan Pajak Minyak dan Gas Bumi;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 Tentang Organisasi Dan Tata


Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN


PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR TIGA, KANTOR PELAYANAN PAJAK WAJIB PAJAK BESAR EMPAT,
DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MINYAK DAN GAS BUMI.

KESATU :

Menetapkan Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini sebagai Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena
Pajak tertentu yang terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib
Pajak Besar Tiga, Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Empat, dan pada Kantor Pelayanan
Pajak Minyak dan Gas Bumi.

KEDUA :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini, maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KETIGA :

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku, maka:

1. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-53/PJ/2009 tentang Tempat Pendaftaran


bagi Wajib Pajak Tertentu dan/atau Tempat Pelaporan Usaha bagi Pengusaha Kena Pajak
Tertentu pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi;

2. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-80/PJ/2009 tentang Penambahan Wajib


Pajak Tertentu dan/atau Pengusaha Kena Pajak Tertentu yang terdaftar dan melaporkan
usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Orang Pribadi;

3. Lampiran I dan Lampiran V Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-27/PJ/2012


tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak
Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya,

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur;

3. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

4. Para Tenaga Pengkaji;

5. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

6. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.


Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Maret 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 08/PJ.08/2012

TENTANG

PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-


26/PJ/2012
TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK
DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :
bahwa sehubungan dengan terdapatnya beberapa kekeliruan sebagaimana dalam lampiran
pemindahan Wajib Pajak dari di Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan Kedua atas Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar,
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

3. KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak di


Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-86/PJ/2012;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN
PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA

Pasal I

Mengubah daftar Wajib Pajak yang keliru sebagaimana dalam Lampiran I, Lampiran II,
Lampiran III, Lampiran IV, Lampiran VI, Lampiran VII, Lampiran X, Lampiran XII, Lampiran
XIII, Lampiran XV Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang
Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya, sehingga menjadi
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal;

3. Para Direktur;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Tenaga Pengkaji;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Maret 2012
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR POTENSI,
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN,

ttd

AMRI ZAMAN
NIP 195211111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-09/PJ.08/2012

TENTANG

PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-


27/PJ/2012
TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK
PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK
DI LINGKUNGAN
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS,
DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan terdapatnya beberapa kekeliruan sebagaimana dalam lampiran tempat
pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang
Perubahan Kedua atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-27/PJ/2012 tentang
Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan
Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-27/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direktur Jenderal
Pajak Nomor KEP-87/PJ/2012;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-27/PJ/2012 TENTANG
TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA
KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA
KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA.

Pasal I

Mengubah daftar Wajib Pajak yang keliru sebagaimana dalam Lampiran II, Lampiran III,
Lampiran IV, Lampiran VI, Lampiran VII, Lampiran VIII, Lampiran IX, Lampiran X, Lampiran
XII, Lampiran XV, Lampiran XVI , Lampiran XVII, Lampiran XVIII, Lampiran XIX, Lampiran
XX, Lampiran XXI, Lampiran XXII, Lampiran XXIII, Lampiran XXIV, Lampiran XXV,
Lampiran XXVI, Lampiran XXVII, dan Lampiran XXX Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-27/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak
pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib
Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya, sehingga menjadi sebagaimana ditetapkan
dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal II

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal;

3. Para Direktur;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Tenaga Pengkaji;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 26 Maret 2012
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR POTENSI, KEPATUHAN
DAN PENERIMAAN

ttd

AMRI ZAMAN
NIP 195211111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 91/PJ/2012

TENTANG

PENERAPAN ORGANISASI, TATA KERJA, DAN SAAT MULAI


BEROPERASINYA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR
PELAYANAN PAJAK BADAN DAN ORANG ASING, DAN KANTOR
PELAYANAN PAJAK MINYAK DAN GAS BUMI

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan reorganisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan


Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012, maka perlu menetapkan Keputusan
Direktur Jenderal Pajak tentang Penerapan Organisasi, Tata Kerja, dan Saat Mulai Beroperasinya
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak
Besar, Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing, dan Kantor Pelayanan Pajak Minyak
dan Gas Bumi;

Mengingat :

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENERAPAN ORGANISASI,


TATA KERJA, DAN SAAT MULAI BEROPERASINYA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK
BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK BADAN DAN ORANG ASING, DAN KANTOR
PELAYANAN PAJAK MINYAK DAN GAS BUMI.

PERTAMA :

Menerapkan organisasi dan tata kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012 khusus untuk:

1. KPP Wajib Pajak Besar Satu;


2. KPP Wajib Pajak Besar Dua;

3. KPP Wajib Pajak Besar Tiga;

4. KPP Wajib Pajak Besar Empat;

5. KPP Badan dan Orang Asing; dan

6. KPP Minyak dan Gas Bumi,

mulai tanggal 30 Maret 2012.

KEDUA :

Saat mulai beroperasi atau saat mulai mengadministrasikan Wajib Pajak sesuai pembagian sektor
sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 80 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009
tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012, untuk KPP sebagaimana
dimaksud pada Diktum PERTAMA adalah tanggal 1 April 2012.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal, para Direktur, para Tenaga Pengkaji, para Kepala Kantor
Wilayah, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

2. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan, di lingkungan


Direktorat Jenderal Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 22 Maret 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd
A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 87/PJ/2012

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR


KEP-27/PJ/2012 TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI
WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa untuk tertib administrasi dan untuk kelancaran proses migrasi data, maka perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang perubahan atas Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-27/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran dan Pelaporan Usaha bagi
Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-49/PJ/2011 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-27/PJ/2012 Tentang Tempat Pendaftaran


Dan Pelaporan Usaha Bagi Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN ATAS


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-27/PJ/2012 TENTANG
TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA
KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA
KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA.

Pasal I

Menambahkan satu diktum baru yaitu diktum ketiga sebagai berikut:

KETIGA :

Dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan oleh
Direktur Jenderal Pajak, maka pemindahan Wajib Pajak dilakukan setelah diterimanya putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau dihentikannya penyidikan
berdasarkan Pasal 44A dan Pasal 44B Undang-Undang KUP.

Pasal II

Mengubah diktum ketiga menjadi diktum keempat sehingga seluruhnya berbunyi sebagai
berikut:

KEEMPAT :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka
akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur Potensi,
Kepatuhan dan Penerimaan.

Pasal III

Menambahkan satu diktum baru yaitu diktum kelima sebagai berikut :


KELIMA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.

Pasal IV

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Maret 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 86/PJ/2012

TENTANG

PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR


KEP-26/PJ/2012 TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN
PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS,
DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa untuk tertib administrasi dan untuk kelancaran proses migrasi data, maka perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang perubahan atas Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 tentang Pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan
Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor
Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan
Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-49/PJ/2011 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;
3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-26/PJ/2012 Tentang Pemindahan Wajib
Pajak Dari Kantor Pelayanan Pajak Di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Di Lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Dan Kantor Pelayanan Pajak Madya.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN ATAS


KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-26/PJ/2012 TENTANG
PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR
PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL
PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA.

Pasal I

Menambahkan satu diktum baru yaitu diktum kedua sebagai berikut:

KEDUA :

Dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan oleh
Direktur Jenderal Pajak, maka pemindahan Wajib Pajak dilakukan setelah diterimanya putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau dihentikannya penyidikan
berdasarkan Pasal 44A dan Pasal 44B Undang-Undang KUP.

Pasal II

Mengubah diktum kedua menjadi diktum ketiga sehingga seluruhnya berbunyi sebagai berikut :

KETIGA :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka
akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur Potensi,
Kepatuhan dan Penerimaan.

Pasal III

Menambahkan satu diktum baru yaitu diktum keempat sebagai berikut:

KEEMPAT :
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2012.

Pasal IV

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Maret 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 27/PJ/2012

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA


KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA
KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan hasil evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar pada
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib
Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

b. bahwa dalam rangka melaksanakan pasal 2 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pendaftaran dan
Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-49/PJ/2011 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN


PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK
BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA.

KESATU :

Menetapkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini sebagai Wajib Pajak tertentu yang terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor
Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar,
Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus,
dan Kantor Pelayanan Pajak Madya.

KEDUA:

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku, maka Keputusan Direktur Jenderal
Pajak sebelumnya yang menetapkan tentang tempat pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib
Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom dua dan tiga Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini, dinyatakan tidak berlaku.

KETIGA:

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku sejak tanggal 1 April 2012
Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Januari 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 26/PJ/2012

TENTANG

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI


LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB
PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR
WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA KHUSUS,
DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan hasil evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar pada
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib
Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

b. bahwa dalam rangka melaksanakan pasal 2 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pemindahan Wajib Pajak
dari Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;
Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-49/PJ/2011 tentang Tempat Pendaftaran


dan Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK


DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR, KANTOR PELAYANAN PAJAK
DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA
KHUSUS, DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

KESATU:

Memindahkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom (2) dan (3) yang semula
terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sebagaimana tercantum
pada kolom (4) ke KPP sebagaimana tercantum pada kolom (5) Lampiran Keputusan Direktur
Jenderal Pajak ini.

KEDUA

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku sejak tanggal 1 April 2012

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;


2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Januari 2012
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
A. FUAD RAHMANY

TTD

NIP 195411111981121001

2013
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 411/PJ/2013

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK DI


KANTOR PELAYANAN PAJAK PERUSAHAAN MASUK BURSA
DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan dilakukannya evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar di
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib
Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,
perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pendaftaran dan
Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Perusahaan Masuk Bursa dan
Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran


dan/atau Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak, di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK DI KANTOR


PELAYANAN PAJAK PERUSAHAAN MASUK BURSA DAN KANTOR PELAYANAN
PAJAK MADYA

KESATU :

Menetapkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini sebagai Wajib Pajak tertentu yang terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor
Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa dan Kantor Pelayanan Pajak Madya.

KEDUA :

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku, maka Keputusan Direktur Jenderal
Pajak sebelumnya yang menetapkan tentang tempat pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib
Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom dua dan tiga Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini, dinyatakan tidak berlaku.
KETIGA :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini, maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

Untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 November 2013
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 412/PJ/2013

TENTANG

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK


PERUSAHAAN MASUK BURSA DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan dilakukannya evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar di
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib
Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;
b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pemindahan Wajib Pajak
dari Kantor Pelayanan Perusahaan Masuk Bursa dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran


dan/atau Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK PERUSAHAAN


MASUK BURSA DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

KESATU :

Memindahkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom (2) dan (3) yang semula
terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada
kolom (4) ke Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada kolom (5) Lampiran
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KEDUA :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini, maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.
KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 November 2013
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP - 396/PJ/2013

TENTANG

PENERAPAN WILAYAH KERJA PUSAT PENGOLAHAN


DATA DAN DOKUMEN PERPAJAKAN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :
a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas, akurasi, dan keamanan data perpajakan
dengan memanfaatkan teknologi informasi di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan (PPDDP) Direktorat Jenderal Pajak;

b. bahwa dalam rangka mengoptimalkan kapasitas pengolahan data dan dokumen


perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP);

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b di atas,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penerapan Wilayah Kerja
Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262)sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan, sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.01/2012;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENERAPAN WILAYAH KERJA


PUSAT PENGOLAHAN DATA DAN DOKUMEN PERPAJAKAN.
KESATU :

Menetapkan penerapan wilayah kerja PPDDP adalah:

1. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat;

2. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat;

3. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan;

4. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Timur;

5. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara;

6. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Banten;

7. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I;

8. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II;

9. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I;

10. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II;

11. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Daerah Istimewa Yogyakarta;

12. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I;

13. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II;,

14. Seluruh KPP Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III;

15. KPP Badan dan Orang Asing, Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus.

KEDUA:

Jenis Surat Pemberitahuan (SPT) yang diolah PPDDP untuk Kantor Pelayanan Pajak
sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU meliputi :

1. SPT;

2. SPT Masa PPN;


3. SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26;

4. SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi;

5. SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan untuk formulir 1771 dan lampiran-lampirannya
kecuali SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan bagi Wajib Pajak yang diizinkan
menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (Formulir
1771/$ dan Lampiran-Lampirannya).

KETIGA :

Masa Pajak dan Tahun Pajak dalam rangka pengolahan SPT sebagaimana dimaksud pada diktum
KEDUA adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KEEMPAT:

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku:

1. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-112/PJ/2008 tentang Tempat dan Saat
Mulai Berlakunya SPT Masa PPN Formulir 1108 Pada kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat;

2. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-127/PJ/2008 tentang Tempat dan Saat
Mulai Berlakunya SPT Masa PPN Formulir 1108 Pada Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan;

3. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-170/PJ/2008 tentang Tempat dan Saat
Mulai Berlakunya SPT Masa PPN Formulir 1108 Pada Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Barat;

4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-192/PJ/2008 tentang Tempat dan Saat
Mulai Berlakunya SPT Masa PPN Formulir 1108 Pada Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur dan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara;

5. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-262/PJ/2010 tentang Kantor Pelayanan


Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Banten dan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II Serta Tempat dan Saat Mulai
Berlakunya Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN)
Formulir 1108 Dalam rangka Uji Coba Perluasan Cakupan Wilayah Kerja Pusat
Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;
6. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-356/PJ/2010 tentang Penambahan
Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa
Barat II Dalam Rangka Uji Coba Perluasan Cakupan Wilayah Kerja Pusat Pengolahan
Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-383/PJ/2010 tentang Penetapan Kantor


Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I
Dalam Rangka Uji Coba Perluasan Cakupan Wilayah Kerja Pusat Pengolahan Data dan
Dokumen Perpajakan;

8. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-121/PJ/2011 tentang Penetapan Kantor


Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I,
Jawa Tengah II dan Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Rangka Uji Coba Perluasan
Cakupan Wilayah Kerja Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

9. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-59/PJ/2013 tentang Penunjukan Kantor


Pelayanan Pajak Dalam Rangka Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
Penghasilan Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan; dan

10. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-74/PJ/2013 tentang Perubahan Atas
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-338/PJ/2011 tentang Penerapan Wilayah
Kerja Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan,

Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

KELIMA:

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur dan Tenaga Pengkaji di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

3. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

5. Para Kepala Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

6. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Pusat;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Barat;
8. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan;

9. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Timur;

10. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Utara;

11. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Banten;

12. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat I;

13. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat II;

14. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah I;

15. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah II;

16. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Daerah Istimewa
Yogyakarta;

17. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur I;

18. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur II;

19. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur III;

20. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk
diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 24 Oktober 2013
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd,

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 359/PJ/2013

TENTANG

PENUNJUKAN KANTOR PELAYANAN PAJAK DAN WAJIB PAJAK DALAM RANGKA


UJI COBA PENERAPAN SISTEM PEMBAYARAN PAJAK SECARA ELEKTRONIK
(BILLING SYSTEM) DALAM SISTEM MODUL PENERIMAAN NEGARA
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa untuk melaksanakan Pasal 4 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
47/PJ/2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Coba Penerapan Sistem Pembayaran Pajak
Secara Elektronik (Billing System) dalam Sistem Modul Penerimaan Negara
sebagaimana diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2012;

b. bahwa berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan uji coba penerapan sistem pembayaran
pajak secara elektronik (billing system) dalam sistem Modul Penerimaan Negara siap
diujicobakan secara nasional;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b di atas,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penunjukan Kantor
Pelayanan Pajak dan Wajib Pajak Dalam Rangka Uji Coba dan Penerapan Sistem
Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam Sistem Modul Penerimaan
Negara;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999) ;

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.06/2006 tentang Modul Penerimaan


Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 37/PMK.05/2007;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.05/2011 tentang Pelaksanaan Uji Coba


Penerapan Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam Sistem
Modul Penerimaan Negara sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 204/PMK.05/2011;

4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-78/PB/2006 tentang


Penatausahaan Penerimaan Negara Melalui Modul Penerimaan Negara;

5. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-148/PJ./2007 tentang Pelaksanaan Modul


Penerimaan Negara;
6. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Uji Coba Penerapan Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam
Sistem Modul Penerimaan Negara sebagaimana diubah dengan Peraturan Direktur
Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2012:

7. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-92/PB/2011 tentang Petunjuk


Pelaksanaan Penatausahaan Penerimaan Negara Dalam Rangka Uji Coba Penerapan
Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam Sistem Modul
Penerimaan Negara;

8. Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-3/PB/2012 tentang


Penunjukan PT Pos Indonesia dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sebagai Peserta Uji
Coba Penerapan Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam
Sistem Modul Penerimaan Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-50/PB/2013;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENUNJUKAN KANTOR


PELAYANAN PAJAK DAN WAJIB PAJAK DALAM RANGKA UJI COBA PENERAPAN
DAN SISTEM PEMBAYARAN PAJAK SECARA ELEKTRONIK (BILLING SYSTEM)
DALAM SISTEM MODUL PENERIMAAN NEGARA.

KESATU :

Menunjuk Kantor Pelayanan Pajak di seluruh wilayah Indonesia untuk melaksanakan uji coba
penerapan sistem pembayaran pajak secara elektronik (billing system) dalam sistem Modul
Penerimaan Negara.

KEDUA :

Menunjuk seluruh Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana
disebutkan pada Diktum KESATU sebagai peserta uji coba penerapan sistem pembayaran pajak
secara elektronik (billing system) dalam sistem Modul Penerimaan Negara.

KETIGA :

Pelaksanaan uji coba sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dilaksanakan pada PT. Pos
Indonesia dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di seluruh wilayah Indonesia.
KEEMPAT :

Dengan berlakunya Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-09/PJ/2013 tentang Penunjukan Kantor Pelayanan Pajak dan Wajib Pajak Dalam
Rangka Uji Coba Penerapan Sistem Pembayaran Pajak Secara Elektronik (Billing System) dalam
Sistem Modul Penerimaan Negara dinyatakan tidak berlaku.

KELIMA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 12 Juli 2013
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 59/PJ/2013

TENTANG

PENUNJUKAN KANTOR PELAYANAN PAJAK DALAM RANGKA PENGOLAHAN


SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK
BADAN DI PUSAT PENGOLAHAN DATA DAN DOKUMEN PERPAJAKAN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas, akurasi, dan keamanan data perpajakan
dengan memanfaatkan teknologi informasi di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen
Perpajakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

b. bahwa dalam rangka meningkatkan pemanfaatan kapasitas di Pusat Pengolahan Data dan
Dokumen Perpajakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b di atas,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penunjukan Kantor
Pelayanan Pajak Dalam Rangka Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
Penghasilan Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.01/2012;
4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2010 tentang Bentuk Formulir
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib
Pajak Badan Beserta Petunjuk Pengisiannya;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENUNJUKAN KANTOR


PELAYANAN PAJAK DALAM RANGKA PENGOLAHAN SURAT PEMBERITAHUAN
TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN DI PUSAT PENGOLAHAN
DATA DAN DOKUMEN PERPAJAKAN.

KESATU :

Menunjuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta
Pusat, Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat, Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan, Kantor Wilayah
DJP Jakarta Timur, dan Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara sebagai wilayah layanan pengolahan
Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Badan di Pusat
Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan.

KEDUA :

Jenis SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dalam rangka pengolahan SPT Tahunan PPh Wajib
Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan adalah Formulir 1771 dan
Lampiran-lampirannya kecuali SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan bagi Wajib Pajak yang
diizinkan menyelenggarakan pembukuan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (Formulir
1771/$ dan Lampiran-Lampirannya) .

KETIGA :

Tahun Pajak SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dalam rangka pengolahan SPT Tahunan PPh
Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan adalah sebagai berikut:
1. Mulai Tahun Pajak 2011 meliputi:

a. KPP Pratama Jakarta Gambir Dua

b. KPP Pratama Jakarta Gambir Tiga

c. KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga


2. Mulai Tahun Pajak 2012 meliputi:

a. KPP Pratama Jakarta Gambir Satu

b. KPP Pratama Jakarta Gambir Empat

c. KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Satu

d. KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Dua

e. KPP Pratama Jakarta Kemayoran

f. KPP Pratama Jakarta Cempaka Putih

g. KPP Pratama Jakarta Menteng Satu

h. KPP Pratama Jakarta Menteng Dua

i. KPP Pratama Jakarta Menteng Tiga

j. KPP Pratama Jakarta Senen

k. KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Satu

l. KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua

m. KPP Pratama di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Barat

n. KPP Pratama di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan

o. KPP Pratama di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Timur

p. KPP Pratama di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Utara

KEEMPAT :

Dengan berlakunya Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor KEP-183/PJ/2012 tentang Tempat dan Saat Mulai Berlakunya Uji Coba Pengolahan
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Pusat Pengolahan Data
dan Dokumen Perpajakan untuk Tiga Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat, dinyatakan tidak berlaku.

KELIMA :
Keputusan Direktur Jenderal Pajak mi mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur dan Tenaga Pengkaji di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

3. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

4. Kepala Kantor Wilayah DJP di seluruh Indonesia

5. Para Kepala Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

6. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Pusat;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Barat;

8. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan;

9. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Timur;

10. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Utara

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 7 Maret 2013
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
NIP 195411111981121001
2014
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 47/PJ.10/2014

TENTANG

PENGHAPUSAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK


BENDAHARA YANG SUDAH TIDAK AKTIF

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan banyaknya Wajib Pajak Bendahara yang sudah tidak
melakukan kegiatan namun masih terdaftar sebagai Wajib Pajak aktif, maka perlu
dilakukan pembenahan master file Wajib Pajak Bendahara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan
Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak
Bendahara Yang Sudah Tidak Aktif;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4999);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan
Kewajiban;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2012 tentang Jangka Waktu Pendaftaran


dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran, Pemberian, dan Penghapusan
Nomor Pokok Wajib Pajak, Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak;

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.03/2012 tentang Tata Cara Verifikasi;

5. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran
dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak, Serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak sebagaimana
telah diubah dengan PER-38/PJ/2013;

6. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-37/PJ/2014 tentang Tata Cara
Pembersihan Data (Data Cleansing) Wajib Pajak;

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENGHAPUSAN NOMOR


POKOK WAJIB PAJAK BENDAHARA YANG SUDAH TIDAK AKTIF

KESATU :

Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini
ditetapkan sebagai Wajib Pajak Bendahara yang dihapus sesuai dengan Surat Edaran Direktur
Jenderal Pajak Nomor SE-37/PJ/2014.

KEDUA :

Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum Pertama merupakan Wajib Pajak Bendahara
yang tidak memiliki transaksi perpajakan berturut-turut dalam kurun waktu 5 (lima) tahun
terakhir berupa tidak mempunyai tunggakan pajak dan/atau tidak sedang dalam melakukan
upaya hukum, tidak sedang dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan dan/atau
penyidikan tindak pidana perpajakan.

KETIGA :

Apabila terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan
dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur Teknologi
Informasi Perpajakan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktur Jenderal Pajak;

3. Para Direktur;

4. Tenaga Pengkaji;

5. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;

6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak;

Untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 November 2014
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
PERPAJAKAN

ttd

IWAN DJUNIARDI
NIP 196806101995031001

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR KEP - 46/PJ.10/2014

TENTANG
PENGHAPUSAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK NON EFEKTIF

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan banyaknya Nomor Pokok Wajib Pajak yang statusnya sebagai
Wajib Pajak Non Efektif selama lebih dari 5 (lima) tahun;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan


Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Non
Efektif;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan
Kewajiban;

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2012 tentang Jangka Waktu Pendaftaran


dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran, Pemberian, dan Penghapusan
Nomor Pokok Wajib Pajak, Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak;

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.03/2012 tentang Tata Cara Verifikasi;

5. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran
dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha
Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak, Serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak sebagaimana
telah diubah dengan PER-38/PJ/2013.

6. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-37/PJ/2014 tentang Tata Cara
Pembersihan Data (Data Cleansing) Wajib Pajak;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENGHAPUSAN NOMOR


POKOK WAJIB PAJAK NON EFEKTIF.

PERTAMA :

Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini
ditetapkan sebagai Wajib Pajak Non Efektif yang dihapus sesuai dengan Surat Edaran Direktur
Jenderal Pajak Nomor SE-37/PJ/2014.

KEDUA :

Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum Pertama merupakan Wajib Pajak Non Efektif
yang memenuhi kriteria dalam kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun sejak ditetapkan sebagai
Wajib Pajak Non Efektif tidak terdapat data dan/atau informasi yang membuktikan bahwa Wajib
Pajak tersebut melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan dan tidak terdapat data dan/atau
informasi bahwa Wajib Pajak tersebut kembali aktif melakukan kegiatan usaha.

KETIGA :

Apabila terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan
dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur Teknologi
Informasi Perpajakan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Direktur Jenderal Pajak;

2. Sekretaris Direktur Jenderal Pajak;

3. Para Direktur;

4. Tenaga Pengkaji;

5. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;


6. Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;

7. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak;

Untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 November 2014
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
DIREKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
PERPAJAKAN,

ttd.

IWAN DJUNIARDI
NIP 196806101995031001
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 224/PJ/2014

TENTANG

PENETAPAN PENGUSAHA KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT


FAKTUR PAJAK BERBENTUK ELEKTRONIK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau
Penggantian Faktur Pajak;

b. bahwa sesuai Diktum Kedelapan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-
136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur
Pajak Berbentuk Elektronik;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir a dan butir b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak
yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan


dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak;

4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan
Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

5. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan


Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENETAPAN PENGUSAHA


KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT FAKTUR PAJAK BERBENTUK
ELEKTRONIK.

PERTAMA :

Menetapkan PT Dos Ni Roha (NPWP 01.301.911.2-062.000) sebagai Pengusaha Kena Pajak


yang wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik untuk penyerahan Barang Kena Pajak
dan/atau Jasa Kena Pajak mulai tanggal 1 November 2014.

KEDUA :

Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA wajib membuat Faktur
Pajak berbentuk elektronik sesuai dengan tata cara sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

KETIGA :

Dalam hal Pengusaha Kena Pajak sebagaimana diatur pada Diktum PERTAMA berpindah tempat
pengukuhan Pengusaha Kena Pajaknya, kewajiban untuk membuat Faktur Pajak berbentuk
elektronik tetap berlaku.
KEEMPAT :

Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan dibetulkan
sebagaimana mestinya.

KELIMA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 November 2014.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Oktober 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 212/PJ/2014

TENTANG

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK PERUSAHAAN


MASUK BURSA DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan dilakukannya evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar
pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Jakarta Khusus dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pemindahan Wajib Pajak
dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa dan Kantor Pelayanan Pajak
Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 tentang Tempat Pendaftaran


dan/atau Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di
Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal
Pajak Nomor PER-13/PJ/2014;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK


DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK PERUSAHAAN MASUK BURSA DAN KANTOR
PELAYANAN PAJAK MADYA.

KESATU :

Memindahkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom (2) dan (3) yang semula
terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada
kolom (4) ke Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada kolom (5) Lampiran
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KEDUA :

Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini, maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh
Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2015.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;


2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak,

untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 September 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd.

A. FUAD RAHMANY

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR KEP - 141/PJ/2014

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA


KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA BALIKPAPAN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan upaya efektivitas pelayanan dan pengawasan terhadap Wajib
Pajak sektor usaha pertambangan mineral dan batu bara dan perkebunan kelapa sawit
yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama wilayah Jakarta dan memiliki tempat
kegiatan usaha di wilayah Kalimantan Timur;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pendaftaran dan
Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Balikpapan;
Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 sebagaimana telah diubah


dengan PER-13/PJ/2014 tentang Tempat Pendaftaran dan/atau Pelaporan Usaha bagi
Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN


PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK
MADYA BALIKPAPAN.

KESATU :

Menetapkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini sebagai Wajib Pajak tertentu yang terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor
Pelayanan Pajak Madya Balikpapan.

KEDUA :

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku, maka Lampiran III Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-411/PJ/2013 tanggal 15 November 2013 yang menetapkan tentang
tempat pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom
dua dan tiga Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, dinyatakan tidak berlaku.

KETIGA :

Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini, maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.
KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 September 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para
Tenaga Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Untuk diketahui dan digunakan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 02 Juli 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP - 136 /PJ/2014

TENTANG

PENETAPAN PENGUSAHA KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT


FAKTUR PAJAK BERBENTUK ELEKTRONIK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor
151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian
Faktur Pajak, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penetapan
Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan


dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak;

4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan
Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENETAPAN PENGUSAHA


KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT FAKTUR PAJAK BERBENTUK
ELEKTRONIK.

PERTAMA :

Menetapkan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan


Direktur Jenderal Pajak ini sebagai Pengusaha Kena Pajak yang wajib membuat Faktur Pajak
berbentuk elektronik untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak mulai
tanggal 1 Juli 2014.

KEDUA :

Menetapkan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II Keputusan


Direktur Jenderal Pajak ini sebagai Pengusaha Kena Pajak yang wajib membuat Faktur Pajak
berbentuk elektronik untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak mulai
tanggal 1 Juli 2015.

KETIGA :

Menetapkan Pengusaha Kena Pajak selain Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam
Diktum PERTAMA, Diktum KEDUA, dan Diktum KEDELAPAN Keputusan Direktur Jenderal
Pajak ini sebagai Pengusaha Kena Pajak yang wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik
untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak mulai tanggal 1 Juli 2016.

KEEMPAT :

Menetapkan Pengusaha Kena Pajak selain Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam
Diktum PERTAMA, Diktum KEDUA, Diktum KETIGA, dan Diktum KEDELAPAN Keputusan
Direktur Jenderal Pajak ini yang dikukuhkan setelah tanggal 1 Juli 2016 sebagai Pengusaha Kena
Pajak yang wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik untuk penyerahan Barang Kena
Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak mulai tanggal Pengusaha Kena Pajak tersebut dikukuhkan.

KELIMA :

Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA, Diktum KEDUA,
Diktum KETIGA, dan Diktum KEDELAPAN wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik
sesuai dengan tata cara sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan
yang berlaku.

KEENAM :

Dalam hal Pengusaha Kena Pajak sebagaimana diatur pada Diktum PERTAMA, Diktum
KEDUA, dan Diktum KEDELAPAN berpindah tempat pengukuhan Pengusaha Kena Pajaknya,
kewajiban untuk membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik tetap berlaku.

KETUJUH :

Lampiran I sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dan Lampiran II sebagaimana


dimaksud dalam Diktum KEDUA merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Keputusan
Direktur Jenderal Pajak ini.
KEDELAPAN :

Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak yang terpisah dari
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini untuk menetapkan Pengusaha Kena Pajak yang
diwajibkan membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik selain yang telah ditetapkan dalam
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KESEMBILAN :

Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan dibetulkan
sebagaimana mestinya.

KESEPULUH :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2014.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Juni 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 132/PJ/2014

TENTANG

PEMINDAHAN WAJIB PAJAK DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI


LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
WAJIB PAJAK BESAR

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan dilakukannya evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar
pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua, Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, khususnya yang bergerak di sektor usaha industri
rokok;
b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Pemindahan Wajib Pajak
dari Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
Wajib Pajak Besar,

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 sebagaimana telah diubah


dengan PER-13/PJ/2014 tentang Tempat Pendaftaran dan/atau Pelaporan Usaha bagi
Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PEMINDAHAN WAJIB PAJAK


DARI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR.

PERTAMA :

Memindahkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam kolom (2) dan (3) yang semula
terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada
kolom (4) ke Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana tercantum pada kolom (5) Lampiran
Keputusan Direktur Jenderal ini.

KEDUA :

Prosedur penatausahaan, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban Wajib Pajak sehubungan
dengan pemindahan Wajib Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak Lama ke Kantor Pelayanan Pajak
Baru berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2013.

KETIGA :

Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal ini,
maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para
Tenaga Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Juni 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 133/PJ/2014

TENTANG

TEMPAT PENDAFTARAN DAN PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA


KANTOR PELAYANAN PAJAK DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK BESAR DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK
MADYA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :
a. bahwa sehubungan dengan dilakukannya evaluasi terhadap Wajib Pajak yang terdaftar
pada Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar,
khususnya yang bergerak di sektor usaha industri rokok;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6
Tahun 1983 Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b,


perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pendaftaran dan
Pelaporan Usaha bagi Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor Pelayanan Pajak
Madya;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2012 sebagaimana telah diubah


dengan PER-13/PJ/2014 tentang Tempat Pendaftaran dan/atau Pelaporan Usaha bagi
Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak di Lingkungan Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan Kantor Pelayanan Pajak Madya;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENDAFTARAN DAN


PELAPORAN USAHA BAGI WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK DI
LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK WAJIB PAJAK
BESAR DAN KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA

PERTAMA :

Menetapkan Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal
ini sebagai Wajib Pajak tertentu yang terdaftar dan melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan
Pajak di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar dan Kantor
Pelayanan Pajak Madya.

KEDUA :

Pada saat Keputusan Direktur Jenderal ini berlaku, maka Keputusan Direktur Jenderal Pajak
sebelumnya yang menetapkan tentang tempat pendaftaran dan pelaporan usaha bagi Wajib Pajak
sebagaimana tercantum dalam kolom dua dan tiga Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak
ini, dinyatakan tidak berlaku.

KETIGA :

Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal ini,
maka akan dilakukan perubahan dan/atau perbaikan sebagaimana mestinya oleh Direktur
Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan atas nama Direktur Jenderal Pajak.

KEEMPAT :

Keputusan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2014.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Direktur, Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Para Tenaga
Pengkaji, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan

3. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Juni 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK

ttd

A. FUAD RAHMANY
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : KEP-62/PJ/2014

TENTANG

PENGECUALIAN PENGENAAN SANKSI ADMINISTRASI BERUPA DENDA ATAS


KETERLAMBATAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN BAGI WAJIB PAJAK
ORANG PRIBADI YANG MENYAMPAIKAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT)
TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI SECARA E-FILING

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,


Menimbang :

a. bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menjadi tantangan Direktorat
Jenderal Pajak untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak;

b. bahwa penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi Wajib Pajak Orang
Pribadi secara e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id)
merupakan bentuk pemanfaatan sarana teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada
Wajib Pajak sehingga tercipta prosedur penyampaian SPT yang mudah, cepat, dan efisien
bagi Wajib Pajak;

c. bahwa terdapat Wajib Pajak yang ingin menyampaikan SPT secara e-Filing namun
menghadapi kesulitan dalam pelaksanaannya sehingga dalam rangka pembelajaran dan
memberi kesempatan bagi Wajib Pajak orang pribadi untuk menyampaikan SPT Tahunan
secara e-Filing serta untuk meningkatkan kualitas data perpajakan perlu diberikan
kebijakan yang mendorong pemanfaatan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal
Pajak;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan


huruf c, serta berdasarkan Pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor
186/PMK.03/2007 tentang Wajib Pajak Tertentu yang Dikecualikan dari Pengenaan
Sanksi Administrasi Berupa Denda Karena Tidak Menyampaikan Surat Pemberitahuan
dalam Jangka Waktu yang Ditentukan, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal
Pajak tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda atas
Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang
Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi
secara e-Filing;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 186/PMK.03/2007 tentang Wajib Pajak Tertentu


yang Dikecualikan dari Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda Karena Tidak
Menyampaikan Surat Pemberitahuan dalam Jangka Waktu yang Ditentukan;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENGECUALIAN PENGENAAN


SANKSI ADMINISTRASI BERUPA DENDA ATAS KETERLAMBATAN PENYAMPAIAN
SURAT PEMBERITAHUAN BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG
MENYAMPAIKAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN
ORANG PRIBADI SECARA E-FILING.

PERTAMA :

Wajib Pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2013 secara e-
Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) setelah batas waktu
penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi namun tidak melewati
tanggal 30 April 2014 dikecualikan dari pengenaan sanksi administrasi berupa denda atas
keterlambatan penyampaian Surat Pemberitahuan.

KEDUA :

Sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM PERTAMA adalah sanksi


administrasi berupa denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009.

KETIGA :

Keputusan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal ini disampaikan kepada:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak;

2. Para Pejabat Eselon II di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak;

3. Para Kepala Kantor Wilayah di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak;

4. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak; dan

5. Para Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan di lingkungan


Direktorat Jenderal Pajak.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 25 Maret 2014
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd

A. FUAD RAHMANY
2015
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 08/PJ/2015

TENTANG

PENETAPAN PENGUSAHA KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT


FAKTUR PAJAK BERBENTUK ELEKTRONIK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau
Penggantian Faktur Pajak;

b. bahwa sesuai Diktum Kedelapan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-
136/PJ/2014 tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur
Pajak Berbentuk Elektronik;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir a dan butir b, perlu
menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penetapan Pengusaha Kena Pajak
yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4999);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42
Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5069);

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan


dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak;
4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan
Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

5. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan


Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

6. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-224/PJ/2014 tentang Penetapan


Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PENETAPAN PENGUSAHA


KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT FAKTUR PAJAK BERBENTUK
ELEKTRONIK.

PERTAMA :

Menetapkan Pengusaha Kena Pajak selain yang telah ditetapkan untuk membuat Faktur Pajak
berbentuk elektronik sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 dan Diktum PERTAMA Keputusan Direktur Jenderal
Pajak Nomor KEP-224/PJ/2014, yang pada tanggal 1 September 2015 dikukuhkan pada:

a. Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan;

b. Kantor Pelayanan Pajak Madya Pekanbaru;

c. Kantor Pelayanan Pajak Madya Palembang;

d. Kantor Pelayanan Pajak Madya Balikpapan;

e. Kantor Pelayanan Pajak Madya Makassar,

sebagai Pengusaha Kena Pajak yang wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik untuk
penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak mulai tanggal 1 September 2015.

KEDUA :

Pengusaha Kena Pajak yang dikukuhkan pada Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana dimaksud
pada Diktum PERTAMA setelah tanggal 1 September 2015 diwajibkan membuat Faktur Pajak
berbentuk elektronik dimulai pada tanggal Pengusaha Kena Pajak tersebut dikukuhkan pada
Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA.

KETIGA :

Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA dan Diktum KEDUA
wajib membuat Faktur Pajak berbentuk elektronik sesuai dengan tata cara sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

KEEMPAT :

Dalam hal Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA dan Diktum
KEDUA berpindah tempat pengukuhan Pengusaha Kena Pajaknya, kewajiban untuk membuat
Faktur Pajak berbentuk elektronik tetap berlaku.

KELIMA :

Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan dibetulkan
sebagaimana mestinya.

KEENAM :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 September 2015.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Januari 2015
Plt.DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd

MARDIASMO
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP - 07/PJ/2015

TENTANG

DISTRIBUSI RENCANA PENERIMAAN PPh, PPN & PPn BM,


PAJAK LAINNYA, SERTA PBB
PER KANTOR WILAYAH DJP TAHUN ANGGARAN 2015

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang :

a. bahwa sehubungan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014


tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015, maka
dipandang perlu untuk menetapkan Distribusi Rencana Penerimaan Pajak per Kantor
Wilayah DJP Tahun Anggaran 2015;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan


Direktur Jenderal Pajak tentang Distribusi Rencana Penerimaan PPh, PPN dan PPn BM,
Pajak Lainnya, serta PBB Per Kantor Wilayah DJP Tahun Anggaran 2015;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3263)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4893);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3264) sebagaimana telah beberapa
kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5069);
3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3312) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3569);

4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4286);

5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran


Negara Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4355);

6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung


Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

7. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja


Negara Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
259, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5593);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG DISTRIBUSI RENCANA


PENERIMAAN PPh, PPN & PPn BM, PAJAK LAINNYA, SERTA PBB PER KANTOR
WILAYAH DJP TAHUN ANGGARAN 2015.

PERTAMA :

Menetapkan Distribusi Rencana Penerimaan Pajak per Kantor Wilayah DJP Tahun Anggaran
2015 yang terdiri dari PPh Migas, PPh Non Migas yang dirinci atas rencana penerimaan PPh
Orang Pribadi, PPh Pasal 21, dan PPh Non Migas Tidak Termasuk PPh Orang Pribadi dan PPh
Pasal 21, PPN dan PPn BM, PPN Atas Penyerahan BBM Bersubsidi, Pajak Lainnya, serta PBB
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini.

KEDUA :

Menetapkan jumlah rencana penerimaan per Kantor Wilayah DJP Tahun Anggaran 2015 yang
didistribusikan sebesar Rp1.193.691.509.125.000,00 (satu kuadriliun seratus sembilan puluh tiga
triliun enam ratus sembilan puluh satu miliar lima ratus sembilan juta seratus dua puluh lima ribu
rupiah) dari total rencana penerimaan sebesar Rp1.201.741.509.125.000,00 (satu kuadriliun dua
ratus satu triliun tujuh ratus empat puluh satu miliar lima ratus sembilan juta seratus dua puluh
lima ribu rupiah).

KETIGA :

Rencana penerimaan yang tidak didistribusikan adalah PPh DTP atas komoditas panas bumi
sebesar Rp1.750.000.000.000,00 (satu triliun tujuh ratus lima puluh miliar rupiah), dan PPh DTP
atas bunga, imbal hasil, dan penghasilan pihak ketiga atas jasa yang diberikan kepada
Pemerintah dalam penerbitan dan/atau pembelian kembali/penukaran SBN di pasar internasional,
namun tidak termasuk jasa konsultan hukum lokal, sebesar Rp6.300.000.000.000,00 (enam
triliun tiga ratus miliar rupiah).

KEEMPAT :

Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dan/ atau perubahan dalam Keputusan
Direktur Jenderal Pajak ini, maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

KELIMA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku untuk tahun anggaran 2015.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada:

1. Menteri Keuangan Republik Indonesia

2. Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia

3. Direktur Jenderal Perbendaharaan

4. Direktur Jenderal Anggaran

5. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan

6. Kepala Badan Kebijakan Fiskal

7. Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak

8. Direktur dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan di Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Pajak

9. Kepala Kantor Wilayah di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak


Ditetapkan di Jakarta,
pada tanggal 27 Januari 2015
Plt. DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

MARDIASMO