Anda di halaman 1dari 12

Cortex asosiasi prefrontalis Gyrus frontalis superior et Berpikir

Lapangan penglihatan frontal media Kognitif


Lobus frontalis medialis Perencanaan gerakan
Cortex asosiasi prefrontalis Gyrus frontalis inferior Berpikir
(opperculus frontalis Kognitif
Perencanaan prilaku
Cortex asosiasi Gyrus frontalis media Berpikir
prefrontalis(cortex prefronto Kognitif
dorsolateralis) Perencanaan prilaku
Kendali gerakan mata
Cortex asosiasi prefrontalis Gyrus frontalis inferior Berpikir
(opperculus frontalis Kognitif
Perencanaan prilaku

Otak kiri mempunyai kemampuan dalam mengatur proses berpikir analitis dan logis,
fungsi bahasa serta kemampuan sains dan matematika. Selain itu, otak kiri juga berfungsi untuk
mengatur kerja organ yang ada di sebelah kiri. Sehingga, tidaklah heran jika otak kiri cenderung
lebih berkembang karena sebagian besar dari kita menggunakan tangan kanan untuk melakukan
berbagai pekerjaan terutama menulis. Semakin banyak gerakan yang dilakukan oleh tangan
kanan akan semakin meningkatkan dominasi otak kiri dalam proses berpikir.
Di belahan yang lain, otak kanan di samping mengatur kerja organ yang berada di sisi
kiri, bagian ini juga mengambil peran dalam mengatur proses berpikir global dan lebih
mengutamakan intuisi. Selain itu, kemampuan seni, musik, dan kreativitas juga dikendalikan
oleh otak kanan.
a. Otak Kanan:
1) Senang belajar kelompok
2) Tidak senang duduk dan kurang giat belajar
3) Senang bergerak, memegang, menyentuh, dan mengerjakan sesuatu
4) Prestasi di sekolah tidak cemerlang
5) Menyenangi cahaya yang temaram dan kehangatan
b. Otak Kiri:
1) Senang belajar sendiri
2) Mandiri
3) Gigih, keras hati
4) Duduk tenang ketika belajar
5) Prestasi di sekolah baik
6) Senang pengajaran formal

Gambar 6. Fungsi otak kanan dan kiri.


Gambar 7. Skema pembagian otak yang terbagi menjadi 4 Quadran menurun Herrmann.
Pengambilan keputusan
Intelegensi adalah kemampuan untuk membuat suatu keputusan yang melibatkan
perhitungan pros dan cons. Pertama kali, otak akan menaksir goal value/ nilai tujuan yang
merupakan tujuan yang diharapkan dari dari sebuah keputusan. Kemudian otak akan
mengkalkulasi decision value/ nilai keputusan- kemungkinan pendapatan yang didapat atau
kerugian. Dan pada tahap akhir otak membuat prediksi seberapa besar kemungkinan hasil yang
akan dicapai. Semakin kompleks permasalahan maka keterlibatan are frontalis lebih luas.

Kreativitas adalah kemampuan untuk mangatur kembali apa yang dia tahu, datang dengan
suatu informasi yang sederhana namun menghasilkan suatu konsep yang baru. Dalam hal kreatif,
seseorang harus kritis, selektif, dan cerdas.

Proses kreatif
Otak dirangsang oleh berbagai stimulus, namun berbagai informasi disaring sesuai
dengan kebutuhan yang diharapkan dan memunculkan ide kreatif . Pada kondisi ini otak akan
merelaksasikan sinyal elektrik dengan menunjukkan gelombang gamma menjadi bentuk
bermalas-malasan dengan ciri gelombang yang lambat, sama halnya dengan gelombang alfa
yang lambat. Dalam hal ini, stimulus yang tepat akan memasuki alam sadarnya dan melahirkan
konsep baru.

Metode pengembangan kreativitas

Metode yang digunakan untuk meningkatkan


kreativitas :
berpikir lateral (lateral thinking),
menghindari set (avoiding set),
inversi (inversion),
analogi (analogy),
empati (empaty),
fantasi (fantasy),
kebebasan berkehendak (freewheeling),
curah pendapat (brain storming),
morfologi (morphology),
sintesis (synthesis)

Proses Kreatif adalah


Persiapan (preparation): pengumpulan informasi,
formulasi permasalahan.
Usaha terkonsentrasi (concentrated effort):
penerapan teknik-teknik kreativitas.
Penarikan diri (withdrawl): periode istirahat
mental/menarik diri dari permasalahan.
Wawasan (insight): konsep-konsep yang
merupakan solusi.
Pelakasanaan (follow through): generalisasi dan
Evaluasi

Edward (2007: 12) mendefinisikan berpikir sebagai keterampilan mental yang


memadukan kecerdasan dengan pengalaman.

Menurut Woolfolk (dalam Edward, 2007) keterampilan berpikir kreatif adalah


suatu keterampilan seseorang dalam menggunakan proses berpikirnya untuk
menhasilkan suatu ide baru, konstruktif, dan baik berdasarkan konsep-konsep,
prinsip-prinsip yang rasional, maupun persepsi dan intuisi.
Kreaif perspektif humanistic : Menurut Dwi Riyanti (dalam Munandar, 2002)
humanistik memandang perilaku pribadi individu dari sudut pandang pengaruh
perilaku atau akibat yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Humanistik
memiliki perspektif yang menekankan perasaan orang tentang self. Dari sudut
pandang ini, orang yang melakukan sesuatu apapun yang dilakukan entah baik
atau buruk mungkin dilihat sebagai bagian dari penyelidikannya tentang
kompetensi, prestasi dan harga dirinya. Idealnya atau diharapkan, pada suatu
saat nanti orang tersebut akan menemukan cara meningkatkan perasaannya
dengan berbuat yang terbaik untuk dirinya tanpa menghambat atau
mengganggu orang lain.

Perspektif psikodinamik : Salah satu kunci gagasan psikodinamika adalah bahwa


ketika impuls-impuls itu tidak dapat diterima, atau ketika impuls tersebut
membuat kita cemas, kita menggunakan mekanisme pertahanan diri untuk
mengurangi kecemasan dimana diantara mekanisme pertahanan diri adalah
displacement. Misal pada orang yang sedang dalam kondisi terdesak dalam
suatu permasalahan dan seakan semua alternatif pemecahan masalah
dirasakan menemui kebuntuan maka pikirannya dipaksa bekerja keras
mencari ide dan pemikiran supaya alternatif pemecahan baru terhadap
permasalahan dapat segera ditemukan.

berpikir kreatif adalah kemampuan berdasarkan data atau informasi yang


tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban (berpikir divergen)
terhadap suatu masalah dimana penekanannya pada kuantitas, ketepatguaan
dan beragam jawaban. Semakin banyak kemungkinan jawaban yang dapat
diberikan terhadap suatu masalah maka semakin kreatif seseorang.

Aspek berpikir kreatif

a) Berpikir lancar (Fluent thinking) atau kelancaran yang menyebabkan seseorang mampu
mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan.

b) Berpikir luwes (Flexible thinking) atau kelenturan yang menyebabkan seseorang mampu
menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi.

c) Berpikir Orisinil (Original thinking) yang menyebabkan seseorang mampu melahirkan ungkapan
ungkapan yang baru dan unik atau mampu menemuka kombinasi-kombinasi yang tidak biasa dari
unsur-unsur yang biasa.

d) Kemampuan menilai (evaluation) merupakan kemampuan untuk membuat penilaian sendiri dan
menentukan apakah suatu pertanyaan benar, atau suatu tindakan itu bijaksana.

e) Keterampilan mengelaborasi (Elaboration ability) yang menyebabkan seseorang mampu


memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan.
Tahapan

1)Tahap persiapan, dalam masa persiapan seorang pemikir atau creator memformulasikan
masalahnya dan mengumpulkan semua fakta.

Mengajukan pertanyaan,

2) Tahap inkubasi, jika pemikir kemudian mengalihkan perhatian dari persoalan yang sedang
dihadapinya tersebut.

Mempertimbangkan informasi baru dan tidak dengan pikiran terbuka

Membangun keterkaitan, khususnya di antara hal-hal yang berbeda,

Menghubung-hubungkan berbagai hal dengan bebas

3) Tahap iluminasi, pada periode ini pemikir mengalami insight tiba-tiba saja cara pemecahan
masalah muncul dengan sendirinya.

Menerapkan imajinasi pada setiap situasi untuk menghasilkan hal baru dan berbeda, dan

Mendengarkan intuisi.

4) Tahap evaluasi, ,bertujuan untuk menilai apakah pemecahan masalah itu sudah tepat atau belum.

5) Tahap revisi, apabila cara pemecahan masalah tersebut sudah tepat atau mungkin masih
memerlukan perbaikan-perbaikan disana-sini.

Menurut Coleman dan Hammen (dalam Wahyudin, 2003), faktor yang secara umum menandai
orang-orang kreatif adalah :
a) Kemampuan kognitif : Termasuk di sini kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan melahirkan
gagasan-gagasan baru, gagasan-gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif.

b) Sikap yang terbuka : orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal maupun
eksternal.

c) Sikap yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri : orang kreatif ingin menampilkan dirinya
semampu dan semaunya, ia tidak terikat oleh konvensi-kovensi.

Menurut Johnson (2009: 221) di antara banyak kendala yang dapat menutup dan merusak kreativitas
yaitu :
a) Sensor internal dari seseorang,
b) Orang-orang yang mencari kesalahan,

c) Peraturan dan persyaratan yang membatasi dan melarang,

d) Perilaku menerima dengan pasif, tanpa bertanya,

e) Pengkotak-kotakan,

f) Memusuhi intuisi,

g) Takut membuat kesalahan, dan

h) Tidak menyempatkan diri untuk merenung.

Kemampuan creative
Combine (menggabungkan) : penggabungan suatu hal dengan hal lain
Reverse (membalik) : membalikan beberapa bagian atau proses
Eliminate (menghilangkan) : menghilangkan beberapa bagian
Alternatif (kemungkinan) : menggunakan cara, bahan dengan yang lain.
Twist (memutar) : memutarkan sesuatu dengan ikatan
Elaborate (memerinci) : memerinci atau menambah sesuatu

Berpikir Kritis Berpikir Kreatif

1Analitis Mencipta

2Mengumpulkan Meluaskan

3Hirarkis Bercabang

4Peluang Kemungkinan

5Memutuskan Menggunakan keputusan

6Memusat Menyebar

7Obyektif Subyektif

8Menjawab Sebuah jawaban

9Otak kiri Otak kanan

10Kata-kata Gambaran

11Sejajar Hubungan

12Masuk Akal Kekayaan, kebaruan

13Ya, akan tetapi. Ya, dan


(berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuan berdasarkan data
atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban
terhadap suatu masalah, di mana penekanannya adalah pada kuantitas,
ketepatgunaan dan keragaman jawaban. Jenis berpikir yang oleh Guilford
dinamai berpikir divergen (divergent thinking) ini tampaknya setali tiga uang
dengan jenis berpikir yang oleh De Bono diberi nama Lateral thinking
(Berpikir Lateral). Berpikir lateral atau berpikir menyamping, diberi nama
demikian oleh De Bono untuk mengisyaratkan keragaman kemungkinan
jawaban terhadap permasalahan, sebagai kontradiksi dengan penalaran
ilmiah yang oleh De Bono disebut sebagai berpikir vertikal.

Adapun ciri-ciri berpikir lateral yang membedakannya dengan berpikir ilmiah,


antara lain:

Berpikir vertikal lebih menekankan pada kebenaran (right), sedangkan


lateral menekankan pada kekayaan ragam.

Dalam berpikir vertikal orang bergerak ke arah yang didefinisikan


untuk sampai pada pemecahan masalah, sedangkan lateral bergerak untuk
menghasilkan arah.

Berpikir vertikal bersifat analisis sedangkan lateral bersifat provokatif.

Dalam berpikir vertikal orang melangkah selangkah demi selangkah


secara berurutan, sedangkan lateral dapat membuat lompatan dalam
berpikir.

Dalam berpikir vertikal orang harus benar pada setiap langkah


sedangkan dalam lateral tidak perlu.

Dalam berpikir vertikal orang mengikuti jalan yang paling mungkin


sedangkan dalam lateral orang menjajagi jalan yang paling tidak mungkin.

Dengan berpikir vertikal orang berkonsentrasi dan mengesampingkan


apa yang tidak relevan sedang kan dalam lateral orang menyambut baik
terobosan yang kebetulan.

Dengan berpikir vertikal kategori, klasifikasi dan label bersifat tetap,


sedangkan dalam lateral tidak.

Berpikir vertikal merupakan proses terbatas sedangkan lateral


merupakan proses yang serba mungkin.

Topi Putih
Putih adalah netral dan objektif. bayangkan sebuah kertas putih kosong.
Mengenakan topi putih artinya kumpulkanlan informasi yang diperlukan
sebanyak-banyaknya. Informasi bisa berupa fakta dan data yang sifatnya
netral dan objektif. Ingat, hanya informasi. Just the facts, not opinion or
interpretation. semakin banyak informasi yang dikumpulkan, peta persoalan
akan menjadi semakin jelas dengan sendirinya. Atau mudahnya, bayangkan
sebuah komputer yang menyajikan semua data dan informasi yang kita
perlukan. Komputer bersifat netral dan objektif. Ia tidak memberikan
interprestasi atau opini apapun terhadap data dan informasi yang
disajikannya. Ketika mengenakan topi putih, kita diminta berlaku seperti
komputer ini.

Topi Merah
Merah melambangkan emosi dan perasaan. mengenakan topi merah artinya
kita diajak memandang persoalan dari sudut pandang emosi dan perasaan,
baik yang positif maupun negatif fears, like, dislikes, loves and hates, etc,
tanpa alasan atau logika apapun. Ini adalah sesi di mana kita diberi
kesempatan untuk mengatakan: This is how i feel about the matter. Emosi
juga menyangkut tipe perasaan yang lebih kompleks dan tinggi, yaitu naluri
(insting) dan intuisi. Naluri dan intuisi sering kali memberi arah akan hal
yang tidak bisa dibeberkan fakta dan informasi.

Topi Hitam

Topi hitam adalah lambang peringatan. Mengenakan topi hitam, kita diajak
untuk menjadi sangat berhati-hati. Menganalisa semua sisi negatif dari suatu
persoalan, mencari semua faktor resiko, bahaya, kesulitan, dan kelemahan
suatu ide. Mempertanyakan berbagai kemungkinan negatif. What can go
wrong? What are the potential problems? Where things might be wrong? Topi
hitam juga mengajak untuk selalu berada di jalan yang benar dan
menguntungkan, tidak melanggar undang-undang, tidak melakukan hal
bodoh dan tindakan ilegal. Topi hitam mengajak untuk selalu bersikap logis.
Topi hitam memberi arah dan peran sangat penting, tapi jika berlebihan bisa
sangat mengganggu juga.

Topi Kuning
Kuning melambangkan cahaya dan optimisme. Juga aura positif. Berlawanan
dengan topi hitam, di bawah topi kuning kita diarahkan untuk hanya berpikir
hal yang positif, tetapi tetap logic and not based on fantasy. Topi kuning
fokus pada hal-hal positif menguntungkan, harapan and why something may
work. Topi kuning juga digunakan untuk berpikir konstruktif dan generatif,
membuat segalanya bisa dilaksanakan. Topi kuning juga bersifat spekulatif,
mencari segala kemungkinan untuk menerjemahkan visi, impian dan
harapan. Topi kuning mempunyai spektrum positif yang cukup lebar,
terentang dari sisi logis dan praktis pada satu sisi dan impian, visi, misi serta
harapan di sisi yang lain. Overoptimistic can lead foolishness.

Topi Hijau

Topi hijau melambangkan energi, pertumbuhan, produktivitas. Di bawah topi


hijau kita menumbuhkan kreativitas, mencari ide baru dan berbagai
alternatif. Di bawah topi hijau kita mengcounter kesulitan yang terdeteksi
pada topi hitam. Tinggalkan ide lama dan beralihlah kepada hal-hal dan
perspektif baru. Topi hijau adalah perubahan.

Topi Biru

Biru adalah warna angkasa, biru adalah sesuatu di atas segalanya. Topi biru
adalah kontrol. Topi biru digunakan untuk mengontrol proses berpikir dan
penggunaan topi-topi berpikir lainnya. Biasanya digunakan oleh yang
ditunjuk sebagai fasilitator atau pimpinan pada awal pertemuanuntuk
memberi arahan tentang situasi yang dihadapi, arah mana yang dituju, serta
tujuan dan capaian yang dikehendaki. Pada akhir pertemuan, topi biru juga
biasanya meminta hasil pertemuan yang bisa berupa kesimpulan,
keputusan, summary, solusi atau apapun. Di bawah topi biru juga ditentukan
rencana atau langkah selanjutnya.\
Person

Product Kreativitas Process

Press
Pertama kreativitas dimaknai sebagai sebuah kekuatan atau dorongan yang ada dalam diri seseorang.
Menurut Robert Franken (dalam Sudarma, 2013:18). Kedua, kreativitas dimaknai sebagai sebuah proses. Kreativitas
adalah mengelola informasi, melakukan sesuatu atau membuat sesuatu. Kreativitas adalah suatu proses yang
menghasilkan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru
yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan, dan keaslian dalam berpikir.

Ketiga, kreativitas adalah sebuah produk. Maksud dari produk ini bisa dalam pengertian produk pemikiran
(ide), karya tulis atau produk benda. Hari Basuki (dalam Sudarma, 2013:19) memncatat bahwa kreativitas sebagai
kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Keempat, kreativitas dimaknai sebagai person. Menurut Sternberg (dalam Sudarma, 2013:20) seseorang
yang kreatif adalah seorang yang dapat berpikir secara sintesis, artinya dapat melihat hubungan-hubungan dimana
orang lain tidak mampu melihatnya, dan mempunyai kemampuan menganalisis ide-idenya sendiri serta
mengevaluasi nilai ataupun kualitas karya pribadinya, mampu menerjemahkan teori dan hal-hal abstrak kedalam
ide-ide praktis.

I only know that I know nothing


Socrates

The best way to get a good idea is to have a lot of ideas.


Linus Pauling

Blaming people for your mistakes is a faster route to


the dungeon of uncreativity
Aniekee Tochukwu Ezekiel, Psychology of Friendship for Leadership

Power up your intelligence. Hit that creativity button.


Germany Kent
If at first, the idea is not absurd, then there is no hope for it.

We can't solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them.

The true sign of intelligence is not knowledge but imagination.

Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere.

The important thing is to not stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.

The only thing that interferes with my learning is my education.

Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions.

I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge.
Knowledge is limited. Imagination encircles the world.

Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.

The intuitive mind is a sacred gift and the rational mind is a faithful servant. We have created a
society that honors the servant and has forgotten the gift.