Anda di halaman 1dari 7

Panduan Teknis Budidaya Okra

Posted on April 4, 2016 by azzamy

Cara Budidaya OKRA


Budidaya OKRA atau BENDI merupakan sejenis tumbhan berbunga yang termasuk
dalam suku Malvaceae. Buah okra dimanfaatkan sebagai bahan sayuran dan berbagai
olahan masakan lainnya. Buah okra muda berwarna hijau dan memiliki biji berukuran kecil
yang menempel disekeliling dinding buah. Penampilannya hampir mirip dengan cabai hijau
besar dan disekeliling kulit buahnya terdapat bulu-bulu halus. Tekstur buah okra mirip
dengan buah terung, rasanya renyah dan berlendir jika dimasak. Di Indonesia sayuran okra
sudah mulai dikenal dan disukai. Sayuran okra bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan
masakan, seperti kari, oseng-oseng, tumis, balado atau sebagai campuran salad. Tanaman
ini cocok dibudidayakan di Indonesia yang beriklim tropis.

Okra memiliki nama ilmiah sebagai Abelmoschus esculentus Moench, tanaman ini banyak
ditemui pada wilayah yang beriklim tropis seperti Indonesia, Malaysia dan beberapa wilayah
Asia. Konon tanaman okra berasal dari Ethiopia dan menyebar kebeberapa wilayah seperti
Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri tanaman okra masih jarang ditemui, dan
hanya terdapat di kota-kota besar. Okra dalam bahasa Inggris disebut dengan ladys
fingers, ocra atau gumbo, sedangkan di Malaysia dikenal dengan nama Bendi. Budidaya
okra skala besar sebenarnya memiliki potensi yang bagus, tanaman okra mudah
dibudidayakan dan tidak sulit perawatannya. Pun masyarakat Indonesia sudah mulai
mengenal dan menyukai sayuran okra, terbukti dengan banyaknya pehobi atau gardener
yang menanam okra untuk dikonsumsi secara pribadi. Tertarik untuk berbudidaya okra?

1. Klasifikasi Ilmiah OKRA


Klasifikasi Ilmiah Okra

Kerajaan Plantae

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida
Klasifikasi Ilmiah Okra

Ordo Malvales

Famili Malvaceae

Genus Abelmoschus

Spesies A. esculentus

Nama binomial Abelmoschus esculentus

2. Syarat Tumbuh Tanaman Okra

Tanaman okra/bendi

Okra adalah tanaman tropis, dan bisa tumbuh subur di Indonesia. Tanaman okra bisa
tumbuh pada dataran rendah, dataran menengah atau dataran tinggi dan dapat tumbuh
dengan optimal pada ketinggian 600 700 mdpl (meter diatas permukaan laut). Pada
ketinggian tersebut tanaman okra mampu tumbuh dan berproduksi dengan maksimal. Jika
teknik budidayanya tepat tanaman okra mampu bertahan hingga 5 6 bulan. Sedangkan
pada dataran rendah meskipun okra bisa tumbuh dan berbuah namun produksi dan
pertumbuhannya tidak maksimal. Okra membutuhkan sinar matahari secara penuh dan
menghendaki curah hujan sedang. pH ideal agar tanaman okra mampu tumbuh dengan
optimal adalah 5,5 7,0 (netral). Tanaman ini cocok dengan iklim di Indonesia dan dapat
dibudidayakan hampir diseluruh wilayah di Indonesia.

3. Persiapan Lahan Budidaya Okra


Tanaman okra dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur dan kaya unsur hara.
Untuk itu lahan harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dibajak atau dicangkul.
Bersihkan lahan dari sisa-sisa gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian buat
bedengan dengan lebar 90 100 cm, tinggi bedengan 20 30 cm dan panjang bedengan
disesuaikan dengan lahan. Jarak antar bedengan 50 atau 70 cm. Selanjutnya adalah
mengecek pH tanah, jika pH dibawah 5,5 maka harus diberikan kapur pertanian atau
dolomit. Dolomit ditaburkan secara merata diatas bedengan dan biarkan tersiram air hujan
agar dolomit meresap kedalam tanah.

4. Pemberian Pupuk Dasar Budidaya Okra

Tanaman okra atau bendi

Tanaman okra akan tumbuh dengan baik jika media tanamnya mampu menyediakan unsur
hara yang dibutuhkannya. Masalahnya tidak semua tanah (media tanam) mengandung
unsur hara yang cukup untuk tanaman. Oleh karena itu pada kondisi tanah tertentu wajib
diberikan pupuk dasar. Unsur hara bisa diatur dengan pemberian pupuk dasar, yaitu
dengan menambahkan pupuk kompos, pupuk kandang atauBOLEH juga ditambahkan
pupuk kimia. Pupuk kimia yang bisa digunakan sebagai pupuk dasar adalah pupuk
phosphor/phosphat seperti pupuk TSP, SP 36 atau SP 18 serta pupuk kalium dan pupuk
nitrogen, misalnya pupuk KNO3, pupuk KCL, pupuk ZA atau pupuk Urea. Dosis pupuk
kandang/pupuk kompos dan pupuk kimia disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
Semakin tandus lahan untuk budidaya okra maka kebutuhan pupuk dasarnya semakin
banyak.

Pupuk dasar diberikan dengan cara ditaburkan secara merata diatas bedengan. Kemudian
pupuk yang sudah ditabur ditutup menggunakan tanah atau diaduk sampai tercampur rata
dengan tanah bedengan. Setelah pemberian pupuk dasar selesai, biarkan bedengan
tersiram air hujan agar pupuk meresap dan kompak dengan tanah. 10 atau 15 hari
kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik untuk mencegah tumbuhnya gulma dan
meminimalisir serangan penyakit.

Baca juga Cara Menanam Bawang Merah

5. Persiapan Benih Budidaya Okra

benih okra

Tanaman okra diperbanyak dengan biji, benih okra bisa diperoleh dengan membuatnya
sendiri atau membeli benih di toko pertanian. Jika ingin membuat benih sendiri, pilihlah
buah okra yang benar-benar sudah tua dan kering dipohon yang berasal dari tanaman yang
sehat dan memiliki buah yang lebat. Benih okra bisa ditanam langsung atau disemai
terlebih dahulu. Jika benih disemai terlebih dahulu, gunakan polybag kecil berdiameter
minimal 5 cm. Media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan
perbandingan 2 : 1. Bibit okra bisa dipindah tanam kelahan jika tingginya sudah mencapai
15 atau 20 cm.

6. Cara Menanam Bibit Okra


Benih okra bisa ditanam langsung ke lahan, caranya dengan membenamkan 2 3 benih
okra kedalam lubang tanam dan ditutup tipis dengan tanah. Setelah benih tumbuh sekitar
20 cm, lakukan seleksi bibit, bibit yang kurang bagus pertumbuhannya dicabut dan sisakan
1 atau 2 bibit saja. Bibit yang divabut bisa digunakan untuk menyulam jika ada benih yang
tidak tumbuh atau mati. Jika benih disemai menggunakan polybag, lubang tanam ditugal
terlebih dahulu dengan ukuran disesuaikan dengan polybag. Buka polybag semai secara
hati-hati agar media semai tidak pecah, kemudian bibit dimasukkan kedalam lubang tanam
yang sudah dibuat. Tanah disekeliling lubang tanam sedikit dipadatkan agar bibit okra bisa
berdiri kokoh dan tidak mudah rebah. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Jika
tanah dalam keadaan kering, setelah selesai menanam siram tanaman okra dengan air
secukupnya. Jarak tanam untuk tanaman okra adalah 70 x 80 cm atau 70 x 100 cm. Jika
budidaya dilakukan pada musim hujan, sebaiknya jarak tanam tidak terlalu rapat.

7. Pemeliharaan dan Perawatan Budidaya Okra


Kegiatan pemeliharaan dan perawatan tanaman okar meliputi penyiraman, penyisipan dan
penyiangan.
a. Lakukan penyiraman secara rutin atau disesuaikan dengan kondisi, tanaman okra dapat
tumbuh dengan baik jika kebutuhan air cukup dan tidak kekeringan.
b. Cek tanaman secara teliti, jika terdapat benih yang tidak tumbuh atau bibit yang mati,
segera lakukan penyisipan.
c. Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu kegiatan membersihkan gulma yang tumbuh
disekitar tanaman okra. Lakukan penyiangan secara manual dan hindari penyiangan
menggunakan herbisida.

8. Pemupukan Susulan Tanaman Okra


Buah okra siap panen

Agar pertumbuhan tanaman okra bisa optimal maka perlu dilakukan pemupukan susulan.
Pemupukan susulan pertama kali dilakukan ketika tanaman okra berusia 10 15 hari
setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan cara dikocor menggunakan pupuk ZA/Urea
dan KCL dengan perbandingan 1:1. Gunakan 1 kg pupuk nitrogen dan 1 kg pupuk KCL
dilarutkan dengan 500 liter air dikocorkan pada pangkal batang dengan takaran 500 ml
larutan pupuk untuk satu tanaman. Pemupukan dilakukan setiap 7 10 hari sekali atau
disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Pemupukan selanjutnya, mulai tanaman berusia 1 bulan pemupukan susulan bisa dilakukan
dengan cara ditabur. Bagian tengah mulsa dibelah sepanjang -/+ 20 cm kemudian pupuk
ditaburkan pada belahan mulsa tersebut. Belahan mulsa dibuat sesuai dengan jumlah
tanaman. Penaburan pupuk sebaiknya dilakukan setelah penyiraman atau ketika tanah
dalam keadaan basah/lembab. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan
kebutuhan tanaman, antara lain Za/Urea, KCL, TSP dan NPK. Ketika tanaman mulai
berbunga (memasuki masa generatif) gunakan pupuk yang mengandung P dan K tinggi
dan kurangi pupuk yang mengandung unsur N.

9. Panen Buah Okra


Panen buah okra dapat dimulai ketika tanaman berusia 60 70 hari. Buah okra dipanen
ketika masih muda, kira kira yang sudah berukuran panjang 10 12 cm. Buah okra yang
ukuran panjangnya sudah lebih dari 12 cm atau sudah tua tidak layak untuk dipanen dan
dikonsumsi sebagai sayur. Sebab rasanya kurang enak dan agak keras. Pemanenan bisa
dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali, dan berlangsung hingga 2 3 bulan sejak panen
pertama. Masa panen tergantung pada kondisi tanaman dan pemeliharaan tanaman.
Demikian Cara Menanam Okra semoga bermanfaat

Salam mitalom !!!