Anda di halaman 1dari 33

33

. PROFIL RSUD KAYUAGUNG

A. Pendahuluan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung didirikan pada Tahun


1935 dengan nama Secund Heus oleh Tai Peng, sebagai Kepala Rumah
Sakit pada waktu itu adalah Bapak Mantri Raden Mahmud Hasan,
sehubungan dengan kegiatan pemberantasan penyakit Frambusia. Sarana
awal yang ada pada Rumah Sakit ini adalah poliklinik umum, ruang
perawatan dengan 14 tempat tidur dan kamar bedah sederhana dengan
perlengkapan yang sangat sederhana.

Perkembangan Rumah Sakit secara bertahap dilaksanakan, yaitu :

1. Tahun 1982-1983 dibangun gedung perawatan, Radiologi, laboratorium


dan dapur.

2. Tahun 1983-1984 dibangun gedung administrasi dan Poliklinik Umum.

3. Tahun 1984 -1985 dibangun gedung pemeliharaan sarana, selasar, kamar


bedah, rumah dinas dokter, dan sumur artesis.

4. Tahun 1992-1993 dibangun gedung perawatan anak dan UGD melalui


dana APBD Tk II OKI.

5. Tahun 1996-1997 dibangun 2 ( dua ) unit rumah dinas dokter spesialis,


dan pengaspalan jalan melalui Dana APBD Tk II OKI dan dibangun
juga melalui Dana Proyek Pengembangan Kanwil Depkes Prop Sum-
Sel 1 (satu) unit Instalasi Gawat Darurat, sementara Unit Gawat
Darurat lama menjadi Instalasi Rawat Bedah.

6. Tahun 1999 mulai direncanakan pemindahan relokasi bangunan Rumah


Sakit ke lokasi yang baru dengan pertimbangan Rumah Sakit lama
memiliki lahan yang sempit, hal ini sangat sulit untuk dikembangkan
secara fisik maupun program, berlokasi ditengah pemukiman penduduk
dan dibukanya Jalur Lintas Timur Sumatera, dimana RSUD Kayuagung
/ Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan jalur lintasan kendaraan
transportasi darat yang menghubungkan antara pulau Sumatera dengan
pulau Jawa.

7. Tahun 2000 pembebasan lahan tanah yang akan digunakan sebagai lokasi
pembangunan gedung Rumah Sakit.

8. Tahun 2001 mulai dilakukan pembangunan gedung baru yaitu gedung


administrasi, gedung instalasi rawat jalan, gedung perawatan I ( rawat
inap penyakit dalam dan rawat inap bedah ) dan gedung instalasi gawat
darurat.
34

9. Tahun 2002 mulai dilaksanakan pembangunan gedung radiologi,


laboratorium, gedung Perawatan II, gedung ICU/ICCU, gedung dapur /
ruang setrika / ruang cuci, pembuatan selasar penghubung I,
pembuatan pelataran parkir / jalan komplek, pos satpam, gapura, ruang
genset dan trafo / mesin genset, papan nama RSUD, pembuatan taman,
pagar keliling RSUD, panel panel listrik dan jaringan, sistem telepon
sentral, sumur bor reservoar dan jaringannya, WC umum dan gedung
operasi.

Dengan kondisi pelayanan yang diselenggarankan sampai tahun 2002


meliputi :

a. Pelayanan Rawat Jalan (Umum, Gigi, Kebidanan, Anak, Penyakit


Dalam dan Bedah)

b. Pelayanan Rawat Inap (Ranap Kebidanan, Ranap Anak Anak, Ranap


Penyakit Dalam, Ranap Bedah dan Ranap Kelas I)

c. Pelayanan Emergency Gawat Darurat

d. Pelayanan Radiologi

e. Pelayanan Laboratorium

f. Pelayanan Gizi

g. Pelayanan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RS.

h. Pelayanan Administrasi Manajemen.

10. Bulan Mei 2003 Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung yang baru
mulai difungsikan dan diresmikan pada tanggal 16 Juni 2003 oleh
Presiden Republik Indonesia (Megawati Soekarno Putri)

11. Tahun 2004 pembangunan instalasi pengelolaan limbah cair, rumah


dinas dokter spesialis, garasi, renovasi tata ruang IGD, rehab selasar
dan jalan lingkar komplek.

B. Administrasi dan Manajemen

Perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2002 tanggal 12 Agustus 2002


tentang Pembentukan Kelembagaan, Susunan Organisasi, Pengelolaan dan
Pertanggung Jawaban Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung
menjadi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Ogan
Komering Ilir, merupakan penerapan dari Peraturan Pemerintah Nomor 41
35

Tahun 2007. Termasuk di dalamnya adalah tentang Pengelolaan Organisasi


Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung.

Pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 BAB XV disebutkan bahwa


Rumah Sakit Umum Daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati
bidang pelayanan kesehatan, yang dipimpin oleh Direktur dalam eselon III.a
yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui
Sekretaris Daerah. Dengan Susunan Organisasi.

a. Direktur
b. Bagian Tata Usaha, yang membawahkan:
1. Sub Bagian Umum dan Logistik.
2. Sub Bagian Pendidikan dan Latihan.
3. Sub Bagian Kepegawaian.
c. Bidang Pelayanan Medis, Non Medis dan Keperawatan, yang
membawahkan Kelompok Jabatan Fungsional.
d. Bidang Keuangan, yang membawahkan:
1. Seksi Perbendaharaan dan Penyusunan Anggaran.
2. Seksi Akutansi.
e. Bidang Sarana dan Prasarana, yang membawahkan:
1. Seksi Sarana Fisik dan Pusat Data Elektronik
2. Seksi Evaluasi dan Rekam Medis.

Disamping itu juga Pengelolaan Rumah Sakit juga berpedoman pada


Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan
Kesehatan, serta Surat Keputusan Bupati Ogan Komering Ilir Nomor 80
Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pemberlakuan Perda Kab
OKI No 19 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, SK Bupati
Nomor 79 Tahun 2003 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan kelas 1 (satu) dan
Kelas Utama dan SK Bupati no. 78 / KEP/RSUd/2003 tentang
Pembentukan Tim Pembina RSUD Kayuagung.

RSUD Kayuagung berkewajiban melaksanakan pengendalian mutu


pelayanan sesuai dengan Akreditasi Rumah Sakit yang pelaksanannya
berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Pada 5 Nopember 2004 Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung telah


mendapatkan sertifikat terakreditasi secara nasional dalam 5 (lima)
pelayanan yaitu: Pelayanan Medis, Pelayanan Keperawatan, Pelayanan
Gawat Darurat, Pelayanan Rekam Medis dan Pelayanan Administrasi
Manajemen, dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dan selanjutnya
akan menuju akreditasi 12 (dua belas) pelayanan (Pelayanan Medis,
Keperawatan, Gawat Darurat, Rekam Medis, Administrasi dan Manajemen,
Radiologi, Farmasi, Laboratorium, Kamar Operasi, Infeksi Nosokomial,
Perinatalogi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kemudian
dikembangkan lagi menuju 16 (enam belas) pelayanan. Selanjutnya pada 22
Desember 2006 RSUD Kayuagung mendapatkan Piagam Penghargaan Citra
36

Pelayanan Prima dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara


(Menpan). Dan diraih kembali pada bulan April 2008.

Dalam pengelolaan administrasi dan manajen rumah sakit juga telah


menetapkan Visi, Misi, Pilosofi, Tujuan, Fungsi dan Motto serta Janji
Layanan yang dihimpun melalui aspirasi karyawan dari bawah dan sudah
ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Ogan Komering Ilir Nomor :
108/KEP/RSUD/2004 tanggal 7 April 2004

Seperti tisebutkan didepan, pelayanan kesehatan yang diselenggarakan di


Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung meliputi pelayanan instalasi rawat
jalan, pelayanan instalasi rawat darurat, pelayanan instalasi rawat inap,
pelayanan instalasi rawat intensif (ICU), pelayanan instalasi bedah sentral,
pelayanan instalasi laboratorium, pelayanan instalasi radiologi, pelayanan
instalasi farmasi, pelayanan instalasi rehabilitasi medis, pelayanan instalasi
gizi, pelayanan instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit dan pelayanan
instalasi pemulasaran jenazah.

C. Pelayanan

PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN

Rata Rata Kunjungan Poli Klinik per Hari, indikator ini diperlukan
untuk menilai tingkat pemanfaatan poliklinik rumah sakit. Angka rata rata
apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di wilayahnya akan
memberikan gambaran cakupan pelayanan dari suatu rumah sakit.

Instalasi rawat jalan adalah tempat konsultasi dan pemeriksaan pasien oleh
dokter yang ahli dibidang masing masing untuk penemuan diagnosa dini,
dan merupakan pemeriksaan penderita pertama dalam urutan lebih lanjut di
dalam tahapan pengobatan penyakit. Karenanya secara lokasional
hendaknya merupakan area interaksi serta menciptakan suasana dan
menerima, tidak menimbulkan rasa takut. Letaknya berdekatan dengan jalan
utama ke pelayanan penunjang dan dekat apotik, bagian radiologi,
laboratorium serta lokasi mudah dicapai dari bagian administrasi terutama
oleh bagian rekam medis

Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RSUD Kayuagung dari sisi lokasional telah
menciptakan hal yang sesuai dengan yang diharapkan diatas. Dengan
pelayanan yang telah dilayani adalah: Poli umum dan Kir Kesehatan, Poli
Gigi dan Mulut, Poli Anak, PoliKebidanan dan Kandungan, Poli Penyakit
Dalam, Poli Bedah dan Poli Mata, Poli Phisiotehapi, Poli Konsultasi Gizi.

Instalasi Rawat Jalan RSUD Kayuagung dipimpin oleh 1 (satu) orang


Dokter selaku Kepala Instalasi dan 1 (satu) orang Perawat selaku Kepala
Ruangan. Data perkembangan pelayanan pada instalasi rawat jalan sejak
tahun 2004 sampai tahun 2008 adalah sebagai berikut:
37

PELAYANAN INSTALASI RAWAT DARURAT

Sebagaimana yang menjadi Visi RSUD Kayuagung yaitu Pelayanan


Unggulan Emergency Trafic Accident di Jalur Lintas Timur Sumatera,
dikarenakan melihat kondisi letak lokasi RSUD Kayuagung itu sendiri di
jalur perlintasan transportasi darat yang menghubungkan arus kendaraan
yang akan menuju dan kembali antara dua pulau Sumatera- dan Jawa. Hal
ini menjadi keharusan RSUD Kayuagung untuk selalu mengembangkan
layanan emergenci kegawat daruratan baik dari segi tenaga maupun segi
sarana dan prasarana.

Pelayanan pada Instavlasi Rawat Darurat dibedakan antara kasus bedah,


kasus non bedah dan kasus kebidanan. Dalam hal ini RSUD Kayuagung
telah melaksanakan pengelolaan pada Instalasi Rawat Darurat sebagaimana
tersebut dengan memberikan lambang Triase pada pintu awal kedatangan
pasien ke Instalasi Rawat Darurat tersebut

Instalasi Rawat Darurat RSUD Kayuagung dipimpin oleh 1 (satu) orang


Dokter selaku Kepala Instalasi dan 1 (satu) orang perawat selaku Kepala
Ruangan.

PELAYANAN INSTALASI RAWAT INAP

Mengukur atau menggambar- kan tingkat pencapaian pelayanan pada suatu


rumah sakit biasa digunakan Indikator Performance yang digunakan untuk
mengetahui angka pencapaian BOR, AV-LOS, BTO, TOI, NDR, GDR.

RSUD Kayuagung dari tahun 2004 sampai 2008 terakhir selalu mengalami
penambahan jumlah tempat tidur yang tersedia yaitu 111 buah pada tahun
2004 dan pada tahun 2008 sejumlah 143 buah, dengan perkembangan
indikator performance sebagai berikut:

BOR (Bed Occupancy Rate)

BOR (Bed Occupancy Rate) adalah Prosentase pemakaian tempat tidur


pada satu satuan waktu tertentu, indikator ini memberikan gambaran
tinggi rendahnya tingkat peman -faatan tempat tidur rumah sakit. Nilai
parameter BOR yang ideal adalah 60 85 %

RSUD Kayuagung tahun 2004 sampai tahun 2008 angka pemanfaatan


tempat tidur selalu mengalami peningkatan dari 64,97 % pada tahun
2004, pada tahun 2008 sebesar 79,68. Data perkembangan pertahun
terlihat dalam grafik dibawah ini.

AV LOS (Average Length of Stay)


38

AV LOS (Average Length of Stay) yaitu rata rata lama rawat seorang
pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi,
juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan
gambaran pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu
pengamatan lebih lanjut. Secara umum nilai AV.LOS yang ideal adalah 6
9 hari

RSUD Kayuagung tahun 2004 sampai tahun 2007 angka rata rata lama
dirawat 4,74 hari pada tahun 2004 dan 3,77 hari pada tahun 2007 dan
pada tahun 2008 sebesar 3,28. Data pertahun terlihat dalam grafik
dibawah ini.

BTO (Bed Turn Over)

BTO (Bed Turn Over) yaitu frekwensi pemakaian tempat tidur pada sutu
periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu
(biasanya dalam periode 1 tahun). Indikator ini memberikan tingkat
efisiensi pada pemakaian tempat tidur. Idealnya dalam 1 tahun, 1 tempat
tidur rata rata dipakai 40 50 kali

RSUD Kayuagung dari tahun 2004 sampai tahun 2007 angka frekwensi
pemakaian tempat tidur 49,9 kali pada tahun 2004 dan 69,7 kali pada
tahun 2007, dan pada tahun 2008 sebesar 64,07. Data pertahun terlihat
dalam grafik dibawah ini.

TOI (Turn Over Interval)

TOI (Turn Over Interval) yaitu rata rata hari dimana tempat tidur tidak
ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini juga
memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur.
Idealnya tempat tidur kosong / tidak terisi pada kisaran 1 3 hari

RSUD Kayuagung dari tahun 2004 sampai tahun 2007 angka rata rata
hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi
berikutnya 2,55 hari pada tahun 2004 dan 0,84 hari pada tahun 2007, dan
pada tahun 2008 sebesar 1,1. Data pertahun terlihat dalam grafik
dibawah ini.

NDR (Net Death Rate)

NDR (Net Death Rate) yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat
untuk tiap tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan
gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Nilai NDR yang dianggap
masih dapat ditolelir adalah kurang dari 25 per 1000.

RSUD Kayuagung dari tahun 2004 sampai tahun 2007 angka kematian
48 jam setelah dirawat untuk tiap tiap 1000 penderita keluar 12,0 orang
39

pada tahun 2004 dan 8,92 orang pada tahun 2007, dan pada tahun 2008
sebesar 12,37. Data pertahun terlihat dalam grafik dibawah ini.

GDR ( Gross Death Rate)

GDR (Gross Death Rate) yaitu angka kematian umum untuk setiap 1000
penderita keluar. Nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1000
penderita keluar.

RSUD Kayuagung dari tahun 2004 sampai tahun 2007 angka kematian umum untuk
setiap 1000 penderita keluar 46,6 orang pada tahun 2004 dan 31,3 orang pada tahun
2007, dan pada tahun 2008 sebesar 36,4.

PELAYANAN INSTALASI RAWAT INTENSIF (ICU)

Instalasi Care Unit (ICU) atau Instalasi Perawatan Intensif mulai di


selenggarakan di RSUD Kayuagung mulai sejak tahun 2004, walaupun
fisik bangunan telah dibangun sejak tahun 2002, namun pada saat itu
belum didukung dengan ketersediaan peralatan dan tenaga yang terlatih,
kemudian secara bertahap pelayanan ICU mulai diselenggarakan pada
tahun 2004.

Pada tahun 2005 RSUD Kayuagung mengirimkan 6 (enam) orang


perawat untuk mengikuti Magang di ICU Dewasa RS Mohammad
Hoesin secara bergantian selama 1(satu) bulan, kemudian pada tahun
2006 RSUD Kayuagung mengirim 2 (dua) orang tenaga perawat untuk
mengikuti Pendidikan / Pelatihan ICU Dewasa di RS Cipto
Mangunkusumo di Jakarta selama 3 (tiga) bulan. Instalasi ini dipimpin
oleh 1 (satu) orang Dokter selaku Kepala Instalasi dan 1 (satu) orang
Perawat selaku Kepala Ruangan. Data Pasien yang dirawat di ICU
sebagai berikut : pada tahun 2004 : 190 orang, tahun 2005 : 274 orang,
tahun 2006 : 297 orang, dan tahun 2007 : 369 orang.

PELAYANAN INSTALASI BEDAH SENTRAL

Data kegiatan pembedahan diperoleh dan dibuat dari masing masing


unit yang melakukan tindakan operasi seperti Kamar Bedah (unit Bedah
Sentral, Unit Bedah pada masing masing bagian, Unit Darurat dan
Poliklinik, Poli Gigi serta Unit Lain yang melakukan operasi). Dalam hal
golongan operasi di bedakan dalam 4 (empat) kategori yaitu operasi
khusus, operasi besar, operasi sedang dan operasi kecil.

Instalasi Bedah Sentral RSUD Kayuagung dipimpin oleh 1 (satu) orang


Dokter sebagai Kepala Instalasi dan 1 (satu) orang Tenaga Perawat
sebagai Kepala Ruangan, dengan jumlah tenaga pelaksana / assisten
seluruhnya 14 (empat belas)orang.
40

Instalasi Bedah Sentral RSUD Kayuagung memiliki 3 (tiga) Kamar


Operasi yaitu OK Bedah, OK Kebidanan dan OK Mata, dengan kondisi
peralatan yang masih harus dikembangkan.

PELAYANAN INSTALASI LABORATORIUM

Jenis pemeriksaan laboratorium yang dilayani di suatu rumah sakit


tergantung dari banyak faktor antara lain jenis kasus yang dilayani, jenis
tindakan yang dapat dilakukan dan sebagianya. Hal hal ini berbeda
sesuai kelas rumah sakitnya, bahkan untuk rumah sakit dengan kelas
yang sama dapat pula berbeda. Tingkat pelayanan laboratorium di rumah
sakit, tentu saja harus sesuai dengan tingkat perkembangan rumah sakit,
dan harus sesuai pula dengan pelayanan spesialistik dan sub spesialistik
yang ada. Pada umumnya bila rumah sakit makin berkembang,
pelayanan spesialistik akan makin meningkat, maka tuntutan terhadap
pelayanan laboratorium akan makin tinggi.

Instalasi Laboratorium RSUD Kayuagung yang ada sekarang baru


melakukan pelayanan pemeriksaan laboratorium kimia klinis, dimana
Instalasi Laboratorium RSUD Kayuagung dipimpin oleh 1 (satu) orang
Dokter sebagai Kepala Instalasi dan 1 (satu) orang Sarjana Kesehatan
Masyarakat Analis Kesehatan sebagai Kepala Ruangan, dengan jumlah
tenaga teknis laboratorium seluruhnya 8 (delapan) orang dtambah 1
(satu) tenaga adminsitrasi.

PELAYANAN INSTALASI RADIOLOGI

Pelayanan radiologi adalah pelayanan medik spesialistik yang meliputi


pelayanan radiodiagnostik, imejing diagnostik, radiotherapy dan
kedokteran nuklir. Dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan
medik di rumah sakit serta dapat mendukung kegiatan pendidikan dan
pelatihan

Jumlah kunjungan pasien yang di layani pada Instalasi Radiologi RSUD Kayuagung
Tahun 2004 2008 terjadi peningkatan baik untuk photo tanpa bahan kontras maupun
photo gigi.

PELAYANAN INSTALASI FARMASI

Instalasi Farmasi Rumah Sakit umum Daerah Kayuagung telah memiliki


2 (dau) orang tenaga apoteker dan dibantu dengan 3 (tiga) orang tenaga
41

D3 Farmasi dan 6 (enam) orang tenaga Asisten Apoteker (SMF).


Pelayanan Isntalasi Farmasi masih bergabung dengan Instalasi Rawat
Jalan karena belum memiliki gedung instalasi tersendiri.

Instalasi Farmasi mempunyai 2 (dau) apotik yaitu 1 (satu) berlokasi di


rawat jalan yang melayani pasien rawat jalan, rawat inap dan rawat
darurat dalam jam 07.30 pagi sampai jam 14.00 siang. Dan 1 (satu) lagi
Apotik di Instalasi Rawat Darurat yang melayani pasien rawat inap,
pasien rawat darurat dan penunjang lainnya yng dibuka dari jam 14.00
sare sampai jam 07.30 pagi.

PELAYANAN INSTALASI REHABILITASI MEDIS

Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medis yang baru di selenggarakan di


Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung adalah Pelayanan Phisioterafi,
yang masih diselenggarakan di Instalasi Rawat Jalan, karena belum
memiliki gedung Instalasi Rehabilitasi Medis secara tersendiri.
Pelayanan Rehabilitasi Medis / Phisiotherafi diselenggarakan di RSUD
Kayuagung oleh tenaga Ahli Madya Phisiotherafi. Perkembangan jumlah
kunjungan pasien yang mendapat pelayanan Phisiotherafi terlihat dalam
data diatas tabel kunjungan pasien rawat jalan.

PELAYANAN INSTALASI GIZI

Instalasi Gizi RSUD Kayuagung di Pimpin oleh 1 (satu) orang Dokter selaku Kepala
Instalasi dan 1 (satu) orang Ahli Madya Gizi selaku Kepala

Ruangan.

INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA RUMAH SAKIT (IPSRS)

Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung


berfungsi menyelenggarakan pemeliharaan dan memperbaiki sarana dan
prasarana yang telah rusak baik peralatan medis, non medis, bangunan,
alat transportasi. Disamping itu juga instalasi ini menyelenggarakan
pemeliharaan kebersihan, pengelolaan limbah padat dan cair serta
menyediakan kebutuhan listrik, air bersih. Instalasi ini di Pimpin oleh 1
(satu) orang Kepala Instalasi dan membawahi beberapa Devisi yang di
Pimpimpin oleh 1 (satu) orang Koordinator Devisi antara lain: Devisi
Teknis Listik dan Otomotif, Devisi Tekni Elektromedik, Devisi Bagunan,
Devisi Penyediaan Gas Medis, Devisi Sanitasi, dan Administrasi IPSRS.

PELAYANAN INSTALASI PEMULASARAN JENAZAH


42

Instalasi Pemulasaran Jenazah baru diselenggarakan di Rumah Sakit


Umum Daerah Kayuagung mulai tahun 2005, Instalasi ini telah memiliki
1 (satu) unit lemari jenazah, 1 (satu) tempat memandikan. Dari segi
ketenagaan instalasi ini belum memiliki tenaga yang terlatih dalam
pengelolaan jenazah, dan masih memerlukan kerjasama dengan para
ulama / ustat atau tokoh agama lain untuk memenuhi apabila permintaan
keluarga jenazah untuk menyelenggarakan pemulasaran jenazah secara
lengkap.

PELAYANAN RUJUKAN

Kegiatan rujukan untuk pengobatan / perawatan penderita tercermin


dalam pola pengiriman penderita dari suatu unit ke unit yang lebih
mampu dan sebaliknya. Penderita yang dirujuk keatas artinya penderita
yang dikirim dari suatu unit ke unit yang lebih mampu untuk
mendapatkan pelayanan yang lebih sempurna dan setelah selesai
pengobatan dikirim kembali ke unit yang mengirim. Penderita rujukan
dari bawah artinya penderita yang diterima dari unit unit yang kurang
mampu untuk mendapat pelayanan yang lebih baik pada unit tersebut
dan setelah selesai pengobatan dikirim kembali ke unit unit.

D. Data Keuangan

Berdasarkan data dari bagian keuangan realisasi penggunaan anggaran


belanja baik gaji maupun kegiatan tahun 2007 pada Rumah Sakit Umum
Daerah Kayuagung adalah sebesar 91,89 %, sementara realisasi pencapaian
penerimaan yang di setor ke Kas Daerah terlihal pada table dibawah ini:

Selanjutnya juga Pengelolaan Rumah Sakit juga berpedoman pada


Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan
Kesehatan, serta Surat Keputusan Bupati Ogan Komering Ilir Nomor 80
Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pemberlakuan Perda Kab
OKI No 19 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, SK Bupati
Nomor 79 Tahun 2003 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan kelas 1 (satu) dan
Kelas Utama.

E. Ketenagaan

Pelaporan data kepegawaian / ketenagaan di rumah sakit diolah berdasarkan


format formulir RL 4. Data ketenagaan di RSUD Kayuagung pada Tahun
2007 tergambar pada tabel di bawah ini:

Tabel Gambaran Ketenagaan RSUD Kayuagung


43

Tahun 2008

JUMLAH
NO JENIS KETENAGAAN KET
PNS PTT TKS TOTAL
A TENAGA KESEHATAN
1 TENAGA MEDIS
1.00 Dokter Umum 7 3 1 11
1,02 Dokter Spesialis Bedah 1 1 Residen
Dokter Spesialis Penyakit
1,03 Dalam 1 1
1,04 Dokter Spesialis Anak 1 1 2
1,05 Dokter Spesialis Obgyn 1 1
Residen
1.10 Dokter Spesialis Mata 1 1 Senior
1,24 Dokter Gigi Spesialis 1 1

2 TENAGA KEPERAWATAN
2,02 Sarjana Keperawatan 2 6 8
2,03 Akper D3 Keperawatan 77 42 119
Perawat Kesehatan (SPK /
2,04 SPR) 14 14
2,05 Perawat Bidan 1 1
2,06 Bidan / D III 4 18 22
2,88 Tenaga Keperawatan Lainnya
(LCPK) 4 4

3 TENAGA KEFARMASIAN
3.00 Apoteker 1 1 2
3,02 Analis Farmasi (SMF) 5 5
Asisten Apoteker (D III
3,03 Farmasi) 3 1 4

TENAGA KESEHATAN
4 MASYARAKAT
4,02 S1. Kesehatan Masyarakat 13 13
4,04 D3. Sanitasi 3 3 6
4,88 Tenaga Kesehatan Masyarakat
Lainnya (SPPH) 5 5

5 TENAGA GIZI
5,04 Akademi D3 - Gizi Dietisien 4 1 5
5,88 Tenaga Gizi Lainnya / SPAG 2 2
44

TENAGA KETERAPIAN
6 FISIK
6.00 Physiotherapy / D III 6 2 8

TENAGA KETEKNISIAN
7 MEDIS
7,02 Teknisi Gigi 1 1
7,03 Pengatur Rawat Gigi 4 4
7,04 Teknisi Elektromedis 2 2
7,05 Analis Kesehatan / AAK 4 1 5
7,06 Refraksionis Optisien 1 1
7,08 Anesthesi 2 2
7,09 Perekam Medis 5 2 7
Keteknisian Medis Lainnya /
7,88 SMAK 4 4

B TENAGA NON
KESEHATAN MENURUT
TINGKAT PENDIDIKAN
1 SARJANA
8,01 Sarjana Kimia 1 1
8,03 Sarjana Ekonomi Akuntansi 4 1 5
8,04 Sarjana Administrasi 1 1
8,06 Sarjana Teknik / Elektro 1 1
8,09 Sarjana Komputer 2 2
8,88 Sarjana Lainnya 2

2 SARJANA MUDA / D 3
9.00 D3 Komputer 1 1 2
9,01 D3 Ekonomi Akuntansi 2 2
9,88 D3 Lainnya 1 1

SEKOLAH MENENGAH
3 TINGKAT ATAS
10.00 SMA / SMU 19 23 42
10.01 SMEA 1 1
10.02 STM 6 6
10.88 SMTA Lainnya 2 5 7

4 SMTP dan SD KEBAWAH


11.00 SMPTP 3 2 5

JUMLAH 221 3 104 338


45

F. Penutup

Akhirnya bahwa pada penulisan Profil Rumah Sakit Umum Daerah


Kayuagung Tahun 2004 2008 ini mengacu kepada format pelaporan
formulir RL-1 yang sumber data dari Urusan Rekam Medis itu sendiri,
Urusan Kepegawaian dan Bagian Keuangan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan profil ini, dan dengan demikian kritik dan saran yang
sifatnya dapat menyempurnakan dalam penulisan profil dimasa yang akan
datang sangat diperlukan dari para pembaca dan diucapkan terima kasih.

IV. TUPOKSI, VISI, MISI

a. TUFOKSI

Tufoksi RSUD Kayuagung adalah menyelenggarakan pelayanan secara rutin


sebagai berikut:

1. Administrasi dan Manajemen

Administrasi dan Manajemen Ketata Usahaan

Adminsitrasi dan Manajemen Pelayanan Medis, Non Medis dan


Keperawatan

Administrasi dan Manajemen Keuangan

Administrasi dan Manajemen Sarana dan Prasarana

2. Instalasi Rawat Jalan

Poli Umum dan Kir Kesehatan

Poli Gigi

Poli Spesialis Penyakit Dalam

Poli Spesialis Bedah

Poli Spesialis Anak

Poli Spesialis Kebidanan dan PKBRS


46

Poli Spesialis Mata

3. Instalasi Rawat Inap

Rawat Inap Penyakit Dalam

Rawat Inap Bedah

Rawat Inap Anak Anak

Rawat Inap Kebidanan

Rawat Inap Mata

Rawat Inap Kelas

Rawat Inap VIP

4. Instalasi Perawatan Intensif (ICU)

5. Instalasi Rawat Darurat

IGD Bedah

IGD Non Bedah

6. Instalasi Bedah Sentral

OK Bedah

OK Kebidanan

OK Mata

7. Instalasi Radiologi

8. Instalasi Laboratorium

9. Instalasi Rehabilitasi Medik

Poli Physiotherapy

10. Instalasi Farmasi

Apotik Rawat Jalan

Apotik Rawat Inap dan IGD


47

11. Instalasi Gizi

12. Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

13. Instalasi Pemulasaran Jenazah

a. V I S I

Menjadikan Rumah Sakit Umum Kayuagung terbaik dalam Pelayanan,


Manajemen Umum, dengan pelayanan unggulan Emergency TraFic Accident,
dijalur Lintas Timur Sumatera

a. M I S I

Pelayanan yang profesional dan proaktif dengan pemberdayaan sumberdaya


yang ada.

Meningkatkan sarana dan prasarana Rumah Sakit.

Menyusun dan menyempurnakan standar pelayanan sesuai dengan kode


etik yang berlaku.

Memberikan rasa aman, nyaman dan kepuasan bagi pasien dan pengunjung
Rumah Sakit

a. M O T T O

RSUD Kayuagung Pelayanan yang STRATEGISt

S : Siap, petugas yang selalu siap dalam memberikan pelayanan

Tra : Trampil, petugas yang terampil dalam memberikan tindakan

Te : Tepat, petugas selalu tepat dalam memberikan pengobatan

Gi : Gigih, petugas yang selalu gigih untuk mengembangkan diri

St : Selamat, pasien yang selamat dalam pertolongan

a. PILOSOFI

1. Semangat persaudaraan

2. Senantiasa belajar, berkembang dan bermotipasi dengan menulis apa yang


kita tahu dan mengerjakan apa yang kita tulis.

a. JANJI LAYANAN
48

1. Anda sembuh, kami bahagia

2. Kami akan melayani anda dengan sepenuh hati

3. Bila anda mempunyai masalah tentang pelayanan kami, jangan segan untuk
bertanya.

4. Segala usaha kami adalah demi kesembuhan anda

V. PROGRAM KERJA 2009 2010

A. Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan dari RSUD Kayuagung pada tahun 2010 adalah
sebagai berikut:

1. BAGIAN TATA USAHA

Dalam menjalankan tugas dan fungsi ketatausahaan, bagian tata


usaha menyusuan program dan kegiatan:

1.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran


Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Penyediaan Alat Tulis Kantor
Penyediaan Bahan Bacaan dan Perundang Undangan
Rapat Rapat Koordinasi dan Konsultasi keluar Daerah
Rapat Rapat Koordinasi ke dalam Daerah
1.2. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Pengadaan pakaian kerja lapangan
1.3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kantor
1.4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Pembangunan Rumah Dinas (Direktur, Dokter, Asrama)
49

Pengadaan Perlengkapan Rumah Jabatan / Dinas (Direktur,


Dokter, Asrama)

2. BIDANG PELAYANAN MEDIS, NON MEDIS DAN


KEPERAWATAN

Dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam bidang Pelayanan


medis, non medis dan keperawatatan yang diselenggarankan secara
rutin setiap hari, bidang pelayanan medis, non medis dan
keperawatan menyusun program dan kegiatan:

2.1. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana


Rumah Sakit
Pengadaan Alat - Alat Kesehatan Rumah Sakit (Habis Pakai
maupun Inventaris).
Pengadaan Obat Obatan Rumah Sakit
Pengadaan Bahan Bahan Logistik Rumah Sakit

3. BIDANG KEUANGAN

Dalam menjalankan tugas dan fungsi keuangan, disamping


mengelola penggajian PNS, Penerimaan Fungsional RS bidang
keuangan juga menyusuan program dan kegiatan:

3.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran


Penyediaan Makan dan Minum
Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi / Teknis
Pelayanan Kesehatan.

4. BIDANG SARANA DAN PRASARANA

Dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam bidang sarana dan


prasarana rumah sakit yang diselenggarankan secara rutin setiap
hari, bidang sarana dan prasarana menyusun program dan kegiatan:

4.1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran


Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan
bangunan Kantor
4.2. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana
Rumah Sakit
50

Pembangunan Kantin Rumah Sakit


Pembangunan Atap Selasar Rumah Sakit
Pembangunan Selasar Penghubung IPSRS dengan gedung
lain di RS
Pembangunan Pagar Pembatas antara Gedung Pelayanan
IGD, ADM, IRJ dengan Pelayanan Rawat Inap dan
Pelayanan Penunjang lainnya.
Pembangunan Gedung Tempat Cucian Umum dan Kamar
Mandi bagi Keluarga Pasien.
Penambahan ruang rawat inap rumah sakit (VVIP,VIP, Kls
I,II,III) --- Lantai II
Rehabilitasi Bangunan Rumah Sakit (Sistem penjernihan
air bersih dan Pegaspalan Jalan / laman RS)
Pengadaan Meubiler Rumah Sakit
Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga Rumah Sakit
(Dapur, Loundry, Ruang Pasien, Ruang Tunggu, dll)
Pengadaan Pencetakan dan Surat Menyurat Rumah Sakit.
4.3. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah
Sakit.
Pemeliharaan Rutin / Berkala Rumah Sakit
Pemeliharaan Rutin / Berkala Instalasi Pengelolaan Limbah
Rumah Sakit
Pemeliharaan Rutin / Berkala Alat Alat Kesehatan Rumah
Sakit.
Pemeliharaan Rutin / Berkala Mobil Ambulance / Jenazah
Pemeliharaan Rutin / Berkala Mebeuler Rumah Sakit
Pemeliharaan Rutin /Berkala Perlengkapan Rumah Sakit.

VI. APLIKASI / SOFTWARE YANG DIPAKAI DALAM RSUD KAYUAGUNG

Dalam mendukung tugas sehari hari dalam memberikan pelayanan kesehatan


kepada masyarakat sudah menggunakan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit) Dengan 2 (dua) modul aplikasi komputerisasi / software yang telah
digunakan di RSUD Kayuagung yaitu:

1. Modul registrasi penerimaan pasien


51

2. Modul pembayaran / billing sistem

BAB V

HASIL PENELITIAN

5.1. Gambaran Umum

1. Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kabupaten OKI.

Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kabupaten OKI. merupakan unit kesehatan

yang menyelenggarakan pelayanan berupa pertolongan pertama pada penyakit dalam.

Poliklinik ini berusaha melakukan pelayanan secara cepat, tepat dan profesional dalam

melayani tindakan pengobatan dan dalam melakukan suatu pekerjaan.

Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI.

dahulunya menyatu dengan Poliklinik Umum. Namun sejak tahun 2003, poli penyakit

dalam tidak lagi menjadi bagian dari Poliklinik Umum. Letaknya berdekatan dengan

poliklinik lain di gedung Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI.

dan fasilitas penunjang lain, menjadikan poliklinik ini telah memenuhi syarat sebagai

poliklinik penyakit dalam.

Untuk sumber daya yang ada, di poli ini terdiri dari :

1. Dokter spesialis : 1 orang

2. Perawat : 1orang

Sarana dan prasarana yang dimiliki poli ini, yaitu:

1. Tempat tidur : 1buah

2. Lemari arsip ; 1 buah

3. Lampu pembaca rontgent : 1 buah


52

4. Ac : 1 buah

5. Meja kerja : 1 buah

6. Kursi kerja : 1 buah

7. Kursi pasien : 5 buah

8. Tensi meter : 1 buah

9. Stetoscop : 1 buah

2. Struktur Organisasi

Poli Penyakit Dalam merupakan salah satu poliklinik rawat jalan di

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI. yang melakukan layanan

kesehatan berupa pelayanan penyakit dalam dimana pasien langsung

dipulangkan pada hari yang sama. Struktur organisasi di Poliklinik

Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI.

3. Visi, Misi, dan Falsafah

a. Visi

Menjadikan ruangan berkesan baik bagi masyarakat

b. Misi

- Memberikan pelayanan kesehatan pada pasien tanpa membedakan

suku, Ras , Golongan, dan Status sosial.

- Mendukung kegiatan apapun yang berkaitan dengan dunia

kesehatan

c. Falsafah
53

- Pelayanan keperawatan profesional diberikan sesuai dengan standar

asuhan keperawatan.

- Perawat bertanggung jawab atas kebutuhan pasiennya.

- Dalam memberikan pelayanan keperawatannya, perawat harus

bersikap ramah, sabar dan ikhlas.

5.2. Analisa Deskriptif Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD


Kabupaten OKI Tahun 2007

5.2.1. Dilihat dari Karakteristik Responden

Adapun karakteristik responden pengguna jasa pelayanan keperawatan yang

peneliti ambil dalam penelitian ini dapat dijabarkan pada tabel sebagai berikut :

1. Umur Responden

Tabel 1
Distribusi Responden Menurut Umur
Pada Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI

Umur (tahun) Frekuensi Prosentase

< 20 tahun 38 38,8

21 30 tahun 30 30,6

31 40 tahun 28 28,6

> 40 tahun 2 2

TOTAL 98 100

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa sebagaian besar responden berumur < 20

tahun sebesar 38,8 % yang menggunakan jasa pelayanan Keperawatan di Poliklinik

P.Dalam RSUD Kabupaten OKI. Kemudian pasien yang berumur 21-30 tahun sebesar
54

30,6 %, yang berumur 31-40 tahun sebesar 28,6 %, sedangkan pasien yang berumur >

40 tahun hanya 2 % yang menggunakan jasa pelayanan Keperawatan di Poliklinik

P.Dalam RSUD Kabupaten OKI. Hal ini menunjukkan bahwa pasien yang berkunjung

dan menggunakan jasa Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD

Kabupaten OKI. sebagian besar adalah pasien yang berumur < 20 tahun yaitu

sebanyak 38,8% dari total responden.

2. Pendidikan Responden

Tabel 2.

Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Responden


Pada Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI

Tingkat Pendidikan Frekwensi Prosentase

SD 14 14,3

SLTP 27 27,6

SLTA 37 37,8

Akademi 20 20,4

Jumlah 98 100

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar tingkat pendidikan

responden yang menggunakan jasa jasa Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam

RSUD Kabupaten OKI. adalah tingkat SLTA yaitu sebanyak 37 responden atau 37,8%

dari total ,98 responden, kemudian tingkat pendidikan SLTP sebanyak 27 responden

atau 27,6%, akademik / Perguruan Tinggi sebanyak 20 responden atau 20,4% dan

tingkat pendidikan SD sebanyak 14 responden atau 14,3% dari 98 responden yang


55

menggunakan jasa Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten

OKI.

3. Pekerjaan Responden

Tabel 3.

Distribusi Responden Menurut Pekerjaan Responden


Pada Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI

Tingkat Pendidikan Frekwensi Prosentase

PNS 20 20,4

TNI / POLRI - -

Swasta 25 25,5

Buruh / Tani 11 11,2

Pensiunan / Tidak bekerja 42 42,9

Jumlah 98 100

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pekerjaan responden sebagian besar

adalah pensiunan / tidak bekerja yaitu sebanyak 42 responden atau 42,9 % dari total

98 responden yang dimintai keterangan dan persepsi mereka tentang jasa pelayanan

Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI., kemudian sebanyak 25

responden atau 25,5 % adalah pegawai swasta, 20 responden atau 20,4% adalah PNS

dan sisanya yaitu sebanyak 11 responden atau 11,2% adalah buruh/ tani.

5.3. Analisis Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten


OKI th 2007
56

Analisis ini dimaksudkan untuk memberi gambaran distribusi frekuensi dari

masing-masing kualitas layanan yang ada pada pelayanan Keperawatan di Poliklinik

P.Dalam RSUD Kabupaten OKI, seperti yang disebutkan pada BAB sebelumnya

dikelompokkan menjadi 5 (lima) kategori yaitu :

1. Berwujud (Tangible).

2. Kehandalan (Reliability),

3. Daya tanggap (Responsivenes),

4. Jaminan (Assurance),

5. Perhatian (Empaty),

Adapun hasil analisa frekuensi dari masing-masing kategori persepsi penilaian

responden terhadap kelima kualitas pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam

RSUD Kabupaten OKI dapat dilihat pada hasil analisis berikut :

5.3.1. Persepsi Responden Terhadap Sarana Fisik / Berwujud (Tangible) Pada


Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun 2007
Pada dimensi pelayanan sarana fisik / berwujud (tangible) Poliklinik P.Dalam
RSUD Kabupaten OKI.tahun2007, maka di dapatkan hasil analisis sebagai
berikut :
Tabel 17.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Kebersihan Dan Kerapihan Lingkungan
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun 2007.

No. Kebersihan Dan Kerapihan Lingkungan Jumlah Persentase (%)


1. Baik 61 59,2
2. Tidak Baik 37 37,8
Total 98 100
Dari tabel 17 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap kebersihan dan kerapihan lingkungan sebanyak 61 responden (59,2 %)

dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 37 responden (37,8 %).
57

Tabel 18.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Kebersihan Dan Kerapihan Ruangan
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

No. Kebersihan Dan Kerapihan Ruangan Jumlah Persentase (%)


1. Baik 58 59,2
2. Tidak Baik 40 40,8
Total 98 100

Dari tabel 18 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap kebersihan dan kerapihan ruangan sebanyak 58 responden (59,2 %) dan

yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 40 responden (40,8%).

Tabel 19.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Kebersihan Dan Kerapihan Perawat
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007
.

No. Kebersihan Dan Kerapihan Perawat Jumlah Persentase (%)


1. Baik 56 57,1
2. Tidak Baik 42 42,9
Total 98 100

Dari tabel 19 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian


baik terhadap kebersihan & kerapihan petugas sebanyak 56 responden (57,1%)
& yg memberikan penilaian tidak baik sebanyak 42 responden (42,9%).

5.3.2. Persepsi Responden Terhadap Kehandalan (Reliability) Pelayanan


Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI

Berikut ini hasil analisa univariat persepsi responden terhadap kehandalan

(reliability) pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI dari

98 data responden yang terkumpul didapatkan hasil analisa sebagai berikut :


58

Tabel 4.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Prosedur Pendaftaran yang Cepat di Loket
RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

No. Prosedur Pendaftaran yang cepat di loket Jumlah Persentase (%)


1. Baik 68 69,4
2. Tidak Baik 30 30,6
Total 98 100

Dari tabel 5 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap prosedur pendaftaran yang cepat di loket karcis sebanyak 68 responden

(69,4 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 30 responden (30,6 %).

Tabel 5.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Pelayanan Pemeriksaan dan Perawatan Yang Cepat dan Tepat
Di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

Pelayanan Pemeriksaan dan Perawatan


No. Jumlah Persentase (%)
Yang Cepat dan Tepat
1. Baik 58 59,2
2. Tidak Baik 40 40,8
Total 98 100

Dari tabel 5 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap pelayanan pemeriksaan dan perawatan yang cepat dan tepat sebanyak

58 responden (59,2 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 40

respoenden (40,8 %).


59

Tabel 6.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Jadwal Pelayanan Yang Dijalankan Dengan Tepat
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

Jadwal Pelayanan Yang Dijalankan


No. Jumlah Persentase (%)
Dengan Tepat
1. Baik 62 63,3
2. Tidak Baik 36 36,7
Total 98 100

Dari tabel 6 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap jadwal pelayanan yang dijalankan dengan tepat sebanyak 62 responden

(63,3 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 36 responden (36,7 %).

5.3.3. Persepsi Responden Terhadap Daya Tanggap (Responsiveness)


Pada Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten
OKI Tahun 2007
.

Pada dimensi pelayanan daya tanggap (responsiveness) petugas dalam

pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI, maka

didapatkan hasil analisis sebagai berikut :

Tabel 7.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Kemampuan Petugas Dalam Menanggapi Keluhan Penyakit
Pasien di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

Kemampuan Petugas Dalam Menanggapi


No. Jumlah Persentase (%)
Keluhan Penyakit Pasien
1. Baik 64 65,3
2. Tidak Baik 34 34,7
Total 98 100
60

Dari tabel 7 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap kemampuan petugas dalam menanggapi keluhan penyakit pasien

sebanyak 64 responden (65,3 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak

34 responden (34,7 %).

Tabel 8.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Pemberian Informasi Yang Jelas
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

No. Pemberian Informasi Yang Jelas Jumlah Persentase (%)


1. Baik 63 64,3
2. Tidak Baik 35 35,7
Total 98 100

Dari tabel 8 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap pemberian informasi yang jelas penyakit pasien sebanyak 63 responden

(64,3 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 35 responden (35,7 %).

Tabel 9.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Tindakan Perawat Pada Saat Dibutuhkan
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI Tahun 2007

No. Tindakan Perawat Pada Saat Dibutuhkan Jumlah Persentase (%)


1. Baik 65 66,3
2. Tidak Baik 33 33,7
Total 98 100

Dari tabel 9 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap kemampuan petugas dalam menanggapi keluhan penyakit pasien


61

sebanyak 65 responden (66,3 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak

33 responden (33,7 %).

5.3.4. Persepsi Responden Terhadap Keyakinan / Jaminan (Assurance)


Pada Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD
Kabupaten OKI.

Pada dimensi pelayanan keyakinan / jaminan (assurance) Poliklinik . dalam

pelayanan keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI, maka

didapatkan hasil analisis sebagai berikut :

Tabel 10.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Kemampuan Perawat Dalam Menetapkan Diagnosa di Poliklinik
P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.
Tahun 2007.

Kemampuan Perawat Dalam Menetapkan


No. Jumlah Persentase (%)
Diagnosa
1. Baik 67 68,4
2. Tidak Baik 31 31,6
Total 98 100

Dari tabel 10 di dapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan

penilaian baik terhadap kemampuan petugas dalam menetapkan diagnosa sebanyak 67

responden (68,4 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 31 responden

(31,6 %).
62

Tabel 11.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Pelayanan Yang Sopan dan Ramah
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007
.

No. Pelayanan Yang Sopan dan Ramah Jumlah Persentase (%)


1. Baik 61 62,2
2. Tidak Baik 37 37,8
Total 98 100
Dari tabel 11 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap pelayanan yang sopan dan ramah sebanyak 61 responden (62,2 %) dan

yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 37 responden (37,8%).

Tabel 12.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Jaminan Keamanan
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

No. Jaminan Keamanan Jumlah Persentase (%)


1. Baik 62 63,3
2. Tidak Baik 36 36,7
Total 98 100

Dari tabel 12 di dapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan

penilaian baik terhadap jaminan keamanan sebanyak 62 responden (63,3 %) dan yang

memberikan penilaian tidak baik sebanyak 36 responden (36,7 %).

Tabel 13.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Keterampilan Perawat Dalam Bekerja
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

No. Keterampilan Perawat Dalam Bekerja Jumlah Persentase (%)


1. Baik 68 69,4
2. Tidak Baik 30 30,6
Total 98 100
63

Dari tabel 13 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap keterampilan perawat dalam bekerja sebanyak 68 responden (69,4 %)

dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 30 responden (30,6 %).

5.3.5. Persepsi Responden Terhadap Perhatian (Emphaty) Petugas Pada


Pelayanan Keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.th
2007
Pada dimensi pelayanan perhatian (emphaty) petugas dalam pelayanan
keperawatan di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007,, maka
didapatkan hasil analisis sebagai berikut :

Tabel 14.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Perhatian Khusus Pada Pasien
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

No. Perhatian Khusus Pada Pasien Jumlah Persentase (%)


1. Baik 60 61,2
2. Tidak Baik 38 38,8
Total 98 100

Dari tabel 14 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik perhatian khusus sebanyak 60 responden (61,2 %) dan yang memberikan

penilaian tidak baik sebanyak 38 responden (38,8 %).

Tabel 15.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Perhatian Petugas Pada Keluhan Pasien Dan Keluarga
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

Perhatian Petugas Pada Keluhan Pasien


No. Jumlah Persentase (%)
Dan Keluarga
1. Baik 57 58,2
2. Tidak Baik 41 41,8
Total 98 100
64

Dari tabel 15 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap perhatian petugas pada keluhan pasien dan keluarga sebanyak 57

responden (58,2 %) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 41 responden

(41,8 %).

Tabel 16.
Distribusi Frekuensi Menurut Persepsi Responden
Terhadap Pelayanan Tanpa Memandang Status Sosial
di Poliklinik P.Dalam RSUD Kabupaten OKI.tahun2007

Pelayanan Tanpa Memandang Status


No. Jumlah Persentase (%)
Sosial
1. Baik 56 57,1
2. Tidak Baik 42 42,9
Total 98 100

Dari tabel 16 didapatkan bahwa dari 98 responden yang memberikan penilaian

baik terhadap pelayanan tanpa memandang status sosial sebanyak 56 responden (57,1

%) dan yang memberikan penilaian tidak baik sebanyak 42 responden (42,9 %).

5.3.5.
65