Anda di halaman 1dari 7

Budidaya Cabe Rawit di Polybag atau Pot

Gambar 1 : Tanaman CABAI RAWIT dalam polybag (Foto : Taaveekun Fertilizer)

Tips Berkebun Sekarangkan orang lagi ramai untuk berkebun, banyak yang sudah senior
dan tidak sedikit pula yang pemula. Bagi yang sudah lama memiliki hobi berkebun bercocok
tanam merupakan sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Akan tetapi bagi yang baru
ingin memulai, bercocok tanam kadang dianggap sesuatu yang sulit. Padahal tidak
demikian, siapapun bisa bercocok tanam asalkan mau dan punya keinginan. Kalau ragu,
bertanyalah dan belajrlah pada teman yang sudah berpengalaman. Kalau malu bertanya
pada teman anda, searchinglah di google, semua informasi yang anda butuhkan ada
disana. Untuk pemula yang sama sekali belum paham tentang berkebun, sebaiknya
mulailah dengan menanam jenis tanaman yang paling mudah ditanam. Misalnya tanaman
sayuran daun, seprti bayam atau kangkung. Bayam dan kangkung adalah contoh tanaman
yang mudah tumbuh, mudah perawatannya dan cepat bisa dinikmati hasilnya. Menanam
cabai rawit sebenarnya tidaklah sulit, sama seperti bayam dan kangkung. Kesulitan
menanam cabai rawit yang sebenarnya adalah karena anda tidak pernah menanamnya.
Cobalah menanam, maka semuanya akan mudah, ketika menemui masalah pengalaman
akan membimbing anda untuk menjadi pintar.

Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang harganya sangat fluktuatif, kadang
mahal kadang juga murah. Ketika harga murah mungkin tidak ada masalah dengan
pengeluaran untuk membeli cabai rawit. Tetapi ketika harganya menjulang sampai 100 ribu
perkilo, cabai rawit rasanya menjadi berkali-kali lipat pedasnya. Rasa pedas cabai rawit
ketika harganya mahal bukan hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga dirasakan oleh
petani, keuntungan yang mereka peroleh menjadi sangat pedas. Nah, kalau tidak ingin
mengeluh saat harga cabai mahal, yuk kita tanam sendiri di rumah. Jika tidak punya cukup
lahan, anda bisa menanam cabai rawit di pot atau polybag. Banyak keuntungan jika anda
memiliki hobi berkebun, diantaranya adalah lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan asri,
memanfaatkan waktu luang dengan cara yang bermanfaat, dan setidaknya anda bisa
berswasembada pangan sendiri, syukur-syukur tetangga juga bisa ikut menikmati hasil
kebun anda. Bagaimana cara memulai untuk menanam cabai rawit?

Tahapan-tahapan Menanam CABAI RAWIT di Pot atau Polybag

1. Memilih Benih Cabe Rawit


Untuk skala hobi, benih cabai rawit bisa menggunakan cabai dari dapur atau membeli cabai
rawit yang sudah tua di pasar. Jika anda punya pohon cabai yang sudah berbuah, cabai
yang sudah tua bisa digunakan sebagai benih. Jenis cabai rawit ada bermacam-macam,
diantaranya adalah rawit hijau, rawit putih dan lain sebagainya. Jika ingin membuat benih
dari cabe rawit yang dibeli di pasar, pilihlah buah cabai yang sudah benar-benar tua. Ciri-ciri
cabai yang baik dijadikan benih adalah kulit cabai berwarna merah menyala, kelihatan
segar dan tidak keriput, tangkai buah masih berwarna hijau segar. Jangan membuat benih
dari buah cabai yang tangkainya sudah kering dan kulit keriput, meskipun warnanya kulitnya
merah. Karena bisa jadi buah cabai tersebut bukan merah karena tua, tetapi karena terlalu
lama disimpan. Untuk pilihan jenisnya atau varietasnya, pilihlah sesuai dengan selera anda.

Benih cabai rawit juga bisa dibeli ditoko, banyak macam varietas cabai rawit hibrida yang
tersedia di pasaran. Namun untuk skala rumahan akan lebih hemat jika membuat benih
sendiri. Benih cabai yang dijual ditoko biasanya tersedia dalam kemasan skala budidaya
dengan harga yang relatif mahal. Tapi santai saja, anda bisa membeli benih cabai hibrida
secara eceran yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan keinginan anda. Sekarang ini
banyak penjual online yang menyediakan berbagai benih tanaman, termasuk benih cabai
rawit.

Baca juga Menanam Paprika Dalam Polybag

2. Cara Menyemai Benih CABAI RAWIT


Buah cabai yang sudah dipilih untuk dijadikan benih dibelah terlebih dahulu untuk diambil
bijinya. Kemudian biji cabai dicuci hingga bersih untuk membuang lendir yang melekat pada
biji cabai. Selanjutnya lakukan seleksi benih, yaitu dengan cara merendam biji cabai dalam
air. Buang biji cabai yang terapung dan melayang, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan
benih. Kemudian biji cabai rawit dijemur hingga kering dan dapat disemai langsung atau
disimpan.
Berikut ini cara menyemai benih cabai rawit agar cepat tumbuh ;

> Siapkan media semai, yaitu campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan
perbandingan 3 : 1

> Aduk tanah dan pukan/kompos tersebut hingga tercampur rata. Diamkan ditempat yang
terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung selama kurang lebih 1 minggu.

> Rendam benih menggunakan air hangat kuku selama kurang lebih 3 jam. Bisa juga
ditambahakan ZPT secukupnya atau air bawang merah untuk merangsang
perkecambahan.

> Media semai dimasukkan kedalam wadah semai atau tray semai atau disemai
dihamparan tanah. Tapi untuk lebih amannya, sebaiknya menggunakan wadah atau tray
semai. Siram hingga basah.

> Letakkan benih pada media semai dengan jarak yang teratur, bisa 3 x 4 cm atau 4 x 4 cm.

> Tutup tipis benih menggunakan tanah halus

> Tutup wadah semai menggunakan plastik hitam atau daun pisang untuk mengkondisikan
lingkungan yang hangat dan lembab agar benih lebih cepat berkecambah.

> Penyemaian bisa juga menggunakan polybag kecil. Isi polybag dengan media semai,
kemudian disiram hingga basah dan masukkan 1 benih setiap polybag.

> Dalam waktu 7 10 hari biasanya benih sudah berkecambah. Letakkan wadah semai
pada tempat yang teduh atau dibawah naungan.

> 2 hari kemudian bibit mulai diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap agar
tidak terjadi etiolasi dan bibit memiliki batang yang kuat.

> Usia 25 30 hari kemudian bibit sudah bisa dipindah tanah ke pot / polybag pembesaran.

3. Menyiapkan Media Tanam Dalam Polybag atau Pot


Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pot/polybag dan media tanam. Pot atau polybag
yang akan digunakan untuk menanam cabai rawit sebaiknya memiliki diameter minimal 30
cm. Lebih besar lebih baik supaya pot/polybag mampu menampung media tanam yang
cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Wadah yang digunakan bisa
memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dirumah anda, seperti ember bekas, plastik
asoy/kantong plastik, kaleng bekas cat, jerigen bekas dan lain sebagainya. Media tanam
sebaiknya disiapkan 10 hari atau 7 hari sebelum usia bibit siap untuk dipindah tanam.

Media tanam yang digunakan hendaknya bersifat porous (gembur), tidak mudah becek dan
banyak mengandung bahan organik atau unsur hara. Media tanam untuk menanam cabai
dalam pot atau polybag adalah campuran tanah, pupuk kandang, sekam mentah dan arang
sekam. Gunakan tanah yang gembur, bisa menggunakan tanah yang terdapat disekitar
pembuangan sampah atau tanah yang ada dibawah rumpun bambu. Karena media tanam
dalam polybag cenderung lebih cepat padat, maka media tanam wajib dicampur dengan
arang sekam. Arang sekam berfungsi untuk menjaga porositas tanah dan mencegah
pemadatan media tanam. Perbandingan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos,
sekam mentah dan arang sekam adalah 3 : 2 : 1 : 1.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca disini : Cara Membuat Media Tanam Dalam Pot atau
Polybag

4. Cara Menanam Bibit Cabai Rawit di Pot atau Polybag


Nah, jika media tanam sudah disiapkan dan bibit sudah cukup umur, selanjutnya adalah
proses penanaman. Pemindahan bibit ke media pembesaran atau penanaman sebaiknya
dilakukan pada sore hari. Siram terlebih dahulu media tanam hingga basah dan buat lubang
tanam tepat ditengah-tengah pot atau polybag. Jika bibit cabai rawit disemai tanpa
menggunakan polybag, ambil bibit dari persemaian secara hati-hati. Bibit jangan dicabut
tapi dicongkel beserta tanah dan akarnya agar bibit tidak stres setelah dipindah tanam.
Masukkan bibit kedalam lubang tanam, tutup pangkal bibit menggunakan tanah sambil
ditekan-tekan sedikit supaya bibit kokoh. Kemudian disiram dengan air secukupnya.

Baca juga Kandungan Gizi dan Manfaat Kacang Hijau

Jika bibit disemai menggunakan tray semai, ambil atau lepaskan bibit secara hati-hati agar
akar tidak putus atau rusak. Bibit yang sudah dilepaskan dari tray semai harus segera
ditanam pada media tanam. Jika penyemaian menggunakan polybag, lepaskan polybag
dengan hati-hati jangan sampai tanah media semai pecah atau rusak. Setelah pemindahan
bibit selesai, letakkan polybag atau pot pembasaran tersebut pada tempat yang tidak
terkena sinar matahari langsung selama 3 atau 4 hari. Hari kelima bibit sudah beradaptasi
dengan baik pada media tanam dan bisa mulai diperkenalkan dengan sinar matahari
langsung. Lakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit dan jika bibit sudah cukup kuat
dan diperkirakan akar baru sudah tumbuh letakkan pot atau polybag pada tempat yang
terkena sinar matahari secara penuh.

5. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Cabai Rawit di Pot/Polybag


Setelah penanaman selesai, tahap selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan.
Pemeliharaan tanaman cabai rawit dalam pot/polybag tidaklah sulit dan sangat mudah.
Pemeliharaan atau perawatan yang harus dilakukan antara lain penyiraman, pemsangan
tiang ajir dan penyiangan.

> Tanaman cabai rawit sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Siram
media semai secukupnya jika terlihat kering. Jangan menyiram terlalu banyak, karena bisa
menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman mudah terserang penyakit jamur
atau bakteri.

> Jika pada musim penghujan sebaiknya media tanam ditutup dan diberi lubang seperlunya
pada pangkal batang saja. Tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur media
tanam.

> Agar tajuk tanaman dapat berdiri kokoh dan tidak mudah rebah diterpa angin dan hujan,
maka perlu dipasang tiang ajir. Ajir sebaiknya dipasang sebelum penanaman dilakukan atau
segera setelah penanaman selasai. Jika terlambat memasang ajir
dikhawatirkan ajir dapat merusak perakaran tanaman. Jika terlanjur terlambat, ajir
sebaiknya dipasang diluar polybag atau pot.

> Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di media
tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman. Gulma atau rumput liar dapat
mengganggu pertumbuhan tanaman cabai rawit dan menjadi inang hama dan penyakit.

> Pemeliharaan yang juga tudak kalah pentingnya adalah melakukan perempelan tunas-
tunas bawah. Tunas yang tumbuh disetiap ketiak daun cabai sebaiknya dikurangi dengan
cara dirempel. Tunas yang dirempel yaitu 4 5 tunas yang berada pada posisi paling
bawah.

6. Pemupukan Tanaman Cabai Rawit di Pot atau Polybag


Agar cabai rawit yang ditanam di pot atau polybag dapat tumbuh dengan subur dan
berbuah lebat, tanaman harus diberi pupuk tambahan selain pupuk yang sudah ada pada
media tanam. Tujuan pemupukan susulan atau pemberian pupuk tambahan adalah untuk
memenuhi kebutuhan hara tanaman, sebab hara yang terdapat pada media tanam lama-
lama akan habis diserap oleh akar. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik atau
pupuk kimia pabrikan atau pupuk organik. Jenis pupuk yang digunakan sebaiknya adalah
pupuk NPK dan pupuk kandang yang sudah matang. Akan lebih baik jika menggunakan
pupuk kandang yang sudah difermentasi atau pupuk kandang yang dilengkapi dengan
trichoderma.

Baca juga Sifat-sifat Tanah Masam, Tentang Tanah MASAM GAMBUT dan Tanah
MASAM ULTISOL

Berikut ini dosis dan cara pemupukan cabai rawit dalam pot atau polybag ;

> Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman cabai rawit berumur 15 20 hari
setalah tanam. Taburkan 1/2 sendok makan pupuk NPK disekeliling pangkal batang, jangan
sampai mengenai batang ya. Lakukan hal yang sama setiap 10 hari sekali. Pemupukan
sebaiknya dilakukan ketika media tanam dalam kedaan basah agar pupuk mudah diserap
oleh akar. Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

> Perhatikan kondisi tanaman secara rutin dan seksama, jika terlihat gejala kekurangan
unsur N segera berikan pupuk nitrogen, jika kekurangan unsur kalsium segera berikan
pupuk kalsium dan lain sebagainya. Tapi ingat, berikan pupuk N seperlunya saja, jangan
berlebihan.

> Pemberian pupuk kimia sebaiknya diimbangi dengan pupuk organik, pupuk kandang atau
kompos misalnya. Taburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam yang dilakukan
secara bergantian dengan pupuk NPK. Misalnya ; pemupukan pertama menggunakan
pupuk NPK, pemupukan kedua menggunakan pupuk kandang, pemupukan ketiga
menggunakan pupuk NPK lagi,
begitu seterusnya sampai panen.

> Jika ingin tanaman cabai rawit dalam pot / polybag anda lebih awet dan berumur panjang,
sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia terutama pupuk nitrogen dan perbanyaklah
pupuk organik.

> Untuk melengkapi kebutuhan unsur hara makro, akan lebih baik jika
setiap 1 minggu tanaman cabai rawit disemprot dengan pupuk daun.
Banyak sekali merk pupuk daun yang beredar dipsaran dan bisa anda
gunakan, misalnya bayfolan, growmore, gandasil D/B dan lain-lain.

7. Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit


Berhubung ini adalah budidaya cabai rawit skala rumahan atau skala hobi, penanggulangan
hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual. Yakni dengan cara memungut langsung
hama atau mencabut dan membuang jauh-jauh tanaman yang terserang penyakit. Bisa
juga dengan menyemprotkan pestisida organik dan unakan insektisida kimia jika diperlukan
saja.

> Untuk mengendalikan hama ulat, kepik, belalang, lalat buah dan hama serangga lainnya
gunakan insektisida lannate, curacron, metindo atau regent.

> Untuk mengendalikan hama dari golongan kutu-kutuan, seprti tungau, trips, kutu kebul
dan kutu daun gunakan
akarisida bamex, agrimec, demolish, alfamex, promectin atau samite.

> Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur, gunakan fungisida
seperti antracol, bion m, amistartop dll.

> Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, gunakan bakterisida.

8. Panen Cabai Rawit Dalam Polybag / Pot


Inilah saat yang paling ditunggu dalam bercocok tanam dan berkebun, yaitu masa panen.
Sensasinya sangat luar biasa ketika kita memasak dan mengkonsumsi hasil kebun yang
kita tanam sendiri. Gak percaya? coba saja menanam nanti anda akan ketagihan. Setelah
90 hari waktu kita habiskan untuk merawat tanaman cabai rawit mulai dari menyemai benih,
cabai rawit yang kita tanam sudah bisa dituai hasilnya. Jika ingin memetik buah cabai yang
sudah tua dan berwarna merah, maka anda harus sabar menunggu kurang lebih 30 hari
lagi. Jika dirawat dengan baik dan benar, 2 pot cabai rawit saja yang anda tanam sudah
cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anda tidak akan pusing lagi ketika harga cabai
rawit mahal, atau ketika anda tidak sempat ke pasar atau ketika tukang sayur langganan
anda sakit. Selamat mencoba menanam cabai rawit, selamat berkebun dan semoga
bermanfaat.

Salam mitalom !!!