Anda di halaman 1dari 14

KARYA TULIS ILMIAH

B AK T E R I

Untuk memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:
Nisa Nurjanah

KELAS IX A
SMP ISLAM ABATA
2017
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Rabby atas karunia-

Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Bakteri ini. Shalawat

serta salam penulis limpahkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW,

kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada umatnya yang turut dan

setia kepada ajaran-Nya sampai akhir zaman.

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata mata pelajaran

Bahasa Indonesia. Dan dalam menyusun makalah ini, penulis ingin menyampaikan

rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah

ikut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh

dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari

pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Besar harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat, khusunya bagi

penulis dan umumnya bagi pembaca serta diharapkan makalah ini dapat bermanfaat

bagi kepentingan dunia pendidikan.

Malausma, Maret 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................i

DAFTAR ISI...............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1

1.1 Latar Belakang...............................................................................................1

1.2 Tujuan.............................................................................................................1

1.3 Permasalahan.................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................3

2.1 Sejarah............................................................................................................3

2.2 Struktur Sel....................................................................................................3

2.3 Morfologi / Bentuk Bakteri............................................................................4

2.4 Alat Gerak Bakteri.........................................................................................5

2.5 Pengaruh Lingkungan terhadap Bakteri.........................................................5

2.6 Bakteri Patogen..............................................................................................7

BAB III PENUTUP...................................................................................................10

3.1 Kesimpulan..................................................................................................10

3.2 Saran.............................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok

terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan

kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif

sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti

mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam

artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk

membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks,

disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau

untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan

mereka.Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme.

Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari

organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka

kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 m, meski ada jenis dapat menjangkau

0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding

sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda

(peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda

dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.

1.2 Tujuan

1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi

2. Untuk mengetahui tentang seluk beluk bakteri

3. Sebagai bahan tambahan mata pelajaran biologi

1
1.3 Permasalahan

1. Membahas tentang sejarah Bakteri

2. Membahas tentang struktur sel bakteri

3. Membahas Morfologi bakteri

4. Membahas alat gerak bakteri

5. Membahas pengaruh bakteri terhadap lingkungan

6. Membahas tentang bakteri pathogen

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah

Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674

dengan menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium

diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari

kata Yunani yang memiliki arti "small stick".

2.2 Struktur Sel

Struktur Sel Prokariota

Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada

umumnya, semua

bakteri memiliki

struktur sel yang

relatif sederhana.

Struktur bakteri yang

paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua

kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan

struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas

lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram

negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida terdiri atas membran dan lapisan

peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan

membran sitoplasmik).

Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan

fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa

bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan

3
bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki

kromosom, ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan,

vakuola gas dan magnetosom. Beberapa bakteri mampu membentuk endospora

yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

2.3 Morfologi / Bentuk Bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri

berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi

tiga golongan besar, yaitu:

1. Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk

bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa

variasi sebagai berikut:

a. Mikrococcus, jika kecil dan tunggal

b. Diplococcus, jka bergandanya dua-dua

c. Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar

d. Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus

e. Staphylococcus, jika bergerombol

f. Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau

silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:

a. Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua

b. Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

3. Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai

variasi sebagai berikut:

a. Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran

b. Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran

4
Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan,

medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran

bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih

muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.

2.4 Alat Gerak Bakteri

Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik;

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir

semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang

ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki

flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 0,1 mikro, dan

panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel

yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:

1. Atrik, tidak mempunyai flagel.

2. Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.

3. Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.

4. Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.

5. Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

2.5 Pengaruh Lingkungan terhadap Bakteri

Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan

reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap

pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.

5
1. Suhu

Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 3

golongan:

a. Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0

30 C, dengan suhu optimum 15 C.

b. Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15

55 C, dengan suhu optimum 25 40 C.

c. Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi

antara 40 75 C, dengan suhu optimum 50 - 65 C.

Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup

dalam sumber air panas bersuhu 93 500 C.

2. Kelembapan

Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi,

kira-kira 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan

kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan

pengeringan.

3. Cahaya

Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri.

Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil.

Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang

berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian.

Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi

atau pengawetan bahan makanan.

Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi,

kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang

aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat

mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang

6
disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma

yang sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan

terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan

dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali,

endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di

tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.

2.6 Bakteri Patogen

Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada

manusia, hewan dan tumbuhan.

1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia:

No. Nama bakteri Penyakit yang ditimbulkan


Treponema
1 Sifilis atau Lues atau raja singa
pallidum
2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan:

No. Nama bakteri Penyakit yang ditimbulkan


2. Bacillus anthracis Antraks

a. Treponema pallidum

Kerajaan: Eubacteria
Filum: Spirochaetes
Kelas: Spirochaetes
Ordo: Spirochaetales
Famili: Spirochaetaceae
Genus: Treponema
Spesies: T. pallidum

7
Treponema pallidum merupakan salah satu bakteri spirochaeta.

Bakteri ini berbentuk spiral. Terdapat empat subspesies yang sudah

ditemukan, yaitu Treponema pallidum pallidum, Treponema pallidum

pertenue, Treponema pallidum carateum, dan Treponema pallidum

endemicum. Tulisan ini akan membahas Treponema pallidum pallidum yang

merupakan penyebab sifilis. Treponema pallidum pallidum merupukan

spirochaeta yang bersifat motile yang umumnya menginfeksi melalui kontak

seksual langsung, masuk ke dalam tubuh inang melalui celah di antara sel

epitel. Organisme ini juga dapat ditularkan kepada janin melalui jalur

transplasental selama masa-masa akhir kehamilan. Struktur tubuhnya yang

berupa heliks memungkinkan Treponema pallidum pallidum bergerak dengan

pola gerakan yang khas untuk bergerak di dalam medium kental seperti lender

(mucus). Dengan demikian organisme ini dapat mengakses sampai ke sistem

peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran

mucosa. Pada tanggal 17 Juli 1998, suatu jurnal melaporkan sekuensi genom

dari Treponema pallidum. Treponema pallidum pallidum adalah bakteri yang

memiliki genom bakterial terkecil pada 1,14 juta base pairs (Mb) dan

memiliki kemampuan metabolisme yang terbatas, serta mampu untuk

beradaptasi dengan berbagai macam jaringan tubuh mamalia.

b. Bacillus anthracis

Kerajaan: Bakteria
Filum: Firmicutes
Kelas: Bacilli
Ordo: Bacillales
Famili: Bacillaceae
Genus: Bacillus
Spesies: B. anthracis

8
Bacillus anthracis adalah bakterium Gram-positif berbentuk tangkai

yang berukuran sekitar 1x6 mikrometer dan merupakan penyebab penyakit

antraks.

Bacillus anthracis adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat

menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun

1877. Nama anthracis berasal dari bahasa Yunani anthrax, yang berarti batu

bara, merujuk kepada penghitaman kulit pada korban.

Bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora, dan

dapat hidup selama beberapa dekade dalam bentuk ini. Jika memasuki sejenis

herbivora, bakteria ini akan mulai berkembang biak dalam hewan tersebut

dan akhirnya membunuhnya, dan lalu terus berkembang biak di bangkai

hewan tersebut. Saat gizi-gizi hewan tersebut telah habis diserap, mereka

berubah bentuk kembali ke bentuk spora.

Bacillus anthracis mempunyai gen dan ciri-

ciri yang menyerupai Bacillus cereus, sejenis

bakterium yang biasa ditemukan dalam tanah

di seluruh dunia, dan juga menyerupai Bacillus thuringiensis, pantogen

kepada larva Lepidoptera.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok

terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan

kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif

sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti

mitokondria dan kloroplas. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya

berukuran 0,5-5 m, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter

(Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan

dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak

yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari

flagela kelompok lain.

Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674.

Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Berdasarkan

bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

1. Kokus

2. Spiril

3. Basil

Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada

manusia, hewan dan tumbuhan disebut bakteri pathogen.

3.2 Saran

Dengan mengetahui berbagai macam bakteri khususnya bakteri pathogen

maka jagalah kesehatan baik kesehatan pribadi maupun kesehatan lingkungan

agar tidak terhinggap bakteri.

10
DAFTAR PUSTAKA

kumpulan-makalah-artikel.blogspot.com/.../makalah-bakteri.html

http://farmasiblogku.blogspot.com/2010/06/makalah-bakteri.html

11