Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PENYAKIT PADA SALURAN PENCERNAAN

Untuk memenuhi Salah Satu Tugas dari Ibu Heliastuti, S.Pd.,


selaku Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

Disusun Oleh:
Dhea Rizky F.
Puput Sri R.
M. Nabil
Arik M.F
Teten M.
Inri Yuni S.N
Elawati

KELAS VIII C
MTs NEGERI 4 MAJALENGKA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas kehendak-
Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Penyakit
pada Saluran Pencernaan. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada
junjungan Nabi Besar Muhammad SAW., beserta keluarga dan sahabat beliau.
Makalah ini diajukan kepada untuk memenuhi tugas mata pelajaran
tersebut. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, saran, dukungan dan kerjasama
yang baik dengan berbagai pihak, maka akan sangat sulit bagi penulis untuk
menyelesaikan penulisan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena
kekurangan dan keterbatasan yang penulis miliki. Oleh sebab itu, kritik dan saran
yang membangun sangat penulis harapkan. Dan akhirnya semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca dan terutama bagi saya sebagai penulisnya.

Bantarujeg, Maret 2017


Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BABI PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
2.1 Gastritis/Maag...........................................................................................3
2.2 Radang Usus Buntu...................................................................................5
2.3 Diare..........................................................................................................7
2.4 Disentri......................................................................................................8
2.5 Kanker Usus Besar....................................................................................9
2.6 Ambeiyein...............................................................................................10
BAB III PENUTUP..............................................................................................12
3.1 Kesimpulan..............................................................................................12
3.2 Saran........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13

2
BABI
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem pencernaan dalam tubuh dapat mengalami gangguan.
Terganggunya sistem pencernaan dapat di akibatkan oleh kelainan sistem
pencernaan, masuknya bibit penyakit, dan makanan yang tidak baik.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut.
1. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
gastritis/maag?
2. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
radang usus buntu?
3. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
diare?
4. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
disentri?
5. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
kanker usus buntu?
6. Bagaimana definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari penyakit
ambeiyen?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit diare.
2. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit radang usus buntu.
3. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit diare.
4. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit disentri.

1
5. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit kanker usus buntu.
6. Untuk mengetahui definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan dari
penyakit ambeiyen.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gastritis/Maag
Penyakit Gastritis adalah suatu peradangan pada lambung yang
disebabkan oleh beberapa kondisi yang kompleks dan saling berkaitan.
Kondisi yang menyebabkan gastritis atau gastritis adalah infeksi Helicobacter
pylori, trauma fisik, stress, pola makan yang tidak teratur, dan lain-lain.
a. Gejala Gastritis
Gejala atau sakit gastritis memiliki beberapa tanda bahkan
kadangkadang gejalanya samar tergantung dari berat ringannya gastritis.
Gejala sakit gastritis ringan biasanya hanya berupa kembung dan sering
bersendawa sementara gejala sakit gastritis berat atau gastritis kronis
seperti rasa perih seperti terbakar pada daerah ulu hati. Gejala sakit
gastritis berupa:
1. Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat
menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan.
2. Mual.
3. Muntah.
4. Kehilangan selera makan.
5. Kembung.
6. Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan.
7. Kehilangan berat badan

b. Penyebab Gastritis
1. Infeksi bakteri H. Pylori,virus (termasuk herpes simpleks), jamur dan
parasit : sebagian besar penyebab gastritis atau gastritis adalah akibat
infeksi bakteri H. Pylori yang hidup di bagian dalam lapisan mukosa
yang melapisi dinding lambung.Hingga sekarang tidak dapat
dimengeri bagaimana bakteri tersebut dapat ditularkan, namun
diperkirakan penularan tersebut terjadi melalui jalur oral atau akibat
memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri
ini. Infeksi H. pylori ini sekarang diketahui sebagai penyebab utama
terjadinya peptic ulcer dan penyebab tersering terjadinya gastritis.
2. Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus. Obat
analgesik anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti antalgin, asam

3
mefenamat, aspirin, ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan
peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin
yang bertugas melindungi dinding lambung.
3. Penggunaan alkohol secara berlebihan. Alkohol dapat mengiritasi dan
mengikis mukosa pada dinding lambung dan membuat dinding
lambung lebih rentan terhadap asam lambung walaupun pada kondisi
normal.
4. Penggunaan kokain. Kokain dapat merusak lambung dan
menyebabkan pendarahan dan gastritis.
5. Kelainan autoimmune. Sistem kekebalan yang menyerang selsel
normal lambung yang menyebabkan kerusakan dinding lambung.

c. Pengobatan Gastritis
Tujuan pengobatan gastritis adalah menetralkan asam lambung,
mengurangi pengeluaran asam lambung, mengurangi gejala gejala
akibat iritasi lambung, memperbaiki kondisi dinding lambung yang rusak
akibat iritasi lambung dan meningkatkan aliran darah ke lambung.Pola
hidup untuk pengobatan gastritis adalah mengatur pola tidur dan
olahragaOlah raga secara teratur akan memperlancar aliran darah ke
lambung sehingga mempercepat penyembuhan luka pada lambung.
Hindari makan makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung
seperti makan makanan yang kecut, asem, saos dan pedas. Obat gastritis
yang sering dipakai oleh dokter adalah:
1. Antasida. Antasida mengandung kalsium karbonat dan magnesium
hidroksida. Ada yang berupa tablet atau cair. Antasida menetralisir
asam lambung dan dapat menghilangkan rasa sakit akibat asam
lambung dengan cepat.
2. H2 antagonis seperti ranitidine, cimetidine, nizatidine, and
famotidineyang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung
yang diproduksi.
3. Penghambat pompa proton. Penghambat pompa proton mengurangi
asam dengan cara menutup kerja dari pompapompa dari selsel di
lambung yang menghasilkan asal lambung. Yang termasuk obat
golongan ini adalah omeprazole, lansoprazole, rabeprazole dan

4
esomeprazole. Obat-obat golongan ini juga menghambat kerja H.
pylori.
4. Cytoprotective agents. Obat-obat golongan ini membantu untuk
melindungi jaringan-jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil.
Yang termasuk ke dalamnya adalah sucraflate dan misoprostol.

2.2 Radang Usus Buntu


a. Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab appendicitis dapat terjadi karena:
1. Penyumbatan. Sisa makanan atau kotoran yang mengeras dapat
terjebak di dalam lubang pada rongga perut yang mengisi appendix
anda.
2. Infeksi. Appendicitis dapat juga dikarenakan infeksi, seperti infeksi
virus gastrointestinal, atau mungkin karena jenis pembengkakan
lainnya.

b. Gejala Penyakit Usus Buntu


Tanda dan gejala usus buntu (appendicitis) antara lain:
1. Nyeri gatal yang dimulai dari sekitar perut dan sering manjalar ke
perut bagian kanan bawah.
2. Nyeri yang menjadi tajam dalam beberapa jam.
3. Rasa kebal ketika anda menekan perut bagian kanan bawah.
4. Nyeri yang tajam pada perut bagian kanan bawah yang terjadi ketika
area di tekan dan kemudian tekanan tersebut dilepas dengan capat.
5. Nyeri yang memburuk ketika anda batuk, berjalan atau membuat
gerakan bergetar.
6. Mual.
7. Muntah.
8. Hilang nafsu makan.
9. Demam ringan.
10. Konstipasi.
11. Sulit buang angin.
12. Diare.
13. Bengkak pada daerah perut

c. Pengobatan Radang Usus Buntu


Solusi tepat untuk cara mengobati usus buntu dengan
mengunakan pengobatan alami yakni dengan mengunakan ektrak kulit
manggis dan daun sirsak yang mempunyai khasiat dan manfaat untuk
kesembuhan penyakit seperti usus buntu dengan tanpa operasi dan tanpa

5
efek samping.Manfaat Kulit manggis diyakini dapat menyembuhkan
berbagai macam penyakit salah satunya untuk usus buntu, karena di
dalam kulit manggis dapat menghasilkan senyawa xanthone, yaitu zat
yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah manggis. Sirsak memiliki daun
yang dapat menjadi obat kanker alami. Zat anti-kanker yang terdapat
dalam daun sirsak yang disebut Annonaceous Acetogenin, terbukti secara
ilmiah dapat membunuh sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam
tubuh manusia.

6
2.3 Diare
a. Penyebab Diare
Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada
yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa
penyebab diare, yaitu:
1. Infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada bayi dan anak
disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit.
2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik.
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti:
Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dan lain-lain.
4. Pemanis buatan.
5. Pada bayi saat dikenalkam MPASI seringkali memiliki efeksamping
diare karena perut kaget dengan makanan dan minuman yang baru
dikenal lambungnya.
Diare selain disebabkan oleh beberapa infeksi virus dan juga
akibat dariracun bakteria, juga bisa disebabkan oleh faktor kebersihan
lingkungan tempat tinggal. Lingkungan yang kumuh dan kotor menjadi
tempat berkembang bakteri (E.coli), virus dan parasit (jamur, cacing
protozoa), dan juga lalat yang turut berperan dalam membantu
penyebaran kuman penyakit diare.

b. Gejala Diare
Beberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau
dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut adalah:
1. Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang
berkepanjangan.
2. Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari.
3. Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi.
4. Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
5. Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan
muntah-muntah.
6. Badan lesu atau lemah.
7. Panas.
8. Tidak nafsu makan.
9. Darah dan lendir dalam kotoran

7
Salah satu gejala lainnya dari penyakit diare
adalah gastroenteritis. Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran
pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan.

c. Penggulangan Diare
1. Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1
sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang.
2. Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara
paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri.
Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan
elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan
ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan berakibat fatal.
3. Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit,
frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
4. Menjaga kebersihan dan isolasi. Kebersihan tubuh merupakan faktor
utama dalam membatasi penyebaran penyakit.

2.4 Disentri
a. Penyebab Dari Disentri
Dengan mengetahui penyebab dari disebtri maka pencegahan
pada penyakit disentri dapat dilakukan. Disentri bisa disebabkan banyak
faktor yang di antaranya:
1. Buah dan sayuran yang kotor.
2. Air yang kotor.
3. Tinja digunakan sebagai pupuk.
4. Tangan kotor orang yang terinfeksi disentri.
5. Berenang di air yang terkontaminasi.
6. Kuman infeksi di usus besar.
7. Makanan berbumbu dan makanan berlemak yang berlebihan.
8. Kondisi kurang sehat.
9. Gangguan usus.

b. Gejala Disentri
Gejala disentri dapat berlangsung selama lima hari atau bahkan
lebih. Untuk beberapa kasus, gejala mungkin ringan, sementara yang lain
menderita diare berat dan muntah atau yang berpotensi menyebabkan
dehidrasi. Berikut gejala yang muncul jika terkena disentri :
1. Perut kembung.

8
2. Nyeri pada abdomen.
3. Diare berdarah.
4. Mual, dengan atau tanpa muntah.

c. Pengobatan Disentri
Jika sudah dilakukan pencegahan pada disentri dan tidak berhasil
maka perlu penanganan yang serius untuk dilakukan pengobatan.
Diagnosis klinis diperlukan untuk mengendalikan disentri.Dalam
kebanyakan kasus, antibiotik digunakan untuk mengobati disentri.
Pastikan tubuh bisa mencegah terjadinya dehidrasi dengan minum cukup
cairan, dan mendapatkan istirahat yang cukup.

2.5 Kanker Usus Besar


a. Gejala Kanker Usus Besar
Kanker usus besar memiliki gejala antara lain:
1. Perubahan pada kondisi usus, antara lain diare atau konstipasi atau
perubahan rutinitas buang air besar yang tidak seperti biasanya.
2. Pendarahan pada dubur atau terdapat darah pada feses.
3. Ketidaknyamanan pada area perut, seperti kejang, kembung atau
nyeri.
4. Perasaan tidak tuntas ketika buang air besar.
5. Lemah.
6. Hilang berat badan.
7. Anemia.
8. Bentuk kotoran (feses) yang panjang dan kecil mirip pensil.

b. Penyebab Kanker Usus Besar


Di usus besar dan rectum, pertumbuhan yang berlebihan ini dapat
menyebabkan sel pra kanker terbentuk di saluran pencernaan.

c. Pengobatan
Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker usus
besar. Selama operasi, tumor, sebagian kecil dari usus yang sehat di
sekitarnya, dan kelenjar getah bening yang berdekatan akan dipotong.
Dokter bedah kemudian menghubungkan bagian usus yang sehat. Pada
pasien dengan kanker dubur, rektum secara permanen akan dipotong.

2.6 Ambeiyein
a. Gejala Ambeien

9
Sebelum parah sebaiknya kita mengenal seperti apa penyakit
wasir ada awal mulanya sehingga kita bisa obati sedini mungkin.
Biasanya penderita akan mengalami pendarahan dubur dengan warna
darah merah muda yang menetes atau mengalir lewat lubang dubur / anus.
Penderita juga akan merasa ada ganjalan pada anus ketika bab sehingga
penderita akan ngeden / mengejan yang bisa memperparah wasirnya.
Selain itu biasanya anus akan terasa gatal akibat virus dan bakteri yang
membuat infeksi.

b. Pencegahan Ambeien
Apabila anda merasakan hal-hal semacam itu, segera konsultasi
dengan Ahli Pengobatan Wasir / Ambeien / Hemorrhoids.Tanyakan yang
jelas keadaan kesehatan anda sebelum terlambat. Karena semakin hari
Hemorrhoids/Ambeien/Wasir akan semakin besar bila tidak dicegah.

c. Pengobatan Ambeien
1. Jalankan pola hidup sehat
2. Olah raga secara teratur
3. Makan makanan berserat
4. Hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di wc / toilet
5. Jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dan lain-lain
6. Jangan melakukan aktivitas hubungan seks yang tidak wajar
7. Minum air yang cukup
8. Jangan menahan kencing dan berak
9. Jangan suka menggosok dan menggaruk dubur berlebihan
10. Jangan mengejan / mengeden / ngeden berlebihan
11. Jika tidak ingin pup / bab jangan dipaksa
12. Duduk berendam pada air yang hangat
13. Minum obat sesuai anjuran dokter.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari isi di atas dapat di simpulkan bahwa macammacam penyakit
yang menyerang saluran pencernaan antara lain: gastritis/maag, radang usus
buntu, diare, disentri, kanker usus besar, dan ambeiyen.

3.2 Saran
Kita harus menjaga kesehatan alat pencernaan kita dengan
berolahraga, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan menjaga kebersihan
lingkungan.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://melinanora.blogspot.co.id/2014/04/makalah-penyakit-saluran-
pencernaan.html
http://benua17.blogspot.co.id/2015/08/makalah-penyakit-sistem-pencernaan.html

12