Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN

STUDI MASTER PLAN PELABUHAN UMUM

I. LATAR BELAKANG

Perkembangan pembangunan di suatu daerah adalah merupakan tolak ukur


pertumbuhan daerah itu sendiri, sedangkan laju perkembangan pembangunan akan
sangat dipengaruhi oleh lancarnya pergerakan komponen pembangunan.
Sedangkan kelancaran pergerakan akan ditentukan oleh ketersediaan sarana dan
prasarana pada daerah masing-masing. Perumbuhan daerah juga tidak terlepas
dari kemudahan pencapaian daerah dari daerah lain yang dalam hal ini bukan saja
hanya wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke, akan
tetapi juga dari belahan dunia lainnya. Bahkan pencapaian ini bukan hanya terbatas
pada sarana dan prasarana transportasi yang tersedia, akan tetapi pada akhirnya
akan dipilih sistem moda transportasi yang dapat memberikan efisiensi dan nilai
ekonomis yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri, bahwa sistem transportasi laut adalah
suatu sistem transportasi yang paling memenuhi kriteria tersebut diatas, karena
merupakan suatu sistem transportasi yang masa artinya mempunyai daya nagkut
yang sangat besar dan sangat sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia yang
didominasi oleh wilayah perairan.

Kabupaten Sukamara sebagai Kabupaten baru yang merupakan hasil pemekaran


dai Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai luas wilayah 3.827 km2, terdiri dari 3
(tiga) Kecamatan, 3 (tiga) Kelurahan, dan 29 (dua puluh sembilan) desa. Jumlah
penduduk berdasarkan hasil perhitungan pada April 2003 sebesar 34.405 jiwa
kepadatan penduduk 10,4 orang/ km2. Saat ini diperkirakan jumlah penduduk
Kabupaten Sukamara telah mencapai 35.000 jiwa, serta penambahan karyawan di
beberapa perusahaan perkebunan dan semakin pesatnya perkembangan di sektor
wisata, sehingga akses penduduk yang bisa dilayani dengan adanya Bandar Udara
di Sukamara adalah 35.000 orang dari Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau
sebanyak 51.918 orang, Kotawaringin Lama sebanyak 9.000 orang dan wilayah
Kalimantan Barat Kecamatan Manis Mata, Kecamatan Air Upas sebanyak 15.000
orang. Sehingga jumlah penduduk yang dapat dilayani sebanyak 110.918 orang
yang terdiri dari Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kecamatan
Kotawaringin Lama, Kecamatan Manis Mata, dan Kecamatan Air Upas.

Sedangkan secara goegrafis terletak pada 2 O 19 O


sampai dengan 3O 07O 00 O

lintang Selatan dan 110O 25 O sampai dengan 111 O 9 O 5 O Bujur Timur. Posisi
Kabupaten Sukamara sangat strategis karena memiliki jalur perhubungan laut,
sungai dan darat serta berbatasan dengan Kabupaten Propinsi Kalimantan Barat.
Dengan adanya perhubungan laut sungai dan darat sangat menunjang bagi
perkembangan sektor perdagangan dan jasa serta perdagangan antar pulau.

Kabupaten Sukamara mempunyai batas-batas sebagai beerikut :


Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lamandau ;
Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa ;
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Barat ;
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan
Barat.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut diatas, sudah selayaknya jika Kawasan


Sukamara memandang perlu untuk segera mempunyai Pelabuhan sendiri yang
dapat melayani kebutuhan penduduk akan transportasi dengan biaya yang murah
dan sekaligus sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.
Untuk itu dalam tahap awal perencanaan pelabuhan ini diperlukan studi masterplan
yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih rinci tentang jenis
pelabuhan yang paling sesuai yang memberikan manfaat lebih besar dengan biaya
pembangunan yang rendah.

Didalam membangun suatu pelabuhan, perlu dilakukan perencanaan yang matang,


mulai dai pemilihan lokasi, masterplan, detail teknis sampai konstruksi.
Perencanaan yang kurang akurat akan berimpilikasi terhapad pelaksanaan
konstruksi maupun operasional pelabuhan tersebut. Untuk itu, maka pembangunan
pelabuhan Kabupaten Sukamara ini harus dilakukan secara bertahap, mulai
identifikasi lokasi, masterplan (terutama penentuan skala pelabuhan dan langkah-
langkah pembangunan) sampai pada desain teknis yang tepat.

Oleh karena itu, untuk maksud tersebut, maka perlu dilakukan suatu studi yang
mengkaji kesesuaian calon lokasi Pelabuhan sekaligus membuat Masteplan
rencana pelabuhan yang akan dibangun, serta prospek dan langkah
pengembangannya, sehingga optimalisasi keberadaan Pelabuhan serta strategis
pengembangannya dapat ditentukan dengan melihat faktor kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman.

II. T U J U A N
Tujuan dari kegiatan ini adalah :

1. Melakukan identifikasi lokasi rencana pelabuhan


2. Membuat masterplan rencana pelabuhan
3. Menganalisis keterkaitan operasional pelabuhan yang sudah ada dengan
pengembangan pelabuhan yang akan dibangun.

III. KELUARAN YANG DIHARAPKAN


Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :

1. Menetapkan lokasi pelabuhan yang sesuai baik secara teknis, ekonomis,


maupun sosiologis.
2. Masterplan Pelabuhan Umum Sukamara serta langkah-langkah
pembangunannya.

IV. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Sesuai dengan tujuan kegiatan, maka lingkup kegiatan ini sebagai berikut :
- Mengidentifikasi seluruh alternatif rencana lokasi pelabuhan yang ada di
Kabupaten Sukamara.
- Melakukan observasi, pengumpulan data primer dan data sekunder di lapangan
melalui survai.
- Evaluasi dan analisis seluruh data penunjang yang didapat.
- Menetapkan lokasi yang layak untuk pembangunan pelabuhan sesuai dengan
Rencana Induk Derah.

V. TAHAP-TAHAP KEGIATAN

A. Tahapan Persiapan

Meliputi penyelesaian administrasi yang berkaitan dengan kontrak rencana kerja


dan surat-surat keterangan untuk penugasan personil serta koordinasi dengan
instansi terkait. Selain itu tahap persiapan ini meliputi penyediaan informasi
potensi daerah.

B. Pengumpulan Data

Tahap awal yang harus dilakukan dalam melakukan studi ini adalah
pengumpulan terhadap data-data yang diperlukan baik berupa data primer
maupun data sekunder. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan yang
sudah ada, baik di lokasi studi maupun yang ada di Palangka Raya. Sedangkan
data primer didapatkan dari pengamatan dan survai langsung dilokasi studi.
Adapun data-data dimaksud antara lain meliputi : Data Fisik/Teknis serta, data
Potensi Sumberdaya ekonomi daerah, data kondisi sosial ekonomi dan data-
data mengenai Kebijaksanaan Pemerintah.

1. DATA FISIK TEKNIS


Data Fisik Teknis yang perlu dikumpulkan meliputi :

- Topografi wilayah pelabuhan


- Bathymetri perairan rencana
- Kondisi oseannografi perairan rencana
- Kondisi lapisan tanah

2. DATA POTENSI EKONOMI DAERAH

Data ini meliputi semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan


perekonomian daerah, antara lain :

- Potensi sumberdaya perairan


- Potensi sumberdaya Pertanian dan Perkebunan
- Potensi Perdagangan
- Potensi dalam bidang jasa
- Potensi potensi lainnya

3. DATA SOSIAL EKONOMI

Data yang dikumpulkan meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan


usaha, antara lain :

- Jenis usaha yang dilakukan oleh pengusaha setempat.


- Pendapatan/sisa hasil usaha, biaya eksploitasi, biaya lain-lain seperti
retribusi, biaya/ongkos-ongkos transportasi dan lain-lain.
- Tingkat pendidilan dan ketrampilan penduduk
- Rata-rata jumlah anggota keluarga dan jumlah tanggungan keluarga
masing-masing rumah tangga
- Aspirasi dan persepsi masyarakat terhadap pembangunan pelabuhan di
wilayahnya.
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam analisis dan pembahasan diupayakan untuk menghasilkan rumusan


yang dijadikan sebagai hasil akhir dari kegiatan ini dalam bentuk
rekomendasi dan disetujui berbagai pihak.

5. REKOMENDASI

Rekomendasi dalam hal ini diberikan dalam bentuk rancangan pembangunan


pelabuhan dari evaluasi dan analisis keberadaan, fungsi dan kecukupan
rencana pelabuhan.

6. PENYUSUNAN LAPORAN

Merupakan perwujudan akhir hasil kegiatan yang disusun secara sistematis


sesuai dengan ketentuan yang ada serta petunjuk dan arahan dari pemberi
tugas.

7. PENUGASAN

Penyusunan Studi Master Plan akan dipercayakan kepada perusahaan


Konsultan. Maksud disusunnya acuan ini adalah sebagai pedoman kerja bagi
Konsultan yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.
8. MASTERPLANNING
Yang dimaksud dengan Masterplanning disini adalah penyusunan rencana
suatu pelabuhan yang memberikan gambaran jenis dan tingkat
pembangunan pelabuhan berdasarkan kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya,
Kebijaksanaan Daerah/Pusat baik dalam konteks pengembangan wilayah
maupun pengembangan usaha penunjang ekonomi daerah untuk jangka
pendek dan jangka panjang.

Master Plan yang diusulkan sekurang-kurangnya adalah 2 (dua) alternatif,


dengan mempertimbangkan :

Kondisi tata guna lahan saat ini ;


Letak jalan akses ;
RUTR daerah ;
Penyediaan lahan ;
Struktur fasilitas yang direncanakan.

Usulan langkah-langkah Kebijaksanaan Pemerintah yang diperlukan dalam


pembangunan pelabuhan, sesuai dengan rencana pembangunan yang
diusulkan.

9. PENYUSUNAN LAPORAN

Laporan Penduhuluan (Inception Report)

Laporan ini disampaikan paling lambat 15 (lima belas) hari kalender setelah
Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani, berisi penjelasan secara garis
besar mengenai kondisi proyek, permasalahan dan program kerja yang akan
dilakukan oleh Konsultan, termasuk personil yang akan ditugaskan. Laporan
ini diharapkan dapat menjadi pegangan dalam pelaksanaan studi dan perlu
didiskusikan dengan pihak Pemberi Tugas.
Laporan Antara

Laporan ini disampaikan paling lambat 75 (tujuh puluh lima) hari kalender
setelah Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani, kemajuan pekerjaan yang
telah diselesaikan termasuk laporan survai lapangan dan rencana pekerjaan
selanjutnya.
Jumlah laporan yang disampaikan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan
akan didiskusikan dengan Pihak Pemberi Tugas.

Laporan Studi Masterplan

Laporan sementara (Draft) disampaikan palin lambat 130 (seratus tiga puluh)
hari kalender setelah SPK ditandatangani dan Laporan Akhir (Final)
disampaikan 150 (seratus lima puluh) hari kalender setelah SPK
ditandatangani. Laporan sementara (Draft) disampaikan sebanyak 10
(sepuluh) eksemplar dan Laporan Akhir (Final) sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar.

10. PENYUSUNAN LAPORAN

1. Pimpinan Tim / Team Leader ( 1 orang)

Seorang Sarjana Planologi yang berpengalaman sekurang-kurangnya 10


(sepuluh) tahun dan mempunyai pengalaman serta pengetahuan yang
luas dalam bidang perencanaan pengembangan regional/pelabuhan.
Tugas dan tanggung jawab meliputi :

a. Bertanggung jawab untuk keseluruhan manajemen proyek, hubungan


dengan pemberi tugas (klien), dan semua wewenang mengenai hal-
hal yang berhubungan dengan studi kelayakan, Master Plan dan
pelaksanaan fisik, melaporkan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan
;
b. Bertanggung jawab untuk pengumpulan dan pembahasan Laporan
Studi Kelayakan, Master Plan dan informasi lainnya yang diperlukan,
penentuan kebutuhan-kebutuhan survai, organisasi personal,
pembahasan survai dan mendapatkan persetujuan Klien ;
c. Mengorganisasi personal dan manajemen tim tenaga ahli Konsultan
dan Staf ;
d. Bertanggung jawab untuk semua laporan Kemajuan Pekerjaan.

2. Ahli Teknik Pantai

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

a. Mengumpulkan dan mengevaluasi data sekunder yang ada berkaitan


dengan oceanografi, seperti angin, pasang surut, arus dan gelombang
;
b. Merencanakan dan melaksanakan survai bathimetri dan oceanografi ;
c. Mempelajari dan menganalisa data survai untuk dijadikan bahan
dalam perencanaan dan penyusunan laporan ;
d. Memberikan saran dan masukan kepada tenaga ahli lain tentang
kondisi hidrooceanografi dan karakteristik pantai, dalam kaitannya
dengan perencanaan detail fasilitas laut pelabuhan ;
e. Bersama-sama dengan tenaga ahli lain membuat perencanaan
fasilitas laut seperti dermaga, kolam, pelabuhan, breakwater dan lain-
lain.

3. Ahli Sosial Ekonomi

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

a. Mengevaluasi dan mempelajari data dan informasi tentang keadaaan


daerah setempat, potensi sumber daya perekonomian daerah ;
b. Mempelajari arus komoditi dan sistem pemasaran serta jenis-jenis tata
niaga yang terkait ;
c. Mengevaluasi perkembangan sosial ekonomi ;
d. Membuat analisa regional untuk kepentingan perencanaan
pengembangan proyek ; dan
e. Membantu Team Leader dalam pembuatan laporan.

4. Ahli Arsitektur

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

a. Mereview desain bangunan-bangunan fasilitas fungsional dan


penunjang yang telah ada ;
b. Membuat desain bangunan-bangunan baru sesuai dengan kebutuhan
fasilitas yang direncanakan ;
c. Mengawasi dan mengarahkan pembuatan gambar-gambar rencana ;
d. Membantu Team Leader dalam pembuatan laporan.
5. Ahli Teknik Lingkungan

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

a. Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi yang berkaitan


dengan aspek lingkungan sebagai bahan penyusunan kajian dan
laporan identifikasi lingkungan ;
b. Membuat kajian aspek lingkungan dalam perencanaan pelabuhan dan
menyusunnya dalam bentuk Laporan Kajian Lingkungan ; dan
c. Membantu team Leader dalam penyusunan laporan.

6. Ahli Perencanaan Wilayah

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi :

a. Melakukan survai lapangan guna memperoleh data kondisi eksisting


pemanfaatan lahan ;
b. Melakukan koordinasi lintas instansi, guna memperoleh data sekunder
terbaru dan visi pengembangan wilayah ;
c. Melakukan evaluasi dan analisis kebutuhan ruang yang akan
dimanfaatkan untuk kawasan industri, permukiman, fasilitas umum dan
fasilitas sosial ;
d. Bersama-sama dengan tenaga ahli lainnya melakukan koordinasi
pemanfaatan ruang sehingga diperoleh hasil penataan yang optimal ;
dan
e. Melakukan koordinasi dan diskusi dengan Tim Pembina Teknis.

11. WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pelaksanaan pekerjaan yang diberikan adalah selama 120 (seratus


dua puluh) hari.